BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Kamis, 04 September 2014

Meski Rebound, Emas Masih Rentan Koreksi

Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan hari ini di Asia, berkat permintaan safe haven. Namun, logam mulia tersebut masih diperdagangkan pada level terendah 2 ½ bulan seiring dengan membaiknya prospek ekonomi AS yang mengurangi minat beli terhadap logam mulia tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah berbicara dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko lewat telepon, mengatakan Kiev dan separatis pro-Rusia bisa mencapai kesepakatan dalam negosiasi di Minsk besok.

Namun kini diragukan setelah Perdana Menteri Ukraina menolak proposal Putin, menganggapnya tipuan.

Emas telah mengalami kenaikan sekitar 5% tahun ini berkat isu geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah.

Namun, membaiknya data-data ekonomi AS, penguatan dollar dan lesunya permintaan fisik di Asia telah memukul harga emas akhir-akhir ini.

Selain ECB meeting pada hari ini, fokus pasar minggu ini adalah data non farm payroll AS, yang akan memberi petunjuk sejauh mana kekuatan ekonomi AS serta prospek kebijakan moneter the Fed.

Mencerminkan minat beli investor, cadangan di SPDR Gold Trust,  mengalami penurunan sebesar 2,69 ton menjadi 790,51 ton kemarin.

Dari sisi teknikal, harga rebound setelah meraih support di $1261. Indikator stochastic oversold dan berpeluang golden cross. Kini, harga terlihat sedang menguji resistance $1273. Jika ditembus, kenaikan bisa berlanjut menuju kisaran $1277 – $1281. Sedangkan trend bearish berlanjut jika support $1261 ditembus, dengan potensi penurunan lanjutan menuju kisaran $1250.

Rekomedasi
rekom

Euro Rentan Jelang ECB

Euro mencatat penguatan tipis setelah sempat jatuh ke level terendah dalam setahun, namun posisinya masih rentan menjelang hasil rapat reguler ECB. Sedangkan sterling masih bergerak dekat level terendah dalam delapan bulan menjelang hasil rapat BOE.

Euro rebound menyusul pengumuman gencatan senjata di Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah berbicara dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko lewat telepon, mengatakan Kiev dan separatis pro-Rusia bisa mencapai kesepakatan dalam negosiasi di Minsk besok. Namun kini diragukan setelah Perdana Menteri Ukraina membantah proposal Putin.

Tapi sebagian pengamat melihat euro terangkat lebih karena rebound teknikal di tengah berkurangnya tekanan jual menjelang hasil rapat reguler ECB. Pasar sedang menunggu apakah ECB akan benar-benar mengumumkan stimulus atau menyiapkan pondasi untuk bertindak di kemudian hari. Pasar ingin segera mendapat jawaban apakah Mario Draghi bakal menerapkan program pembelian obligasi.

Euro diperdagangkan di $1,3150 setelah menguat 0,1%. Euro sempat jatuh ke $1,3109 kemarin, terendah sejak September 2013. Sebenarnya, kondisi euro sudah jenuh beli, sesuai ditunjukkan lewat RSI (14) yang berada di bawah 30. Namun, minimnya sentimen positif dari Eropa membuat euro masih terpuruk. Kini euro bergerak di rentang $1,3100 dan $1,3180. Tapi kondisi bullish baru bisa diraih bila melampaui $1,3250-1,3280.

BOE dan BOJ juga menggelar rapat hari ini, tapi keduanya diperkirakan tidak akan mengumumkan sesuatu yang baru. BOJ diperkirakan akan mempertahankan stimulus dan tetap berpegangan dampak kenaikan pajak penjualan sementara. Sedangkan BOE kemungkinan belum menyampaikan pandangan baru.

Sterling diperdagangkan di $1,6460 menjelang hasil rapat reguler BOE, dekat $1,6440 atau level terendah sejak Maret yang dicapai kemarin. Pada dasarnya sterlin dalam periode penyesuaian setelah menyentuh level tertinggi dalam tujuh tahun dua bulan lalu. Kini bergerak dalam rentang $1,6420 dan $1,6540.

Rekomendasi
 
EUR-USD
 EUR SIGNAL 04-09-14

USD-JPY
 JPY SIGNAL 04-09-14

GBP-USD
 GBP SIGNAL 04-09-14

USD-CHF
 CHF SIGNAL 04-09-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 04-09-14

Indek Berjangka Saham China Alami Kenaikan Didukung Oleh Prospek Reformasi SOE

Indek berjangka saham China alami kenaikan didukung oleh adanya peluang yang cukup besar perubahan pada aturan kepemilikan investasi perusahaan BUMN China yang lebih longgar kepada investor Asing.

CSI 300 index (SHSZ300) yang kontraknya akan berakhir pada bulan September ini alami kenaikan sebesar 0,2 persen menjadi 2.416,80. China CNR Corp dan CSR Corp kemungkinan besar akan alami kenaikan setelah Caixin laporkan State-Owned Assets Supervision and Administration Commission Ltd menyatakan bahwa pemerintah China kemungkinan besar akan turunkan jumlah kepemilikan sahamnya pada perusahaan-perusahaan raksasa perbankan.

Hang Seng China Enterprises indek (HSCEI), atau dikenal juga sebagai indek acuan H-Share, alami kenaikan sebesar 3,2 persen menjadi 11.312,54 pada penutupan kemarin, kenaikan terbesar sejak 18 November. Hang Seng Indek alami kenaikan sebesar 2,3 persen, sedangkan Shanghai Composite indek alami kenaikan sebesar 1 persen. CSI 300 indek naik 0,9 persen.

Shanghai indek alami pemulihan harga sebesar 15 persen sejak pertengahan Maret didukung oleh adanya peluang yang cukup besar penurunan kepemilikan investasi pemerintah China terhadap BUMN dan juga didukung oleh rencana penghubungan transaksi antara Hong Kong dan Shanghai yang akan tingkatkan aliran dana masuk pasar.

Saham kemarin alami kenaikan didukung oleh pemulihan data sektor jasa yang meingkatkan harapan positip pemerintah akan mampu penuhi target pertumbuhan ekonomi. Data non-manufacturing managers indek alami kenaikan pada periode Agustus menjadi 54,4 dari periode Juli 54,2, sedangkan survei yang dilakukan oleh HSC Holdings Plc dan Markit Economics untuk data serupa tunjukkan hasil tertinggi sejak maret 2013.

Wall Street Ditutup Dengan Pergerakan Mix, Penurunan Saham Apple Membebani Kenaikan

Saham-saham di Amerika sebagian besar alami penurunan pada hari Rabu, akibat penurunan pada saham Apple yang berikan tekanan bagi Nasdaq dan membuat Nasdaq alami penurunan dan juga tindakan para investor untuk menunggu kejelasan pasar menjelang pertemuan ECB untuk ambil keputusan kebijakan moneter.

Saham Apple (AAPL.O) alami penurunan sebesar 4,2 persen menjadi $98,94 dan merupakan ersentase penurunan terbesar saham Apple sejak 28 Januari. Paling sedikit ada satu perusahaan broker yang lakukan downgrade terhadap saham Apple yang dipicu oleh adanya kemungkinan pelanggaran keamana pada jasa iCloud, penurunan tersebut hanya berjarak seminggu menjelang peluncuran iPhone terbaru Apple.

Pesaing Apple, Samsung Electronics Co Ltd (005939.KS), lakukan peluncuran produk virtual reality headset untuk produk baru Galaxy Note 4 phablet menggunakan teknologi dari Oculus VR, sebuah perusahaan yang sempat diincar oleh Facebook (FB.O) dengan harga penawaran $2 milliar.

Penurunan saham Apple berikan pengaruh bagi pergerakan indek saham teknologi (.SPLRCT), yang alami penurunan sebesar 0,7 persen dan menjadi sektor dengan performa paling buruk diantara 10 sektor S&P utama lainnya. Penurunan saham Apple juga membebani indek S&P secara keseluruhan, yang mana sempat sentuh rekor pergerakan harga harian pada 2.009,28 tetapi kemudian ditutup dengan hampir tidak alami pergerakan sama sekali.

European Central bank akan lakukan pertemuan rutin bulanan mereka pada hari Kamis ini, dimana investor akan melihat adanya petunjuk mengenai arah kebijakan ECB dari hasil pertemuan tersebut. ECB diperkirakan akan luncurkan program pembelian surat hutang.

Dow Jones industrial average (.DJI) alami kenaikan sebesar 10,72 poin atau 0,06 persen menjadi 17.078,28. S&P 500 (.SPX) ditutup dengan alami penurunan sebesar 1,55 poin atau 0,08 persen menjadi 2.000,73. Nasdaq Composite (.IXIC) alami penurunan sebesar 25,62 poin atau 0,56 persen menjadi 4.572,57.

Saham alami kenaikan setelah adanya pernyataan dari pihak Ukraina dan Rusia yang menyatakan bahwa mereka lakukan penandatanganan perdamaian dan menghentikan pertiakaian di Timur Ukraina, tetapi kemudian kekhawatiran kembali muncul setelah keluar pernyataan dari Russia yang menyatakan bahwa mereka akan tetap lakukan latihan militer.

Saham perusahaan penerbangan Delta Airlines (DAL.N), alami penurunan sebesar 5,2 persen menjadi $38,82, setelah perusahaan turunkan perkiraan margin operasinya dan menyatakan bahwa jumlah penumpang untuk penerbangan internasional pada Agustus alami penurunan. Saham American Airlines Group Inc (AAl.O) alami penurunan sebesar 3,4 persen menjadi $39,14.

Data-data ekonomi tebaru masih tunjukkan bahwa ekonomi alami pemulihan. Data New Order untuk barang-barang kebutuhan manufaktur alami kenaikan mencapai rekor tertingginya yaitu 10,5 persen untuk Juli dan data penjualan otomotif bulan Agustus secara mengejutkan alami peningkatan didukung oleh adanya program potongan harga.

Saham-saham perumahan alami penurunan, di pengaruhi oleh penurunan saham Toll Brothers sebesar 4,7 persen menjadi $33,95 setelah perusahaan developer perumahan luxury terbesar Amerika tersebut bukukan kinerja keuangan kuartalan. PHLX housing indek (.HGX) alami penurunan sebesar 1,6 persen.

Asia Variatif, Stimulus ECB Dinanti

Hang Seng 32Saham Asia bergerak variatif hari ini, dengan sebagian menguat berkat pengumuman gencatan senjata Ukraina dan harapan adanya stimulus dari ECB. 

Indeks Nikkei melemah 0,17%, masih dekat level tertinggi dalam 7 bulan, rapat regular bank sentral Jepang (BOJ) dinanti siang ini jadi fokus. Indeks Kospi menguat 0,45%.

Indeks Singapura STI melemah 0,36%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng melemah 0,34%.

Pasar menyambut baik pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah berbicara dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko lewat telepon, bahwa Kiev dan separatis pro-Rusia bisa mencapai kesepakatan dalam negosiasi di Minsk besok. Poroshenko menyebut hal ini bagian dari langkah untuk mengakhiri konflik.

Berita ini berhasil mengangkat saham AS yang sempat tertekan karena kejatuhan sektor teknologi. Indeks Dow Jones menguat 0,06% dan indeks S&P 500 melemah 0,08%.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, seperti di AS yang sudah mencetak rekor beberapa kali. Kondisi ini membuat pergerakan indeks sering kali mentok, dan terjebak dalam range sempit.

Bahkan acap kali terjadi profit taking. Kondisi di regional tidak jauh berbeda, seperti indeks Hang Seng yang meraih level tertinggi dalam 6 tahun.

Kini pasar menunggu hasil rapat reguler ECB dan BOE. Khusus untuk ECB, difokuskan pada jumpa pers yang digelar oleh sang presiden Mario Draghi, untuk mencari petunjuk soal program pembelian obligasi.

Pasar berharap Draghi mengumumkan stimulus baru untuk menyelamatkan ekonomi Eropa yang terus lesu.

Untuk mengukur prospek kebijakan moneter the Fed, pasar akan menggunakan data ketenagakerjaan AS Jumat nanti. Data ketenagakerjaan swasta atau ADP, yang diumumkan nanti malam, bisa digunakan sebagai gambaran awal.

Sentimen Belum Cukup Kuat, Resisten IHSG 5.251

Pada sebuah trend naik, dukungan dari bursa regional terkadang memang perlu, terutama ketika sentimen sedang minim dan kondisi harga sedang berada di titik resisten yang kuat. Demikian juga pada IHSG dimana kenaikan 22.55 poin (+0,43 persen) yang terjadi kemarin, telah membuat rekor IHSG di 5251 menjadi resisten pertama pada pergerakan IHSG hari ini. Dengan rekor IHSG sebagai resisten, rasa-rasanya berat bagi IHSG untuk mencetak rekor hari ini, mengingat kenaikan Dow Jones Industrial (DJI) semalam hanya sebesar tipis, 10,72 poin (+0,06 persen). Kenaikan tipis tersebut, telah membawa indeks di kawasan Asia, pagi ini cenderung untuk bergerak flat-turun, dengan koreksi sekitar 0,5 persen.

Penutupan IHSG diatas resisten 5223 kemarin, sebenarnya telah membuka potensi penguatan bagi IHSG untuk mencetak rekor baru diatas rekor lama di level 5251. Ini karena untuk jangka pendek, IHSG memiliki potensi kenaikan hingga kisaran 5315 – 5425. Akan tetapi, minimnya sentimen dari bursa regional, sepertinya membuat IHSG hari ini lebih cenderung untuk mengalami pergerakan bervariasi pada kisaran 5205 – 5251. Hanya penutupan dibawah suport 5205 yang akan mengakhiri trend naik jangka pendek dari IHSG.

Dengan trend jangka pendek yang sedang dalam trend naik, posisi Buy On Weakness adalah pilihan bagi pemodal untuk perdagangan hari ini. Pemodal bisa melakukannya pada saham-saham yang pada perdagangan kemarin sudah menunjukkan adanya trend naik, terutama pada saham sektor batubara, CPO, konstruksi, dan semen. Pemodal juga melihat dengan cermat pergerakan dari saham saham big caps perbankan, apakah saham-saham tersebut mampu untuk dituutp diatas resisten pada pergerakan hari ini.

Global Outlook
 
Saham Asia bergerak variatif hari ini, dengan sebagian menguat berkat pengumuman gencatan senjata Ukraina dan harapan adanya stimulus dari ECB.

Indeks Nikkei melemah 0,17%, masih dekat level tertinggi dalam 7 bulan, rapat regular bank sentral Jepang (BOJ) dinanti siang ini jadi fokus. Indeks Kospi menguat 0,45%. Indeks Singapura STI melemah 0,36%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng melemah 0,34%.

Pasar menyambut baik pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah berbicara dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko lewat telepon, bahwa Kiev dan separatis pro-Rusia bisa mencapai kesepakatan dalam negosiasi di Minsk besok. Poroshenko menyebut hal ini bagian dari langkah untuk mengakhiri konflik.

Berita ini berhasil mengangkat saham AS yang sempat tertekan karena kejatuhan sektor teknologi. Indeks Dow Jones menguat 0,06% dan indeks S&P 500 melemah 0,08%.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, seperti di AS yang sudah mencetak rekor beberapa kali. Kondisi ini membuat pergerakan indeks sering kali mentok, dan terjebak dalam range sempit.

Bahkan acap kali terjadi profit taking. Kondisi di regional tidak jauh berbeda, seperti indeks Hang Seng yang meraih level tertinggi dalam 6 tahun.

Kini pasar menunggu hasil rapat reguler ECB dan BOE. Khusus untuk ECB, difokuskan pada jumpa pers yang digelar oleh sang presiden Mario Draghi, untuk mencari petunjuk soal program pembelian obligasi.

Pasar berharap Draghi mengumumkan stimulus baru untuk menyelamatkan ekonomi Eropa yang terus lesu.

Untuk mengukur prospek kebijakan moneter the Fed, pasar akan menggunakan data ketenagakerjaan AS Jumat nanti. Data ketenagakerjaan swasta atau ADP, yang diumumkan nanti malam, bisa digunakan sebagai gambaran awal.

Review IHSG
 
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat aksi beli pemodal asing. Pada penutupan perdagangan, Rabu (03/09/2014), IHSG menguat 22,549 poin (0,43%) ke level 5.224,135.

Performa yang bagus dari bursa Asia menjadi salah satu pendorong kenaikan indeks. Mayoritas bursa Asia berada di jalur hijau setelah rlisan data manufaktur China yang mengesankan. Data tersebut berhasil melambungkan indeks Hang Seng sebesar 568,93 poin (2,30%) ke level 25.317,95. Pelemahan mata uang yen juga turut mendongkrak kinerja indeks Nikkei 225, yang naik 59,75 poin (0,38%) ke level 15.728,35.

Maraknya sentimen positif tersebut membuat dana asing membanjiri lantai bursa, dengan mencatatkan net buy senilai Rp 477 miliar di seluruh pasar.

Sebanyak tujuh sektor menghijau. Tiga sektor dengan penguatan tertinggi antara lain; sektor perkebunan naik 1,35%, sektor konstruksi naik 1,1%, dan infrastruktur naik 0,91%

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Centex (CNTX) naik Rp 1.900 ke Rp 11.400, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 1.250 ke Rp 7.800, Indo
Tambangraya (ITMG) naik Rp 525 ke Rp 29.275, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 13.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 1.375 ke Rp 5.525, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 55.000, Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 30.475, dan Surya Toto (TOTO) turun Rp 130 ke Rp 3.560.
 
Ulasan Teknikal
 
IHSG
IHSG 04-09-2014

IHSG ditutup sedikit di atas resistance 5.223 dengan membentuk pola bullish di candlestick, indikasi bullish continuation. Indikator stochastic golden cross, mendukung kenaikan lanjutan. IHSG sepertinya akan menguji resistance all time high di 5.251. Penembusan resistance itu akan menjadi penting karena bisa membuka potensi kenaikan menuju kisaran 5.500 untuk trend jangka menengah. Sementara itu, sinyal negatif akan muncul jika kemudian IHSG turun di bawah area 5.200. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.200 – 5.250.

R3 5,252
R2 5,239
R1 5,232
Pivot 5,219
S1 5,211
S2 5,199
S3 5,191

Stock Pick
 
PWON
PWON 04-09-2014
 
Harga kembali bergerak di atas MA 10, indikasi trend jangka pendek bullish. Indikator RSI positif, sementara stochastic berpleuang goden cross. Harga sepertinya akan menguji resistance 449. Jika ditembus, berpeluang naik menuju 475 – 500.
 
Rekomendasi : Buy breakout 449, stop loss 430, target 475
 
Support              : 430, 419
Resistance        : 475, 500
 
SMSM
SMSM 04-09-2014
 
Harga rebound dan mampu menembus resistance sebelumnya di 4.075 (kini menjadi support). Pola long white candlestick setelah terbentuknya pola doji mengkonfirmasi sinyal bullish reversal. Selain itu, indikator stochastic golden cross di area oversold, mendukung kenaikan lanjutan. Kami masih melihat potensi kenaikan lanjutan untuk menguji resistance di kisaran 4.245 – 4.310.
 
Rekomendasi : Buy@4.100, stop loss 3.930, target 4.300
 
Support              : 4.075, 3.930
Resistance        : 4.245, 4.310

Rekomendasi
 
Stock Screener
SS 04-09-2014

Even Penting Bank Sentral Meeting, Asia Fluktuatif

Nikkei
 
Indeks Nikkei berhasil menyentuh level tertinggi dalam tujuh bulan berkat pelemahan yen dan reshuffle kabinet yang dijalankan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe. Data ekonomi AS semakin melambungkan dollar ke level 104 yen, mengangkat saham-saham eksportir. Investor menyambut susunan kabinet yang diharapkan dapat mendukung kebijakan pro pertumbuhan Abe. Indeks Nikkei ditutup menguat 59,75 poin, atau 0,38%, di 15.728,35.

Indeks Nikkei diperkirakan akan mengalami penurunan hari ini bersamaan dengan penguatan yen terhadap dollar yang kini berada di bawah 105. Penguatan yen ini bisa berdampak pada aksi jual yang terjadi pasar saham berbasis ekspor yang sebelumnya terus menguat. Para analis mewaspadai pergerakan indeks dalam sesi-sesi berikutnya, terutama di tengah pengaruh isu geopolitik di Ukraina dan BOJ meeting.

Rekomendasi
NKI 04-09-14
NKI SIGNAL 04-09-14

Kospi
 
Indeks Kospi berakhir flat, pulih dari kejatuhan paginya berkat penguatan saham regional dan data aktivitas jasa China. Penguatan juga dibantu oleh pelemahan won. Indeks sempat tertekan sampai ke level terendah dalam tiga minggu di tengah kekhawatiran soal prospek ekspor Korsel. Ada kekhawatiran akan prospek laba emiten di kuartal ketiga. Indeks Kospi ditutup turun 0,38 poin, atau 0,02% di 2.051,20.

Indeks Kospi coba bangkit dari kejatuhan beberapa hari terakhir. Namun laju indeks masih di bayangi kecemasan investor terhadap penurunan inflasi yang berdampak adanya ruang penurunan suku bunga dalam rapat regular bank sentral Korea (BOK) akhir bulan ini. Ditambah lagi investor menantikan hasil rapat ECB, diperkirakan adanya stimulus tambahan.

Rekomendasi
KSI 04-09-14
KSI SIGNAL 04-09-14
 
Hang Seng
 
Indeks Hang Seng reli terbesarnya dalam 9,5 bulan ke level tertinggi dalam enam tahun, didorong oleh data sektor jasa China. Penguatan saham daratan (mainland) memberi dorongan ekstra. Data indeks PMI jasa dari HSBC berhasil mengurangi kekecewaan investor yang timbul akibat data PMI manufaktur. Indeks Hang Seng melonjak 568,93 poin, atau 2,30% ke 25.317,95, setelah sempat menyentuh 25.325,16.

Indeks Hang Seng rawan koreksi setelah mengalami lonjakan tajam kemarin. Indeks yang menguat berkat aktivitas manufaktur AS terus menggeliat, ditambah indeks manufaktur dari ISM menunjukkan kenaikan ke 59,0 di Agustus dari 57,1 di Juli. Di China, sektor jasa memperlihatkan perbaikan, menurut hasil survei HSBC. Indeks PMI jasa naik ke 54,1 di Agustus dari 50 di Juli. Fokus kini rapat regular BOE, ECB, dan data AS.

Rekomendasi
HSI 04-09-14
HSI SIGNAL 04-09-14

Rabu, 03 September 2014

Dollar Lanjutkan Gain, Emas Kian Meredup

Harga emas masih diperdagangkan dekat level terendah 21/2 bulan setelah semalam anjlok sekitar 1,7% karena penguatan dollar menyusul data-data ekonomi AS yang lebih baik di atas prediksi.

Mata uang dollar AS kokoh di atas level tertinggi 14 bulan terhadap mata uang utama lainnya, didorong oleh data-data ekonomi yang positif, serta adanya aksi jual mata uang yen dan sterling.

Dorongan terbaru untuk dollar datang dari data yang menunjukkan aktivitas manufaktur AS terus menggeliat.

Indeks manufaktur dari ISM menunjukkan kenaikan ke 59,0 di Agustus dari 57,1 di Juli. Angka terbaru itu merupakan yang tertinggi dalam 3,5 tahun. Data lainnya, yaitu pembelanjaan konstruksi, naik 1,8% di Juli, di atas prediksi 1,0%. Kedua data itu mendukung pandangan kondisi ekonomi yang semakin solid menjaga proses normalisasi kebijakan the Fed.

Sementara itu, meningkatnya ketegangan di Ukraina dan Timur Tengah gagal mendorong harga emas.

Mencerminkan minat beli investor, cadangan di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas dunia, mengalami penurunan sebesar 1,8 ton menjadi 793,20 kemarin.

Sementara dari sisi teknikal, support di $1273 berhasil ditembus, dan harga  ditutup di bawah level tersebut, indikasi trend bearish berlanjut. Candestick serta indikator stochastic masih mendukung penurunan lanjutan.

Setalah target penurunan di kisaran $1261 tercapai, kami masih melihat potensi penurunan harga untuk menguji support berikutnya di kisaran $1250- $1257. Sedangkan sinyal positif muncul jika harga mampu bertahan di atas resistance $1273 (sebelumnya support).

Rekomendasi
rekom

Saham Global di Ambang Koreksi?

Wall Street 004Valuasi yang tinggi dan ketegangan geopolitik membuat banyak kalangan yang mewaspadai kemungkinan koreksi harga saham dunia. Hasil polling terbaru dari CNBC menunjukkan para Chief Financial Officer (CFO) dari beberapa perusahaan ternama dunia, menyampaikan pendapat yang beragam soal apakah nanti akan terjadi koreksi di saham.  

Sekitar 51 CFO dari Eropa dan Asia, yang mengisi CNBC CFO Global Council, ditanya soal kemungkinan koreksi saham di akhir 2014. 37% responden meyakini hal itu cukup mungkin (somewhat likely). Tapi sekitar 37% responden lainnya, mengatakan hal yang berlawanan, yaitu tidak mungkin (somewhat unlikely). Sebesar 5,3% responden mengatakan sangat mungkin (highly likely), 10,5% melihat sangat tidak mungkin (highly unlikely). Sisanya, 10,5% menjawab tidak tahu.

Hasil survei ini menunjukkan para ahli keuangan tidak yakin harga saham akan terus menanjak dan menggambarkan sikap hati-hati di saat tren kenaikan harga memasuki tahun keenam. Koreksi harga biasanya adalah penurunan sekitar 10% dalam periode satu-dua bulan. Tapi tidak tertutup kemungkinan koreksi bisa lebih besar dan panjang dari itu.

Hal yang patut diwaspadai sebagai pemicu koreksi adalah isu kebijakan moneter the Fed dan geopolitik di Ukraina. Menurut sebagian pengamat, waktu atau timing perubahan kebijakan the Fed sangat krusial. Rapat the Fed September ini akan sangat penting karena the Fed akan mengakhiri program pembelian obligasinya Oktober, dan harus mulai menyesuaikan gaya komunikasi seiring normalisasi kebijakan.

Isu yang tidak kalah pentingnya adalah konflik di Ukraina, yang semakin panas. Perkembangan terbaru menunjukkan Rusia dan Ukraina sedang diambang perang terbuka. Selama konflik tidak menyebabkan gangguan besar pada ekonomi AS, mungkin koreksi besar bisa dihindari. Tapi konflik sangatlah berpengaruh pada ekonomi Eropa.

Sebagian lain menunjuk faktor valuasi sebagai penyebab koreksi. Banyak pengamat meyakini kenaikan harga saham lebih disebabkan oleh likuiditas murah yang dikucurkan bank sentral di tengah suku bunga rendah sebagai upaya untuk merangsang pertumbuhan. Tapi setelah lima tahun bursa saham dalam tren penguatan, banyak yang merasa valuasi sudah tinggi.

Baru-baru ini, indeks S&P 500 menyentuh level 2000 untuk pertama kalinya dalam sejarah, didorong oleh data ekonomi AS yang menegaskan pemulihan. Indeks itu sudah melambung 22% selama 12 bulan terakhir. Indeks Dow Jones juga mencatat penguatan signifikan, yaitu 16% selama periode tersebut.

Dengan melihat latar belakang seperti itu, beberapa pengamat berpandangan September menjadi penentu. Secara historis, September memang merupakan bulan terjadinya volatilitas tinggi, dimana banyak pemain kembali ke bursa dan re-evaluasi posisi. Pasar bisa saja membuat level tertinggi atau terjadi koreksi signifikan.

Saham-Saham China Alami Kenaikan Mencapai Level Harga Tertingginya Dalam 15 Bulan Didukung Oleh Data Sektor Jasa

Indek acuan saham-saham China tunjukkan kenaikan mencapai level harga tertingginya dalam 15 bulan, yang didukung oleh peningkatan volume transaksi setelah data industri jasa versi pemerintah tunjukkan bahwa sektor jasa China untuk periode bulan lalu alami ekspansi.

China Vanke Co dan Poly Real Estate Group Co. perusahaan developer terbesar China, alami kenaikan harga saham kurang lebih sebesar 1,4 persen. Industrial Bank Co alami kenaikan sebesar 1,2 persen setelah peroleh izin dari pihak regulasi untuk jual saham preferen. Perusahaan produsen Liquor Kweichow Moutai Co alami kenaikan sebesar 1,9 persen. Data nonmanufacturing purchasing manager indek alami kenaikan menjadi 54,4 untuk periode Agustus dibandingkan bulan Juli 54,2, sedangkan survei yang dilakukan HSBC holdings dan Markit Economics bukukan data serupa dengan hasil mencapai level tertingginya sejak Maret 2013.

Shanghai Composite indek (SHCOMP) alami kenaikan dalam empat hari terakhir, dengan kenaikan hari ini sebesar 1 persen menjadi 2.288,06 pada pukul 10:25 a.m. waktu setempat, level harga tertinggi sejak 5 Juni 2013. Hang Seng China Enterprises Indek (HSCEI) alami kenaikan sebesar 2,1 persen, dengan dominasi kenaikan didukung oleh saham-saham perusahaan asuransi dan pertambangan batu bara.

CSI 300 indek alami kenaikan sebesar 0,6 persen menjadi 2.401,35. Volume transaksi di Shanghai indek saat ini berada pada 40 persen diatas rata-rata 30 hari.

Adanya pemulihan menjadi pertumbuhan pada sektor jasa mengimbangi kekhawatiran pada penurunan properti dan manufaktur yang sebelumnya sempat berikan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap keberhasilan dari target ekspansi ekonomi pemerintah China sebesar 7,5 persen pada tahun ini. Pelemahan industri real estate China sejauh ini membebani pasar dan mengakibatkan penurunan harga rumah baru dan membuat para developer gagal penuhi target penjualannya.

Data sektor jasa versi HSBC alami kenaikan dibandingkan Juli sebesar 50 menjadi 54,1 untuk periode Agustus. Data diatas 50 berikan kesimpulan bahwa sektor jasa alami ekspansi. Sektor jasa China saat ini mewakili sebesar 46,6 persen dari pertumbuhan ekonomi untuk semester pertama 2014. Shanghai Composite alami pemulihan sebesar 14 persen sejak pertengahan Maret didukung oleh adanya prospek bahwa pemerintah China akan turunkan kepemilikannya terhadap perusahaan BUMN dan juga didukung oleh rencana koneksi antara bursa saham Hong Kong dan shanghai sehingga akan meningkatkan aliran uang.

Dollar Lanjutkan Reli, Sterling Tenggelam

Dollar melanjutkan tren penguatannya ke l;evel tertinggi dalam 14 bulan berkat data manufaktur AS yang mengesankan. Sebaliknya, sterling justru jatuh ke level terendah dalam delapan bulan di tengah santernya isu Skotlandia akan memisahkan diri dari Inggris.

Dorongan terbaru untuk dollar datang dari data yang menunjukkan aktivitas manufaktur AS terus menggeliat. Indeks manufaktur dari ISM menunjukkan kenaikan ke 59,0 di Agustus dari 57,1 di Juli. Angka terbaru itu merupakan yang tertinggi dalam 3,5 tahun. Data lainnya, yaitu pembelanjaan konstruksi, naik 1,8% di Juli, di atas prediksi 1,0%. Ini mendukung pandangan kondisi ekonomi yang solid menjaga proses normalisasi kebijakan the Fed.

Dalam beberapa minggu terakhir, terlihat disparitas antara laporan ekonomi AS dan laporan mengecewakan dari Eropa, faktor yang melambungkan dollar. Selanjutnya, kekuatan dollar akan diuji lewat data ketenagakerjaan, yang akan diumumkan Jumat nanti. Sebelum ke sana, pasar akan melihat laporan ekonomi the Fed atau Beige Book malam nanti dan data ketenagakerjaan swasta atau ADP besok.

Indeks dollar sudah menyentuh level tertinggi sejak Juli 2013 dalam rentetan penguatan selama delapan minggu berturut-turut. Posisinya kini di 83,00 setelah menguat 0,3% kemarin. Resistance kini ada di 83,20 dan support di 82,80. Tapi kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 82,00. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 105,20 setelah reli 0,5% kemarin. Kini bergerak dalam rentang 104,70 dan 105,50. Atas franc, dollar stabil di 0,9193.

Beralih ke sterling, mata uang Inggris itu terjungkal setelah hasil polling menunjukkan pendukung kemerdekaaan Skotlandia meningkat tajam. Polling yang dilakukan surat kabar Sun menunjukkan 47% mendukung Skotlandia memisahkan diri dari Inggris, hanya 22% yang menolak. Hal ini memperbesar kemungkinan adanya referendum.

Pergerakan sterling selanjutkan akan dipengaruhi oleh data aktivitas jasa Inggris, tapi fokus lebih tertuju ke hasil rapat reguler BOE besok. Sterling diperdagangkan di $1,6470 setelah anjlok 1% kemarin. Support ada di $1,6420, bila tembus sterling terancam ke $1,6380. Resistance ada di $1,6540, tapi kondisi bullish baru bisa diraih bila melampaui $1,6600.

Rekomendasi
 
EUR-USD
 EUR SIGNAL 03-09-14

USD-JPY
 JPY SIGNAL 03-09-14

GBP-USD
 GBP SIGNAL 03-09-14

USD-CHF
 CHF SIGNAL 03-09-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 03-09-14

IHSG Tembus Resisten 5.194, Berikutnya 5.251

Kemarin, sentimen positif dari neraca perdagangan bulan Juli yang mencatatkan surplus, telah membuat IHSG menembus resisten dari trend turun jangka pendek di 5.194. Penembusan atas resisten 5.194 ini, kembali membuka peluang bagi IHSG untuk terus melanjutkan trend jangka menengah dengan potensi kenaikan jangka menengah yang cukup untuk mencetak rekor baru diatas rekor lama 5.251.

Pada hari ini, IHSG akan mencoba untuk melanjutkan trend naik tersebut, ditengah kondisi regional Asia yang masih cenderung kurang sentimen.

IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak flat-naik pada kisaran 5.175 – 5.225. Hanya penutupan dibawah 5.175 yang akan mengakhiri trend naik jangka pendek yang tengah terjadi.

Pada perdagangan kemarin, beberapa saham penggerak IHSG seperti ASII, BBRI, INTP, dan PTBA terlihat mulai bergerak menembus resisten. Meski untuk kenaikan IHSG yang signifikan aliran dana asing terlihat masih kurang, tapi setidaknya pemodal bisa melirik pada blue chip yang lain, terutama pada sektor perbankan, konstruksi, batubara, dan konsumer.
 
Global Outlook
 
Saham Asia bergeral variatif hari ini menyusul performa Wall Street yang kurang meyakinkan meski di saat data ekonomi AS mengesankan. Isu konflik di Ukraina juga masih dalam sorotan.

Indeks Nikkei menguat 0,8%, didukung oleh pelemahan yen ke 105 per dollar. Indeks Kospi melemah 0,3%, didera aksi ambil untung. Indeks Singapura STI masih flat. Di Hong Kong, indeks Hang Seng masih flat. Wall Street berakhir mixed, dengan indeks Dow Jo;nes melemah 0,18% dan indeks S&P 500 flat.

Padahal data ekonomi AS bagus, yaitu indeks manufaktur ISM yang naik ke 59,0 di Agustus dari 57,1 di Juli.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, seperti di AS yang sudah mencetak rekor beberapa kali. Kondisi di regional tidak jauh berbeda, seperti indeks Hang Seng yang meraih level tertinggi dalam 6 tahun minggu lalu. Kondisi ini membuat pergerakan indeks sering kali mentok, dan terjebak dalam range sempit. Bahkan acap kali terjadi profit taking.

Situasi di Ukraina juga mencemaskan, setelah NATO mengindikasikan bersiap dengan kemungkinan perang skala besar antara Rusia dan Ukraina. Sembari mewaspadai perkembangan di Ukraina, pasar menunggu beberapa even penting seperti data ketenagakerjaan AS dan hasil rapat ECB.

Menunggu dua hal itu, pergerakan saham diperkirakan masih konsolidatif, tapi kali ini ada kecenderungan flat turun. Untuk nanti malam, hanya ada laporan ekonomi the Fed atau Beige Book.

Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan trend positif dan kembali bertengger di area 5.200.

Pada penutupan perdagangan, Selasa (02/08/2014), IHSG menguat 23,968 poin (0,46%) ke level 5.201,586.

Penguatan bursa saham di regional turut membantu dalam penguatan IHSG. Meredanya konflik di Ukraina menjadi salah satu faktor yang mendorong sentimen. Selain itu, kenaikan IHSG juga didorong oleh aksi bargain hunting pada saham-saham yang sebelumnya sudah terkoreksi tajam.

Sembilan indeks sektoral menghijau, dipimpin sektor pertanian yang menguat 1,34%. Lalu disusul oleh indeks aneka industri yang menguat 1,09% dan indeks infrastruktur yang menguat sebesar 0,64%.

Saham-saham yang naik di antaranya adalah Century Textile (CNTX) naik Rp 700 ke Rp 9.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 475 ke Rp 55.500, XL Axiata (EXCL) naik Rp 350 ke Rp 6.350, dan Indocement (INTP) naik Rp 325 ke Rp 24.450.

Sementara saham-saham yang turun antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 10.500, Enseval Putra (EPMT) turun Rp 225 ke Rp 2.975, Logindo (LEAD) turun Rp 225 ke Rp 4.925, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 200 ke Rp 5.800.
 
Ulasan Teknikal
 
IHSG
IHSG 03-09-2014

Candlestick kembali menunjukkan sinyal bullish, IHSG pun mampu bertahan di atas resistance 5.194 serta MA 10. Dengan begitu, trend jangka pendek masih bullish untuk kembali menguji resistance 5.223 – 5.250.

Sementara itu, sinyal negatif akan muncul jika kemudian IHSG ditutup dibawah suport terdekatnya di 5.179.

Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.179 – 5.223.

R3 5,232
R2 5,217
R1 5,209
Pivot 5,194
S1 5,187
S2 5,172
S3 5,164
 
Stock Pick
 
BDMN
BDMN 03-09-2014

Harga rebound disertai denga peningkatan volume, indikasi adanya rebound lanjutan. Indikator stochastic golden cross, sementara RSI membentuk bullish divergence. Potensi kenaikan masih bisa berlanjut untuk menguji resistance 3.905. Jika ditembus, kenaikan selanjutnya akan fokus menuju Fibonacci retracement 50% di kisaran 4.100.
 
Rekomendasi : Buy breakout 4.905, stop loss 3.850, target 4.000.
 
Support              : 3.850, 3.735
Resistance        : 3.905. 4.000
 
LSIP
LSIP 03-09-2014

Trend bearish, namun sinyal rebound mulai muncul. Terlihat dari indikator stochastic yang oversold dan berpeluang golden cross. Candlestick pun mulai menunjukkan sinyal revesal. Untuk itu, kami masih melihat adanya rebound lanjutan untuk menguji resistance di 1.900 – 1.955.
 
Rekomendasi : SpecBuy, stop loss t 1.830, target 1.900.
 
Support              : 1.830, 1.790
Resistance        : 1.900, 1.955

Rekomendasi
 
Stock Screener
SS 03-09-2014

Wall Street Ditutup Dengan Kecenderungan Bergerak Mix, Sektor Energi Alami Penurunan

Sebagian besar saham-saham di Amerika alami penurunan pada hari Selasa kemarin, alami aksi ambil untung dari kenaikan yang terjadi pada bulan sebelumnya, dimana saham-saham alami kenaikan, akibat penurunan pada harga minyak mentah, sehingga membuat saham-saham perusahaan energi alami penurunan dan mengimbangi sentimen positip dari data manufaktur.

S&P energi indek (.SPNY) alami penurunan sebesar 1,3 persen didukung oleh adanya peluang yang cukup besar terhadap penurunan permintaan minyak di China dan Eropa dan juga akibat tingginya jumlah suplai minyak yang membuat harga kontrak minyak jenis Brent mencapai level harga terendahnya sejak 31 Mei 2013. Peabody Energy Corp (BTU.N) menjadi perusahaan energi komponen S&P 500 dengan penurunan paling besar, yaitu 3,7 persen menjadi $15,29.

Penguatan nilai tukar dollar Amerika yang juga membuat penurunan nilai tukar Yen mendekati level terendahnya tahun ini juga menjadi penyebab terjadinya penurunan harga minyak.

Diluar penurunan yang terjadi pada hari ini, saham-saham perusahaan energi secara keluruhan masih memiliki performa yang cukup baik, dimana indek S&P 500 sektor enerrgi (.SPNY) memiliki performa pergerakan yang lebih baik dibandingkan indek S&P untuk tahun 2014 ini.

Data factory activity Amerika untuk periode Agustus tunjukkan kenaikan mencapai level tertingginya hampir dalam tiga setengah tahun terakhir, dan data construction spending alami pemulihan untuk periode Juli.

Dow Jones industrial average (.DJI) alami penurunan sebesar 30,89 poin atau 0,18 persen menjadi 17.067,56. S&P 500 (.SPX) ditutup dengan alami penurunan sebesar 1,09 poin atau 0,05 persen menjadi 2.002,28. Nasdaq Composite (.IXIC) alami kenaikan sebesar 17,92 poin atau 0,39 persen menjadi 4.598,19.

Secara keseluruhan pada hari Selasa kemarin ada sebanyak 5,2 milliar lembar saham yang di perdagangkan di Wall Street, diatas rata-rata transaksi dalam lima hari terakhir, yaitu 4,4 milliar.

Regional Bervariasi, Data China Penopang Laju

Nikkei
 
Indeks Nikkei berhasil meraih level tertinggi dalam tujuh bulan berkat pelemahan yen yang melambungkan saham eksportir. Meski bursa AS ditutup Senin lalu, saham Jepang reli menyusul depresiasi yen ke level 104,50 per dollar. Pelemahan yen menimbulkan ekspektasi akan membaiknya laba emiten eksportir. Indeks Nikkei ditutup menguat 192,00 poin, atau 1,24%, di 15.668,60.
 
Indeks Nikkei diperkirakan akan mengalami kenaikan hari ini bersamaan dengan pelemahan yen terhadap dollar yang kini berada di atas 105. pelemahan yen dapat mendorong saham ekspor. Kenaikan lanjutan indeks ini untuk ke tiga kalinya, dengan mencetak level tertingginya dalam tujuh bulan terakhir. amun para analis mewaspadai pergerakan indeks dalam sesi-sesi berikutnya, terutama di tengah pengaruh isu geopolitik di Ukraina.

Rekomendasi
NKI SIGNAL 03-09-14

Kospi
 
Indeks Kospi berlabuh di zona merah setelah investor melepas saham teknologi dan kimia karena kekhawatiran akan prospek bisnis menyusul data China yang kurang menggembirakan. Data yang menunjukkan inflasi turun ke level terendah dalam lima bulan pun gagal memberi dorongan berarti. Padahal hal itu bisa memberi ruang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga. Indeks Kospi ditutup melemah 16,28 poin, atau 0,79% di 2.051,58.

Indeks Kospi kembali melorot hari ini, menyusul kecemasan investor terhadap penurunan inflasi yang berdampak adanya ruang penurunan suku bunga dalam rapat regular bank sentral Korea (BOK) akhir bulan ini. Saham otomotif melanjutkan kejatuhan, dimana Hyundai Motor dan Kia Motors jatuh lebih dari 1,0%. Hyundai jatuh karena kegagalan negoisasi upah buruh.

Rekomendasi
KSI SIGNAL 03-09-14
 
Hang Seng
 
Indeks Hang Seng berakhir flat kemarin setelah melalui perdagangan yang fluktuatif. Sempat tertekan oleh aksi ambil untung, indeks berhasil balik arah berkat penguatan saham China. Indeks utama daratan berhasil menyentuh level tertinggi tahun ini. Minimnya katalis baru mendorong investor melakukan profit taking, yang sempat menjatuhkan indeks ke level terendah dalam tiga minggu. Indeks Hang Seng turun tipis 3,07 poin, atau 0,01% ke 24.749,02.

Indeks Hang Seng diperkirakan akan mengikuti jejak penurunan indeks Dow Jones. Ini menjadi momentum aksi ambil untung mengingat indeks Hang Seng sudah menyentuh level tertinggi dalam enam tahun. Alhasil, para analis mengatakan meski sentimen masih positif, diperlukan katalis yang kuat agar indeks bisa melebihi level 25.000.

Rekomendasi
HSI SIGNAL 03-09-14

Senin, 01 September 2014

Indek Saham Berjangka Eropa Alami Kenaikan Didukung Oleh Data Ekonomi China Dan Jerman

Indek saham berjangka Eropa alami kenaikan, setelah sebelumnya pada bulan Agustus saham-saham tunjukkan kinerja positip didukung oleh peningkatan perdagangan Jerman yang lebih tinggi dari yang diperkirakan dan juga penurunan kinerja perusahaan manufaktur China yang berikan dukungan bagi spekulasi akan adanya stimulus dari pemerintah. Sedangkan indek acuan saham berjangka Amerika terlihat hanya sedikit alami pergerakan, sedangkan bursa-bursa saham di Asia terlihat alami kenaikan.
stoxx euro
Lliad SA kemungkinan besar akan alami pergerakan harga yang cukup menarik pada hari ini, setelah sebelumnya berdasarkan sumber informasi yang cukup terpercaya menyatakan bahwa perusahaan private-equity tersebut akan naikkan harga penawarannya untuk membeli T-Mobile US Inc. Helvetia Holding AG juga diperkirakan akan alami pergerakan yang cukup agresif setelah perusahaan ini laporkan kinerja keuangan semester pertama tahun ini yang berhasil lampaui perkiraan analis.

Indek berjangka Euro Stoxx 50 Indek yang akan berakhir kontraknya pada bulan ini alami kenaikan sebesar 0,5 persen menjadi 3.180 pada pukul 7:12 a.m. di London. Kontrak FTSE 100 indek alami kenaikan sebesar 0,2 persen, sedangkan MSCI Asia Pacific Indek alami kenaikan sebesar 0,2 persen. Sedangkan bursa saham di Amerikan akan tutup pada hari ini sedangkan indek saham berjangka Standard & Poor 500 alami koreksi kurang dari 0,1 persen.

Stoxx Europe 600 Indek alami kenaikan sebesar 1,8 persen pada Agustus, setelah selama dua bulan sebelumnya terus menerus alami penurunan, akibat European Central Bank President Mario Draghi indikasikan ECB akan keluarkan penambahan stimulus guna memerangi rendahnya inflasi. ECB akan lakukan pertemuan pada 4 September mendatang. Perdana menteri Prancis Manuel Valls kemarin juga mengingatkan bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh ECB berpeluang perlemah nilai tukar Euro.

Laporan terbaru sebutkan bahwa eksport Jerman sebagai negara dengan ekonomi terbesar Eropa alami kenaikan sebesar 0,9 persen pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan kuartal pertama, lampaui perkiraan ekonom yaitu hanya naik sebesar 0,2 persen. Import alami kenaikan sebesar 1,6 persen, bandingkan dengan perkiraannya yang hanya sebesar 0,5 persen.

Di China, data PMI versi pemerintah alami penurunan menjadi 51,1 untuk periode Agustus, gagal penuhi perkiraan ekonom yaitu 51,2. Data final serupa versi HSBC Holdings dan Markit tunjukkan penurunan menjadi 50,2. Data diatas 50 indikasikan ekspansi.

Emas Terjebak Antara Ukraina dan Dollar

Emas masih diperdagangkan pada kisaran sempit pada perdagangan hari ini di Asia di tengah meningkatnya kembali ketegangan di Ukraina yang mendorong permintaan permintaan safe haven. Namun, kenaikan dibatasi oleh penguatan dollar menyusul data ekonomi AS yang mengesankan.

Kondisi di Ukraina semakin panas, dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko memperingatkan perang skala penuh bisa terjadi bila pasukan Rusia terus bergerak membantu separatis pro-Moskow. Hal itu datang setelah upaya gencatan senjata gagal dicapai minggu lalu. AS menyebut Rusia bertanggung jawab atas kekerasan di Ukraina timur dan siap menambah sanksi

Sementara itu, dollar kembali mengalami penguatan berkat positifnya data-data ekonomi. Pertumbuhan ekonomi AS ternyata lebih baik dari perkiraan, berdasarkan data PDB AS kuartal dua yang direvisi naik menjadi 4.2% dari 4,0%. Selain itu, data sentimen konsumen AS yang naik ke 82,5 di Agustus dari 79,2 di Juli. Serangkaian data tersebut semakin menunjukkan keunggulan ekonomi dan prospek kebijakan moneter AS.

Dari sisi teknikal, harga masih bergerak di atas MA 10, indikasi trend jangka pendek bullish. Indikator stochastic juga masih menunjukkan golden cross, mendukung kenaikan lanjutan.

Namun, harga saat ini masih tertahan di resistance $1292. Penembusan resistance tersebut akan membuka potensi penguatan lanjutan menuju kisaran $1303.

Sementara itu, trend bullish jangka pendek berakhir jika harga kemudian turun d bawah support $1280.

Rekomendasi
rekom

Even Penting Minggu ini: ECB, BOE & Payroll

Mario DraghiMinggu ini sarat dengan even ekonomi penting yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar keuangan dunia, di antara rapat regular ECB dan data ketenagakerjaan AS. 

Di tengah lesunya ekonomi dan rendahnya inflasi di zona euro, muncul desakan agar ECB mengambil tindakan tegas. Dengan terjadinya krisis di Ukraina, timbul pemikiran kondisi ekonomi bisa semakin memburuk.

Alhasil, desakan agar ECB bertindak semakin kuat, dan merespon hal itu, sang presiden Mario Draghi mulai memberi sinyal-sinyal ke sana.

Dengan mengatakan ekspektasi inflasi semakin rendah, Draghi semakin membuka peluang ECB bisa menerapkan program pembelian obligasi. Memang, belum tentu langsung diumumkan minggu ini, tapi peluangnya semakin besar. Alhasil, Draghi kemungkinan besar bersikap dovish, apalagi bila mengumumkan revisi turun proyeksi PDB dan inflasi 2014-2015.

Berbeda dengan ECB, yang masih berkutat dengan kebijakan longgar, BOE justru  mulai mempertimbangkan normalisasi kebijakan. Performa ekonomi Inggris yang di atas negara maju lainnya menjadikan BOE bank sentral G-7 pertama yang siap menaikkan rate. Dalam minutes bulan lalu ditunjukkan ada dua dari sembilan pejabat mendukung kenaikan suku bunga.

BOE hampir dipastikan tidak akan mengumumkan keputusan baru dalam rapat Kamis nanti. BOE juga kemungkinan tidak akan mengirim sinyal soal kenaikan rate lebih cepat. Sejauh ini, memang belum ada perkembangan yang dapat mengubah prospek kenaikan rate baru bisa datang awal tahun depan. BOE sepertinya masih bersikap wait-and-see, melihat indicator penting seperti inflasi dan pertumbuhan upah sebelum mengubah kebijakan.

Selanjutnya, fokus pasar tertuju ke data ketenagakerjaan AS, yang diperkirakan akan menunjukkan lapangan kerja tetap tumbuh di atas 200 ribu, yang membuat tingkat pengangguran turun. Payroll diperkirakan naik 216.000 selama Agustus, dan tingkat pengangguran turun 0,1% ke 6,1%.

Data ini penting untuk mengukur prospek kebijakan moneter the Fed.  The Fed tidak akan mengubah kebijakan dalam waktu dekat, namun konsistensi pertumbuhan lapangan kerja bisa mendukung pandangan the Fed masih unggul disbanding bank sentral lainnya, seperti ECB dan BOJ.

Isu Ukraina Benamkan Euro

Euro tenggelam ke level terendah dalam setahun di tengah memburuknya situasi di Ukraina. Namun pasar AS libur hari ini, dan investor mungkin memilih menunggu dulu rapat empat bank sentral minggu ini, yang membuat pergerakan mata uang terbatas.

Kondisi di Ukraina semakin panas, dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko memperingatkan perang skala penuh bisa terjadi bila pasukan Rusia terus bergerak membantu separatis pro-Moskow. Hal itu datang setelah upaya gencatan senjata gagal dicapai minggu lalu. AS menyebut Rusia bertanggung jawab atas kekerasan di Ukraina timur dan siap menambah sanksi.

Para analis mengatakan risiko yang mungkin timbul dari krisis Ukraina dan inflasi yang terus rendah dapat memaksa ECB untuk menyediakan stimulus tambahan suatu saat, bila tidak minggu ini. Akhir-akhir ini, memang muncul spekulasi ECB harus bertindak untuk menyelamatkan ekonomi zona euro, dengan menerapkan kebijakan agresif seperti pembelian obligasi. ECB akan menggelar rapat minggu ini, fokus utama terletak pada apakah sang presiden Mario Draghi memberi sinyal pembelian obligasi.

Euro diperdagangkan di $1,3124, dengan sempat menyentuh $1,3118 atau terendah sejak 25 Agustus, setelah melemah 0,4% akhir pekan lalu. Support ada di $1,3100, bila ditembus euro terancam menuju $1,3050. Terhadap yen, euro stabil di 136,70, dengan support di 136,30 dan resistance di 137,30.

Selain karena faktor Eropa, dollar berhasil menyentuh level tertinggi dalam 13 bulan berkat data yang menunjukkan sentimen konsumen AS naik ke 82,5 di Agustus dari 79,2 di Juli. Dengan liburnya pasar AS malam nanti, pergerakan mata uang kemungkinan terbatas. Indeks dollar berada di 82,75 hari ini, berusaha menembus resistance 82,80. Penembusan level itu membuka peluang ke 83,00. Atas yen, dollar diperdagangkan di 104,16 dan terhadap franc, dollar berada di 0,9195.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 01-09-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 01-09-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 01-09-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 01-09-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 01-09-14

Rebound IHSG Sambil Menanti Data Neraca Perdagangan

Tekanan jual yang terjadi pada hari Jumat sore kemarin, sepertinya hanya tekanan jual sesaat, karena hingga pagi hari ini, tidak terlihat adanya berita yang cukup besar untuk menggerakkan harga hingga seperti itu.

Meskipun demikan dengan posisi penutupan IHSG dibawah suport di 5165, signalnya relatif tidak terlalu bagus karena telah membuka potensi koreksi hingga 4900 – 5050.  Setidaknya, IHSG membutuhkan posisi penutupan diatas resisten di 5165 untuk membatalkan signal negatif yang kemarin muncul.

Kenaikan 18,88 poin (+0,11 persen) yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) pada hari Jumat, telah membuat indeks dari bursa di kawasan Asia padi ini cenderung bergerak bervariasi.  Indeks Hang seng running dengan kenaikan tipis, dibawah 0,1 persen, sedangkan Indeks Strait Times juga bergerak fluktuatif, dengan kenaikan atau penurunan kurang dari 0,1 persen juga.  Tidak terlihat adanya sentimen yang kuat pada bursa regional.

Dengan minimnya sentimen dari bursa regional, IHSG hari ini diperkirakan bakal mengalami teknikal reboud, ditengah para pemodal yang sedang menunggu pengumuman angka neraca perdagangan di bulan Juli, serta angka inflasi Agustus yang akan diumumkan oleh BPS siang nanti.  IHSG bakal bergerak bervariasi pada kisaran sempit, 5125 – 5165.  Hanya penutupan diatas resisten 5165 yang akan memberikan signal positif bagi pergerakan IHSG.

Konsolidasi yang tengah terjadi pada IHSG, membuat pemodal harus lebih bersabar dalam melakukan positioning.   Untuk posisi jangka menengah, akumulasi lebih kami sarankan ketika IHSG memasuki kisaran suport 4900 – 5050.

Global outlook
 
Saham Asia bergerak variatif hari ini di tengah memanasnya kembali ketegangan geopolitik di Ukraina. Selain itu, investor juga berhati-hati menjelang data manufaktur China.

Indeks Nikkei menguat 0,21%, dibantu oleh pelemahan yen. Indeks Kospi masih flat. Indeks Singapura STI juga flat. Di Hong Kong, indeks Hang dibuka melemah 0,1%.  Akhir pekan lalu, Wall Street mencatat hasil positif, dengan indeks S&P 500 naik 0,33%.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko memperingatkan perang skala penuh bisa terjadi bila pasukan Rusia terus bergerak membantu separatis pro-Moskow. Hal itu datang setelah upaya gencatan senjata gagal. AS menyebut Rusia bertanggung jawab atas kekerasan di Ukraina timur dan siap menambah sanksi.

Sembari mewaspadai perkembangan di Ukraina, investor menunggu data manufaktur dari China. Indeks PMI manufaktur versi pemerintah turun ke 51,1 di Agustus dari 51,7 di Juli. Sedangkan HSBC akan mengumumkan angka final indeks PMI versinya, yang minggu lalu keluar memperlihatkan level terendah dalam tiga bulan.

Minggu ini cukup sarat dengan even penting, seperti rapat bank sentral dari RBA, BOJ, BOE dan ECB, serta data ketenagakerjaan AS.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, seperti di AS yang sudah mencetak rekor beberapa kali. Kondisi di regional tidak jauh berbeda, seperti indeks Hang Seng yang meraih level tertinggi dalam 6 tahun minggu lalu. Alhasil, koreksi suatu saat tidak terelakkan.

Review IHSG
 
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi di akhir minggu akibat aksi jual menjelang penutupan. Pada penutupan perdagangan, Jumat (29/08/2014), IHSG merosot 47,616 poin (0,92%) ke level 5.136,863.

Belum adanya katalis baru memicu investor untuk melakukan aksi profit taking. Masalah pro – kontra kenaikan harga Bahan Bahan Minyak (BBM) masih menjadi sentimen negatif  yang datang dari dalam negeri. Sementara itu, penurunan bursa regional dan global akibat kekhwatiran Ukraina makin memperberat sentimen.

Sebanyak tujuh sektor memerah. Tiga sektor dengan penurunan terbesar yaitu sektor keuangan turun 1,66%, sektor konsumer  turun 1,5%, dan sektor manufaktur turun 1,34%.

Saham-saham yang naik di antaranya adalah Multi Bintang (MLBI) naik Rp 25.500 ke Rp 1,03 juta, Rida Vivatex (RDTX) naik Rp 950 ke Rp 6.000, First Media (KBLV) naik Rp 545 ke Rp 2.730, dan Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 525 ke Rp 6.400.

Saham-saham yang turun antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.075 ke Rp 31.025, BCA (BBCA) turun Rp 650 ke Rp 11.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 54.000, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 500 ke Rp 25.500.

Ulasan Teknikal
 
IHSG
IHSG 1 sep
 
Kegagalan IHSG bertahan di atas support 5.150 menyebabkan tren jangka pendek IHSG kembali bearish. Pola long black candlestick, serta indikator stochastic yang dead cross masih memungkinkan IHSG melanjutkan penurunannya untuk menguji support di kisaran 5.088 – 5.113. Sementara itu, sinyal positf akan muncul jika IHSG kembali bergerak di atas resistance 5.174. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.088 – 5.174.

R3    5230
R2    5211
R1    5174
Pivot    5156
S1    5118
S2    5100
S3    5062

Stock Pick
 
DILD
DILD 1 Sep
 
Trend bullish, namun indikator stochastic serta RSI sudah terlihat overbought . Candlestick membentuk pola spinning top, bisa membuka potensi pembentukan pola evening star, sebuah sinyal reversal. Support terdekat berada di kisaran 570. Sinyal reversal akan muncul jika support tersebut kemudian ditembus, dengan potensi penurunan lanjutan menuju kisaran 535.
 
Rekomendasi     : Sell breakout 570
 
Support                  : 570, 535
Resistance            : 595, 630

KIJA
KIJA 1 sep
Harga bergerak di atas support 276 serta MA 10, indikasi trend jangka pendek kembali bullish. Indikator stochastic serta RSI juga masih menunjukkan sinyal positif, meski mulai mendekati area overbought. Untuk itu, kami masih melihat potensi kenaikan bagi KIJA untuk menguji resistance di  296. Jika ditembus, kenaikan bisa berlanjut menuju area 304 – 314.
 
Rekomendasi     : Trading buy, stop loss breakout 276,  target 296.
 
Support                  : 276, 268
Resistance            : 292, 296

Rekomendasi
 
Stock Screener
SS 1 sep

Asia Variatif Dibayangi Banyaknya Sentimen

Investors monitor falling share prices at a brokerage in Hong KongSaham Asia bergerak variatif hari ini di tengah memanasnya kembali ketegangan geopolitik di Ukraina. Selain itu, investor juga berhati-hati menjelang data manufaktur China. 

Indeks Nikkei menguat 0,21%, dibantu oleh pelemahan yen.

Indeks Kospi masih flat. Indeks Singapura STI juga flat. Di Hong Kong, indeks Hang dibuka melemah 0,1%.  Akhir pekan lalu, Wall Street mencatat hasil positif, dengan indeks S&P 500 naik 0,33%.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko memperingatkan perang skala penuh bisa terjadi bila pasukan Rusia terus bergerak membantu separatis pro-Moskow. Hal itu datang setelah upaya gencatan senjata gagal. AS menyebut Rusia bertanggung jawab atas kekerasan di Ukraina timur dan siap menambah sanksi.

Sembari mewaspadai perkembangan di Ukraina, investor menunggu data manufaktur dari China. Indeks PMI manufaktur versi pemerintah turun ke 51,1 di Agustus dari 51,7 di Juli. Sedangkan HSBC akan mengumumkan angka final indeks PMI versinya, yang minggu lalu keluar memperlihatkan level terendah dalam tiga bulan.

Minggu ini cukup sarat dengan even penting, seperti rapat bank sentral dari RBA, BOJ, BOE dan ECB, serta data ketenagakerjaan AS.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, seperti di AS yang sudah mencetak rekor beberapa kali. Kondisi di regional tidak jauh berbeda, seperti indeks Hang Seng yang meraih level tertinggi dalam 6 tahun minggu lalu. Alhasil, koreksi suatu saat tidak terelakkan.

Asia Dipengaruhi Rilisan Data China

Nikkei
 
Indeks Nikkei berlabuh di zona merah akibat memburuknya krisis di Ukraina dan data output industri Jepang yang mengecewakan. Output industri hanya tumbuh 0,2% selama Juli, mencerminkan dampak kenaikan pajak penjualan masih terasa. Fokus utama minggu depan adalah isu pemotongan pajak korporat. Indeks Nikkei ditutup melemah 35,27 poin, atau 0,23%, di 15.424,59.

Indeks Nikkei diperkirakan akan mengalami kenaikan hari ini bersamaan dengan pelemahan yen terhadap dollar yang kini berada di atas 104. Faktor pelemahan yen dapat mendorong saham-saham berbasis ekspor.

Namun penguatan indeks kini diuji data China, dan juga sentimen investor terhadap serangkaian data penting sepanjang pekan ini baik dari Eropa, Inggris dan AS. Pagi ini, Nintendo reli hampir 2,0%, sedangkan Panasonic naik 1,0%.

Rekomendasi
NKI 01-09-14
NKI SIGNAL 01-09-14

Kospi
 
Indeks Kospi tertekan oleh ketegangan geopolitik yang mengurangi minat beli, ditambah dengan aksi jual dari investor institusional. Kekhawatiran mengenai prospek laba di kuartal ketiga mempengaruhi sentimen.

Tapi pembelian asing masih menjaga indeks dari kejatuhan. Indeks Kospi ditutup melemah 0,35% di 2.068,54.

Indeks Kospi awali perdagangan minggu ini dibuka relatif stabil  dari penutupan akhir pekan lalu. Laju indeks tertahan karena serangkaian data ekonomi dalam negeri seperti ekspor di Agustus secara keseluruhan turun 0,1% menjadi $46,3 miliar, sedangkan impor naik 3,1% menjadi $42,9 miliar untuk tahun ke tahun.

Sementara neraca perdagangan di Agustus surplus $3,4 miliar dari bulan sebelumnya $2,4 miliar. Data China pengaruhi indeks.

Rekomendasi
KSI 01-09-14
KSI SIGNAL 01-09-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng terkapar akibat aksi ambil untung dan buruknya laba beberapa emiten. Selain itu, indeks kesulitan bertahan di atas 25.000 di tengah minimnya aliran dana segar. Seiring berakhirnya musim laporan keuangan, fokus kembali tertuju ke ekonomi China, dengan stimulus sebagai isu utama. Indeks Hang Seng melemah 0,3% ke 24.742,06. Indeks dalam sepekan kemarin telah jatuh 1,5%. Indeks catat penurunan bulanan pertama kalinya sejak April lalu.

Indeks Hang Seng coba rebound hari ini setelah Wall Street berhasil meraih rekor baru berkat data ekonomi AS. Namun faktor valuasi kemungkinan dapat menjadi penghambat laju indeks. Meski sentimen positif terjaga, penguatan indeks  sepertinya masih terbatas mengingat posisinya yang sudah tinggi serta serangkaian data ekonom penting China minggu ini.

Rekomendasi
HSI 01-09-14
HSI SIGNAL 01-09-14