• Emas adalah komoditas yang selalu menarik perhatian siapapun juga. Menarik untuk dibicarakan, menarik untuk dibeli.
•
Karena kebutuhan untuk emas lebih kerena konsumsi, kebutuhan emas
lebih di dorong oleh kondisi ekonomi Dunia dan (terutama) negara-negara
utama konsumen emas.
Konsumsi
emas terbesar dilakukan oleh India dan China. Konsumsi emas dari kedua
negara ini dalam beberapa tahun terakhir ini melemah akibat menurunnya
pertumbuhan ekonomi dari negara-negara tersebut.
• Data dari
Bank Dunia dan IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2013 bakal
lebih baik dari 2012. Konsumsi dari emas diharapkan meningkat seiring
dengan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
• Pertumbuhan ekonomi
ini, membuat sebagian besar analis masih bullish terhadap harga emas.
Dari pantauan kami di Bloomberg, rata-rata harga konsensus untuk emas
ada di level US$1822 dan akan tercapai pada 4Q2013.
• Akan
tetapi, untuk jangka pendek, harga emas terlihat terus menurun semenjak
awal tahun. Koreksi ini sepertinya disebabkan oleh berkurangnya demand
akan emas dari produk ETF Emas. Beberapa investor besar seperti Soros
Fund Manageent dan Moore Capital bahkan dikabarkan mengurangi posisinya
pada ETF berbasis emas.
• Untuk trend jangka pendek, harga emas
diperkirakan masih akan melakukan pengujian atas suport dari trend flat
jangka menengah di kisaran US$1520 - US$1580 per troy ounces.
Posisi
harga emas yang berada di kisaran suport jangka panjang ini membuat
kami memberikan rekomendasi BELI untuk komoditas ini dengan potensi
kenaikan hingga US$ 1750 - US$1810 untuk jangka panjang. Stoploss jika
supor US$1500 gagal bertahan.

Emas : Daya tarik 'kilauan' yang tidak pernah pudar
Emas. Siapa yang tidak kenal komoditas
ini. Wikipedia mendefinisikannya sebagai a dense, soft, shiny, malleable
and ductile metal. Logam yang padat,
lembut,
mengkilat, mudah ditempa, dan ulet. Wikipedia mungkin lupa bahwa warna
kuning berkilau, serta nilainya yang selalu terasa ‘mahal’ pada jaman
apapun juga, adalah daya tarik logam bagi ini bagi
semua orang. Terutama dalam millennium
ini, dimana harga emas, cenderung terus bergerak naik semenjak tahun 2000 silam. Harga emas yang di awal tahun 2000
hanya
berada di level US$289 per troy ounce, pada tahun 2010 lalu sudah
sempat mencapai level tertingi di US$1,921.27. Banyak alasan yang telah
mendorong
kenaikan harga emas tersebut. Mulia dari permintaan emas untuk dibuat
perhisan, fungsinya sebagai safe heaven/asset class, lindung nilai
terhadap inflasi, lindung nilai terhadap melemahnya mata uang,
permintaan untuk investasi, supply yang terbatas, permintaan dari bank
sentral, kebijakan Pemerintah China yang menyarankan warga negaranya
untuk membeli emas.

Akan tetapi, harga emas tidak
selamanya menguat. Sejak puncak harga emas yang terjadi pada tahun 2010
di US$1921.27 per troy ounce, harga emas terlihat selalu gagal dalam
usahanya untuk kembali mendekati level psikologis US$2,000. Sejak tahun
2010, harga emas terlihat hanya bergerak flat pada kisaran lebar
US$1535—US$1790. Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti krisis di
Eropa dan perlambatan pertumbuhan dari China dan India yang merupakan
konsumen terbesar dari Emas, serta masih banyak lagi faktor yang lain.
Di
awal tahun 2013 ini, harga emas terihat masih cenderung merosot seiring
dengan berkurangnya minat dari pelaku pasar terhadap ETF berbasis
emas. Dari Total of
Gold ETF, dapat kita lihat bahwa sejak awal
tahun 2013 tidak terdapat lagi pembelian yang signifikan terhadap Gold
ETF. Berita terahir dari www.mineweb.com pada tanggal 15 Februari 2013
lalu menyebutkan bahkan Soros Fund Management dan Moore Capital telah
melakukan penjualan atas ETF berbasis emas
pada jumlah yang signifikan selama 4Q2012. Soros Fund Management adalah perusahaan yang dimiliki oleh
George Soros, sedangkan Moore Capital adalah perusahaan investasi milik milyarder Louis Moore Bacon.
Emas dalam Currency War
Currency
war dikenal pula dengan nama persaingan devaluasi, yaitu kondisi suatu
hubungan internasional dimana negara saling bersaing satu sama lain
untuk merendahkan atau melemahkan nilai tukar mata uang mereka.
Pelemahan nilai tukar ini, tujuanya untuk menaikkan daya saing ekspor,
sehingga ekonomi dari negara yang melakukan pelemahan mata uang,
diharapkan bisa tumbuh. Currency war mulai didengungkan oleh menteri
keuangan Brazil pada 27 September 2010. Isu ini kembali mencuat setelah
Jepang dituding melakukan currency war untuk melemahkan mata uangnya.
Untuk mengatasi deflasi, pemerintah baru Jepang Shinzo Abe menerapkan
kebijakan stimulus secara agresif melalui BoJ. Hingga Januari 2013, Bank
Sentral Jepang tersebut telah melakukan pembelian asset sebesar 101
triliun yen. Usaha pemerintah Jepang untuk mengatasi deflasi tersebut
ternyata berdampak pada pelemahan yen, yang kemudian memicu protes
negara lain karena kalah bersaing ekspor. Memanasnya isu currecy war ini
kemudian dibawa dalam pertemuan G-20 minggu lalu. Dalam pertemuan
tersebut Jepang akhirnya terbebas dari tudingan currency war terseut.
Pada dasarnya, devaluasi mata uang yang tidak terkontrol dan terukur
pada akhirnya bisa
memicu currency war. Emas cenderung bergerak naik
dengan adanya currency war ini. Rendahnya nilai tukar mata uang membuat
investor melirik emas sebagai investasi alternatif. Ketika bank-bank
sentral mendevaluasi mata uangnya dengan tetap mempertahankan kebijakan
suku bunga rendah, maka nilai tukar mata uang tersebut akan jatuh. Untuk
itu, investor akan mencari investasi alternatif, salah satunya emas.
Membaiknya prospek Pertumbuhan Ekonomi Dunia di tahun 2013 membuat harga emas masih bakal terus meningkat
Permintaan
akan emas untuk perhiasan, sangat di tentukan oleh pertumbuhan ekonomi
dunia, terutama dari dua negara terbesar konsumen emas, yaitu China dan
India. Data dari Bank Dunia yang dipublikasikan oleh
Bank Dunia
pada bulan Januari 2013 kemarin menunjukkan bahwa secara rata-rata
ekonomi dunia masih bakal tumbuh 2,4 persen pada tahun 2013 dan 3,2
persen untuk tahun 2014. Data dari IMF yang dipublikasikan sebelumnya
pada bulan Oktober 2012 juga menunjukkan bahwa ekonomi China dan India
yang pada tahun 2012 hanya tumbuh 7,8 persen dan 4,9 persen,
masing-masing masih akan tumbuh 8,2 persen dan 6,2 persen di tahun
2013. Artinya: pertumbuhan ekonomi Dunia untuk tahun 2013 dan 2014
diperkirakan masih akan terus membaik. Dan, kondisi perekonomian dunia
di tahun 2013, bakal lebih baik dibandingkan dengan 2012.
Membaiknya
kondisi perekonomian dunia, dan terutama kedua negara konsumen emas
terbesar ini, membuat konsensus analis yang kami pantau dari Bloomberg
terlihat masih tetap bullish terhadap outlook harga emas di tahun 2013
ini. Dari 26 analis yang dipantau oleh Bloomberg, rata-rata masih
memprediksikan harga emas bakal berada di level US$1734 untuk 1Q2013,
US$1774 untuk 2Q2013, US$1799 untuk 3Q2013 dan US$1822 untuk 4Q2014.
Rata-rata analis masih memprediksikan bahwa harga emas masih bisa
mencapai lebih dari US$1800 untuk tahun 2013 ini.
Technically Speaking :
Saatnya mencari peluang ketika harga di kisaran suport
Setelah
bergerak turun dari rekor tertinggi US$1921,17 per troy ounces yang
tercatat pada tanggal 9 Juni 2011, trend jangka panjang untuk harga emas
adalah sebuah trend mendatar (flat) pada sebuah kisaran yang lebar,
diantara suport di 1535 dan resisten di 1790. Setidaknya, sudah tiga
kali harga emas mencoba melakukan penembusan atas kisran suport dan
resisten tersebut, tapi terlihat gagal untuk dilakukan. Usaha
penembusan resisten pernah dilakukan pada bulan November 2011, Februari
2012, dan Oktober 2012. Disisi lain, suport di level 1535 telah menahan
penurunan harga di bulan
September 2011, Desember 2011, dan Mei - Juni 2012.
Gambar
di bawah ini juga menunjukkan trend jangka menengah dari komoditas ini
berupa trend turun. Sejauh ini, suport dari trend jangka panjang di 1535
diperkirakan bakal menahan potensi koreksi lanjutan dari trend jangka
menengah ini.


Untuk jangka pendek, pergerakan
harga emas terlihat tengah mengalami perubahan trend, dari sebuah trend
flat yang terjadi pada periode Desember 2012 - Februari
2013, menjadi trend turun yang cukup dahsyat. Dengan
kisaran
flat diantara suport 1635 dan resisten di 1695, penembusan atas suport
di 1635 bakal membuka potensi koreksi menuju kisaran 1575 - 1585. Pada
hari Jumat, 15 Februari 2013 kemarin, level ini sudah hampir tercapai.
Kisaran suport tersebut diperkirakan bakal tercapai pada minggu ketiga
di bulan Februari ini.
Rekomendasi Strategi :
Dalam
sebuah trend flat, strategi yang bisa dilakukan oleh seorang trader
adalah melakukan posisi beli ketika harga memasuki kisaran suport, dan
melakukan posisi jual ketika harga memasuki kisaran resisten. Dengan
adanya trend jangka panjang dari emas yang merupakan trend flat, posisi
beli bisa dilakukan ketika harga mencapai kisaran 1520 - 1580, yang
merupakan kisaran suport, dan posisi jual bisa dilakukan ketika harga
berada di kisaran 1750 - 1810, yang merupakan kisaran resisten. Adanya
potensi koreksi dari trend turun jangka pendek dari komoditas ini,
memberikan pemodal kesempatan untuk melakukan akumulasi ketika harga
berada dekat di kisaran suport, 1520 - 1580.
Pembatasan resiko :
Ketika
melakukan pembasan arah pergerakan harga emas untuk trend jangka
pendek, kita bisa melihat bahwa dalam sebuah trend harga yang flat, jika
suport dar kisaran flat itu ditembus, maka potensi koreksi yang ada
adalah sebesar lebar dari trend yang terjadi sebelumnya. Trend flat
kisaran 1635 - 1695, ketika suport di 1635 ditembus, berarti potensi
koreksinya adalah sebesar US$60 jika dihitung dari suport 1635, atau
1635 - 60 = 1575. Jika anda melakukan posisi beli pada kisaran 1520 -
1580, posisi stoploss sebaiknya dilakukan jika suport psikologis 1500
gagal bertahan karena potensi koreksi penembusan atas suport ini, bisa
mencapai kisaran US$1250 - US$1300.

Disclaimer :
Informasi yang
terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang
menurut kami terbaik dan dapat diandalkan. Website
www.strategydesk.co.id dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau
masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian
dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari
transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada
laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada
pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat,
berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat,
dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan
tidak mengikat.