BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Jumat, 04 Juli 2014

Draghi Tetap Buka Peluang Stimulus

mario-draghi 3Presiden ECB Mario Draghi membuka peluang untuk stimulus tambahan termasuk pembelian obligasi skala besar bila memang diperlukan untuk mengentaskan inflasi rendah.

Pasca rapat regulernya, Draghi mengatakan pembelian aset di pasar keuangan, atau yang disebut dengan quantitative easing,  tetap menjadi opsi bila prospek inflasi jangka panjang tetap rendah. Ia mengklaim para anggota sepakat siap menggunakan langkah non konvensional, tapi mereka ingin menunggu dulu dampak kebijakan yang diambil sebelumnya sebelum menempuh itu.

ECB mempertahankan suku bunganya di 0,15% dan bunga simpanan di -0,1%. Draghi mengatakan bunga akan tetap di evel tersebut untuk waktu yang lama, meski ia tidak menyebut secara spesifik sampai kapan.

Para analis memperkirakan periode itu sampai 2016, mengingat proyeksi inflasi ECB. Tidak ada keputusan baru dalam rapat kemarin, namun ECB mengumumkan perubahan praktik dan komunikasi, termasuk rapat yang lebih sedikit dan publikasi notulen (minutes) mulai Januari 2015.

Hasil rapat itu memang sudah diantisipasi, terutama setelah ECB mengumumkan serangkaian langkah bulan lalu. Tapi ECB menyediakan detil tambahan mengenai program kredit murah yang ingin dijalankannya, yang diperkirakan mencapai 1 triliun euro. Para pengamat mengatakan ECB sedang wait-and-see, tapi tetap ingin pasar mengetahui bahwa mereka siap mengambil tindakan lagi.

Dalam rapat Juni lalu, ECB memangkas suku bunganya ke rekor terendah dan menerapkan bunga negatif pada fasilitas simpanannya. ECB juga mengumumkan, mulai September nanti, menawarkan pinjaman murah tenor empat tahun untuk perbankan dengan syarat kredit ditujukan ke sektor swasta. Ia berharap langkah yang diambil bulan lalu itu dapat mendorong inflasi.

Data Payroll Lambungkan Dollar

Dollar bertahan di level tertinggi dalam seminggu terakhir hari ini setelah reli kemarin berkat data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan pertumbuhan besar, mengindikasikan pemulihan ekonomi yang solid.

Sedangkan aussie tenggelam menyusul pernyataan RBA mengenai nilai tukar yang terlalu tinggi.

Data semalam menunjukkan lapangan kerja di AS tumbuh 288.000 selama Juni, jauh di atas prediksi 205.000. Pertumbuhan sebesar itu membuat tingkat pengangguran turun 0,2% ke 6,1% di bulan itu, terendah sejak September 2008. Pertumbuhan lapangan kerja di Juni menyusul kenaikan sebesar 224.000 di Mei.

Dengan ini, maka sudah lima bulan berturut-turut lapangan kerja tumbuh di atas 200 ribu, mengindikasikan konsistensi penciptaan lapangan kerja.

Berkat laporan itu, yield obligasi AS naik ke 2,69% atau tertinggi dalam dua bulan terakhir, yang memberi dorongan ekstra ke dollar. Dengan kenaikan itu, selisih yield dengan obligasi Jerman semakin melebar. Saat ini, yield obligasi Jerman hanya 1,3%. Data itu menimbulkan ekspektasi di pasar bahwa the Fed bisa memperketat kebijakan di petengahan tahun depan, terutama bila data payroll terus bagus sampai akhir tahun ini.

Pasar mewaspadai perubahan pesan dari the Fed merespon data itu. Pasar akan mempunyai kesempatan untuk melihat perubahan bahasa, terutama dari sang ketua Janet Yellen, dalam rapat reguler 29-30 Juni dan pertemuan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming Agustus nanti. Sebelum kesana, pasar akan menggunakan data penjualan ritel, inflasi dan PCE untuk mengukur prospek itu. Tapi untuk hari ini, pasar AS ditutup karenaw Hari Kemerdekaan, membuat pergerakan mata uang tersendat.

Indeks dollar bertengger di 80,22 setelah menguat hampir 1% kemarin sampai ke 80,35. Dengan penguatan itu, indeks kini kembali ber-support di 80,00 dan resistance di 80,50. Terhadap yen, dollar melemah 0,2% ke 102,08 setelah menguat 0,7% kemarin, yang membawanya ke kisaran 101,90 dan 102,30. Atas franc, dollar stabil di 0,8930 setelah reli 0,8% kemarin. Dengan ini, maka dllar bergerak di range 0,8915 dan 0,8970.

Sementara itu, aussie terkapar setelah Gubernur RBA Glenn Stevens mengatakan mata uang itu sudah terlalu tinggi. Menurutnya, aussie sudah overvalue. Selain itu, ia mengatakan pihaknya punya ruang untuk memangkas suku bunga bila diperlukan. Aussie menguat 0,2% ke $0,9359 setelah jatuh 1% kemarin. Aussie sedang dekat support $0,9340, penutupan di bawah itu menjadi bearish continuation dengan target $0,9300.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 04-07-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 04-07-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 04-07-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 04-07-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 04-07-14

Dow Naik Lampaui Level Harga 17.000, S&P 500 Berada pada Rekor Tertingginya

Wall Street pada periode mingguan yang pendek karena adanya hari libur pada Jum’at ini ditutup dengan kenaikan yang cukup besar pada hari Kamis kemarin, dimana Dow berhasil lampaui level harga resistan pisikologi 17.000 untuk pertama kalinya, yang didukung oleh laporan data penyerapan tenaga kerja yang tunjukkan hasil jauh lebih baik dari yang diperkirakan.

Kedua indek acuan saham Amerika, baik Dow maupun S&P 500 ditutup pada level harga tertingginya. Nasdaq ditutup pada level harga tertingginya sejak tahun 2000 dan indek ini bukukan kenaikan terus menerus dalam tiga minggu terakhir. Pada hari Jum’at ini, bursa saham Amerika ditutup memperingati hari kemerdekaan.

Data non-farm payrolls yang dirilis pada hari Kamis kemarin tunjukkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 288.000 orang untuk periode Juni, lampaui perkiraan analis, yaitu 212.000. Tingkat pengangguran Amerika alami penurunan menjadi sebesar 6,1 persen, level terendah sejak September 2008, yang artinya bahwa kondisi ekonomi Amerika pada kuartal kedua tahun ini benar-benar telah alami pemulihan dari kondisi kuartal pertama yang sempat alami penurunan akibat faktor cuaca.

Pada hari Kamis kemarin, 9 dari 10 sektor yang tergabung dalam S&P 500 alami kenaikan. Satu-satunya sektor yang ditutup dengan alami penurunan hanya sektor utilities (.SPLRCU) yang alami penurunan sebesar 1,1 persen. Sektor Utilities alami tekanan karena berdasarkan data tenaga kerja untuk periode Juni, ada kemungkinan Fed akan naikkan tingkat suku bunga dan dengan tingkat suku bunga yang tinggi daya tarik deividend yield yang tinggi dari sektor ini menjadi sirna, kalah terhadap daya tarik tingkat suku bunga.

Dow Jones industrial average (.DJI) alami kenaikan sebesar 92,02 poin atau 0,54 persen menjadi 17.068,26. S&P 500 (.SPX) alami kenaikan sebesar 10,82 poin atau 0,55 persen menjadi 1.985,44.

Nasdaq Composite (.IXIC) alami kenaikan sebesar 28,19 poin atau 0,63 persen menjadi 4.485,93.

Untuk minggu ini, Dow alami kenaikan sebesar 1,3 persen , S&P 500 naik 1,25 persen dan Nasdaq naik 2 persen. Dengan kenaikan yang terjadi untuk keseluruhan minggu ini, maka secara keseluruhan Nasdaq telah alami kenaikan selama tujuh minggu dalam delapan minggu terakhir, dengan kenaikan lebih dari 10 persen dalam periode tersebut.

Caterpillar (CAT.N), alami kenaikan sebesar 1,4 persen menjadi $111,08, dan mendukung kenaikan Dow diatas level 17.000. Saham perusahaan ini merupakan komponen Dow dengan kinerja pergerakan terbaik untuk tahun ini, dimana saham ini alami kenaikan lebih dari 20 persen. Dan sejauh ini, untuk tahun 2014 saham ini sedang bergerak pada jalurnya untuk bukukan performa pergerakan terbaiknya sejak 2010.

Goldman Sachs Group (GS.N) juga menjadi salah satu komponen Dow dengan performa yang baik pada hari Kamis kemarin, dimana saham perbankan investasi ini alami kenaikan sebesar 1,5 persen menjadi $169,46 setelah Susquehanna naikkan target harga saham perusahaan ini dari $188 menjadi $193.

Pada tahun ini, Dow cenderung bergerak “underperform” dibandingkan indek saham utama Amerika lainnya, dimana indek acuan saham “blue chips” tersebut hanya naik kurang lebih sebesar 3 persen. Sedangkan S&P 500 dan Nasdaq keduanya untuk periode yang sama alami kenaikan lebih dari 7 persen.

Berdasarkan data, pada hari Kamis kemarin ada sebanyak 55 persen saham yang ditransaksikan di New York Stock Exchange yang ditutup dengan alami kenaikan, dan sebanyak 64 persen saham yang listing di Nasdaq ditutup pada teritori positip.

Volume transaksi saham tetap rendah, dimana hanya ada sebanyak 3,49 milliar lembar saham yang ditransaksikan, dibawah jumlah transaksi rata-rata harian yang mencapai 6,29 milliar.

007

Data Payroll Hijaukan Asia

Nikkei
 
Indeks Nikkei harus rela melepas kenaikan yang terjadi sehari sebelumnya. Aksi profit taking membayangi indeks Nikkei setelah pencapaian level penutupan tertingginya dalam sepekan. Penguatan yen terhadap dollar dan kehati-hatian investor jelang data payroll turut menekan sentimen. Indeks Nikkei ditutup turun 21,68 poin, atau 0,14%, ke posisi 15.348,29.

Indeks Nikkei masih berfluktuasi. Apresiasi yen dan performa Wall Street yang cukup mengesankan membuat indeks mencapai level tertingginya dalam lima bulan. Data ekonomi AS terbaru menunjukkan ketenagakerjaan di Juni tumbuh 288 ribu dari perkiraan 214 ribu. sedangkan tingkat pengangguran turun 6,1%, terendah s¬ejak September 2008. Kondisi ini menggambarkan prospek ekonomi ke depan yang cerah. Saham Sharp melonjak lebih dari 1% menyusul kabar penjualan pabrik LCD di Polandia. Sharp juga menjajaki kerjasama penjualan perlengkapan rumah tangga di Eropa dengan Vestel dari Turki. Sementara itu, saham ritel Seven & I menguat 2% setelah konsolidasi perolehan laba pada periode Maret hingga Mei.

Rekomendasi
NKI 04-07-14
NKI SIGNAL 04-07-14

Kospi
 
Indeks Kospi ditutup melemah kendati masih berada di atas level psikologis 2.000. Aksi ambil untung yang dilakukan investor institusi menjadi dari kenaikan tajam perdagangan sebelumnya, memicu pelemahan indeks.

Sementara itu, investor asing melanjutkan perburuan saham-saham lokal. Indeks Kospi ditutup turun 4,31 poin, atau 0,21%, ke posisi 2.10,97.

Indeks Kospi diperkirakan kembali bertengger akan bertahan di atas level 2.000 dengan dibuka ke level tertinggi sejak 30 Mei. Sentimen data payroll AS yang menunjukkan perbaikan mengantarkan rekor tertinggi indeks Dow Jones dan S&P 500. Sentimen positif dari data ekonomi AS diperkirakan masih menopang indeks di tengah bayang-bayang kenaikan suku bunga the Fed yang diperkirakan lebih cepat karena mempertimbangkan sektor ketenagakerjaan AS. Saham-saham unggulan menopang indeks, dimana
Samsung naik 0,4% dan LG Electronics naik 0,6%.

Rekomendasi
KSI 04-07-14
KSI SIGNAL 04-07-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng ditutup melemah kemarin setelah mengalami kenaikan tajam perdagangan sebelumnya.

Melorotnya saham Li & Fung jadi penyumbang penurunan indeks.  Investor juga mewaspadai hasil rilisan data ketenagakerjaan AS terbaru. Want Want China Holdings Ltd jatuh 3,4%. Li & Fung anjlok 10,0%. Sentimen kenaikan indeks Hang Seng masih dipengaruhi membaiknya aktivitas manfaktur China. Indeks Hang Seng ditutup turun 18,18 poin, atau 0,08%, ke posisi 23.531,44.

Sempat terkoreksi kemarin, indeks Hang Seng kini berpotensi menguat seiring kenaikan bursa regional setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan menunjukkan ekonomi yang lebih kuat.

Eforia data AS menopang indeks, meski adanya kecemasan investor akan adanya profit taking dari pencapaian rekor terbaru indeks utama Wall Street.

Rekomendasi
HSI 04-07-14
HSI SIGNAL 04-07-14

Kamis, 03 Juli 2014

Ekonomi China Belum Bebas dari Tekanan

Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan tekanan masih menjerat ekonomi meski pertumbuhan relative stabil dan indikator menunjukkan tren positif.
Li Keqiang
Padahal, aktivitas manufaktur China mencapai level tertinggi dalam enam bulan di Juni, menurut data yang diumumkan minggu ini.

Sedangkan laporan hari ini menunjukkan aktivitas sektor jasa juga semakin membaik. Semua itu menambah bukti bahwa ekonomi terbesar kedua dunia itu sedang stabilisasi berkat stimulus dari pemerintah.

Li tidak memberi detil mengenai tekanan yang dimaksud, namun ia menyorot soal keuangan pemerintah dan sulitnya bisnis mendapat pembiayaan. “Pemerintah pusat dan daerah punya dana yang melimpah, dan banyak yang menganggur sejak lama. Itu harus digunakan untuk membantu pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya dalam tulisan yang dipublikasikan di situs pemerintah.

Menurut Li, semakin sulit dan mahal untuk membiayai perusahaan saat ini. Alhasil, biaya harus dikurangi, terutama untuk UMKM.

Beijing telah mengumumkan serangkaian langkah dalam beberapa bulan terakhir untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, yang melambat ke level terendah dalam 18 bulan di kuartal pertama. Langkah itu mencakup pemangkasan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan dalam rangka mendorong perkreditan.

Semua itu dilakukan demi mencapai target pertumbuhan 7,5%.

Para pengamat mengatakan kondisi terburuk ekonomi sudah lewat berkat kebijakan yang diterapkan oleh Beijing itu, tapi memandang stimulus tambahan akan dibutuhkan di masa mendatang untuk menutupi dampak perlambatan di sektor properti, yang dianggap sebagai risiko terbesar yang mengancam pertumbuhan.

Empat Perbankan Raksasa China Bukukan Pertumbuhan Kredit RMB 289,8 Milliar

Untuk bulan Juni, secara keseluruhan pertumbuhan kredit perbankan-perbankan China daratan, khususnya 4 perbankan raksasa mereka mencapai RMB 289,8 milliar.

Pertumbuhan kredit ICBC (01398.HK), ABC (01288.HK), BANK OF CHINA (03988.HK), dan CCB (00939.HK) sebesar RMB 289,8 milliar, alami kenaikan dibandingkan Juni tahun lalu yang besarnya adalah RMB 270 milliar. Data tersebut disampaikan oleh China Business News.

Untuk keseluruhan semester pertama tahun ini, pertumbuhan kredit total yang dialami oleh 4 perbankan raksasa China sebanding dengan RMB 1,82 trillion.

Untuk periode Juni tersebut, diantara keempat perbankan raksasa China, CCB laporkan pertumbuhan kredit paling besar, yaitu RMB 116,9 milliar sedangkan yang terkecil adalah Bank of China yang bukukan kredit sebesar RMB 18,9 milliar.

UBS: Target Indek Hang Seng Terbaru 23.899

Berdasarkan hasil riset terbaru UBS, menyatakan bahwa kebijakan tingkat suku bunga acuan yang akan dikeluarkan oleh Federal Reserve Amerika akan menjadi fokus utama saham-saham Hong Kong pada semester kedua tahun ini. UBS perkirakan kenaikan tingkat suku bunga acuan yang akan dilakukan oleh Fed akan mulai di lakukan pada pertengahan tahun 2015 hingga akhir tahun 2015, dimana tingkat suku bunga Amerika akan dapat mencapai angka 1,25 persen.

UBS berdasarkan kebijakan yang akan dijalankan oleh Fed tersebut lakukan downgrade terhadap rating saham-saham Hong Kong dari Neutral menjadi Underweight, karena mereka menilai kinerja saham-saham Hong Kong akan menjadi underperform.

Target Hang Seng indek oleh UBS diturunkan dari 25.767 menjadi 23.899, yang menggambarkan perkiraan P/E satu tahun menjadi 10,1 kali.

Saham-saham yang direkomendasikan untuk pilih sebagai portofolio investasi oleh UBS termasuk diantaranya adalah AIA (01299.HK), CATHAY PAC AIR (00293.HK), CHEUNG KONG (00001.HK), CHOW TAI FOOK (01929.HK), DAH SING (00440.HK), GALAXY ENT (00027.HK), HKEX (00388.HK), HUTCHISON (00013.HK), OOIL (00316.HK), MTR CORPORATION (00066.HK), NEW WORLD DEV (00017.HK), dan SWIREPROPERTIES (01972.HK)

Emas Flat Jelang Payroll dan ECB

Emas masih bergerak flat, dan berada dekat level tertinggi tiga minggu disaat investor menunggu rilisan data ketenagakerjaan AS dan hasil rapat reguler ECB.

Data ADP Employment Change menunjukkan lapangan kerja swsta tumbuh 281.000 selama Juni. Angka besar itu, menimbulkan ekspektasi angka payroll juga akan tumbuh signifikan. Para analis sepakat payroll akan tumbuh 200.000 untuk kelima bulan berturut-turut. Bila benar, ini pertama kalinya payroll mencatat prestasi seperti itu sejak Januari 2000. Meski belum tentu mengubah prospek kebijakan moneter the Fed, data itu bisa melambungkan dollar yang kemudian memicu koreksi di emas. Tapi angka yang lebih rendah dari perkiraan masih akan mendorong harga emas.

Selain ke payroll, fokus pasar juga tertuju ke rapat ECB.  Setelah mengambil tindakan bulan lalu, ECB sepertinya tidak akan mengumumkan keputusan baru hari ini. Namun pasar akan melihat komentar mengenai beberapa hal, seperti detil program pinjaman murah dan potensi pembelian obligasi. Isu pembelian obligasi bisa melemahkan euro.

Dari sisi teknikal, trend bullish, namun harga masih gagal menembus resistance di $1332, indikator stohastic mulai dead cross di area overboought. Potensi penguatan mulai terbatas, bahkan berpeluang terkoreksi.

Kami melihat bahwa saat ini harga sedang menguji support $1320. Trend bullish jangka bisa berakhir jika support tersebut ditembus, dengan potensi koreksi lanjutan menuju kisaran $1306 – $1312. Namun, sinyal reversal ini akan gagal jika ternyata harga mampu bertahan di atas resistance terdekatnya di kisaran $1332.

Rekomendasi

gold

Dollar Reli Berkat Data ADP, Fokus ke Payroll

Dollar reli berkat data yang menunjukkan lapangan kerja swasta AS yang menunjukkan pertumbuhan terbesar dalam 1,5 tahun. Data itu menimbulkan optimisme pada laporan payroll, yang dapat mempengaruhi momentum penguatan greenback.

ADP Employment Change melaporkan lapangan kerja sektor swasta tumbuh 281.000 selama Juni setelah naik 179.000 di Mei. Angka Juni itu tidak hanya jauh lebih besar dari prediksi 200.000, tapi juga yang terbesar sejak Nopember 2012. Data itu menyusul data lainnya dari manufaktur sampai otomotif, yang mendukung pandangan ekonomi AS jauh lebih baik di kuartal kedua dari kuartal pertama.  Data itu langsung melambungkan yield obligasi As ke 2,63%, memberi dorongan ekstra ke dollar.

Data tersebut juga memberi harapan laporan payroll juga akan memperlihatkan angka yang besar nanti malam. Para analis sepakat payroll akan tumbuh 200.000 untuk kelima bulan berturut-turut. Bila benar, ini pertama kalinya payroll mencatat prestasi sepeerti itu sejak Januari 2000. Data sepertinya ini tidak akan mengubah prospek kebijakan moneter the Fed dalam waktu dekat. Namun mungkin bisa melepas dollar dari jeratan koreksi, paling tidak untuk sementara.

Indeks dollar berada di 80,02 setelah menguat 0,3% kemarin. Indeks ini sedang dalam upaya menjauhi level terendah dalam hampir dua bulan. Penutupan di atas 80,20 mungkin bisa menjaga momentum penguatan untuk selanjutnya bergerak ke 80,50. Tapi koreksi ke bawah 79,70 menjadikan dollar bearish dengan target 79,50. Terhadap yen, dollar menguat 0,2% ke 101,84 setelah menguat 0,35% kemarin. Ditutup di atas 102 bisa membawanya menuju 102,30. Atas franc, dollar diperdagangkan di 0,8892, masih terjebak di antara 0,8850 dan 0,8900.

Karena rebound dollar, euro terkoreksi menjelang hasil rapat reguler ECB. Ini adalah rapat pertama sejak ECB melonggarkan kebijakan dengan menerapkan bunga simpanan negatif. Setelah mengambil tindakan bulan lalu, ECB sepertinya tidak akan mengumumkan keputusan baru hari ini. Namun pasar akan melihat komentar mengenai beberapa hal, seperti detil program pinjaman murah dan potensi pembelian obligasi.

Pernyataan yang dovish bisa menambah tekanan ke euro, yang kini diperdagangkan di $1,3650 setelah terkoreksi 0,3% kemarin. Bila  gagal kembali ke atas $1,3670, euro terancam jatuh ke $1,3600. Bearish continuation terbentuk bila ditutup di bawah itu dengan target $1,3550. Sebaliknya, bila berhasil ke atas $1,3650, euro berpeluang menuju $1,3700. Terhadap yen, euro stabil di 139,06 dan peluang bullish terjaga selama bsia di atas MA 25.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 03-07-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 03-07-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 03-07-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 03-07-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 03-07-14

Investor Wait and See, Asia Bervariatif

TSE 10Saham Asia bergerak variatif hari ini menyusul performa Wall Street yang beragam, di tengah kehati-hatian investor menjelang hasil rapat reguler ECB dan data ketenagakerjaan AS.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang masih flat setelah menyentuh level tertinggi dalam lima tahun kemarin. Indeks Nikkei juga flat, setelah sempat menguat 0,2%. Pelemahan yen belum memberi dorongan. Indeks Kospi melemah 0,2% meski data menunjukkan cadangan devisa Korsel naik tajam. Indeks Australia ASX menguat 0,2%. Indeks Singapura STI naik 0,2%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng dibuka menguat 0,1%.

Wall Street tak banyak bergerak, dengan indeks Dow Jones dan S&P 500 berakhir hampir flat, meski data ketenagakerjaan swasta AS mengesankan. ADP melaporkan lapangan kerja swasta tumbuh 281.000 selama Juni, di atas prediksi 205.000. Tapi data itu ternyata tidak membangkitkan minat beli karena investor terpaku menunggu data payroll.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS, karena indeks utamanya sudah mencetak rekor beberapa kali. Tapi saham global sepertinya masih konsolidasi dulu, belum mengalami koreksi signifikan selama tidak ada berita yang menggemparkan. Berdasarkan proyeksi, payroll diperkirakan tumbuh 215.000 selama Juni. Tapi masih perlu dibuktikan apakah data payroll itu bagus, dan menjaga momentum penguatan, atau ternyata buruk dan memicu koreksi harga.

Pasar juga akan melihat hasil rapat reguler ECB, namun sepertinya tidak bakal ada sesuatu yang baru setelah meluncurkan serangkaian kebijakan bulan lalu. Fokusnya apakah ECB menyebut quantitative easing atau tidak.

Even Penting Hari ini, Asia Menguat Terbatas

Nikkei
 
Indeks Nikkei Indeks Nikkei masih mempertahankan lajunya dengan tutup di level tertingginya dalam sepekan berkat membaiknya sektor manufakturing AS, sehingga memberi keuntungan bagi pasar ekspor Jepang. Indeks Nikkei ditutup naik 43,77 poin, atau 0,29%, ke posisi 15.369,97, penutupan tertinggi sejak 24 Juni. Indeks dipertengahan sesi sempat mencapai 15.444,63, level tertinggi sejak 24 Januari.

Indeks Nikkei masih berfluktuasi. Apresiasi yen dan performa Wall Street yang cukup mengesankan membuat indeks mencapai level tertingginya dalam lima bulan dan kemarin berakhir di level tertinggi barunya dalam sepekan. Data ekonomi global yang tengah membaik, kini investor dicemasakan jelang rapat regular Bank Sentral Eropa (ECB) dan data ketenagakerjaan AS.  Faktor ini dapat memicu profit taking.

Rekomendasi
NKI 03-07-14
NKI SIGNAL 03-07-14

Kospi
 
Indeks Kospi catat rebound dengan kembali berada di atas 2.000, berkat data ekonomi global yang meningkatkan minat pemburuan saham. Kenaikan ini menghapus kerugian yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. Sementara, won menguat terhadap dollar ke level puncaknya dalam enam tahun. Indeks Kospi ditutup menguat 16,28 poin, atau 0,81%, ke posisi 2.015,28.

Indeks Kospi diperkirakan kembali bertengger di atas level 2.000 dan diperkirakan kembali diuji jelang data AS nanti malam. Sentimen data AS yang menunjukkan perbaikan mengantarkan rekor tertinggi indeks Dow Jones dan S&P 500. Sentimen positif dari data ekonomi AS diperkirakan masih menopang indeks di tengah bayang-bayang data payroll AS malam ini.

Rekomendasi
KSI 03-07-14
KSI SIGNAL 03-07-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng melonjak penutupan perdagangan kemarin dengan mencapai 1,5%, mengikuti jejak kenaikan indeks utama Wall Street. Selain itu, investor juga menyambut gembira serangkaian aktivitas manufaktur China, AS yang makin membaik memberi optimisme terhadap perekonomian global.

Saham-saham unggulan menguat, seperti Tencent menguat 3,89%, Galaxy Entertaiment menguat 2,15% . Indeks Hang Seng ditutup menguat 358,90 poin, atau 1,55%, ke posisi 23.549,62.

Relinya indeks Hang Seng kemarin, dalam perdagangan kali ini diperkirakan tertahan karena fokus investor terhadap rilisan nanti malam data ketenagakerjaan AS. Dengan berkaca dari bertambahnya ADP Employement Change AS di Juni sebesar 281 ribu dari estimasi 215 ribu, menjadi gambran data ketenagakerjaan nantinya.

Rekomendasi
HSI 03-07-14
HSI SIGNAL 03-07-14

Rabu, 02 Juli 2014

Nikkei Lanjutakan Gain, Kospi Rebound

South Korea MarketsSaham Asia bergerak positif hari ini menyusul hasil Wall Street yang mencetak rekor baru semalam, menyusul data ekonomi global yang membangkitkan minat pada saham.

Indeks Nikkei masih mempertahankan lajunya dengan tutup di level tertingginya dalam sepekan berkat membaiknya sektor manufakturing AS, sehingga memberi keuntungan bagi pasar ekspor Jepang.

Indeks Nikkei ditutup naik 43,77 poin, atau 0,29%, ke posisi 15.369,97, penutupan tertinggi sejak 24 Juni. Indeks dipertengahan sesi sempat mencapai 15.444,63, level tertinggi sejak 24 Januari. Sementara itu, indeks Topix naik 0,4% ke 1.280,78.

Di Korsel, indeks Kospi catat rebound dengan kembali berada di atas 2.000, berkat data ekonomi global yang meningkatkan minat pemburuan saham, sehingga menghapus kerugian yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. Sementara, won menguat terhadap dollar ke level puncaknya dalam enam tahun.

Indeks Kospi ditutup menguat 16,28 poin, atau 0,81%, ke posisi 2.015,28.

Tembus $1,71, GBP/USD Mulai Overbought?

GBP/USD meraih level tertinggi dalam 6 tahun berkat data manufaktur Inggris yang menegaskan pemulihan ekonomi di sana. Menjaga momentum adalah data perumahan yang menunjukkan kenaikan harga.
Sterling 6
GBP/USD berhasil menyentuh level tertinggi sejak 2008 setelah data yang menunjukkan aktivitas manufaktur Inggris mencapai level terbaik dalam enam bulan. Indeks PMI manufaktur naik ke 57,5 di Juni dari 57 di Mei. Pertumbuhan sektor manufaktur ini didukung oleh permintaan, seperti ditunjukkan lewat sub-indeks new orders yang mencatat kenaikan terbesar dalam delapan bulan.

Laporan hari ini menunjukkan harga rumah di Inggris mencatat kenaikan bulan lalu, berdasarkan laporan dari Nationwide.  Harga rumah naik 1%  selama Juni setelah naik 0,7% di Mei, menjadikan kenaikan tahunan 11,8%, terbesar sejak 2005. Baik data manufaktur dan perumahan menambah ekspektasi BOE bisa menaikkan suku bunganya lebih cepat dari perkiraan.

Salah satu faktor yang melambungkan sterling selama ini adalah pertumbuhan ekonomi yang di atas negara maju lainnya. Karena itu, pasar melihat BOE berpotensi menjadi bank sentral negara maju yang pertama kali menaikkan rate-nya. Sang gubernur Mark Carney memang pernah mengatakan rate bisa naik lebih cepat, namun kenaikan  dilakukan secara bertahap. Proyeksi terkini di pasar, BOE kemungkinan bisa menaikkan rate di akhir tahun.

Di saat yang sama, pasar melihat prospek kebijakan moneter the Fed tidak akan berubah dalam waktu dekat. Bahkan salah satu pejabatnya, John Williams, mengatakan suku bunga rendah mungkin diberlakukan sampai setahun lagi. Perbedaan kebijakan moneter inilah yang membuat sterling terus menguat atas dollar.

Sebagai acuan pergerakan, pasar akan melihat data ketenagakerjaan AS besok malam. Data yang menunjukkan pertumbuhan tinggi mungkin bisa memberi dorongan ke dollar. Tapi sepertinya  belum bisa mengubah arah tren. Meski demikian, perlu diwaspadai koreksi atau penyesuaian harga karena posisinya yang sudah cukup tinggi.

GBP/USD diperdagangkan di $1,7147, setelah menyentuh $1,765 kemarin. Namun pair ini sudah menguat selama lima minggu terakhir, yang membawanya ke level tertinggi sejak 2008, membuatnya rawan koreksi. Pair ini sudah terlihat mulai jenuh beli, tercermin dari RSI (14) yang sudah berada di 72. Bila ditutup di atas $1,7050 menjadi bullish continuation dengan target $1,7200. Sedangkan support di $1,7090. Penutupan di bawah itu, bisa membawa pair ini menuju $1,7050-1,7030. Tapi kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah $1,6950.

Inflow, Geopolitik Stabilkan Emas

Emas masih bertengger dekat level tertinggi tiga bulan pada perdagangan hari ini di Asia, didorong oleh inflow pada reksadana berbasis emas dalam dua hari berturut-turut.

SPDR Gold Trust, reksadanda berbasis emas terbesar dunia, mengatakan bahwa cadangannya kembali mengalami kenaikan sebesar 5,69 ton menjadi 796,39 ton pada hari Selasa. Kenaikan cadangan tersebut menunjukkan adanya perbaikan sentimen investor pada emas. Sejauh ini kenaikan emas lebih banyak dipengaruhi oleh isu geopolitik yang terjadi di Ukraina dan Irak, seningga meningkatkan minat beli safe haven.

Saat ini investor menunggu data ketengakerjaan yang akan dirilis besok, yang akan memberi petunjuk sejauh mana kekuatan ekonomi AS. Data itu juga dapat mempengaruhi pergerakan emas, yang saat ini masih ditopang oleh isu geopolitik di Irak dan Ukraina.

Militer Ukraina masih melancarkan serangkaian serangan pada basis-basis pro Rusia di wilayah tumor Ukraina. Sementara di Irak, perwakilan Suni dan Kurdi gagal mencapai kesepakatan dengan kelompok Syiah untuk mengganti perdana Menteri Nuri al-Maliki, memupuskan harapan adanya persatuan.

Dari sisi teknikal, trend masih terlihat bullish, namun beberapa indikator mulai menunjukkan sinyal reversal.

Hal ini terlihat dari indikator stochastic yang mulai overbought, candlestick doji, dan berpeluang membentuk sebuah pola evening doji star. Support terdekat saat ini berada di kisaran $1320. Sinyal negatif akan muncul jika support tersebut ditembus, dengan potensi koreksi lanjutan menuju kisaran $1306 – $1312. Namun, sinyal reversal ini akan gagal jika ternyata harga mampu bertahan di atas resistance terdekatnya di kisaran $1332.

Rekomendasi
Gold

Aussie Koreksi, Sterling Masih Berjaya

Aussie terkoreksi hari ini menyusul data perdagangan Australia yang mengecewakan setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Sedangkan sterling reli ke level tertinggi dalam lima tahun berkat data manufaktur Inggris yang mengesankan.

Aussie terkoreksi hari ini setelah data yang memperlihatkan Australia mencatat defisit sebesar A$1,91 miliar selama Mei, jauh lebih besar dari prediksi A$200 juta, setelah defisit A$112 juta di April. Para pengamat melihat penurunan ekspor dan harga komoditas menjadi faktor penyebab membengkaknya defisit. Situasi ini mengurangi optimisme pasar mengenai peforma pertumbuhan di kuartal kedua. Padahal kemarin Gubernur RBA Glenn Stevens menyampaikan pandangan yang optimis soal prospek ekonomi.

Koreksi ini datang setelah aussie berhasil menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan kemarin berkat data China. Namun koreksi ini lebih merupakan penyesuaian posisi dari penguatan yang sudah tajam. Aussie sudah menguat selama lima bulan sampai Juni. Kemarin, aussie menyentuh $0,9500 untuk pertama kalinya sejak Nopember. Namun, dengan keunggulan kebijakan moneter, tren aussie belum berubah. Aussie melemah 0,4% ke $0,9450. Penutupan di bawah support $0,9460 membuka peluang koreksi lanjutan menuju $0,9430-0,9400. Tapi kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah $0,9370.

Sterling berhasil menyentuh level tertinggi dalam lima tahun setelah data yang menunjukkan aktivitas manufaktur Inggris mencapai level terbaik dalam enam bulan. Indeks PMI manufaktur naik ke 57,5 di Juni dari 57 di Mei. Sterling diperdagangkan di $1,7147 setelah menyentuh $1,7165 kemarin. Kondisi bullish terjaga bila sterling bisa ditutup di atas $1,4150, dengan target selanjutnya $1,7180-1,7200. Sedangkan support di $1,7090, ditutup di bawah itu membuka peluang menuju $1,7050.

Sementara itu, indeks dollar tak banyak bergerak, mencoba bangkit setelah mengalami koreksi selama tiga minggu terakhir. Pergerakan dollar akan dipengaruhi data ADP Employment Change, yang diperkirakan akan menunjukkan lapangan kerja swasta tumbuh 205 ribu selama Juni. Data ini merupakan gambaran awal data payroll yang akan diumumkan besok. Pasar juga akan mencermati pidato Ketua the Fed Janet Yellen dalam acara IMF di Washington nanti malam.

Indeks dollar stagnan di 79,86, hampir mendekati 61,8% retracement dari penguatan 8 Mei-5 Juni di 79,65. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 101,58 setelah menguat 0,3% kemarin. Penutupan di atas 101,50 membuka peluang untuk melanjutkan gain menuju 102,00. Atas franc, dollar bertengger di 0,8875 , bergerak di antara 0,8850 dan 0,8900.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 02-07-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 02-07-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 02-07-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 02-07-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 02-07-14

Wall Street Cetak Rekor Baru, Asia Menghijau

JAPAN-FINANCE-ECONOMY-STOCKSSaham Asia bergerak positif hari ini menyusul hasil Wall Street yang mencetak rekor baru semalam, menyusul data ekonomi global yang membangkitkan minat pada saham.

Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,4% di Tokyo pagi ini. Indeks Nikkei menguat 0,5%, turut didukung oleh pelemahan yen. Indeks Kospi menguat 0,6%, kembali ke level 2000 didukung oleh saham blue chips. Indeks Australia ASX 200 naik 1%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng dibuka menguat 0,6%.

Wall Street reli, dengan indeks Dow Jones menguat 0,77% dan indeks S&P naik 0,67%.

Kondisi manufaktur dunia membaik, seperti ditunjukkan lewat indeks PMI. Berbagai indikator manufaktur dari China, Jepang, Inggris dan AS menunjukkan peningkatan produksi. Indeks ISM manufaktur AS sedikit turun ke 55,3 di Juni dari 55,4 di Mei. Tapi sub-indeks new orders melonjak, indikasi banyaknya permintaan.

Banyak fund manager mengalihkan dana dari obligasi AS ke saham di awal semester kedua ini. Hal ini terjadi karena munculnya pandangan bahwa kebijakan the Fed tidak akan berubah dalam waktu dekat. Dalam arti prospek pengetatan kebijakan masih jauh. Alhasil, mereka memanfaatkan momen ini untuk mencari return lebih tinggi di saham.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS, karena indeks utamanya sudah mencetak rekor beberapa kali. Tapi saham global sepertinya masih konsolidasi dulu, belum mengalami koreksi signifikan selama tidak ada berita yang menggemparkan. Nanti malam, ada data ADP Employment Change, yang merupakan gambaran awal data payroll Jumat nanti. Selain itu, Ketua the Fed Janet Yellen akan berpidato di Washington.

Asia Terdongkrak Relinya Wall Street

Nikkei
 
Indeks Nikkei catat kenaikan kemarin berkat pelemahan yen terhadap dollar yang dikombinasikan dengan prospek investasi bisnis yang cerah, dimana ini terlihat dari aktivitas manufaktur China yang tidak mengalami kontraksi dan juga survey bisnis Tankan. Indeks Nikkei ditutup naik 164,10 poin, atau 1,08%, ke posisi 15.326,20.

Indeks Nikkei masih berfluktuasi. Apresiasi yen dan performa Wall Street yang cukup mengesankan membuat indeks mencapai level tertingginya dalam lima bulan. Bersamaan dengan reaksi positif investor atas aktivitas manufaktur China. Kabar baik muncul dari Jepang menyusul kenaikan upah pekerja di Mei sebesar 0,2%. Kenaikan upah ini untuk kali pertama dalam dua tahun terakhir, sebagai tanda kebijakan stimulus Perdana Menteri Abe tengah membuahkan hasil.

Rekomendasi
NKI 02-07-14
NKI SIGNAL 02-07-14

Kospi
 
Indeks Kospi mengalami penurunan perdagangan kemarin menyusul pelepasan saham yang dilakukan investor instituasi setelah berakhirnya pembelian di penutupan kuartal kedua sehari sebelumnya.  Indeks Kospi ditutup turun 3,21 poin, atau 0,16%, ke posisi 1.999,00.

Indeks Kospi diperkirakan kembali bertengger di atas level 2.000, di tengah pencapaian rekor tertinggi indeks Dow Jones dan S&P 500. Investor melakukan perburuan saham-saham unggulan menyusul ekonomi global yang menunjukkan perbaikan, setelah aktivitas manufaktur AS di Juni mencapai level tertingginya dalam empat tahun. Penjualan mobil AS di Juni yang melonjak dalam 8 tahun terakhir, diperkirakan berimbas pada saham terkait di Korsel.

Rekomendasi
KSI 02-07-14
KSI SIGNAL 02-07-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng ditutup melemah diawal perdagangan pekan ini. Disamping itu fluktuasi indeks cukup besar kemarin keluar masuk zona hijau dan negatif, sempat diawal perdagangan menguat tapi di pertengahan sesi mengalami aksi jual namun kembali aksi bargin hunting memangkas kejatuhan itu. Indeks Hang Seng ditutup turun 30,80 poin, atau 0,13%, ke posisi 23.190,72. Bursa Hong Kong hari selasa tutup karena libur nasional.

Indeks Hang Seng yang kembali dibuka hari ini diperkirakan akan mengikuti jejak kenaikan bursa regional, menyusul reli indeks utama Wall Street. Selain itu, investor juga akan bereaksi Indeks PMI manufaktur China versi pemerintah naik ke 51,0 di Juni dari 50,8 di Mei sesuai prediksi, serta angka final indeks PMI versi HSBC yang turun 50,7 dari perkiraan dan data sebelumnya 50,8.

Rekomendasi
HSI 02-07-14
HSI SIGNAL 02-07-14

Selasa, 01 Juli 2014

AUD/USD Reli Berkat RBA, Data China

AUD/USD berhasil menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan setelah RBA mempertahankan suku bunganya dan menyampaikan pernyataan yang optimis mengenai prospek ekonomi domestik. Selain itu, penguatan juag didorong oleh data manufaktur China yang menunjukkan stabilisasi.
Aussie
Pasca rapatnya, RBA mempertahankan rate-nya di 2,50%, dengan kembali mengulang periode stabilisas suku bunga. RBA berpandangan bahwa data ekonomi terbaru memperlihatkan perbaikan tahun ini, yang didukung oleh pertumbuhan ekspor dan pembelanjaan konsumen. Namun belanja pemerintah diperkirakan berkurang karena konsolidasi fiskal.

Alhasil, meski membaik, pertumbuhan masih di bawah tren di tahun berjalan. Isi pernyataan itu ternyata tidak se-dovish yang dikira.

Dorongan untuk aussie juga datang dari data manufaktur China. Indeks PMI manufaktur versi pemerintah, indikator acuan aktivitas industri, naik ke 51 di Juni dari 5,8 di Mei. Secara terpisah, angka indeks PMI manufaktur versi HSBC untuk Juni direvisi menjadi 50,7 dari 50,8. Tapi angka itu tetap naik dari 49,4 di Mei. Sebagai mitra dagang terbesar Australia, perkembangan ekonomi China sangat mempengaruhi performa aussie.

Di saat yang sama, dollar tertekan oleh pernyataan dari Presiden the Fed distrik San Fransisco John Williams yang mengatakan pihaknya mungkin harus memberlakukan suku bunga rendah setahun lagi, meski ekonomi terus pulih. Padahal pending home sales mencatat kenaikan besar, tumbuh 6,1% selama Mei, di atas prediksi 1,5%.

Untuk besok, pergerakan AUD/USD akan dipengaruhi oleh data neraca perdagangan Australia, yang diperhatikan untuk melihat sejauh mana pertumbuhan ekspor. Ketenagakerjaan swasta AS, atau ADP Employment Change, yang merupakan gambaran awal data payroll yang akan diumumkan Jumat nanti.

AUD/USD menguat 0,4% ke $0,9450, dengan berhasil menyentuh $0,9460 atau tertinggi sejak April, yang merupakan level resistance. Bila ditutup di atas itu, menjadi bullish continuation dengan target selanjutnya di $0,9500. Sedangkan support di $0,9400 tapi kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah $0,9350.

Permintaan Meningkat, Manufaktur China Stabil

Hasil survei menunjukkan aktivitas manufaktur China relatif stabil selama bulan lalu, didorong oleh peningkatan permintaan. Hal ini mengindikasikan stimulus yang diberikan pemerintah mulai membuahkan hasil.
china manufactur
Indeks PMI manufaktur versi pemerintah, indikator acuan aktivitas industri, naik ke 51 di Juni dari 5,8 di Mei. Kenaikan ini terjadi berkat peningkatan permintaan, baik domestik maupun ekspor, yang mendorong produksi. Secara terpisah, angka indeks PMI manufaktur versi HSBC untuk Juni direvisi menjadi 50,7 dari 50,8. Tapi angka itu tetap naik dari 49,4 di Mei.

Angka di atas 50 berarti pertumbuhan, di bawah itu menandakan kontraksi. Indikator versi pemerintah mensurvei perkembangan pada perusahaan besar.  Sedangkan versi HSBC mengukur aktivitas pada industri UMKM. Kenaikan dua indikator itu datang menyusul data lainnya yang menunjukkan perbaikan ekspor, output industri dan penjualan ritel.

Meski demikian, masih belum jelas apakah perbaikan di sektor manufaktur ini bisa menutupi lesunya sektor properti, yang juga menjadi mesin pertumbuhan penting. Kemarin, hasil survei menunjukkan harga rumah turun untuk kedua bulan berturut-turut. Menurut ekonom dari JPMorgan, kondisi akan membaik di kuartal kedua,  tapi  masih menjadi tantangan untuk bisa mencapai target pertumbuhan 7,5%.

Menurut banyak ekonom, pertumbuhan ekonomi melambat di semester pertama.  Beijing memang meluncurkan berbagai langkah untuk merangsang pertumbuhan, seperti proyek infrastruktur, insentif pajak dan memangkas Giro Wajib Minimum (GWM). Meski langkah itu terlihat membantu ekonomi, para ekonom masih ragu Beijing bisa mencapai target pertumbuhan itu tanpa stimulus tambahan. “Sektor properti masih menjadi risiko terbesar, terutama di kota besar,” kata Zhou Hao, ekonom dari ANZ dikutip oleh WSJ.

Dollar, Irak Dorong Penguatan Emas

Emas diperdagangkan dekat level tertinggi 2 ½ bulan pada perdagangan hari ini di Asia karena pelemhan mata uang dollar serta meningkatnya ketegangan di Irak, mendorong permintaan safe haven.

Mata uang dollar anjlok ke level terendah tujuh minggu terhadap mata uang utama lainnya dikarenakan oleh serangkaian data AS yang beragam menimbulkan keraguan terhadap pemulihan ekonomi AS.

Selain itu, kenaikan emas juga didorong oleh meningkatnya permintaan safe haven menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Tentara Irak memerangi kelompok teroris pecahan al Qaeda di kota Tikrit pada Senin setelah mendeklarasikan pemimpin mereka sebagai khalifah di wilayah Irak dan Surih yang mereka rebut.

Mencerminkan perbaikan sentimen investor pada emas, cadangan di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas terbesar dunia, mengalami kenaikan 5,68 ton menjadi 790,70 ton pada hari Senin, kenaikan tertinggi dalam sebulan.

Dari sisi teknikal, harga terlihat mampu ditutup di atas resistance $1325 dengan membentuk sebuah pola bullish di candlestick. Hal ini mengindikasika bahwa kenaikan emas masih bisa berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di kisaran $1335 – $1343. Namun, perlu diwaspadai pula bahwa indikator stochastic yang sudah overbought. Hal ini memungkinkan harga sewaktu-waktu untuk mengalami koreksi. Support terdekat saat ini berada di kisaran $1320. Sinyal negatif akan muncul jika support tersebut ditembus, dengan potensi koreksi lanjutan menuju kisaran $1306 – $1312.  

Rekomendasi

ScreenHunter_03 Jul. 01 12.29

Aussie Stabil, Dollar Masih Koreksi

Aussie stabil hari ini menyusul data ekonomi China dan menjelang hasil rapat reguler RBA. Sedangkan dollar terdampar di level terendah dalam tujuh minggu terakhir, melanjutkan koreksinya akibat pernyataan pejabat the Fed.

Aussie stabil setelah data manufaktur China menunjukkan stabilisasi. Kedua versi indeks PMI manufaktur negara itu masih dalam area 50an, yang berarti masih dalam kondisi tumbuh. Aktivitas manufaktur mencatat performa terbaiknya tahun ini selama Juni, menambah kelegaan mengenai prospek ekonomi China.  Data ini menjaga kestabilan aussie, meski tidak mengalami penguatan yang signifikan.

Sepertinya pasar belum bersedia menggerakan aussie sebelum mendapat hasil rapat RBA, yang kemungkinan akan mempertahankan suku bunganya di 2,50%. Dalam rapat-rapat sebelumnya, RBA selalu mengatakan ini periode stabilisasi suku bunga, pasar ingin melihat apakah itu diulang lagi. Tapi pasar juga ingin mengetahui penilaian dan proyeksi ekonomi terbaru dari RBA. Bila RBA menyampaikan proyeksi yang hati-hati, aussie bisa terkoreksi. Pandangan yang optimis bisa menjaga trennya.

Namun perlu diwaspadai komentar RBA mengenai apresiasi nilai tukar. Aussie diperdagangkan di $0,9417, masih berkonsolidasi di antara $0,9400 dan $0,9460. Aussie terus berupaya menembus level resistance itu selama tiga minggu terakhir. Itu merupakan level tertinggi tahun ini yang pernah dicapai 10 April. Bila tembus level itu, aussie akan menguji $0,95. Sebaliknya bila jatuh ke bawah $0,9400, aussie terancam menuju $0,9350-0,9330.

Beralih ke dollar, mata uang AS itu masih terkoreksi meski data perumahan mengesankan. Koreksi dollar berlanjut setelah Presiden the Fed distrik San Fransisco John Williams mengatakan pihaknya mungkin harus memberlakukan suku bunga rendah setahun lagi, meski ekonomi terus pulih. Padahal pending home sales mencatat kenaikan besar, tumbuh 6,1% selama Mei, di atas prediksi 1,5%. Untuk nanti malam, ada data indeks manufaktur ISM.

Dollar masih menjalani fase koreksi,  seperti yang ditunjukkan lewat indeksnya. Dalam perdagangan di Asia, indeks dollar berada di 79,85 setelah jatuh 0,8% kemarin. Kejatuhan itu membawa indeks itu mendekati 61,8% retracement dari penguatan 8 Mei-5 Juni di 79,73. Penutupan di bawah itu, bisa membawa indeks menuju 79,50. Terhadap yen,  dollar menguat 0,3% ke 101,48 setelah jatuh ke level terendah sejak 21 Mei.

Atas franc, dollar diperdagangkan di 0,8870, yang merupakan 50% retracement penguatan 8 Mei-5 Juni.

Bila ditutup di bawah 0,8850, dollar kemungkinan menuju 61,8% di 0,8830.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 01-07-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 01-07-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 01-07-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 01-07-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 01-07-14