BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Jumat, 05 September 2014

ECB Keluarkan Stimulus, Emas Makin Turun

Harga emas turun semalam seiring dengan kejatuhan mata uang euro terhadap dollar AS setelah European Central Bank (ECB) memangkas suku bunga ke rekor terendah dan mengumkan pembelian asset untuk mengatasi deflasi.

ECB di luar dugaan membuat gebrakan baru dengan memangkas suku bunganya menjadi 0,05% dan bunga fasilitas simpanannya ke -0,2%. Selain itu, ECB juga mengumumkan program untuk menyuntikkan likuiditas degan membeli aset.  Sang presiden Mario Draghi mengatakan pihaknya siap membeli Sekuritas Beragun Aset (Asset-Backed Securities) dalam rangka mendorong perkreditan. Langkah ini cukup mengejutkan, karena banyak yang mengira ECB tidak akan mengumumkan stimulus secepat ini.

Tekanan emas makin bertambah setelah data-data ekonomi AS yang menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi berada pada jalurunya. Data dari ADP semalam menunjukkan lapangan kerja swasta bertambah 204.000 selama Agustus, di bawah prediksi 212.000. Data lainnya lainnya ISM Non-Manufacturing PMI naik menjadi 59,6 bulan Agustus dari 58,7 bulan sebelumnya, diatas perkiraan 57,3.

Fokus pasar saat ini adalah data non farm payroll, dimana data tersebut akan mengukur sejauh kekuatan ekonomi AS serta prospek kebijakan moneter the Fed.

Dari sisi teknikal, sempat menembus reistance $1273, emas akhirnya kembali ditutup di bawah level tersebut. Indikator stochastic memang mulai oversold, memungkinkan adanya rebound. Namun, jika resistance $1273 masih gagal ditembus, trend jangka pendek masih tetap bearish, dengan potensi penurunan lanjutan menuju kisaran $1250.

Rekomendasi
rekom

ECB Umumkan Stimulus, Euro Terpuruk

ECB secara mengejutkan ternyata mengumumkan paket stimulus baru yang turut mencakup program pembelian obligasi, langkah yang langsung menghujam euro ke level terendah dalam 14 bulan.

ECB di luar dugaan membuat gebrakan baru dengan memangkas suku bunganya menjadi 0,05% dan bunga fasilitas simpanannya ke -0,2%. Selain itu, ECB juga mengumumkan program untuk menyuntikkan likuiditas degan membeli aset. Sang presiden Mario Draghi mengatakan pihaknya siap membeli Sekuritas Beragun Aset (Asset-Backed Securities) dalam rangka mendorong perkreditan.

Sebagian besar kalangan tidak menyangka ECB akan bertindak secepat ini. Para pengamat mengira ECB hanya akan kembali memberi sinyal kesiapan mengambil tindakan agresif, tidak benar-benar meluncurkannya. Karena keterkejutan yang terjadi di pasar, euro menjadi sasaran tembak, terjungkal ke bawah $1,30. Dengan bayang-bayang program pembelian obligasi ini, semakin sulit bagi euro untuk lepas dari jeratan bearish.

Memang, beberapa indikator sudah menunjukkan kondisi jenuh jual pada euro. Akibat tindakan ECB, euro mencatat kejatuhan harian terbesar dalam tiga tahun, sampai ke level terendah sejak Juli 2013. Posisinya kini di $1,2935 setelah anjlok lebih dari 1% kemarin. Dengan RSI (14) sudah berada di 20, potensi penurunan seharusnya berkurang. Support ada di $1,2870, bila ditembus juga bisa ke $1,2820. Sedangkan resistance di $1,3000. tapi kondisi bullish baru terlihat bila melampaui $1,3150-1,3180.

Beralih ke dollar, mata uang AS itu menikmati reli tajam lagi, tidak hanya karena keputusan ECB tapi juga data AS yang memuaskan. Indeks non manufaktur dari ISM naik ke 59,6 di Agustus dari 58,7 di Juli.

Pergerakan dollar selanjutnya akan ditentukan oleh data ketenagakerjaan AS.

Indeks dollar berada di 83,85 setelah menyentuh 83,97 atau tertinggi dalam 14 bulan. Indeks ini kini bergerak di range 83,50 dan 84,30. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 105,33 setelah sempat menyentuh 105,70. Atas franc, greenback bertengger di 0,9323 setelah reli lebih dari 1% kemarin.

Rekomendasi
 
EUR-USD
 EUR SIGNAL 05-09-14
 
USD-JPY
 JPY SIGNAL 05-09-14
 
GBP-USD
 GBP SIGNAL 05-09-14
 
USD-CHF
 CHF SIGNAL 05-09-14
 
AUD-USD
AUD SIGNAL 05-09-14

Wall Street Ditutup Dengan Alami Penurunan Dengan Penurunan Paling Besar Pada Sektor Energi

Saham-saham di Amerika ditutup dengan alami penurunan pada hari Kamis kemarin, dan membuat Dow serta S&P alami penurunan dari rekor pergerakan harian tertingginya, akibat penurunan pada saham-saham perusahaan sektor energi, yang mana pada awal-awal pembukaan pasar sempat alami kenaikan setelah European Central bank menjelaskan program stimulus barunya.
023
“>Analis menilai bahwa penurunan yang terjadi pada hari Kamis tersebut merupakan tindakan antisipasi yang dilakukan oleh para investor menjelang dirilisnya data penyerapan tenaga kerja bulanan Amerika yang akan dirilis pada hari Jum’at ini. Berdasarkan hasil pooling Reuters, diperkirakan payroll akan alami pertumbuhan sebesar 225.000 untuk bulan Agustus ini.

S&P energi indek (.SPNY) alami penurunan sebesar 1,3 persen dan menjadi sektor dengan performa pergerakan terburuk diantara sektor-sektor lainnya yang tergabung dalam S&P pada hari Kamis kemarin.

Perusahaan produsen peralatan pengeboran FMC Technologies (FTI.N), menjadi saham dengan persentase penurunan terbesar pada sektor energi, dengan alami penurunan sebesar 4,4 persen menjadi $57,05. Crude oil futures alami penurunan sebesar 1,1 persen menjadi $94,55 akibat penguatan nilai tukar dollar Amerika dan penguatan dollar tersebut juga ikut berikan tekanan bagi mata uang negara-negara lainnya yang dihargai berdasarkan dollar Amerika.

Pada hari Kamis kemarin Dow dan S&P 500 sempat sentuh level pergerakan harga harian tertinggi setelah ECB secara mengejutkan ambil kebijakan.

Tiga indek acuan saham utama Amerika alami koreksi dari kenaikannya pada tengah hari perdagangan akibat penurunan saham-saham perusahaan energi yang alami koreksi akibat penurunan harga minyak mentah.

Dow Jones industrial average (.DJI) alami penurunan sebesar 8,7 poin atau 0,05 persen menjadi 17.069,58.

S&P 500 (.SPX) alami penurunan sebesar 3,07 poin atau 0,15 persen menjadi 1.997,65. Nasdaq Composite (.IXIC) alami penurunan sebesar 10,28 poin atau 0,22 persen menjadi 4.562,29.

SahamPVH (PVH.N) alami kenaikan sebesar 9,6 persen menjadi $128,38 setelah perusahaan apparel tersebut bukukan laporan keuangan kuartalan diatas perkiraan, yang didukung oleh tingginya penjualan pakaian dengan merek Tommy Hilfiger.

Saham BP Plc (BP.N) yang listing di Amerika alami penurunan sebesar 5,9 persen menjadi $44,89 setelah adanya pernytaaan dari pengadilan distrik Amerika yang memutuskan bahwa perusahaan telah lakukan kelalaian dalam peristiwa tumpahan minyak mentah secara besar-besaran di wilayah teluk Mexico pada tahun 2010 silam.

Saham BP Plc (BP.N) pada hari Kamis kemarin alami penurunan harian terburuknya sejak Agustus 2011.

Data tenaga kerja yang dirilis pada hari Kamis kemarin tunjukkan jumlah pengajuan klaim pengangguran alami kenaikan menjadi 302.000. Walaupun alami kenaikan jumlah klaim tersebut masih dalam kadar toleransi dimana penyerapan tenaga kerja sebenarnya secara konsisten masih terus menguat, walaupun data ADP yang dirilis tunjukkan penyerapan tenaga kerja yang lebih rendah dari yang diperkirakan.

Secara keseluruhan pada hari Kamis kemarin ada sebanyak 5,7 milliar lembar saham yang ditransaksikan, diatas rata-rata transaksi dalam lima hari terakhir, yaitu 4,8 milliar lembar saham

IHSG Mencoba Bertahan Di Atas Support

Langkah Bank Sentral Eropa (ECB) untuk meluncurkan stimulus dan menurunkan suku bunga menjadi 0,05 persen, telah membuat indeks Dow
Jones Industrial (DJI) mencetak rekor baru (all time high) di 17.161.55 sebelum pada akhirnya aksi wait and see pelaku pasar atas data tenaga kerja membuat indeks ini ditutup dengan koreksi tipis 8,70 poin (-0,05 persen) sehingga ditutup pada level 17.069,58. Sentimen yang bervariasi ini, membuat indeks di kawasan regional Asia hari ini bergerak bervariasi. Sempat bergerak naik di awal pergerakan, indeks Hang Seng dan Strait Times pagi ini relatif bergerak flat turun, dengan koreksi kurang dari 0,5 persen.

IHSG kemarin ditutup dengan signal negatif, setelah ditutup tipis dibawah suport pertama di level 5.206.

Minimnya sentimen dari bursa regional ini, diperkirakan bakal membuat IHSG tetap bergerak bervariasi pada kisaran 5185 – 5251. Meski signal dari IHSG cenderung negatif, selama pemodal asing masih dalam posisi akumulasi, IHSG sulit untuk terkoreksi secara signifikan.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham blue chip, yang pada hari Rabu ditutup dengan signal positif, banyak yang kemudian ditutup dibawah suport level pertamanya. Pemodal sebaiknya melihat apakah saham-saham tersebut hari ini berhasil kembali di atas suport sebelumnya, resisten pertama untuk hari ini.

Global Outlook
Saham Asia bergerak variatif hari ini menyusul pelemahan Wall Street meski ECB mengumumkan program stimulus. Sepertinya muncul sikap antisipatif menjelang data payroll.

Indeks Nikkei menguat 0,32$, turut didorong oleh pelemahan yen ke 105 per dollar. Indeks Kospi melemah 0,22%. Indeks Singapura STI masih flat. Indeks Hang Seng juga dibuka flat. Wall Street ditutup koreksi, dengan indeks S&P 500 melemah 0,15%.

ECB memangkas suku bunganya ke 0,05% dan bunga fasilitas simpanan menjadi -0,2%. Selain itu, sang presiden Mario Draghi mengatakan pihaknya siap membeli obligasi dalam rangka mencegah deflasi.

Awalnya, pengumuman ECB itu memberi dorongan ke saham di Wall Street. Apalagi data ISM non manufaktur cukup memuaskan. Namun, menjelang akhir sesi, beberapa indeks utama tertekan.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, seperti di AS yang sudah mencetak rekor beberapa kali. Kondisi ini membuat pergerakan indeks sering kali mentok, dan terjebak dalam range sempit. Para analis melihat adanya kondisi jenuh beli dan koreksi semakin dekat.

Pasar kini menunggu data payroll AS, yang diperkirakan tetap tumbuh di atas 200 ribu. Daat dari ADP semalam menunjukkan lapangan kerja swasta bertambah 204.000 selama Agustus, di bawah prediksi 212.000. Kecuali data payroll fantastis, pergerakan saham sepertinya tetap tidak akan besar. Data yang mengecewakan akan dijadikan alasan untuk profit taking.
 
Review IHSG
 
Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) gagal melanjutkan kenaikannya akibat aksi profit taking. Pada penutupan perdagangan, Kamis (04/09/2014), IHSG melemah 18,813 poin (0,36%) ke level 5.205,322.

Sempat menguat di awal pedagangan seiring dengan kenaikan bursa regional, laju IHSG kemudian tersendat oleh aksi profit taking. Posisi indeks yang sudah mulai mendekati rekor menjadi penyebab aksi profit taking tersebut. Aksi profit taking lebih dominan dilakukan investor lokal, sementara asing masih mencatatkan net buy senilai lebih dari Rp 200 miliar di pasar reguler.

Sebanyak delapan sektor memerah, yang dipimpin sektor aneka industri yang turun sebesar 1,26%..

Sedangkan dua sektor yang berhasil menguat adalah sektor pertambangan yang naik 1,07% dan sektor infrastruktur yang naik naik 0,47%.

Saham-saham yang naik di antaranya adalah Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 520 ke Rp 3.020, Mayora (MYOR) naik Rp 425 ke Rp 30.900, Pool Advista (POOL) naik Rp 375 ke Rp 1.875, dan Surya Essa (ESSA) naik Rp 295 ke Rp 3.485.

Sementara saham-saham yang turun antara lain Merck (MERK) turun Rp 5.000 ke Rp 180.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 900 ke Rp 21.550, Matahari (LPPF) turun Rp 700 ke Rp 15.950, dan Lippo Insurance (LGPI) turun Rp 475 ke Rp 5.100.

Ulasan Teknikal
 
IHSG
IHSG 05-09-2014

IHSG masih belum mampu menembus resistance kuatnya di 5.251, dan membuat sinyal reversal pada candlestick. Indikator RSI membentuk bearish divergence, semnetara stochastic overbought dan berpeluang dead cross. Meski begitu, IHSG masih bertahan di atas support 5.200 serta MA 10. Peluang bullish masih terbuka selama support bertahan, dengan potensi kenaikan menguji kembali resistance 5.251. Namun, jika support ditembus, trend bullish jangka pendek akan berakhir dan IHSG berpeluang turun lebih jauh menuju kisaran 5.088 – 5.136. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.179 – 5.251.

R3 5,264
R2 5,248
R1 5,227
Pivot 5,211
S1 5,190
S2 5,174
S3 5,152

Stock Pick
 
CPIN
CPIN 05-09-2014
 
Dalam sebulan terakhir, pergerakan CPIN cenderung flat dengan kisaran support di 3.855 dan resistance 4.075. Saat ini, MA 10 masih menunjukkan uptrend, namun harga sudah berada di kisaran resistance 4.075.

Jika resistance gagal ditembus, berpotensi terkoreksi menuju support terdeekatnya di 3,950 hingga 3.855.
 
Rekomendasi : Take profit. Buy on weakness @3.855, stop loss 3.785, target 4.075.
 
Support              : 3.950, 3.855
Resistance        : 4.075, 4.195

KLBF
KLBF 05-09-2014
 
Harga masih bertahan di atas support trend line serta MA 10, indikasi trend jangka pendek bullish. Indikator stochastic overbought, namun RSI masih menunjukkan sinyal positif. Potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 1.690 – 1.700.
 
Rekomendasi : Trading buy, stop loss breakout 1.660, target 1.700.
 
Support              : 1.660, 1.610
Resistance        : 1.700, 1.730

Rekomendasi
 
Stock Screener
SS 05-09-2014

Beragam Sentimen, Asia Bervariatif

kospi 44Saham Asia bergerak variatif hari ini menyusul pelemahan Wall Street meski ECB mengumumkan program stimulus. Sepertinya muncul sikap antisipatif menjelang data payroll. 

Indeks Nikkei menguat 0,32$, turut didorong oleh pelemahan yen ke 105 per dollar. Indeks Kospi melemah 0,22%. Indeks Singapura STI masih flat.

Indeks Hang Seng juga dibuka flat. Wall Street ditutup koreksi, dengan indeks S&P 500 melemah 0,15%.

ECB memangkas suku bunganya ke 0,05% dan bunga fasilitas simpanan menjadi -0,2%. Selain itu, sang presiden Mario Draghi mengatakan pihaknya siap membeli obligasi dalam rangka mencegah deflasi.

Awalnya, pengumuman ECB itu memberi dorongan ke saham di Wall Street. Apalagi data ISM non manufaktur cukup memuaskan. Namun, menjelang akhir sesi, beberapa indeks utama tertekan.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, seperti di AS yang sudah mencetak rekor beberapa kali. Kondisi ini membuat pergerakan indeks sering kali mentok, dan terjebak dalam range sempit. Para analis melihat adanya kondisi jenuh beli dan koreksi semakin dekat.

Pasar kini menunggu data payroll AS, yang diperkirakan tetap tumbuh di atas 200 ribu. Daat dari ADP semalam menunjukkan lapangan kerja swasta bertambah 204.000 selama Agustus, di bawah prediksi 212.000. Kecuali data payroll fantastis, pergerakan saham sepertinya tetap tidak akan besar. Data yang mengecewakan akan dijadikan alasan untuk profit taking.

Asia Rawan Profit Taking Jelang Payroll

Nikkei
 
Indeks Nikkei terkoreksi kembali kemarin setelah mengalami kenaikan dalam tiga sesi perdagangan beruntun, menyusul merebaknya aksi ambil untung dari kenaikan sebelumnya. Investor terkecewakan karena hasil rapat bank sentral Jepang (BOJ) kali ini tidak adanya perubahan kebijakan dalam stimulus. Indeks Nikkei ditutup melemah 52,17 poin, atau 0,33%, di 15.676,18, setelah sempat mencapai level tertingginya dalam tujuh bulan di 15.829,38 sebelumnya.

Indeks Nikkei kembali menguat menyusul pelemahan yen terhadap dollar dalam 6 tahun terakhir. Saham ekspor jadi buruan di tengah pelemahan yen. Namun dengan melemahnya bursa saham AS, dan hasil rapat BOJ kemarin tidak menyampaikan sesuatu yang baru, serta fokus investor akan data payroll AS membuat mereka berhati-hati masuk bursa.

Rekomendasi
NKI 05-09-14
NKI SIGNAL 05-09-14
 
Kospi
 
Indeks Kospi berakhir naik terbatas di tengah harapan stimulus Eropa. Indeks yang dua hari sebelumnya terseok-seok karena turunnya inflasi dan ekspektasi penurunan suku bunga acuan akhir bulan ini. Indeks sempat tertekan sampai ke level terendah dalam tiga minggu di tengah kekhawatiran soal prospek ekspor Korsel. Indeks Kospi ditutup naik 5,06 poin, atau 0,25% di 2.056,26.

Jelang libur panjang bursa Korsel awal pekan depan, indeks Kospi cenderung bergerak dalam kisaran sempit. Sentimen turunnya indeks utama Wall Street di tengah keputusan mengejutkan bank sentral Eropa (ECB) yang memangkas suku bunga refinancing sebesar 0,10 bps menjadi 0,05 bps. Sektor ekspor Korsel tertekan karena kekhawatiran pelemahan yen.

Rekomendasi
KSI 05-09-14
KSI SIGNAL 05-09-14
 
Hang Seng
 
Indeks Hang Seng melemah kemarin karena aksi ambil untung menyusul reli tajam di sesi sebelumnya. Selain itu, muncul sikap antisipatif di tengah isu gencatan senjata Ukraina dan menjelang hasil rapat reguler ECB. Aksi ambil untung menjerjang bursa setelah mencapai level tertingginya dalam enam tahun. Indeks Hang Seng ditutup turun 20,03 poin, atau 0,08%, ke posisi 25.297,92, setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh 25.325,16.

Indeks Hang Seng diperkirakan bergerak variatif hari ini menyusul pelemahan Wall Street meski ECB mengumumkan program stimulus. Sepertinya muncul sikap antisipatif menjelang data payroll. ECB memangkas suku bunganya ke 0,05% dan bunga fasilitas simpanan menjadi -0,2%. Selain itu, sang presiden Mario Draghi mengatakan pihaknya siap membeli obligasi dalam rangka mencegah deflasi. Pasar kini menunggu data payroll AS, yang diperkirakan tetap tumbuh di atas 200 ribu.

Rekomendasi
HSI 05-09-14
HSI SIGNAL 05-09-14

Kamis, 04 September 2014

Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (04 Agustus 2014)

GBP 04-09-14 Hasil rapat reguler ECB merupakan menu utama pasar mata uang hari ini. Isu penting yang menjadi bahan perbincangan adalah apakah ECB benar-benar meluncurkan program pembelian obligasi, atau paling tidak, menyebut kemungkinan melaksanakannya di rapat bulan depan. 

Sang presiden Mario Draghi mengakui pembelian obligasi masih menjadi salah satu opsi untuk mencegah deflasi. Namun, opsi tersebut tetap kontroversial dan ditentang keras oleh beberapa anggota, terutama Jerman. Agar bisa terwujud, ECB kemungkin harus menunjukkan pentingnya program itu di saat nanti kalau langkah-langkah lainnya gagal. Artinya, harus dibuktikan dulu tidak ada jalan lain kecuali menempuh QE.

Oleh karena itu, ECB sepertinya melihat dulu bagaimana dampak program pinjaman murah atau Targeted Long-Term Refinancing Operation (TLTRO) sebelum menempuh QE. Program likuiditas TLTRO, yang diberikan ke bank spesifik untuk kredit, baru dijalankan 18 September nanti.

Bila ini yang terjadi, orang yang berharap adanya QE mungkin bakal kecewa. Di sisi lain, situasi itu mungkin bisa mengangkat euro, yang selama ini tertekan karena pandangan buruknya ekonomi Eropa dapat memaksa ECB menempuh QE. Menurut data CTFC, posisi spekulatif jual bersih mencapai level tertinggi dalam 21 bulan minggu lalu.

Dengan kata lain, apabila Draghi tidak se-dovish perkiraan, ada peluang reversal untuk euro. Secara teknikalpun, peluang itu terbuka mengingat posisinya yang sudah jenuh jual. Tapi, penguatan yang nanti diraihnya hanyalah sementara, selama pasar memandang QE tetap dibutuhkan dan posisi kebijakan moneter the Fed masih lebih unggul dari ECB.

EUR-USD
 
Penguatan yang diraih kemarin belum bisa dilanjutkan, EUR-USD masih terjebak dalam range $1,3100 dan $1,3180. Dengan RSI (14) berada di bawah 30, kondisi sudah oversold. Pola pergerakan harga juga mengindikasikan berkurangnya tekanan jual. Penutupan di atas resistance, membuka peluang menju $1,3200. Tapi kondisi bullish baru terbentuk bila melampaui $1,3250.

Rekomendasi

Sell EUR-USD di 1.3184 dengan target take profit 1.3153, dimana stop loss di 1.3201. Sell break 1.3107 dengan target 1.3077, dimana stop loss 1.3123.
Buy 1.3062 dengan target take profit 1.3100, dimana stop loss 1.3045. Buy break 1.3148 dengan target take profit 1.3181 dimana stop loss ada pembalikan harga kembali ke 1.3134.

USD-JPY
 
Rebound yang diraih USD-JPY hari ini ternyata belum menutupi koreksi kemarin. Namun posisinya masih dekat level tertinggi dalam 9 bulan. Dengan RSI (14) sudah berada di atas 70, kondisinya sudah overbought. Penutupan di bawah 104,70 membuka peluang koreksi lanjutan. Tapi kondisi tetap bullish selama tidak jatuh melebihi 104,90-104,70.

Rekomendasi harian

Sell break pada USD-JPY 104.68 dengan target take profit 104.39 dan 104.29, dimana stop loss 104.91. Sell 105.21 dengan target take profit 104.88, dimana stop loss 105.47.

Sedangkan 104.22 menjadi area buy dengan target take profit 104.58, dimana stop loss 104.08.

GBP-USD
 
Dengan RSI (14) sudah mencapai 22, GBP-USD berada dalam kondisi jenuh jual. Pola doji yang terbentuk kemarin mengindikasikan redanya tekanan jual. Support berada di $1,6400, di bawah itu ada $1,6380.

Sedangkan resistance berada di $1,6540, tapi kondisi bullish baru bisa diraih bila melampaui $1,6600.

Rekomendasi harian

untuk GBP-USD area buy 1.6449 dengan target take profit 1.6503, dimana stop loss 1.6429. Buy break 1.6510 dengan target take profit 1.6541, dimana stop loss ada pembalikan harga 1.6491.

Sell 1.6552 dengan target take profit 1.6518, dimana stop loss 1.6570. Sell break 1.6426 dengan target take profit 1.6395, dimana stop loss 1.6449.

USD-CHF
 
Dalam empat sesi terakhir. USD-CHF berkonsolidasi di range 0,9150 dan 0,9220, dengan sempat menyentuh level tertinggi sejak Nopember 2013. Penutupan di bawah 0,9150 membuka peluang koreksi lanjutan, tapi kondisi bearish terbentuk bila jatuh ke bawah 0,9125.

Rekomendasi harian

Buy break 0.9216 pada USD-CHF dengan target take profit 0.9232 dan 0.9241, dimana stop loss ada pembalikan kembali 0.9198. Buy 0.9141 dengan target take profit 0.9064 dan 0.9071, dimana stop loss 0.9122.

Sell 0.9241 dengan target take profit 0.9216 dan 0.9208, dimana stop loss ada penembusan 0.9263. Sell break 0.9168 dengan target take profit 0.9153 dan 0.9142, dimana stop loss 0.9187.

AUD-USD.
 
Menjadi pair yang paling fluktuatif, AUD-USD bergerak dalam range yang panjang selama tiga sesi terakhir.

Sempat jatuh sampai ke $0,9263, pair ini reli ke $0,9350. Hari ini, pair sempat ke $0,9365. Dengan RSI (14) berada di 51, peluang kenaikan masih terbuka. Peluang bullish continuation bisa terlihat bila ditutup di atas $0,9350. Kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah $0,9300.
 
Rekomendasi harian

Peluang buy AUD-USD di 0.9293 dengan target take profit 0.9323 dan 0.9338, dimana stop loss 0.9271.

Buy break 0.9338 dengan target take profit 0.9368 dan 0.9381, dimana stop loss 0.9319.

Sell 0.9388 dengan target take profit 0.9368 dan 0.9357, dimana stop loss 0.9402.

Ekonomi AS Tumbuh Perlahan Tapi Stabil


Ekonomi AS masih tumbuh secara perlahan selama musim panas, namun terlihat masih stabil, menurut laporan terbaru the Fed. 

US. Economy 2Dalam laporan bulanan yang tertuang dalam Beige Book, the Fed mengatakan ekonomi tumbuh tipis sampai moderat selama enam minggu terakhir. Laporan itu menyorot peningkatan dalam pembelanjaan konsumen, pariwisata, dan manufaktur selama pertengahan Juli sampai akhir Agustus. Ritel melaporkan peningkatan penjualan berkat musim kembali sekolah.

Menurut laporan itu, terlihat peningkatan aktivitas secara moderat di New York, Cleveland, Chicago, Minneapolis, Dallas dan San Fransisco. Sedangkan distrik Philadelphia, Atlanta, St. Louis dan Kansas City melaporan pertumbuhan tipis. Di Boston dan Richmond, aktivitas bisnis semakin membaik.

Di saat yang sama, ditemukan bahwa pasar tenaga kerja semakin ketat. Laporan itu menyebutkan bisnis kesulitan mendapatkan tenaga kerja terlatih. Ada kekurangan tenaga kerja bidang teknologi informasi seperti di Boston dan pekerja konstruksi di Atlanta. Namun pertumbuhan upah masih relatif stabil.

Laporan ini datang menjelang rapat reguler the Fed 16-17 September nanti, yang dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan. Seiring perbaikan ekonomi AS, the Fed didesak untuk menyesuaikan kalimat komunikasinya atau guidance. The Fed, yang sudah menjalankan bunga rendah selama lebih dari lima tahun, memperkirakan mulai bisa menaikan rate pertengahan tahun depan.

Meski Rebound, Emas Masih Rentan Koreksi

Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan hari ini di Asia, berkat permintaan safe haven. Namun, logam mulia tersebut masih diperdagangkan pada level terendah 2 ½ bulan seiring dengan membaiknya prospek ekonomi AS yang mengurangi minat beli terhadap logam mulia tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah berbicara dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko lewat telepon, mengatakan Kiev dan separatis pro-Rusia bisa mencapai kesepakatan dalam negosiasi di Minsk besok.

Namun kini diragukan setelah Perdana Menteri Ukraina menolak proposal Putin, menganggapnya tipuan.

Emas telah mengalami kenaikan sekitar 5% tahun ini berkat isu geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah.

Namun, membaiknya data-data ekonomi AS, penguatan dollar dan lesunya permintaan fisik di Asia telah memukul harga emas akhir-akhir ini.

Selain ECB meeting pada hari ini, fokus pasar minggu ini adalah data non farm payroll AS, yang akan memberi petunjuk sejauh mana kekuatan ekonomi AS serta prospek kebijakan moneter the Fed.

Mencerminkan minat beli investor, cadangan di SPDR Gold Trust,  mengalami penurunan sebesar 2,69 ton menjadi 790,51 ton kemarin.

Dari sisi teknikal, harga rebound setelah meraih support di $1261. Indikator stochastic oversold dan berpeluang golden cross. Kini, harga terlihat sedang menguji resistance $1273. Jika ditembus, kenaikan bisa berlanjut menuju kisaran $1277 – $1281. Sedangkan trend bearish berlanjut jika support $1261 ditembus, dengan potensi penurunan lanjutan menuju kisaran $1250.

Rekomedasi
rekom

Euro Rentan Jelang ECB

Euro mencatat penguatan tipis setelah sempat jatuh ke level terendah dalam setahun, namun posisinya masih rentan menjelang hasil rapat reguler ECB. Sedangkan sterling masih bergerak dekat level terendah dalam delapan bulan menjelang hasil rapat BOE.

Euro rebound menyusul pengumuman gencatan senjata di Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah berbicara dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko lewat telepon, mengatakan Kiev dan separatis pro-Rusia bisa mencapai kesepakatan dalam negosiasi di Minsk besok. Namun kini diragukan setelah Perdana Menteri Ukraina membantah proposal Putin.

Tapi sebagian pengamat melihat euro terangkat lebih karena rebound teknikal di tengah berkurangnya tekanan jual menjelang hasil rapat reguler ECB. Pasar sedang menunggu apakah ECB akan benar-benar mengumumkan stimulus atau menyiapkan pondasi untuk bertindak di kemudian hari. Pasar ingin segera mendapat jawaban apakah Mario Draghi bakal menerapkan program pembelian obligasi.

Euro diperdagangkan di $1,3150 setelah menguat 0,1%. Euro sempat jatuh ke $1,3109 kemarin, terendah sejak September 2013. Sebenarnya, kondisi euro sudah jenuh beli, sesuai ditunjukkan lewat RSI (14) yang berada di bawah 30. Namun, minimnya sentimen positif dari Eropa membuat euro masih terpuruk. Kini euro bergerak di rentang $1,3100 dan $1,3180. Tapi kondisi bullish baru bisa diraih bila melampaui $1,3250-1,3280.

BOE dan BOJ juga menggelar rapat hari ini, tapi keduanya diperkirakan tidak akan mengumumkan sesuatu yang baru. BOJ diperkirakan akan mempertahankan stimulus dan tetap berpegangan dampak kenaikan pajak penjualan sementara. Sedangkan BOE kemungkinan belum menyampaikan pandangan baru.

Sterling diperdagangkan di $1,6460 menjelang hasil rapat reguler BOE, dekat $1,6440 atau level terendah sejak Maret yang dicapai kemarin. Pada dasarnya sterlin dalam periode penyesuaian setelah menyentuh level tertinggi dalam tujuh tahun dua bulan lalu. Kini bergerak dalam rentang $1,6420 dan $1,6540.

Rekomendasi
 
EUR-USD
 EUR SIGNAL 04-09-14

USD-JPY
 JPY SIGNAL 04-09-14

GBP-USD
 GBP SIGNAL 04-09-14

USD-CHF
 CHF SIGNAL 04-09-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 04-09-14

Indek Berjangka Saham China Alami Kenaikan Didukung Oleh Prospek Reformasi SOE

Indek berjangka saham China alami kenaikan didukung oleh adanya peluang yang cukup besar perubahan pada aturan kepemilikan investasi perusahaan BUMN China yang lebih longgar kepada investor Asing.

CSI 300 index (SHSZ300) yang kontraknya akan berakhir pada bulan September ini alami kenaikan sebesar 0,2 persen menjadi 2.416,80. China CNR Corp dan CSR Corp kemungkinan besar akan alami kenaikan setelah Caixin laporkan State-Owned Assets Supervision and Administration Commission Ltd menyatakan bahwa pemerintah China kemungkinan besar akan turunkan jumlah kepemilikan sahamnya pada perusahaan-perusahaan raksasa perbankan.

Hang Seng China Enterprises indek (HSCEI), atau dikenal juga sebagai indek acuan H-Share, alami kenaikan sebesar 3,2 persen menjadi 11.312,54 pada penutupan kemarin, kenaikan terbesar sejak 18 November. Hang Seng Indek alami kenaikan sebesar 2,3 persen, sedangkan Shanghai Composite indek alami kenaikan sebesar 1 persen. CSI 300 indek naik 0,9 persen.

Shanghai indek alami pemulihan harga sebesar 15 persen sejak pertengahan Maret didukung oleh adanya peluang yang cukup besar penurunan kepemilikan investasi pemerintah China terhadap BUMN dan juga didukung oleh rencana penghubungan transaksi antara Hong Kong dan Shanghai yang akan tingkatkan aliran dana masuk pasar.

Saham kemarin alami kenaikan didukung oleh pemulihan data sektor jasa yang meingkatkan harapan positip pemerintah akan mampu penuhi target pertumbuhan ekonomi. Data non-manufacturing managers indek alami kenaikan pada periode Agustus menjadi 54,4 dari periode Juli 54,2, sedangkan survei yang dilakukan oleh HSC Holdings Plc dan Markit Economics untuk data serupa tunjukkan hasil tertinggi sejak maret 2013.

Wall Street Ditutup Dengan Pergerakan Mix, Penurunan Saham Apple Membebani Kenaikan

Saham-saham di Amerika sebagian besar alami penurunan pada hari Rabu, akibat penurunan pada saham Apple yang berikan tekanan bagi Nasdaq dan membuat Nasdaq alami penurunan dan juga tindakan para investor untuk menunggu kejelasan pasar menjelang pertemuan ECB untuk ambil keputusan kebijakan moneter.

Saham Apple (AAPL.O) alami penurunan sebesar 4,2 persen menjadi $98,94 dan merupakan ersentase penurunan terbesar saham Apple sejak 28 Januari. Paling sedikit ada satu perusahaan broker yang lakukan downgrade terhadap saham Apple yang dipicu oleh adanya kemungkinan pelanggaran keamana pada jasa iCloud, penurunan tersebut hanya berjarak seminggu menjelang peluncuran iPhone terbaru Apple.

Pesaing Apple, Samsung Electronics Co Ltd (005939.KS), lakukan peluncuran produk virtual reality headset untuk produk baru Galaxy Note 4 phablet menggunakan teknologi dari Oculus VR, sebuah perusahaan yang sempat diincar oleh Facebook (FB.O) dengan harga penawaran $2 milliar.

Penurunan saham Apple berikan pengaruh bagi pergerakan indek saham teknologi (.SPLRCT), yang alami penurunan sebesar 0,7 persen dan menjadi sektor dengan performa paling buruk diantara 10 sektor S&P utama lainnya. Penurunan saham Apple juga membebani indek S&P secara keseluruhan, yang mana sempat sentuh rekor pergerakan harga harian pada 2.009,28 tetapi kemudian ditutup dengan hampir tidak alami pergerakan sama sekali.

European Central bank akan lakukan pertemuan rutin bulanan mereka pada hari Kamis ini, dimana investor akan melihat adanya petunjuk mengenai arah kebijakan ECB dari hasil pertemuan tersebut. ECB diperkirakan akan luncurkan program pembelian surat hutang.

Dow Jones industrial average (.DJI) alami kenaikan sebesar 10,72 poin atau 0,06 persen menjadi 17.078,28. S&P 500 (.SPX) ditutup dengan alami penurunan sebesar 1,55 poin atau 0,08 persen menjadi 2.000,73. Nasdaq Composite (.IXIC) alami penurunan sebesar 25,62 poin atau 0,56 persen menjadi 4.572,57.

Saham alami kenaikan setelah adanya pernyataan dari pihak Ukraina dan Rusia yang menyatakan bahwa mereka lakukan penandatanganan perdamaian dan menghentikan pertiakaian di Timur Ukraina, tetapi kemudian kekhawatiran kembali muncul setelah keluar pernyataan dari Russia yang menyatakan bahwa mereka akan tetap lakukan latihan militer.

Saham perusahaan penerbangan Delta Airlines (DAL.N), alami penurunan sebesar 5,2 persen menjadi $38,82, setelah perusahaan turunkan perkiraan margin operasinya dan menyatakan bahwa jumlah penumpang untuk penerbangan internasional pada Agustus alami penurunan. Saham American Airlines Group Inc (AAl.O) alami penurunan sebesar 3,4 persen menjadi $39,14.

Data-data ekonomi tebaru masih tunjukkan bahwa ekonomi alami pemulihan. Data New Order untuk barang-barang kebutuhan manufaktur alami kenaikan mencapai rekor tertingginya yaitu 10,5 persen untuk Juli dan data penjualan otomotif bulan Agustus secara mengejutkan alami peningkatan didukung oleh adanya program potongan harga.

Saham-saham perumahan alami penurunan, di pengaruhi oleh penurunan saham Toll Brothers sebesar 4,7 persen menjadi $33,95 setelah perusahaan developer perumahan luxury terbesar Amerika tersebut bukukan kinerja keuangan kuartalan. PHLX housing indek (.HGX) alami penurunan sebesar 1,6 persen.

Asia Variatif, Stimulus ECB Dinanti

Hang Seng 32Saham Asia bergerak variatif hari ini, dengan sebagian menguat berkat pengumuman gencatan senjata Ukraina dan harapan adanya stimulus dari ECB. 

Indeks Nikkei melemah 0,17%, masih dekat level tertinggi dalam 7 bulan, rapat regular bank sentral Jepang (BOJ) dinanti siang ini jadi fokus. Indeks Kospi menguat 0,45%.

Indeks Singapura STI melemah 0,36%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng melemah 0,34%.

Pasar menyambut baik pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah berbicara dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko lewat telepon, bahwa Kiev dan separatis pro-Rusia bisa mencapai kesepakatan dalam negosiasi di Minsk besok. Poroshenko menyebut hal ini bagian dari langkah untuk mengakhiri konflik.

Berita ini berhasil mengangkat saham AS yang sempat tertekan karena kejatuhan sektor teknologi. Indeks Dow Jones menguat 0,06% dan indeks S&P 500 melemah 0,08%.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, seperti di AS yang sudah mencetak rekor beberapa kali. Kondisi ini membuat pergerakan indeks sering kali mentok, dan terjebak dalam range sempit.

Bahkan acap kali terjadi profit taking. Kondisi di regional tidak jauh berbeda, seperti indeks Hang Seng yang meraih level tertinggi dalam 6 tahun.

Kini pasar menunggu hasil rapat reguler ECB dan BOE. Khusus untuk ECB, difokuskan pada jumpa pers yang digelar oleh sang presiden Mario Draghi, untuk mencari petunjuk soal program pembelian obligasi.

Pasar berharap Draghi mengumumkan stimulus baru untuk menyelamatkan ekonomi Eropa yang terus lesu.

Untuk mengukur prospek kebijakan moneter the Fed, pasar akan menggunakan data ketenagakerjaan AS Jumat nanti. Data ketenagakerjaan swasta atau ADP, yang diumumkan nanti malam, bisa digunakan sebagai gambaran awal.

Sentimen Belum Cukup Kuat, Resisten IHSG 5.251

Pada sebuah trend naik, dukungan dari bursa regional terkadang memang perlu, terutama ketika sentimen sedang minim dan kondisi harga sedang berada di titik resisten yang kuat. Demikian juga pada IHSG dimana kenaikan 22.55 poin (+0,43 persen) yang terjadi kemarin, telah membuat rekor IHSG di 5251 menjadi resisten pertama pada pergerakan IHSG hari ini. Dengan rekor IHSG sebagai resisten, rasa-rasanya berat bagi IHSG untuk mencetak rekor hari ini, mengingat kenaikan Dow Jones Industrial (DJI) semalam hanya sebesar tipis, 10,72 poin (+0,06 persen). Kenaikan tipis tersebut, telah membawa indeks di kawasan Asia, pagi ini cenderung untuk bergerak flat-turun, dengan koreksi sekitar 0,5 persen.

Penutupan IHSG diatas resisten 5223 kemarin, sebenarnya telah membuka potensi penguatan bagi IHSG untuk mencetak rekor baru diatas rekor lama di level 5251. Ini karena untuk jangka pendek, IHSG memiliki potensi kenaikan hingga kisaran 5315 – 5425. Akan tetapi, minimnya sentimen dari bursa regional, sepertinya membuat IHSG hari ini lebih cenderung untuk mengalami pergerakan bervariasi pada kisaran 5205 – 5251. Hanya penutupan dibawah suport 5205 yang akan mengakhiri trend naik jangka pendek dari IHSG.

Dengan trend jangka pendek yang sedang dalam trend naik, posisi Buy On Weakness adalah pilihan bagi pemodal untuk perdagangan hari ini. Pemodal bisa melakukannya pada saham-saham yang pada perdagangan kemarin sudah menunjukkan adanya trend naik, terutama pada saham sektor batubara, CPO, konstruksi, dan semen. Pemodal juga melihat dengan cermat pergerakan dari saham saham big caps perbankan, apakah saham-saham tersebut mampu untuk dituutp diatas resisten pada pergerakan hari ini.

Global Outlook
 
Saham Asia bergerak variatif hari ini, dengan sebagian menguat berkat pengumuman gencatan senjata Ukraina dan harapan adanya stimulus dari ECB.

Indeks Nikkei melemah 0,17%, masih dekat level tertinggi dalam 7 bulan, rapat regular bank sentral Jepang (BOJ) dinanti siang ini jadi fokus. Indeks Kospi menguat 0,45%. Indeks Singapura STI melemah 0,36%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng melemah 0,34%.

Pasar menyambut baik pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah berbicara dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko lewat telepon, bahwa Kiev dan separatis pro-Rusia bisa mencapai kesepakatan dalam negosiasi di Minsk besok. Poroshenko menyebut hal ini bagian dari langkah untuk mengakhiri konflik.

Berita ini berhasil mengangkat saham AS yang sempat tertekan karena kejatuhan sektor teknologi. Indeks Dow Jones menguat 0,06% dan indeks S&P 500 melemah 0,08%.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, seperti di AS yang sudah mencetak rekor beberapa kali. Kondisi ini membuat pergerakan indeks sering kali mentok, dan terjebak dalam range sempit.

Bahkan acap kali terjadi profit taking. Kondisi di regional tidak jauh berbeda, seperti indeks Hang Seng yang meraih level tertinggi dalam 6 tahun.

Kini pasar menunggu hasil rapat reguler ECB dan BOE. Khusus untuk ECB, difokuskan pada jumpa pers yang digelar oleh sang presiden Mario Draghi, untuk mencari petunjuk soal program pembelian obligasi.

Pasar berharap Draghi mengumumkan stimulus baru untuk menyelamatkan ekonomi Eropa yang terus lesu.

Untuk mengukur prospek kebijakan moneter the Fed, pasar akan menggunakan data ketenagakerjaan AS Jumat nanti. Data ketenagakerjaan swasta atau ADP, yang diumumkan nanti malam, bisa digunakan sebagai gambaran awal.

Review IHSG
 
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat berkat aksi beli pemodal asing. Pada penutupan perdagangan, Rabu (03/09/2014), IHSG menguat 22,549 poin (0,43%) ke level 5.224,135.

Performa yang bagus dari bursa Asia menjadi salah satu pendorong kenaikan indeks. Mayoritas bursa Asia berada di jalur hijau setelah rlisan data manufaktur China yang mengesankan. Data tersebut berhasil melambungkan indeks Hang Seng sebesar 568,93 poin (2,30%) ke level 25.317,95. Pelemahan mata uang yen juga turut mendongkrak kinerja indeks Nikkei 225, yang naik 59,75 poin (0,38%) ke level 15.728,35.

Maraknya sentimen positif tersebut membuat dana asing membanjiri lantai bursa, dengan mencatatkan net buy senilai Rp 477 miliar di seluruh pasar.

Sebanyak tujuh sektor menghijau. Tiga sektor dengan penguatan tertinggi antara lain; sektor perkebunan naik 1,35%, sektor konstruksi naik 1,1%, dan infrastruktur naik 0,91%

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Centex (CNTX) naik Rp 1.900 ke Rp 11.400, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 1.250 ke Rp 7.800, Indo
Tambangraya (ITMG) naik Rp 525 ke Rp 29.275, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 13.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 1.375 ke Rp 5.525, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 55.000, Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 30.475, dan Surya Toto (TOTO) turun Rp 130 ke Rp 3.560.
 
Ulasan Teknikal
 
IHSG
IHSG 04-09-2014

IHSG ditutup sedikit di atas resistance 5.223 dengan membentuk pola bullish di candlestick, indikasi bullish continuation. Indikator stochastic golden cross, mendukung kenaikan lanjutan. IHSG sepertinya akan menguji resistance all time high di 5.251. Penembusan resistance itu akan menjadi penting karena bisa membuka potensi kenaikan menuju kisaran 5.500 untuk trend jangka menengah. Sementara itu, sinyal negatif akan muncul jika kemudian IHSG turun di bawah area 5.200. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.200 – 5.250.

R3 5,252
R2 5,239
R1 5,232
Pivot 5,219
S1 5,211
S2 5,199
S3 5,191

Stock Pick
 
PWON
PWON 04-09-2014
 
Harga kembali bergerak di atas MA 10, indikasi trend jangka pendek bullish. Indikator RSI positif, sementara stochastic berpleuang goden cross. Harga sepertinya akan menguji resistance 449. Jika ditembus, berpeluang naik menuju 475 – 500.
 
Rekomendasi : Buy breakout 449, stop loss 430, target 475
 
Support              : 430, 419
Resistance        : 475, 500
 
SMSM
SMSM 04-09-2014
 
Harga rebound dan mampu menembus resistance sebelumnya di 4.075 (kini menjadi support). Pola long white candlestick setelah terbentuknya pola doji mengkonfirmasi sinyal bullish reversal. Selain itu, indikator stochastic golden cross di area oversold, mendukung kenaikan lanjutan. Kami masih melihat potensi kenaikan lanjutan untuk menguji resistance di kisaran 4.245 – 4.310.
 
Rekomendasi : Buy@4.100, stop loss 3.930, target 4.300
 
Support              : 4.075, 3.930
Resistance        : 4.245, 4.310

Rekomendasi
 
Stock Screener
SS 04-09-2014

Even Penting Bank Sentral Meeting, Asia Fluktuatif

Nikkei
 
Indeks Nikkei berhasil menyentuh level tertinggi dalam tujuh bulan berkat pelemahan yen dan reshuffle kabinet yang dijalankan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe. Data ekonomi AS semakin melambungkan dollar ke level 104 yen, mengangkat saham-saham eksportir. Investor menyambut susunan kabinet yang diharapkan dapat mendukung kebijakan pro pertumbuhan Abe. Indeks Nikkei ditutup menguat 59,75 poin, atau 0,38%, di 15.728,35.

Indeks Nikkei diperkirakan akan mengalami penurunan hari ini bersamaan dengan penguatan yen terhadap dollar yang kini berada di bawah 105. Penguatan yen ini bisa berdampak pada aksi jual yang terjadi pasar saham berbasis ekspor yang sebelumnya terus menguat. Para analis mewaspadai pergerakan indeks dalam sesi-sesi berikutnya, terutama di tengah pengaruh isu geopolitik di Ukraina dan BOJ meeting.

Rekomendasi
NKI 04-09-14
NKI SIGNAL 04-09-14

Kospi
 
Indeks Kospi berakhir flat, pulih dari kejatuhan paginya berkat penguatan saham regional dan data aktivitas jasa China. Penguatan juga dibantu oleh pelemahan won. Indeks sempat tertekan sampai ke level terendah dalam tiga minggu di tengah kekhawatiran soal prospek ekspor Korsel. Ada kekhawatiran akan prospek laba emiten di kuartal ketiga. Indeks Kospi ditutup turun 0,38 poin, atau 0,02% di 2.051,20.

Indeks Kospi coba bangkit dari kejatuhan beberapa hari terakhir. Namun laju indeks masih di bayangi kecemasan investor terhadap penurunan inflasi yang berdampak adanya ruang penurunan suku bunga dalam rapat regular bank sentral Korea (BOK) akhir bulan ini. Ditambah lagi investor menantikan hasil rapat ECB, diperkirakan adanya stimulus tambahan.

Rekomendasi
KSI 04-09-14
KSI SIGNAL 04-09-14
 
Hang Seng
 
Indeks Hang Seng reli terbesarnya dalam 9,5 bulan ke level tertinggi dalam enam tahun, didorong oleh data sektor jasa China. Penguatan saham daratan (mainland) memberi dorongan ekstra. Data indeks PMI jasa dari HSBC berhasil mengurangi kekecewaan investor yang timbul akibat data PMI manufaktur. Indeks Hang Seng melonjak 568,93 poin, atau 2,30% ke 25.317,95, setelah sempat menyentuh 25.325,16.

Indeks Hang Seng rawan koreksi setelah mengalami lonjakan tajam kemarin. Indeks yang menguat berkat aktivitas manufaktur AS terus menggeliat, ditambah indeks manufaktur dari ISM menunjukkan kenaikan ke 59,0 di Agustus dari 57,1 di Juli. Di China, sektor jasa memperlihatkan perbaikan, menurut hasil survei HSBC. Indeks PMI jasa naik ke 54,1 di Agustus dari 50 di Juli. Fokus kini rapat regular BOE, ECB, dan data AS.

Rekomendasi
HSI 04-09-14
HSI SIGNAL 04-09-14

Rabu, 03 September 2014

Dollar Lanjutkan Gain, Emas Kian Meredup

Harga emas masih diperdagangkan dekat level terendah 21/2 bulan setelah semalam anjlok sekitar 1,7% karena penguatan dollar menyusul data-data ekonomi AS yang lebih baik di atas prediksi.

Mata uang dollar AS kokoh di atas level tertinggi 14 bulan terhadap mata uang utama lainnya, didorong oleh data-data ekonomi yang positif, serta adanya aksi jual mata uang yen dan sterling.

Dorongan terbaru untuk dollar datang dari data yang menunjukkan aktivitas manufaktur AS terus menggeliat.

Indeks manufaktur dari ISM menunjukkan kenaikan ke 59,0 di Agustus dari 57,1 di Juli. Angka terbaru itu merupakan yang tertinggi dalam 3,5 tahun. Data lainnya, yaitu pembelanjaan konstruksi, naik 1,8% di Juli, di atas prediksi 1,0%. Kedua data itu mendukung pandangan kondisi ekonomi yang semakin solid menjaga proses normalisasi kebijakan the Fed.

Sementara itu, meningkatnya ketegangan di Ukraina dan Timur Tengah gagal mendorong harga emas.

Mencerminkan minat beli investor, cadangan di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas dunia, mengalami penurunan sebesar 1,8 ton menjadi 793,20 kemarin.

Sementara dari sisi teknikal, support di $1273 berhasil ditembus, dan harga  ditutup di bawah level tersebut, indikasi trend bearish berlanjut. Candestick serta indikator stochastic masih mendukung penurunan lanjutan.

Setalah target penurunan di kisaran $1261 tercapai, kami masih melihat potensi penurunan harga untuk menguji support berikutnya di kisaran $1250- $1257. Sedangkan sinyal positif muncul jika harga mampu bertahan di atas resistance $1273 (sebelumnya support).

Rekomendasi
rekom

Saham Global di Ambang Koreksi?

Wall Street 004Valuasi yang tinggi dan ketegangan geopolitik membuat banyak kalangan yang mewaspadai kemungkinan koreksi harga saham dunia. Hasil polling terbaru dari CNBC menunjukkan para Chief Financial Officer (CFO) dari beberapa perusahaan ternama dunia, menyampaikan pendapat yang beragam soal apakah nanti akan terjadi koreksi di saham.  

Sekitar 51 CFO dari Eropa dan Asia, yang mengisi CNBC CFO Global Council, ditanya soal kemungkinan koreksi saham di akhir 2014. 37% responden meyakini hal itu cukup mungkin (somewhat likely). Tapi sekitar 37% responden lainnya, mengatakan hal yang berlawanan, yaitu tidak mungkin (somewhat unlikely). Sebesar 5,3% responden mengatakan sangat mungkin (highly likely), 10,5% melihat sangat tidak mungkin (highly unlikely). Sisanya, 10,5% menjawab tidak tahu.

Hasil survei ini menunjukkan para ahli keuangan tidak yakin harga saham akan terus menanjak dan menggambarkan sikap hati-hati di saat tren kenaikan harga memasuki tahun keenam. Koreksi harga biasanya adalah penurunan sekitar 10% dalam periode satu-dua bulan. Tapi tidak tertutup kemungkinan koreksi bisa lebih besar dan panjang dari itu.

Hal yang patut diwaspadai sebagai pemicu koreksi adalah isu kebijakan moneter the Fed dan geopolitik di Ukraina. Menurut sebagian pengamat, waktu atau timing perubahan kebijakan the Fed sangat krusial. Rapat the Fed September ini akan sangat penting karena the Fed akan mengakhiri program pembelian obligasinya Oktober, dan harus mulai menyesuaikan gaya komunikasi seiring normalisasi kebijakan.

Isu yang tidak kalah pentingnya adalah konflik di Ukraina, yang semakin panas. Perkembangan terbaru menunjukkan Rusia dan Ukraina sedang diambang perang terbuka. Selama konflik tidak menyebabkan gangguan besar pada ekonomi AS, mungkin koreksi besar bisa dihindari. Tapi konflik sangatlah berpengaruh pada ekonomi Eropa.

Sebagian lain menunjuk faktor valuasi sebagai penyebab koreksi. Banyak pengamat meyakini kenaikan harga saham lebih disebabkan oleh likuiditas murah yang dikucurkan bank sentral di tengah suku bunga rendah sebagai upaya untuk merangsang pertumbuhan. Tapi setelah lima tahun bursa saham dalam tren penguatan, banyak yang merasa valuasi sudah tinggi.

Baru-baru ini, indeks S&P 500 menyentuh level 2000 untuk pertama kalinya dalam sejarah, didorong oleh data ekonomi AS yang menegaskan pemulihan. Indeks itu sudah melambung 22% selama 12 bulan terakhir. Indeks Dow Jones juga mencatat penguatan signifikan, yaitu 16% selama periode tersebut.

Dengan melihat latar belakang seperti itu, beberapa pengamat berpandangan September menjadi penentu. Secara historis, September memang merupakan bulan terjadinya volatilitas tinggi, dimana banyak pemain kembali ke bursa dan re-evaluasi posisi. Pasar bisa saja membuat level tertinggi atau terjadi koreksi signifikan.

Saham-Saham China Alami Kenaikan Mencapai Level Harga Tertingginya Dalam 15 Bulan Didukung Oleh Data Sektor Jasa

Indek acuan saham-saham China tunjukkan kenaikan mencapai level harga tertingginya dalam 15 bulan, yang didukung oleh peningkatan volume transaksi setelah data industri jasa versi pemerintah tunjukkan bahwa sektor jasa China untuk periode bulan lalu alami ekspansi.

China Vanke Co dan Poly Real Estate Group Co. perusahaan developer terbesar China, alami kenaikan harga saham kurang lebih sebesar 1,4 persen. Industrial Bank Co alami kenaikan sebesar 1,2 persen setelah peroleh izin dari pihak regulasi untuk jual saham preferen. Perusahaan produsen Liquor Kweichow Moutai Co alami kenaikan sebesar 1,9 persen. Data nonmanufacturing purchasing manager indek alami kenaikan menjadi 54,4 untuk periode Agustus dibandingkan bulan Juli 54,2, sedangkan survei yang dilakukan HSBC holdings dan Markit Economics bukukan data serupa dengan hasil mencapai level tertingginya sejak Maret 2013.

Shanghai Composite indek (SHCOMP) alami kenaikan dalam empat hari terakhir, dengan kenaikan hari ini sebesar 1 persen menjadi 2.288,06 pada pukul 10:25 a.m. waktu setempat, level harga tertinggi sejak 5 Juni 2013. Hang Seng China Enterprises Indek (HSCEI) alami kenaikan sebesar 2,1 persen, dengan dominasi kenaikan didukung oleh saham-saham perusahaan asuransi dan pertambangan batu bara.

CSI 300 indek alami kenaikan sebesar 0,6 persen menjadi 2.401,35. Volume transaksi di Shanghai indek saat ini berada pada 40 persen diatas rata-rata 30 hari.

Adanya pemulihan menjadi pertumbuhan pada sektor jasa mengimbangi kekhawatiran pada penurunan properti dan manufaktur yang sebelumnya sempat berikan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap keberhasilan dari target ekspansi ekonomi pemerintah China sebesar 7,5 persen pada tahun ini. Pelemahan industri real estate China sejauh ini membebani pasar dan mengakibatkan penurunan harga rumah baru dan membuat para developer gagal penuhi target penjualannya.

Data sektor jasa versi HSBC alami kenaikan dibandingkan Juli sebesar 50 menjadi 54,1 untuk periode Agustus. Data diatas 50 berikan kesimpulan bahwa sektor jasa alami ekspansi. Sektor jasa China saat ini mewakili sebesar 46,6 persen dari pertumbuhan ekonomi untuk semester pertama 2014. Shanghai Composite alami pemulihan sebesar 14 persen sejak pertengahan Maret didukung oleh adanya prospek bahwa pemerintah China akan turunkan kepemilikannya terhadap perusahaan BUMN dan juga didukung oleh rencana koneksi antara bursa saham Hong Kong dan shanghai sehingga akan meningkatkan aliran uang.

Dollar Lanjutkan Reli, Sterling Tenggelam

Dollar melanjutkan tren penguatannya ke l;evel tertinggi dalam 14 bulan berkat data manufaktur AS yang mengesankan. Sebaliknya, sterling justru jatuh ke level terendah dalam delapan bulan di tengah santernya isu Skotlandia akan memisahkan diri dari Inggris.

Dorongan terbaru untuk dollar datang dari data yang menunjukkan aktivitas manufaktur AS terus menggeliat. Indeks manufaktur dari ISM menunjukkan kenaikan ke 59,0 di Agustus dari 57,1 di Juli. Angka terbaru itu merupakan yang tertinggi dalam 3,5 tahun. Data lainnya, yaitu pembelanjaan konstruksi, naik 1,8% di Juli, di atas prediksi 1,0%. Ini mendukung pandangan kondisi ekonomi yang solid menjaga proses normalisasi kebijakan the Fed.

Dalam beberapa minggu terakhir, terlihat disparitas antara laporan ekonomi AS dan laporan mengecewakan dari Eropa, faktor yang melambungkan dollar. Selanjutnya, kekuatan dollar akan diuji lewat data ketenagakerjaan, yang akan diumumkan Jumat nanti. Sebelum ke sana, pasar akan melihat laporan ekonomi the Fed atau Beige Book malam nanti dan data ketenagakerjaan swasta atau ADP besok.

Indeks dollar sudah menyentuh level tertinggi sejak Juli 2013 dalam rentetan penguatan selama delapan minggu berturut-turut. Posisinya kini di 83,00 setelah menguat 0,3% kemarin. Resistance kini ada di 83,20 dan support di 82,80. Tapi kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh ke bawah 82,00. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 105,20 setelah reli 0,5% kemarin. Kini bergerak dalam rentang 104,70 dan 105,50. Atas franc, dollar stabil di 0,9193.

Beralih ke sterling, mata uang Inggris itu terjungkal setelah hasil polling menunjukkan pendukung kemerdekaaan Skotlandia meningkat tajam. Polling yang dilakukan surat kabar Sun menunjukkan 47% mendukung Skotlandia memisahkan diri dari Inggris, hanya 22% yang menolak. Hal ini memperbesar kemungkinan adanya referendum.

Pergerakan sterling selanjutkan akan dipengaruhi oleh data aktivitas jasa Inggris, tapi fokus lebih tertuju ke hasil rapat reguler BOE besok. Sterling diperdagangkan di $1,6470 setelah anjlok 1% kemarin. Support ada di $1,6420, bila tembus sterling terancam ke $1,6380. Resistance ada di $1,6540, tapi kondisi bullish baru bisa diraih bila melampaui $1,6600.

Rekomendasi
 
EUR-USD
 EUR SIGNAL 03-09-14

USD-JPY
 JPY SIGNAL 03-09-14

GBP-USD
 GBP SIGNAL 03-09-14

USD-CHF
 CHF SIGNAL 03-09-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 03-09-14

IHSG Tembus Resisten 5.194, Berikutnya 5.251

Kemarin, sentimen positif dari neraca perdagangan bulan Juli yang mencatatkan surplus, telah membuat IHSG menembus resisten dari trend turun jangka pendek di 5.194. Penembusan atas resisten 5.194 ini, kembali membuka peluang bagi IHSG untuk terus melanjutkan trend jangka menengah dengan potensi kenaikan jangka menengah yang cukup untuk mencetak rekor baru diatas rekor lama 5.251.

Pada hari ini, IHSG akan mencoba untuk melanjutkan trend naik tersebut, ditengah kondisi regional Asia yang masih cenderung kurang sentimen.

IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak flat-naik pada kisaran 5.175 – 5.225. Hanya penutupan dibawah 5.175 yang akan mengakhiri trend naik jangka pendek yang tengah terjadi.

Pada perdagangan kemarin, beberapa saham penggerak IHSG seperti ASII, BBRI, INTP, dan PTBA terlihat mulai bergerak menembus resisten. Meski untuk kenaikan IHSG yang signifikan aliran dana asing terlihat masih kurang, tapi setidaknya pemodal bisa melirik pada blue chip yang lain, terutama pada sektor perbankan, konstruksi, batubara, dan konsumer.
 
Global Outlook
 
Saham Asia bergeral variatif hari ini menyusul performa Wall Street yang kurang meyakinkan meski di saat data ekonomi AS mengesankan. Isu konflik di Ukraina juga masih dalam sorotan.

Indeks Nikkei menguat 0,8%, didukung oleh pelemahan yen ke 105 per dollar. Indeks Kospi melemah 0,3%, didera aksi ambil untung. Indeks Singapura STI masih flat. Di Hong Kong, indeks Hang Seng masih flat. Wall Street berakhir mixed, dengan indeks Dow Jo;nes melemah 0,18% dan indeks S&P 500 flat.

Padahal data ekonomi AS bagus, yaitu indeks manufaktur ISM yang naik ke 59,0 di Agustus dari 57,1 di Juli.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, seperti di AS yang sudah mencetak rekor beberapa kali. Kondisi di regional tidak jauh berbeda, seperti indeks Hang Seng yang meraih level tertinggi dalam 6 tahun minggu lalu. Kondisi ini membuat pergerakan indeks sering kali mentok, dan terjebak dalam range sempit. Bahkan acap kali terjadi profit taking.

Situasi di Ukraina juga mencemaskan, setelah NATO mengindikasikan bersiap dengan kemungkinan perang skala besar antara Rusia dan Ukraina. Sembari mewaspadai perkembangan di Ukraina, pasar menunggu beberapa even penting seperti data ketenagakerjaan AS dan hasil rapat ECB.

Menunggu dua hal itu, pergerakan saham diperkirakan masih konsolidatif, tapi kali ini ada kecenderungan flat turun. Untuk nanti malam, hanya ada laporan ekonomi the Fed atau Beige Book.

Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan trend positif dan kembali bertengger di area 5.200.

Pada penutupan perdagangan, Selasa (02/08/2014), IHSG menguat 23,968 poin (0,46%) ke level 5.201,586.

Penguatan bursa saham di regional turut membantu dalam penguatan IHSG. Meredanya konflik di Ukraina menjadi salah satu faktor yang mendorong sentimen. Selain itu, kenaikan IHSG juga didorong oleh aksi bargain hunting pada saham-saham yang sebelumnya sudah terkoreksi tajam.

Sembilan indeks sektoral menghijau, dipimpin sektor pertanian yang menguat 1,34%. Lalu disusul oleh indeks aneka industri yang menguat 1,09% dan indeks infrastruktur yang menguat sebesar 0,64%.

Saham-saham yang naik di antaranya adalah Century Textile (CNTX) naik Rp 700 ke Rp 9.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 475 ke Rp 55.500, XL Axiata (EXCL) naik Rp 350 ke Rp 6.350, dan Indocement (INTP) naik Rp 325 ke Rp 24.450.

Sementara saham-saham yang turun antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 10.500, Enseval Putra (EPMT) turun Rp 225 ke Rp 2.975, Logindo (LEAD) turun Rp 225 ke Rp 4.925, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 200 ke Rp 5.800.
 
Ulasan Teknikal
 
IHSG
IHSG 03-09-2014

Candlestick kembali menunjukkan sinyal bullish, IHSG pun mampu bertahan di atas resistance 5.194 serta MA 10. Dengan begitu, trend jangka pendek masih bullish untuk kembali menguji resistance 5.223 – 5.250.

Sementara itu, sinyal negatif akan muncul jika kemudian IHSG ditutup dibawah suport terdekatnya di 5.179.

Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.179 – 5.223.

R3 5,232
R2 5,217
R1 5,209
Pivot 5,194
S1 5,187
S2 5,172
S3 5,164
 
Stock Pick
 
BDMN
BDMN 03-09-2014

Harga rebound disertai denga peningkatan volume, indikasi adanya rebound lanjutan. Indikator stochastic golden cross, sementara RSI membentuk bullish divergence. Potensi kenaikan masih bisa berlanjut untuk menguji resistance 3.905. Jika ditembus, kenaikan selanjutnya akan fokus menuju Fibonacci retracement 50% di kisaran 4.100.
 
Rekomendasi : Buy breakout 4.905, stop loss 3.850, target 4.000.
 
Support              : 3.850, 3.735
Resistance        : 3.905. 4.000
 
LSIP
LSIP 03-09-2014

Trend bearish, namun sinyal rebound mulai muncul. Terlihat dari indikator stochastic yang oversold dan berpeluang golden cross. Candlestick pun mulai menunjukkan sinyal revesal. Untuk itu, kami masih melihat adanya rebound lanjutan untuk menguji resistance di 1.900 – 1.955.
 
Rekomendasi : SpecBuy, stop loss t 1.830, target 1.900.
 
Support              : 1.830, 1.790
Resistance        : 1.900, 1.955

Rekomendasi
 
Stock Screener
SS 03-09-2014