BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Jumat, 31 Mei 2013

Regional Ikuti Jejak Rebound Wall Street

Nikkei
       Indeks Nikkei kemarin makin memperdalam kejatuhannya menyusul penguatan yen lebih lanjut sehingga memicu investor melakukan aksi jualnya. Dengan terjadi penurunan ini, makin menenggelamkan indeks sebesar 14% sejak Kamis pekan lalu. Saham-saham unggulan khususnya ekspor jadi penyumbang terbesar kejatuhan. Indeks Nikkei ditutup anjlok 737,43 poin, atau 5,15%, ke posisi 13.589,03, terendah sejak 22 April.
Indeks Nikkei coba merekuh kembali beberapa kejatuhan yang dialami dari sesi perdagangan sebelumnya. Dengan mempertimbangkan data ekonomi AS semalam yang tidak menggembirakan, bisa menjadi acuan investor terhadap pengurangan program pembelian asset the Fed dapat ditunda. Tapi pergerakan indeks Nikkei masih fluktuatif di tengah pergerakan yen yang belakangan ini mengalami penguatan terhadap dollar.
Rekomendasi
NKI SIGNAL 31-05-13
Kospi
      Indeks Kospi turun terbatas kemarin setelah indeks keluar masuk di teritorial positif. Kegelisahan terhadap the Fed yang akan mengurangi program pembelian obligasinya, membuat investor berhati-hati. Meski tekanan jual bursa regional tengah marak.  Indeks Kospi ditutup turun 1,1 poin, atau 0,05%, ke posisi 2000,10.
Indeks Kospi berpotensi menguat hari ini bersamaan dengan rebound indeks utama Wall Street di tengah bayang-bayang pembatas stimulus moneter Federal Reserve. Sentimen positif indeks juga datang dari Jepang, dimana penguatan yen terhadap dollar memberi keuntungan tersendiri bagi sektor ekspor Korsel dan juga pembelian yang dilakukan investor asing.
Rekomendasi
KSI SIGNAL 31-05-13
Hang Seng
       Indeks Hang Seng jatuh kemarin, karena meningkatnya kecemasan terhadap the Fed yang bakal mengurangi pembelian asset. Pada dasarnya, pasar memang sudah mencapai peak-nya, dan memasuki waktu koreksi. Kenaikan harga yang sudah tajam memerlukan fase penyesuaian. Indeks Hang Seng ditutup jatuh 70,62 poin, atau 0,31%, ke posisi 22.484,31.
Kinerja bursa saham AS yang menguat semalam dapat memicu indeks Hang Seng untuk coba memperbaiki posisi dari kejatuhan sebelumnya. Sementara itu, saham-saham komoditas diperkirakan akan memberi support indeks berlabuh di zona positif bersamaan dengan kenaikan harga komoditas global. Sentimen positif datang dari AS setelah data GDP dan Initial Jobless Claims yang tidak sesuai dengan ekspektasi memberi keoptimisan investor terhadap bertahannya stimulus the Fed.
Rekomendasi
HSI SIGNAL 31-05-13

Kamis, 04 April 2013

BOJ Umumkan Kebijakan Agresif

BOJ hari ini mengumumkan kebijakan moneter agresif untuk mengentaskan deflasi, dengan mengatakan akan terus melaksanakan Quantitative Easing (QE) sampat target inflasi 2% tercapai dalam dua tahun.
Bank Sentral Jepang itu mengakhiri rapat dua harinya, pertama di bawah Gubernur baru Haruhiko Kuroda, dengan keputusan menerapkan kebijakan baru, yaitu Kebijakan Moneter Kuantitatif dan  Kualitatif. BOJ memutuskan perubahan radikal dalam kerangka kebijakannya, yaitu menjalankan kebijakan moneter berdasarkan jumlah uang sirkulasi bukan lagi suku bunga. “BOJ akan melaksanakan operasi pasar uang hingga jumlah uang bertambah sekitar 60-70 triliun per tahun, katanya.
Dewan juga menghasilkan keputusan menggabungkan pembelian asetnya, baik obligasi (JGB), Exchange Traded Fund (ETF) dan Real Estate Investment Trust (REIT),  dan mensuspensi aturan pembatasan jumlah pembelian. BOJ juga mengatakan akan menaikkan dua kali lipat pembelian obligasi pemerintah jangka panjang, dengan target semua tenor, termasuk yang 40 tahun. Dalam aturan sebelumnya, BOJ tidak boleh membeli aset melebihi jumlah uang kertas beredar dan pembelian obligasi hanya dibatasi sampai tenor 3 tahun.
Melalui kebijakan baru untuk mencapai target inflasi dalam 2 tahun, BOJ mempercepat pembelian aset tak terbatas (open ended) dan kemungkinan membeli obligasi pemerintah sekitar 7 triliun yen per bulan. Saham reli dan yen melemah setelah pengumuman BOJ itu. Memimpin dengan gaya baru, Kuroda bertugas menjaga kredibilitas BOJ dan ekspektasi pasar. Kuroda akan menggelar jumpa pers siang nanti dan rapat selanjutnya akan dilaksanakan pada 26 April.

Dollar koreksi Karena Data ADP, ISM

Dollar melemah atas rivalnya karena data yang menunjukkan lapangan kerja swasta AS tidak tumbuh sesuai harapan dan sektor jasanya melambat.
ADP Employment Change, yang menunjukkan lapangan kerja swasta hanya tumbuh 158.000 bulan lalu, di bawah prediksi 200.000. Hal ini menimbulkan kecemasan bahwa data payroll Jumat nanti juga akan di bawah prediksi. ADP memang merevisi angka pertumbuhan bulan sebelumnya menjadi 237.000 dari 198.000, namun tidak membantu sentimen.
Selain itu, indeks ISM non manufaktur turun ke 54,4 di Maret dari 56,0.  Ini mengindikasikan sektor jasa AS sedang melambat. Kedua data itu menimbulkan kekhawatiran mengenai tingkat pertumbuhan ekonomi AS. Sub indeks ketenagakerjaan dalam data itu juga turun, menambah kecemasan menjelang data payroll. Data ini menyusul indeks ISM manufaktur yang juga menunjukkan perlambatan.
Dengan buruknya data ADP dan ISM, data payroll ada kemungkinan juga tidak sesuai harapan. Sebagai gambaran data payroll, nanti malam ada initial jobless claims. Alhasil, dollar jatuh atas semua rival utama. Indeks Dollar melemah 0,6% ke 82,70. Dollar melemah atas franc sampai ke 0,9440 semalam, kini diperdagangkan di 0,9450. Terhadap yen, dollar melemah sampai 92,70, sebelum stabil di 92,98.
Mengingat rekam jejak BOJ yang suka mengecewakan, pasar mengantisipasi kemungkinan  hasil rapat reguler dengan mengurangi posisi short yen. Ini menjadi salah satu alasan yen reli atas dollar dalam beberapa minggu terakhir. Tapi rekam jejak itu ketika masih di bawah gubernur lama, yang punya platform beda dengan yang sekarang. Gubernur baru Haruhiko Kuroda pernah berjanji siap membuat gebrakan untuk mengentaskan deflasi.
Pasar sudah memfaktorkan bakal ada pelonggaran atau stimulus dari BOJ, jadi sulit membuat kejutan kecuali jumlahnya besar sekali. Kalaupun nantinya mengecewakan, Kuroda mungkin masih bisa tetap menjaga ekspektasi untuk rapat selanjutnya tiga minggu lagi. Kuroda akan menggela jumpa pers pada siang nanti, setelah ada keputusan pagi ini.
Selain BOJ, BOE dan ECB juga akan mengumumkan keputusannya hari ini. Diperkirakan tidak ada kejutan dari BOE, yang hanya mempertahankan rate dan stimulus moneternya. ECB juga kemungkinan tidak mengubah suku bunga, tapi perlu dicermati apa yang akan disampaikan oleh Presidennya Mario Draghi mengenai kondisi terkini di Eropa, termasuk soal Siprus.
Menjelang ECB, euro menguat sampai $1,2878 semalam, namun masih gagal menembus Moving Average 200 hari di $1,2880, sekarang ada di $1,2845. Euro bisa menguat lagi bila Draghi berhasil menenangkan pasar. Kondisi sebaliknya terjadi bila ia menyampaikan pernyataan yang dovish dan membuka kemungkinan pelonggaran.

 Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD



Retail Sales Naik 1,3%, AUD Menguat

Badan pusat statistik Australia, pagi ini mengumumkan laporan Building Approvals selama bulan Februari diluar dugaan mengalami kenaikan 3,1%, dimana angka ini diatas ekspektasi 2,4% dan juga jauh diatas data sebelumnya yang turun 2,4%.

Selain itu, data Retail Sales di Februari juga mengalami kemajuan yang pesat, dimana bertambah 1,3% dari bulan Januari 0,9%, dimana ekspektasi 0,3%.

Saat berita ini dirilis, pergerakan Aussie terhadap dollar kini berada di kisaran 1.0481, setelah membentuk level tertinggi sementara 1.0486 dan terendah 1.0447 (kutip : Reuters)

BOJ Dinanti, Regional BerfLuktuasi

Nikkei
       I
ndeks Nikkei kemarin berakhir positif, dimana indeks rebound setelah dua sesi perdagangan mengalami kejatuhan. Hari ini pula indeks catat kenaikan harian terbesar dalam dua bulan terakhir, menyusul aksi bargain hunting yang dilakukan investor terhadap saham-saham yang dinilai bervaluasi rendah.  Indeks Nikkei ditutup melonjak 358,77 poin, atau 2,99%, ke posisi 12.362,20, setelah sempat jatuh 3,2% dalam dua perdagangan terakhir.
      Detik-detik jelang pengumuman hasil rapat regular Bank Sentral Jepang (BOJ) pagi ini, pergerakan indeks Nikkei masih bergerak stabil. Pasar sudah memfaktorkan bakal ada pelonggaran atau stimulus BOJ, sulit membuat kejutan kecuali jumlahnya besar sekali. Tekanan diawal perdagangan kali ini tidak lepas dari buruknya data AS yang memicu penguatan yen. 

Rekomendasi


Kospi
       I
ndeks Kospi masih merana, di tengah kecemasan investor terhadap meningkatnya eskalasi dengan Korut. Di tambah sikap antisipatif jelang data payroll AS dan rapat beberapa bank sentral dapat menghambat lajunya. Kondisi inilah menghapus sentimen positif dari surutnya kekhawatiran soal Eropa dan berkat data ekonomi AS yang lebih baik dari prediksi.  Indeks Kospi ditutup turun 2,93 poin, atau 0,15%, ke posisi 1.983,22.
     Indeks Kospi untuk kali keempat masih didera aksi jual hari ini mengikuti jejak bursa saham Wall Street yang kembali mencemaskan tentang perlambatan partumbuhan ekonominya, setelah data ADP Employment yang dibawah ekspektasi. Selain itu tensi dengan Korut makin memberatkan.

Rekomendasi


Selasa, 05 Maret 2013

Investasi di ETF terus turun, emas terjebak dalam range sempit

Minim katalis, emas bergerak dalam range yang sempit pada penutupan perdagangan kemarin. Namun, logam mulia tersebut masih bergerak mendekati level terendah tujuh bulannya.
Emas seperti kehilangan perannya sebagai safe haven ditengah kekhawatiran pasar mengenai pemotongan anggaran otomatis AS sebesar $85 miliarm atau yang disebut dengan “sequestration”. Minimnya data-data ekonomi dari AS serta flat-nya pergerakan bursa saham AS membuat pergerakan emas terbatas.
Selain itu, sentimen emas kemudian diperberat dengan menurunnya investasi emas di ETF. Cadangan di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas terbesar di dunia, mengalami penurunan untuk dalam sembilan sesi berturut-turut pada 4 Maret menuju level terendah tujuh bulannya di 1.253,283 ton.
Sementara itu, dalam perdagangannya hari ini di Asia, harga emas mulai mengalami rebound. Para pemodal memperkirakan bahwa bank sentral kemungkinan masih akan menerapkan kebijakan longgar dalam rapat bulananannya di minggu ini.
Beberapa bank sentral yang akan menggelar rapat tersebut antara lain, RBA, yang baru saja mengumumkan untuk tidak merubah suku bunganya di 3%. Di susul, pada hari Kamis mendatang, ECB, BoE, dan BoJ juga akan menggelar rapat serupa. Kebijakan longgar dari bank sentral dunia bisa mendorong permintaan emas sebagai lindung nilai inflasi.
Beberapa data ekonomi akan dirilis pada hari ini. Di Inggris ada data PMI sektor jasa. Sementara kawasan Eropa akan merilis data retail sales. Dan di AS, ISM non-manufacturing PMI.
Dari kajian teknikal, belum ada perubahan trend secara signifikan. Emas masih dalam potensi bearish dengan level support-nya saat ini di $1564.64. Namun, indikator stochastic sudah mulai oversold dan berpeluang golden cross. Kondisi ini memungkinan adanya rebound. Resistance terdekat saat ini di $1586.98. Jika mampu ditembus, maka trend jangka pendek emas akan berbalik bullish, dengan potensi kenaikan menuju kisaran $1.593.75 - $1.600.

Rekomendasi

Rate RBA Masih Di 3,0%

Bank Sentral Australia (RBA) mempertahankan suku bunganya di 3,0% hari ini, namun mengatakan punya ruang untuk melonggarkan kebijakan lagi bila diperlukan untuk membantu ekonomi.
RBA mempertahankan rate di level tersebut untuk dua bulan berturut-turut, sesuai prediksi para pengamat. Dalam pernyataan resminya, Gubernur Glenn Stevens mengatakan Dewan memandang penting untuk menjaga kebijakan.”Dalam rapat hari ini, merujuk pada arus informasi terkini dan melihat adanya pelonggaran substansial sebelumnya, Dewan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga,” katanya.
Keputusan itu datang setelah serangkaian data yang dianggap RBA sebagai pertanda pemangkasan sebelumnya mulai membuahkan hasil. Penjualan ritel meningkat 0,9% selama Januari, di saat yang sama defisit transaksi berjalan menyusut dan adanya peningkatan belanja pemerintah selama kuartal keempat 2012.
Berbicara soal kondisi eksternal, Stevens  menganggap tekanan pada ekonomi global mulai berkurang. AS menjalani pemulihan moderat dan gejolak finansial di Eropa mereda dibandingkan tahun lalu. Di Asia, pertumbuhan terhambat oleh perlambatan China dan resesi Eropa, tapi tetap ada tanda-tanda stabilisasi.
Stevens juga mengatakan kebijakan akomodatif masih dibutuhkan. “Dengan inflasi masih konsisten dengan target, dan pertumbuhan sedikit di bawah tren tahun ini, kebijakan akomodatif masih tepat,” katanya. Namun, ia menambahkan prospek inflasi, sesuai perhitungan terakhir, memperlihatnya adanya ruang untuk melonggarkan kebijakan, bila memang diperlukan.
Menurut Stevens, memang ada tanda-tanda pelonggaran yang dilakukan berdampak pada ekonomi. Di sisi lain, nilai tukar masih lebih tinggi dari yang diperkirakan,  ekspor merosot dan permintaan kredit masih rendah.

Euro Terjebak Di $1,30, Aussie Melesat Jelang RBA

Meski rebound, euro masih terjebak dekat level terendah dalam 2,5 bulan terakhir karena ketidakpastian politik di Italia. Sedangkan aussie melesat jelang keputusan suku bunga RBA.
Penguatan Wall Street, meski kejatuhan saham Asia, berhasil membantu sentimen yang membuat aussie reli ke $1,02 dari level terendah dalam 8 bulan terakhir $1,0116. Berbeda dengan aussie, euro justru masih belum mampu melampaui $1,30, tertahan karena kondisi di Eropa belum kondusif, terkait isu politik di Italia.
Sebenarnya, dollar menguat atas rival utama karena risk aversion setelah China mengumumkan kebijakan baru untuk memperketat sektor properti, termasuk menerapkan pajak tinggi. Keputusan itu memukul sentimen pasar yang sudah jatuh karena politik Italia dan pemotongan anggaran AS.  Apalagi dibarengi dengan data buruk dari Eropa dan China.
Tapi sentimen tertolong setelah pejabat the Fed memastikan kebijakan longgar tetap berjalan. Wakil Ketua the Fed Janet Yellen mengatakan stimulus moneter masih diperlukan mengingat performa ekonomi yang masih di bawah potensi. Menurutnya, kebijakan itu masih dibutuhkan untuk membantu pemulihan dan penciptaan lapangan kerja. Duduk sebagai wakil, Yellen merupakan calon terkuat pengganti Ben Bernanke yang akan turun awal tahun depan. Jadi pernyataannya merupakan indikasi arah kebijakan ke depan.
Aussie diperdagangkan di $1,0195, setelah sempat menyentuh high di $1,0222. Data penjualan ritel Australia,yang lebih baik dari prediksi, turut membantu mata uang ini. Namun penguatan mulai tergerus menjelang hasil rapat reguler RBA hari ini. RBA memang diperkirakan akan mempertahankan rate di 3,00%, tapi pasar menantikan pernyataan Gubernur Glenn Stevens, terkait prospek kebijakan. Aussie bisa melemah lagi bila Stevens membuka peluang pemangkasan.
Euro terjebak di $1,30 karena kondisi ekonomi Eropa yang memburuk dan Italia semakin dekat dengan pemilu ulang. Data PDB zona euro akan diumumkan besok, dan diperkirakan akan menunjukkan kontraksi. Di Italia, masalah politik sulit diselesaikan dalam waktu dekat. Satu-satunya harapan bagi euro datang dari ECB, yang akan menggelar rapat Kamis nanti. Itu pun kalau ECB tidak bersikap pesimis. Untuk hari ini ada data penjualan ritel zona euro.
Sterling juga berhasil rebound, tapi tertahan di $1,51. Data indeks PMI sektor jasa Inggris diumumkan hari ini, lajunya akan tergerus bila data itu buruk. Di AS, ada data indeks ISM non manufaktur.
 
Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD



Senin, 04 Maret 2013

Minyak Tergelincir Ke $90

Minyak tergelincir sampai level terendah dalam dua bulan terakhir karena kecemasan mengenai pemangkasan anggaran otomatis AS. Data ekonomi China yang tidak sesuai harapan menambah tekanan.
Pemotongan anggaran, atau yang disebut dengan sequestration, sebesar $85 miliar mulai berlaku Jumat lalu setelah Gedung Putih dan Kongres gagal mencapai kesepakatan untuk mencegahnya. Negosiasi kemarin juga kandas, menambah ketidakpastian.  Banyak yang khawatir dampak pemangkasan itu terhadap pemulihan ekonomi AS.
Hampir semua lembaga pemerintah federal terkena pangkas. Pelayanan akan dikurangi dan banyak pegawai negeri yang dipaksa ambil cuti tak dibayar. Anggaran negara bagian juga dikurangi.Pusat Kebijakan Bipartisan di Washington memperkirakan satu juta pekerjaan akan hilang, dan Komite Anggaran Kongres memproyeksikan pertumbuhan bisa berkurang 0,7%.
China mengumumkan aktivitas sektor jasanya melambat ke level terendah dalam lima bulan terakhir. Data ini menyusul laporan aktivitas manufaktur yang juga melambat. Di Eropa, data ekonomi juga tidak menggembirakan, dengan aktivitas manufaktur kawasan itu tidak menunjukkan pemulihan. Angka final Indeks PMI manufaktur zona euro untuk Februari berada di 47,9 dari sebelumnya 47,8.
Pada jam 17:15 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman April turun 27 sen ke $90,41 per barel. Kontrak itu sempat jatuh sampai 90,09.

Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (04 Maret 2013)

Karena berbagai isu negatif, pasar mata uang diliputi oleh risk aversion, dengan safe haven dollar dan yen menjadi pilihan.
China memberlakukan kebijakan baru untuk meredam kenaikan harga properti. Pemerintah menaikkan uang muka pembelian dan bunga pinjaman untuk setiap pembelian rumah kedua. Selain itu, Beijing menetapkan pajak 20% dari keuntungan penjualan rumah. Ini menjadi faktor yang menjatuhkan sentimen pasar di sesi Asia.
Namun, sebenarnya sentimen pasar memang sudah kurang baik sejak akhir pekan lalu, ketika pemotongan anggaran AS, atau sequestration, diberlakukan. Banyak kalangan khawatir akan dampak pemotongan anggaran itu terhadap pemulihan ekonomi AS karena banyak pekerjaan yang hilang. Tentu ini menimbulkan pertanyaan akan prospek ekonomi AS.
Data ekonomi dunia memang beragam,tapi lebih banyak yang buruk. Memang, data sentiment konsumen AS dan manufakturnya cukup baik, tapi aktivitas manufaktur zona euro melempem dan tingkat penganggurannya naik ke rekor. Di China, aktivitas manufaktur dan jasanya melambat.

EUR-USD
D
ata ekonomi yang buruk, di tambah dengan ketidakpastian politik Italia dan ancaman bangkrut Siprus, menjadi faktor yang menghujam EUR-USD sampai ke level terendah dalam 2,5 bulan di $1,2966. Meski masih mampu bertahan di kisaran $1,3000, sentimen negatif masih menyelimuti. Data tingkat pengangguran Spanyol dan sentimen konsumen zona euro akan diumumkan hari ini. Dalam chart bulanan, berdasarkan Fibonacci, posisi pair ini sedang menuju 50%  dari penguatan 1 Juli 2012-1 Februari 2013 di $1,2875.

Rekomendasi harian :
Buy EUR-USD di 1.2970 dengan target take profit 1.3062, dimana stop loss bila penutupan di bawah 1.3000. Buy break 1.3062 dengan target take profit 1.3123, dimana stop loss 1.3031.

Sell break 1.2939 dengan target take profit 1.2878, dimana stop loss 1.2970.


USD-JPY
R
isk aversion menjadi penyebab USD-JPY melemah. Bahkan  pernyataan calon gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda, untuk siap meluncurkan stimulus agresif gagal memberi dorongan. Pair ini sedang mencoba kembali ke peak 94,75, tapi untuk bisa menembus 95, diperlukan gebrakan jelas. Pair ini tetap bullish selama masih mampu bertahan di atas 92,00.

Rekomendasi harian :
Buy break untuk USD-JPY 93.75 dengan target take profit 94.45, dimana stop loss 93.45. Buy 93.17 dengan target take profit 93.95, dimana stop loss 92.87.

Sell break 92.78 dengan target take profit 92.19 dimana stop loss penutupan harian dibawah 92.19.
GBP-USD
M
encoba bangkit dari level terendah dalam 2,5 tahun terakhir, GBP-USD kesulitan menanjak karena belum adanya katalis yang tepat. Data manufaktur Inggris menghantam pair ini sampai ke $1,4984,namun masih ditutup di atas $1,500, yang kini masih jadi support kuat. Data PMI konstruksi dan harga rumah Halifax mungkin bisa mempengaruhi pergerakan pound.

Rekomendasi harian :
Sell break pada GBP-USD dilakukan pada 1.4986 dengan target take profit 1.4893, dimana stop loss penutupan harian diatas 1.5000. Sell 1.5107 dengan target take profit 1.5015, dimana stop loss 1.5137.

Buy 1.5015 dengan target take profit 1.5091, dimana stop loss break 1.4986-nya.


USD-CHF
U
SD-CHF berhasil menembus resistance 0,9430 akhir pekan lalu. Level itu adalah Moving Average 200 hari.  Namun masih ditutup di bawah itu. Beberapa indikator sudah overbought, seperti RSI (14) di 72. Tapi MACD (12,26,9) belum menunjukkan divergence. Pair ini berkonsolidasi dulu, sebelum bisa melanjutkan lajunya, tapi level 9,500 menjadi resistance kuat berikutnya.

Rekomendasi harian :
Sell 0.9491 dengan target take profit 0.9430, dimana stop loss 0.9532. Sell break 0.9415 dengan target take profit 0.9369, dimana stop loss 0.9438.

Buy 0.9369 dengan target take profit 0.9423, dimana stop loss 0.9348.


AUD-USD
A
UD-USD jatuh sampai ke level terendah sejak Juli 2012 menyusul data buruk. Building approvals turun 2,4% di Januari, melawan prediksi naik 2,8%. Kejatuhan ini datang menjelang keputusan suku bunga RBA besok. Bila RBA pangkas rate atau menyampaikan pernyataan yang dovish, kejatuhan akan berlanjut, dengan menguji level $1,0100. 

Rekomendasi harian :
Buy 1.0125 dengan target take profit 1.0186, dimana stop loss penutupan harian dibawah 1.0132. Buy break 1.0193 dengan target take profit 1.0254, dimana stop loss 1.0162.

Sell break 1.0101 dengan target take profit 1.0056, dimana stop loss penembusan kembali 1.0132.


Data Buruk, Euro Terjungkal

Euro masih berada dekat level terendah dalam 2,5 bulan terakhir karena data ekonomi Eropa yang buruk dan ketidakpastian politik di Italia.
Data yang keluar dari zona euro Jumat lalu menggambarkan kondisi ekonomi yang suram, dengan aktivitas manufaktur kawasan itu tidak menunjukkan pemulihan. Dari 17 negara, hanya Jerman dan Irlandia yang mencatat pertumbuhan. Angka final Indeks PMI manufaktur zona euro untuk Februari berada di 47,9 dari sebelumnya 47,8. Di Italia, indeks PMI merosot ke 45,8 dari 47,8.
Kondisi ketenagakerjaan di blok mata uang itu juga mengenaskan, dengan tingkat penganggurannya tembus rekor, di 11,9% selama Januari. Di Italia, tingkat pengangguran naik tajam ke 11,7% di Januari dari 11,3% di Desember. Semua data itu mengindikasikan krisis utang yang memasuki tahun keempat masih jauh dari berakhir.
Ditambah lagi dengan kebuntuan politik di Italia, yang sampai saat ini belum ada koalisi terbentuk. Terpecahnya suara menunjukkan banyak orang yang tidak suka program penghematan yang dijalankan pemerintah saat ini. Kemungkinan negara itu harus menggelar pemilu ulang. Menambah sentimen negatif adalah masalah di Siprus. Ketua Komisi Urusan Ekonomi Eropa Olli Rehn memperingatkan Siprus bisa dikeluarkan dari zona euro tanpa bailout.
Euro diperdagangkan di $1,3013, setelah jatuh sampai $1,2964 Jumat lalu, terendah sejak Desember. Sejak menyentuh high tahun ini di $1,3711, euro terus melemah karena berbagai berita buruk dari Eropa yang intinya ekonomi kawasan masih rentan. Untuk saat ini, euro masih mampu bertahan di atas $1,3000. Tapi perlu diwaspadai tekanan lanjutan yang dapat menembus resistance itu. Terhadap yen, euro stabil di 121,53.
Di Jepang, Calon Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mengatakan bila Jepang bebas deflasi akan bagus untuk ekonomi Asia dan dunia. Di hadapan parlemen, ia juga mengatakan akan melakukan apapun yang diperlukan untuk mengentaskan mencapai target inflasi 2%. Ini dianggap sebagai indikasi bila dipilih, ia akan menggelontorkan stimulus moneter yang besar.
Berbeda dengan Eropa, data ekonomi AS justru menunjukkan pemulihan. Indeks ISM manufaktur naik ke 54,2 di Februari dari 53,1 di Januari. Indeks sentimen konsumen Univ. of Michigan berada di 77,6 di Februari, direvisi dari 76,3. Kedua data itu mengurangi kecemasan mengenai pemotongan anggaran otomatis yang mulai berlaku Jumat.  Data itu juga menunjukkan bahwa kondisi di AS masih lebih baik dari Eropa. Isu pemotongan anggaran, atau sequestration, memang sempat memberi tekanan ke dollar. Namun ke depan, bila kondisi Eropa memburuk, justru dapat memicu kembali risk aversion, peralihan ke safe haven.


Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD





Bila Pimpin BOJ, Kuroda Siap Lakukan Gebrakan

Haruhiko Kuroda menyatakan siap melakukan apapun yang diperlukan untuk mengentaskan deflasi bila ia terpilih menjadi gubernur BOJ, termasuk menjalankan pembelian aset lebih besar.
“Saya ingin menegaskan posisi saya bahwa akan melakukan apapun yang diperlukan,” kata Kuroda dalam konfirmasi pencalonannya di hadapan majelis rendah kemarin. Menurutnya, jumlah dan tipe aset yang BOJ beli saat ini tidak cukup untuk mencapai target inflasi 2%, yang ia perkirakan bisa dicapai dalam dua tahun.
Ia memandang pembelian skala besar obligasi pemerintah jangka panjang merupakan cara logis untuk melonggarkan kebijakan moneter, tapi bank sentral harus juga memantau efek sampingnya.  “Bila BOJ melonggarkan kebijakan, paling logis adalah menambah pembelian obligasi pemerintah dan jangka panjang, namun bank sentral harus mewaspadai perkembangan pasar,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan berakhirnya deflasi di Jepang akan baik untuk ekonomi Asia dan dunia. Menurutnya, deflasi menambah beban utang, dan memberi alasan bagi perusahaan dan konsumen untuk menunda pembelanjaan. Memang, data terakhir menunjukkan inflasi inti turun 0,2% di Januari. Indikator itu tidak pernah naik sampai 2% sejak 1997, ketika pajak penjualan dinaikkan.
Oleh karena itu, ia melihat pelonggaran kebijakan diperlukan, tentu harus sesuai kondisi pasar dan tren ekonomi. Namu ia memperingatkan bank sentral jangan membeli obligasi langsung atau memonetasi utang.
Kuroda ditunjuk oleh Perdana Menteri Shinzo Abe untuk menggantikan Masaaki Shirakawa yang masa jabatnya habis bulan ini. Kuroda, yang kini masih menjabat sebagai Presiden ADB, dianggap punya platform sama dengan Abe, yaitu menjalankan kebijakan agresif untuk mengentaskan deflasi. Penunjukkannya kemungkinan akan disetutui parlemen.

Emas kembali meredup seiring penguatan dollar

Emas masih mengalami tekanan. Sempat rebound dari level terendah tujuh bulannya, namun emas kembali jatuh untuk ketiga minggu berturut-turut.
Serangkaian data-data AS yang positif telah mengurangi peran emas sebagai safe haven. Misalkan saja data consumer spending, consumer confidence serta aktifitas manufaktur, yang kesemuanya menunjukkan adanya pemulihan ekonomi,.
Positif-nya data-data AS tersebut telah mencuatkan spekulasi di kalangan investor bahwa The Fed kemungkinan akan menghentikan kebijakan stimulusnya lebih cepat dari yang diperkirakan. Membaiknya data-data AS tersebut kemudian berdampak pada penguatan mata uang dollar, yang merupakan rival emas dalam pergerakannya.
Emas bahkan gagal berperan sebagai safe haven ditengahnya kekhawatiran pasar mengenai pemotongan anggaran otomatis AS sebesar $85 miliarm atau yang disebut dengan “sequestration”. Pemotongan anggaran otomatis tak terelakkan setelah kedua partai di Kongres gagal mencapai kesepakatan dalam mencari solusi untuk mencegahnya.
Makin memperberat sentimen, kejatuhan emas juga disertai dengan penurunan komoditas lainnya, seperti minyak, tembaga, yang diakibatkan oleh data-data ekonomi China dan zona euro yang mengecewakan.
Sementara dari sisi teknikal, trend bearish emas berlanjut setelah harga gagal bertahan di atas resistance $1.620, yang juga merupkan area Fibonacci retracement 50% dari level tertinggi $1.684.59 dan level terendah di $1.554.82. Belum ada sinyal-sinyal reversal untuk saat ini, meski indikator stochastic sudah berada di wilayah oversold. Kami melihat bahwa emas akan kembali menguji support-nya di kisaran $1.554 - $1.562.

Rekomendasi

Selasa, 26 Februari 2013

Kebuntuan pemilu Italia, bentuk protes publik atas penghematan

Pemilu Italia berakhir tanpa menghasilkan pemenang jelas karena tidak ada yang meraih suara mayoritas. Namun ada satu hal pasti yang terlihat yaitu publik tidak suka dengan program penghematan.
Dengan hampir semua suara terhitung, kubu kiri tengah Partai Demokratik pimpinan Pier Luigi Bersani berhasil menang tipis dan menguasai majelis rendah. Tapi kubu Silvio Berlusconi, lewat Partai Rakyat Kebebasan, berpeluang mengendalikan majelis tinggi atau Senat. Kendali atas dua majelis diperlukan untuk bisa memegang pemerintahan.
Dengan menang tipis, Bersani harus membentuk koalisi namun akan sulit dengan adanya kubu Silvio Berlusconi yang selalu mengkritik program penghematan. Apalagi kubu lainnya, Partai Pergerakan Bintang Lima pimpinan Beppe Grillo, yang berhasil meraih tempat ketiga dengan 25% suara,  menyatakan tidak mendukung keduanya. Mario Monti, lewat Partai Pilihan Rakyat, berada di tempat terakhir dengan hanya meraih 10%.
Hasil ini datang di tengah resesi dan program penghematan ketat, di mana pemerintah memotong upah dan pensiun, namun juga menaikkan pajak. Dalam kampanyenya, Monti, yang menjabat sebagai perdana menteri, berupaya meredam kekesalan publik dengan berjanji melonggarkan pajak, sembari mengakui kebijakannya, meski penting untuk mengembalikan kepercayaan pasar, telah memperburuk resesi.
Ketidakpastian politik Italia ini bisa membuat para pemimpin Eropa gelisah. Tanpa ada koalisi terbentuk, maka tidak ada pemerintahan.  Kalaupun terbentuk, koalisi akan rentan gejolak dan ditakutkan mengganggu proses reformasi yang sudah dijalankan. Kondisi seperti ini tentu bisa membuat para pemimpin Eropa gelisah karena bisa merusak upaya pengentasan krisis utang.

Emas terangkat oleh ketidakpastian pemilu Italia

Ditengah ketidakpastian situasi politik di Italia, permintaan emas kembali meningkat seiiring dengan perannya sebagai safe haven.
Italia kini tengah menghelat pesta demokrasi yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Hingga saat ini belum ada partai yang memiliki suara mayoritas. Ada empat kandidat yang bertarung dalam pemilu Italia. Mereka adalah : incumbent Mario Monti, Silvo Berlusconi, Pierluigi Bersani dan Beppe Grillo.
Kubu Monti dan Bersani lebih pro pada kebijakan austherity, sementara Berlusconi dan Grillo merupakan kubu yang anti austherity. Kubu Bersani saat ini masih memimpin, dalam kampanyenya dia berjanji akan melanjutkan upaya pembenahan fiskal yang sudah dirintis presiden Monti. Namun, ia akan kesulitan melakukan koalisi, terutama dengan pihak Berlusconi dan Grilli yang selalu menyerang program penghematan tersebut.
Ketidakpastian politik di Italia ini akan berpengaruh pada upaya pemulihan ekonomi di kawasan zona euro. Ditengah ketidakpastian politik tersebut, emas kembali dilirik oleh investor sebagai safe haven.
Turunnya bursa Wall Street semalam juga menjadi indikasi bahwa saat ini investor sedang menjauhi asset beresiko, dan lari kepada safe haven. Turunnya bursa Wall Street juga tidak terlepas dari mencuatnya kembali krisis Eropa.
Selain faktor safe haven, harga emas juga meningkat setelah adanya pembelian fisik dari China pasca liburan imlek.
Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada testimoni ketua The Fed, Ben Bernanke di hadapan kongres pada hari Selasa dan Rabu. Investor akan mencermati pernyataan The Fed khususnya mengenai kebijakan moneternya.
Dari sisi teknikal, pola three white soldier yang terbentuk di candlestick bisa mengindikasikan adanya pola bullish reversal setelah harga memenukan support barunya di $1.554.82. Indikator stochastic yang masih golden cross turut mendukung rebound tersebut. Namun, pola bullish emas ini akan mendapat hadangan dari resistance di $1.600. Jika mampu bertahan di atas resistance tersebut, rebound bisa berlanjut menuju kisaran $1.609 - $1.617.
Sebaliknya, jika tertahan di bawah resistance tersebut, maka emas berpeluang terkoreksi menuju kisaran support di $1.578 - $1.570.

Rekomendasi

Kekhawatiran Soal Italia Benamkan Euro, Lambungkan Yen

Euro jatuh ke level terendah dalam enam minggu terakhir dan yen melonjak tajam karena munculnya kekhawatiran soal pemilu Italia yang memicu risk aversion.
Ancaman kebuntuan politik di Italia membuat pasar bergejolak. Dengan dua pertiga suara sudah dihitung, proyeksi menyebutkan kubu kiri tengah, Partai Demokratik pimpinan Pierluigi Bersani, menang tipis  dalam majelis rendah. Tapi tidak ada partai yang berhasil meraih mayoritas di Senat. Kubu Bersani memang berjanji akan melanjutkan upaya pembenahan fiskal yang sudah dirintis oleh Mario Monti. Tapi ia akan kesulitan membentuk koalisi, terutama dengan adanya kubu Silvio Berlusconi yang selalu mengkritik program penghematan.
Apalagi kubu lainnya, Partai Pergerakan Bintang Lima pimpinan Beppe Grillo menyatakan tidak mendukung keduanya. Kalaupun Monti dan Bersani bisa membentuk koalisi, Berlusconi dan Grillo bisa mencuri cukup suara untuk membuat koalisi rentan, yang kemudian membuka peluang pemilu ulang. Hasil pemilu yang menggantung itu bisa membuat parlemen terpecah dan akhirnya melumpuhkan pemerintah. Kebuntuan parlemen dapat mengancam reformasi ekonomi Italia dan memicu kembali krisis utang. Kondisi ini juga bisa menimbulkan keraguan akan stabilitas euro setelah beberapa bulan tenang.
Sembari menunggu perkembangan soal pemilu Italia, pasar akan mencermati lelang obligasi negara itu, mewaspadai kemungkinan yield naik tajam karena pemilu.  Bila yield naik, tentu bisa menambah tekanan ke euro, yang kini berada di $1,3080. Kejatuhan tajam semalam membawa euro sampai ke $1,3060, atau 61,8% retracement penguatan Nopember-Februari. Terhadap yen, euro kini diperdagangkan di 120,94, setelah tumbang ke 118,70 semalam.
Sementara itu, yen menguat tajam karena faktor aksi beli safe haven akibat isu Italia. Yen sempat menguat 3% atas euro dan 2% atas dollar. Depresiasi tajam yen dalam beberapa bulan terakhir karena isu stimulus moneter BOJ membuatnya rentan akan reversal tajam. Yen kini berada di 92,47 per dollar, setelah sempat menguat sampai ke 90,87, tertinggi sejak 31 Januari.
Meski ada penguatan itu, para analis masih yakin tren pelemahan yen belum berubah selama isu stimulus moneter masih santer. Pasar kini menunggu pengumuman calon gubernur BOJ baru minggu ini, dan Presiden ADB Haruhiko Kuroda, pendukung kebijakan longgar, disebut sebagai kandidat terkuat. Para analis memproyeksikan target jangka pendek penguatan dollar di 95 yen.
Sembari mengamati Italia, pasar menantikan testimoni Ketua the Fed Ben Bernanke di hadapan  Kongres. Biasanya Bernanke bicara soal ekonomi dan prospek kebijakan. Data ekonomi AS terjadwal malam nanti antara lain, penjualan rumah baru, sentiment konsumen dan indeks manufaktur Richmond.
Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD



Emas menjauh dari level terendah tujuh bulan, outlook masih bearish

Emas akhirnya menjauh dari level terendah tujuh bulannya. Di akhir perdagangan minggu lalu, harga emas berhasil rebound berkat masih adanya harapan stimulus The Fed.
Dipadu dengan aksi bargain hunting setelah harga turun menuju level terendah tujuh bulannya, harga emas kembali terangkat setelah serangkaian data ekonomi AS yang masih mendukung perlunya stimulus.
Data-data AS seperti data ketenagakerjaan, manufaktur, dan data inflasi yang dirilis minggu kemarin menunjukkan bahwa perekonomian AS masih belum sepenuhnya pulih. Dengan serangkaian data yang cenderung jelek tersebut, pelaku pasar melihat masih adanya peluang bagi The Fed untuk melanjutkan kebijakan stimulusnya.
Pelonggaran moneter yang dilakukan oleh bank sentral di dunia telah mendongkrak harga emas dalam beberapa tahun terakhir. Di saat investor cemas akan depresiasi mata uang, maka mereka mencari asset lindung nilai terhadap penurunan mata unag serta inflasi akibat pencetakan uang. Emas diyakini investor sebagai lindung nilai terhadap inflasi
Namun, beberapa analis melihat bahwa outlook emas masih tetap bearish untuk saat ini. Mereka melihat bahwa meski data-data yang dirilis akhir minggu kemarin mengecewakan, secara keseluruhan ekonomi masih AS positif. Mereka menambahkan bahwa dengan tidak adanya tekanan pada inflasi, maka minat beli terhadap emas semakin berkurang.
Sementara itu, dalam perdagangan hari ini di Asia, harga emas masih terlihat flat. Investor masih khawatir akan ketidakpastian politik di Italia menjelang pemilu serta dampaknya terhadap mata uang euro. Masalahnya, ada tiga kekuatan yang memperebutkan kekuaasaan, salah satunya Silvio Berlusconi. Dia berambisi berkuasa lagi dan berjanji akan membatalkan pajak properti dan sebagian kebijakan pemerintah saat ini. Hal ini memberi kecemasan bahwa langkah tersebut bisa merusak upaya konsolidasi fiskal dan pengentasan krisis. S&P dalam laporannya mengatakan bahwa ada risiko setelah pemilu 24-25 Februari hilangnya momentum reformasi untuk memperbaiki prospek ekonomi Italia.
Sementara dari sisi teknikal terlihat bahwa secara keseluruhan harga emas masih cenderung bearish. Indikator stochastic memang masih menunjukkan potensi rebound. Namun, selama masih gagal bertahan di atas resistance-nya saat ini di $1.600, harga emas masih bearish, dengan potensi penurunan menuju kisaran $1.532 - $1.522.

Rekomendasi

Senin, 25 Februari 2013

Ekonomi Eropa di 2013, Kapan Titik Balik?

2012 tentu bukanlah tahun yang baik bagi ekonomi Eropa, dan sepertinya di awal 2013 kondisinya juga belum banyak berubah.
2012 merupakan tahun pertama sejak 1995, di mana  PDB zona euro tidak mengalami pertumbuhan di setiap kuartalnya. Selama 2012, PDB berakhir kontraksi 0,5%. Jadi selama tahun ini, ekonomi zona euro dirundung resesi.  Data ekonomi terakhir juga tidak menggembirakan, seperti indeks PMI yang menunjukkan aktivitas manufaktur dan jasa zona euro merosot. Data ini mengindikasikan ekonomi bakal kontraksi lagi di kuartal pertama 2013.
Jerman dan Perancis, dua ekonomi terbesar Eropa, mengalami kontraksi di kuartal terakhir 2012, dan ternyata perkembangan berjalan lebih lambat dari perkiraan. Ekonomi Jerman kontraksi 0,6% di periode itu, performa terburuk sejak 2009 ketika dunia dilanda krisis finansial. Ekspor, mesin pertumbuhan Jerman, ternyata lebih rendah dari impor.Sedangkan Perancis kontraksi 0,3%, meski lebih kecil dari Jerman, tetap menimbulkan kecemasan.
Selain ekonomi, ada masalah lain di zona euro yang juga mencemaskan, yaitu politik. Di Spanyol misalnya, Perdana Menteri Mariano Rajoy dituduh menerima dana gelap dan didesak untuk mundur. Di Italia, mantan perdana menteri Silvio Berlusconi menjadi favorit dalam polling menjelang pemilu. Ketidakpastian politik di kedua negara menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlangsungan upaya pengentasan krisis.
Dalam pidatonya di hadapan Parlemen, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan ekonomi kemungkinan  tetap lemah di awal tahun tapi bisa pulih secara bertahap seiring berjalannya tahun. Pernyataan itu menyebabkan pasar keuangan bergolak. ECB berjanji melakukan apapun untuk menyelamatkan euro. Meski pesimis dengan kondisi di awal tahun, Draghi optimis zona euro bisa keluar dari resesi pertengahan 2013.
Ekspektasi mengenai titik balik ekonomi zona euro didasarkan pada fakta ketakutan euro bakal pecah tidak sebesar tahun lalu. Titik balik diperkirakan datang dari anggota terbesar blok itu Jerman, yang diikuti oleh Perancis. Menurut prediksi ECB, ekonomi zona euro bisa menggeliat kembali menuju pertengahan tahun. Meski terlalu dini untuk menyimpulkan, Jerman diperkirakan bisa tumbuh lagi di kuartal pertama, sebagian karena peningkatan order pabrik di Desember lalu.

Euro Tenggelam Karena Ekonomi, Italia

Euro anjlok ke level terendah dalam enam minggu terakhir atas dollar hari ini, tertekan oleh data ekonomi dan ketidakpastian menjelang pemilu Italia.
Serangkaian data manufaktur dan jasa Eropa menunjukkan kondisi ekonomi kawasan masih merana. Hanya indeks PMI manufaktur Jerman yang menunjukkan perbaikan, yang lain semakin dalam di kontraksi. Indeks PMI manufaktur zona euro turun ke 47,8 di Februari dari 47,9 di Januari, sedangkan indeks jasanya turun ke 47,3 dari 48,6. Di Jerman, indeks PMI manufaktur naik ke 50,1 dari 49,8.
Data itu menunjukkan merosotnya aktivitas bisnis di kawasan selama bulan itu. Ini merupakan kemunduran setelah di Januari indeks itu mencapai level tertinggi dalam 10 bulan terakhir. Data itu mengindikasikan pemulihan ekonomi tidak berjalan mulus dan bakal kontraksi untuk empat kuartal berturut-turut di tiga bulan pertama tahun ini. Hal ini tentu dapat semakin memaksa ECB untuk menyesuaikan kebijakan.
Selain karena data, sentiment juga tertekan karena ketidakpastian menjelang pemilu Italia. Prospek terpecahnya parlemen setelah pemilu nanti bisa memicu aksi jual di pasar obligasi dan menekan euro. Dalam laporannya, S&P mengatakan bahwa ada risiko setelah pemilu 24-25 Februari hilangnya momentum reformasi untuk memperbaiki prospek ekonomi Italia.
Hal ini karena ada tiga kubu yang saling memperebutkan kekuasaan, yang membuka kemungkinan tidak adanya mayoritas. Kalau pun ada koalisi, banyak kalangan ragu itu bisa stabil. Silvio Berlusconi, mantan perdana menteri, berambisi memimpin lagi dengan janji membatalkan pajak properti dan sebagian kebijakan pemerintah saat ini. Banyak kalangan khawatir langkah itu dapat merusak upaya konsolidasi fiskal dan pengentasan krisis.
Ketidakpastian itu memberi tekanan  ke euro yang sudah jatuh setelah minutes the Fed menunjukkan ada anggota yang ingin stimulus dikurangi bahkan dihentikan. Dengan lewatnya efek the Fed, pasar kini kembali tertuju ke data untuk melihat realitas terkini. Data Eropa terjadwal hari ini antara lain indeks sentiment bisnis Jerman dan angka final PDB-nya kuartal keempat. Selani itu, Uni Eropa akan mengumumkan proyeksi ekonomi musim dingin. 
Euro diperdagangkan di $1,3204, setelah anjlok ke $1,3159 kemarin, terendah sejak 10 Januari. Dalam chart mingguan, euro sudah menembus 50% retracement reli Nopember-Februari di $1,3180. Kegagalan bertahan di kisaran $1,3100, mengancam euro bergerak menuju 61,8% di $1,3060. Terhadap yen, euro jatuh ke 122,23, terendah sejak akhir Januari, sebelum balik ke 122,55, atau turun 1,4% dari level sebelumnya.


Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD


Summary for Gold

•     Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga.  Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•     Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara utama konsumen emas.



Konsumsi emas terbesar dilakukan oleh  India dan China. Konsumsi emas dari kedua negara ini  dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
•     Data dari Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal lebih baik dari 2012.  Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
•     Pertumbuhan ekonomi ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.  Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
•     Akan tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak awal tahun.  Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand akan emas dari produk ETF Emas.  Beberapa investor besar seperti Soros Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya pada ETF berbasis emas.
•     Untuk trend jangka pendek, harga emas diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat jangka menengah di kisaran US$1520 - US$1580 per troy ounces.  Posisi harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi kenaikan hingga US$ 1750 - US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik 'kilauan' yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini.  Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut, mengkilat, mudah ditempa, dan ulet.  Wikipedia mungkin lupa bahwa warna kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27.  Banyak alasan yang telah
mendorong kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang, permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010 di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000.  Sejak tahun 2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar US$1535—US$1790.  Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.


Di awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis emas.  Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold ETF.  Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013 lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012.  Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.


Emas dalam Currency War
Currency war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.  Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor, sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang, diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101 triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut. Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur pada akhirnya bisa
memicu currency war.  Emas cenderung bergerak naik dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk itu, investor akan  mencari investasi alternatif, salah satunya emas.


Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi dunia, terutama dari dua negara  terbesar konsumen emas, yaitu China dan India.  Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2 persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen, masing-masing masih akan tumbuh  8,2 persen dan 6,2 persen di tahun 2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014 diperkirakan masih akan terus membaik.  Dan, kondisi perekonomian dunia di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013 ini.  Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013, US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.  Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.


Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport

Setelah bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar, diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan.  Usaha penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari 2012, dan Oktober 2012.  Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei - Juni 2012.

Gambar di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535 diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka menengah ini.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend flat yang terjadi pada periode Desember 2012 - Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat.  Dengan
kisaran flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 - 1585.  Pada hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.  Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga di bulan Februari ini.

Rekomendasi Strategi :
Dalam sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten.  Dengan adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 - 1580, yang merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga berada di kisaran 1750 - 1810, yang merupakan kisaran resisten.  Adanya potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini, memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga berada dekat di kisaran suport, 1520 - 1580.

Pembatasan resiko :
Ketika melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya.  Trend flat kisaran 1635 - 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau 1635 - 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 - 1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500 gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa mencapai kisaran US$1250 - US$1300.

 

Disclaimer :
Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami terbaik dan dapat diandalkan.  Website www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.