Menurut Markit, data itu cukup menggembirakan dan bila terus berlanjut, PDB bisa tumbuh sekitar 0,5% di kuartal pertama. Indeks PMI dari Markit dianggap sebagai salah satu indikator acuan dalam mengukur prospek pertumbuhan. Tapi lembaga itu menyorot masih adanya tanda-tanda deflasi. Menurut survei itu, biaya input tidak berubah di April, mengakhiri periode kenaikan selama Sembilan bulan sebelumnya. Di sektor manufaktur, harga input mengalami penurunan terbesar sejak Juli.
Isu deflasi masih menjadi momok di Eropa, terutama setelah inflasi hanya naik 0,5% selama Maret. Berarti sudah enam bulan berturut-turut inflasi di bawah 1%, kondisi yang disebut Presiden ECB Mario Draghi “zona bahaya”. Draghi akan berpidato di Amsterdam besok. Dalam pidato terakhir, Draghi mengatakan penguatan euro lebih lanjut membuka peluang pelonggaran kebijakan agar tidak semakin merendahkan inflasi. Menurutnya, apresiasi nilai tukar membutuhkan stimulus moneter karena (apresiasi ) itu telah mempengaruhi stabilitas harga secara signifikan. Alhasil, pasar mewaspadai kemungkinan Draghi melontarkan pernyataan yang dovish lagi.
EUR/USD menguat 0,4% ke $1,3844, terus naik di atas MA 25, mengindikasikan kondisi bullish. RSI (14) naik ke 55 dari 50, dan stochastic (14,3,3) membentuk golden cross, naik dari 56 ke 61, menegaskan kondisi bullish. MACD (12,26,9) masih berada di area positif. Dengan penguatan ini, EUR/USD semakin mendekati resistance $1,3850. Bila ditembus, target selanjutnya di $1,3880.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar