Investor sempat melakukan profit taking atas posisi beli dollar setelah data payroll Jumat lalu di bawah prediksi. Menurut data itu, lapangan kerja tumbuh 214.000 selama Oktober, lebih rendah dari prediksi 235.000. Tapi data itu dianggap masih menggambarkan semakin sehatnya ekonomi. Selama 9 bulan berturut-turut, payroll tumbuh di atas 200 ribu.
Data itu menegaskan pandangan bahwa ekonomi AS masih lebih baik dibanding Eropa dan Jepang.
Perbedaan kontras juga terlihat pada prospek kebijakan moneter, di saat the Fed sedang menormalisasi kebijakan, Eropa dan Jepang masih berkutat dengan stimulus moneter.
Tapi dengan inflasi masih terkendali, karena harga komoditas terus turun dan pertumbuhan global masih di bawah normal, pasar masih ragu kenaikan suku bunga pada pertengahan tahun depan. Agar dollar bisa melanjutkan penguatannya lagi diperlukan bukti tambahan kenaikan itu bisa terjadi. Bukti itu bisa datang dari data ekonomi maupun pernyataan pejabat the Fed.
Indeks dollar berada 87,70 setelah menguat 0,2% kemarin. Tapi kemarin indeks itu membuat low lebih rendah dari penutupan Jumat, indikasi bisa berlanjutnya koreksi. Penutupan di bawah 87,50 membuka peluang lanjutan koreksi dengan target 86,70. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 114,76 setelah menguat 0,1%. Dollar juga membuat low lebih rendah dari Jumat. Begitupun atas franc, membentuk low baru kemarin, sebelum diperdagangkan 0,9675 hari ini.
Beralih ke euro, mata uang tunggal Eropa itu terkoreksi dari high tapi tetap menguat dari Jumat.. Euro sempat mencoba bangkit dari level terendah dalam 2 tahun dan sempat menyentuh high di $1,2510. Tapi minimnya sentimen baru membuat penguatan sulit dijaga. Tapi dengan keberhasil membentuk high baru dan low lebih tinggi dari sebelumnya, ada peluang berlanjutnya retracement. Hal itu bisa terlihat bila ditutup di atas $1,2530.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar