BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Jumat, 08 Agustus 2014

Khawatir Perlambatan Ekonomi Global, Asia Terkapar

Nikkei
 
Indeks Nikkei akhiri kejatuhan dalam lima sesi perdagangan beruntunnya kemarin, setelah sebuah sumber mengatakan kepada Reuters mengatakan bahwa dana pensiun Jepang berencana akan beinvestasi dalam jumlah besar pada saham lokal. Indeks Nikkei ditutup naik 72,58 poin, atau 0,48%, ke posisi 15.232,37, setelah sempat jatuh ke 15.061,99 terendah sejak 30 Juni akibat penguatan yen dan kecemasan geopolitik.

Indeks Nikkei melanjutkan kejatuhannya dengan mendekati level terendahnya dalam sebulan terakhir.

Penguatan yen dan kembali jatuhnya Wall Street jadi pemicu. Faktor penopang indeks rencana dana pensiun pemerintah Jepang, yang terbesar di dunia, untuk mengalokasikan dananya sebesar $ 1,24 triliun atau lebih dari 20% dana ke saham lokal dibandingkan dengan saat ini 12,0%, diperkirakan bisa membatasi kejatuhan.

Rekomendasi
NKI 08-08-14
HSI SIGNAL 08-08-14

Kospi
 
Aksi profit masih melanda indeks Kospi kemarin. Serangkaian sentimen negatif masih menghampiri indeks, dimana perubahan aturan pajak korporat baru serta meningkatnya kecemasan antara Rusia dan Ukraina yang membuat investor enggan banyak bertransaksi. Indeks Kospi ditutup turun 6,22 poin, atau 0,30%, ke posisi 2.054,51.

Indeks Kospi belum bisa beranjak dari zona negatif hari ini, investor tidak bereaksi besar atas keputusan pemerintah Korsel yang mengumumkan kebijakan pajak baru kemarin. Korsel merevisi pajak termasuk rencana menurunkan tarif pajak atas pendapatan dividen.  Bursa AS kembali tertekan karena kecemasan perlambatan ekonomi global karena gejolak politik Ukraina dan Timur Tengah.

Rekomendasi
KSI 08-08-14
KSI SIGNAL 08-08-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng berakhir mendekati level terendahnya dalam dua pekan menyusul jatuhnya saham perjudian Makau karena pendapatan selama Juli yang mengecewakan.  Saham-saham perjudian rontok setelah Deutche Bank yang menurunkan proyeksi laba tahunan dan kuartal ketiga sektor itu tahun ini. Hal ini dipicu karena banyak tempat perjudian baru sehingga mempengaruhi perolehan pendapatan. Indeks Hang Seng ditutup turun 196,57 poin, atau 0,80%, ke posisi 24387,56.

Sentimen global kembali rapuh karena kecemasan investor terhadap eskalasi ketegangan Rusia dan Ukraina.

Faktor ini yang menekan bursa utama Asia dan diperkirakan pengaruhi indeks Hang Seng. Dengan lewatnya musim laporan keuangan, pasar mulai kehilangan acuan pergerakan. Kondisi di regional juga tidak jauh berbeda, dengan isu utama ekonomi China.

Rekomendasi
HSI 08-08-14
HSI SIGNAL 08-08-14

Kamis, 07 Agustus 2014

General Motors Kembali Me-recall Produknya Di Pasar AS

General Motors Co (NYSE;GM) diperkirakan akan me-recall produknya yang telah masuk ke pasar atau yang telah dibeli oleh konsumen sejumlah 26 juta kendaraan, itu hanya di pasar AS saja. Penarikan produk tersebut berkaitan dengan masalah pengapian dan saklar kontak yang cacat pada produknya. Setidaknya sudah ada 13 korban kematian yang disebabkan oleh produk dari GM itu, dan telah menjadi sentimen negatif di pasar saham, terutama untuk saham-saham perusahaan di sektor otomotif. MarketWatch menganalisis data recall untuk kendaraan dan produk otomotif lainnya yang dikumpulkan oleh the National Highway Traffic Safety Administration sampai dengan 3 Agustus 2014. Sudah 10 perusahaan otomotif terkemuka di dunia yang produknya sudah masuk pasar otomotif AS selama tahun 2013 sampai saat ini yang dianalisa, menurut motor Intelligence.
GM  
Bila dibandingkan dengan data di tahun 2004, analisa dari MarketWatch menemukan hampir 94% dari semua merk kendaraan yang beredar di AS akan di-recall, dan diproduksi oleh 10 perusahaan tersebut (General Motors, Ford, Toyota, Chrysler, Honda, Nissan, Hyundai, KIA, Volkswagen, dan Subaru) dan mereka semua sudah memproduksi 92% untuk pasar AS saja.  

GM memimpin dengan margin jumlah penarikan produk yang besar. Tapi apa yang mengejutkan, dari sudut pandang statistik, adalah penarikan di tahun 2014 ini lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. GM menyumbang 26%, Ford 19% dan Toyota 13% dari jumlah keseluruhan penarikan kendaraan di pasar AS, dan menurut para analis ada sekitar 44 juta kendaraan yang akan ditarik. Isu produk re-call tersebut sudah menjadi sentimen utama pergerakan saham-saham perusahaan otomotif AS yang terlihat jelas buktinya pada pergerakan saham-sahamnya di lantai bursa, seperti saham General Motors Co (NYSE;GM) yang sampai pada penutupan kemarin di posisi $33,36 masih berada di zona area terendahnya dalam 52 pekan sesi perdagangan yaitu $31,70 dan tertingginya di area $41,85. Menurut banyak analis tekanan ini akan terus menjadi sentimen utama sampai dengan kuartal ketiga ini berakhir.

Safe Haven Mencuat, Emas Kembali Bersinar

Harga emas kokoh bertahan di atas $1300 berkat permintaan safe haven ditengah memanasnya isu geopolitik di Ukraina.

Ketegangan politik antara Rusia dan Barat terkait kedaulatan Ukraina semakin panas. Situasi memburuk setelah Rusia melarang impor pangan dari AS dan Uni Eropa, sebagai balasan atas sanksi yang diterapkan keduanya setelah Rusia menempatkan 20.000 pasukan dekat perbatasan Ukraina. Meski potensi invasi belum besar, investor mencemaskan implikasi saling lempar sanksi terhadap ekonomi kawasan.

Memanasnya konflik di Ukraina memicu aksi hindar resiko, dimana bursa saham berjatuhan, beralih ke logam mulia atau obligasi. Emas seringkali dipandang sebagai investasi alternatif di luar saham ditengah ketidakpastian ekonomi dan geoplitik. Di tahun ini, harga emas sudah menguat sekitar 8% karena fakor geopolitik.

Namun, kenaikan emas ini tidak disertai dengan minat investasi yang masih rendah. Hal ini tercermin dari cadangan di SPDR Gold Trust, Reksadana berbasis emas terbesar dunia, yang mengalami penurunan 2,4 ton menjadi 797,65 kemarin.

SedanGkan dari sisi teknikal, trend jangka pendek mulai berbalik bullish seiring dengan ditembusmya resistance di $1297. Indikator stochastic mulai terlihat golden cross, mendukung kenaikan kenaikan lanjutan.

Harga saat ini akan menguji resistance di $1312. Jika ditembus, maka kenaikan bisa berlanjut menuju kisaran $1320 – $1328.

Sementara itu, sinyal negatif, akan kembali muncul jika harga kemudian berbalik turun di bawah support $1297 (sebelumnya resistance).

Rekomendasi
rekom

Sempat Reli, Dollar Koreksi Akibat Profit Taking

Dollar terkoreksi menyusul aksi profit taking setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam sembilan bulan di tengah minimnya aktivitas perdagangan dan sentimen baru. Sedangkan euro terjungkal ke level terendah dalam sembilan bulan menjelang hasil rapat reguler ECB.

Dalam enam minggu terakhir dollar mendapat dorongan dari ketegangan politik antara Rusia dan Barat terkait kedaulatan Ukraina. Namun dollar terus tertekan terhadap yen, yang juga terangkat karena isu geopolitik itu. Penguatan dollar kemarin terjadi setelah Rusia melarang impor pangan dari AS dan Uni Eropa, sebagai balasan atas sanksi yang diterapkan keduanya setelah Rusia menempatkan 20.000 pasukan dekat perbatasan Ukraina.

Selain isu geopolitik,  data ekonomi AS juga menjadi faktor yang melambungkan dollar. Terakhir, data aktivitas sektor jasa yang menunjukkan level tertinggi sejak menegaskan pemulihan yang solid. Namun dollar terkoreksi meski tidak ada berita pemicunya, para pengamat melihat ini lebih sekedar aksi ambil untung.

Selain itu, belum adanya perubahan prospek kebijakan moneter the Fed mulia menghambat laju greenback.

Indeks dollar berada di 81,41 setelah koreksi 0,3% kemarin  meski sempat menyentuh 81,76 atau tertinggi sejak September 2013. Indeks tersebut kini bergerak dalam range 81,25 dan 81,65. Tapi kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 80,85. Terhadap franc, dollar diperdagangkan di 0,9075 setelah menyentuh 0,9116. Dollar masih bergerak dalam kisaran 0,9030 dan 0,9100. Atas yen, dollar menguat 0,2% ke 102,20 setelah jatuh 0,6% kemarin. Meski masih di atas MA 25, karena kejatuhan itu, kini dollar bergerak dalam range 101,90 dan 102,30.

Beralih ke euro, mata uang tunggal Eropa itu tertekan di tengah isu geopolitik di Ukraina. Ada kekhawatiran apa yang terjadi antara Rusia dan Barat dapat mempengaruhi ekonomi kawasan. Euro sudah menyentuh level terendah dalam sembilan bulan dan beberapa indikator menunjukkan jenuh jual. Pergerakannya bergantung pada apa yang akan disampaikan ECB malam nanti pasca rapat regulernya. Euro diperdagangkan di $1,3387 setelah jatuh sampai $1,3333. Euro bergerak dalam range $1,3360 dan $1,3430. Tapi bila bisa melewati MA 10 $1,3412 bisa membuka peluang retracement.

Sterling bertengger di $1,6857, berusaha  bangkit dari level terendah dalam tujuh minggu $1,6816.

Pergerakannya bergantung pada apa yang akan disampaikan oleh BOE pasca rapat regulernya. Pasar ingin melihat apakah BOE masih membuka peluang kenaikan rate lebih cepat. Tanpa didukung prospek itu, sulit bagi sterling untuk bangkit. Support berada di $1,6785 dan resistance di $1,6900. Tapi kondisi bullish baru bisa diraih bila ditutup di atas $1,6950.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 07-08-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 07-08-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 07-08-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 07-08-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 07-08-14

Regional Terus Menekan, IHSG Terkena Imbas

Kenaikan tipis 13,87 poin (+0,08 persen) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial belum mampu memberikan sentimen positif pada pergerakan indeks di kawasan regional Asia.  Ineks Hang Seng masih running dengan koreksi sekitar 0,5 persen, sedangkan Strait Times running dengan koreksi sekitar 0,3 persen.

Sentimen negatif pada Bursa Asia ini diperkirakan masih akan terus menekan pergerakan IHSG yang kemarin ditutup dengan signal negatif setelah gagal bertahan diatas suport pertama di 5090.  IHSG hari ini diperkirakan bergerak flat turun pada kisaran 5015 – 5085.  Hanya penutupan diatas 5085 yang akan memberikan sentimen positif pada pergerakan IHSG.

Belum adanya sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri memang membuat IHSG lebih cenderung untuk melakukan konsolidasi selama bulan Agustus ini.  Pemodal sebaiknya hanya dalam posisi trading. 

Positioning untuk jangka menengah, sebaiknya tetap dilakukan ketika IHSG sudah berada dibawah level psikologis 5000.

Global Outlook
 
Saham Asia bergerak variatif hari ini menyusul hasil Wall Street yang flat, di tengah minimnya katalis baru.

Selain itu, isu geopolitik Ukraina semakin mengurangi minat beli.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang masih flat. Indeks Nikkei Nikkei melemah 0,18%, turut ditekan oleh penguatan yen. Indeks Kospi melemah 0,1% menyusul aturan pajak korporat baru. Indeks SIngapura STI turun 0,21%. Indeks Hang Seng melemah 0,4%. Kondisi ini terjadi setelah Wall Street berakhir flat semalam.

Pada dasarnya saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS, di mana indeks utama sudah mencetak rekor beberapa kali sepanjang tahun ini.  Dengan lewatnya musim laporan keuangan, pasar mulai kehilangan acuan pergerakan. Kondisi di regional juga tidak jauh berbeda, dengan beberapa indeks utamanya sudah mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Saham global tertekan oleh ketegangan antara Rusia dan Barat, di mana kedua pihak saling melemparkan sanksi menyusul langkah Kremlin mengerahkan 20.000 pasukan di perbatasan Ukraina. Meski risiko invasi masih kecil, situasi ini membuat investor enggan bertransaksi.

Even penting terjadwal hari ini adalah hasil rapat reguler BOE dan ECB, yang diperkirakan tidak ada sesuatu yang baru. Tapi pernyataan kedua bank sentral layak disimak. Pasar ingin mengetahui apa yang disampaikan Gubernur BOE Mark Carney soal ekonomi dan prospek kebijakan ke depan.  Soal ECB, pasar ingin mendengar apa pandangan Presiden Mario Draghi soal peluang QE dan stabiltas finansial menyusul masalah perbankan di Portugal.

Review IHSG
 
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahanna akibat larinya dana asing dari lantai bursa. Pada penutupan perdagangan, Rabu (06/08/2014), IHSG anjlok 50,86 poin (1,00%) ke level 5.058,2327.

Tidak ada sentimen positif di pasar, baik dari regional maupun domestik. Mayoritas bursa regional tumbang akibat kekhawatiran memanasnya konflik di Ukraina serta jalur Gaza. Di saat yang sama, mereka juga melihat permasalahan pasca pemilu, turut menghalangi minat beli, seperti gugatan kubu Prabowo-Hatta di MK. Mereka juga menunggu lebih jelas gambaran isu kabinet pemerintahan Joko Widodo, untuk menilai arah kebijakan ekonomi ke depan.

Hanya satu sektor yang berhasil menguat, yaitu sektor perkebunan yang naik 0,88%. Sedangkan sembilan sektor lainnya melemah. Penurunan terdalam dialami sektor aneka industri yaitu 1,86%.

Saham-saham yang naik di antaranya adalah Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 27.900, Mayora (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 29.950, Asahimas (AMFG) naik Rp 400 ke Rp 8.400, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 375 ke Rp 26.650.

Sementara saham-saham yang turun antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 68.500, Inti Agri (IKKP) turun Rp 325 ke Rp 1.275, Tower Bersama (TBIG) turun Rp 325 ke Rp 8.400, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 54.300.

Ulasan Teknikal
 
IHSG
IHSG
 
IHSG ditutup di bawah MA 10 dengan membentuk pola bearish di candlestick, indikasi bahwa trend jangka pendek mulai bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga mulai menunjukkan sinyal reversal, mendukung penurunan lanjutan. Untuk saat ini IHSG masih tertahan pada support terdekatnya di 5.050.Jika ditembus, maka support berikuntya akan muncul di kisaran 4.999. Sedangkan sinyal positif akan muncul jika IHSG kembali bergerak di atas 5.085.Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.025 – 5.085.

R3    5,114
R2    5,100
R1    5,079
Pivot    5,064.88
S1    5,044
S2    5,030
S3    5,009

Stock Pick
 
JSMR
JSMR
 
Harga mulai bergerak di bawah MA 10, indikasi trend jangka pendek bearish. Indikator RSI serta stochastic juga mulai memperlihatkan sinyal reversal, mendukung penurunan lanjutan. Saat ini harga masih tertahan di support Fibonacci retracement 38.2%. Jika ditembus, penurunan bisa berlanjut ke area Fibonacci retracement 50% di kisaran 6.200.
 
Rekomendasi     : Buy on Weakness@6.200, stop loss 6.050, target 6.450
 
Support                  : 6.200, 6.050
Resistance            : 6.450, 6.625

TLKM
TLKM
 
Harga turun setelah gagal bertahan di atas resistance 2.710. Candlestick mulai menunjukkan sinyal reversal setelah membentuk evening doji star, begitu pula dengan indikator stochastic yang berpeluang dead cross di area overbought. Harga sepertinya akan menguji support trend line di kisaran 2.605.
 
Rekomendasi     : Buy on weakness@2.605, stop loss breakout 2.590, target 2.710
 
Support                  : 2.605, 2.590
Resistance            : 2.710, 2.725

Rekomendasi
 
Stock Screener
SS

Isu Geopolitik Semakin Menghantui, Asia Terjerembab

TSE 42Saham Asia bergerak variatif hari ini menyusul hasil Wall Street yang flat, di tengah minimnya katalis baru. Selain itu, isu geopolitik Ukraina semakin mengurangi minat beli. 

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang masih flat. Indeks Nikkei Nikkei melemah 0,18%, turut ditekan oleh penguatan yen. Indeks Kospi melemah 0,1% menyusul aturan pajak korporat baru. Indeks SIngapura STI turun 0,21%. Indeks Hang Seng melemah 0,4%.

Kondisi ini terjadi setelah Wall Street berakhir flat semalam.

Pada dasarnya saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS, di mana indeks utama sudah mencetak rekor beberapa kali sepanjang tahun ini.  Dengan lewatnya musim laporan keuangan, pasar mulai kehilangan acuan pergerakan. Kondisi di regional juga tidak jauh berbeda, dengan beberapa indeks utamanya sudah mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Saham global tertekan oleh ketegangan antara Rusia dan Barat, di mana kedua pihak saling melemparkan sanksi menyusul langkah Kremlin mengerahkan 20.000 pasukan di perbatasan Ukraina. Meski risiko invasi masih kecil, situasi ini membuat investor enggan bertransaksi.

Even penting terjadwal hari ini adalah hasil rapat reguler BOE dan ECB, yang diperkirakan tidak ada sesuatu yang baru. Tapi pernyataan kedua bank sentral layak disimak. Pasar ingin mengetahui apa yang disampaikan Gubernur BOE Mark Carney soal ekonomi dan prospek kebijakan ke depan.  Soal ECB, pasar ingin mendengar apa pandangan Presiden Mario Draghi soal peluang QE dan stabiltas finansial menyusul masalah perbankan di Portugal.

Asia Masih Dilanda Profit Taking

Nikkei
 
Indeks Nikkei melanjutkan penurunannya untuk kelime kalinya secara beruntun kemarin, dimana indeks berakhir di level terendahnya dalam 2,5 pekan. Tekanan dipicu jatuhnya saham Softbank Corp setelah anak perusahaan di AS Sprint Corp gagal mengakuisisi T-Mobile U.S Inc. Faktor lain yang menekan karena kecemasan investor atas meningkatnya ketegangan di Ukraina Indeks Nikkei ditutup turun 160,52 poin, atau 1,05%, ke posisi 15.159,79, terendah sejak 24 Juli.

Indeks Nikkei melanjutkan kejatuhannya dengan mendekati level terendahnya dalam sebulan terakhir.

Penurunan ini untuk kali keenam. Penguatan yen yang berada di 102,11 terhadap dollar membuat saham-saham berbasis ekspor tertekan. Sementara itu, Softbank Corp pagi ini telah jatuh 1,0% setelah sebelumnya anjlok lebih dari 3,0%.

Rekomendasi
NKI 07-08-14
NKI SIGNAL 07-08-14

Kospi
 
Indeks Kospi berakhir di zona merah karena aksi ambil untung investor untuk menjauhi aset-aset berisiko, bersamaan dengan kecemasan investor akan eskalasi ketegangan Rusia dan Ukraina. Faktor ini yang mendorong investor melakukan aksi profit taking setelah mengalami kenaikan baru-baru ini. Indeks Kospi ditutup turun 5,53 poin, atau 0,26%, ke posisi 2.060,73.

Indeks Kospi belum bisa beranjak dari zona negatif hari ini, investor tidak bereaksi besar atas keputusan pemerintah Korsel yang mengumumkan kebijakan pajak baru kemarin. Korsel merevisi pajak termasuk rencana menurunkan tarif pajak atas pendapatan dividen.  Bursa AS semalam catat rebound, tapi sentimen negatif lokal masih membayangi salah satu kenaikan tajam indeks Kospi sebelumnya yang dapat memicu profit taking.

Rekomendasi
KSI 07-08-14
KSI SIGNAL 07-08-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng terkoreksi kemarin karena aksi ambil untung investor terhadap saham-saham unggulan dan juga merosotnya kinerja indeks utama Wall Street. Kalangan analis menilai koreksi indeks masih normal setelah kenaikan tajam sebelumnya, ditambah berita negatif yang mempunyai pengaruh besar belum ada. Indeks Hang Seng ditutup turun 64,13 poin, atau 0,26%, ke posisi 24.584,13.

Sentimen global kembali rapuh karena kecemasan investor terhadap eskalasi ketegangan Rusia dan Ukraina.

Faktor ini yang menekan bursa utama Asia dan diperkirakan pengaruhi indeks Hang Seng. Dengan lewatnya musim laporan keuangan, pasar mulai kehilangan acuan pergerakan. Kondisi di regional juga tidak jauh berbeda, dengan isu utama perkembangan ekonomi China turut mempengaruhinya dan rapat BOE dan ECB sore nanti.

Rekomendasi
HSI 07-08-14
HSI SIGNAL 07-08-14

Rabu, 06 Agustus 2014

Penguatan Dollar Batasi Kenaikan Emas

Harga emas menguat pada perdagangan hari ini di tengah aksi hindar resiko seiring dengan memanasnya ketegangan di Ukraina yang memicu koreksi bursa saham global.

Mayoritas bursa saham Asia berjatuhan hari ini, sementara mata uang dollar AS masih bertahan dekat level tertinggi 11 bulan.

Ada berita sekitar 20.000 pasukan Rusia menggelar latihan perang dekat perbatasan Ukraina, menambah ketegangan di kawasan. Ada kekhawatiran Rusia berencana menginvasi Ukraina. Menlu Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan Rusia ingin memberi tekanan atau menyerang Ukraina.

Sementara itu, Penguatan dollar terjadi berkat data yang menunjukkan sektor jasa AS semakin menggeliat, pertanda solidnya pemulihan ekonomi. Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks sektor jasanya naik ke 58,7 di Juli dari 56,0 di Juni. Angka itu lebih tinggi dari prediksi 56,5 dai yang tertinggi sejak Desember 2005.

Krisis Geopolitik masih menjadi faktor yang mendorong harga emas. Namun, penguatan dollar yang kini tengah berlangsung masih membatasi kenaikannya. Emas sepertinya akan sulit untuk kembali bertahan di atas level $1300 jika penguatan dollar terus beralnjut.

Dari sisi teknikal, harga masih bergerak flat di kisaran support $1280 dan resistance $1297. Penembusan salah satu level tersebut akan menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika support ditembus, trend bearish berlanjut, dengan potensi penurunan berikutnya menuju kisaran $1261 – $1265. Sementara jika resistance yang ditemsbu, maka trend bearish jangka pendek berakhir, dan harga bisa naik ke kisaran $1304 – $1308.

Rekomendasi
rekom

Terangkat Data AS, Dollar Dihambat Isu Geopolitik

Dollar berhasil rebound dan menyentuh level tertinggi dalam 11 bulan terakhir berkat data ekonomi AS.

Namun lajunya terhambat karena mencuatnya isu geopolitik di Ukraina. Selain itu, minimnya perkembangan soal prospek kebijakan moneter the Fed membuat penguatan juga tipis.

Penguatan dollar terjadi berkat data yang menunjukkan sektor jasa AS semakin menggeliat, pertanda solidnya pemulihan ekonomi. Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks sektor jasanya naik ke 58,7 di Juli dari 56,0 di Juni. Angka itu lebih tinggi dari prediksi 56,5 dai yang tertinggi sejak
Desember 2005. Data lainnya menunjukkan factory orders naik 1,1% selama Juni, mengindikasikan geliat sektor manufaktur.

Namun, penguatan dollar terpangkas terhadap yen setelah ada berita sekitar 20.000 pasukan Rusia menggelar latihan perang dekat perbatasan Ukraina, menambah ketegangan di kawasan. Ada kekhawatiran Rusia berencana menginvasi Ukraina. Menlu Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan Rusia ingin memberi tekanan atau menyerang Ukraina. Bagaimanapun, situasi ini menimbulkan kerisauan.

Dollar juga terhambat di tengah minimnya berita soal the Fed. Data ekonomi AS belum mengubah prospek kebijakan moneter, yang masih akomodatif.  Bagaimanapun, dollar sudah mencapai level yang cukup tinggi, dengan indeksnya sudah meraih level tertinggi sejak September 2013 dalam penguatan selama empat minggu berturut-turut. Pada dasarnya, dollar sudah mencapai jenuh beli, namun pasar belum mendapatkan alasan untuk mengkoreksinya.

Indeks dollar berada di 81,53 setelah menyentuh 81,65. Dengan RSI (14) berada di atas 70, ada potensi koreksi dalam waktu dekat, tinggal tunggu pemicunya. Terhadap yen, dollar melemah 0,3% ke 102,54 namun masih bergerak di range 102,30 dan 102,70.  Kalaupun  jatuh ke bawah 102,30, kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 102,00. Atas franc, dollar stabil di 0,9094, adanya gap membuat pergerakan ke atas berat. Tapi kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 0,9000.

Beralih ke mata uang lain, euro tertekan karena isu geopolitik di Ukraina, meski data sektor jasanya cukup baik. Euro diperdagangkan di $1,3368, membentuk gap dari penutupan sebelumnya di $1,3420. Sedangkan sterling diperdagangkan di $1,6870, bergerak dalam range $1,6850 dan $1,6940. Data output industri Inggris mempengaruhi pergerakannya. Aussie diperdagangkan di $0,9300, bergerak dalam range $0,9270 dan $0,9340.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 06-08-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 06-08-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 06-08-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 06-08-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 06-08-14

Asia Tumbang, Rusia & Ukraina Kembali Menegang

South Korea MarketsSaham Asia bertumbangan hari ini menyusul kejatuhan Wall Street karena mencuatnya kembali ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,3% ke 146,34 di Tokyo pagi ini setelah melemah 0,8% kemarin. Indeks Nikkei melemah 0,72%. Indeks Kospi melemah 0,1% ke level terendah dalam seminggu. Indeks Australia ASX 200 turun 0,3% ke level terendah dalam tiga minggu. Indeks Singapura STI melorot 0,28%. Indeks Hang Seng merosot 0,45%.

Wall Street tumbang, dengan indeks Dow Jones melemah 0,84% dan indeks S&P 500 merosot 0,9%,  meski data manufaktur AS lebih baik dari prediksi. Indeks manufaktur ISM naik ke 58,7 di Juli dari 56,0.

Kejatuhan terjadi setelah ada berita sekitar 20.000 pasukan Rusia menggelar latihan perang dekat perbatasan Ukraina. Ada kekhawatiran Rusia berniat menginvasi Ukraina, langkah dapat dapat membuat kawasan membara.

Pada dasarnya saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS, di mana indeks utama sudah mencetak rekor beberapa kali sepanjang tahun ini.  Dengan lewatnya musim laporan keuangan, pasar mulai kehilangan acuan pergerakan. Kondisi di regional juga tidak jauh berbeda, dengan beberapa indeks utamanya sudah mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Indeks Hang Seng masih bergerak dekat level tertinggi sejak Nopember 2010. Indeks Nikkei sedang dalam fase koreksi, tapi sempat menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan minggu lalu. Banyak pengamat yang memperingatkan akan potensi koreksi harga.  Dengan level yang tinggi dan di tengah minimnya katalis beli baru, tentunya membuat indeks rentan akan fluktuasi.

Koreksi Wall Street Ancam Benamkan IHSG

Kondisi eksternal yang negatif, dan minimnya sentimen baru, kemungkinan akan memberi tekanan ke IHSG.

Data kemarin menunjukkan PDB RI hanya tumbuh 5,12% di kuartal kedua. Angka itu di bawah proyeksi 5,30% dan kuartal sebelumnya yang 5,22%. Angka pertumbuhan itu bahkan merupakan yang terendah dalam lima tahun. Sebelum itu, data menunjukkan RI mencatat defisit perdagangan $2,2 miliar selama semester pertama.

Kedua data itu, yang menunjukkan kinerja ekonomi mengecewakan, memberi tekanan ke IHSG, yang sempat menanjak berkat penguatan regional. Dengan kejatuhan bursa global saat ini karena isu geopolitik, semakin mengurangi peluang agar IHSG bisa melepaskan diri dari kondisi bearish. Jatuhnya indeks Dow Jones dan Hang Seng sepertinya dijadikan alasan untuk menekan IHSG lebih lanjut.

Setelah seminggu libur, aktivitas perdagangan belum bergairah kembali. Laporan keuangan emiten sejauh ini banyak yang memuaskan, sayangnya hal itu tidak memberi dorongan berarti ke IHSG. Pada dasarnya, investor sedang menunggu susunan kabinet presiden baru Joko Widodo, untuk melihat gambaran pemerintahan ke depan.

Pergerakan IHSG kemungkinan di 5060-5130, tapi kondisi bearish terbentuk bila indeks ditutup di bawah MA 20 5030.

Global Outlook

Saham Asia bertumbangan hari ini menyusul kejatuhan Wall Street karena mencuatnya kembali ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,3% ke 146,34 di Tokyo pagi ini setelah melemah 0,8% kemarin.

Indeks Nikkei melemah 0,72%. Indeks Kospi melemah 0,1% ke level terendah dalam seminggu. Indeks Australia ASX 200 turun 0,3% ke level terendah dalam tiga minggu. Indeks Singapura STI melorot 0,28%.

Indeks Hang Seng merosot 0,45%.

Wall Street tumbang, dengan indeks Dow Jones melemah 0,84% dan indeks S&P 500 merosot 0,9%,  meski data manufaktur AS lebih baik dari prediksi. Indeks manufaktur ISM naik ke 58,7 di Juli dari 56,0.

Kejatuhan terjadi setelah ada berita sekitar 20.000 pasukan Rusia menggelar latihan perang dekat perbatasan Ukraina. Ada kekhawatiran Rusia berniat menginvasi Ukraina, langkah dapat dapat membuat kawasan membara.

Pada dasarnya saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS, di mana indeks utama sudah mencetak rekor beberapa kali sepanjang tahun ini.  Dengan lewatnya musim laporan keuangan, pasar mulai kehilangan acuan pergerakan. Kondisi di regional juga tidak jauh berbeda, dengan beberapa indeks utamanya sudah mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Indeks Hang Seng masih bergerak dekat level tertinggi sejak Nopember 2010. Indeks Nikkei sedang dalam fase koreksi, tapi sempat menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan minggu lalu. Banyak pengamat yang memperingatkan akan potensi koreksi harga.  Dengan level yang tinggi dan di tengah minimnya katalis beli baru, tentunya membuat indeks rentan akan fluktuasi.

Review IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan trend positif akibat aksi profit taking. Pada penutupan perdagangan, Selasa (05/08/2014), IHSG terkoreksi 10,158 poin (0,2%) ke level 5.109,087.

Posisi indeks yang mulai overbought memicu investor untuk melakukan profit taking, terutama investor asing yang mencatatkan net sell senilai Rp 128 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Koreksi juga dipicu oleh data pertumbuhan ekonomi RI yang lebih rendah dari perkiraan. Pertumbuhan ekonomi triwulan II hanya sebesar 5,12% atau turun dibanding triwulan I yang sebesar 5,21%.

Sebanyak enam sektor memerah. Tiga sektor dengan penurunan terdalam antara lain; sektor aneka industri turun 1,15%, sektor konsumer turun 0,91%, dan sektor manufaktur turun 0,79%.

Saham-saham yang naik di antaranya adalah Century Textile (CNTX) naik Rp 700 ke Rp 10.000, Matahari (LPPF) naik Rp 250 ke Rp 15.000, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 12.700, dan Inti Agri (IIKP) naik Rp 200 ke Rp 1.600.

Sementara saham-saham yang turun antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 3.275 ke Rp 13.450, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 27.300, Unilever (UNVR) turun Rp 575 ke Rp 30.900, dan Bina Dana (ABDA) turun Rp 425 ke Rp 4.650.

Ulasan Teknikal

IHSG
IHSG 06-08-2014

IHSG masih gagal untuk menembus resistance di 5.135 – 5.165, dan mulai membentuk sinyal negatif di candlestick. Indikator stochastic juga masih terlihat overbought, mendukung sinyal koreksi. Meski begitu, IHSG masih mampu bertahan di atas support 5.050. Dengan begitu, secara keseluruhan, trend masih flat – naik. Trend bearish akan terbentuk jika support di 5.050 tersebut ditembus. Sementara penembusan resistance 5.135 – 5.165 akan membuka potensi penguatan menuju kisaran 5.250. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.075 – 5.135.

R3    5,159
R2    5,142
R1    5,126
Pivot    5,108
S1    5,092
S2    5,075
S3    5,058

Stock Pick

BBRI
BBRI06-08-2014

Trend jangka pendek bearish, terlihat dari MA 10 yang masih downtrend. Indikator RSI serta stochastic juga masih menunjukkan sinyal negatif, mendukung penurunan lanjutan. Namun, untuk trend jangka menengah serta panjang, harga masih ditopang oleh MA 55 serta support trend line di kisaran 10.550, yang juga merupakan kisaran gap. Penurunan berikutnya kemungkinan akan tertahan di kisaran support tersebut.

Rekomendasi     : Buy on weakness@10.550, stop loss 10.000, target 11.350

Support                  : 10.550, 10.100
Resistance            : 11.350, 11.800

KLBF
KLBF 06-08-2014

Harga sudah menembus support MA 55, indikasi trend mulai bergerak bearish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal negatif, mendukung penurunan lanjutan. Harga sepertinya akan menguji support 1.600. Jika ditembus, maka support berikutnya akan muncul di kisaran 1.550, yang juga merupakan area Fibonacci retracement 50%.

Rekomendasi     : Trading Sell. Buy on wekaness@1.550, stop loss 1.490, target 1.650

Support                  : 1.600, 1.550
Resistance            : 1.650, 1.710

Rekomendasi

Stock Screener
SS 06-08-2014

Wall Street Alami Penurunan Akibat Kembali Memanasnya Konflik Ukraina

Saham-saham di Amerika cenderung alami penurunan pada hari Selasa kemarin, dimana penurunan sebagian besar terjadi pada tengah hari perdagangan akibat kekhawatiran terhadap konflik di Ukraina yang kembali memanas.
017
Seluruh sektor S&P 500 yang berjumlah 10 ditutup dengan alami penurunan, dengan penurunan paling besar dialami oleh saham-saham perusahaan sektor energi, yang alami penurunan hingga sebesar 2,1 persen.

Sebenarnya pasar telah indikasikan adanya pelemahan sejak awal pembukaan, tetapi sentimen jual alami peningkatan pada siang hari perdagangan setelah keluarnya laporan bahwa tentara Russia bergerak mendekati wilayah perbatasan Ukraina.

S&P 500 sejauh ini telah alami penurunan sebesar 3,4 persen dari rekor penutupan harga tertingginya pada 1.987,98 yang terjadi pada 24 Juli.

Indek acuan sektor energi (.SPNY) alami penurunan sebesar 2,1 persen, adanya suplai minyak yang berlebih dan laporan keuangan dari perusahaan Pioneer Natural Resources (PXDN.N) yang mengecewakan membuat sektor ini alami penurunan. Pioneer harga sahamnya turun sebesar 5,6 persen dan merupakan saham dengan performa paling buruk diantara perusahaan-perusahan energi S&P lainnya.

Dalam kondisi normal, seharunya ketegangan yang terjadi di Ukraina menyebabkan harga minyak alami kenaikan, karena berpotensi membuat minyak menjadi langka, tetapi tingginya jumlah suplai dan penurunan konsumsi minyak membuat hal tersebut tidak berlaku.

Dow Jones industrial average (.DJI) alami penurunan sebesar 139,81 poin atau 0,84 persen menjadi 16.429,47. S&P 500 (.SPX) alami penurunan sebesar 18,78 poin atau 0,97 persen menjadi 1.920,21 dan 
Nasdaq Composite (.IXIC) turun 31,05 poin atau 0,71 persen menjadi 4.352,84.

Setelah Wall Street tuttup , Twenty-First Century Fox (FOXA.O) perusahaan media yang dikendalikan ole Rupert Murdoch, menyatakan bahwa mereka menarik tawaran pembelian Time Warner Inc (TWTX.N). 

Akibatnya saham Fox alami lonjakan naik hingga sebesar 7,7 persen, sedangkan saham Time Warner turun sebesar 11,4 persen.

Walt Disney Co (DIS.N) laporkan kinerja keuangan yang lebih baik dari perkiraan, laporan tersebut dirilis setelah Wall Street tutup, walaupun demikian harga saham perusahaan ini hanya alami sedikit pergerakan di bandingkan harga pentutupan pasar.

Pada awal-awal pembukaan pasar sentimen positip sempat muncul, yang datanga dari dari data ekonomi yang tunjukkan permintaan baru barang-barang kebutuhan pabrik alami kenaikan diatas perkiraan untuk periode Juni, dan juga data sektor jasa yang tunjukkan peningkatan tertinggi dalam delapan setengah tahun terakhir.

Target (TGT.N) harga sahamnya turun 4,4 persen menjadi $58,03 setelah perusahaan retail barang diskon tersebut turunkan perkiraan eraningnya untuk kuartal kedua.

Berdasarkan data, pada hari Selasa kemarin ada sebanyak 6,2 milliar lembar saham yang berpindah tangan, dibawah rata-rata transaksi lima hari terakhir yaitu 6,7 milliar lembar saham.

Asia Masih Sulit Bangkit

Nikkei
 
Indeks Nikkei melanjutkan penurunannya untuk keempat kalinya secara beruntun kemarin, dimana indeks berakhir di level terendahnya dalam 1,5 pekan. Disamping itu, investor juga menantikan laporan keuangan korporat, salah satunya Toyota Motor Corp. Indeks Nikkei ditutup turun 154,19 poin, atau 1,0%, ke posisi 15.320,31, terendah sejak 24 Juli.
 
Indeks Nikkei melanjutkan kejatuhannya dengan mendekati level terendahnya dalam tiga pekan. Penurunan ini untuk kali kelima. Jatuhnya Wall Street jadi pemicu koreksi indeks, meski kinerja keuangan seperti Toyota Motors yang catat kenaikan 4,4% di kuartal keduanya. Perhatian investor tertuju tiga rapat bank sentral akan mewarnai pergerakan pasar minggu ini. Namun karena belum ada sinyalemen perubahan kebijakan, RBA, BOE dan ECB kemungkinan tidak akan mengumumkan keputusan baru.

Rekomendasi

NKI SIGNAL 06-08-14

Kospi
 
Indeks Kospi berakhir di zona merah karena aksi ambil untung investor untuk menjauhi aset-aset berisiko, bersamaan dengan data ekonomi China yang mengecewakan dan kenaikan indeks yang terjadi belakangan ini. Indeks Kospi ditutup turun 14,16 poin, atau 0,68%, ke posisi 2.066,26.

Indeks Kospi belum bisa beranjak dari zona negatif hari ini, serangkaian sentimen global yang kembali negatif karena kecemasan meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Penurunan indeks yang terus berlanjut meski kemarin ditutup di level terendahnya dalam sepekan. Pada dasarnya saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS, di mana indeks utama sudah mencetak rekor beberapa kali sepanjang tahun ini. Sentimen yang menekan pasar akan memicu profit taking.

Rekomendasi

KSI SIGNAL 06-08-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng catat kenaikan kemarin memperbaiki posisi sebelumnya yang sempat didera aksi jual.

Kenaikan indeks kali ini ditopang saham keuangan unggulan HSBC dan Tencent di tengah melemahnya saham perbankan China dan energi. Tencent naik 3,3% dengan mencetak rekor tertingginya. HSBC Holdings naik 1,8%. Indeks Hang Seng ditutup naik 48,18 poin, atau 0,20%, ke posisi 24.648,26.

Sentimen global kembali rapuh karena kecemasan investor terhadap eskalasi ketegangan Rusia dan Ukraina.

Faktor ini yang menekan bursa AS dan diperkirakan pengaruhi indeks Hang Seng. Dengan lewatnya musim laporan keuangan, pasar mulai kehilangan acuan pergerakan. Kondisi di regional juga tidak jauh berbeda,  dengan isu utama perkembangan ekonomi China turut mempengaruhinya.

Rekomendasi

HSI SIGNAL 06-08-14

Selasa, 05 Agustus 2014

HSBC Cina Services PMI Alami Penurunan Mencapai Rekor Terendahnya

Data PMI China versi pihak non-pemerintah untuk sektor jasa alami penurunan mencapai rekor terendahnya dalam kurang lebih sembilan tahun terakhir. Data tersebut dilaporkan oleh HSBC Holdings PLC pada hari Selasa ini. Penurunan tersebut merefleksikan adanya pengaruh dari masih melemahnya sektor properti.

HSBC China Services Purchasing managers index untuk periode Juli alami penurunan menjadi 50,00 yang merupakan sebuah indek antara sektor alami ekspansi dan kontraksi. Data tersebut turun di bandingkan periode Juni yang tunjukkan angka 53,1.

HSBC mulai keluarkan data PMI ini sejak November 2005.

HSBC juga menyatakan bahwa baik bisnis baru maupun bisnis yang telah berjalan lama yang merupakan sub indek dari PMI services alami penurunan dibandingkan periode Juni.

Data PMI services versi pemerintah juga tunjukkan penurunan dari 55 pada periode Juni menjadi 54,2 untuk periode Juli. Data ini dilaporkan oleh China Federation of Logistics and Purchasing pada hari Minggu.

Data HSBC China Services PMI merupakan data yang datanya diambil dari laporan menggunakan sejumlah pertanyaan yang dikirmkan kepada para eksekutif pembelain pada lebih dari 400 perusahaan swasta.

Laba Bersih HSBC Alami Penurunan Akibat Pelemahan Bisnis Investment Bank

HSBC Holdings PLC pada hari Senin kemarin sampaikan laporan keuangannya untuk semester pertama tahun ini dengan penurunan laba bersihnya akibat pelemahan pada divisi bisnis perbankan investasi dan sejumlah bisnis perusahaan di pasar Asia.

Perbankan yang berkantor pusat di London Inggris tersebut laporkan penurunan revenue semester pertama tahun ini sebesar 4 persen menjadi $31,36 milliar dibandingkan tahun lalu $32,7 milliar. Perusahaan juga laporkan penurunan laba bersih semester pertama tahun ini dari $10 milliar menjadi $9,46 milliar.

Penurunan tersebut sebenarnya sudah sesuai dengan perkiraan analis, karena sebelumnya pada kuartal pertama tahun ini bisnis perbankan investasi dan perbankan retail perusahaan memang sudah tunjukkan indikasi penurunan. HSBC saat ini alami tekanan yang cukup besar karena perusahaan di paksa harus dapat lakukan pengehamtan biaya yang juga merupakan bagian rencana jangka panjang perusahaan.

Sentimen Bervariasi Pergerakan Asia Terbatas

TSE 43 Saham Asia bergerak variatif hari ini meski Wall Street rebound semalam berkat meredanya kekhawatiran soal masalah finansial di Portugal dan Argentina. Pasar juga menantikan serangkaian rapat reguler bank sentral. 

Indeks Nikkei masih flat, setelah sempat menguat 0,2%.

Indeks Kospi melemah 0,47% karena aksi ambil untung. Indeks Australia ASX 200 masih flat menjelang hasil rapat reguler RBA. Indeks Singapura STI menguat 0,24%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng dibuka menguat 0,2%. Kondisi ini terjadi meski Wall Street rebound, dengan indeks Dow Jones menguat 0,46%.

Wall Street rebound semalam setelah koreksi selama empat sesi sebelumnya, dibantu oleh kinerja keuangan Berkshire Hathaway. Para investor juga menyambut langkah pemerintah Portugal mem-bailout Banco Espirito Santo.

Pada dasarnya saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS, di mana indeks utama sudah mencetak rekor beberapa kali sepanjang tahun ini.  Dengan lewatnya musim laporan keuangan, pasar mulai kehilangan acuan pergerakan. Kondisi di regional juga tidak jauh berbeda,  dengan isu utama perkembangan ekonomi China.

Tiga rapat bank sentral akan mewarnai pergerakan pasar minggu ini. Namun karena belum ada sinyalemen perubahan kebijakan, RBA, BOE dan ECB kemungkinan tidak akan mengumumkan keputusan baru.

Senin, 04 Agustus 2014

Dollar Koreksi Pasca Payroll

Dollar stabil hari ini setelah terkoreksi akhir pekan lalu menyusul data ekonomi yang meski bagus tapi belum bisa mengubah prospek kebijakan moneter AS. Sedangkan euro mencoba bangkit setelah jatuh ke level terendah dalam delapan bulan pekan lalu.

Data ketenagakerjaan AS gagal menjaga laju dollar, setelah menunjukkan pertumbuhan sebesar 208.000 selama Juli, di bawah prediksi 233.000 dan bulan lalu yang 298.000. Meski tidak sesuai prediksi, itu merupakan ketujuh bulan berturut-turut angka payroll di atas 200 ribu, pertama kalinya sejak 1997. Hal itu menegaskan pemulihan ekonomi AS yang masih solid.

Sayangnya, data itu, seperti data-data lainnya sepanjang minggu lalu, belum mampu mengubah prospek kebijakan moneter the Fed. Sepertinya diperlukan waktu yang masih lama, dan konsistensi pemulihan, agar the Fed bisa membuka peluang untuk memperketat kebijakan. Kondisi ini yang menyebabkan yield obligasi AS turun, faktor yang menambah tekanan ke dollar. Yield obligasi turun ke 2,50% dari 2,58% setelah data itu diumumkan.

Dollar mencatat koreksi harian terbesar dalam sebulan setelah menyentuh level tertinggi sejak September 2013.  Pergerakan kemungkinan terbatas hari ini karena tidak ada even penting terjadwal dari AS. Data penting baru diumumkan besok malam, yaitu indeks manufaktur ISM. Indeks dollar menguat 0,1% ke 81,34 setelah sempat menyentuh 81,42. Akhir pekan lalu, indeks itu koreksi 0,2% setelah menyentuh 81,63 beberapa hari sebelumnya. Support terdekat ada di 81,25-81,00. Pentupan di bawah itu, membuka peluang menuju 80,80.
Terhadap yen, dollar menguat 0,2% ke 102,65, bergerak di kisaran 102,30 dan 102,70. Dollar sempat menyentuh level 103 pekan lalu, namun gagal mempertahankan posisinya. Tapi kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 101,80. Atas franc, dollar menguat 0,1% ke 0,9065, bergerak dalam kisaran 0,9030 dan 0,9100. Dollar sempat menyentuh resistance itu, tapi gagal ditutup di atas itu. Kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 0,9000.

Beralih ke mata uang lain, euro mencoba bangkit setelah terpuruk ke level terendah sejak Nopember 2013.

Ada beberapa data zona euro terjadwal minggu ini, tapi yang paling menjadi sorotan adalah rapat reguler ECB. Rebound yang terjadi minggu lalu lebih merupakan teknikal, diperlukan faktor fundamental yang positif untuk mengangkat euro lebih jauh. Saat ini, euro diperdagangkan di $1,3420, dengan mencoba meraih resistance $1,3450. Tapi kondisi bullish baru terlihat bila ditutup di atas $1,3500.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 04-08-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 04-08-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 04-08-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 04-08-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 04-08-14

Asia Tergerus Sentimen Data AS

Nikkei

Indeks Nikkei akhiri perdagangan pekan lalu berada pada level terendahnya dalam sepekan, dipicu kecemasan investor mengenai kenaikan suku bunga AS lebih cepat dari yang diharapkan. Tapi kinerja keuangan korporat Sony Corp yang mengesankan membuat kejatuhan indeks terbatasi. Saham Sony menguat 4,68%.  Indeks Nikkei ditutup turun 97,66 poin, atau 0,63%, ke posisi 15.523,11, terendah sejak 25 Juli lalu. Dalam sepekan indeks catat kenaikan 0,4% dan juga kenaikan tiga pekan berturut-turut.

Indeks Nikkei masih didera aksi jual pagi ini, dimana indeks berada di level terendahnya dalam sepekan terakhir. Penurunan ini merupakan ketiga kalinya secara beruntun. Disamping itu penguatan yen terhadap dollar membuat kinerja saham ekspor terbebani. Sementara itu, saham Mitsubishi UFJ, dan Sumitomo Financial dan Mizuho jatuh lebih dari 1,0%.

Rekomendasi
NKI 04-08-14
NKI SIGNAL 04-08-14

Kospi

Indeks Kospi berakhir di zona negatif pada perdagangan Jumat lalu menyusul profit taking yang dilakukan investor telah indeks mencetak rekor tertinggi tahunan minggu lalu. Bersamaan dengan koreksi tajam yang dialami indeks utama Wall Street. Sementara itu pergerakan mata uang won mengalami pelemahan terhadap dollar AS. Indeks Kospi ditutup turun 3,02 poin, atau 0,15%, ke posisi 2.073,10.

Pembukaan indeks Kospi hari ini catat hasil positif menyusul relinya saham otomotif Kia Motors sebesar 3,0%. Selain itu, kinerja saham unggulan Samsung Electronics naik 0,4% kendati adanya pemberitaan tuntutan Microsoft setelah kabar bahwa Samsung mengancam penghentian pembayaran royalti dalam penggunaan system Android.

Rekomendasi
KSI 04-08-14
KSI SIGNAL 04-08-14

Hang Seng

Indeks Hang Seng mengikuti jejak jatuhnya bursa utama Asia lainnya yang disebabkan anjloknya indeks Wall Street. Tekanan dipicu aksi ambil untung investor terhadap sektor properti, seperti Cheung Kong yang jatuh 4,7% setelah pencapaian rekor tertingginya. Sementara itum China Overseas Land juga jatuh 2,3%. Indeks Hang Seng ditutup jatuh 224,42 poin, atau 0,91%, ke posisi 24.532,43, penurunan kali pertama setelah menguat dalam sembilan sesi perdagangan beruntun. Dalam sepekan indeks naik 1,3%.

Tekanan yang dialami indeks Hang Seng masih terjadi awal perdagangan minggu ini menyusul jatuhnya indeks utama Wall Street, setelah data ketenagakerjaan dan angka pengangguran yang tidak sesuai dengan harapan. Namun kalangan analis menilai data ekonomi AS yang buruk ini memberi ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed masih lama.

Rekomendasi
HSI 04-08-14
HSI SIGNAL 04-08-14