BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Selasa, 18 Desember 2012

Pernyatan Draghi Gerus Laju Euro

Euro terkoreksi atas dollar dan yen karena pernyataan Presiden ECB Mario Draghi mengenai masih suramnya prospek ekonomi blok mata uang itu.
Di hadapan Parlemen Eropa, Draghi berbicara mengenai kondisi ekonomi zona euro. Menurutnya, situasi ekonomi di kawasan masih sulit dan prospek jangka menengah tetap penuh tantangan. Namun  ia kemudian mengatakan ekonomi bisa kembali tumbuh di semester kedua 2013, dengan adanya peningkatan ekspor dan perbaikan ekonomi global.
Pernyataan itu langsung menggerus laju euro yang sudah mencapai level tertingginya dalam delapan bulan terakhir. Meski tidak disebut oleh Draghi, kondisi ekonomi yang buruk tahun depan dapat memaksa ECB untuk melonggarkan kebijakannya. Apalagi isu pemangkasan suku bunga ECB memang santer akhir-akhir ini, mengingat krisis utang yang masih menjerat.
Namun bisa juga pernyataan Draghi itu dijadikan alasan untuk merealisasikan keuntungan dari penguatan tajam euro selama seminggu terakhir.  Sejak menyentuh $1,2876, euro terus menanjak karena isu mengenai the Fed akan melonggarkan kebijakannya. Penguatan berlanjut setelah the Fed benar-benar melakukannya. Kini euro dalam persimpangan, untuk mendorong harga lebih lanjut pasar membutuhkan alasan. Salah satu fokus pasar menjelang akhir tahun adalah isu jurang fiskal. Mesti ada hasil positif dari pembicaraan anggaran agar pasar bisa melanjutkan tren.
Euro diperdagangkan di $1,3174, setelah semalam menyentuh $1,3260, level tertinggi sejak April yang kini menjadi resistance kuat. Kelanjutan tren akan dibuktikan kalau berhasil menembus level tahanan itu.  Kegagalan menembus level itu akan membawa euro koreksi, dengan target terdekat di $1,3120. Kalau ditembus akan mencoba ke $1,3090. Terhadap yen, euro berada di 110,60, setelah kemarin menyentuh 111, yang masih jadi resistance. Kalau tembus, akan mencoba ke 111,70. Gagal, koreksi bisa membawanya ke 109,30.
Yen masih dekat level terendahnya dalam 20 bulan terakhir atas dollar yang disentuhnya kemarin. Yen merosot setelah kemenangan multak Partai Demokratik Liberal (LDP), yang berjanji membawa BOJ melonggarkan kebijakan dan mengeluarkan stimulus agresif untuk melemahkan yen dan menggairahkan ekonomi.
Meski serangkaian indikator sudah mencapai titik jenuh beli, prospek pelonggaran BOJ masih terus mengangkat dollar/yen. Pair ini kemungkinan akan konsolidasi dulu menjelang rapat reguler BOJ besok sampai ada keputusan. BOJ diperkirakan tidak akan mengeluarkan kebijakan agresif dalam waktu dekat, tapi mungkin bisa terjadi awal tahun depan ketika kabinet baru terbentuk. Oleh karena itu, kalaupun dollar/yen terkoreksi pasca rapat BOJ, prospek stimulus akan tetap menjaga trennya. Posisi pair itu saat ini ada di 83,95. Resistance ada di 84,40, kalau tembus akan coba ke 84,70. Kegagalan ditutup di level 84, akan memicu koreksi lanjutan, dengan target terdekat di 83,60.
Semetara itu, sterling stabil di $1,6204, setelah berhasil menyentuh $1,6215, tertinggi sejak Oktober. Data Inggris hari ini antara lain inflasi (CPI dan PPI) dan indeks harga ritel. Resistance terdekat di $1,6235, kalau tembus akan bergerak menuju $1,6260. Sedangkan support di $1,6174 dan $1,6140.
Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD



Regional Menguat Harapan Tebing Fiskal AS Terselesaikan

Nikkei
      I
ndeks Nikkei berhasil capai level penutupan tertingginya dalam 8,5 bulan kemarin, menyusul kemenangan Partai Demokratik Liberal (LDP) dalam pemilu kemarin yang menjatuhkan yen ke level terendah dalam 20 bulan terakhir. Dengan pelemahan yen ini membuat kinerja saham ekspor Jepang catat kenaikan, termasuk sektor teknologi dan otomotif. Indeks Nikkei ditutup menguat 91,32 poin, atau 0,94%, ke posisi 9.828,88, penutupan tertinggi sejak 3 April.
      Indeks Nikkei yang kemarin sempat catatkan rekor penutupan tertingginya dalam  kemarin, kini sudah mulai rehat sejenak di tengah penguatan yen yang kemarin sempat torehkan pelemahan terhadap dollar dalam 20 bulan. Meski sentimen positif dari AS dimana pasar menaikkan prospeknya menyusul kesepakatan anggaran di AS.

Rekomendasi


Kospi
      I
ndeks Kospi melemah kemarin, dimana kinerja saham ekspor karena kekhawatiran dari pelemahan yen yang bisa mengurangi daya saing di pasar ekspor global. Selain itu, ketidakpastian jelang pemilu Rabu pekan ini membuat investor lebih memilih posisi yang dinilai aman. Saham teknologi Samsung Elec. turun 0,8%, Hyundai Motor jatuh 2%. Indeks Kospi ditutup turun 7,73 poin, atau 0,39%,  ke posisi 1.995,04
     Indeks Kospi pekan lalu menorehkan kenaikan 1,9% dan juga menorehkan kenaikan mingguan kesembilannya, membuat sebagian investor untuk tidak terlalu banyak masuk ke pasar. Terbatasnya pergerakan kali ini Kospi dikarenakan liburnya bursa besok karena pemilihan presiden.

Rekomendasi


Hang Seng
       I
ndeks Hang Seng ditutup melemah kemarin setelah pekan sebelumnya berhasil catat kenaikan tertingginya dalam 16 bulan. Aksi profit taking yang dilakukan investor terhadap saham-saham berkapitalis besar jadi penyumbang terbesar penurunan indeks. Kinerja saham properti seperti China Overseas Land turun 1,3%, memangkas kenaikan 80,7% tahun ini.  Indeks Hang Seng ditutup turun 92,37 poin, atau 0,41%, ke posisi 22.531,61.
      Setelah kemarin didera aksi jual, indeks Hang Seng hari ini berpeluang rebound di tengah penguatan bursa regional yang dipicu membaiknya harapan akan adanya kesepakatan anggaran AS. Selain itu, pertemuan kebijakan tahunan di Beijing kemarin dilaporkan bahwa pemimpin barunya Xi Jinping yang dikutip Xinhua bahwa Cina akan mempertahankan kebijakan ekonomi di 2013 untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang.

Rekomendasi

Senin, 17 Desember 2012

Pembicaraan jurang fiskal AS belum jelas, emas masih turun

Emas masih terjebak pada pergerakan yang sempit pada perdagangan hari ini di Asia. Investor masih menanti perkembangan negosiasi antara Senat dengan Gedung Putih guna memecahkan masalah jurang fiskal AS.
Hingga minggu kemarin belum ada kepastian mengenai masalah jurang fiskal ini. Ketidakpastian ini membuat harga emas turun dalam tiga minggu berturut-turut. Peran Emas kini sepertinya berubah. Logam mulia tersebut yang sejatinya sebagai safe haven, kini justru bergerak sejalan dengan asset beresiko. Jika perundingan yang menyatakan bahwa jurang fiskal AS bisa dihindari, maka emas bisa bergerak bullish.
Meski saat ini trend emas masih dalam keadaan menurun, namun logam mulia tersebut masih mencatatkan kenaikan tahunannya, dan tetap mencatakan rekor kenaikan selama 12 tahun berturut-turut. Kebijakan stimulus dari beberapa bank sentral menjadi faktor pendorong kenaikan emas di tahun ini.
Dari sisi teknikal, terlihat bahwa trend masih dalam turun setelah harga gagal bertahan di atas area $1.703. Indikator stochastic pun masih menunjukkan potensi bearish. Kami melihat bahwa saat ini emas akan kembali menguji level support di $1.684. Jika ditembus, maka target bearish selanjutnya akan berada di area $1.672.46. Sementara trend positif emas bisa kembali didapat jika harga kembali berbalik naik di atas area $1.703.

Rekomendasi

Hasil Pemilu Benamkan Yen

Yen jatuh ke level terendah dalam 20 bulan terakhir atas dollar menyusul hasil pemilu kemarin yang dimenangkan oleh partai oposisi, yang berikrar memberlakukan kebijakan moneter hiper longgar.
Partai Demoktratik Liberal (LDP) kembali ke tampuk kekuasaan, membeli peluang bagi Shinzo Abe  untuk menerapkan kebijakan radikal. Abe merupakan tokoh paling vokal agar BOJ melonggarkan kebijakannya secara agresif untuk mengatasi deflasi dan resesi. Abe diperkirakan akan mendesak BOJ lebih berperan juga menyarankan BOJ perlu menerapkan stimulus tak terbatas dan mempertimbangkan memangkas bunga simpanan menjadi ke nol atau negatif, dalam rangka mendorong perkreditan.
BOJ akan menggelar rapat regular pada 19-20 Desember dan diperkirakan akan melonggarkan kebijakannya lagi. Namun para analis memperingatkan Abe belum bisa berbuat banyak sampai awal tahun depan. BOJ sepertinya tidak akan terburu-buru, memilih menunda dulu langkah drastis sampai kabinet baru terbentuk. Banyak pengamat memperkirakan BOJ baru akan mengeluarkan stimulus besar di Januari. Jadi untuk saat ini, keumgkinan masih status quo.
Dengan begitu, meski posisinya masih bearish, yen kemungkinan akan konsolidasi sampai ada keputusan dari BOJ. Bahkan tidak tertutup kemungkinan mendapat peluang rebound bila pasar semakin pesimis bakal ada stimulus besar dalam waktu dekat. Yen sudah dalam kejatuhan sejak pertengahan Nopember, ketika muncul spekulasi  stimulus tak terbatas.
Yen berada di 83,96 per dollar, setelah menyentuh 84,20, terendah sejak April 2011. Bila tekanan jual ke yen  masih ada, pergerakan akan mencoba ke 84,40. Namun bila gagal bertahan di level 84, koreksi bisa membawanya ke 83,50. Bila ditembus juga, level selanjutnya adalah 83.20.  Terhadap euro, yen anjlok sampai ke level 111, sebelum sedikit menguat ke 110,40. Level 111 merupakan resistance terdekat, yang bila ditembus akan bergerak menuju 111,50. Sedangkan support ada di 109,30, bila tembus akan bergerak ke 108.
Sementara itu, dollar berhasil rebound atas rival lainnya hari ini setelah tumbang akhir pekan lalu. Greenback melemah akhir pekan lalu karena data  inflasi AS yang menegaskan perlunya kebijakan stimulus the Fed.  Dollar melemah untuk hari kesembilan atas euro setelah data itu menunjukkan harga konsumen jatuh untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir.
Namun, dollar menemukan pijakannya hari ini, rebound atas rivalnya, setelah jatuh dalam beberapa hari terakhir karena kebijakan baru the Fed. Selama minggu lalu, dollar melemah 1,8% atas euro, terbesar sejak September. Euro, setelah menyentuh $1,3185, tertinggi sejak April dan kini menjadi resistance, terkoreksi ke $1,3154. Bila resistance itu ditembus, target selanjutnya adalah $1,3200. Sedangkan support ada di $1,3120-3100.

 Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD


Sentimen Jepang Topang Regional, Meski Tebing Fiskal Menghantui

Nikkei
      I
ndeks Nikkei penutupan akhir pekan lalu melemah terbatas, karena sikap investor yang lebih memilih wait and see jelang pemilu Minggu nanti.  Spekulasi semakin santer terdengar Ketua partai oposisi dari LDP, Shinzo Abe akan memenangkan pemilu. Harapan kebijakan baru dari pemimpin baru ini mendorong upaya pemulihan ekonomi. Indeks Nikkei ditutup turun 5,17 poin, atau 0,05%, ke posisi 9.737,56.
      Indeks Nikkei awal pembukaan perdagangan kali ini melejit di tengah pelemahan yen yang cetak rekor tahun ini 84,48 terhadap dollar. Dengan pelemahan yen ini membuat saham-saham berbasis ekspor melonjak, bersamaan dengan hasil pemilu kemarin yang telah dimenangkan Partai Demokratik Liberal (LDP) pimpinan Shinzo Abe. Dengan begitu langkah pemerintah baru untuk memerangi deflasi dan pelonggaran tak terbatas.

Rekomendasi


Kospi
      I
ndeks Kospi akhir pekan lalu ditutup turun, kendati dari data Cina yang lebih baik dari prediksi membantu memangkas kejatuhan indeks diawal perdagangan. Kalangan analis memperkirakan indeks akan kembali tapi area 2.000-nya dalam pekan ke depan, di tengah meningkatnya risk appetite global. Indeks Kospi ditutup turun 7,73 poin, atau 0,39%,  ke posisi 1.995,04, setelah sebelumnya indeks cetak penutupan tertinggi dalam tiga bulan.
     Indeks Kospi pekan lalu menorehkan kenaikan 1,9% dan juga menorehkan kenaikan mingguan kesembilannya, membuat sebagian investor melakukan aksi ambil. Pemilu Korsel pada pertengahan minggu ini, tidak banyak memberi dampak ke pasar, karena faktor eksternal yang menentukannya. 

Rekomendasi


Hang Seng
       I
ndeks Hang Seng penutupan Jumat lalu berhasil bertengger pada level tertingginya dalam 16 bulan, berkat data manufaktur PMI versi HSBC yang lebih baik dari prediksi memberi harapan upaya pemulihan ekonomi. Faktor data Cina yang membaiknya memberi suntikan tersendiri bagi indeks Shanghai yang secara tidak langsung memberi dorongan bagi saham-saham terkait. Indeks Hang Seng ditutup naik 160,40 poin, atau 0,71%, ke posisi 22.605,98.
      Kinerja bursa regional bergerak menguat hari ini di tengah sentimen Jepang pasca pemilu. Sentimen dari Jepang ini diharapkan memberi dorongan bagi indeks Hang Seng untuk testing resisten 22.800 yang sempat di catatkannya Juli dan Agustus tahun lalu. Meski bayang-bayang tebing fiskal AS masih menghantui jelang tenggat waktu akhir tahun ini.

Rekomendasi

Jumat, 14 Desember 2012

Yen Masih Bearish Jelang Pemilu Jepang

Yen masih dalam kondisi bearish hari ini menjelang  pemilu Jepang dan di tengah ekspektasi BOJ akan meluncurkan stimulus agresif minggu depan untuk membantu ekonomi Jepang yang lesu.
Tekanan ke yen masih besar setelah hasil survei Tankan yang lebih buruk dari prediksi. Indeks sentimen perusahaan besar Jepang itu turun ke -10 di kuartal keempat dari -3 di kuartal sebelumnya, prediksi -9. Data ini menjadi bukti bahwa ekonomi Jepang terkena dampak perlambatan global, dan memperkuat ekspektasi BOJ harus melonggarkan kebijakannya dalam pertemuan minggu depan.
Menurut analis, yen berpotensi terus melemah memasuki tahun depan. Yen memang harus melemah karena ekonomi Jepang membutuhkannya. Namun minimnya upaya pemerintah untuk melemahkannya dan kebijakan yang kurang agresif membuat hal itu (pelemahan yen) sulit terjadi. Yen benar-benar dalam tren kejatuhan setelah ada proyeksi kubu oposisi bakal menang pemilu nanti.
Isu stimulus moneter ini semakin santer menjelang pemilu Jepang, yang akan digelar Minggu nanti.  Pemilu itu diperkirakan akan dimenangkan oleh tokoh oposisi Shinzo abe,  pemimpin Partai Demokratik Liberal (LDP) yang merupakan tokoh paling vokal agar BOJ melonggarkan kebijakannya secara agresif untuk mengatasi deflasi dan resesi. Abe juga menyarankan BOJ perlu menerapkan stimulus tak terbatas dan mempertimbangkan memangkas bunga simpanan menjadi ke nol atau negatif, dalam rangka mendorong perkreditan.
Setelah pemilu, BOJ akan menggelar rapat pada 19-20 Desember. Ekspektasi bakal ada stimulus begitu kuat. Namun  bila BOJ tidak mengumumkan sesuatu yang baru, atau ternyata jumlah stimulusnya dianggap kecil , pasar akan menghukum yen menguat dan saham melemah. Memang banyak pengamat yang tidak menutup kemungkinan BOJ menunda stimulus sampai pemerintahan baru terbentuk.
Yen berada di 83,70 per dollar, terendah sejak Maret lalu. Kejatuhan yen mungkin bisa tertekan menjelang pemilu, mengingat sudah mencapai dalam kondisi jenuh jual. Target selanjutnya ada di level psikologis 84. Bila ditembus akan mencoba ke 84,40. Namun perlu diperhatikan juga indikator seperti RSI (14) yang berada di 76, di atas titik overbought 70. 
Dollar stabil terhadap rival lainnya, dengan indeksnya berada di 79,92, setelah tumbang ke 79,70 kemarin. Meski terkena efek pengumuman stimulus baru dari the Fed, dollar mendapat dorongan dari isu jurang fiskal. Kegundahan karena tidak adanya perkembangan berarti dalam negosiasi anggaran AS bisa dijadikan alasan untuk beralih ke safe haven. Sembari menantikan perkembangan soal negosiasi anggaran AS, pasar akan disuguhi beberapa data, seperti inflasi dan ketenagakerjaan dari Eropa, serta inflasi dan produksi industrial di AS.
Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD

Regional Meredup, Tebing Fiskal Menghantui

Nikkei
      I
ndeks Nikkei hari ini berhasil bertengger di 9.700 untuk kali pertama sejak April lalu, dimana kinerja sektor ekspor jadi pemicu utama kenaikan. Sektor ekspor melonjak karena pelemahan yen menyusul ekspektasi bank sentral Jepang (BOJ) akan mengimplementasikan kebijakan moneter yang agresif. Indeks Nikkei ditutup menguat 161,27 poin, atau 1,68%, ke posisi 9.742,73, penutupan tertinggi tertinggi sejak 5 April.
      Kinerja bursa Jepang diperkirakan dalam perdagangan yang sempit menyusul sikap investor yang coba menyesuaikan posisi mereka sebelum pemilu lusa nanti. Hal ini yang memicu investor melakukan aksi ambil untung bersamaan dengan sentimen negatif dari data survey Tankan Big Manufacturing di kuartal keempat yang turun menjadi 12 dari prediksi 10. Ditambah lagi kinerja bursa Wall Street yang turun. 

Rekomendasi


Kospi
      I
ndeks Kospi berhasil tutup di level 3 bulan kemarin setelah bank sentral Korea (BOK) mempertahankan suku bunga 2,75% di tengah kebijakan longgar the Fed. Samsung Electronics masih topang laju indeks, dimana saham unggulan itu naik 2,9% dengan tutup di 1.533.000 won ($1,400). Perlu kita ketahui saham Samsung telah cetak rekor berturut-turut. Indeks Kospi ditutup menguat 27,33 poin, atau 1,38%,  ke posisi 2.002,77.
     Kejatuhan yang dialami bursa saham AS kemungkinan akan membawa indeks Kospi bergerak turun dari kenaikan sebelumnya yang juga bertengger di 2.000. Tapi kalangan analis menilai kenaikan masih bisa terjadi karena menyikapi kebijakan moneter yang ditempuh the Fed.

Rekomendasi


Hang Seng
       S
etelah sehari sebelumnya cetak rekor tertingginya dalam 16 bulan, dalam perdagangan kali ini harus melepaskannya karena aksi ambil untung investor yang mengkhawatirkan atas tebih fiskal AS. Selain itu, saham-saham mainland yang juga terkoreksi turut memberi andil. Aksi ini paling terlihat dari saham properti, termasuk Kaisa Holidngs yang terjungkal 7,7% setelah Carlyle Group akan menjual kepemilikan saham di Kaisa sebesar $67 juta.  Indeks Hang Seng ditutup turun 57,77 poin, atau 0,26%, ke posisi 22.445,58.
      Negoisasi anggaran di AS agar terhindar dari tebing fiskal kini menghantui pasar, itulah yang memicu penurunan bursa saham AS. Kondisi ini bisa berdampak pada kinerja indeks Hang Seng yang akan melanjutkan penurunan untuk kedua kalinya bersamaan jelang libur akhir pekan.

Rekomendasi

Kamis, 13 Desember 2012

Yen Lanjutkan Kejatuhan, Dollar Tertekan Pasca Fed

Yen terjungkal hari ini ke level terendah dalam delapan bulan terakhir atas dollar dan euro karena ekspektasi BOJ akan meluncurkan stimulusnya sendiri pasca gebrakan the Fed.
Isu stimulus moneter ini semakin santer menjelang pemilu Jepang, yang akan digelar Minggu nanti.  Pemilu itu diperkirakan akan dimenangkan oleh tokoh oposisi Shinzo abe,  pemimpin Partai Demokratik Liberal (LDP) yang merupakan tokoh paling vokal agar BOJ melonggarkan kebijakannya secara agresif untuk mengatasi deflasi dan resesi. Abe juga menyarankan BOJ perlu menerapkan stimulus tak terbatas dan mempertimbangkan memangkas bunga simpanan menjadi ke nol atau negatif, dalam rangka mendorong perkreditan.
Alasan lain kejatuhan yen adalah yield obligasi AS yang lebih tinggi dari Jepang. Kejatuhan ini merupakan kelanjutan dari sebelumnya, namun baru kali ini berhasil menembus level 83 per dollar. Padahal the Fed baru saja mengumumkan stimulus baru. Muncul ekspektasi BOJ akan meluncurkan stimulus yang tidak kalah agresifnya dari the Fed.
Yen kini diperdagangkan di 83,30, setelah menyentuh level 83,40, tertinggi sejak Maret. Yen berpotensi melemah terus, dengan target selanjutnya ada di 83,60. Bila tembus akan menguji 84,00. Yen juga tumbang atas euro, kini berada di 108,90, setelah sempat menyentuh 108,98. Level 109 akan segera disentuh, kejatuhan lebih dalam akan membawanya ke 109,30.
Meski yen menjadi pecundang utama, dollar menjadi bulan-bulanan atas rival lainnya setelah the Fed mengumumkan kebijakan baru untuk membantu ekonomi AS. Setelah rapatnya semalam, the Fed mengumumkan stimulus baru yang cukup agresif, eskalasi signifikan dalam upayanya mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan pengangguran.
The Fed akan terus memberlakukan bunga nol persen selama tingkat pengangguran di atas 6,5% dan inflasi tetap di bawah 2,5%. Sebelumnya, rate rendah diberlakukan sampai pertengahan 2015. Mengingat pertumbuhan lapangan kerja yang lambat, ini berarti rencana terbaru bisa berlaku melewati pertengahan 2015.
The Fed juga mengumumkan rencana pembelian obligasi pemerintah (treasury) sebesar $45 miliar per bulan mulai tahun depan, menggantikan program Operation Twist yang berakhir bulan ini. Perbedaannya, the Fed tidak lagi menjual sekuritas jangka pendek, ini berarti neracanya bakal bertambah lagi tahun depan. The Fed juga merevisi turun proyeksi PDB AS tahun ini dan depan. PDB diperkirakan 2,3 sampai 3,0% di 2013, turun dari proyeksi sebelumnya 2,3-3,0%. Di 2014, PDB diperkirakan tumbuh 3,0-3,5%,  turun dari 3,0-3,8%.
Euro, sterling, franc dan aussie menguat atas dollar pasca keputusan itu. Tapi pasar mempertanyakan seberapa lama penguatan ini bisa terjadi di tengah ancamkan jurang fiskal bila ternyata malapetaka itu justru mendorong permintan safe haven. Euro berhasil menyentuh $1,3094 semalam, target selanjutnya adalah $1,3120. Sterling menyentuh high di $1,6169, target terdekat adalah $1,6174, untuk selanjutnya coba ke $1,62.

 Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


 
AUD-USD

Stimulus Baru The Fed Angkat Regional

Nikkei
      I
ndeks Nikkei kemarin berhasil menguat mendekati level penutupan tertingginya dalam delapan bulan. Saham ekspor menguat di tengah meningkatnya spekulasi pemerintahan baru nanti akan mendesak Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk lebih agresif dalam membuat kebijakan yang bisa melemahkan yen. Saham ekspor penggerak utama indeks, dimana TDK Corp, Canon Inc, Honda Motor Co dan Toyota Motor Corp naik berkisar 0,9% sampai 3,5%. Indeks Nikkei ditutup naik 56,14 poin, atau 0,59%, ke posisi 9.581,46.
      Indeks Nikkei diperkirakan akan dibuka lebih tinggi dari penutupan sebelumnya dimana indeks juga berpeluang menguji resisten 9.700 hari ini, merupakan level tertingginya di bulan April. Mata uang yen yang terpukul kelevel 8,5 bulan terhadap dollar makin menopang kinerja saham ekspor.

Rekomendasi


Kospi
      I
ndeks Kospi berhasil menguat kemarin dimana bertengger di level penutupan tertinggi dalam dua bulan karena antisipiasi pasar terhadap langkah bank sentral AS (the Fed) yang akan melakukan program baru pembelian obligasi pemerintah dalam rapat regularnya. Saham Samsung Electronics Co Ltd naik 1% setelah sebelumnya mengalami penurunan. Indeks Kospi ditutup naik 10,82 poin, atau 0,55%,  ke posisi 1.975,44.
     Indeks Kospi akan mempertahankan tren positifnya karena keputusan the Fed yang mengumumkan program baru pembelian obligasi jangka panjang sebesar $45 miliar per bulannya.  Tapi yang menghambat laju indeks karena Wall Street yang turun dan neraca perdagangan AS yang defisit.

Rekomendasi


Hang Seng
       I
ndeks Hang Seng catat penguatan kemarin sekaligus bertengger pada level penutupan tertingginya dalam 16 bulanan. Kinerja saham-saham yang berkaitan dengan Cina menyusul meningkatnya aktifitas merger dan juga penguatan bursa saham di AS yang mendorong investor melanjutkan rally-nya. Indeks Hang Seng ditutup naik 179,41 poin, atau 0,80%, ke posisi 22.503,35.
      Performa indeks Hang Seng menunjukkan positif bersamaan dengan eforia pasar terhadap keputusan the Fed yang menelurkan program stimulus baru untuk mendorong ekonomi, telah menaikkan sentimen regional. Tapi yang perlu diperhatikan juga, pernyataan ketua the Fed Ben Bernanke yang menegaskan bahwa kebijakan moneter tidak akan cukup untuk mengimbangi kehancuran dari tebing fiskal (fiscal cliff).

Rekomendasi


Rabu, 12 Desember 2012

Minyak naik setelah produksi OPEC berkurang

Minyak naik setelah data yang menunjukkan OPEC mengurangi pasokannya dan ekspektasi the Fed akan mengumumkan stimulus baru.
Produksi OPEC turun bulan lalu, dipimpin oleh pemangkasan output Arab Saudi, mengembalikan total output grup itu ke target 30 juta barel per hari. Data yang dipublikasikan menjelang pertemuan OPEC itu memperlihatkan Arab Saudi memproduksi 9,5 juta barel per hari selama Nopember, terendah dalam setahun terakhir dari 10,1 juta barel.
OPEC kemungkinan mempertahankan target output di 30 juta barel dalam pertemuan di Wina hari ini, level yang disepakati tahun lalu. Tapi grup itu tidak menetapkan kuota produksi per anggota, memberi peluang bagi Saudi menyesuaikan output-nya. Kebijakan ekspor fleksibel Saudi disebut sebagai faktor yang menjaga stabilitas harga dalam beberapa bulan terakhir meski terjadi gejolak di Timur Tengah.
Minyak juga naik berkat pelemahan dollar di tengah ekspektasi the Fed akan meluncurkan stimulus tambahan. Para pengamat memperkirakan the Fed akan mengganti program Operation Twist, yang berakhir bulan ini, dengan melanjutkan pembelian Treasury dengan jumlah yang sama $45 miliar per bulan tapi tanpa batas waktu (open-ended). Meski jumlahnya belum pasti, pasar optimis the Fed akan meluncurkan program baru. Pasar akan senang bila jumlahnya di atas $40 miliar.
Selain the Fed, pasar juga menantikan data cadangan versi Energy Information Administration (EIA), yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak berkurang 2,5 juta barel minggu lalu. Tapi cadangan bensin dan distillate diproyeksikan bertambah. Pada jam 16:12 WIb, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Januari naik 41 sen ke $86,20 per barel. Posisi harga saat ini sedang berusaha menembus 23,6% retracement dari kejatuhan 3-11 Desember di $86,42. Bila tembus akan mencoba ke 38,2% di $87,15 kemudian ke 50% di $87,77. Support ada di $85,26, atau low kemarin, dan $84,38.

Nikkei Dekati "8-Month High"

Indeks Nikkei hari ini berhasil menguat mendekati level penutupan tertingginya dalam delapan bulan. Saham ekspor menguat di tengah meningkatnya spekulasi pemerintahan baru nanti akan mendesak Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk lebih agresif dalam membuat kebijakan yang bisa melemahkan yen.

Indeks Nikkei ditutup menguat 56,14 poin, atau 0,59%, ke posisi 9.581,46, dimana kenaikan ini makin memperkuat kondisi teritorial overbought dengan RSI 14-hari di 70,9. Sedangkan indeks Topix naik 0,7% ke 791,29.

Sebagaimana kita ketahui, indeks Nikkei telah menguat 9,9% bulan lalu menyusul pelemahan yen yang dipicu pemimpin partai oposisi (Partai Demokratik Liberal) Shinzo Abe diperkirakan akan memenangkan pemilu 16 Desember nanti. Kemenangan Abe akan menyerukan kebijakan agresif kepada Bank Sentral Jepang, termasuk pelonggaran tidak terbatas. Dalam perdagangan siang hari, pergerakan yen berada 82,65 terhadap dollar, mendekati level pelemahannya 7,5 bulan di 82,84 yen yang sempat di torehkannya 22 Nopember lalu.

Saham ekspor penggerak utama indeks, dimana TDK Corp, Canon Inc, Honda Motor Co dan Toyota Motor Corp naik berkisar 0,9% sampai 3,5%.

Saham Panasonic melonjak 7,2% setelah sebuah sumber mengatakan produsen barang elektronik tersebut akan menjual unitnya sahamnya pada bisnis kamera digital di Sanyo kepada investor swasta, Advantage Partners di akhir Maret nanti.

Ekonomi Asia bakal lampaui AS, Eropa

Ekonomi Asia bakal melampaui AS dan Eropa digabungkan pada 2030 nanti, membuat status AS sebagai adidaya terkikis, menurut prediksi komunitas intelijen AS.
“Kebangkitan spektakuler Asia mengubah pengaruh AS secara dramatis,” kata Christopher Kojm, Ketua Dewan Intelijen Nasional, (NIC) ketika mempublikasikan laporan bertajuk Tren Global 2030 kemarin. Laporan itu merupakan rangkuman analisa komunitas intelijen dimana tren saat ini mempengaruhi dunia untuk 15 sampai 20 tahun ke depan.
Laporan itu, yang dipublikasikan tiap empat tahun oleh NIC, menyebutkan dalam dua dekade ke depan China akan menggeser AS sebagai ekonomi terbesar dunia. Laporan itu juga menyebutkan ekonomi Asia akan tumbuh lebih pesat dari yang diperkirakan sebelumnya. Meski China akan menjadi ekonomi terbesar dunia, Asia secara keseluruhan yang akan memimpin dalam hal PDB, populasi, pembelanjaan militer dan investasi teknologi.
Seiring kebangkitan Asia, Barat akan tertinggal karena negara maju menjalani pertumbuhan rendah dan merosotnya standar hidup akibat populasi menua (aging population). Namun laporan itu tidak memprediksikan apakah China akan mengisi peran politik AS, termasuk sebagai polisi dunia, membentuk aliansi dan mengurus masalah internasional. Ekonomi super bukan berarti super power.
Menurut para ahli, 2030 nanti AS akan semakin kehilangan pamornya sebagai adidaya tapi tidak ada satu negarapun yang mampu menggantikan posisinya. Mereka memprediksikan tidak akan ada lagi kekuatan hegemoni, tapi terjadi pergeseran ke aliansi dan koalisi dalam dunia yang multipolar.
Laporan itu, yang berfokus pada tren mega global, juga menyorot masalah penuaan populasi, tumbuhnya kelas menengah dan langkanya sumber daya alam, sebagai tema utama. Laporan tersebut juga mengatakan dunia berada di persimpangan kritis dalam sejarah manusia. Perubahan iklim akan menciptakan instabilitas dengan menyebabkan kelangkaan air dan pangan.

Data Jerman, Isu The Fed Lambungkan Euro

Euro melesat kembali ke $1,30 menyusul data sentimen investor Jerman yang mengesankan dan ekspektasi positif menjelang keputusan the Fed.
Euro melambung kemarin setelah data yang memperlihatkan sentimen investor Jerman membaik. Indeks sentimen hasil survei ZEW itu naik tajam ke 6,9 bulan ini, tertinggi dalam enam bulan terakhir, dari -11,5 bulan lalu. Indikator itu, yang mengukur pandangan ahli keuangan Jerman, naik lebih baik dari prediksi -12.
Indikator ini mengukur persepsi investor mengenai prospek ekonomi enam bulan ke depan. Kenaikan tajam ini mengindikasikan meski pertumbuhan diperkirakan lesu, Jerman bisa lolos dari resesi. Namun, memang dengan asumsi krisis utang tidak memburuk. Optimisme investor Jerman ini kontras dengan prediksi dari Bundesbank, yang memperkirakan Jerman bakal kena resesi, meski mungkin singkat.
Fakor lain yang mengangkat euro adalah ekspektasi the Fed akan mengumumkan kebijakan stimulus baru. Para pengamat memperkirakan the Fed akan mengganti program Operation Twist, yang berakhir bulan ini, dengan melanjutkan pembelian Treasury dengan jumlah yang sama $45 miliar per bulan tapi tanpa batas waktu (open-ended). Meski jumlahnya belum pasti, pasar optimis the Fed akan meluncurkan program baru. Pasar akan senang bila jumlahnya di atas $40 miliar.
Sembari menunggu hasil keputusan the Fed, pasar akan disuguhi beberapa data, salah satunya produksi industrial zona euro. Mata uang tunggal Eropa itu hari ini diperdagangkan di $1,3010, setelah jatuh ke low $1,2882 kemarin. Posisi euro saat ini berada di 50% retracement dari kejatuhan 5-7 Desember. Target selanjutnya adalah 61,8%-nya di $1,3030. Kalau tembus akan mencoba bergerak ke $1,3060. Sedangkan support terdekat ada di $1,2960. Terhadap yen, euro stabil di 107,35. Euro masih berusaha menembus resistance kuat di 107,80.
Sterling juga menanjak, kini berada di $1,6110. Data ketenagakerjaan Inggris akan mempengaruhi pergerakan the cable hari ini. Penurunan jobless claims dan penambahan lapangan kerja dapat memberi efek positif.  Resistance terdekat ada di $1,6150. Bila ditembus, akan mencoba ke $1,6170, untuk kemudian menguji $1,61. Support ada di $1,6050, kalau tembus coba ke $1,6020. Sedangkan aussie berhasil menyentuh level tertinggi dalam hampir 3 bulan terakhir di tengah ekspektasi stimulus the Fed. Resistance terdekat ada di $1,0560. Bila tembus akan mencoba $1,0590. Support terdekat ada di $1,0480.
Dollar juga melemah terhadap franc, kini di posisi 0,9318.  Tekanan akan membawa greenback menguji support 0,9280, yang bila ditembus akan bergerak menuju 0,9250. Dollar stabil terhadap yen di 82,53. Resistance masih ada di 82,80, yang belum pernah ditembus lagi sejak april.  support berada di 82,00, tapi kegagalan bertahan di sana bisa membawanya ke 81,60. 

Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD

Emas koreksi, isu stimulus masih mendukung

Setelah menguat dalam tiga hari berturut-turut, laju emas akhirnya terhenti. Pada penutupan sesi New York kmearin emas turun kurang lebih sebesar 0,2% yang dipidcu oleh berkurangnya permintaan safe havven setelah adanya harapan bahwa isu jurang fiskal AS kemungkinan bisa dihindari.
Juru bicara DPR AS, John Boehner mengatakan bahwa pihaknya masih berharap perundingan akan tercapai sebelum batas yang ditentukan. Pernytaan Boehner tersebut telah mengurangi permintaan safe haven emas. Emas akan berperan jadi safe haven ketika terjadi resesi ekonomi.
Selain pernyataan diatas, koreksi juga terjadi akibat aksi profit taking menyusul kenaikan tajam tiga hari berturut-turut. Investor memlih keluar dari pasar menjelang rapat FOMC yang tengah berlangusng dalam dua hari terakhir ini. Dalam rapatnya nanti, The Fed diperkirakan akan menambah program stimulusnya.
Para pengamat memperkirakan the Fed akan mengganti program Operation Twist, yang berakhir bulan ini, dengan melanjutkan pembelian Treasury dengan jumlah yang sama $45 miliar per bulan tapi tanpa batas waktu (open-ended). Meski jumlahnya belum pasti, pasar optimis the Fed akan meluncurkan program baru. Pasar akan senang bila jumlahnya di atas $40 miliar.Isu stimulus The Fed ini masih akan menjadi pendorong kenaikan.
Dari sisi teknikal telihat terlihat bahwa emas masih tertahan di resistance $1.718. Penembusan resistance tersebut bisa menjadi triger bagi emas untuk melanjutkan kenaikannya menuju area $1.726 - $1.30. Sedangkan sinyal negatif akan kembali didapat jika harga berbalik turun di bawah level $1.703.

Rekomendasi

Data Jerman, Isu The Fed Lambungkan Euro

Euro melesat kembali ke $1,30 menyusul data sentimen investor Jerman yang mengesankan dan ekspektasi positif menjelang keputusan the Fed.
Euro melambung kemarin setelah data yang memperlihatkan sentimen investor Jerman membaik. Indeks sentimen hasil survei ZEW itu naik tajam ke 6,9 bulan ini, tertinggi dalam enam bulan terakhir, dari -11,5 bulan lalu. Indikator itu, yang mengukur pandangan ahli keuangan Jerman, naik lebih baik dari prediksi -12.
Indikator ini mengukur persepsi investor mengenai prospek ekonomi enam bulan ke depan. Kenaikan tajam ini mengindikasikan meski pertumbuhan diperkirakan lesu, Jerman bisa lolos dari resesi. Namun, memang dengan asumsi krisis utang tidak memburuk. Optimisme investor Jerman ini kontras dengan prediksi dari Bundesbank, yang memperkirakan Jerman bakal kena resesi, meski mungkin singkat.
Fakor lain yang mengangkat euro adalah ekspektasi the Fed akan mengumumkan kebijakan stimulus baru. Para pengamat memperkirakan the Fed akan mengganti program Operation Twist, yang berakhir bulan ini, dengan melanjutkan pembelian Treasury dengan jumlah yang sama $45 miliar per bulan tapi tanpa batas waktu (open-ended). Meski jumlahnya belum pasti, pasar optimis the Fed akan meluncurkan program baru. Pasar akan senang bila jumlahnya di atas $40 miliar.
Sembari menunggu hasil keputusan the Fed, pasar akan disuguhi beberapa data, salah satunya produksi industrial zona euro. Mata uang tunggal Eropa itu hari ini diperdagangkan di $1,3010, setelah jatuh ke low $1,2882 kemarin. Posisi euro saat ini berada di 50% retracement dari kejatuhan 5-7 Desember. Target selanjutnya adalah 61,8%-nya di $1,3030. Kalau tembus akan mencoba bergerak ke $1,3060. Sedangkan support terdekat ada di $1,2960. Terhadap yen, euro stabil di 107,35. Euro masih berusaha menembus resistance kuat di 107,80.
Sterling juga menanjak, kini berada di $1,6110. Data ketenagakerjaan Inggris akan mempengaruhi pergerakan the cable hari ini. Penurunan jobless claims dan penambahan lapangan kerja dapat memberi efek positif.  Resistance terdekat ada di $1,6150. Bila ditembus, akan mencoba ke $1,6170, untuk kemudian menguji $1,61. Support ada di $1,6050, kalau tembus coba ke $1,6020. Sedangkan aussie berhasil menyentuh level tertinggi dalam hampir 3 bulan terakhir di tengah ekspektasi stimulus the Fed. Resistance terdekat ada di $1,0560. Bila tembus akan mencoba $1,0590. Support terdekat ada di $1,0480.
Dollar juga melemah terhadap franc, kini di posisi 0,9318.  Tekanan akan membawa greenback menguji support 0,9280, yang bila ditembus akan bergerak menuju 0,9250. Dollar stabil terhadap yen di 82,53. Resistance masih ada di 82,80, yang belum pernah ditembus lagi sejak april.  support berada di 82,00, tapi kegagalan bertahan di sana bisa membawanya ke 81,60. 

Sentimen Jelang Keputusan The Fed Angkat Regional

Nikkei
      P
enurunan tipis di alami indeks Nikkei kemarin. Kendati turun indeks berhasil bertahan di atas 9.500 yang merupakan level psikolgis, karena penutupan di bawah level tersebut membuka ruang indeks koreksi 9.300-an. Terbatasnya pergerakan indeks tidak lepas perhatian investor terhadap indikasi pergerakan indeks yang sudah jenuh beli setelah reli sebesar hampir 10% selama bulan lalu. Indeks Nikkei ditutup turun tipis 8,43 poin, atau 0,09%, ke posisi 9.525,32.
      Indeks Nikkei diperkirakan akan mengalami kenaikan dimana indeks berpeluang menguji level tertinggi 7,5 bulannya. Penguatan indeks kali ini dipicu saham-saham berbasis teknologi dan ekspor menyusul pelemahan yen dan juga penguatan bursa saham di AS. Kendati menguat, data machinery orders selama bulan Oktober 2,6% dari prediksi 3,0% bisa menghambat.

Rekomendasi


Kospi
    I
ndeks Kospi berhasil menguat kemarin dimana bertengger di level penutupan tertinggi dalam dua bulan karena harapan pemulihan ekonomi di Cina. Cina merupakan pasar ekspor Korsel terbesar termasuk produsen kapal dan konstruksi.  Indeks Kospi ditutup naik 7,20 poin, atau 0,37%,  ke posisi 1.964,62, penutupan tertinggi sejak 9 Oktober, dimana kenaikan ini melanjutkan rebound dari level rendahnya pertengahan Nopember lalu.
     Indeks Kospi mendapat dorongan untuk bertengger di zona hijau kali ini yang ditenggerai penguatan bursa saham di Eropa dan AS karena menguatnya ekspektasi bahwa politisi di AS dapat mengindari tebis fiskal dan juga pembelian asset baru the Fed pada hasil rapatnya malam ini. 

Rekomendasi


Hang Seng
     I
ndeks Hang Seng berhasil menguat kemarin dimana kinerja saham AIA berhasil menahan kejatuhan indeks yang ditenggarai bursa saham Cina yang tengah dilanda aksi profit taking setelah menorehkan level tertinggi dalam satu bulan.  Indeks Hang Seng ditutup naik 35,19 poin, atau 0,16%, ke posisi 22.311,91.
      Indeks Hang Seng masih berpeluang mengalami penguatan menyusul performa bursa regional yang beranjak positif berkat kenaikan bursa saham AS. Meski mengalami penguatan, yang perlu diperhatian yakni penantian pasar terhadap hasil rapat the Fed nanti malam yang kabarkan akan meluncurkan program pembelian asset baru, untuk mengganti “Operation Twist” yang berakhir tahun ini. Teknikal indeks terganjal pada resisten 22.400, tutup diatas level tersebut membuka ruang bagi indeks ke 22.700.

Rekomendasi











Selasa, 11 Desember 2012

Penutupan Regional Hari ini Mixed

Penurunan tipis di alami indeks Nikkei hari ini. Kendati turun indeks berhasil bertahan di atas 9.500 yang merupakan level psikolgis, karena penutupan di bawah level tersebut membuka ruang indeks koreksi 9.300-an. Terbatasnya pergerakan indeks tidak lepas perhatian investor terhadap indikasi pergerakan indeks yang sudah jenuh beli setelah reli sebesar hampir 10% selama bulan lalu.

Sebagaimana kita ketahui, indeks Nikkei telah menguat 9,9% bulan lalu menyusul pelemahan yen yang dipicu pemimpin partai oposisi (Partai Demokratik Liberal) Shinzo Abe diperkirakan akan memenangkan pemilu 16 Desember nanti. Kemenangan Abe akan menyerukan kebijakan agresif kepada Bank Sentral Jepang, termasuk pelonggaran tidak terbatas.

Indeks Nikkei ditutup turun tipis 8,43 poin, atau 0,09%, ke posisi 9.525,32, dimana selama lima sesi perdagangan indeks bertahan di moving average 9.520,09. Sedangkan indeks Topix turun 0,3% ke 786,07.

Saham ekspor masih menjadi penggerak utama indeks, dimana investor dalam beberapa hari terakhir sudah memulai merilis keuntungan mereka terhadap sektor tersebut. Honda Motor Co, Nissan Motor Co, Sony Corp dan Daikin Industries, yang turun 0,7% sampai 1,5%.



Sementara di Korsel, indeks Kospi berhasil menguat hari ini dimana bertengger di level penutupan tertinggi dalam dua bulan karena harapan pemulihan ekonomi di Cina. Cina merupakan pasar ekspor Korsel terbesar termasuk produsen kapal dan konstruksi.

Pertumbuhan fiskal Cina mengalami kenaikan tahun ini selama bulan Nopember, dimana melonjak 22% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini merupakan sinyal positif bahwa pemulihan ekonomi bergerak dengan cepat. Fokus pasar kini juga tertuju pada rapat bulanan the Fed selama dua hari, yang dimulai hari ini. Jika the Fed akan kembali menelurkan kebijakan-kebijakan yang pro pemulihan ekonomi, tidak menutup kemungkinan sentimen makin membaik.

Saham STX Offshore & Shipbuilding melonjak 7,2% menyusul laporan media setempat yang mengatakan indeks perusahaan tersebut yakni STX Corporation mendekati kesepakatan untuk menjual kepemilikannya pada unit STX OSV Holdings di Singapura.

Saham kontruksi, Daewoo Engineering & Contruction naik 3,1% dan GS Engineering & Contruction menguat 3,4%.

Sementara saham unggulan, Samsung Electronic terkoreksi 1% setelah catat rekor pada perdagangan sebelumnya.

Indeks Kospi ditutup naik 7,20 poin, atau 0,37%,  ke posisi 1.964,62, penutupan tertinggi sejak 9 Oktober, dimana kenaikan ini melanjutkan rebound dari level rendahnya yang tercatat pertengahan Nopember lalu.




Sedangkan indeks Hang Seng berhasil menguat hari ini dimana kinerja saham AIA berhasil menahan kejatuhan indeks yang ditenggarai bursa saham Cina yang tengah dilanda aksi profit taking setelah menorehkan level tertinggi dalam satu bulan.

Indeks Hang Seng ditutup naik 35,19 poin, atau 0,16%, ke posisi 22.311,91. Sementara indeks H-shares berakhir flat. sedangkan indeks Shangahi turun 0,4% ke 2.074,7.

The Fed bakal tambah stimulus?

Apa yang akan dilakukan the Fed? Pertemuan di penghujung tahun ini menjadi krusial karena adanya ancaman krisis fiskal. Bagaimana the Fed menyikapinya, apakah dengan meluncurkan stimulus lagi? Pemulihan ekonomi masih rentan dan jutaan orang masih menganggur. Meski banyak yang meragukan kemampuan the Fed memperbaiki situasi, sebagian besar yakin ketuanya, Ben Bernanke, tidak akan menyerah.  Rapat reguler minggu ini menjadi ajang pembuktian  bahwa the Fed bersiap menghadapi kemungkinan skenario terburuk.
The Fed memang pernah memperingatkan kegagalan mencegah kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis dapat mengganggu upaya mereka dan menjerumuskan ekonomi kembali ke resesi. Tapi mereka juga mengatakan kalaupun Kongres dan Gedung Putih berhasil mencapai kesepakatan, program stimulus tetap berjalan.
Pertengahan tahun ini, the Fed mengumumkan Operation Twist, program pembelian aset senilai $45 miliar, di mana the Fed membeli obligasi pemerintah (treasury) jangka panjang dengan menjual surat utang jangka pendek, atau sterilisasi, artinya tidak ada penambahan jumlah uang. September lalu, the Fed meluncurkan Quantitative Easing tak terbatas, dengan melaksanakan pembelian obligasi beragun KPR (Mortgage Backed Securities/MBS) senilai $40 miliar tiap bulan sampai waktu yang belum ditentukan (open-ended).
Kini the Fed kehabisan surat utang jangka pendek yang bisa dijual dan Program Operation Twist akan berakhir tahun ini. The Fed harus memikirkan cara untuk mengisi kekosongan pembelian obligasi pemerintah itu, sembari memitigasi efek krisis fiskal, bila memang terjadi. The Fed harus mengambil keputusan berat yang akan menentukan arah kebijakan moneter AS tahun depan.
Para ekonom memperkirakan the Fed akan mengganti program Operation Twist dengan melanjutkan pembelian Treasury dengan jumlah yang sama $45 miliar per bulan, tapi tanpa sterilisasi. Ke depan, pembelian itu juga belum dibatasi waktunya (open-ended). Mereka menyebut langkah itu sebagai cikal bakal QE4. Dengan itu, maka total pembelian tetap $85 miliar per bulan.
Sebenarnya, para pengamat masih memperdebatkan jumlah penambahan stimulus atau pengganti Operation Twist nanti. Namun apapun keputusannya, kalau jumlahnya di bawah $45 miliar, menurut ekonom, tidak akan cukup untuk menggugah pasar. Hal ini karena pasar sudah mematok minimal $40 miliar, maka pengurangan jumlah bisa dianggap sebagai pengetatan de facto.
Fokus lainnya dalam rapat ini adalah proyeksi ekonomi dan inflasi terbaru. Para ekonom ragu penambahan lapangankerja, yang ditunjukkan data payroll minggu lalu, banyak mengubah proyeksi the Fed. Pasar juga akan mencermati pandangan the Fed mengenai jurang fiskal dan apakah kebijakan yang diambil nanti merupakan bentuk antisipasi malapetaka itu.

Jelang FOMC emas koreksi, isu stimulus masih menopang

Setelah naik menuju level tertinggi dalam seminggu, harga emas terkoreksi pada perdagangan hari ini di Asia. Beragam faktor yang mendorong kenaikan emas kemarin, mulai dari ketidakpastian jurang fiskal di AS hingga spekulasi bahwa The Fed akan kembali meluncurkan program stimulusnya guna mendorong ekonomi.
Investor kini sedang mencermati FOMC meeting yang akan berlangsung dalam 2 hari ini. Dalam rapatnya nanti, The Fed kemungkinan akan mensinyalkan kesiapan menambah program pembelian obligasinya dan tetap memberlakukan bunga rendah sampai pertengahan 2015. Rapat ini dilaksanakan sebelum program Operation Twist berakhir tahun ini, dan ada spekulasi the Fed akan menggantinya dengan pembelian lebih agresif, atau Quantitative Easing (QE).
Isu stimulus menjadi sangat sensitif buat emas karena hal ini akan menjadi daya dorong emas untuk naik lebih jauh. Isu ini pula yang melambungkan emas mengalami kenaikan sekitar 9% di tahun ini. Emas akan menjadi sarana lindung nilai ketika terjadi depresiasi mata uang yang disebabkan kebijakan longgar dari bank-bank sentral guna mendorong ekonomi.
Sementara itu, sudut teknikal memperlihatkan bahwa saat ini telah terbentuk pola three white soldiers di candlestick, yang mensyinalkan adanya bullish continution. Indikator stochastic pun masih menujukkan pola uptrend. Namun, saat ini harga masih tertahan pada resistance $1.718. Penembusan resistance tersebut bisa membuka potensi kenaikan lanjutan menuju arEa $1.26 - $1.730. Sedangkan sinyal negatif akan didapat jika emas kembali bergerak di bawah level $.1.703.

Rekomendasi


Ekspektasi Stimulus The Fed Tekan Dollar

Dollar melemah atas rivalnya di tengah ekspektasi the Fed akan menyediakan stimulus tambahan untuk membantu ekonomi AS.
The Fed akan menggelar rapat reguler malam nanti, pertemuan terakhir di penghujung tahun. Tingkat pengangguran yang tinggi dan tantangan fiskal yang berat menjadi faktor yang dipertimbangkan bagi the Fed menambah stimulusnya. Memang tingkat pengangguran mencatat penurunan bulan lalu ke 7,6%, tapi dengan adanya ancaman jurang fiskal, the Fed sepertinya harus bersiap dengan kemungkinan terburuk.
Mengingat ketidakpastian mengenai prospek ekonomi AS bila jurang fiskal gagal dicegah, the Fed kemungkinan akan mensinyalkan kesiapan menambah program pembelian obligasinya dan tetap memberlakukan bunga rendah sampai pertengahan 2015. Rapat ini dilaksanakan sebelum program Operation Twist berakhir tahun ini, dan ada spekulasi the Fed akan menggantinya dengan pembelian lebih agresif, atau Quantitative Easing (QE).
Selama ini, the Fed membeli $40 miliar sekuritas KPR (Mortgage-backed securities) dan $45 miliar obligasi pemerintah  per bulan. Semua itu dilaksanakan the Fed untuk menekan bunga dan mendorong bisnis untuk investasi dan membuka lapangan kerja. Dengan bunga rendah, perkreditan juga akan meningkat.
Indeks dollar kini berada di 80,32, setelah kemarin jatuh sampai ke 79,90. Kegagalan bertahan di level psikologis 80, indeks dollar terancam melanjutkan kejatuhannya, dengan target 79,80. Tapi itu tergantung pada keputusan the Fed. Bila mengumumkan pelonggaran agresif, dollar bisa semakin tertekan.
Terhadap yen, dollar stabil di 82,40, setelah jatuh ke 82,09 kemarin. Dengan resistance terdekat di 82,60 yen, dollar berusaha bertahan di 82,00. Namun tidak tertutup kemungkinan jatuh ke 81,80. Atas franc, dollar diperdagangkan di 0,9337, dekat low kemarin 0,9325. Support kuat ada di 0,9300, tapi bila tekanan semakin kuat, 0,9280 bisa disentuh. Sedangkan resistance terdekat di 0,9370.
Prospek stimulus the Fed begitu menekan dollar, membuat euro berhasil mempertahankan penguatannya meski di tengah gejolak politik Italia. Euro mendapat dorongan setelah Perdana Menteri Italia Mario Monti mengatakan pasar tidak perlu resah dengan kosongnya kekuasaan menjelang pemilu nanti.
Euro bisa semakin terangkat bila data sentimen investor Jerman lebih baik dari prediksi. Indeks sentimen hasil survei ZEW itu diperkirakan naik ke -11,5 di Desember dari -15,7 di Nopember. Euro diperdagangkan di $1,2933, dengan kemarin menyentuh high $1,2945. Ke atas, target selanjutnya adalah $1,2980, untuk bisa kembali ke $1,30. Sedangkan support ada di $1,2900-$1,2880.


Rekomendasi
EURUSD


GBPUSD



 AUDUSD


 USDCHF


 USDJPY

 






Senin, 10 Desember 2012

PT MILLENNIUM PENATA FUTURES: Analisa GBP, EUR XAU

PT MILLENNIUM PENATA FUTURES: Analisa GBP, EUR XAU: Analisa Harian   Eur /Usd : History harga per tanggal 07 Des 2012 : Op: 1.2965 Hg: 1.2971 Lw: 1.2877 Cls: 1.2928 Range harga terjadi...

Analisa GBP, EUR XAU

Analisa Harian  

Eur /Usd :
History harga per tanggal 07 Des 2012:
Op: 1.2965
Hg: 1.2971
Lw: 1.2877
Cls: 1.2928
Range harga terjadi : 94 pips
Rekomendasi : Sell area 1.2926, target profit 1.2896, stop loss 1.2953.
Buy area 1.2879, target profit 1.2915, stop loss 1.2855.

Berita ekonomi yang di rilis buat EUR  hari ini pukul, 14:00 German Trade Balance, 14:45 French Industrial Production m/m, 16:00 Italian Industrial Production m/m, 16:30 Sentix Investor Confidence.

Gbp /Usd :
History harga per tanggal 07 Des 2012:

Op: 1.6050
Hg: 1.6060
Lw: 1.6002
Cls: 1.6037
Range harga terjadi : 58 pips
Rekomendasi : Sell area 1.6053, target profit 1.6016, stop loss 1.6079.
Buy area 1.6016, target profit 1.6042, stop loss 1.5989.

Tidak ada berita ekonomi yang di rilis buat GBP hari ini.

Xau /Usd :
History harga per tgl 07 Des 2012:

Op: 1699.40
Hg: 1705.40
Lw: 1684.45
Cls: 1704.45
Range harga terjadi : 20.95 pips
Rekomendasi : Sell area 1710.40, target profit 1705.30, stop loss 1714.50.
Buy area 1701.55, target profit 1708.45, stop loss 1697.45.

*Tidak ada berita ekonomi buat USD yang di rilis hari ini.

Kamis, 08 September 2011

LOWONGAN KERJA

ACCOUNT OFFICER ( AO )


KUALIFIKASI :

* PRIA & WANITA USIA MAKS 35 THN
* PENDIDIKAN MIN. D-3/S1 SEMUA JURUSAN
* PENAMPILAN MENARIK
* BISA BAHASA INGGRIS ATAU MANDARIN
* SIAP MELAKUKAN PELATIHAN
* PENGALAMAN TIDAK DI UTAMAKAN

FASILITAS :
* KENDARAAN OPERASIONAL
* JENJANG KARIR
**BONUS


BAGI PELAMAR YANG BERMINAT DAN MEMENUHI PERSYARATAN DAN KUALIFIKASI DI ATAS, SILAHKAN KIRIMKAN SURAT LAMARAN DENGAN DI LAMPIRIN CV, FC KTP, IJAZAH TERAKHIR DAN PAS PHOTO 3X4 ATAU DATANG LANGSUNG.

LAMARAN DIKIRIM VIA POS, EMAIL ATAU DATANG LANGSUNG KE :

W.R. Supratman No. 21 Bdg or camategi.mpf21@gmail.com( UP : Mr. Egi )
JAM 10.00 s/d 16.00