AS dan Uni Eropa bersama Ukraina dan Rusia menandatangani kesepakatan untuk meredakan ketegangan di sana. Tapi kedua belah pihak menuduh salah satu yang melanggar. Wilayah itu bukanlah jalur minyak utama, tapi investor khawatir ketegangan bisa menganggu distribusi. Bahkan investor masih melihat isu Ukraina ini masih menjadi ancaman dan pasar keuangan tetap rentan akan gejolak. Isu itu menjadi faktor yang mengangkat harga kembali ke atas $100 per barel. Dulu, isu geopolitik selalu datang dari Timur Tengah, kini dari Eropa Timur. Bagaimanapun Rusia adalah produsen minyak terbesar dunia di luar OPEC.
Pasar kini sedang menunggu data cadangan dari AS untuk mengukur kondisi permintaan. Stok diperkirakan naik minggu lalu. Menurut konsensus, stok kemungkinan bertambah 2,7 juta barel. Kenaikan cadangan bisa menekan harga, tapi bila cadangan bensin naik bisa meredam kejatuhan karena pertanda permintaan naik.
Pada jam 16:00 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Mei turun 35 sen ke $103,92 per barel. Support ada di $103,50, bila ditembus akan bergerak menuju $103,00. Sedangkan resistance di $104,70, penembusan level itu membuka peluang ke $105.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar