BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Kamis, 19 Juni 2014

Emas Reli Pasca FOMC

Harga emas kembali naik setelah pada rapat FOMC semalam the Fed tidak membuat pernyataan yang hawkish, seperti yang diperkirakan.

Dalam rapat tersebut di sebutkan bahwa The Fed kembali memangkas program pembelian obligasinya sebesar $10 miliar menjadi $35 miliar per bulan, mencerminkan konsistensi normalisasi kebijakan seiring pemulihan ekonomi AS. Perhatian kemudian tersorot pada jumpa pers oleh sang Ketua Janet Yellen dan proyeksi ekonomi terbaru. Dalam jumpa pers, Yellen mengakui adanya perkembangan dalam ekonomi. Tapi the Fed memangkas proyeksi PDB tahun ini hanya sedikit di atas 2%, dengan alasan dampak resesi belum sepenuhnya hilang. The Fed melihat tingkat pengangguran masih tinggi meski pertumbuhan lapangan kerja pesat akhir-akhir ini. Selain itu, tingkat inflasi masih di bawah target. Oleh karena itu, kebijakan akomodatif tetap berlaku meski setelah program pembelian obligasi berakhir. Di saat yang sama, the Fed memproyeksikan suku bunga baru bisa naik pada 2015 dan 2016, tapi memangkas target rate jangka panjang. Pernyataan the Fed tersebut sekaligus mengurangi kekhawatiran kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan, faktor yang menekan emas

Namun harga masih tersendat ditengah rendahnya minat investasi. Mencerminkan masih bearish-nya sentimen investor, cadangan di SPDR Gold Trust turun 0.26 ton menjadi 782,62 ton pada Selasa.

Sementara dari sisi teknikal, penembusan resistance $1273 telah mengkonfirmasi trend bullish emas. Harga sepertinya akan kembali menguji resistance berikutnya di $1285. Jika ditembus, maka kenaikan selanjutnya akan fokus ke kisaran $1296. Sementara itu, sinyal negatif akan kembali muncul jika harga di tutup di bawah support $1273.

 Rekomendasi
Gold

Rabu, 18 Juni 2014

Jatuhnya Saham Unggulan Benamkan Kospi

A South Korean woman walks past a stockJatuhnya saham-saham unggulan membuat indeks Kospi terkapar di zona negatif kali ini. Samsung Electronics dan Hyundai Motor dilanda aksi jual yang dilakukan investor institusi. Sementara itu, kalangan analis memperkirakan hasil rapat kebijakan the Fed berdampak kecil ke pasar.

Indeks Kospi ditutup turun 12,06 poin, atau 1.989,49. Volume perdagangan tercatat rendah sebesar 213,69 juta saham dengan nilai 3,38 triliun won.

Yen & Inflasi AS Topang Nikkei

TSE 6Indeks Nikkei ditutup menguat dengan berlabuh di level tertingginya dalam 1,5 pekan hari ini. Pelemahan yen dan naiknya inflasi AS turut menjadi penopang laju indeks.

Sementara itu, saham keuangan turut bergerak positif mengikuti jejak saham terkait di AS.

Di tengah penguatan indeks, investor kini menantikan hasil rapat regular the Fed yang telah berlangsung kemarin dan berakhir hari ini. Kebijakan moneter baru the Fed sangat dinanti investor.

Indeks Nikkei ditutup menguat 139,83 poin, atau 0.93%, ke posisi 15.155,80, tertinggi sejak 9 Juni.

Sedangkan indeks Topix naik 0,9% ke 1.249,15.

Ekspor Melempem, Ekonomi Jepang Terhambat

Ekspor Jepang mengalami penurunan pertama dalam 15 bulan terakhir, mengindikasikan permintaan internasional masih lesu meski terjadi pemulihan di negara maju. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran pada prospek ekonomi Jepang terutama di tengah kenaikan pajak penjualan.
Japan Economy
Ekspor turun 2,7% pada Mei dari tahun lalu, menurut laporan Kementerian Keuangan hari ini, lebih buruk dari prediksi 1,2%. 

Padahal di bulan sebelumnya ekspor tumbuh 5,1%. Sedangkan impor turun 3,6%, melawan prediksi naik 1,7%. Dengan ini, maka Jepang mencatat defisit 862 miliar yen selama Mei, lebih baik dari prediksi 1 triliun yen.

Data ini bisa menambah kekhawatiran mengenai pertumbuhan Jepang di saat tingkat konsumsi terhambat oleh kenaikan pajak penjualan. Data ini juga bisa menambah beban BOJ, yang mengandalkan ekspor untuk meredam dampak kenaikan pajak penjualan. Data di atas mengindikasikan permintaan eksternal tidak sebaik harapan.

Para pengamat melihat ekonomi negara maju memang membaik, tapi permintaan ekspor perlu waktu.

Ekspor ke AS turun 2,8%, sedangkan ke China hanya naik 0,4%. Ekspor ke seluruh Asia, yang merupakan separuh ekspor Jepang, turun 3,4%. Para pengamat melihat penurunan ekspor juga disebabkan oleh berkurangnya dampak depresiasi yen. Ekspor Jepang tumbuh dua digit di semester kedua tahun lalu, tapi melambat ke bawah 10% tahun ini.

Meski demikian, kondisi ini sepertinya tidak akan mengubah posisi kebijakan moneter yang diterapkan BOJ.

Selama ini, BOJ menerapkan kebijakan agresif dengan menambah jumlah uang beredar hingga 70 triliun yen per tahun, dalam rangka mengatasi deflasi. BOJ mempertahankan kebijakannya minggu lalu dan menyampaikan pandangann yang lebih optimis mengenai ekonomi.

Data Inflasi, Outflow Tekan Emas

Emas Jatuh kemarin menyusul data inflasi AS yang menunjukkan kenaikan tertinggi dalam setahun. Inflasi selama Mei naik 0,4% per bulan dan 2,1% per tahun, di atas prediksi 0,2% dan 2,0%. Sedangkan inflasi inti naik 0,3% per bulan dan 2,% per tahun, melebihi prediksi yang 0,2% dan 1,9%. Angka inflasi tahunan lebih tinggi dari target the Fed 2,0%. Bahkan inflasi inti mencapai kenaikan tertinggi sejak Agustus 2011. Data di atas mengindikasikan harga menanjak signifikan setelah dua tahun stabil. Data tersebut menimbulkan spekulasi bahwa the Fed bakal menyampaikan pernyataan dan proyeksi yang hawkish.

Data itu datang menjelang hasil rapat the Fed, yang dipastikan akan memangkas program pembelian obligasinya sebesar $10 miliar menjadi $35 miliar per bulan, mencerminkan konsistensi normalisasi kebijakan seiring pemulihan ekonomi AS.

Sentimen emas juga diperberat dengan rendahnya minat investasi, yang tercerminkan dari turunnya cadangan di reksadana emas. SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas terbesar dunia, mengalami penurunan sebesar 0,26 ton menjadi 782,62 ton pada Selasa.

Sedangkan dari sisi teknikal, harga rebound setelah bertahan diatas support $1257. Namun begitu, potensi penrunan masih ada, terlihat dari indikator stochastic yang mulai dead cross. Support di $1257 sepertinya akan kembali diuji, jika ditembus, maka trend jangka pendek akan kembali bearish, dengan potensi penurunan lanjutan menuju kisaran $1246 – 1250.

Sementara itu, sinyal positif hanya akan didapat jika harga bergerak di atas resistance $1273.  

Rekomendasi
Gold

Data Inflasi Topang Dollar, Fokus ke The Fed

Dollar sedang mempertahankan penguatan yang diraihnya kemarin menyusul data inflasi AS yang lebih tinggi dari prediksi, mencatat kenaikan tertinggi dalam setahun. Data itu datang menjelang hasil rapat reguler the Fed.

Inflasi selama Mei naik 0,4% per bulan dan 2,1% per tahun, di atas prediksi 0,2% dan 2,0%. Sedangkan inflasi inti naik 0,3% per bulan dan 2,% per tahun, melebihi prediksi yang 0,2% dan 1,9%. Kenaikan ini mencerminkan bertambahnya biaya konsumen mulai dari kebutuhan pokok sampai BBM. Angka inflasi tahunan lebih tinggi dari target the Fed 2,0%. Bahkan inflasi inti mencapai kenaikan tertinggi sejak Agustus 2011. Data di atas mengindikasikan harga menanjak signifikan setelah dua tahun stabil.

Kenaikan inflasi, ditambah dengan membaiknya kondisi lapangan kerja, bisa menjadi pertanda performa ekonomi AS lebih baik dari yang diproyeksikan the Fed. Kondisi ini bisa memperumit pengambilan keputusan mengenai kebijakan ke depan. The Fed hampir dipastikan akan memangkas program pembelian obligasinya sebesar $10 miliar menjadi $35 miliar per bulan, mencerminkan konsistensi normalisasi kebijakan seiring pemulihan ekonomi AS.

Namun isu yang penting adalah bagaimana arah kebijakan the Fed ke depan, terutama soal apakah the Fed membuka proyeksi kapan bisa menaikkan rate.  Pasar juga ingin mengetahui bagaimana pandangan the Fed mengenai kondisi ekonomi terkini, dan apakah the Fed  akan menyampaikan proyeksi PDB dan inflasi terbaru. Pernyataan dan proyeksi yang hawkish bisa memberi dorongan  berarti ke dollar, yang sedang berusaha menjaga tren penguatannya.

Indeks dollar berada di 80,65 setelah menguat 0,4% kemarin. Kenaikan itu menjaga posisi indeks di atas support 80,50 tapi masih belum berhasil menembus resistance 80,90. Terhadap yen, dollar stabil di 102,12 setelah menguat 0,4% kemarin. Dengan penguatan ini, dollar semakin berpeluang menembus resistance 102,30. Bullish continuation terbentuk bila level itu ditembus, selanjutnya mengarah ke 102,70. Atas franc, dollar stabil di 0,8990 setelah naik 0,3% kemarin. Kondisi bullish terjaga bila ditutup di atas 0,9000, dengan target selanjutnya 0,9030.

Sementara itu, sterling stabil hari ini setelah terkoreksi karena data inflasi Inggris yang lebih rendah dari prediksi. Namun sterling masih terjaga menjelang BOE Minutes yang diumumkan hari ini. Isi Minutes itulah yang menjadi penentu pergerakan sterling selanjutnya. Sterling diperdagangkan di $1,6962 setelah koreksi tipis kemarin, namun posisinya masih dekat level tertinggi dalam lima tahun. Resistance ad di $1,7030, sedangkan support di $1,6900. Tapi kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah $1,6800.

Rekomendasi

EUR-USD
EUR SIGNAL 18-06-14

USD-JPY

JPY SIGNAL 18-06-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 18-06-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 18-06-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 18-06-14

FOMC Dinanti, Asia Bergerak Sideway

Nikkei
 
Indeks Nikkei ditutup naik berkat aksi bargain hunting. Sementara pelemahan yen mendorong saham-saham ekspor untuk menguat meski di bayangi kecemasan akan eskalasi ketagangan di Irak. Investor mengambil keuntungan dari valuasi yang dinilai relative rendah dari kejatuhan kemarin hingga 1,0%. Rapat the Fed dinanti investor diperkirakan pengurangan stimulus berlanjut dan suku bunga rendah dipertahankan. Indeks Nikkei ditutup naik 42,68 poin, atau 0,29%, ke posisi 14.975,97.

Indeks Nikkei mencoba merekuh kenaikan untuk kedua kalinya hari ini meski data perdagangan Jepang yang mengecewakan. Ekspor Jepang turun 2,7% di bandingkan tahun lalu, atau turun untuk kali pertama dalam 15 bulan terakhir. Sedangkan impor turun 3,6% untuk tahunan, atau di bawah ekspektasi yang naik 1,7% di Mei. Pelemahan yen batasi jatuhnya indeks.

Rekomendasi
NKI 18-06-14
NKI SIGNAL 18-06-14

Kospi
 
Indeks Kospi berhasil mempertahankan laju postifnya kemarin, merupakan kenaikan harian dalam empat hari secara beruntun di tengah ketegangan yang melanda Irak. Saham ekspor menjadi primadona sehingga membatasi penurunan indeks. Indeks Kospi ditutup naik 7,96 poin, atau 0,40%, ke posisi 2.001,55.

Indeks Kospi yang sempat menguat dua sesi perdagangan terakhir, pagi ini kembali terkoreksi 0,5% karena jatuhnya saham unggulan seperti Hyundai Motor yang melorot 1,0%. Disamping itu, investor tengah menantikan hasil rapat the Fed. Isu yang penting adalah apakah the Fed akan memberi petunjuk kapan bisa mulai menaikkan suku bunga. Selain itu, pasar ingin mengetahui pandangan the Fed mengenai ekonomi terkini.

Rekomendasi
KSI 18-06-14
KSI SIGNAL 18-06-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng terkapar di zona negatif kemarin menyusul pelemahan saham-saham keuangan dan saham perjudian Makau. Saham asuransi terbesar Asia, AIA Group jatuh 1,4%, sedangkan HSBC Holdings turun 0,4%. Sementara saham perjudian MGM China Holdings jatuh 1,4%, dan Wynn Macau merosot 2,4%. Indeks Hang Seng ditutup turun 97,08 poin, atau 0,42%, ke posisi 23.203,59.

Indeks Hang Seng kemungkinan bergerak sideways hari ini, dengan kecenderungan melemah tipis, seperti pergerakan kemarin. Kondisi global yang kurang mendukung sepertinya menjebak indeks dalam range sempit.  Selain itu, investor masih enggan melakukan transaksi besar menjelang hasil rapat reguler the Fed nanti malam. Dorongan mungkin datang dari reaksi investor atas inflasi AS yang melonjak lebih dari prediksi di Mei.

Rekomendasi
HSI 18-06-14
HSI SIGNAL 18-06-14

Jelang Hasil Rapat The Fed, Wall Street Positif, Asia Variatif

Tokyo Stock Exchange Saham Asia bergerak variatif hari ini meski Wall Street mencatat hasil positif, menjelang hasil rapat reguler the Fed.

Indeks Nikkei menguat 0,27%, turut didukung oleh pelemahan yen. Indeks Kospi koreksi 0,2%, tertekan oleh kejatuhan saham blue chips. Indeks Australia ASX 200 melemah 0,1%. Indeks Singapura STI turun 0,48%.

Wall Street berlabuh di zona hijau, dengan indeks Dow Jones menguat 0,2% dan indeks S&P 500 naik 0,22%, di dorong oleh sektor keuangan dan saham lapis dua. Indeks berhasil mencatat penguatan meski data inflasi AS naik. Namun investor masih enggan mengambil posisi besar menjelang hasil rapat the Fed.

The Fed hampir dipastikan akan memangkas program pembelian obligasinya sebesar $10 miliar menjadi $35 miliar per bulan, mencerminkan konsistensi normalisasi kebijakan seiring pemulihan ekonomi AS.  Namun isu yang penting adalah bagaimana arah kebijakan the Fed ke depan, terutama soal apakah the Fed membuka proyeksi kapan bisa menaikkan rate.  Pasar juga ingin mengetahui bagaimana pandangan the Fed mengenai kondisi ekonomi terkini, dan apakah the Fed  akan menyampaikan proyeksi PDB dan inflasi terbaru.

Isu Irak masih jadi fokus, terutama dengan kenaikan harga minyak ke level tertinggi dalam 9 bulan.

Pertempuran sengit terjadi antara pasukan pemerintah dan kelompok militant ISIS di kota Baquba, yang menutup kilang terbesar di negara itu.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS karena indeks utamanya sudah mencetak rekor beberapa kali. Meski tren masih bullish seiring pemulihan ekonomi, tetap perlu diwaspadai adanya koreksi.

Selasa, 17 Juni 2014

Sterling Stabil, Aussie Terjungkal

Sterling stabil dekat level tertinggi dalam lima tahun di tengah prospek kenaikan suku bunga BOE yang lebih cepat dari perkiraan. Sedangkan aussie terjungkal hari ini setelah RBA Minutes mengindikasikan tidak bakal ada kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Sterling berhasil melanjutkan penguatan dalam perdagangan kemarin, menunjukkan masih adanya dampak pernyataan Gubernur BOE Mark Carney mengenai prospek kebijakan ke depan. Carney Kamis lalu mengatakan suku bunga bisa naik lebih cepat dari perkiraan pasar. Menunjuk pertumbuhan yang pesat dan penurunan tingkat pengangguran, ia melihat adanya peluang untuk menaikkan rate. Selain itu, ia melihat adanya risiko di sektor perumahan, di mana harga terus meroket.

Sebelum pernyataan itu, pasar memperkirakan BOE menaikkan suku bunganya pada awal tahun depan.

Kini, muncul spekulasi kenaikan bisa datang di akhir tahun ini, bahkan sebelum Natal, proyeksi yang semakin mengukuhkan BOE akan menjadi bank sentral negara maju pertama yang menaikkan rate. Untuk mengukur prospek itu, pasar akan mengamati beberapa data Inggris yang akan diumumkan hari ini, salah satunya inflasi. Perlambatan inflasi bisa mengurangi keyakinan pasar akan kenaikan rate lebih cepat.  Pasar juga menunggu BOE Minutes yang akan diumumkan besok, dengan memperkirakan ada satu anggota yang mendorong kenaikan rate dalam rapat terakhir.

Sterling berhasil menyentuh $1,70 untuk pertama kalinya sejak Agustus 2009. Namun diperlukan katalis baru agar the cable bisa melanjutkan penguatannya. Kecuali the Fed bersikap dovish besok, sterling berpotensi koreksi tanpa didukung data bagus. Untuk hari ini, sterling diperdagangkan di $1,6965 setelah menyentuh $1,7008 kemarin. Penutupan di atas $1,7000 menjaga peluang untuk ke arah $1,7030.

Sedangkan support ada di $1,6900, di bawah itu ada $1,6850. Tapi kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah $1,6800.

Aussie terkoreksi hari ini setelah Minutes dari RBA menyebutkan kebijakan yang dijalankan saat ini masih tepat, mengurangi kemungkinan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Selain itu, RBA mengatakan nilai tukar masih tergoling tinggi dalam standar historis, mengeluhkan apresiasi aussie. Kemudian mengatakan PDB masih di bawah tren tahun ini. Aussie melemah 0,5% ke $0,9360, sedang menuju support $0,9330.

Sementara itu, dollar terkoreksi atas beberapa rivalnya menjelang hasil rapat the Fed. Isu yang penting adalah apakah the Fed akan memberi petunjuk kapan bisa mulai menaikkan suku bunga. Untuk malam nanti, ada data inflasi dan housing starts AS. Indeks dollar menguat 0,2% ke 80,55 hari ini setelah melemah 0,4% kemarin. Terhadap yen, dollar menguat 0,3% ke 102, masih bergerak dalam range 101,50 dan 102,30.

Rekomendasi
 
EUR-USD
AUD SIGNAL 17-06-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 17-06-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 17-06-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 17-06-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 17-06-14

Senin, 16 Juni 2014

Asia Lesu Di Tengah Eskalasi Ketegangan Di Irak

Investors monitor falling share prices at a brokerage in Hong KongSaham Asia bergerak lesu hari ini di tengah kenaikan harga minyak yang dipicu oleh eskalasi ketegangan di Irak. Indeks utama regional tertekan meski Wall Street berakhir positif akhir pekan lalu.

Indeks Nikkei ditutup turun ke level terendahnya dalam dua pekan karena berlanjutnya kenaikan harga minyak global yang ditimbulkan kekhawatiran terganggunya ekspor minyak menyusul eskalasi ketegangan Irak. Tetapi saham terkait chip menguat setelah Intel Corp memproyeksikan prospek yang cerah.

Indeks Nikkei ditutup turun 164,55 poin, atau 1,09%, ke posisi 14.933,29, terendah sejak 30 Mei. Sedangkan indeks Topix turun 0,8% ke 1.234,68.

Sementara Korsel, indeks Kospi naik 0,14% dengan harapan kebijakan stimulus Eropa. Investor juga berhati-hati untuk menentukan posisi di tengah eskalasi ketegangan di Irak.

Indeks yang sempat tergerus diawal perdagangan berhasil terpangkas karena aksi bargain hunting terhadap saham-saham unggulan.

Indeks Kospi ditutup naik 2,74 poin, atau 0,14%, ke posisi 1.993,59.

Sedangkan indeks Hang Seng mengawali perdagangannya minggu ini melemah, dimana investor mewaspadai dan menunggu kebijakan terbaru dari Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu minggu ini.

Indeks Hang Seng ditutup turun 18,50 poin, atrau 0,08%, ke posisi 23.300,67. Indeks H-shares naik 0,1%.

Saham bank China terkoreksi setelah mengalami kenaikan baru-baru ini. China Construction Bank kehilangan 0,7%, setelah sehari sebelumnya berada di level tertingginya tahun ini.

Perusahaan minyak China catat kenaikan mengikuti lonjakan harga minyak mentah dan reformasi sektor energi yang dilakukan Presiden Xi Jinping. Saham PetroChina menguat 1,0%, dan berada di level tertingginya dalam tujuh bulan.

Li Keqiang Prediksi GDP 2014 China Tumbuh Minimal 7,5 Persen

Perdana menteri China Li Keqiang, dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh British TImes, menyatakan bahwa saat ini tidak ada masalah yang cukup besar yang dapat memperlambat pertumbuhan China. Dan China saat ini sedang berusaha untuk tumbuhkan ekonominya dan walaupun ada sejumlah tekanan terhadap ekonomi China, tetapi perekonomian masih memiliki kekuatan untuk terus tumbuh.

Pemerintah China saat ini sedang persiapkan sejumlah kebijakan-kebijakan yang di yakini akan mampu untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi sebesar 7,5 persen pada akhir tahun ini.

440 Unit Rumah Berhasil Terjual di China Pada Akhir Minggu Lalu

Selama akhir pekan minggu lalo, total dilaporkan ada sebanyak 440 kesepakatan pembelian rumah, alami penurunan sebesar 10 persen untuk periode mingguan. Citypoint,dibawah perusahaan pengembang Cheung Kong (1.HK), dilaporkan berhasil lakukan penjualan properti sebanyak 389 unit, padahal jumlah properti yang diluncurkan pada hari Sabtu ada sebanyak 442 unit. Perusahaan developer tersebut diberitakan akan kembali luncurkan unit properti baru sebanyak 166 unit, tetapi tanggal pasti mengenai peluncurannya belum dapat dipastikan. Secara keseluruhan proyek Citypoint telah menjual total sebanyak 1400 unit atau sebanding dengan 80 persen dari total unit yang dipasarkan.

Seafront, perumahan di wilayah Tsing Lung di bawah perusahaan pengembang SHK PPT (16.HK) telah berhasil lakukan penjualan sebanyak 3 unit rumah dengan nilai HK$115 juta sampai dengan HK$161,8 juta. 

Harga tertinggi tanah per kaki persegi sebanding dengan HK$55.889, sentuh rekor tertinggi untuk harga rumah di New Territories.

Di sisi lain, The Reach dibawah perusahaan pengembang Henderson Land (12.HK) dan New World Dev (17.HK), berhasil lakukan penjualan properti sebanyak 13 unit; Park Signature dibawah perusahaan pengembang New World jual 10 unit; Sevilla Crest dibawah FE Consort Intl (35.HK), Double Cove, dan High Park Henderson, The Long Beach dibawah Hang Lung PPT (101.HK), Park Metropolitan dibawah Shino Land (83.HK) dan Rhe Visionary of nanfung semuanya juga sampaikan laporan bukukan penjualan pada akhir minggu kemarin.

Isu Irak Masih Jaga Momentum Emas

Emas menyentuh level tertinggi dalam tiga minggu terakhir di tengah eskalasi krisis di Irak, yang mendorong pamor safe haven logam mulia itu. Namun lajunya terhambat menjelang rapat reguler the Fed.

Kelompok teroris ISIS berhasil menguasai satu wilayah lagi di Irak, yaitu di kota Turkmen, di bagian barat laut negara itu. Para militan semakin mengukuhkan cengkraman di wilayah utara, situasi yang berpotensi memicu disintegrasi di Irak. Situasi makin tegang setelah ISIS mengumumkan foto yang mencuplikan sedang mengeksekusi tentara Irak. Mereka juga mengklaim telah membunuh 1700 pasukan pemerintah.

Isu Irak ini menjadi faktor pendorong emas yang sempat tertekan setelah meredanya ketegangan di Ukraina.

Emas dianggap sebagai safe haven ketika datang ketidakpastian geopolitik. Menurut para analis, emas masih bisa menanjak minggu ini selama situasi di Irak tetap panas, dengan target terdekat di $1290-1300 per ons.

Selain itu, minat beli kembali datang, menurut regulator perdagangan di AS. Data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Jumat lalu menunjukkan sentimen investor pada emas mulai positif kembali.

Hedge fund dan manager investasi menambah posisi bullish-nya pada emas minggu lalu, kenaikan pertama dalam lima minggu.

Emas menguat 0,3% ke $1282,08 setelah naik 0,2% akhir pekan lalu. Emas sedang mendekati 50% retracement dari kejatuhan 14 April-3 Juni di $1285.

Rekomendasi

XAU SIGNAL 16-06-14

Dollar Konsolidasi Jelang the Fed

Dollar konsolidasi atas rivalnya dalam perdagangan awal minggu ini, yang menjadi penting karena ada rapat reguler the Fed. Sedangkan euro masih tertekan dekat level terendah dalam 4 bulan yang dicetak minggu lalu.

Dollar berhasil mempertahankan tren penguatannya berkat kenaikan yield obligasi AS di tengah optimisme mengenai ekonomi terbesar dunia itu. Selain itu ada pejabat the Fed yang menyampaikan kemungkinan kenaikan rate lebih cepat. Sempat tertekan karena data ritel dan sentimen konsumen yang mengecewakan, dollar berhasil mengakhiri minggu kemarin dengan penguatan 0,3%.

Faktor yang mempengaruhi pergerakan dollar minggu ini adalah hasil rapat reguler the Fed lusa. The Fed hampir dipastikan akan mengurangi stimulusnya sebesar $10 miliar menjadi $35 miliar per bulan. Isu yang penting adalah apakah the Fed akan memberi petunjuk kapan bisa mulai menaikkan suku bunga. Selain itu, Pasar ingin mengetahui bagaimana pandangan the Fed mengenai kondisi ekonomi terkini, dan apakah the Fed  akan menyampaikan proyeksi PDB dan inflasi terbaru.

Indeks dollar stabil di 80,62 dan tidak jauh dari penutupan minggu lalu. Indeks itu masih bergerak dalam kisaran 80,40 dan 80,90. Kondisi bearish terbentuk bila jatuh ke bawah 80,30. Terhadap yen, dollar terus berfluktuasi dalam range 101,50 dan 102,30. Atas franc, dollar stabil di 0,8996, masih terjebak dalam kisaran 0,8970 dan 0,9030. Kondisi bearish terbentuk kalau ditutup di bawah 0,8950.

Mengenai euro, mata uang tunggal Eropa itu masih bergerak di kisaran $1,35. Euro terus tertekan setelah ECB memangkas suku bunganya hampir dua minggu yang lalu. Banyak kalangan yang memperkirakan euro semakin tertekan bila the Fed menyampaikan pernyataan yang optimis atau hawkish. Untuk hari ini, ada angka final inflasi zona euro untuk Mei, bila direvisi turun, euro semakin tenggelam.

Euro diperdagangkan di $1,3536, masih kesulitan menembus $1,3600. Penutupan di atas itu membuka peluang menuju ke atas MA 200, yang penting untuk memasuki kondisi bullish. Sedangkan support di $1,3480, bila ditembus euro terancam menuju $1,3420. Atas yen, euro melemah 0,2% ke 137,88 setelag gagal menembus resistance 138,30. Kalaupun ditembus, kondisi bullish baru bisa terlihat bila ditutup di atas 139,00. Sedangkan support di 137,50.

Sementara itu, sterling masih mengukuhkan posisinya sebagai mata uang dengan performa terbaik, dengan stabil di $1,6980 setelah mencatat penguatan mingguan terbesar dalam enam pekan. Sterling masih berusaha menembus level psikologis $1,7000, bila ditembus selanjutnya bergerak ke $1,7030. Sedangkan support di $1,6850, tapi kondisi bearish baru terbentuk bila ditutup di bawah $1,6800.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 16-06-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 16-06-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 16-06-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 16-06-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 16-06-14

Eskalasi Irak Benamkan Asia

Nikkei
 
Indeks Nikkei berhasil lepas dari level terendah dalam 2,5 minggu berkat laporan Perdana Menteri Shinzo Abe berencana mengumumkan revisi pajak korporat. Indeks sempat tertekan akibat penguatan yen dan isu krisis di Irak. Indeks Nikkei ditutup naik 124,31 poin, atau 0,83%, ke posisi 15.097,84, terendah sejak 2 Juni.

Indeks Nikkei dibuka melemah 0,32% pagi ini, dimana pergerakan indeks kini dipengaruhi sentimen di Irak yang diperkirakan juga mempengaruhi pergerakan yen. Pergolakan di Irak mendorong harga minyak dunia ke level tertingginya dalam lima bulan, dan ini dikhawatirkan akan memicu stabilitas di Timur Tengah. Investor diperkirakan akan bereaksi setelah Jumat malam pekan lalu, PM Shinzo Abe berencana memangkas pajak korporat ke bawah 30%, sebagai langkah meningkatkan pertumbuhuan dan mengatasi deflasi.

Rekomendasi
NKI 16-06-14
NKI SIGNAL 16-06-14

Kospi
 
Indeks Kospi jatuh lebih dari 1% karena aksi jual oleh investor asing menyusul instabilitas di Irak. Investor asing akhirnya mencatat penjualan setelah terus membeli selama 21 sesi sebelumnya, melepas sekitar 254 miliar won.  Indeks Kospi ditutup turun 20,80 poin, atau 1,03%, ke posisi 1.990,85, performa terburuk sejak 25 April ketika anjlok 1,3%. Secara mingguan, indeks itu hanya turun 0,2%.

Indeks Kospi melanjutkan kejatuhan menyusul tumbangnya Dow Jones futures pagi ini karena eskalasi ketegangan di Irak.  Indeks Kospi yang akhir pekan lalu gagal bertahan di atas level 2000, penutupan di bawah itu mengkonfirmasi fase koreksi, dimana ujian berikutnya support 1.985. Saham Korean Air Lines Co jatuh 2,2% karena kecemasan tingginya harga minyak.

Rekomendasi
KSI 16-06-14
KSI SIGNAL 16-06-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng berlabuh di zona hijau pada perdagangan Jumat lalu berkat data ekonomi China yang menunjukkan stabilisasi. Data penjualan ritel dan output industri mengindikasikan ekonomi China tidak akan mengalami hard landing. Indeks berhasil menanjak meski Wall Street koreksi. Indeks Hang Seng ditutup naik 144,157 poin, atau 0,62%, ke posisi 23.319,17.

Indeks Hang Seng dibuka melemah akibat kejatuhan saham Asia menyusul kekhawatiran investor terhadap situasi di Irak. Pemberontakan di Irak diperkirakan akan memperburuk dan mempengaruhi ekspor minyak, hal ini dapat mempengaruhi kinerka saham-saham terkait. Meski melemah sentimen AS yang akhir pekan lalu menguat diharapkan menjadi penghambat penurunan, di tengah fokus investor pekan ini terhadap FOMC meeting.

Rekomendasi
HSI 16-06-14
HSI SIGNAL 16-06-14

Jumat, 13 Juni 2014

Isu Irak Tekan Saham Asia

Saham Asia berakhir variatif hari ini menyusul koreksi Wall Street dan kenaikan harga minyak ke level tertinggi dalam Sembilan bulan karena krisis politik Irak. Tapi data ekonomi China berhasil membantu sentimen.
Tokyo Stock Exchange President Tsurushima bows during news conference in Tokyo
Di Jepang, indeks Nikkei berhasil lepas dari level terendah dalam 2,5 minggu berkat laporan Perdana Menteri Shinzo Abe berencana mengumumkan revisi pajak korporat. Indeks sempat tertekan akibat penguatan yen dan isu krisis di Irak. Indeks Nikkei ditutup menguat 124,31 poin, atau 0,80%, di 15.097,84.

Di Korsel, indeks Kospi jatuh lebih dari 1% karena aksi jual oleh investor asing menyusul instabilitas di Irak. Investor asing akhirnya mencatat penjualan setelah terus membeli selama 21 sesi sebelumnya, melepas sekitar 254 miliar won. Indeks Kospi ditutup melemah 1% ke 1990,85, performa terburuk sejak 25 April ketika anjlok 1,3%. Secara mingguan, indeks itu hanya turun 0,2%.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng berlabuh di zona hijau pada perdagangan Jumat berkat data ekonomi China yang menunjukkan stabilisasi. Data penjualan ritel dan output industri mengindikasikan ekonomi China tidak akan mengalami hard landing. Indeks berhasil menanjak meski Wall Street koreksi. Indeks Hang Seng ditutup menguat 144,15 poin, atau 0,62%, di 23.319,17.

Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (13 Juni 2014)

EUR 13-06-14
Isu kebijakan moneter memainkan peran penting dalam pergerakan pasar mata uang minggu ini. Sterling menjadi mata uang dengan performa terbaik seminggu terakhir, melesat berkat kejelasan mengenai prospek kebijakan moneter Inggris. Predikat mata uang dengan performa terburuk jatuh pada euro, tertekan akibat pelonggaran kebijakan yang dilakukan ECB. 
Reli yang terjadi pada sterling dipicu oleh pernyataan Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) Mark Carney yang mengatakan suku bunga bisa naik lebih cepat dari perkiraan. Ini merupakan sinyal terjelas mengenai prospek kebijakan ke depan. Pernyataan itu mengukuhkan pandangan BOE akan menjadi bank sentral pertama yang menaikkan suku bunga. Dengan sinyal itu, pengamat memperkirakan kenaikan rate mungkin dilakukan di akhir tahun.

Selama ini, belum ada bank sentral yang secara gamblang mengatakan siap menaikkan suku bunga. Di antara bank sentral negara maju, baru BOE saja yang sudah membahas waktu kenaikan suku bunga. Ini bertolak belakang dengan ECB, yang baru saja memangkas suku bunganya. ECB dianggap bank sentral yang paling tertinggal dalam menerapkan stimulus moneter.

Bank sentral lain, seperti the Fed, sedang mengurangi stimulusnya, belum berani berbicara secraa lantang mengenai kenaikan suku bunga. Pasar mengukur prospek kebijakan moneternya melalui data ekonomi AS.

Data terbaru, yaitu penjualan ritel agak mengecewakan, di bawah prediksi. Hal ini menimbulkan pemikiran sulit bagi the Fed mempercepat proses normalisasi kebijakan. Data indeks PPI dan sentimen konsumen AS, yang dapat digunakan sebagai pengukur menjelang rapat the Fed 17-18 Juni nanti.

EUR-USD
 
Terjadi penguatan pada EUR-USD, berhasil menembus resistance $1,3550. Namun posisinya masih jauh di bawah MA 200. Untuk menjaga momentum reversal, pair ini harus bisa ditutup di atas $1,3600. Dari sana, ada peluang untuk menembus MA dan menuju $1,3670. Tapi bila gagal bertahan di Atas $1,3550, pair ini terancam menuju $1,3480.

Rekomendasi harian

Peluang EUR-USD di buy break 1.3601 dengan target 1.3626 dan 1.3641, dimana stop loss 1.3581. Buy 1.3531 dengan target take profit 1.3580, dimana stop loss 1.3511.
Sell 1.3641 dengan target take profit 1.3611, dimana stop loss 1.3663.
 
USD-JPY
 
Meski ada penguatan, USD-JPY masih kesulitan menembus level 102. Penembusan level itu penting untuk meraih kondisi bullish, dengan target terdekat 102,30. Tapi pergerakan signifikan kecil kemungkinanya terjadi menjelang rapat reguler the Fed awal minggu depan. Sedangkan support ada di 101,50. Di bawah itu, ada 101,20.

Rekomendasi harian

101.56 menjadi area buy bagi USD-CHF dengan target take profit 101.93 dan 102.08. Buy break 102.16 dengan target take profit 102.34 dan 102.44, dimana stop loss 101.97.
Sell 102.44 dengan target take profit 102.14 dan 102.08, dimana stop loss 102.63.

GBP-USD
 
Penguatan selama tiga sesi terakhir, membawa GBP-USD dekat dengan level psikologis $1,7000. Bila pair ini bisa ditutup di atas itu di akhir pekan, menjaga momentum bullish dengan target $1,7050. Tapi tetap perlu diwaspadai aksi ambil untung ketika masuk ke kisaran $1,70. Kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah $1,6800.

Rekomendasi harian

Untuk sell GBP-USD di 1.6999 dengan target take profit 1.6967 dan 1.6943, dimana stop loss 1.7021. Sell break 1.6964 dengan target take profit 1.6937 dan 1.6922, dimana stop loss 1.6987.
Buy 1.6914 dengan target take profit 1.6957, dimana stop loss 1.6892.

USD-CHF
 
Tumbang 0,5% ke 0,8960, USD-CHF jatuh ke bawah support 0,8970. Bila ditutup di bawah MA 25 0,8940, menjadi kondisi bearish dengan target 0,8900. Dengan koreksi ini, semakin kecil peluang menembus level psikologis 0,9000.

Rekomendasi harian

USD-CHF buy 0.8941 dengan target take profit 0.8987, dimana stop loss 0.8921. Buy 0.8905 dengan target take profit 0.8937 dan 0.8952, dimana stop loss 0.8881.

Sell 0.9000 dengan target take profit 0.8972 dan 0.8959, dimana stop loss 0.9021.

AUD-USD
 
Setelah mencatat penguatan selama lima sesi terakhir, AUD-USD kini konsolidasi di kisaran $0,9400. Demi menjaga momentum reli, pair ini harus bisa ditutup di atas itu, untuk menuju $0,9460. Bila gagal, pair ini diperkirakan terkoreksi menuju $0,9350. Tapi kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah $0,9300.

Rekomendasi harian

Sell 0.9445 dengan target take profit 0.9414 dan 0.9400, dimana stop loss 0.9462. Sell break 0.9399 dengan target take profit 0.9372 dan 0.9361, dimana stop loss 0.9418.
Buy 0.9353 dengan target take profit 0.9384, dimana stop loss 0.9338.

DBS Vickers Berikan Target Harga Indek Hang Seng 25.770

DBS VIckers Securities dalam laporan riset terbarunya menyatakan bahwa mereka melihat adanya indikasi positip bagi pasar saham Asia pada kuartal ketiga tahun ini dan merekomendasikan untuk lakukan posisi beli jika terjadi koreksi harga.

Perusahaan investasi tersebut naikkan rating saham-saham Hong Kong dan China A-share menjadi Overweight, dengan target indek Hang Seng pada 25.770 dan target HSCEI pada 11.850 hingga akhir tahun ini.

Perusahaan investasi tersebut juga menyatakan bahwa outlook ekonomi China saat ini adalah positip yang didukung oleh peningkatan makro ekonomi, termasuk juga adanya dukungan dari kebijakan, kesetabilan mata uang China RMB dan keterkaitan yang cukup erat antara saham di Shanghai dengan Hong kong, seluruhnya akan menjadi katalis penting bagi pergerakan pasar saham.

Sebagai informasi tambahan, sebagaian besar sektor “ekonomi lama” saat ini sedang alami penurunan, seperti sektor perbankan, raw materials dan properti. DBS VIckers rekomendasikan bagi para investor untuk mengganti portofolio mereka pada saham-saham sektor perbankan, material dan saham properti, karena dinilai sektor-sektor tersebut memiliki potensi untuk alami perubahan valuasi.

BOE Siap Naikkan Rate Lebih Cepat

Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) Mark Carney mengatakan suku bunga bisa naik lebih cepat dari perkiraan pasar, sinyal mengejutkan sekaligus paling jelas mengenai arah kebijakan moneter.
Mark Carney
Dalam acara pertemuan perbankan tahunan di London, ia mengatakan pertumbuhan pesat dan penurunan tingkat pengangguran berarti waktu untuk mulai menaikkan suku bunga semakin dekat.

“Sudah ada spekulasi mengenai kapan kenaikan suku bunga pertama dan kemungkinan semakin besar. (Kenaikan) itu bisa terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan pasar,” katanya.

Kemudian ia mengatakan pihaknya akan terus memantau kondisi lapangan kerja untuk menentukan waktu tepat untuk mulai memperketat kebijakan secara bertahap. Ia ingin mewaspadai risiko yang timbul dari sektor perumahan, di mana kenaikan harga menimbulkan kekhawatiran mengenai kondisi perkreditan.

Kenaikan harga rumah, salah satu dampak kebijakan longgar dan pinjaman murah,  mencerminkan salah satu risiko yang dihadapi BOE seiring upaya mereka menormalisasi kebijakan moneter.  Menurut Carney, pihaknya punya serangkaian alat yang dapat digunakan untuk menjinakkan sektor perumahan.  “Kenaikan suku bunga adalah pertahanan terakhir melawan ancaman dalam sistem finansial yang datang dari sektor perumahan,” katanya.

Menurut proyeksi yang beredar sebelum pernyataan itu, BOE diperkirakan akan mulai menaikkan suku bunganya mulai awal tahun depan, mungkin Februari. Pernyataan Carney itu sepertinya akan membuat banyak pengamat merevisi proyeksi itu. Beberapa ekonom sudah mulai memprediksikan kenaikan pertama bisa terjadi di akhir tahun ini, mengukuhkan prospek BOE bakal menjadi bank sentral negara maju pertama yang menaikkan suku bunga.

Dollar Koreksi Karena Data Ritel

Dollar terkoreksi atas rivalnya menyusul data penjualan ritel dan tunjangan pengangguran AS yang mengecewakan. Sedangkan sterling melambung ke level tertinggi dalam sebulan setelah pernyataan Gubernur BOE Mark Carney.

Laporan dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan penjualan ritel hanya naik 0,3% bulan lalu, di bawah prediksi 0,6%. Sedangkan penjualan ritel inti, yang tidak memasukkan otomotif dan BBM, tidak tumbuh sama sekali alias 0%, melawan perkiraaan 0,4%. Tapi angka April direvisi naik jadi 0,5%. Laporan terpisah menyebutkan initial jobless claims naik 4000 minggu lalu menjadi 317.000, lebih besar dari prediksi 310.000.

Data ekonomi AS akhir-akhir ini membuat pasar optimis pertumbuhan di kuartal kedua akan pesat, tapi data ritel itu mengindikasikan ekonomi tidak segemilang yang diharapkan. Ekonomi di kuartal kedua memang mengalami perbaikan, tapi data ritel yang rendah itu mengindikasikan pembelanjaan konsumen masih tumbuh rendah, mengurangi kemungkinan the Fed menyampaikan pernyataan yang hawkish dalam rapat minggu depan.

Indeks dollar berada di 80,60 setelah melemah 0,4% kemarin. Dengan koreksi itu, kini resistance ada di 80,70, kemudian di 80,90. Indeks tersebut menghadapi support di 80,50, bila ditembus, terancam ke 80,40.

Penutupan di bawah itu membentuk kondisi bearish. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 101,78 setelah melemah 0,3%. Dollar mendekati support 101,50, bila ditembus dollar terancam ke 101,20. Atas franc, dollar stabil di 0,8980, mendekati support 0,8970. Kondisi bearish terbentuk bila ditutup di bawah 0,8940.

Beralih ke sterling, mata uang Inggris itu reli ke level tertinggi dalam sebulan setelah Gubernur BOE Mark
 Carney mengatakan kenaikan suku bunga bisa terjadi lebih cepat  dari perkiraan. Ini pernyataan paling hawkish-nya akhir-akhir ini sekaligus menegaskan pandangan pasar. The cable menguat 0,2% ke $1,6945 setelah reli 1% kemarin. Kini sterling sedang menguji $1,6970, untuk bisa menuju $1,7000.

Aussie stabil di $0,9412 setelah menguat 0,7% kemarin. Aussie berhasil menembus resistance $0,9400 dan sedang mencoba meraih ke $0,9460. Kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah $0,9300.

Sementara itu, euro masih merana dekat level terendah dalam empat bulan, bertengger di $1,3550. Rentang pergerakan kini di $1,3480 dan $1,3615.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 13-06-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 13-06-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 13-06-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 13-06-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 13-06-14