Dollar berhasil meraih level tertinggi dalam 2,5 minggu atas yen setelah data Jepang menunjukkan defisit perdagangan rekor pada Maret lalu. Defisit naik empat kali lipat karena ekspor melambat dan impor energi membengkak. Defisit perdagangan menjadi 1,45 triliun yen, naik dari 356,9 miliar yen di bulan yang sama tahun lalu. Ekspor hanya tumbuh 1,8%, sedangkan impor melonjak 18%. Selain karena impor minyak, pembelanjaan barang impor menjelang kenaikan pajak penjualan menjadi penyebabnya.
Yen mendapat tekanan karena kinerja perdagangannya. Namun isu Ukraina berpotensi mendorong peran yen sebagai safe haven. Konflik di wilayah timur Ukraina semakin memanas, setelah separatis pro-Rusia di kota Slaviansk mengatakan tiga anggotanya tewas, menurut laporan karena ditembak oleh grup ultra nasionalis Ukraina. Rusia, AS, dan Uni Eropa sudah membuat kesepakatan meredakan ketegangan, perlu dibuktikan sejauh mana efektivitas kesepakatan itu.
Dollar menguat 0,3% ke 102,65, naik untuk tujuh sesi berturut-turut, sedang menuju 50% retracement dar dari kejatuhan 4-10 April 102,70. Bila ditembus, dollar akan mencoba ke 6,18% di 103,00. Terhadap franc, dollar masih stabil di 0,8830, masih bergerak di range ,8790 dan 0,8850. Penguatan atas yen, indeks dollar menguat atas ke 79,94penguatan untuk ketujuh sesi berturut-turut ini sedang menuju ke 50% retracement dari kejatuhan 4-10 April di 79,98. Kondisi bullish terjaga bila berhasil menembus 80,00 untuk menuju 61,8% di 80,13.
Hanya ada data leading indicator malam nanti. Untuk minggu ini, ada data perumahan yang kemungkinan mengkonfirmasi penjualan akan tersendat di Maret. Data durable goods orders akan diumumkan Kamis yang diperkirakan cukup baik. Meski prospek kebijakan moneter AS masih kunci pergerakan dollar, tidak ada pejabat the Fed yang berkomentar selama minggu ini, karena adanya larangan komunikasi publik menjelang rapat reguler 29-30 April nanti.
Namun, pasar bisa mendapat gambaran mengenai prospek kebijakan moneter Inggris melalui BOE Minutes yang akan diumumkan Rabu. Beberapa data penting Inggris juga diumumkan minggu ini, di antaranya penjualan ritel. Gambaran mengenai kebijakan moneter Eropa sulit didapat minggu ini karena tidak ada pejabat ECB yang bicara. Tapi ada beberapa data penting, salah satunya sentimen bisnis Jerman.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar