Indeks Nikkei catat kenaikan dalam tiga sesi perdagangan menyusul harapan pembelian yang lebih besar dari dana pensiun publik. Disamping itu, perburuan aset berisiko kembali marak karena meredanya ketegangan di Ukraina dan Timur Tengah. Harapan stimulus China muncuk setelah serangkaian data China yang mengecewakan. Indeks Nikkei ditutup naik 52,32 poin, atau 0,35%, ke posisi 15.213,63.
Indeks Nikkei mencoba melanjutkan penguatannya untuk kali keempat hari ini dengan meraih level tertingginya dalam sepekan terakhir, kendati data machinery orders yang dibawah ekspektasi. Core machinery orders di Juni menjadi 8,8% jauh dibawah ekspektasi dari Reuters sebesar 15,3%, dan juga di bawah bulan sebelumnya 19,5%. Sementara pelemahan yen terhadap dollar untuk kali keempat diperkirakan dapat membatasi penurunan.
Rekomendasi
Kospi
Indeks Kospi Saham Korea Selatan ditutup lebih tinggi pada Rabu, karena investor menunggu pertemuan Bank of Korea Kamis pekan ini yang secara luas diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan, kata para analis. Indeks Kospi ditutup naik 20,89 poin, atau 1,02%, ke posisi 2.062,36.
Indeks Kospi coba mempertahankan laju penguatan hari ini, seiring dengan penguatan indeks utama Wall Street semalam. Harapan investor Bank sentral Korea diperkirakan akan memangkas suku bunga pertama sejak Mei tahun lalu karena sejalan kebijakan dengan pemerintah, untuk mendorong perekonomian. Namun, semua harapan itu sirna setelah hasil rapat BOK pagi ini masih mempertahankan suku bunga 2,50%.
Rekomendasi
Hang Seng
Indeks Hang Seng ditutup pada tertinggi tahun ini di tengah optimisme para pembuat kebijakan akan menggelar stimulus setelah data ekonomi daratan meleset dari perkiraan analis dan investor mempertimbangkan laba. Tingkat pertumbuhan produksi manufaktur sesuai prediksi, tapi penjualan ritel dan investasi tidak sesuai harapan. Indeks Hang Seng ditutup naik 200,93 poin, atau 0,81%, ke posisi 24.890,34.
Indeks Hang Seng masih didukung spekulasi stimulus China. Keraguan pada stabilitas pemulihan ekonomi China muncul minggu lalu setelah hasil survei sektor jasa mengecewakan, karena terkait sektor perumahan. Menurut pengamat, rendahnya data investasi disebabkan oleh lesunya sektor properti. Oleh karena itu, mereka berpandangan pemerintah China perlu mengeluarkan stimulus lagi.
Rekomendasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar