BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Kamis, 14 Juli 2011

The Fed siap tambah stimulus bila diperlukan


Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan pihaknya siap mengambil tindakan bila kondisi ekonomi memburuk, meningkatkan peluang peluncurkan kembali program non konvensional.

Dalam kesaksiannya di hadapan Kongres, menyampaikan laporan kebijakan moneter per semester, ia mengatakan ada kemungkinan kondisi ekonomi semakin lesu dan deflasi kembali muncul, hingga membutuhkan sokongan tambahan. Ia menegaskan the Fed tetap siap merespon bila perkembangan ekonomi mengindikasikan perlunya penyesuaian kebijakan.

Pernyataan itu membuka kemungkinan diluncurkan kembali program pembelian aset, atau Quantitative Easing (QE), yang nanti akan menjadi ketiga kalinya. Bernanke mengindikasikan QE jilid 3 bisa diperlukan bila ekonomi gagal meraih mometumnya di semester kedua nanti.

Ini pertama kalinya the Fed secara terbuka menyebut soal QE3. Pernyataan itu datang menyusul serangkaian indikator yang memperkuat bukti ekonomi AS mengalami perlambatan, salah satunya data ketenagakerjaan yang diumumkan minggu lalu.

Bernanke mengatakan pertumbuhan lapangan kerja yang mengecewakan dua bulan terakhir hanyalah efek sementara, seperti kenaikan harga energi, dan ia memprediksikan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 3% di semester kedua. Tapi, ia juga mengatakan ekonomi bisa saja menuju arah yang membutuhkan stimulus tambahan.

Meski membuka kemungkinan langkah untuk merangsang ekonomi, ia juga menyebutkan pihaknya bisa bertindak lain bila ternyata ekonomi semakin rentan dengan inflasi. The Fed akan menaikkan suku bunga dan mulai menjual sebagian sekuritas yang pernah dibelinya, tentunya dengan menyesuaikan jumlah penjualan dengan kondisi ekonomi.

Rabu, 13 Juli 2011

Eropa, Moody’s pukul Hang Seng

Indeks Hang Seng mencatat kejatuhan terbesarnya dalam 14 bulan terakhir karena mencuatnya keresahan soal krisis utang Eropa dan peringatan Moody’s Investor Service soal perusahaan China.

Indeks Hang Seng ditutup melemah 684,07 poin, atau 3,06%, di 21.663,16. Sedangkan indeks H-shares terjun 3,72% ke 12.032,03.

Kekhawatiran krisis utang menyebar ke Italia dari Yunani mendorong aksi jual saham. Masalah krisis utang Eropa memberi efek negatif terhadap aliran dana ke bursa saham dan membuat investor panik. Sentimen semakin negatif setelah Moody’s memperingatkan mengenai risiko manajemen dan akuntansi puluhan perusahaan China.

Eropa siap terima Yunani default


Para pemimpin Eropa akhirnya menerima kondisi yang tak dianggap terelakan bahwa Yunani kemungkinan akan default dalam utangnya, yang menjadi kasus gagal bayar pertama dalam sejarah zona euro.

Setelah rapat selama 12 jam di Brussels, sembari dihantui kekhawatiran krisis menyebar ke Italia, 17 pemerintah zona euro mengakui sulitnya mencegah Yunani default. Ini mencerminkan adanya perubahan sikap dari para pemimpin Eropa, yang selama ini berusaha mencegah negara itu default. Skenario itu dianggap tabu bagi zona euro. Para pejabat menolak untuk membiarkan Yunani default karena takut eksodus investor dari obligasi di negara pengutang besar lainnya seperti Portugal, Irlandia dan Italia.

Dalam pertemuan itu, mereka mempertimbangkan langkah default sebagai bagian dari rencana dalam rangka membebaskan Yunani dari jeratan utang besar. Mereka membahas opsi menggunakan dana bailout untuk melakukan pembelian kembali (buy back) surat utang Yunani di pasar sekunder atau agar Yunani bisa melunasi utangnya dalam diskon. Mereka juga menyebutkan opsi penurunan bunga dana talangan.

Hal itu mengindikasikan meski siap menerima skenario default, para pemimpin Eropa masih mencari jalan untuk mengendalikan credit event, atau efek domino yang mungkin ditimbulkan dari default Yunani. “Tujuan utamanya adalah mengurangi beban utang Yunani melalui langkah baik dari investor swasta maupun pemerintah,” kata salah satu pejabat yang terlibat dalam negosiasi.

Namun, para pejabat menegaskan semua itu masih dalam tahap awal, detil final baru bisa terlihat pada akhir musim panas. Bila strategi disepakati, menandakan perubahan signifikan dalam upaya mengatasi krisis utang.

Beberapa pejabat menganggap kontribusi sektor swasta dalam bailout kedua tetap penting meski lembaga rating menyebutnya default. “Saya lebih mencari solusi dari pada rating,” kata Menteri Keuangan Belgia Didier Reynders di sela-sala pertemuan. “Bila mendapat reaksi negatif dari lembaga rating, tidak masalah.”

Pejabat senior zona euro lainnya mengatakan beberapa menteri yakin default Yunani sulit dihindari karena desakan Jerman dan beberapa negara lainnya bahwa investor swasta harus berpartisipasi dalam bailout kedua Yunani.

Kamis, 30 Juni 2011

LEVEL ENTRY

LEVEL ENTRY SELL

Eur break 1.4496 Sell, GBP break 1.6092 Sell, Aud break 1.0732 Sell, JPY break 80.21 Sell & CHF break 0.8322 Buy " JGN LUPA PSNG STOP LOSSNYA YA!!!


LEVEL ENTRY BUY

Eur break 1.4526 Buy, GBP break 1.6122 Buy, Aud break 1.0762 Buy, JPY break 80.51 Buy & CHF break 0.8392 Sell " JGN LUPA PSNG STOP LOSSNYA YA!!!

Selasa, 28 Juni 2011

JOIN US

KAMI PERUSAHAAN PIALANG BERJANGKA YANG PERTAMA KALI MEMPUNYAI IZIN USAHA, MENGAJAK ANDA UNTUK BERGABUNG BERSAMA KAMI DI POSISI :


ACCOUNT OFFICER ( KODE : AO )

KUALIFIKASI:
- WANITA USIA MAKS 27 THN
- PENDIDIKAN MIN. D-3 SEMUA JURUSAN
- PENAMPILAN MENARIK
- BISA BAHASA INGGRIS ATAU MANDARIN
- SIAP MENGIKUTI PELATIHAN
- PENGALAMAN TIDAK DI UTAMANKAN
- JENJANGKARIR
- BONUS & INCOME BESAR

LAMARAN DI KIRIM VIA POS, VIA EMAIL ATAU DATANG LANGSUNG KE :
PT. MILLENNIUM PENATA FUTURES
JL. WR SUPRATMAN NO. 21 BANDUNG ATAU camategi.mpf21@gmail.com
JAM 10.00 s/d JAM 16.00
( UP : BPK. EGI )

Soros: Suatu saat negara keluar dari euro


Investor ternama George Soros berpandangan suatu saat akan ada negara yang keluar dari zona euro dan mengimbau para pemimpin Eropa untuk menghasilkan “rencana B” yang dapat menyelamatkan benua itu dari ancaman krisis ekonomi.

Soros tidak menyebut negara spesifik yang diperkirakan akan keluar dari blok mata uang itu, tapi pasar tertuju ke Yunani, yang sedang di ujung tanduk di saat para politisi berkutat membahas reformasi ekonomi yang merupakan syarat untuk mendapat bantuan finansial dari Uni Eropa.

Soros menegaskan pandangannya dalam diskusi panel di Wina itu bahwa euro sejak awal sudah catat karena tidak didukung oleh kesatuan politik atau otoritas keuangan. Menurutnya, tidak terelakkan nantinya ada mekanisme yang mengizinkan negara lemah keluar dari euro. “Euro tidak punya provisi untuk koreksi. Tidak ada aturan suatu negara bisa keluar dari euro, yang dalam kondisi saat ini kemungkinan tidak terelakkan lagi,” katanya.

Sembari menyebut Uni Eropa amatlah vital bagi dunia, ia mengimbau lembaga itu untuk melakukan perubahan struktural untuk mencegah perpecahan. Krisis utang merupakan ujian bagi Uni Eropa untuk melakukan reformasi agar bisa mengatasinya. Menurutnya, krisis ekonomi bisa terjadi bila kondisi di Yunani menyebar. “Kita sedang diambang krisis dan inilah saatnya untuk melakukan perubahan,” katanya.

Oleh karena itu, ia menyerukan agar Uni Eropa mencari strategi alternatif untuk mengatasi krisis utang. Menurutnya, Eropa perlu membuat Rencana B, dengan opsi seperti menerapkan pajak Uni Eropa dan sistem perbankan yang dijamin oleh institusi Eropa, bukannya tingkat nasional lagi. “Tidak ada rencana B saat ini, para pemimpin malah berkutat dengan status quo dan tidak mengakui adanya cata fundamental yang diperlu dikoreksi,” katanya.

Euro dibentuk pada 1999 dengan anggota awal sebanyak 11 negara, yaitu Jerman, Perancis, Italia, Belgia, Belanda, Luksemburg, Finlandia, Austria, Portugal, Spanyol dan Irlandia. Yunani bergabung pada 2001, sedangkan Estonia adalah anggota terbaru, bergabung Januari lalu.

Bank angkat sentimen pasar, voting Yunani dinanti

Nikkei
Indeks Nikkei terkoreksi kembali kemarin karena kecemasan soal krisis utang Eropa yang mencuat lagi menjelang voting di parlemen Yunani. Investor cemas parlemen akan gagal menyetujuinya. Investor juga resah dengan kemungkinan dampak yang ditimbulkan bila Yunani default, termasuk ke sistem perbankan. Indeks Nikkei ditutup melemeah 100,40 poin, atau 1,04%, di 9.578,31.
Indeks Nikkei mendapat suntikan dari pelemahan yen yang mampu menopang kinerja saham ekspor. Selain itu, harapan berkurangnya kecemasan mengenai kredit Yunani yang sejak kemarin membahas rancangan reformasi ekonomi sebagai syarat lembaga internasional untuk mendapatkan bailout, dimana pembahasan ini akan ditentukan voting hari ini. Kabar mengenai Yunani inilah yang bisa mempengaruhi sentimen pasar.

Rekomendasi



Kospi
Indeks Kospi terdampar di zona merah karena aksi jual oleh investor asing di tengah kecemasan soal masalah Yunani. Sektor yang menjadi sasaran jual adalah teknologi dan baja. Namun saham utilitas berjaya karena investor memburu saham defensive di tengah pasar bearish. Indeks Kospi ditutup turun 20,52 poin, atau 0,98% menjadi 2.070,29.
Indeks Kospi berhasil kembali rebound setelah mengalami kejatuhannya kemarin. Bursa saham di AS yang mencatat penguatan semalam menjadi motor penggerak utama di tengah bangkitnya kinerja saham-saham bank AS pasca kabar peraturan modal minimum. Tapi pasar sebenarnya masih menantikan perkembangan terbaru mengenai rencana restrukturisasi utang Yunani yang kini sedang digodok di Parlemen.

Rekomendasi



Hang Seng
Indeks Hang Seng mencatat hasil negatif kemarin, tertekan oleh aksi ambil untung di tengah tumbangnya bursa regional karena kecemasan soal Yunani. Selama dua hari ini, parlemen Yunani akan membahas rancangan reformasi ekonomi yang disyaratkan oleh lembaga internasional untuk mendapatkan bailout. Indeks Hang Seng ditutup turun 130,18 poin, atau 0,59% di 22.041,77.
Permasalahan kredit di Yunani masih menjadi fokus pasar, dimana pasar kembali bergairah setelah sinyal dari krisis Yunani untuk pemberian persetujuan rencana restrukturisasi utang turut angkat sentimen. Saham-saham bank jadi pelopor setelah kecemasan mereda pasca regulator perbankan global perlu adanya kenaikan modal hingga 2,5%, bukan 3,0%.

Rekomendasi

Senin, 27 Juni 2011

Pembahasan Data dan Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (27 Juni 2011)

EUR
Euro masih menghadapi kegelisahan menjelang voting parlemen untuk persetujuan pemangkasan belanja dan kenaikan pajak dimana sebelumnya 3/4 anggota parlemen berpeluang menolak wacana tersebut dengan tambahan penolakan penjualan asset negara. Berita negatif seputar Yunani dan Italia masih menjadi factor fundamental utama yang dapat melemahkan euro disesi eropa hingga US. Level oversold euro akan memberikan peluang rebound/konsolidasi kelevel 1.4183-1.4235 sebagai level tinggi baru untuk melakukan aksi jual. Penguatan dibawah level 1.4208 akan memicu reli kelevel 1.4275, 1.4370 dan 1.4440. Pelemahan dibawah level 1.4208 akan memicu reli kelevel 1.4111, 1.4044 dan 1.3947. Euro berpeluang untuk menguat terlebih dahulu sebelum kembali melemah dibeberapa sesi perdagangan.


Rekomendasi : Sell / Jual Euro dilevel 1.4200-1.4230 dengan target ambil untung dilevel 1.4085, 1.4005 dan 1.3885 dengan target stop loss 1.4295.

JPY
Mata uang yen mulai stabil bergerak melemah di studi chart 4 jam dengan target pelemahan yang stabil diatas level strong resistance 80.78 untuk dapat reli melemah kelevel target 81.26. Target reli pelemahan minggu ini akan terfokus pada level resistance minor weekly 81.80. Pelemahan diatas level 80.40 akan memicu reli kelevel 80.66, 80.86 dan 81.13. Penguatan dibawah level 80.39 akan memicu reli kelevel 80.19, 79.92 dan 79.72. Yen berpeluang untuk melemah dibeberapa sesi perdagangan.


Rekomendasi : Buy / Beli Yen dilevel 80.45-80.25 dengan target ambil untung dilevel 80.95, 81.23 dan 81.70 dengan target stop loss dilevel 79.85.

GBP
Pound masih tertekan untuk kembali melemah dengan target pelemahan pada level retracement 61 persen 1.5340-1.6740 dilevel 1.5885. Reli pelemahan pound dapat berlanjut jika mampu stabil melemah dibawah level tersebut. Potensi konsolidasi pound akan terfokus pada level 1.5995-1.6047. Pelemahan dibawah level 1.5985 akan memicu reli kelevel 1.5925, 1.5890 dan 1.5830. Penguatan diatas level 1.5985 akan memicu reli kelevel 1.6021, 1.6081 dan 1.6116. Pound berpotensi untuk kembali melemah hari ini setelah mencapai target konsolidasinya.


Rekomendasi : Sell / Jual Pound dilevel 1.5995-1.6045 dengan target ambil untung dilevel 1.5905, 1.5855 dan 1.5775 dengan target stop loss dilevel 1.6100.

CHF
Swiss franc berpeluang untuk konsolidasi melemah terlebih dahulu setelah studi chart 1 jam memberikan sinyal pelemahan yang stabil diatas level 0.8370 dengan target reli pelemahan kelevel 0.8387, 0.8397 dan 0.8416. Pelemahan tertinggi akan terfokus pada level 0.8429 dan 0.8444 sebagai level resistance minor swiss franc pada studi chart daily. Bank sentral swiss diperkirakan akan bersiap untuk melakukan intervensi pada mata uang Euro/Swiss untuk mencegah reli penguatan penguatan swiss franc. Sedangkan pelemahan tajam emas semakin mendukung reli penguatan dolar menjelang libur pertengahan minggu ini. Pelemahan diatas level 0.8368 akan memicu reli kelevel 0.8399, 0.8425 dan 0.8456. Penguatan dibawah level 0.8368 akan memicu reli kelevel 0.8342, 0.8311 dan 0.8285. Situasi di Yunani akan sangat menentukan reli penguatan swiss franc di minggu ini dengan dukungan reli penguatan swiss franc sebagai mata uang safe haven jika kembali terjadi krisis di Yunani.


Rekomendasi : Sell / Jual Swiss Franc dilevel 0.8385-0.8415 dengan target ambil untung dilevel 0.8345, 0.8315 dan 0.8290 dengan target stop loss dilevel 0.8465.

AUD
Reli pelemahan aussie semakin kuat jika mampu dapat mempertahankan pelemahan dibawah level support daily 1.0430 dengan target reli pelemahan dibawah level 1.0420 menuju level 1.0250-1.0130. Pelemahan emas dan efek ketidakpastian di eropa masih memberikan tekanan pada pelemahan mata uang aussie. Pelemahan dibawah level support minor studi chart weekly 1.0415 akan memberikan sinyal kuat reli pelemahan aussie menuju target 1.0015. Namun jika aussie tidak berhasil melemah dengan stabil dilevel 1.0415 maka masih terbuka kemungkinan untuk aussie dapat konsolidasi kelevel 1.0553-1.0638. Pelemahan dibawah level 1.0524 akan memicu reli pelemahan kelevel 1.0449, 1,0410 dan 1.0335. penguatan diatas level 1.0524 akan memicu reli kelevel 1.0564, 1.0638 dan 1.0678.


Rekomendasi : Sell / Jual Aussie dilevel 1.0445-1.0475 dengan target ambil untung dilevel 1.0395, 1.0340 dan 1.0260 dengan target stop loss dilevel 1.0535.


Rilis data 27/06 :
Jam 13.00 = Jerman dijadwalkan akan merilis data Retail Sales (persentase perubahan angka penjualan barang ritel) bulanan yang bulan lalu dirilis sebesar 0,6 persen. Jika rilis data aktual lebih kecil dari perkiraan, maka akan berdampak negatif atau melemahkan euro dan sebaliknya.

Jam 19.30 = AS dijadwalkan akan merilis data Personal Consumption (persentase perubahan konsumsi) bulanan yang diperkirakan akan dirilis turun menjadi 0.1 persen dari data sebelumnya 0,4 persen, maka akan berdampak negatif atau melemahkan dolar dalam jangka menengah. Jika rilis dat aktual lebih kecil dari perkiraan, maka akan berdampak melemahkan dolar dan sebaliknya.

Jam 19.30 = AS dijadwalkan akan merilis data Core CPE Price Index (persentase indeks perubahan harga inti barang) bulanan yang diperkirakan dirilis tanpa perubahan pada level 0,2 persen. Jika rilis data aktual lebih kecil dari perkiraan, maka akan berdampak positif atau menguatkan dolar dalam jangka menengah dan sebaliknya.

Soros Says a Euro Exit Mechanism Is ‘Probably Inevitable’ Amid Debt Crisis

Billionaire investor George Soros said it’s “probably inevitable” that a mechanism will have to be put in place to allow weaker euro-region economies to exit the single currency.

“We are on the verge of an economic collapse which starts, let’s say, in Greece, but it could easily spread,” Soros, 80, said at a panel discussion in Vienna today on whether liberal democracy is at risk in Europe. “The financial system remains extremely vulnerable.”

Concern Greek lawmakers will fail to pass austerity measures to ensure the next installment of the nation’s bailout is roiling global markets and pushed the euro to a record-low against the Swiss franc last week. Greece is one of three euro- region members to have sought international bailouts amid the sovereign debt crisis.

“I think most of us actually agree that” Europe’s crisis “is actually centered around the euro,” said Soros. “It’s a kind of financial crisis that is really developing. It’s foreseen. Most people realize it. It’s still developing. The authorities are actually engaged in buying time. And yet time is working against them,” he said.

The euro was created in 1999, with 11 member states -- Germany, France, Italy, Belgium, the Netherlands, Luxembourg, Finland, Austria, Portugal, Spain and Ireland. Greece was the 12th country to adopt the shared currency in 2001, while Estonia is the newest member of the euro region, joining this January.
Davos Concerns

Soros also expressed concern the currency union would dissolve at the World Economic Forum in Davos, Switzerland on Jan. 26. He said European policy makers must address their two- speed economy or risk the euro collapsing, though he said then that this was unlikely to occur.

Soros is chairman of Soros Fund Management LLC, which has about $28 billion in assets. He’s best known for reportedly making $1 billion in 1992 on a bet that the U.K. would fail to keep the pound in the European exchange-rate system that pre- dated the euro.

European Union leaders have vowed to stave off a Greek default as long as Prime Minister George Papandreou, who won a confidence vote last week, pushes through his 78 billion-euro ($111 billion) package of budget cuts and asset sales. Investors are concerned Greece’s failure would trigger contagion that would engulf other euro-region members including Ireland, Portugal and Spain.

To contact the reporter on this story: Zoe Schneeweiss in Vienna at zschneeweiss@bloomberg.net

To contact the editor responsible for this story: Paul Armstrong at Parmstrong10@bloomberg.net

Forex: Aussie under pressure, approaching 1.0400

Forex: Aussie under pressure, approaching 1.0400

Jumat, 24 Juni 2011

Nikkei
Indeks Nikkei terkoreksi kemarin setelah The Fed mengubur harapan adanya stimulus lanjutan. Tapi penguatan sektor otomotif dan baja karena harapan pulihnya produksi berhasil meredam kejatuhan. Pasca rapat regulernya, the Fed menegaskan berakhirnya program pembelian aset, atau Quantitative Easing (QE), jilid kedua pada akhir bulan ini, sesuai jadwal. Tapi Bank Sentral AS itu membantah spekulasi akan menggelar QE ketiga, meski ekonomi melambat. Indeks Nikkei ditutup turun 32,69 poin, atau 0,34%, di 9.596,74.
Indeks Nikkei berpeluang menguat berkat kabar Yunani yang menyetujui serangkaian restrukturisasi untuk menganggulangi permasalahan hutang. Sementara itu, jatuhnya harga komoditas kemungkinan akan menekan kinerja saham terkait dan menghambat laju indeks.

Rekomendasi



Kospi
Indeks Kospi terdampar di zona merah, terkoreksi setelah mencatat rebound di sesi-sesi sebelumnya. Koreksi ini juga terjadi karena the Fed membantah kemungkinan adanya stimulus tambahan. Sentimen pasar juga jatuh karena the Fed memangkas proyeksi pertumbuhan AS. Indeks Kospi ditutup turun 8,04 poin, atau 0,39% menjadi 2.055,86.
Indeks Kospi berhasil menguat diawal perdagangannya kali ini, kendati tiga indeks utama di Wall Street mencatat hasil yang mixed. Pemberitaan mengenai Yunani yang mendapat persetujuan “ austerity plan” dari otoritas Uni Eropa dan IMF untuk menghindari gagal bayar. Kabar ini memberi angin segar bagi pasar untuk melakukan pembelian di tengah kecemasan proyeksi perlambatan ekonomi AS.

Rekomendasi



Hang Seng
Indeks Hang Seng mengalami koreksi kemarin, ditekan oleh kejatuhan saham bank karena mencuatnya kecemasan perlambatan ekonomi China dan pengetatan akan mendorong kredit macet. Selain itu, ketatnya likuiditas di pasar uang China, karena permintaan dana yang tinggi di akhir kuartal, membuat bunga pasar melonjak. Indeks Hang Seng ditutup turun 100,83 poin, atau -0,46% di 21.759,14.
Pergerakan bursa regional yang mengalami penguatan, diperkirakan akan memicu rebound-nya indeks Hang Seng. Sentimen negatif yang sebenarnya datang dari jatuhnya bursa saham AS, berhasil di tepis kabar dari Eropa. Program penghematan baru untuk lima tahun kedepan Yunani yang disetujui Uni Eropa dan IMF agar terhindar dari gagal bayar.

Rekomendasi

Rabu, 22 Juni 2011

Atasi krisis utang, Eropa tambah dana talangan

Pejabat Eropa mencapai kesepakatan untuk menambah fasilitas talangan dan menyiapkan penggantinya. Mereka memperkuat dana talangan dalam rangka mengembalikan kepercayaan pasar terhadap kemampuan mereka dalam mengatasi krisis agar tidak menyebar ke negara lain.

Para menteri keuangan uni Eropa sepakat untuk menaikkan dana Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF) menjadi 780 miliar euro dari 480 miliar euro. Rencana untuk menambah dana talangan itu sebenarnya sudah diumumkan pada Maret lalu, tapi detilnya belum difinalisasi.

EFSF, yang dibentuk setelah bailout untuk Yunani tahun lalu serta dikucurkan juga untuk membantu Irlandia dan Portugal, tidak bisa digunakan secara penuh karena jumlah jaminan yang dibutuhkan untuk mempertahankan rating AAA. Para pejabat akhirnya sepakat untuk menaikkan jumlahnya agar kemampuan pemberian pinjamannya lebih besar.

Mereka juga menyepakati persyaratan Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM), solusi permanen yang akan menggantikan EFSF pada 2013 nanti. Dalam konsesi untuk negara penerima bailout, penerbitan obligasi oleh ESM atas nama Yunani, Irlandia dan Portugal tidak akan punya status kreditor preferen (preferred creditor).

Hal ini dilakukan untuk mempermudah ketiga negara itu kembali ke pasar karena bila tidak, ESM harus dibayarkan sebelum pemilik obligasi. Ini membawa ESM sejajar dengan EFSF dan bertujuan mengatasi masalah negara yang sedang dalam program bailout, yang kemungkinan memburuk oleh transisi ke dana permanen.

Pengetatan, pil pahit Yunani

Perdana Menteri George Papandreou berhasil melewati rintangan pertama, yaitu kabinet baru bentukannya mendapat persetujuan dari parlemen. Pemerintah berhasil memenangkan kepercayaan parlemen melalui hasil voting 155 banding 143.

Namun tugasnya belum usai karena ia harus meyakinkan parlemen untuk menyetujui rencana pengetatan tambahan, kenaikan pajak dan penjualan aset negara, yang merupakan syarat untuk mendapatkan bailout.

Keberhasilan memenangkan voting diperkirakan memperbesar peluang pemerintah mendapatkan persetujuan atas rencana pengetatannya. Menteri Keuangan Yunani yang baru Evangelos Venizelos mengatakan pihaknya akan mempercepat voting rancangan pengetatan dan legislasinya paling tidak akhir bulan ini.

Papandreou akan bertemu anggota kabinetnya hari ini untuk membahas rancangan pengetatan. Ia akan bertemu pejabat Eropa di Brussel besok yang untuk membahas bantuan finansial untuk Yunani.

Saat ini, dunia mengamati apakah Yunani bisa mengimplementasikan program pengetatannya. Dunia cemas bukan karena Yunani ekonomi penting. Dunia takut bila Yunani default akan memberikan efek domino.

Tidak ada yang tahu pasti seberapa besar dampak yang akan dihasilkan default Yunani. Tapi yang pasti, bila terjadi gejolak, tiga negara pengutang lainnya yaitu Irlandia, Portugal dan Spanyol akan ikut terjerumus.

Banyak yang takut efek default Yunani akan sama seperti kebangkrutan Lehman Brothers. Dalam rangka mencegah terulangnya kasus Lehman, Papandreou harus mendapat persetujuan parlemen atas rencana pengetatan, kenaikan pajak dan penjualan aset negara. Semua itu adalah persyaratan untuk mendapatkan bailout dari Uni Eropa dan IMF.

Publik memang masih menentang rencana pemangkasan anggaran, yang menyebabkan PHK, pemotongan pension, kenaikan pajak dan penjualan perusahaan milik negara. Mungkin Yunani perlu bertanya pada Asia mengenai pil pahit pengetatan.

Selama krisis Moneter 1997-1998, IMF menekan negara seperti Indonesia, Thailand dan Malaysia, untuk mengencangkan ikat pinggang. Banyak kasus dimana pekerja, termasuk manajer bergaji tinggi, terpaksa menganggur. Tapi ketiga negara itu selamat dan berhasil melewati krisis. Bahkan kini lebih kuat dari sebelumnya.

Euro koreksi, the Fed dinanti

Euro terkoreksi karena profit taking hari ini setelah pemerintah Yunani mendapat kepercayaan dari parlemen. Tapi koreksi kemungkinan bisa dibatasi menjelang hasil rapat reguler the Fed.
Pemerintah berhasil memenangkan kepercayaan parlemen melalui hasil voting 155 banding 143. Perdana Menteri George Papandreou berhasil melewati rintangan pertamanya. Ia selamat dan ini pertanda baik karena ada pemerintahan yang berfungsi.
Namun tugasnya belum usai karena ia harus meyakinkan parlemen untuk menyetujui rencana pengetatan tambahan, kenaikan pajak dan penjualan aset negara, yang merupakan syarat untuk mendapatkan bailout. Banyak yang memperkirakan dengan disetujuinya kabinet baru, Papandreou juga akan mendapat persetujuan atas rencana pengetatannya.
Papandreou akan bertemu anggota kabinet untuk membahas rancangan undang-undang atas rencana fiskal lima tahun, salah satu RUU yang harus disetujui pada akhir bulan untuk mendapatkan bailout dari Uni Eropa.
Sayangnya, euro terkoreksi hari ini, terkena aksi ambil untung. Euro jatuh hingga ke $1,4343, setelah bergerak di kisaran $1,44 semalam. Pasar memang sudah menduga parlemen akan menyetujui kabinet baru. Menurut analis, inilah bentuk “buy on the rumour and sell on the news”.
Meski demikian, koreksi euro tertahan menjelang hasil rapat reguler the Fed. Pasar belum mau menjual euro secara agresif karena ekspektasi Ketua the Fed Ben Bernanke akan menyampaikan pernyataan yang dovish soal ekonomi dan prospek kebijakan.
Ekonomi AS melambat dalam beberapa bulan terakhir, seperti ditunjukkan oleh beberapa indikator. The Fed kemungkinan akan mengakui kondisi itu dan mempertegas kebijakan akomodatif masih dibutuhkan.
Indeks dollar, yang mengukur pergerakan mata uang AS itu dengan 6 rival utamanya, saat ini stabil di kisaran 74. Mengikuti euro, sterling dan aussie juga terkoreksi hari ini. Pergerakan sterling hari ini akan dipengaruhi oleh BOE Minutes
Pasar juga akan mencermati pidato Presiden ECB Jean-Claude Trichet dan Gubernur BOE Mervyn King dalam jumpa pers yang dilaksanakan dewan risiko sistemik Eropa.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Jumat, 17 Juni 2011

Greenspan: Yunani hampir pasti default

Mantan ketua the Fed Alan Greenspan mengatakan Yunani hampir pasti default dan bisa menjerumuskan ekonomi AS kembali ke resesi.

“Masalahnya adalah sistem politiknya gagal bekerja untuk mengatasi krisis Yunani. Kemungkinan Yunani tidak default amatlah kecil,” katanya.

Obligasi pemerintah Yunani anjlok, mendorong yield bertenor dua tahun mencapai 30 % untuk pertama kalinya, setelah Perdana Menteri George Papandreou gagal mendapat dukungan atas rencana pengetatan tambahannya. Hal ini menimbulkan spekulasi Yunani tidak akan mampu memenuhi kewajibannya. Lebih dari 20000 turun ke jalan di Athena minggu ini memprotes rencana pemotongan gaji dan kenaikan pajak.

“Kemungkinan Yunani default begitu tinggi hingga bisa dikatakan tidak ada jalan keluar,” kata Greenspan yang memimpin the Fed dari 1987 sampai 2006. Menurutnya, hal itu bisa membuat bank AS rugi besar.

“Krisis utang Yunani berpotensi menjerumuskan AS kembali ke resesi. Tanpa masalah Yunani, kemungkinannya rendah. Tidak ada momentum dalam sistem yang mengindikasikan kepadaku bahwa AS akan mengalami double dip,” katanya.

Euro masih rentan, fokus di Yunani

Euro relatif stabil hari ini setelah mengalami fluktuasi dalam 24 jam terakhir. Mata uang tunggal Eropa itu rebound menyusul berita mengenai bantuan untuk Yunani.
Euro, yang sempat jatuh ke level terendah dalam tiga minggu terakhir di $1,4072, bangkit ke kisaran $1,42. Namun, kecemasan soal krisis Yunani membuat mata uang itu masih rentan terhadap berita negatif.
Dalam pernyataan untuk menenangkan pasar, Ketua Komisi Ekonomi dan Moneter Olli Rehn mengatakan Uni Eropa dan IMF Minggu nanti kemungkinan akan mengucurkan angsuran bailout sebesar 12 miliar euro pada awal Juli. Dana itu bagian dari bailout pertama 110 miliar euro yang disetujui tahun lalu. Dana ini diberikan untuk memberi napas ke Yunani, yang sedang di ambang default.
Kedua lembaga itu juga dijadwalkan membahas bailout kedua pada 11 Juli. Bailout kedua, bila disetujui, akan dikucurkan selama tiga tahun. Berita soal bantuan segera untuk Yunani ini memberi angin segar ke euro. Euro juga terangkat oleh pernyataan Presiden ECB Jean-Claude Trichet, yang kembali menyebut kewaspadaan tinggi terhadap inflasi, kalimat yang dianggap sebagai sinyal kenaikan suku bunga.
Pasar akan mencermati hasil pertemuan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, yang akan membahas bailout kedua untuk Yunani. Jerman bersikeras investor swasta berperan serta dalam bailout itu. Sedangkan Perancis berpandangan sama dengan ECB bahwa itu sama saja dengan default. Kegagalan mencapai kesepakatan akan membuat euro tertekan. Inilah yang membuat euro masih rentan. Faktor lain yang membuat euro rentan adalah kecemasan negara itu akan default.
Data Eropa terjadwal hari ini adalah neraca perdagangan zona euro dan output konstruksi. Kedua data ini sepertinya tidak akan banyak berpengaruh ke euro. Tapi ECB akan mempublikasikan laporan bulanan malam nanti, yang diharapkan memperkuat sinyal kenaikan rate.
Di AS data yang akan diumumkan malam nanti adalah sentiment konsumen versi University of Michigan dan leading indicators.
Dengan tenangnya pasar, indeks dollar jatuh ke 75,419 dari 76,015. Mata uang AS itu juga terkoreksi karena data ekonomi yang buruk. Aktivitas manufaktur Philadelphia turun ke -7 di Juni dari 3,9 di Mei. Housing starts hanya naik 3,5% selama Mei, lebih rendah dari prediksi 4,2%. Koreksi dollar akan berlanjut bila selama 24 jam ke depan keresahan pasar soal ekonomi global dan Yunani semakin surut, serta data ekonomi AS lebih buruk dari prediksi.

Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Forex @ DailyFX - EUR/USD: Trading the U. of Michigan Confidence Survey

Forex @ DailyFX - EUR/USD: Trading the U. of Michigan Confidence Survey

EUR is 130 points off its lows

EUR is 130 points off its lows

PT MILLENNIUM PENATA FUTURES: URGENTLY REQUIRED

PT MILLENNIUM PENATA FUTURES: URGENTLY REQUIRED: "We are loking for talented candidate who enjoy challenges, high motivation energic and dynamic, we invite you to explore these opportuniti..."

Kamis, 16 Juni 2011

2013, dunia krisis lagi?

Nouriel Roubini, ekonom senior AS yang pernah memprediksikan krisis ekonomi 2008, kembali membuat proyeksi suram, menyebutnya dengan badai sempurna (perfect storm) pada ekonomi dunia yang akan terjadi pada 2013.

Roubini, professor New York University yang punya sebutan Dr. Doom, mengatakan badai sempurna yang terdiri dari krisis fiskal di AS, perlambatan ekonomi China, krisis utang Eropa dan stagnasi Jepang, berpotensi merusak ekonomi global pada 2013.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat di semester kedua tahun ini karena proses deleveraging berlanjut, stimulus fiskal ditarik dan kepercayaan merosot. Soal Washington, keterlambatannya mengatasi masalah defisit satu triliunnya sama saja menggali kuburan sendiri. Ia memperingatkan pasar obligasi akan teriak, meminta bunga lebih tinggi, yang dapat membahayakan pemulihan ekonomi AS.

Tingginya pengangguran di AS, lonjakan harga energi dan pangan, kenaikan suku bunga di Asia dan gangguan perdagangan karena gempa Jepang mengancam ekonomi dunia. Bursa saham dunia telah kehilangan $3,3 triliun sejak awal Mei, dan Roubini mengatakan pasar keuangan di semester kedua akan mencemaskan mengenai ancaman yang mengintai pada 2013.

Mengenai Eropa, ia memperkirakan para pejabat harus merestrukturisasi utang Yunani, Irlandia dan Portugal. Ia memperingatkan terlalu lama diam bisa menyebabkan perpecahan euro.

Soal China, ia memperkirakan ekonominya akan mengalami hard landing karena langkah pemerintah mendorong pertumbuhan melalui investasi menyebabkan kapasitas eksesif (excess capacity). Masalah lainnya adalah kredit macet, karena selama dua tahun terakhir, perbankan di China mengucurkan sekitar $2,7 triliun.

Meski ia berhasil memprediksikan krisis finansial global 2008, tebakannya pun pernah meleset. Berharap saja ia juga salah kali ini, karena proyeksi “perfect storm” terdengar menyeramkan.