BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Senin, 19 Mei 2014

Euro Konsolidasi di Tengah Isu Pelonggaran ECB

Euro konsolidasi hari ini setelah mengalami keterpurukan selama dua minggu karena ekspektasi ECB bakal melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat. Isu pelonggaran inilah yang membuat posisi euro masih bearish. Pelaku pasar kini menunggu data sebelum memutuskan ke mana membawa euro.

Euro anjlok 2% selama dua minggu menyusul pernyataan para pejabat ECB mengenai kemungkinan melonggaran kebijakan dalam rapat bulan depan untuk mengatasi inflasi rendah. Sang presiden Mario Draghi, wakil Vito Constancio dan anggota dewan lainnya mengungkapkan serangkaian opsi yang bisa diambil. Terakhir Peter Praet merekomendasikan memangkas suku bunga acuan ke 0,15% dan bunga simpanan ke -0,1%.

Ekonom dari BNP Paribas, Goldman Sachs sampai RBS memprediksikan Mario Draghi Dkk akan memangkas suku bunganya. Tapi para ekonom juga memperkirakan bila bertindak, ECB kemungkinan mengeluarkan serangkaian kebijakan, tidak hanya sekedar pemangkasan. Lima sumber senior mengatakan ke Reuters bahwa ECB sedang mempersiapkan serangkaian kebijakan untuk rapat 5 Juni nanti, termasuk memangkas semua bunga dan langkah lain untuk mendorong kredit UKM.

Untuk mengukur prospek pemangkasan suku bunga, pasar akan mencermati data indeks PMI Eropa yang akan diumumkan Kamis. Memang angka indeks PMI sudah kembali ke 50, yang berarti pertumbuhan. Tapi rendahnya inflasi menimbulkan kecemasan akan ancaman deflasi.  Oleh karena itu, pasar ingin melihat komponen yaitu sub-indeks harga input dan output, untuk menilai kondisi inflasi di kawasan.

Euro diperdagangkan di $1,3700 setelah jatuh sampai $1,3644 minggu lalu, terendah dalam tiga bulan. Meski berhasil rebound, posisi euro maish rawan guncangan. Untuk saat ini, euro dalam kisaran $1,3670 dan $1,3730. Jatuh ke bawah $1,3670, euro terancam ke $1,3640. Bila ditutup di atas $1,3730, euro berpeluang ke $1,3770, tapi kondisi bullish baru bisa diraih di atas $1,3800. Atas yen, euro bertengger di 139,15, dekat level terendah sejak 27 Februari 138,72. Bila support 138,60 ditembus, euro terancam ke 138,20. Ke atas, resistance ada di 139,50.

Dollar juga terjebak dalam range sempit menyusul data yang beragam dan ketidakjelasan prospek kebijakan moneter the Fed. Housing starts tumbuh 13,2% di April, jauh di atas ptrediksi 3,6%. Tapi data sentimen konsumen mengecewakan. Pergerakan dollar minggu ini akan dipengaruhi oleh FOMC Minutes, yang akan diumumkan Rabu. Beberapa pejabat the Fed juga berpidato minggu ini, di antara sang ketua Janet Yellen.

Indeks dollar stabil di 80,04, bergerak di 80 untuk tiga sesi berturut-turut. Indeks itu mencapai peak-nya di 80,37 minggu lalu, dan kini bergerak di rentang 79,80 dan 80,30. Terhadap yen, dollar berada di101,54 setelah jatuh ke 101,28 minggu lalu. Atas franc, dollar melemah 0,1% ke 0,8913, bergerak di rentang 0,8880 dan 0,8950.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 19-05-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 19-05-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 19-05-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 19-05-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 19-05-14

Jumat, 16 Mei 2014

Pertumbuhan Lesu, ECB Makin Didesak Bertindak

Pemulihan ekonomi di zona euro gagal meraih momentum setelah Perancis stagnan dan terjadi kontraksi di Italia dan Belanda. Pertumbuhan yang rendah menambah desakan agar ECB segera bertindak.
ECB
PDB zona euro hanya tumbuh 0,2% di kuartal pertama, separuh dari proyeksi, menurut laporan Eurostat kemarin.  Secara tahunan, PDB di periode itu tumbuh 0,9%, di bawah prediksi 1,1%. Jerman, ekonomi terbesar Eropa, tumbuh 0,8% per kuartal dan 2,5% per tahun. Tapi itu tidak cukup untuk menutupi kelesuan yang ada di negara lain, seperti Italia yang kontraksi 0,1% per kuartal dan hanya tumbuh dan Perancis yang stagnan. Di Belanda, kondisi lebih parah setelah kontraksi 1,4%, terbesar di zona euro.

Eurostat juga mengumumkan tingkat pengangguran di blok mata uang itu 11,8% di Maret, dekat rekor 12%. Sedangkan inflasi 0,7% di April, naik dari 0,5% di Maret tapi tetap jauh di bawah target ECB 2%. Semua data itu mengindikasikan pemulihan ekonomi di zona euro masih memprihatinkan, dan banyak kalangan mengimbau ECB untuk mengambil tindakan menyelamatkannya.

Banyak kalangan yang berharap ECB akan melonggarkan kebijakan dalam rapat Juni nanti. Ekonom dari BNP Paribas, Goldman Sachs sampai RBS memprediksikan Mario Draghi Dkk akan memangkas suku bunganya. Tapi para ekonom juga memperkirakan bila bertindak, ECB kemungkinan mengeluarkan serangkaian kebijakan, tidak hanya sekedar pemangkasan. Opsi yang tersedia adalah bunga simpanan negatif dan pinjaman murah.

Dalam pidatonya kemarin, Wakil Presiden ECB Vitor Constancio mengatakan pihaknya siap melonggarkan kebijakan untuk menyelamatkan euro dari inflasi rendah. “Kami siap bertindak bila diperlukan dan membuka pelonggaran,” katanya dalam pidato di Berlin. Sedangkan pejabat lain, anggota dewan Yves Mersch mengatakan pihaknya punya banyak opsi dalam rapat nanti termasuk bunga simpanan negatif.

Data AS Positif, Emas Koreksi

Harga emas jatuh sekitar 1% pada penutupan sesi New York setelah positifnya data-data AS menunjukkan prospek ekonomi yang membaik, mengurangi minat beli emas sebagai investasi alternatif.

Data-data AS terlihat bagus, seperti tunjangan pengangguran yang turun ke level terendah dalam tujuh tahun. Initial jobless claims turun 24.000 ke 297.000 minggu lalu. Data lainnya juga positif, seperti empire manufacturing yang naik ke 19 di Mei dari 1,3 di April, prediksi 5. Selain itu data inflasi yang memperlihatkan kenaikan, mendukung prospek taper. Inflasi inti naik 1,8% di April, di atas prediksi 1,7%.

Kejatuhan emas ini justru terjadi di tengah anjloknya bursa saham. Logam mulia tersebut biasanya dilirik investor ketika bursa saham AS jatuh. Namun, korelasi terbalik tersebut tidak terjadi kemarin. Wall Street anjlok setelah laporan keuangan Wal-Mart Strores yang mengecewakan.

Namun, secara mingguan, emas sedang menuju penguatan, didorong oleh memanasnya konflik geoppolitik di Ukraina. Cadangan di SPDR Gold Trust, ETF terbesar berbasis emas juga mengalami rebound dari level terendah sejak Januari 2009 menjadi 782,25 ton (0,2%).

Dari sisi teknikal, penutupan emas di bawah $1.300 memberikan outlook trend jangka pendek kembali bearish. Secara keseluruhan, trend masih dalam fase konsolidasi, dengan resistance support berada di $1.274 dan resistace di $1.315. Penembusan support akan mengkonfirmas trend bearish lanjutan, dengan potensi penurunan lanjutan menuju kisaran $1.251. Sementara trend naik akan terbentuk jika resistance $1.315 ditembus, dengan potensi kenaikan selanjutnya berada di kisaran $1.331.

Rekomendasi

Gold

Yellen: Dibutuhkan Beberapa Langkah Lagi Untuk Sehatkan Ekonomi Amerika

Kondisi ekonomi Amerika alami perubahan yang sangat besar sejak terjadinya krisis finansial, tetapi walaupun alami kejatuhan yang cukup besar usaha untuk kembalikan kondisi kesehatan ekonomi terus kami lakukan, pernyataan tersebut disampaikan oleh Federal Reserve Chairwoman Janet Yellen pada hari Kamis kemarin.
premarket 3
Dalam pernyataanya yang disampaikan pada acara National Small Business Week di Chamber of Commerce Amerika Serikat. Yellen menyatakan bahwa pemulihan perusahaan kecil menengah harus menjadi perhatian utama. Karena sejauh ini sejak terjadinya pemulihan ekonomi pada tahun 2010 silam ada lebih dari separuh penyerapan tenaga kerja di dukung oleh penyerapan tenaga kerja perusahaan-perusahaan kecil menegah dengan karyawan kurang dari 250 orang, pernyataan tersebut disampaikan oleh Yellen.

Kamis, 08 Mei 2014

Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (08 Mei 2014)

EUR 08-05-14
Hasil rapat reguler BOE dan ECB merupakan menu utama pasar mata uang hari ini. Tapi dengan kemungkinan tidak ada sesuatu yang baru dari BOE, titik berat ada di ECB. Pasar ingin mengetahui apakah ECB masih tetap “santai” dengan kondisi inflasi yang rendah, atau ada sinyal lebih jelas siap melakukan tindakan.

Ekonomi Inggris tergolong sehat, dengan tumbuh 3,1% di kuartal pertama, terpesat dalam enam tahun.

Prestasi itu menjadikannya ekonomi yang paling tumbuh di antara negara maju lainnya, seperti AS, Eropa dan Jepang. Dengan momentum seperti ini, muncul spekulasi BOE bisa menjadi bank sentral negara maju pertama yang menaikkan suku bunga. Memang, muncul desakan agar BOE  mulai mengambil ancang-ancang untuk memperketat kebijakan, terutama dengan memanasnya sektor perumahan.

Berdasarkan data terbaru, harga rumah di Inggris naik 10% di April dari tahun lalu, tertinggi sejak 2010.

Namun semua itu sepertinya tidak akan mengubah posisi BOE karena pertama, inflasi masih di bawah target 2% BOE. Kedua, baru kali ini saja angka pertumbuhan bisa pesat. Ketiga, sang gubernur Mark Carney mengatakan masih terlalu dini untuk menaikkan rate. Tapi tetap saja , pasar menunggu apakah BOE memberi petunjuk mengenai prakiraan waktu yang tepat untuk ke sana.

Berbeda dengan BOE, ECB justru didesak untuk melonggarkan kebijakannya. Tidak sembarangan, imbauan datang salah satunya dari lembaga semacam IMF. Bahkan majalah ternama The Economist menulis tajuk “ tolong pangkas” dalam edisi minggu ini.  Tapi sepertinya itu belum terjadi, menurut konsensus, ECB tetap mempertahan rate-nya di 0,25%.

Bila rate tetap di sana, pasar beralih ke jumpa pers sang presiden Mario Draghi, untuk mengetahui apakah ada sinyal lebih kuat pihaknya mau bertindak, dan apa yang dapat memicu tindakan itu. Pasar juga ingin melihat apakah Draghi menyinggung nilai tukar. Bagaimanapun, pasar tetap mewaspadai kemungkinan  ECB memberi kejutan, walaupun dalam bentuk pelonggaran lainnya.

EUR-USD

Bergerak di $1,3920, ada peluang EUR-USD menembus high tahun ini $1,3964. Bila level yang menjadi resistance itu bisa ditembus, target bullish selanjutnya adalah $1,3980.  Dengan itu, semakin terbuka peluang ke $1,40. Namun,, perlu diwaspadai koreksi. Bila ditutup di bawah $1,3880, target selanjutnya menunju $1,3850. Tapi kondisi bearish baru terbentuk bila terpuruk ke bawah $1,3800.

Rekomendasi harian

Peluang pada EUR-USD sell di 1.3931 dengan target take profit 1.3865, dimana stop loss 1.3976. Sell berikutnya, bila terjadi kenaikan dan penembusan stop, ada di 1.4004 dengan target take profit 1.3931, dimana stop loss 1.4049.

Buy 1.3855 dengan target take profit 1.3908, dimana stop loss 1.3810. Buy 1.3786 dengan target take profit 1.3840, dimana stop loss 1.3741.

USD-JPY

Terjebak dalam range sempat, USD-JPY flat di 101,80. Pair ini masih bergerak di range 101,50 dan 102,00. Kondisinya semakin bearish bila ditutup di bawah support itu, dengan target baru di 101,00. Bila level resistance yang ditembus, target selanjutnya di 102,00, tapi kondisi bullish baru terlihat bila menembus 102,30.

Rekomendasi harian

Buy USD-JPY di 101.56 dengan target take profit 102.25, dimana stop loss 101.16. Peluang buy selanjutnya 100.98 dengan target take profit 101.48, dimana stop loss 100.58.

Sell 102.44 dengan target take profit 101.95, dimana stop loss 102.84. 103.03 jadi area sell selanjutnya dengan target take profit 102.54, dimana stop loss 103.43.

GBP-USD

Stabil di $1,6958, GBP-USD masih berada dekat level tertinggi dalam 5 tahun. Pair ini sedang berusaha menembus level psikologis $1,70. Bila ditembus, target selanjutnya ada di $1,7030. Tapi pair ini sudah menguat  selama lima minggu dan RSI (14) sudah berada di atas 70, pertanda overbought. Penutupan di bawah $1,6900, menegaskan koreksi  dengan target $1,6850. Tapi kondisi bearish baru terbentuk bila terdampar di bawah $1,6750.

Rekomendasi harian

1.6876 jadi area buy pada GBP-USD, dengan target take profit 1.6930 dimana stop loss 1.6826. Buy 1.6800 dengan target take profit 1.6930, dimana stop loss 1.6750.

Sell 1.6968 dengan target take profit 1.6892, dimana stop loss 1.7018. Penembusan stop di area sell pertama, ada ruang sell kedua di 1.7038 dengan target take profit 1.6983, dimana stop loss 1.7088.

USD-CHF

Melemah  0,1% ke 0,8760, USD-CHF masih bergerak dalam range 0,8730 dan 0,8790. Bila menembus support itu, target bearish selanjutnya adalah 0,8700-0,8670. Bila resistance yang ditembus, pair ini akan bergerak menuju 0,8820, sekaligus menembus MA 25, kemudian mendekati 0,8850.

Rekomendasi harian

Untuk USD-CHF ada ruang buy 0.8743 dengan target take profit 0.8797, dimana stop loss 0.9703. Buy 0.8682 dengan target take profit 0.8733, dimana stop loss 0.8642.

Sell 0.8808 dengan 0.8759, dimana stop loss 0.8759, dimana stop loss 0.8848. Sell 0.8865 dengan target take profit 0.8820, dimana stop loss 0.8905.

AUD-USD

Berkat data ketenagakerjaan yang gemilang, AUD-USD berhasil reli signifikan. Menguat 0,5% ke $0,9382, pair ini semakin dekat ke $0,9400. Bila ditembus, target selanjutnya adalah $0,9340-0,9460. Tapi bila jatuh ke bawah $0,9300, menjadi kondisi bearish dengan target selanjutnya $0,9270.

Rekomendasi harian

0.9288 jadi area buy AUD-USD, dengan target take profit 0.9338 dimana stop loss 0.9243. Buy 0.9223 jadi area berikutnya, dengan target take profit 0.9277 dimana stop loss 0.9178.
Sell 0.9369 dengan target take profit 0.9308, dimana stop loss 0.9414. Sell 0.9430 dengan target take profit 0.9377, dimana stop loss 0.9475.

Kinera Perdagangan Membaik, Surplus China Bertambah

Ekspor dan impor China meningkat selama April dari tahun lalu, menurut data terbaru, setelah merosot bulan sebelumnya. Berkat peningkatan itu, China berhasil menambah pundi surplus perdagangannya.
China Port 2
Ekspor tumbuh 0,9%  menjadi $188,54 miliar, menurut laporan Bea Cukai China hari ini. Sedangkan impor naik 0,8% menjadi $170,00 miliar. Padahal menurut proyeksi, ekspor diperkirakan turun 1,7% dan impor merosot 2,3%. Meski pertumbuhan ekspor dan impor tipis, China berhasil mencatat surplus $18 miliar. Ini merupakan perbaikan dari

Maret, di mana ekspor turun 6,6% dan impor anjlok 11%.

Kementerian Perdagangan memperkirakan akan terus membaik di bulan-bulan mendatang. Seiring dengan pemulihan ekonomi dunia, para pengamat optimis prospek ekspor China terus membaik. Namun pertumbuhan ekspor kemungkinan masih tipis.

Dalam data di atas, terlihat impor masih rendah, mencerminkan lambatnya pertumbuhan permintaan konsumen. PDB selama kuartal pertama hanya tumbuh 7,4%, melambat dari kuartal keempat 2013 yang 7,7%.  Para pemimpin China sedang berusaha merombak model ekonomi dengan mengurangi ketergantungan pada ekspor dan investasi, dan meningkatkan peran konsumsi domestik sebagai mesin pertumbuhan.

Konflik di Ukraina Mereda, Emas Koreksi

Emas diperdagangkan di bawah level psikologi $1.300, setelah turun tajam kemarin menyusul meredanya ketegangan di Ukraina, mengurangi minat beli safe haven logam mulia tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin diberitakan berusaha meredakan ketegangan dengan mengumumkan telah menarik pasukan dari perbatasan Ukraina dan mengimbau separatis untuk menunda referendum. 

Perkembangan terbaru ini mengurangi kekhawatiran pasar akan memburuknya konflik yang bisa membawa Ukraina dalam perang saudara. Namun, pasar tetap waspada karena krisis belumlah usai.

Emas juga tertekan oleh penguatan dollar pasca pernyataan ketua the Fed, Jannet Yellen. Dalam kesaksian di hadapan Kongres, Yellen mengatakan ekonomi AS masih membutuhkan stimulus karena lapangan kerja belum secerah harapan dan inflasi belum mencapai target. Ia juga memperingatkan kembali lesunya sektor perumahan dan isu geopolitik di Ukraina berpotensi menghambat pertumbuhan.

Ketidakpastian kondisi di Ukraina serta apakah the Fed akan menaikkan atau memperthankan suku bunga, masih menjadi pertanyaan investor. Semua ketidakpastian itu kemudian menjadi sentimen pemberat buat emas.

Secara teknikal, harga kembali bergerak di bawah support $1.300 serta MA 200, membuat outlook bearish untuk trend jangka pendek dan panjang. Indikator stochatic dead cross, sementara pola long black candestick mengindikasikan bearish continuation, dengan support berada di $1.274. Jika tembus, trend bearish akan berlanjut, dengan potensi penurunan berikutnya di kisaran $1.251 (Fibonacci expansion 100%). Sedangkan sinyal positif akan didapat jika harga kembali bergerak di atas $1.300.

Rekomendasi

Grafik Emas

Gold

Dollar Stabil Pasca Yellen

Dollar stabil hari ini setelah rebound semalam meski Ketua the Fed Janet Yellen menyampaikan pernyataan yang dovish. Sedangkan aussie berhasil menanjak berkat data ketenagakerjaan yang gemilang.

Dalam kesaksian di hadapan Kongres, Yellen mengatakan kebijakan akomodatif masih dibutuhkan untuk terus mendukung penciptaan lapangan kerja dan inflasi. Ia memperkirakan pertumbuhan di kuartal berjalan bisa lebih baik dari kuartal sebelumnya yang lesu karena cuaca ekstrim. Namun ia menambahkan ekonomi AS belum bisa lepas dari stimulus karena lapangan kerja belum secerah harapan dan inflasi belum mencapai target.

Ia juga memperingatkan kembali lesunya sektor perumahan dan isu geopolitik di Ukraina berpotensi menghambat pertumbuhan. Menurutnya, sektor perumahan lesu karena naiknya bunga KPR akhir-akhir ini.

Secara umum, kesaksian itu hanya menegaskan komitmen the Fed memberlakukan bunga rendah untuk waktu yang lama. Perbedaan hanya peringatannya mengenai sektor perumahan dan Ukraina.

Tapi dollar tidak semakin jatuh karena pernyataan Yellen itu. Menurut analis, hal ini karena dollar sudah lemah selama beberapa minggu terakhir, bahkan indeksnya sempat menyentuh kondisi oversold. Dollar selama ini tertekan karena ekspektasi the Fed akan tetap bersikap dovish. Karena dovish-nya sudah keluar, pasar sedang mengurangi tekanan ke dollar. Meski demikian, bukan berarti greenback sudah lepas dari jeratan bearish.

Indeks dollar bertengger di 79,24 setelah menguat 0,1% kemarin. Indeks ini sedang berusahamenembus resistance 79,30. Kalau berhasil, target selanjutnya di 79,50. Tapi kondisi bullish bnaru bisa diraih bila indeks ini melampaui 79,70. Sedangkan support di 78,90. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 101,83 setelah menguat 0,2% kemarin, yang membuat masih bertahan di atas support 101,50. Sedangkan resistance di 102. Atas franc, dollar berada di 0,8757, bergerak di range 0,8730 dan 0,8790.

Beralih ke meta uang lain, aussie reli berkat data yang menunjukkan lapangan kerja tumbuh 14.200 selama April, di bawah prediksi 18.100. Tapi tingkat pengangguran turun 0,1% ke 5,8%. Aussie mengat 0,3% ke $0,9368, berusaha mendekati resistance $0,9400, dengan support di $0,9270. Euro stabil di $1,3916 setelah terkoreksi kemarin. Pergerakannya akan dipengaruhi oleh hasil rapat reguler ECB malam nanti.

Sedangkan sterling diperdagangkan di $1,6950 menjelang hasil rapat BOE, bergerak dalam range $1,6900 dan $1,7000.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 08-05-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 08-05-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 08-05-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 08-05-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 08-05-14

Asia Ikuti Jejak Rebound Wall Street

Hang Seng 42Saham Asia rebound hari ini dari keterpurukan berkat penguatan Wall Street yang dipicu oleh pernyataan Ketua the Fed Janet Yellen dan meredanya ketegangan di Ukraina. Fokus kini tertuju ke data perdagangan China.

Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,3% di Tokyo pagi ini, setelah terjungkal 1,5% kemarin. Indeks Nikkei menguat 0,8%, setelah anjlok 3% kemarin. Indeks Kospi menanjak 0,1%, mencoba bangkit dari level terendah dalam enam minggu. Indeks Australia ASX 200 naik 0,3% setelah tergelincir 1% kemarin.

Indeks Singapura STI menguat 0,42%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng menguat 0,25%
Dalam kesaksian di hadapan Kongres, Yellen mengatakan ekonomi AS masih membutuhkan stimulus karena lapangan kerja belum secerah harapan dan inflasi belum mencapai target. Ia juga memperingatkan kembali lesunya sektor perumahan dan isu geopolitik di Ukraina berpotensi menghambat pertumbuhan.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin berusaha meredakan ketegangan dengan mengumumkan telah menarik pasukan dari perbatasan Ukraina dan mengimbau separatis untuk menunda referendum. 

Perkembangan terbaru ini mengurangi kekhawatiran pasar akan memburuknya konflik yang bisa membawa Ukraina dalam perang saudara. Namun, pasar tetap waspada karena krisis belumlah usai.

Pasar kini sedang menunggu data perdagangan China, yang diperkirakan masih menunjukkan penurunan tapi tidak seburuk bulan sebelumnya. Ekspor selama April diperkirakan turun 1,7%, lebih rendah dari Maret yang 6,6%. Sedangkan impor merosot 2,3%, di bawah Maret yang 11,3%. Tapi bila penurunan ekspor dan impor lebih besar dari prediksi bisa menimbulkan sentiment negatif dan menggerus laju yang sudah diraih.

BOE dan ECB akan mengumumkan keputusan rapatnya sore nanti, kemungkinan tidak ada perubahan kebijakan. Tapi pasar mencermati ECB, terkait isu rendahnya inflasi.

Potensi Rebound Asia Dibayangi Data China

Nikkei
 
Indeks Nikkei anjlok 2,9% kemarin, dimana indeks berlabuh ke level terendah dalam tiga pekan dan juga catat penurunan harian terbesarnya sejak pertengahan Maret lalu. Penguatan yen terhadap dollar membuat saham-saham berbasis ekspor terbenam. Ditambah lagi kecemasan terhadap memanasnya Ukraina yang mendorong investor mengurangi minat beli. Indeks Nikkei ditutup anjlok 424,06 poin, atau 2,93%, ke posisi 14.033,45, terendah sejak 15 April.

Anjlok perdagangan kemarin, indeks Nikkei berpeluang rebound hari ini menyusul reli yang dicatatkan indeks utama Wall Street dan juga pelemahan yen dari level penguatan dalam tiga pekan terhadap dollar. Saham-saham yang bervaluasi rendah akibat penurunan kemarin, kini mengalami short covering, seperti Softbank rebound 0,4% dari jatuh 5,0% kemarin.

Rekomendasi
NKI 08-05-14
NKI SIGNAL 08-05-14

Kospi
 
Indeks Kospi catat penurunan tajam perdagangan kemarin menyusul penguatan mata uang won yang memicu aksi jual investor asing terhadap saham-saham berbasis ekspor. Won menguat ke level tertingginya dalam enam tahun berkat neraca perdagangan yang surplus. Won kemarin berakhir di 1.022,5 terhadap dollar, atau naik 7,8% dari penutupan Jumat lalu. Saham berbasis ekspor unggulan berakhir negatif akibat penguatan won karena memicu kekhawatiran atas kinerja laba sektor itu. Hyundai Mobis, LG Electronics dan SK Innovation jatuh lebih dari 3%. Sedangkan saham ekspor lainnya seperti Hyundai Motor, POSCO, Kia Motors dan LG Chem juga berada di zona merah. Indeks Kospi ditutup turun 19,56 poin, atau 1,0%, ke posisi 1.939,88.

Indeks Kospi bergerak naik setelah sempat jatuh ke level terendahnya sejak 21 Maret. Fluktuasi indeks belakangan ini dipengaruhi volatilitas won. Penguatan won dapat memicu aksi jual yang dilakukan investor asing terhadap saham-saham berbasis ekspor. Kini investor juga menantikan data terbaru China yaitu neraca perdagangan.

Rekomendasi
KSI 08-05-14
KSI SIGNAL 08-05-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng mengikuti jejak kejatuhan bursa utama Asia lainnya. Kejatuhan indeks ini dipicu kecemasan terhadap valuasi sektor properti dan teknologi sehingga mengurangi kepercayaan diri investor.

Hal ini dikarenakan aksi jual yang terjadi di AS khususnya pada sektor teknologi. China Resources Land Ltd jatuh 4,7% dan China Overses Land and Investment kehilangan 4,5%. Begitu juga dengan Wharf Holdings Ltd merosot 2,5%. Indeks Hang Seng ditutup turun 230,07 poin, atau 1,05%, ke posisi 21.746,26.

Setelah mengalami tekanan sepanjang perdagangan kemarin, indeks Hang Seng mencoba bangkit berkat sentimen positif dari AS. Meski menguat kecemasan investor terhadap valuasi sektor properti China yang akan mencapai puncaknya. Disamping itu, investor kini menantikan data terbaru China mengenai neraca perdagangan, ekspor dan impor.

Rekomendasi
HSI 08-05-14
HSI SIGNAL 08-05-14

Rabu, 07 Mei 2014

Emas Lanjutkan Gain Berkat Ukraina

Emas kembali melanjutkan kenaikannya hari ini di Asia ditengah meningkatnya ketegangan di Ukraina, mendorong permintaan safe haven.

Sepanjang tahun ini, logam mulia tersebut telah mencatatlan kenaikan sekitar 9,1%, meski di saat kebijakan tapering the Fed.

Konflik geopolitik di Ukraina menjadi motor penggerak kenaikan emas sepanjang tahun tahun ini. Ukraina sedang alami minggu paling berdarah sejak dimulainya pemberontakan, mempersempit ruang untuk upaya damai. Pertarungan sengit menjatuhkan korban baik dari Ukraina maupun separatis pro-Rusia. Di saat upaya diplomasi menemui jalan buntu, beberapa petinggi Eropa bersiap menghadapi situasi terburuk, yaitu konfrontasi militer. Presiden Perancis Francois Hollande memperingatkan adanya ancaman perang saudara di Ukraina. Untuk jangka pendek, konflik tersebut menjadi sentimen positif buat emas dan mendorong permintaan safe haven.

Namun, kenaikan emas ini tidak dibarengi dengan minat investasi. Cadangan emas di SPDR Gold Trust, reksa dana berbasis emas terbesar di dunia, masih bertahan di 782,85 metric ton, terendah sejak Januari 2009.

Fokus pasar yang paling utama hari ini adalah kesaksian ketua the Fed Janet Yellen di hadapan Kongres. Pasar ingin mengetahui apa tanggapan Yellen mengenai kondisi ekonomi terkini, terutama soal kondisi lapangan kerja.

Dari sisi teknikal, harga masih bergerak di atas support $1.304, indikasi trend jangka pendek masih bullish. Harga terlihat akan kembali menguji resistance terdekatnya di $1.315,54. Jika ditembus, maka penguatan selanjutnya akan fokus di kisaran $1.320 – $1.328. Sedangkan sinyal negatif akan muncul jika harga ditutup di bawah $1.304.

Rekomendasi

Gold

Dollar Terjungkal, Euro Reli

Dollar jatuh ke level terendah dalam enam bulan terakhir di tengah kesimpangsiuran mengenai propek kebijakan moneter the Fed . Sedangkan euro berhasil menanjak berkat data yang mengindikasikan perbaikan, menjelang rapat reguler ECB besok.

Data semalam menunjukkan defisit perdagangan AS menyusut di Maret berkat ekspor. Sebelumnya, data menunjukkan aktivitas sektor jasa AS tumbuh. Minggu lalu, laporan memperlihatkan pertumbuhan lapangan kerja yang pesat. Sejauh ini, data selama Maret dan April mengindikasikan ekonomi membaik setelah lesu selama dua bulan sebelumnya karena cuaca buruk. Namun, semua data yang mengesankan itu tidak memberi dorongan berarti ke dollar.

Meski data ekonomi AS positif, pasar belum yakin perkembangan itu mendukung prospek kebijakan moneter. Pasar berpandangan kebijakan akomodatif yang dijalankan the Fed tidak akan berubah dalam waktu dekat, bahkan tahun ini. Meski sedang melakukan pengurangan stimulus, the Fed tidak akan menaikan suku bunga setahun ke depan. Berbeda dengan bank sentral lain, seperti BOE dan RBA, yang mulai berani membicarakan penyesuaian kebijakan. Sedangkan ECB terlihat masih santai meski inflasi rendah.

Faktor lain yang menekan dollar adalah turunnya yield obligasi AS, yang kini berada di level terendah dalam tiga minggu. Fokus pasar yang paling utama hari ini adalah kesaksian ketua the Fed Janet Yellen di hadapan Kongres. Pasar ingin mengetahui apa tanggapan Yellen mengenai kondisi ekonomi terkini, terutama soal kondisi lapangan kerja.  Untuk saat ini, pasar memperkirakan Yellen hanya akan mengulang bahasa yang sama, kebijakan akomodatif tetap berjalan.

Indeks dollar berada di 79,17 setelah anjlok 0,7% kemarin sampai ke 79,07 atau terendah sejak Oktober 2013.  Dengan kejatuhan  itu, indeks sudah menembus support 79,30, yang kini menjadi resistance. Support baru ada di 78,90. Terhadap yen, dollar melemah 0,2% ke 101,60 setelah anjlok 0,8% kemarin. Dollar sudah tembus support 101,50, bila ditutup di bawah itu, kemungkinan bergerak menuju 101,30. Atas franc, dollar diperdagangkan di 0,8740 setelah jatuh 0,7% kemarin ke level terendah dalam dua bulan. Kini support ada di 0,8700 dan resistance di 0,8780.

Euro reli ke level tertinggi dalam dua bulan menyusul data PMI sektor jasa kawasan blok mata uang itu yang mengindikasikan perbaikan prospek ekonomi. Euro diperdagangkan di $1,3923, setelah menyentuh high di $1,3948. Euro sedang mengarah level high  13 Maret di $1,3964, bila ditembus akan bergerak menuju $1,3980. Sedangkan support di $1,3885. Sementara itu, sterling berhasil menyentuh level tertinggi dalam 5 tahun $1,6995, selangkah lagi ke $1,70.

Rekomendasi

EUR-USD
EUR SIGNAL 07-05-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 07-05-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 07-05-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 07-05-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 07-05-14

Asia Tumbang Di Tengah Memanasnya Ukraina

TSE 42Saham Asia bertumbangan hari ini menyusul kejatuhan Wall Street dan di tengah memanasnya konflik di Ukraina, yang berpotensi membawa negara itu dalam perang saudara.

Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,8% di Tokyo pagi ini. Indeks Nikkei anjlok 2%, turut ditekan oleh penguatan yen. Indeks Kospi melemah 0,44%. Indeks Australia melemah 0,5%. Indeks SIngapura STI melorot 0,22%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng merosot 0,7%.

Wall Street terdampar di zona merah, dengan indeks Dow Jones melemah 0,78% dan indeks S&P 500 turun 0,9%. Bahkan indeks Nasdaq terjun 1,38%.  Pada dasarnya, saham AS sudah mencapai valuasi yang tinggi, tercermin dari dua indeks utamanya, S&P 500 dan Dow Jones yang beberapa kali mencetak rekor.

Ukraina sedang alami minggu paling berdarah sejak dimulainya pemberontakan, mempersempit ruang untuk upaya damai. Pertarungan sengit menjatuhkan korban baik dari Ukraina maupun separatis pro-Rusia. Di saat upaya diplomasi menemui jalan buntu, beberapa petinggi Eropa bersiap menghadapi situasi terburuk, yaitu konfrontasi militer. Presiden Perancis Francois Hollande memperingatkan adanya ancaman perang saudara di Ukraina. Isu Ukraina ini menjadi pusat perhatian pasar di saat minimnya acuan pergerakan.

Selain isu geopolitik, faktor lain yang dapat memberi tekanan ke saham adalah isu perlambatan ekonomi
China. Data terjadwal pagi ini adalah indeks PMI sektor jasa China versi HSBC, dimana mengalami penurunan 51,4 di April dari sebelumnya 51,9. Nanti malam, ketua the Fed Janet Yellen akan memberi kesaksian di hadapan Kongres, kemungkinan menegaskan kebijakan akomodatif tetap berjalan untuk waktu yang lama.

Koreksi Wall Street Benamkan Asia

Nikkei
 
Indeks Nikkei kembali terkoreksi penutupan perdagangan akhir pekan lalu bersamaan dengan jatuhnya saham Sony Corp karena proyeksi yang mengecewakan. Ditambah kehati-hatian investor jelang data payroll AS nanti malam. Indeks Nikkei ditutup turun 27,62 poin, atau 0,19%, ke posisi 14.457,51, berhasil bangkit setelah Senin lalu sempat berada di level 14.224,47.

Dua hari libur nasional, bursa Jepang mengawali perdagangan minggu ini mengalami tekanan, bersamaan dengan jatuhnya saham-saham AS dan juga penguatan yen terhadap dollar. Pagi ini, indeks Nikkei jatuh ke level terendahnya sejak 16 April, karena tekanan yang dialami saham industry manufaktur akibat dari penguatan yen karena mempengaruhi pendapatan luar negeri. Fluktuasi yen ditenggarai jadi penggerak utama indeks kali ini. Perlu dicermati juga, terjadi minutes bank sentral Jepang (BOJ) dari rapat sebelumnya. Salah satu angggota BOJ mengatakan kebijakan stimulus moneter harus dibatasi hingga 2 tahun, karena spekulasi quantitative easing (QE) dapat menyebabkan instabilitas ekonomi.

Rekomendasi

NKI 07-05-14
NKI SIGNAL 07-05-14

Kospi
 
Indeks Kospi mengalami penurunan Jumat lalu karena aksi jual yang dilakukan investor asing untuk keempat kalinya secara beruntun. Sedangkan mata uang won naik tipis dengan akhiri perdagangan sepekan ini menguat.

Indeks Kospi ditutup turun 2,35 poin, atau 0,12%, ke posisi 1.959,44, merupakan penurunan dalam tujuh sesi secara beruntun. Indeks pekan ini jatuh 0,6%. Bursa Korsel, Senin dan Selasa pekan ini tutup karena libur nasional, dan kembali buka hari Rabu.

Sama halnya dengan bursa Jepang, bursa Korsel memulai perdagangan pekan ini dengan mengalami penurunan di tengah penguatan won terhadap dollar yang mencapai level tertingginya sejak enam tahun lalu.

Saham unggulan Samsung Electronics naik 0,3% dan Hyundai Motor turun 0,4%. Investor lokal akan bereaksi dari buruknya data Tiongkok dimana aktivitas manufaktur di April yang masih mengalami kontraksi. Perlambatan di sektor manufaktur itu dapat menghambat saham-saham Korsel yang terkait dengan situasi itu.

Rekomendasi

KSI 07-05-14
KSI SIGNAL 07-05-14

Hang Seng
 
Aktivitas manufaktur Tiongkok yang menunjukkan kontraksi dalam empat bulan memicu aksi jual pada indeks Hang Seng awal perdagangan minggu ini.  Indeks Hang Seng ditutup jatuh 284,34 poin, atau 1,28%, ke posisi 21.976,33. Sedangkan indeks H-shares turun 0,6%. Indeks PMI versi HSBC menunjukkan di April sebesar 48,1 lebih rendah dari sebelumnya 48,3.

Pasca libur nasional kemarin, bursa Hong Kong kembali dibuka hari ini. Sentimen negatif bursa saham AS semalam karena kecemasan akan berkurangnya perolehan laba di sektor teknologi dapat berdampak pada saham terkait di Hong Kong dan Tiongkok. Disamping itu, tekanan di sektor properti masih terjadi bilamana investor menyikapi kabar China Securities Journal menyatakan sektor properti Tiongkok akan mencapai puncaknya. Data service PMI dan composite PMI versi HSBC akan jadi fokus pagi ini.

Rekomendasi
HSI 07-05-14
HSI SIGNAL 07-05-14

Selasa, 06 Mei 2014

Isu Ukraina Masih Topang Emas

Emas masih diperdagangkan dekat level tertinggi tiga minggu di Asia, setelah naik dalam 2 sesi berturut-turut seiring dengan meningkatnya konflik di Ukraina  yang mendorong permintaan logam mulia sebagai safe haven.

Isu Ukraina masih menjadi sentimen yang mendorong kenaikan Emas. Para pemberontak pro-Rusia menembak jatuh helikopter Ukraina dalam pertempuran sengit yang terjadi di dekat kota Slaviansk pada hari Senin. Sementara itu, itu pemerintah Kiev menyusun pasukan khusus ke kota Odessa untuk menghentikan menyebarnya pemberontakan. Menyebarnya konflik ke wilayah tenggara menambah kekhawatiran Rusia dan Ukraina semakin di ambang perang.  Bahkan ada yang cemas konflik ini berpotensi menyeret Barat, yang menuduh Rusia sebagai dalang pemberontakan di Ukraina setelah mencaplok Crimea.  Isu Geopolitik biasanya cenderung mengangkat emas karena permintaan safe haven.

Sayangnya, minat investasi masih rendah, mencerminkan pamornya sebagai instrumen investasi aman belum kembali. Cadangan emas di SPDR Gold Trust, reksa dana berbasis emas terbesar di dunia, turun 2,70 ton Jumat lalu. Dengan itu, selama minggu lalu cadangan turun 10 ton.

Dari sisi teknikal, harga masih bertahan di atas support $1.304, indikasi trend jangka pendek masih bullish. Indikator stochastic masih menunjukkan potensi kenaikan. Namun, laju emas masih terhambat di resistance $1.312. Penutupan harga di atas resistance tersebut akan membuka potensi kenaikan lanjutan menuju kisaran $1.320 – $1.328. Sementara itu, sinyal negatif akan kembali muncul jika harga ditutup di bawah $1.304.

 Rekomendasi

Gold

Aussie Stabil Sebelum RBA, Dollar Flat

Aussie stabil hari ini menjelang hasil rapat reguler RBA yang diperkirakan tidak akan mengumumkan keputusan baru. Sedangkan dollar flat, masih terjebak dalam range yang sama meski data ekonomi AS memuaskan.

RBA kemungkinan akan tetap pada posisinya menjaga stabilitas suku bunga meski ada data yang menunjukkan perbaikan kondisi lapangan kerja dan kenaikan inflasi. RBA diperkirakan mempertahankan suku bunga di 2,5% untuk delapan kali berturut-turut sembari memantau perkembangan ekonomi. Meski berbagai indikator di luar sektor pertambangan, terutama perumahan, membaik di tengah suku bunga rendah, ada kekhawatiran mengenai pengetatan belanja pemerintah dan apresiasi mata uang.

Sementara, kenaikan angka inflasi yang lebih rendah dari proyeksi di kuartal pertama menyusul lonjakan tajam di kuartal keempat memberi ruang ke RBA untuk menjaga rate tetap untuk waktu yang lebih lama.

Sang gubernur Glenn Stevens kemungkinan hanya akan mengulang bahasa yang sama, yaitu ini periode stabilitas suku bunga. Namun, pasar akan mencermati komentarnya mengenai nilai tukar. Pagi ini, ada data yang menunjukkan surplus neraca perdagangan Australia menyusut jadi A$731 juta dari A$1,2 miliar, cerminan dampak apresiasi mata uang.

Aussie diperdagangkan $0,9280, masih bergerak di range $0,9200-0,9300. Penembusan resistance itu sekaligus membawa aussie ke atas MA 25. Bila berhasil melampaui itu, aussie akan bergerak menuju $0,9340. Sejak awal tahun, aussie terus menanjak setelah terjebak dalam tren penurunan sepanjang tahun lalu. Kini posisinya dalam persimpangan, kesulitan untuk menanjak lebih jauh tapi belum ada faktor yang dapat menjatuhkannya lagi.

Beralih ke dollar, mata uang AS ini terjebak dalam range sama selama tiga sesi berturut-turut, meski ada data yang menambah bukti pemulihan ekonomi. Indeks non manufaktur ISM naik ke 55,2 di April, tertinggi dalam delapan bulan, dari 53,1 di Maret. Sayangnya, dollar tak mampu memanfatkan momentum. Apalagi tidak ada data penting terjadwal malam nanti dari AS. Kondisi pasar juga tidak mendukung, di mana pasar Tokyo ditutup karena libur nasional.
I
ndeks dollar berada di 79,51 dengan rentang yang sama seperti kemarin, yaitu 79,30 dan 79,70. Dengan masih berada di bawah MA 25, indeks ini masih bearish. Terhadap yen, dollar stabil di 102,05, masih mampu bertahan di atas support 101,90. Penembusan level itu membawa dollar menuju 101,50. Sedangkan resistance masih di 102,30. Atas franc, dollar flat di 0,8773, masih terjebak di antara 0,8750 dan 0,8790.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 06-05-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 06-05-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 06-05-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 06-05-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 06-05-14

Kamis, 01 Mei 2014

Data PDB AS Hantam Dollar

Dollar terjungkal ke level terendah dalam tiga minggu menyusul data pertumbuhan ekonomi yang buruk sekali. Kejatuhan ini datang meski the Fed mengurangi stimulusnya dan data ketenagakerjaan swasta mengesankan.

Data semalam menunjukkan PDB AS di kuartal pertama hanya tumbuh 0,1% per tahun, jauh di bawah prediksi 1,2% dan kuartal keempat yang 2,6%. Memang, banyak kalangan yang sudah tahu bahwa faktor cuaca menjadi penyebab utama lesunya aktivitas ekonomi. Tapi sebagian besar tidak menyangka angkanya bakal serendah itu.

Ini berarti kegiatan konsumsi dan produksi selama dua bulan pertama tahun ini lebih buruk dari yang diduga.  Mencerminkan hal itu, perdagangan mengurangi 0,8% dari PDB, sedangkan stok barang mengurangi 0,6%.  Dampak data PDB itu cukup besar, meski data lain, yaitu ketenagakerjaan swasta, menunjukkan pertumbuhan signifikan. ADP melaporkan lapangan kerja sektor swasta tumbuh 220.400 selama April, di atas prediksi 210.000.

Setelah kedua data itu, the Fed  mengumumkan pengurangan stimulus sebesar 10 miliar menjadi $45 miliar per bulan, merupakan keempat kalinya the Fed mengurangi program pembelian obligasi. Dalam pernyataannya, the Fed mengatakan aktivitas ekonomi membaik akhir-akhir ini, setelah lesu di awal tahun karena cuaca. Ini mengindikasikan the Fed tetap optimis dengan prospek ekonomi ke depan, meski data PDB buruk.

Pandangan optimis dari the Fed memberi ketenangan ke pasar, yang meredam kejatuhan dollar. Namun bukan berarti tekanan atas greenback sudah reda, gejolak jangka pendek mungkin masih mengiringi pergerakannya. Meski demikian, bila memang data ekonomi AS terus membaik selama April dan Mei, yang mendukung pandangan PDB kuartal kedua akan pesat, dollar akan menguat kembali, bahkan memiliki tren penguatan. Untuk nanti malam, even terjadwal antara lain data initial jobless claim dan data indeks manufaktur ISM, serta pidato Yellen.

Indeks dollar berada di 79,54 hari ini setelah jatuh 0,5% kemarin. Dengan kejatuhan itu, indeks berada dekat support 79,50. Bila ditembus, indeks ini bergerak menuju 79,30. Ke atas, ada resistance di 79,70 tapi kondisi bullish baru bisa diraih kembali bila mampu melampaui 79,90. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 102,24 setelah anjlok 0,4% kemarin, namun masih bertahan di atas support 101,90. Penembusan support itu, membawa dollar menuju 101,50. Ke atas ada hambatan di 102,50.  Atas franc, dollar bertengger di 0,8797 setelah melemah 0,4%, membawanya ke rentang 0,8750 dan 0,8820.

Mengenai mata uang lain, euro diperdagangkan di $1,3868 setelah menguat 0,5%. Dengan penguatan ini, semakin terbuka peluang menuju level psikologis $1,3900. Sedangkan support di $1,3820.sterling berhasil meraih level tertinggi dalam 4,5 tahun di $1,6898 kemarin, kini berada di $1,6880. Bila berhasil menembus level psikologis $1,6900, langkah selanjutnya menuju $1,6950. Sedangkan support di $1,6850. Sementara itu, aussie stabil di $0,9284 setelah naik 0,2% kemarin, dengan kisaran masih di $0,9200  dan $0,9340.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 01-05-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 01-05-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 01-05-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 01-05-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 01-05-14

Pasca Fed Meeting, Nikkei Coba Pertahankan Gain

Nikkei

Indeks Nikkei ditutup berhasil menguat kendati penguatan yang ditorehkan diawal perdagangan sempat melonjak tajam. Terpangkasnya penguatan indeks tidak lepas karena kekecewaan investor atas hasil rapat regular bank sentral Jepang (BOJ) yang tidak memberi kejutan baru. Indeks Nikkei ditutup naik 15,88 poin, atau 0,11%, ke posisi 14.304,11.

Indeks Nikkei coba mempertahankan gain-nya hari ini seiring kenaikan indeks utama Wall Street karena keputusan the Fed yang mempertahankan suku bunga rendah dan proses pemulihan ekonomi tengah berada di jalur yang benar. Disamping itu, the Fed juga melanjutkan rencana secara bertahap untuk mengurangi stimulus pembelian obligasi. Sektor manufaktur China yang dibawah perkiraan membuat laju indeks tertahan. Jadwal rilis kinerja kuangan korporat hari ini, Sumitomo dan Itochu.

Rekomendasi

NKI 01-05-14
NKI SIGNAL 01-05-14