BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Rabu, 26 Februari 2014

Data AS Buruk, Asia Dibayangi Awan Hitam

Nikkei
Indeks Nikkei melesat ke level tertinggi dalam empat minggu terakhir menyusul reli Wall Street ke rekornya, yang mendorong aksi beli. Indeks Nikkei menguat 1,4% ke 15.051,60, tertinggi sejak 29 Januari. Indeks tersebut sudah meraih kembali 40% kejatuhannya sejak koreksi dari level tertinggi dalam enam tahun yang diraihnya akhir Desember. Saham Softbank reli ke level tertinggi dalam sebulan karena laporan ingin membeli saham Line Corp, perusahaan aplikasi pesan instan yang dimiliki Naver Corp.
Indeks Nikkei sempat mengalami tekanan pagi ini menyusul aksi profit taking investor atas penguatan yen terhadap dollar dan juga lemahnya data ekonomi AS. Indeks utama Wall Street tertekan menyusul data perumahan dan tingkat kepercayaan consumen yang dibawah prediksi. Indeks diperkirakan masih bergerak dalam range 14.800-15.100.

Rekomendasi
NKI SIGNAL 26-02-14

Kospi
Indeks Kospi menyentuh level tertinggi dalam sebulan setelah Wall Street mencetak rekor baru dan aksi beli pemain asing. Selain itu, rencana pemerintah meningkatkan pertumbuhan juga mengangkat sentimen. Indeks Kospi ditutup menguat 0,8% di 1.964,86. Presiden Korsel mengumumkan rencana jangka tiga tahun untuk meningkatkan pertumbuhan dan berjanji mengurangi ketergantungan negara itu pada ekspor dan meningkatkan lapangan kerja untuk wanita.
Indeks Kospi masih bergerak fluktuasi di tengah hasil dari jatuhnya Wall Street akibat ekonomi AS yang buruk. Pasar sedang mengevaluasi kondisi ekonomi global awal tahun ini, terutama China terpengaruh perubahan struktural yang dijalankan Beijing. dan ekonomi AS terancam cuaca ekstrm.

Rekomendasi
KSI SIGNAL 26-02-14

Hang Seng
 Indeks Hang Seng membalikkan penguatannya dan berakhir negatif, menyusul kejatuhan tajam bursa China, yang masih diliputi oleh arena kecemasan mengenai pengetatan sektor properti. Saham properti tertekan karena kerisauan pemerintah akan memberlakukan pengetatan di sektor tersebut. Indeks Hang Seng melemah 0,3% ke 22.317,20, tertahan di bawah MA 200-nya di 22.492,70. Sedangkan indeks H-Shares melemah 0,6%.
Indeks Hang Seng diperkirakan bervariasi hari ini, dimana keluar masuk zona merah dan hijau masih terjadi. Sentimen negatif dari turunya saham-saham di AS dan kecemasan akan merosotnya indeks Shanghai membayangi indeks.  Sektor properti China yang tengah dirundung awan hitam karena pengetatan yang dilakukan pemerintah Beijing. Langkah Beijing ini bisa menghambat proses pertumbuhan ekonomi global.

Rekomendasi
HSI SIGNAL 26-02-14

Data AS Masih Tekan Dollar

Data ekonomi AS buruk masih menekan performa dollar, kali ini adalah sentimen konsumen, yang menurunkan yield obligasi dan mengurangi minat pada mata uang AS itu. Namun dollar masih terjaga dari kejatuhan dalam, mencerminkan konsolidasi di tengah evaluasi pasar akan prospek ekonomi AS.
Indeks sentimen konsumen hasil survei Conference Board turun ke 78,1 di Februari dari 79,4 di Januari, di bawah prediksi 80,0. Hasil survei menunjukkan para konsuen khawatir dengan prospek bisnis dan lapangan kerja. Meski mengakui ekonomi membaik,. mereka tidak melihat adanya momentum di bulan-bulan mendatang. Para pengamat melihat penurunan ini mencerminkan cuaca buruk yang mempengaruhi aktivitas produksi dan konsumsi.
Data lainnnya menunjukan indeks harga rumah naik 0,8% selama Desember, di atas prediksi 0,3%. Sayangnya, indeks manufaktur Richmond anjlok ke -6 di Februari, terendah sejak Juli 2013, dari 12 di Januari. Penurunan itu lebih buruk dari prediksi 5. Hasil survei itu menunjukkan permintaan merosot dan produksi terganggu. Data itu mengindikasikan sektor manufaktur di kawasan Midwest juga terkena imbas cuaca ekstrim.
Semua data itu menurunkan yield obligasi AS tenor 10 tahun ke 2,7%, yang mengurangi daya tarik dollar. Hanya ada satu data penting di AS malam nanti, yaitu penjualan rumah baru, yang dapat memberikan gambaran mengenai sektor perumahan. Dollar bergerak konsolidasi di saat pasar ingin mengetahui sejauh mana dampak cuaca pada pertumbuhan AS. Para ekonom memproyeksikan suhu dingin dan badai salju yang melanda sebagian wilayah AS akan memangkas 0,5% dari PDB di kuartal pertama.
Namun, dollar masih mampu menjaga range-nya dan terlihat menguat hari ini. Indeks dollar menguat di 80,20 hari ini, bergerak dalam range 80,00 dan 80,40. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 102,30 setelah melemah 0,2% kemarin. Atas franc, dollar berada di 0,8865, masih bergerak di range 0,8850 dan 0,8915.
Mengenai mata uang lain, aussie melemah setelah kejatuhan yuan yang disinyalir disebabkan oleh Bank Sentral China. Yuan mencatat kejatuhan terbesar dalam tiga tahun dan turun ke bawah range yang ditetapkan. Banyak yang menduga kejatuhan ini disengaja oleh PBOC untuk mengusir spekulan. Aussie melemah 0,2% ke $0,8990, bergerak dalam range $0,8915 dan $0,9030. Euro membentuk pola konsolidatif dengan stabil di $1,3737, support masih di $1,3700 dan resistance di $1,3770. Sementara itu, sterling stabil di $1,6673 menjelang data PDB Inggris. Selama angka PDB kuartal keempat tidak direvisi turun, sterling sepertinya masih tetap di kisaran $1,6600 dan $1,6730.

Rekomendasi
 
EUR-USD

EUR SIGNAL 26-02-14

USD-JPY

JPY SIGNAL 26-02-14

GBP-USD

GBP SIGNAL 26-02-14

USD-CHF

CHF SIGNAL 26-02-14

AUD-USD

AUD SIGNAL 26-02-14

Kamis, 20 Februari 2014

Emas Lanjutkan Koreksi Pasca Fed Minutes

Emas melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini di Asia karena penguatan dollar setelah FOMC minutes yang mengindikasikan mendukung berlanjutnya pengurangan stimulus.
Minutes itu menyebutkan para anggota, lewat suara bulat, memutuskan mengurangi program pembelian obligasinya sebesar $10 miliar menjadi $65 miliar. Para pejabat menekankan komitmen untuk mengurangi program pembelian obligasi secara bertahap. Mereka sepakat pengurangan perlu terus dilakukan selama ekonomi membaik. Beberapa pejabat berpandangan kecuali propek ekonomi berubah, pengurangan stimulus, atau taper, tetap dilakukan sekitar $10 miliar tiap rapat.
Taper yang dilakukan oleh the Fed seiiring dengan pemulihan ekonomi AS, bisa mengurangi daya tarik emas sebagai lindung nilai atas inflasi. Harga emas anjlok ke level terendah 6 bulan pada 31 Desember karena prospek pemulihan ekonomi global.
Selain itu, tingginya harga pasca kenaikan sejak awal tahun, membuat investor melakukan profit taking. Jadi, wajar saja jika mengalami koreksi karena harga saat ini sudah dinilai terlalu tinggi.
Sementara dari sisi teknikal, candlestick kembali menunjukkan sinyal bearish, begitu pula dengan indikator stochastic yang dead cross di area overbought, masih mendukung adanya koreksi lanjutan. Selain itu, harga juga kini mulai bergerak di bawah support sebelumnya di $1.312.
Potensi koreksi masih terbuka untuk menguji support berikutnya di kisaran $1.302 – $1.305. Trend bullish jangka pendek bisa berakhir jika kemudian harga ditutup di bawah support tersebut.  

Rekomendasi

Gold

Rabu, 19 Februari 2014

Dolar Aussie Melemah Terhadap Greenback

Perdagangan valuta asing di hari Rabu(19/2), dolar Australia telah melemah terhadap dolar AS setelah sebuah laporan dari Biro Statistik Australia mengatakan bahwa index upah karyawan sedikit melambat dalam basis tahunan.
Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, pasangan AUD/USD melemah 0.22% dengan diperdagangkan di level 0.9006, sedangkan pada pasangan mata uang lainnya dengan USD/JPY telah melemah 0.15% di level 102.20 dan NZD/USD juga melemah 0.08% di level 0.8300.
Sementara itu, dolar Australia terpantau mendapat tekanan ke bawah terhadap dolar AS setelah sebuah laporan resmi dari Biro Statistik Australia telah memperlihatkan telah terjadinya perlambatan pada laju index upah karyawan di kuartal empat tahun 2013 ini. Index upah karyawan Australia telah alami kenaikan sebesar 0.7% di kuartal terakhir.

Harga Emas Terpantau Fluktuasi

Perdagangan bursa komoditi emas di hari Rabu(19/2), harga emas telah mengalami fluktuasi setelah sebuah laporan data resmi memperlihatkan bahwa ekonomi China telah menguat.
Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman April telah mengalami penurunan dengan diperdagangkan di level $1.318.70 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange.
Aksi profit taking berakhir ketika World Gold Council mengatakan bahwa permintaan emas global turun 15% pada tahun 2013. Sedangkan pada permintaan perhiasan telah alami peningkatan sebesar 17% dan permintaan untuk emas batangan dan fisik telah alami kenaikan sebesar 28%.
Sementara itu, laporan lainnya dari World Gold Council telah menyatakan bahwa China telah memimpin sebagai negara pembeli emas terbesar saat ini, dimana permintaan emas di wilayah China telah mengalami peningkatan sebesar 4% pada kuartal tiga akhir di tahun 2013.
Perdagangan logam lainnya di Comex, AS, untuk perak pengiriman Maret telah menurun dengan diperdagangkan di level $21.740 per troy ounce.

Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (19 Februari 2014)

Minutes, adalah tema utama pasar mata uang hari ini. Sebagai paparan mengenai pembahasan rapat bank sental, Minutes tidak hanya memberikan pandangan para pejabat mengenai kondisi ekonomi, tapi juga petunjuk mengenai apa yang bisa dilakukannya ke depan. Tapi kadang hanya menegaskan isi keputusan rapat.   
GBP 19-02-14Pertama yang ditunggu adalah BOE Minutes, yang dapat menjelaskan kenapa Komite Kebijakan Moneter (MPC) mempertahankan kebijakan dalam rapat awal bulan. Dalam Laporan Inflasi minggu, BOE menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris dan mengindikasikan kemungkinan  menaikkan rate tahun depan. Tapi karena Laporan Inflasi sudah menjawab pertanyaan pasar selama ini mengenai prospek rate, ada potensi isi Minutes tidak akan memberi sesuatu yang baru.  Meski demikian, prospek kebijakan moneter juga bisa didapat dari data ketenagakerjaan Inggris yang diumumkan hari ini juga. Penurunan tingkat pengangguran bisa menegaskan pengetatan kebijakan yang lebih cepat.
Malam nanti, fokus beralih ke FOMC Minutes, yang diharapkan dapat memberi kejelasan mengenai prospek kebijakan moneter AS. Notulen rapat Januari itu penting untuk melihat apakah ada sinyal para pejabat mempertimbangkan pengurangan stimulus atau taper ditunda, atau tetap menjalankannya sesuai rencana.
Pasar ingin mengetahui apakah the Fed melakukan taper di bulan depan. Sang ketua Janet Yellen memang pernah mengatakan selama ekonomi AS membaik sesuai perkiraan, taper tetap berlanjut. Minutes nanti kemungkinan mencerminkan posisi itu. Tapi bisa juga mereka perlu melihat lebih banyak informasi lagi sebelum bertindak.

EUR-USD

Menyentuh level tertinggi dalam dua bulan, EUR-USD sedang kehilagan  daya dorongnya. Tidak ada even penting terjadwal di Eropa hari ini. Faktor penggerak kemungkinan dari Fed Minutes. Secara mingguan, pair ini sedang menuju penguatan mingguan ketiga kali berturut-turut. Kini sedang menguji level $1,3800. Bila berhasil menembus level itu, langkah selanjutnya menuju $1,3830. Sedangkan support di $1,3730, kemudian di $1,3700.

Rekomendasi harian :

Sell EUR-USD di 1.3793 dengan target take profit 1.3732, dimana stop loss 1.3824. Sell break 1.3738 dengan target take profit 1.3702, dimana stop loss ada pembalikan harga 1.3763.
Buy 1.3693 dengan target take profit 1.3748, dimana stop loss 1.3667. Buy break 1.3824 dengan target take profit 1.3855 dan 1.3855, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali 1.3793.

USD-JPY

Terkoreksi, USD-JPY masih gagal melanjutkan penguatan yang diraih kemarin pasca keputusan BOJ menambah fasilitas pinjamannya. Pair ini kini koreksi 0,2% ke 102,07, setelah kemarin meraih 102,72, tertinggi dalam tiga minggu.  Support terdekat ada di 101,70, bila ditembus  bakal mencoba ke 101,50. Sebaliknya, bila berhasil ditutup di atas MA 25, ada potensi pair ini bergerak menuju 103,00.

Rekomendasi harian :

Sell 102.34 pada USD-JPY dengan target take profit 101.95 dan 101.75, dimana stop loss 102.69. Sell 102.93 dengan target take profit 102.53, dimana stop loss ada penembusan 103.12 dan penutupan harian di atas 102.73.
Buy 101.56 dengan target take profit 102.14, dimana stop loss 101.24.

GBP-USD

Selain BOE Minutes, dorongan untuk GBP-USD juga tersedia dari data ketenagakerjaan Inggris. Saat ini GBP-USD menguat 0,2% ke $1,6730, bila datanya bagus, pair ini bisa rebound untuk mencoba kembali ke $1,6800. Bila ditembus, arah selanjutnya menuju $1,6820 atau high Senin, kemudian $1,6850. Tapi bila ditutup di bawah, $1,6650, fase koreksi berlanjut dengan target $1,6600.

Rekomendasi harian :

1.6723 menjadi area sell GBp-USD dengan target take profit 1.6693 dan 1.6662, dimana stop loss 1.6754. 1.6815 jadi area sell selanjutnya, dengan target take profit dan 1.6784 dan 1.6746 dimana stop loss 1.6845.
Buy 1.6632 dengan target take profit 1.6678 dan 1.6700, dimana stop loss 1.6601. 1.6571 jadi area buy berikutnya dengan target 1.6647, dimana stop loss 1.6540.

USD-CHF

Berada di level terendah dalam dua bulan, USD-CHF masih dalam kondisi bearish. Posisinya kini di $0,8878, pair ini bergerak di antara support 0,8850 dan resistance 0,8915. Bial support itu ditembus, pair ini kemungkinan menuju 0,8820, bahkan 0,8800.

Rekomendasi harian :

Peluang USD-CHF 0.8850 dengan target take profit 0.8911 dan 0.8926, dimana stop loss 0.8824. Buy break 0.8911 dengan target take profit 0.8926 dan 0.8941, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali ke 0.8880. Buy 0.8819 dengan target take profit 0.8850 dan 0.8865, dimana stop loss 0.8789.
Sell 0.8956 dengan target take profit 0.8920 dan 0.8900, dimana stop loss 0.8972.

AUD-USD

Membentuk pola doji kemarin, AUD-USD terindikasi sedang kehilangan kekuatan lajunya. Menyentuh level tertinggi dalam sebulan kemarin,  pair ini sudah menguat selama tiga minggu sebelum minggu ini. Penutupan di bawah $0,8970, memperbesar fase koreksi. Resistance terdekat ada di $0,9100.

Rekomendasi harian :

AUD-USD dapat dilakukan sell 0.9033 dengan target take profit 0.8972 dan 0.8959, dimana stop loss 0.9063. Sell 0.9124 dengan target take profit 0.9094 dan 0.9072, dimana stop loss 0.9155.
Buy 0.8941 dengan target take profit 0.9002, dimana stop loss 0.8920.

Aksi Jual Asing Koreksikan Kospi

South Korea Markets
Indeks Kospi beringsut melemah hari ini karena aksi jual asing
 yang dipicu buruknya data ekonomi AS. Sedangkan beberapa investor lainnya bersikap wait and see jelang minutes Federal Reserve nanti malam. 
Beberapa sektor mengalami penurunan, seperti elektonik dan transportasi. Samsung Electronics turun 0,4%. Sedangkan Hyundai Motor Co jatuh 1,7%.
Indeks Kospi ditutup turun 3,98 poin, atau 0,20%, ke posisi 1.942,93. Tercatat investor asing net sell sebesar 64,6 miliar won.

Meski Turun, Emas Masih Dekat Level Tertinggi 3 Bulan

Setelah reli di tiga sesi, harga emas mengalami koreksi karena aksi profit taking. Namun masih diperdagangakan dekat level tertinggi 3 bulannya.
Meski koreksi, permintaan safe haven masih terlihat, dimana pelemahan dollar serta kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi global masih mendukung emas saat ini . Investor mulai melirik emas setelah data-data AS yang buruk akibat pengaruh cuaca, serta melambatnya ekonomi di China. Emas dianggap sebagai investasi alternatif diluar instrumen beresiko, seperti saham. Emas juga Kadang dipandang instrumen yang relatif aman ketika terjadi ketika terjadi gejolak ekonomi. Sentimen emas untuk jangka pendek masih mendukung. Namun untuk jangka panjang, para analis masih mengkhawatirkan mengenai penguatan mata uang dollar serta pemulihan ekonomi AS, yang bisa mengurangi peran safe haven emas.
Fokus pasar saat ini adalah minutes FOMC, dimana investor akan mencari gambaran mengenai arah kebijakan the Fed. Dalam kesaksian di hadapan kongress pada 11 Februari, ketua the Fed, Janet Yellen, mengatakan meski lapangan kerja masih belum pulih, taper masih akan dilakukan secara bertahap. Isu taper bisa menjadi sentimen pemberat emas untuk jangka panjang.
Dari sisi teknikal, candlestick mulai menunjukkan sinyal bearish, begitu pula dengan indikator stochastic yang dead cross di area overbought. Harga masih bertahan di atas support $1.312. Penembusan support tersebut akan membuka potensi koreksi lebih jauh menuju support berikutnya di kisaran $1.302 – $1.305. Trend jangka pendek bisa berbalik bearish jika support tersebut ditembus.

Rekomendasi

Gold

Upah Karyawan Australia Mengalami Kenaikan

Sebuah laporan resmi yang dirilis pada hari Rabu(19/2), menunjukkan bahwa index upah karyawan telah meningkat di kuartal terakhir.

Biro Statistik Australia telah menyatakan bahwa index upah karyawan telah meningkat yang disesuaikan secara musiman 0.7% di kuartal terakhir, dari 0.5% di kuartal sebelumnya.

Survei ekonom telah memperkirakan bahwa index upah karyawan di Australia akan naik 0.6% di kuartal terakhir.

G-20 Akan Bicarakan Mengenai Tapering Yang Dilakukan Fed, Tetapi Amerika Sepertinya Ingin Bicarakan Hal Lain yang Lebih Penting

Para pejabat tinggi dari negara-negara G-20 sepertinya akan lakukan pertemuan guna membahas volatilitas pasar yang saat ini dialami oleh negara-negara berkembang setelah Federal Reserve mulai lakukan penarikan program stimulus pembelian asset. Tetapi disisi lain Menteri keuangan Amerika Jacob Lew justru berpendapat berbeda, dimana ia menyarankan agar pembicaraan lebih ditujukan kepada hal lainnya yang lebih penting.
G20Dalam surat sebanyak empat halaman yang dikirmkannya kepada para pejabat-pejabat tinggi yang akan mewakili negaranya pada pertemuan G-20 yang diperoleh MarketWatch, Lew menilai bahwa isu kebijakan moneter yang diterapkan oleh Amerika bukanlah hal yang sangat penting untuk dibicarakan.
Bahkan sebaliknya Lew menyatakan bahwa pembicaraa sebaiknya lebih mengarah kepada perkembangan ekonomi di China dan Amerika.
Lew menyatakan ia sangat percaya bahwa penguatan pertumbuhan ekonomi Amerika akan berikan manfaat positip bagi ekonomi global, dan normalisasi kebijakan pelonggaran Fed secara bertahap akan membuat ekonomi semakin menguat.
Lew dan Fed Chairwoman Janet Yellen dijadwalkan akan hadir dalam pertemuan G20 di Sydney Australia pada 22-23 Februari.

Dollar Jatuh Lagi, Euro Uji $1,38

Dollar jatuh lagi, gagal melanjutkan penguatan yang diraih Senin, menyusul data manufaktur yang buruk berita banyak investor asing yang menjual aset AS. Kejatuhan dollar itu mendorong euro, yang mencatat kenaikan untuk empat sesi berturut-turut dan kini menguji level $1,38.
Dollar terpuruk ke level terendah dalam dua bulan setelah data manufaktur New York yang mengecewakan. Empire manufacturing turun ke 4,48 di Februari dari 12,51 di Januari, mencerminkan penurunan aktivitas akibat cuaca dingin ekstrim. New York menjadi salah satu kawasan yang diterpa suhu dingin dan salju tebal. Data ini menjadi satu indikator kesehatan sektor manufaktur nasional yang terangkum dalam indeks bulanan buatan ISM. Data lainnya, NAHB Housing Index, turun ke 46 dari 56, mengindikasikan sektor perumahan turut lesu.
Dollar juga tertekan karena laporan yang menyebutkan arus dana keluar bersih (net outflow) dari saham AS selama 2013 mencapai $214 miliar. Berbeda dengan zona euro, yang berhasil menarik dana ke saham sebesar 111 miliar euro. Padahal indeks saham AS mencetak rekor di tahun itu. Di saat yang sama, zona euro menikmati surplus transaksi berjalan 216 miliar euro di 2013, sedangkan AS mencatat defisit hampir $400 miliar.
Salah satu fokus pasar hari ini adalah FOMC Minutes, yang diharapkan dapat memberi kejelasan mengenai prospek kebijakan moneter AS, terutama masalah taper. PAsar ingin mengetahui apakah isu minutes itu menyinggung kemungkinan berlanjutnya taper atau ditunda. Minutes itu mungkin dapat mempengaruhi pergerakan  greenback.
Indeks dollar berada di 80,00 setelah melemah 0,2% kemarin. Indeks itu sempat jatuh ke 79,94 atau terendah sejak 27 Desember. Support terdekat ada di 79,80, bila jatuh ke sana, indeks bisa mendekati 79,72 (low 27/12). Terhadap yen, dollar stabil di 102,22 setelah reli kemarin karena keputusan BOJ menambah pinjaman siaga ke bank. Namun, lajunya mulai sirna menjelang Minutes. Resistance terdekat ada di 102,70, sedangkan support di 101,70. Atas franc, dollar stabil di 0,8875, bergerak antara 0,8850 dan 0,8920.
Euro diperdagangkan di $1,3760 setelah reli 0,7% kemarin meski data indeks sentimen investor Jerman buruk. Indeks sentimen ZEW turun ke 55,7 di Februari dari 61,7 di Januari. euro sempat menyentuh $1,3770, tertinggi sejak 31 Desember, dan kini sedang menguji level $1,3800. Bila berhasil, euro akan mencoba ke $1,3830. Support terdekat ada di $1,3730, bila ditembus bisa ke $1,3700. Sterling stabil di $1,6682 setelah koreksi untuk dua sesi berturut-turut. Koreksi ini terjadi setelah data inflasi Inggris kemarin di bawah perkiraan.  Sterling masih bergerak dalam rentang $1,6730 dan $1,6600. Untuk hari ini, ada data ketenagakerjaan Inggris dan BOE Minutes.

Rekomendasi
 
EUR-USD

EUR SIGNAL 19-02-14

USD-JPY

GBP SIGNAL 19-02-14

GBP-USD

GBP SIGNAL 19-02-14

USD-CHF

CHF SIGNAL 19-02-14

AUD-USD

AUD SIGNAL 19-02-14

Pivot Points Summary

Daily Pivot Points

Normal Range

Last Bar
Commodity Chart S3 S2 S1 PP R1 R2 R3 H L C
Crude Oil Chart 98.14 99.19 101.16 102.21 104.18 105.23 107.20 103.25 100.23 103.14
Natural Gas Chart 5.187 5.279 5.428 5.520 5.669 5.761 5.910 5.612 5.371 5.577
Heating Oil Chart 3.0331 3.0533 3.0797 3.0999 3.1263 3.1465 3.1729 3.1200 3.0734 3.1062
Gasoline RBOB Chart 2.7574 2.7768 2.8082 2.8276 2.8590 2.8784 2.9098 2.8471 2.7963 2.8395
Gold Chart 1292.1 1302.2 1312.2 1322.3 1332.3 1342.4 1352.4 1332.4 1312.3 1322.2
Silver Chart 20.852 21.083 21.517 21.748 22.182 22.413 22.847 21.980 21.315 21.950
Copper Chart 3.1853 3.2192 3.2523 3.2862 3.3193 3.3532 3.3863 3.3200 3.2530 3.2855
Platinum Chart 1397.8 1406.9 1415.8 1424.9 1433.8 1442.9 1451.8 1434.0 1416.0 1424.7



Extreme Range
Last Updated: Feb 19 02:20 GMT, Based on Bar of Feb 18 22:15 GMT


Weekly Pivot Points

Normal Range

Last Bar
Commodity Chart S3 S2 S1 PP R1 R2 R3 H L C
Crude Oil Chart 96.88 97.99 99.15 100.26 101.42 102.53 103.69 101.38 99.11 100.30
Natural Gas Chart 3.896 4.229 4.722 5.055 5.548 5.881 6.374 5.389 4.563 5.214
Heating Oil Chart 2.9179 2.9545 3.0163 3.0529 3.1147 3.1513 3.2131 3.0894 2.9910 3.0782
Gasoline RBOB Chart 2.6455 2.6808 2.7430 2.7783 2.8405 2.8758 2.9380 2.8135 2.7160 2.8053
Gold Chart 1224.9 1244.8 1281.7 1301.6 1338.5 1358.4 1395.3 1321.5 1264.7 1318.6
Silver Chart 18.819 19.367 20.394 20.942 21.969 22.517 23.544 21.490 19.915 21.421
Copper Chart 3.1538 3.1782 3.2213 3.2457 3.2888 3.3132 3.3563 3.2700 3.2025 3.2645
Platinum Chart 1343.2 1361.2 1395.6 1413.6 1448.0 1466.0 1500.4 1431.5 1379.1 1430.1
Extreme Range
Last Updated: Feb 19 02:20 GMT, Based on Bar of Feb 14 22:15 GMT


Pivot points are very useful tools that use the previous bars' highs, lows and closings to project support and resistance levels for future bars. Daily pivot points are useful for swing trading. Longer term pivot points provide an idea of where key support and resistance levels should be. Place the pivot points on your charts and see how traders appear to give pivot point levels a lot of respect.
  • Daily pivots are calculated from previous day's high, low, close
  • Weekly pivots are calculated from previous week's high, low, close
  • The pivot levels and charts are updated throughout the day to cater for data adjustments during the day.
Formula
  • Res3 = H + 2*(P-L)
  • Res2 = P + (Res1-Sup1)
  • Res1 = 2 * P - L
  • Pivot Point = ( H + C + L ) / 3
  • Sup1 = 2 * P - H
  • Sup2 = P - (Res1-Sup1)
  • Sup3 = L - 2*(H-P)

Harga Emas Bisa Kembali ke $1,400 dalam 100 hari Harga emas diperkirakan akan naik kembali di 2014 ini, bahkan diperkirakan akan mencapai harga $1,400 per ons kembali setidaknya dalam 100 hari kedepan.

Penutupan pasar menempatkan harga emas dalam perdagangan kemarin berada diatas garis pergerakan rata-rata 100 harinya. Ini merupakan kenaikan harga emas tertinggi sejak September tahun lalu.
Menguat dalam dua hari perdagangan secara beruntun, juga merupakan rekor tersendiri sebagai yang pertama kalinya sejak Oktober silam. Bahkan jika dilihat dengan rata-rata pergerakan dalam 50 hari terakhir, harga emas mampu ditutup diatas garis rata-ratanya. Ini merupakan catatan baik semenjak 23 Januari kemarin. Berbagai sinyalemen tersebut membuat harga emas bisa naik setidaknya 8.5 persen di akhir Maret ini.
Tanda-tanda pemulihan ekonomi AS khususnya di pasar tenaga kerja AS membuat emas yang pada tahun 2013 jatuh sebesar 28 persen –penurunan terbesar dalam setahun sejak 1981, namun mampu bangkit sejak awal tahun 2014 ini dan telah naik 7.3 persen. Kenaikan ini juga diikuti dengan naiknya harga emas batangan di New York setelah pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Janet Yellen yang menyatakan masih perlunya kerja keras untuk memperbaiki pasar tenaga kerja AS. Kenaikan harga emas batangan ini merupakan reli yang paling panjang semenjak Agustus 2012.
Pelan namun pasti, berbagai sentiment mengalami perubahan dan Emas kembali menunjukkan posisinya yang semakin menarik. Peredaran Dolar AS membuat harga Emas terbantukan, investor akan kembali melirik emas dan melakukan aksi pembelian secara teknis pula.
Harga emas untuk kontrak bulan April naik 1.2 persen dalam perdagangan kemarin ke harga $1,289.80 yang merupakan kenaikan lima kalinya. Harga rata-rata dalam 100 hari dikisaran $1,270.71.

Indeks Manufaktur New York Turun Di Bulan Febuari

Sebuah data resmi yang dirilis pada hari Selasa(16/02) menunjukan bahwa Indeks Manufaktur di wilayah New York telah turun di bulan Febuari.

Bank sentral New York melaporkan bahwa indeks kondisi bisini untuk bulan Febuari berada di 4.48, turun dari 12.41 di bulan Desember.

Analis telah memperkirakan indeks untuk turun sebesar 9.00.

Pada indeks, hasil pembacaan diatas 0.0 mengindikasikan naik, namun hasil pembacaan dibawah 0.0 menunjukan pemburukan.

Indeks pesanan baru telah turun dari level tinggi 2 tahun.

Indeks Empire State sangat menarik bagi trader terutama karena dilihat untuk perkiraan awal nasional ISM survei pabrik.

Paska dirilisnya data tersebut, mata uang dolar telah diperdagangkan di level rendah 6 minggu terhadap euro, dengan pasangan EURUSD diperdagangkan 0.28% di level 1.3743.

Updata Asia : Asia Terancam Koreki

South Korea MarketsSaham Asia koreksi, setelah menguat selama tiga sesi sebelumnya, menyusul hasil Wall Street yang beragam dan minimnya katalis.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,2% di Tokyo pagi ini setelah mencatat kenaikan terbesar dalam lima bulan kemarin. Indeks Nikkei jatuh 0,6% setelah reli 3% kemarin berkat keputusan BOJ dan pelemahan yen. Indeks Kospi turun 0,6%  tapi indeks Australia ASX 200 menguat 0,4%. Di Singapura, indeks STI naik 0,5%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,19%.
Wall Street berakhir mixed di saat investor rehat setelah membawa saham reli minggu lalu, sembari mencerna data ekonomi AS yang kurang menggembirakan. Indeks Dow Jones melemah 0,15% dan indeks S&P naik 0,12%. Data empire manufacturing atau indeks manufaktur kawasan New York menjadi data terbaru yang menunjukkan dampak cuaca pada aktivitas ekonomi. Ada proyeksi, cuaca dingin ekstrim selama dua bulan terakhir kemungkinan memangkas 0,3% dari PDB.
Saham global bergerak konsolidasi akhir-akhir ini, belum jatuh tajam tapi masih sulit menanjak signifikan lagi. Pasar sedang mengevaluasi kondisi ekonomi dunia terkini, terkait dampak cuaca di AS dan isu perlambatan di China. Untuk hari ini, fokus tertuju ke FOMC Minutes, yang diharapkan dapat memberi kejelasan mengenai prospek kebijakan, terutama taper.

IHSG Berharap Sentimen Positif Dari Kinerja Emiten

BBNI dan WIKA adalah emiten yang mengumumkan kinerja 2013 di pagi hari ini.  BBNI berhasil mencetak EPS sebesar Rp 486, diatas ekspektasi Rp 456. Untuk WIKA, Coprorate Secretary dari WIKA memberikan indikasi bahwa laba bersih emiten ini bakal diatas target Rp 555,6 miliar yang telah dicanangkan perseroan.  Ini juga merupakan indikasi bahwa EPS konsensus perseroan bakal melewati estimasi Rp 92.
Sentimen positif dari kinerja emiten ini, diperkirakan membuat IHSG bergerak naik, kembali menguji resisten di 4575.  Kisaran utama IHSG hari ini berada diantara suport 4550 dan resisten di 4575.  Penembusan atas resisten 4575 bakal membuka potensi kenaikan IHSG menuju target jangka pendek kami di 4650 – 4700.
Bursa regional Asia pagi ini masih cenderung bergerak flat-naik.  Meski indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam ditutup dengan koreksi tipis 23,99 poin (-0,15 persen), tapi indeks Hang Seng pagi ini running dengan kenaikan 0,2 persen, dan Strait Times running dengan kenaikan 0,69 persen.
Sentimen pasar terlihat cenderung positif.  Sentimen ini diharapkan bakal membuat pelaku pasar melanjutkan perburuan pada saham-saham di sektor konstruksi dan komoditas.  Aliran dana asing diperkirakan juga masih akan terus mengalir masuk, sehingga membuat saham-saham perbankan cenderung kuat.

Global Outlook

Saham Asia koreksi, setelah menguat selama tiga sesi sebelumnya, menyusul hasil Wall Street yang beragam dan minimnya katalis.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,2% di Tokyo pagi ini setelah mencatat kenaikan terbesar dalam lima bulan kemarin. Indeks Nikkei jatuh 0,6% setelah reli 3% kemarin berkat keputusan BOJ dan pelemahan yen. Indeks Kospi turun 0,6%  tapi indeks Australia ASX 200 menguat 0,4%. Di Singapura, indeks STI naik 0,5%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,19%.
Wall Street berakhir mixed di saat investor rehat setelah membawa saham reli minggu lalu, sembari mencerna data ekonomi AS yang kurang menggembirakan. Indeks Dow Jones melemah 0,15% dan indeks S&P naik 0,12%. Data empire manufacturing atau indeks manufaktur kawasan New York menjadi data terbaru yang menunjukkan dampak cuaca pada aktivitas ekonomi. Ada proyeksi, cuaca dingin ekstrim selama dua bulan terakhir kemungkinan memangkas 0,3% dari PDB.
Saham global bergerak konsolidasi akhir-akhir ini, belum jatuh tajam tapi masih sulit menanjak signifikan lagi. Pasar sedang mengevaluasi kondisi ekonomi dunia terkini, terkait dampak cuaca di AS dan isu perlambatan di China. Untuk hari ini, fokus tertuju ke FOMC Minutes, yang diharapkan dapat memberi kejelasan mengenai prospek kebijakan, terutama taper.

Review IHSG

Sudah jenuh beli, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir flat. Menutup perdagangan, Selasa (18/2/2014), IHSG naik tipis 0,823 poin (0,02%) ke level 4.556,191.
Tipisnya laju ini disebabkan oleh aksi ambil untung dari pemain lokal, meski investor asing masih mencatat pembelian besar. Dana asing sebanyak Rp 687,71 miliar masuk lantai bursa setelah investor asing melakukan pembelian bersih (foreign net buy) di seluruh pasar.
Sementara itu, jumlah sektor yang turun dan naik seimbang. Adapun tiga sektor dengan kenaikan terbesar yakni sektor perkebunan yang naik 1,09%, sektor infrastruktur naik 0,69%, dan sektor pertambangan naik 0,43%.
Saham-saham yang naik di antaranya Gudang Garam (GGRM), Electronic City (ECII), Mayora (MYOR), dan Astra Agro (AALI).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Matahari (LPPF), Gowa Makassar (GMTD), Unilever (UNVR), dan HM Sampoerna (HSMP).

Ulasan Teknikal
IHSG

IHSG 19 feb
Sejauh ini sinyal IHSG masih positif, namun beberapa indikator stochastic mulai overbought. Hal ini menunjukkan penguatan mulai terbatas, apalagi IHSG sudah berada di kisaran resistance 4.580 – 4.611. Ruang koreksi mulai terbuka, namun selama masih bertahan di atas support 4.510 – 4.530, trend IHSG masih berupa trend bullish,dengan potensi kenaikan beriktunya menuju kisaran 4.611 – 4.700. Trend bullish jangka pendek ini bisa berakhir jika support tersebut mampu ditembus. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.530 – 4.580.
R3    4,588
R2    4,579
R1    4,568
Pivot    4,559
S1    4,547
S2    4,539
S3    4,527

Stock Pick
JSMR

JSMR 19 Feb
MA 10 dan 55 menunjukkan trend JSMR masih bullish. Namun, harga kini sedang berada di kisaran resistance 5.450. Indikator stochastic juga mulai overbought, artinya ruang penguatan mulai terbatas. Jika kembali gagal menembus resistance tersebut, harga berpeluang terkoreksi untuk menjemputnya support-nya di kisaran 5.250.
 
Rekomendasi     : Buy on weakness@5.250, stop loss 5.150, target 5.450. Buy breakout 5.450, stop loss 5.350, target 5.750
Support                  : 5.250, 5.175
Resistance            : 5.450, 5.750

AUTO

AUTO 19 feb
 
Trend bearish, namun sinyal rebound mulai terlihat ketika harga bertahan di atas support 3.325. Candlestick bullish, indikator stochastic golden cross, sementara RSI mulai bergerak ke area positf. Harga juga sudah bergerak di atas resistance sebelumnya di 3.400. Untuk itu, potensi rebound masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di kisaran 3.495 – 3.520.
 
Rekomendasi    : SpecBuy@3.370, stop loss breakout 3.325, target 3.495
Support                 : 3.370, 3.325
Resistance           : 3.475, 3.495
Rekomendasi
 
Stock Screener

SS 19 feb

Saham Asia koreksi, setelah menguat selama tiga sesi sebelumnya, menyusul hasil Wall Street yang beragam dan minimnya katalis.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,2% di Tokyo pagi ini setelah mencatat kenaikan terbesar dalam lima bulan kemarin. Indeks Nikkei jatuh 0,6% setelah reli 3% kemarin berkat keputusan BOJ dan pelemahan yen. Indeks Kospi turun 0,6%  tapi indeks Australia ASX 200 menguat 0,4%. Di Singapura, indeks STI naik 0,5%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,19%.
Wall Street berakhir mixed di saat investor rehat setelah membawa saham reli minggu lalu, sembari mencerna data ekonomi AS yang kurang menggembirakan. Indeks Dow Jones melemah 0,15% dan indeks S&P naik 0,12%. Data empire manufacturing atau indeks manufaktur kawasan New York menjadi data terbaru yang menunjukkan dampak cuaca pada aktivitas ekonomi. Ada proyeksi, cuaca dingin ekstrim selama dua bulan terakhir kemungkinan memangkas 0,3% dari PDB.
Saham global bergerak konsolidasi akhir-akhir ini, belum jatuh tajam tapi masih sulit menanjak signifikan lagi. Pasar sedang mengevaluasi kondisi ekonomi dunia terkini, terkait dampak cuaca di AS dan isu perlambatan di China. Untuk hari ini, fokus tertuju ke FOMC Minutes, yang diharapkan dapat memberi kejelasan mengenai prospek kebijakan, terutama taper.

Bursa Saham Diseluruh Dunia Alami Kenaikan Setelah Keputusan BOJ, Tetapi Data Ekonomi Tidak Mendukung

Bursa saham diseluruh dunia alami kenaikan pada hari Selasa kemarin setelah adanya ronde baru dari kebijakan stimulus yang dikeluarkan oleh Bank of Japan. Walaupun demikian kenaikan yang tejadi menjadi terhambat akibat data ekonomi yang kurang memuaskan sehingga membatasi kenaikan yang terjadi, yang juga membuat dollar Amerika alami pelemahan terhadap nilai tukar euro.
WS5Bank of Japan kembali berikan kebijakan pelonggaran ekonomi, dengan memperbesar program pemberian kredit spesial untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Bursa saham Jepang alami kenaikan hingga sebesar 3,1 persen, tetapi pasar saham lainnya di Asia menjadi cenderung bergerak flat setelah bank sentral China lakukan pengetatan dengan menarik likuiditas dari pasar, dan bank sentral Australia yang membuat komentar mengenai tingkat suku bunga.
MSCI World Indek alami kenaikan sebesar 0,3 persen. Sedangkan di Wall Street, harga saham alami kenaikan didukung oleh adanya sejumlah berita mengenai aktivitas merger sehingga tingkatkan keyakinan bagi para investor.
Data ekonomi masih cenderung berikan sentimen negatif terhadap pasar investasi di seluruh dunia, data terbaru dari Jerman, investor sentimen tunjukkan pelemahan, dan data factory activity di New York untuk periode Februari juga tunjukkan pelemahan.
Masih dari Amerika, National Association of Home Builders laporkan indek homebuilder confidence alami penurunan untuk periode Februari menjadi 46, yang indikasikan bahwa mayoritas perusahaam pengembang melihat kondisi yang kurang baik bagi pasar perumahan. Data tersebut merupakan sederetan data ekonomi yang berikan indikasi negatif setelah sebelumnya pada minggu lalu, data retail sales dan tenaga kerja juga tunjukkan hal serupa.
Para investor saat ini cenderung untuk perhatikan data-data ekonomi, guna mengetahui apakah kenaikan harga saham yang terjadi tahun lalu didukung juga oleh pertumbuhan ekonomi. karena stimulus Fed yang selama ini menjadi bahan bakar bagi kenaikan harga saham mulai ditarik. Detail kesimpulan mengenai pertemuan terakhir Fed akan di publikasikan pada hari Rabu ini, dan para pelaku pasar akan sangat perhatikan hal tersebut.
Dow Jones industrial average alami penurunan sebesar 24,21 poin atau 0,15 persen menjadi 16.130,18. Standard & Poor 500 index naik 2,09 poin atau 0,11 persen menjadi 1.840,72. Nasdaq Composite index naik 28,76 atau 0,68 persen menjadi 4.272,78.
Nasdaq alami kenaikan dalam delapan hari perdagangan berturut-turut dan merupakan rekor kenaikan jumlah hari terpanjang sejak Juli tahun lalu. Nasdaq terdongkrak naik didukung oleh kenaikan harga saham Tesla Motors Inc setelah keluarnya laporan bahwa Chief merger & Acquisition Apple Inc, Adrian Percia bertemua dengan chief executive Tesla, Elon Musk pada tahun lalu yang membuat munculnya spekulasi bahwa Apple tertarik untuk beli perusahaan produsen mobil listrik.
Saham Tesla alami kenaikan sebesar 2,8 persen menjadi $203,70 setelah sempat sentuh leel all-time high padda $205,72. Saham Apple alami kenaikan sebesar 0,4 persen menjadi $545,99.

Wall Street Mixed, Laju Asia Tersendat

Nikkei
       Indeks Nikkei melonjak 3% kemarin setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) mempertahankan kebijakannya dengan suku bunga rendah, serta outlook yang juga tetap. Tapi BOJ menambah fasilitas pinjaman ke bank menjadi 2 kali lipat, guna mendukung perekonomian dan meningkatkan pinjaman. Penguatan indeks kali ini terkena imbas dari pergerakan pelemahan yen terhadap dollar . Indeks Nikkei ditutup melonjak 450,13 poin, atau 3,13% ke posisi 14.843,24.
Penguatan indeks Nikkei diawal perdagangan pagi ini dipicu pelemahan yen terhadap dollar dengan kembali berada di atas 102. Tapi bervariasinya penutupan Wall Street semalam dan data ekonomi AS yang buruk dapat memicu aksi profit taking. Sementara itu, kenaikan harga minyak dunia yang kini berada $103/barel diperkirakan akan menopang saham terkait.

Rekomendasi

NKI SIGNAL 19-02-14

Kospi
       Indeks Kospi ditutup naik tapis kemarin setelah BOJ mempertahankan kebijakan moneternya dan melanjutkan pinjaman kredit ke bank  guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Faktor ini yang membuat laju indeks Kospi tersendat karena imbas dari pelemahan yen, dimana indeks sempat tergerus, namun berhasil bangkit di sesi akhir perdagangan. Indeks Kospi ditutup naik tipis 0,55 poin, atau 0,03%, ke posisi 1.946,91. Tercatat investor asing melakukan net sell 45,5 miliar won.
Indeks Kospi didera tekanan jual pada pembukaan perdagangan kali ini, menyusul aksi profit taking setelah kemarin indeks berlabuh di level tertingginya dalam empat pekan. Faktor pelemahan yen terhadap dollar makin membebani indeks, di tengah harapan kebijakan moneter baru BOJ.

Rekomendasi

KSI SIGNAL 19-02-14

Hang Seng
       Indeks Hang Seng berhasil bertahan di zona positifnya kemarin. Kenaikan saham Bank of East Asia yang mencapai 3% setelah laporan keuangan selama 2013 catat hasil yang mengesankan menopang indeks.. Sementara itu, Bank Sentral China merespon pertumbuhan kredit yang amat tinggi selama Januari, menyerap sebesar 48 miliar yuan dari pasar uang dalam operasi pasar terbuka pertamanya minggu ini. Indeks Hang Seng ditutup naik 51,78 poin, atau 0,23%, ke posisi 22.587,72.
Dow Jones futures yang bergerak negatif pagi ini, diperkirakan akan memberi tekanan indeks Hang Seng setelah serangkaian data AS semalam tidak begitu menggembirakan. Pergerakan bursa utama Asia cenderung tertekan, karena aksi ambil untung dari beberapa kenaikan. Fokus kini data perumahaan AS dan besok paginya Manufacturing PMI China versi HSBC.

Rekomendasi

HSI SIGNAL 19-02-14