Pada sebuah trend naik, dukungan dari bursa regional terkadang
memang perlu, terutama ketika sentimen sedang minim dan kondisi harga
sedang berada di titik resisten yang kuat. Demikian juga pada IHSG
dimana kenaikan 22.55 poin (+0,43 persen) yang terjadi kemarin, telah
membuat rekor IHSG di 5251 menjadi resisten pertama pada pergerakan IHSG
hari ini. Dengan rekor IHSG sebagai resisten, rasa-rasanya berat bagi
IHSG untuk mencetak rekor hari ini, mengingat kenaikan Dow Jones
Industrial (DJI) semalam hanya sebesar tipis, 10,72 poin (+0,06 persen).
Kenaikan tipis tersebut, telah membawa indeks di kawasan Asia, pagi ini
cenderung untuk bergerak flat-turun, dengan koreksi sekitar 0,5 persen.
Penutupan IHSG diatas resisten 5223 kemarin, sebenarnya telah membuka
potensi penguatan bagi IHSG untuk mencetak rekor baru diatas rekor lama
di level 5251. Ini karena untuk jangka pendek, IHSG memiliki potensi
kenaikan hingga kisaran 5315 – 5425. Akan tetapi, minimnya sentimen dari
bursa regional, sepertinya membuat IHSG hari ini lebih cenderung untuk
mengalami pergerakan bervariasi pada kisaran 5205 – 5251. Hanya
penutupan dibawah suport 5205 yang akan mengakhiri trend naik jangka
pendek dari IHSG.
Dengan trend jangka pendek yang sedang dalam trend naik, posisi Buy On
Weakness adalah pilihan bagi pemodal untuk perdagangan hari ini. Pemodal
bisa melakukannya pada saham-saham yang pada perdagangan kemarin sudah
menunjukkan adanya trend naik, terutama pada saham sektor batubara, CPO,
konstruksi, dan semen. Pemodal juga melihat dengan cermat pergerakan
dari saham saham big caps perbankan, apakah saham-saham tersebut mampu
untuk dituutp diatas resisten pada pergerakan hari ini.
Global Outlook
Saham Asia bergerak variatif hari ini, dengan sebagian
menguat berkat pengumuman gencatan senjata Ukraina dan harapan adanya
stimulus dari ECB.
Indeks Nikkei melemah 0,17%, masih dekat level tertinggi dalam 7 bulan,
rapat regular bank sentral Jepang (BOJ) dinanti siang ini jadi fokus.
Indeks Kospi menguat 0,45%. Indeks Singapura STI melemah 0,36%. Di Hong
Kong, indeks Hang Seng melemah 0,34%.
Pasar menyambut baik pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah
berbicara dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko lewat telepon, bahwa
Kiev dan separatis pro-Rusia bisa mencapai kesepakatan dalam negosiasi
di Minsk besok. Poroshenko menyebut hal ini bagian dari langkah untuk
mengakhiri konflik.
Berita ini berhasil mengangkat saham AS yang sempat tertekan karena
kejatuhan sektor teknologi. Indeks Dow Jones menguat 0,06% dan indeks
S&P 500 melemah 0,08%.
Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, seperti
di AS yang sudah mencetak rekor beberapa kali. Kondisi ini membuat
pergerakan indeks sering kali mentok, dan terjebak dalam range sempit.
Bahkan acap kali terjadi profit taking. Kondisi di regional tidak jauh
berbeda, seperti indeks Hang Seng yang meraih level tertinggi dalam 6
tahun.
Kini pasar menunggu hasil rapat reguler ECB dan BOE. Khusus untuk ECB,
difokuskan pada jumpa pers yang digelar oleh sang presiden Mario Draghi,
untuk mencari petunjuk soal program pembelian obligasi.
Pasar berharap
Draghi mengumumkan stimulus baru untuk menyelamatkan ekonomi Eropa yang
terus lesu.
Untuk mengukur prospek kebijakan moneter the Fed, pasar akan menggunakan
data ketenagakerjaan AS Jumat nanti. Data ketenagakerjaan swasta atau
ADP, yang diumumkan nanti malam, bisa digunakan sebagai gambaran awal.
Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat aksi
beli pemodal asing. Pada penutupan perdagangan, Rabu (03/09/2014), IHSG
menguat 22,549 poin (0,43%) ke level 5.224,135.
Performa yang bagus dari bursa Asia menjadi salah satu pendorong
kenaikan indeks. Mayoritas bursa Asia berada di jalur hijau setelah
rlisan data manufaktur China yang mengesankan. Data tersebut berhasil
melambungkan indeks Hang Seng sebesar 568,93 poin (2,30%) ke level
25.317,95. Pelemahan mata uang yen juga turut mendongkrak kinerja indeks
Nikkei 225, yang naik 59,75 poin (0,38%) ke level 15.728,35.
Maraknya
sentimen positif tersebut membuat dana asing membanjiri lantai bursa,
dengan mencatatkan net buy senilai Rp 477 miliar di seluruh pasar.
Sebanyak tujuh sektor menghijau. Tiga sektor dengan penguatan tertinggi
antara lain; sektor perkebunan naik 1,35%, sektor konstruksi naik 1,1%,
dan infrastruktur naik 0,91%
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di
antaranya adalah Centex (CNTX) naik Rp 1.900 ke Rp 11.400, Samudera
Indonesia (SMDR) naik Rp 1.250 ke Rp 7.800, Indo
Tambangraya (ITMG) naik
Rp 525 ke Rp 29.275, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 13.900.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori
top losers antara lain Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 1.375 ke Rp
5.525, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 55.000, Mayora (MYOR)
turun Rp 300 ke Rp 30.475, dan Surya Toto (TOTO) turun Rp 130 ke Rp
3.560.
Ulasan Teknikal
IHSG
IHSG ditutup sedikit di atas resistance 5.223 dengan
membentuk pola bullish di candlestick, indikasi bullish continuation.
Indikator stochastic golden cross, mendukung kenaikan lanjutan. IHSG
sepertinya akan menguji resistance all time high di 5.251. Penembusan
resistance itu akan menjadi penting karena bisa membuka potensi kenaikan
menuju kisaran 5.500 untuk trend jangka menengah. Sementara itu, sinyal
negatif akan muncul jika kemudian IHSG turun di bawah area 5.200. Untuk
hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.200 – 5.250.
R3 5,252
R2 5,239
R1 5,232
Pivot 5,219
S1 5,211
S2 5,199
S3 5,191
Stock Pick
PWON
Harga kembali bergerak di atas MA 10, indikasi trend
jangka pendek bullish. Indikator RSI positif, sementara stochastic
berpleuang goden cross. Harga sepertinya akan menguji resistance 449.
Jika ditembus, berpeluang naik menuju 475 – 500.
Rekomendasi : Buy breakout 449, stop loss 430, target 475
Support : 430, 419
Resistance : 475, 500
SMSM
Harga rebound dan mampu menembus resistance sebelumnya
di 4.075 (kini menjadi support). Pola long white candlestick setelah
terbentuknya pola doji mengkonfirmasi sinyal bullish reversal. Selain
itu, indikator stochastic golden cross di area oversold, mendukung
kenaikan lanjutan. Kami masih melihat potensi kenaikan lanjutan untuk
menguji resistance di kisaran 4.245 – 4.310.
Rekomendasi : Buy@4.100, stop loss 3.930, target 4.300
Support : 4.075, 3.930
Resistance : 4.245, 4.310
Rekomendasi
Stock Screener