BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Jumat, 14 Maret 2014

Risk Aversion Masih Topang Emas

Harga emas naik ke level tertinggi enam bulan pada perdagangan hari ini di Asia, didorong oleh risk aversion
Sepanjang minggu ini, emas telah naik sekitar 3% dan sedang menuju penguatan untuk keenam minggu berturut-turut, karena adanya aksi risk aversion. Investor terlihat menghindari asset beresiko dan berpaling ke asset safe haven, salah satunya emas.
Aksi risk aversion muncul menyusul memanasnya konflik antara Rusia dan Barat di Ukraina serta kekhawatiran melambatnya ekonomi China. Data ekonomi China terakhir yang dirils antara lain; output industri yang hanya tumbuh 8,6% selama dua bulan pertama 2014 dari tahun sebelumnya, di bawah prediksi 9,5%. Data lainnya, penjualan ritel, indikator pembelanjaan konsumen, tumbuh 11,8% di periode sama, lebih rendah dari prediksi 13,5%. Sedangkan pertumbuhan investasi aset tetap mencapai 17,9%, di bawah prediksi 19,4% dan terendah sejak Desember 2002.
Sementara itu, disaat inflow ke ETF berbasis emas mengalami kenaikan, permintaan fisik di China justru menurun. Cadangan di SPDR Gold Gold Trust, ETF terbesar berbasis emas, mengalami kenaikan 2,10 ton menjadi 813,30 ton pada Kamis, sementara harga emas di Shanghai lebih rendah $3 dari harga London, padahal di awal tahun lebih tinggi $20.
Dari sisi teknikal, meski sempat menembus resistance $1.375, namun harga masih ditutup di bawah level tersebut. Dengan begitu, belum terlihat adanya pola bullish continuation. Trend saat ini masih bullish, namun dengan kondisi indikator stochastic yang overbought, tidak menutup kemungkinan adanya ancaman koreksi. Support terdekat saat ini di $1.364. Jika ditembus, berpeluang turun lebih jauh menuju kisaran $1.343 – $1.354.

 Rekomendasi

Gold

Draghi:ECB Siap Mencegah Deflasi

Presiden ECB Mario Draghi mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan langkah untuk mencegah deflasi yang mungkin muncul akibat apresiasi mata uang.
Dalam pidatonya di Wina, Austria semalam, ia mengatakan risiko deflasi masih rendah saat ini. Tapi semakin lama inflasi rendah, semakin besar pula ancaman deflasi yang mungkin muncul. “Oleh karena itu, ECB sedang mempersiapkan kebijakan moneter non standar untuk menghadapi kemungkinan tersebut dan siap mengambil langkah tegas bila diperlukan.”
Mario DraghiDraghi menyampaikan bahwa apresiasi euro menjadi faktor yang menekan inflasi selama ini, mengindikasikan pihaknya memperhatikan situasi nilai tukar yang dapat menghambat proses pemulihan ekonomi. “Penguatan nilai tukar euro selama 1,5 tahun tentunya mempunyai dampak pada tingkat inflasi yang kini rendah,” katanya. Ia menegaskan setiap kemungkinan ekspektasi inflasi menjadi tak terkendali akan direspon dengan kebijakan baru.
Pernyataan Draghi itu lebih dovish dari minggu lalu ketika ia mengatakan belum ada alasan bagi ECB untuk bertindak karena pemulihan tetap berlanjut dan data selama ini positif. Ia menegaskan pihaknya akan tetap memberlakukan bunga rendah untuk waktu yang lama sampai ekonomi membaik, dan inflasi secara bertahap akan mendekati target 2% seiring pemulihan ekonomi.
Pentolan ECB itu menambah suara yang mendengungkan kecemasan di seluruh zona euro bahwa apresiasi euro berdampak pada inflasi, yang terus di bawah target 2%. Beberapa pejabat ECB di dari Spanyol, Perancis dan Jerman memang sudah menyampaikan masalah apresiasi euro ini. Berdasarkan laporan terakhir, inflasi hanya naik 0,8% selama Februari, tapi inflasi inti, yaitu di luar pangan dan energi, naik 1%. Apresiasi euro juga terjadi setelah pasar melihat ketiadaan tindakan dari ECB minggu lalu.

Pasca Rilis Hasil Rapat Bank of Japan, Yen Berkilau

Pada perdagangan hingga penutupan sesi pasar New York tadi pagi, mata uang yen telah berhasil menguat lagi sebelum rilis hasil rapat atau pertemuan moneter bank sentral Jepang pada minggu lalu, ditambah lagi sentiment ketegangan geopolitik di Ukraina yang makin memanas membuat investor mengambil langkah atau aksi pengamanan investasinya atau biasa dikenal dengan safe haven.

Awal pecan ini, bank sentral Jepang atau Bank of Japan menyatakan bahwa tetap berjanji untuk melakukan perluasan basis moneternya dari ¥ 60 triliun jadi ¥ 70 triliun per tahunnya atau lebih dari $ 600 miliar. Hal ini dilakukan bank sentral pimpinan Haruhiko Kuroda untuk mempertahankan capaian level inflasi 2% di tahun karena pada awal April ini, pemerintah akan menaikkan pajak penjualan dari 5% menjadi 8% yang ditakutkan pasar bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi akan turun 3.8% pada kuartal kedua ini.
Yen posisi pagi ini berada pada level 101.80an setelah sehari sebelumnya di level 102.80, Australian dollar pagi ini terpantau di level 0.9025an, euro di level 1.3855, poundsterling di level 1.6610an, Swiss franc dilevel 0.8756 dan rupiah kemarin ditutup di level 11380.
Safe haven sempat membahana lagi, karena investor kuatir terhadap ancaman AS dan Jerman terhadap Rusia yang akan mendukung referendum Crimea yang akan memisahkan diri dari Ukraina. Selain itu penguatan dollar terbantu dengan data penjualan retail AS yang kembali membaik sehingga ada potensi minggu depan the Fed akan memangkas lagi stimulusnya. Sedangkan euro kembali gagal menggapai level 1.4 nya lagi setelah ECB memandang penguatan euro akhir akhir ini cukup meresahkannya.

Pelaku Pasar Masih Cermati Perkembangan di Ukraina, Rupiah Diperkirakan Menguat Terbatas

Nilai tukar  rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (14/3) diprediksi menguat terbatas seiring ketegangan geopolitik Ukraina.  Potensi terbatasnya penguatan rupiah akhir pekan ini salah satunya dipicu oleh pasar yang akan mencermati perkembangan di Ukraina.  Situasinya memanas menjelang referendum pada 16 Maret 2014.

Pihak internasional khususnya negara G7 sudah mengeluarkan pernyataan, referendum Crimea tidak akan diakui.  Karena itu, rupiah berpeluang menguat terbatas dalam kisaran Rp 11.315 hingga Rp 11.450 per dolar AS.Lalu, pasar juga mencermati pertemuan Perdana Menteri Ukraina  sementara dengan Presiden AS Barack Obama sehingga menimbulkan beberapa risiko geopolitik. vSemua itu berarti negatif  bagi pasar.
Musababnya, para investor selalu tidak menyukai eskalasi geopolitik khususnya jika terjadi perang Rusia-Ukraina sehingga memicu profit taking dan menjadi tekanan negatif bagi mata uang negara-negara emerging dan pasar aset.  Jadi, ada potensi melanjutkan penguatan untuk rupiah Jumat ini. Hanya saja, berpeluang terbatas. Sebab, data ekonomi China juga menunjukkan pelambatan.
Di sisi lain,  masih ada potensi rebound dolar AS khususnya setelah data retail sales AS semalam menunjukkan angka yang positif seperti data non-farm payrolls pekan lalu.Retail sales AS sudah diprediksi positif 0,3% dibandingkan publikasi sebelumnya -0,4%. Kenaikan ini merupakan yang pertama kali dalam tiga bulan.  Ini menunjukkan bahwa konsumen sudah mulai terlepas dari efek cuaca ekstrem yang menghambat pengeluaran konsumen.

Asosiasi Tembaga Emas Indonesia Minta Kepastian Pemerintah

Asosiasi Tembaga Emas Indonesia (ATEI) mengingatkan pemerintah tentang pemberlakuan UU No. 4/2009, serta serta Peraturan Menteri Keuangan No.6/2014 tentang Bea Keluar (BK) yang dinilai  kontro versial karena diduga merugikan pelaku usaha mineral.

“Waktu berjalan terus, tapi pemerintah belum punya sikap tegas untuk menunjang implementasi UU minerba. Aturan dari 2009 sampai 2014 tidak jalan karena pemerintah justru baru bergerak di tahun 2013 dan malah menuding pengusaha mineral logam yang tidak membangun smelter. Jadi yang  tidak siap itu pemerintah atau pengusaha,” ungkap Ketua ATEI Natsir Mansyur.
Natsir memaparkan, hingga bulan ketiga di Tahun 2014 kebijakan tentang implementasi UU mineral dinilai belum tuntas karena masih banyak masalah yang membayanginya  antara lain pertama, penerapan BK yang tinggi. Kedua, penerapan jaminan 5 persen bagi pengusaha yang akan membangun smelter merupakan kebijakan pemerintah yang justru dapat menghambat implementasi UU minerba.
Ketiga, kebijakan insentif bagi pengusaha smelter belum jelas. Keempat, masalah izin eksportir terdaftar. Kelima, usulan pengusaha untuk merevisi Permen ESDM No.1/2014 tentang bauksit dan nikel. Keenam, sisa stok mineral yang tidak bisa ekspor, tapi sudah punya Surat persetujuan ekspor (SPE) dan Ketujuh, Inpres No.3 tentang hilirisasi mineral belum jalan.
“Kebijakan di bisnis mineral ini masih banyak kontroversial, sehingga bisa berdampak sistemik, kredit macet lah, PHK, ekonomi daerah tidak jalan, serta bisnis penunjang pertambangan seperti angkutan, supplier, hotel dll juga bisa tidak jalan,” kata Natsir.
ATEI meminta kepada Presiden agar segera turun tangan membenahi masalah di bisnis mineral, karena bisnis ini bisa menjadi indikator bisnis internasional. “Jangan sampai amburadul nanti recoverynya (memulihkan) bisnis mineral. Karena akan sangat berat,” kata dia.

Harga Emas Termahal 6 Bulan ini, dampak eskalasi krisis Ukraina

Terjadi tembakan di perbatasan Ukraina oleh kendaraan rantis Rusia takkala pesawat patrol perbatasa Ukraina melintas diwilayah tersebut. Ukraina menyatakan peristiwa tersebut dalam website mereka. Rusia yang diperkirakan akan memasukkan Crimea paska referendum nanti, sejauh ini menolak upaya-upaya untuk mendinginkan krisis ini, demikian pernyataan menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier. Akibatnya bursa saham global langsung turun dalam lima kali perdagangan terkini, mencatat rekor sebagai perdagangan yang menurun terpanjang sejak November 2012.
Kondisi Ukraina yang masih tak menentu ini memberikan ketidak pastian dan kekhawatiran bagi pasar. Akibatnya pasar berusaha mengamankan diri dengan mencari asset-aset pengaman, salah satunya adalah Emas. Kondisi ini diyakini masih akan berlanjut dan membuat harga emas bisa naik lebih tinggi lagi.
Harga emas untuk kontrak pengiriman bulan April menguat 1 persen ke harga $1,372.40 per ons  di bursa Comex New York. Diawal perdagangan harga emas sempat naik $1,375.70, harga termahal sejak 10 September kemarin. Perdagangan saat ini berada diatas rata-rata harga emas dalam 100 hari ini, sebesar 48 persen. Sentimen lain yang ikut memberikan kontribusi kenaikan harga emas adalah data ekonomi AS, sementara sentiment yang diperkirakan bisa menahan laju kenaikan lebih lanjut adalah data ekonomi Cina yang sejauh ini menunjukkan adaanya perlambatan ekonominya.

Asia Dilanda Aksi Jual

Saham Asia bertumbangan hari ini menyusul kejatuhan Wall Street karena data ekonomi China yang mengindikasikan perlambatan. Selain itu, ketegangan di Ukraina masih mempengaruhi sentimen pasar. 
Hang Seng 39Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,5% ke level terendah dalam tiga minggu dan sedang menuju kejatuhan 2% minggu ini. Indeks Nikkei anjlok 2,5%, turut ditekan oleh penguatan yen. Indeks Kospi turun 0,5% dan indeks Australia ASX 200 terjungkal 1,4%. Indeks Singapura melemah 0,4%. Di Hong Kong, Indeks Hang Seng dibuka melemah 0,7%. Wall Street tedampar di zona merah, dengan indeks Dow Jones melorot 1,4% dan indeks S&P 500 ambruk 1,2%, akibat data ekonomi China dan isu Ukraina. Saham jatuh meski data penjualan ritel AS menunjukkan kenaikan 0,3%.
Tiga data China, yaitu output industri, penjualan ritel dan investasi aset tetap lebih buruk dari prediksi, memperkuat ekspektasi ekonomi China bakal melambat lebih tajam di kuartal pertama. Bahkan ada spekulasi target pertumbuhan pemerintah bakal meleset. Perkembangan terakhir di Ukraina juga memicu aksi jual.  Rusia menggelar latihan  militer dekat perbatasan Ukraina kemarin, meski Barat sudah memperingatkan konsekuensi bila tetap mencaplok Crimea melalui referendum yang akan digelar 16 Maret nanti.
Untuk malam nanti, ada data data sentimen konsumen AS versi University of Michigan. Pada dasarnya saham global, terutama di AS, sudah mencapai valuasi yang tinggi. Hal itu tercermin dari indeks utamanya yang masih dekat rekor. Kondisi saham di regional juga tidak jauh berbeda, sebagian indeks sudah dekat level tertinggi dalam beberapa tahun belakangan.

Masalah Ukraina & Data China Benamkan Asia

Nikkei
 
Indeks Nikkei makin terdampar di zona merah kemarin, dimana indeks ke level penutupan terendahnya dalam satu setengah pekan. Indeks yang sempat menguat di awal perdagangan berkat membaiknya data machinery orders, kembali terhapus setelah data terbaru China makin memperlihatkan perlambatan ekonomi ke dua dunia. Indeks Nikkei ditutup turun 14,41 poin, atau 0,10%, ke posisi 14.815,98, terendah sejak 4 Maret.
Penguatan yen di bawah 102 per dollar membuat saham-saham eksportir Jepang makin terbebani, menyusul pelepasan aset-aset berisiko investor di tengah ketakutan investor terhadap krisis di Ukraina. Saham unggulan DJI telah merosot dalam empat sesi perdagangan beruntun, sementara S&P harus rela terlempar dari rekor tertingginya. Sentimen negatif makin diperparah cemaskan perlambatan ekonomi di China.

Rekomendasi
NKI SIGNAL 14-03-14

Kospi
 
Indeks Kospi catat kenaikan tipis kemarin menyusul data ekonomi China terbaru seperti output industri dan penjualan ritel yang di bawah perkiraan, membuat laju indeks terpangkas setelah di awal perdagangan menguat berkat short covering. Kembali buruknya data Beijing makin mencemaskan investor mengenai perlambatan ekonomi negara itu. Indeks Kospi ditutup naik 1,84 poin, atau 0,10%, ke posisi 1.934,38.
Indeks Kospi diperkirakan masih dibayangi tekanan jual karena kecemasan investor akan kondisi ekonomi global yang tengah lesu. Serangkaian data ekonomi Beijing yang buruk dan memanasnya politik di Ukrainan menutup serangkaian data ekonomi AS yang semalam lebih baik dari prediksi, baik penjualan ritel dan klaim pengangguran.

Rekomendasi
KSI SIGNAL 14-03-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng turun kemarin, menyusul buruknya data ekonomi China membuat saham-saham China  yang listing di Hong Kong atau lebih di kenal dengan H-shares berada di level penutupan terendah dalam delapan bulan. Pertumbuhan output industri China di bawah perkiraan selama Februari, sedangkan penjualan ritel juga di bawah perkiraan. Indeks Hang Seng ditutup turun 145,87 poin, atau 0,67%, ke posisi 21.756,08, terendah sejak 10 Februari.
Indeks Hang Seng masih didera aksi jual perdagangan akhir pekan ini, menyusul sentimen negatif dari kecemasan investor terhadap perlambatan ekonomi China dan ketegangan yang tengah melanda di Ukraina.  Situasi inilah yang memicu indeks utama Wall Street terkoreksi tajam setelah mengalami kenaikan belakangan ini, khususnya S&P yang telah cetak rekor.

Rekomendasi
HSI SIGNAL 14-03-14

Kamis, 13 Maret 2014

Nikkei Masih Terdampar Di Zone Merah

Livedoor Securities scandal shakes Tokyo stock exchangeIndeks Nikkei makin terdampar di zona merah hari ini, dimana indeks ke level penutupan terendahnya dalam satu setengah pekan. Indeks yang sempat menguat di awal perdagangan berkat membaiknya data machinery orders, kembali terhapus setelah data terbaru China makin memperlihatkan perlambatan ekonomi ke dua dunia.
Indeks Nikkei ditutup turun 14,41 poin, atau 0,10%, ke posisi 14.815,98, terendah sejak 4 Maret. Sedangkan indeks Topix turun 0,3% ke 1.203,46.

Harga Emas Rally Jelang Data Ekonomi China dan AS

Perdagangan bursa komoditi emas di hari Kamis(13/3), harga emas telah diperdagangkan lebih tinggi ketika para pelaku pasar tengah menanti data ekonomi China dan AS hari ini.
Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman April telah naik $2.40, atau 0.2% dengan diperdagangkan di level $1.372.90 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange.
Dalam sepekan ini, harga emas terpantau telah mengalami kenaikan dimana ketegangan di Ukraina yang tak kunjung reda telah kembali meningkatkan logam mulia sebagai pelindung nilai serta mendorong permintaan safe haven.
Sementara itu, perhatian para pelaku pasar tengah tertuju kepada hasil data ekonomi yang diawali dari wilayah China pukul 12:30, dan dilanjutkan dengan data ekonomi AS yang dijadwalkan pada pukul 19:30. Para ekonom telah memperkirakan bahwa hasil industri di China akan mengalami kenaikan sebesar 9.5%.

Emas Uji Resistance $1.375

Emas diperdagangkan dekat level tertinggi enam bulan pada hari ini, didorong oleh permintaan safe haven ditengah meningkatnya ketegangan di Ukraina serta kekhawatiran melambatnya ekonomi China.
Konflik di Ukraina makin memanas pasca invasi militer Rusia ke wilayah Crimea. Pemerintah Ukraina meminta pihak barat untuk menghentikan Moskow mencaplok wilayah Crimea. Di sisi lain, wilayah di semenanjung laut hitam itu bersiap menggelar referendum pada 16 Maret untuk memisahkan diri dari Ukrania dan bergabung dengan Rusia.
Sementara itu, pasar juga resah atas adanya tanda-tanda pelambatan ekonomi China menyusul data perdagangan yang mengecewakan serta adanya isu default. Pasar saat ini sedang menunggu data China antara lain output industri, penjualan ritel, dan investasi asset tetap, yang ditakutkan mengindikasikan pelambatan ekonomi
Krisis di Ukraina serta isu melambatnya perekonomian China telah mendorong investor melirik asset safe haven, salah satunya emas. Di tengah berkecamuknya krisis geopolitik serta ketidakpastian pastian ekonomi, investor akan cenderung melirik emas sebagai safe haven.
Secara teknikal, trend masih bullish, namun indikator stocahsic sudah overbought. Harga pun kini mulai mendekati resistane di $1.375. Jika gagal bertahan di atas resistance tersebut, ada potensi koreksi untuk menjemput support di kisaran $1.343 – $1.354. Namun, Selama masih bertahan di atas di atas support tersebut trend masih tetap bullish, dengan potensi kenaikan beriktunya berada di kisaran $1.390 – $1.406. Sedangkan trend bullish jangka pendek akan berakhir jika support tersebut ditembus.

Rekomendasi
ScreenHunter_03 Mar. 13 11.36

Euro Reli Lagi, Dekati $1,40?

Euro reli ke level tertinggi dalam 17 bulan terakhir menyusul pernyataan pejabat ECB bahwa tidak ada tanda-tanda deflasi di blok mata uang itu. Meski data ekonomi buruk, euro tetap berhasil melaju. Kini muncul pertanyaan apakah euro sedang menuju level $1,40.
Anggota Dewan ECB Benoit Coeure kemarin mengatakan tidak ada deflasi di zona euro saat ini , tapi pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan itu dan siap bertindak bila diperlukan. Ia juga mengatakan bisa muncul situasi di mana tingkat likuiditas dan keuangan perbankan tidak sesuai dengan kebijakan moneter yang dijalankan ECB. Bila itu terjadi, tambahnya, ECB bisa saja menambah likuiditas.  Tapi ia memandang untuk saat ini hal itu belum perlu.
Euro berhasil menanjak lagi meski data output industri buruk turun 0,2% di Januari. Penurunan itu disebabkan anjloknya output energi. Para analis mengatakan meski buruk, data itu tetap mengindikasikan adanya perbaikan dan konsisten dengan pemulihan ekonomi. Mereka melihat tren tetap bagus, dengan output industri secara tahunan naik 2,1%. ECB akan mengumumkan laporan bulanan, sepertinya hanya mengulang pernyataan minggu lalu.
Euro diperdagangkan di $1,3904 setelah menguat 0,5% kemarin. Dengan posisinya saat ini, euro sedang mencoba menembus resistance $1,3920. Keberhasilan menembus level itu, bisa membawa euro menuju $1,3950. Menurut analis, penembusan level $1,39 saja, sudah membuka peluang bagi euro untuk meraih level $1,40. Sedangkan support terdekat ada di $1,3850. Terhadap yen, euro diperdagangkan di 142,88, bergerak dalam range 142,20 dan 143,75.
Beralih ke mata uang lain, aussie melambung berkat data ketenagakerjaan Australia yang mengesankan. Data itu menunjukkan lapangan kerja tumbuh 47.300 selama Februari, di atas prediksi 15.000. Meski tingkat pengangguran tetap di 6,0%, pertumbuhan lapangan kerja yang signifikan menjadi indikasi ekonomi tidak seburuk yang diperkirakan. Aussie menguat 0,6% ke $0,9065, dengan resistance di $0,9100.
Absennya berita dari AS membuat dollar melemah terhadap rivalnya. Nanti malam hanya ada data penjualan ritel AS. Kecuali menunjukkan pertumbuhan yang besar, data itu tidak akan banyak berdampak ke dollar. Indeks dollar berada di 79,63 setelah turun 0,4% kemarin. Dengan penurunan itu, kini indeks dollar bergerak di antara 79,50 dan 79,70. Terhadap yen, dollar diperdagangkan 102,75 setelah melemah 0,2% kemarin. Kini dollar bergerak di antara 10,230 dan 103,15. Atas franc, dollar diperdagangkan di 0,8742 setelah jatuh 0,4% kemarin. Bila support 0,8730 ditembus, dollar terancam ke 0,8690. Ke atas, ada resistance di 0,8790.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 13-02-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 13-02-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 13-02-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 13-02-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 13-02-14

Wall Street Alami Sedikit Pergerakan Terpengaruh Ukraina, Kekhawatiran Terhadap China Mereda

Bursa saham Amerika ditutup dengan hanya alami sedikit pergerakan pada hari Rabu kemarin, dengan Nasdaq alami kenaikan pada awal-awal seisi perdagangan setelah adanya sejumlah berita yang tunjukkan meredanya situasi panas di Ukraina. Tetapi kemudian kenaikannya tertahan akibat kekhawatiran mengeni pelemahan ekonomi China.
WS5Uni Eropa untuk pertama kalinya sejak perang dingin menyetujui kerangka kerja pemberian sangsi bagi Rusia. Keputusan tersebut merupakan sebuah respon yang lebih baik dari yang diharapkan dan tunjukkan adanya solidaritas yang tinggi terhadap Amerika dalam upaya untuk membuat Rusia membayar mahal terhadap keputusan invasinya di Crimea.
Harga acuan tembaga di London, yang merupakan indikator penting bagi kesehatan ekonomi karena tingginya penggunaan logam tersebut dalam industri sentuh harga terendahnya sejak Juli 2010 akibat kekhawatiran mengenai permasalahan kredit di China, tetapi menjelang penutupan harganya alami pemulihan. Harga acuan tembaga telah alami penurunan sebesar 7,7 persen dalam empat sesi perdagangan terakhir. Sedangkan harga acuan emas alami penguatan dan sentuh level harga tertinggi dalam enam bulan terakhir karena tingginya kebutuhan pengamanan asset (safe-haven).
Para investor saat ini memiliki kesensitifan terhadap pasar yang sangat tinggi. Mereka khawatir pasar yang sudah alami kenaikan sangat besar telah dekati titik puncaknya.
Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 11,17 poin atau 0,07 persen, menjadi 16,340.08. Indeks S & P 500 (.SPX) naik 0,57 poin atau 0,03 persen menjadi 1,868.2. Dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 16,144 poin atau 0,37 persen menjadi 4,323.332.
Berita-berita Geopolitik pada minggu ini akan menjadi faktor utama penggerak pasar, karena sedikitnya sentimen dari data-data ekonomi dan berita-berita laporan keuangan perusahaan. Disisi lain S&P 500 telah alami kenaikan sebesar 30 persen pada tahun lalu , dan saat ini setelah alami beberapa kali penurunan, indek acuan saham tersebut kembali sentuh rekor harga tertingginya pada hari Jum’at kemarin.

AUDUSD dan GBPUSD Tertekan

AUDUSD


Bearish Trend yang mendekap jejak AUDUSD sedang menguji support 0.8940, jika tembus berpeluang menuju 0.8888 dan 0.8860. Support kuat, 0.8816. Support kritis, 0.8769. Resisten pertama 0.8990. Resisten kuat, 0.9050. Major resistance chart Daily, 0.9131. Skenario Transaksi ; Buy pada level  0.8888 stop loss 0.8838 Target 0.8938. Sell pada level 0.8990 stop loss 0.9030 Target 0.8909
GBPUSD

Intensitas jual yang mendera GBPUSD pada chart 4 jam sedang menuju support 1.6578, jika break berpotensi tes support krusial, 1.6531. Proyeksi bearish optimal membidik area 1.6456. Resisten pertama 1.6653. Resisten kuat, 1.6698-1.6700. Skenario Transaksi : Sell pada level  1.6622 stop loss 1.6662 Target 1.6532. Buy pada level 1.6535 stop loss 1.6495 Target 1.6610

Pesanan Perlengkpan Mesin di Jepang Naik

Sebuah laporan resmi yang dirilis pada hari Kamis(13/3), menunjukkan bahwa pesanan perlengkapan mesin di Jepang telah mengalami kenaikan di bulan Februari.
Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial mengatakan bahwa Pesanan Perlengkapan Mesin telah mengalami kenaikan sebesar 13.4% di bulan Februari, setelah turun 15.7% di bulan Januari.
Survei ekonom telah memperkirakan bahwa Pesanan Perlengkapan Mesin di Jepang akan naik sebesar 7.0% di bulan Februari.

Jelang Data China, Asia Menguat Terbatas

South Korea MarketsSaham Asia bergerak positif hari ini, tapi masih terbatas karena investor masih enggan melakukan transaksi menjelang data ekonomi penting China yang dikhawatirkan mengindikasikan perlambatan. 
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,3% tapi masih dekat level terendah dalam tiga minggu. Indeks Nikkei menguat 0,37%, meski yen menguat lagi ke 102 per dollar. Indeks Kospi naik tipis 0,2% dan indeks Australia ASX 200 masih flat. Di Singapura, indeks STI melemah 0,2%. Di Hong Kong, Indeks Hang Seng dibuka flat. Wall Street flat, dengan indeks Dow Jones turun 0,07% dan indeks S&P 500 naik 0,03%, di tengah rendahnya minat beli karena isu Ukraina dan ekonomi China.
Kekhawatiran mengenai ekonomi China mencuat karena kasus default obligasi pertama dalam sejarah, yaitu Chaori Solar Energy Science & Technology Co, minggu lalu. Default-nya Chaori menimbulkan spekulasi bakal banyak perusahaan yang gagal bayar juga. Di saat yang sama, pemerintah sedang melakukan perombakan model ekonomi. Untuk menilai kondisi ekonomi China terkini, pasar akan fokus ke beberapa datanya hari ini, antara lain output industri, penjualan ritel dan investasi aset tetap.
Data penjualan ritel AS juga akan diumumkan malam nanti. Kecuali angkanya fantastis, sepertinya tidak akan memberi banyak dorongan ke Wall Street. Pada dasarnya saham global, terutama di AS, sudah mencapai valuasi yang tinggi. Meski belum ada faktor yang dapat mengkoreksinya signifikan, kenaikan lanjutan masih terlihat sulit.

Asia Coba Bangkit, Data Terbaru China Dinanti

Nikkei
Indeks Nikkei penutupan perdagangan kemarin berakhir di level terendahnya dalam satu pekan menyusul aksi profit taking dari kenaikan sebelumnya. Kekhawatiran terhadap perlambatan China setelah lesunya permintaan komoditas membuat investor resah. Indeks Nikkei ditutup jatuh 393,72 poin, atau 2,59%, ke posisi 14.830,39, terendah sejak 4 Maret, dan penurunan harian terbesar lebih dari sebulan.
Indeks Nikkei diperkirakan memperbaiki posisinya yang kemarn sempat tergerus tajam. Pelemahan yen terhadap dollar dalam sesi perdagangan Asia kembali melemah, setelah semalam sempat menyentuh 102,52, diharapkan mampu menopang saham ekspor. Disaming itu, saham-saham kontruksi dan permesinan menguat berkat data machinery orders yang naik 13,4% di Februari dari prediksi 7,1%, dimana data sebelumnya yang turun 15,7%.
Rekomendasi
NKI SIGNAL 13-02-14
Kospi
Indeks Kospi jatuh ke level penutupan terendahnya dalam tiga pekan kemarin menyusul gejolak geopolitik di Ukraina. Sementara itu, kekhawatiran investor masih berlanjut mengenai prospek ekonomi di China dan AS, membuat investor mengindari perburuan aset berisiko. Samsung Electronics jatuh 2,1%. Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co anjlok 4,2%. Indeks Kospi ditutup jatuh 31,33 poin, atau 1,60%, ke posisi 1.932,54.
Indeks Kospi diperkirakan masih dibayangi tekanan jual karena kecemasan investor akan kondisi ekonomi global yang tengah lesu. Meski tidak menutup adanya aksi short covering. Serangkaian data ekonomi Beijing dan AS yang buruk membuat investor berhati-hati dalam menentukan posisi barunya, sembari menantikan petunjuk baru, khususnya data China.
Rekomendasi
KSI SIGNAL 13-02-14
Hang Seng
Indeks Hang Seng merosot perdagangan kemarin di tengah kecemasan investor terhadap perlambatan ekonomi China dan  meningkatnya ketegangan di Ukraina. Selain itu, lesunya permintaan komoditas China turut menambah tekanan investor setelah serangkaian data penting Beijing yang buruk. Indeks Hang Seng ditutup jatuh 367,66 poin, atau 1,65%, ke posisi 21.901,95, terendahnya sejak 11 Februari.
Indeks Hang Seng mencoba bangkit hari ini mengikuti kenaikan indeks utama Wall Street dan Dow Jones future yang kini menopang bursa utama Asia. Kejatuhan tajam kemarin diperkirakan bisa kembali pulih, dimana sektor properti diperkirakan menguat di tengah berakhirnya pertemuan tahunan parlemen China yang tanpa menyinggung pembatasan di sektor properti. Data ekonomi Beijing jadi kembali jadi fokus siang kali ini, seperti industrial production dan retail sales.
Rekomendasi
HSI SIGNAL 13-02-14

Rabu, 12 Maret 2014

Cemaskan Ekonomi China, Saham Asia Jatuh

HONG KONG-STOCKSSaham Asia berjatuhan hari ini mengikuti jejak penurunan Wall Street di tengah kecemasan akan perlambatan kredit di China dan eskalasi ketegangan di Ukraina. 
Indeks Nikkei ditutup jatuh 2,59% ke 14.830,39, didukung oleh yen yang kembali menguat bergerak di bawah 103 per dollar. Indeks Kospi di Korsel jatuh 1,60% di posisi 1.932,54.  Di Hong Kong, indeks Hang Seng jatuh 1,65% ke posisi 21.901,95. Sedangkan indeks Shanghai turun tipis 0,20%.
Performa Wall Street semalam  tidak mengesankan, serta minimnya katalis dan data perdagangan China menjadi penyebab hasil kurang menggembirakan itu. Pasar berharap data China besok, seperti industrial production, retail sales dapat menjadi gambaran yang jelas kondisi ekonomi Beijing terbaru. Perlu dicermati pula, kecemasan akan lesunya permintaan komoditas di China dapat mempengaruhi pasar.
Pada dasarnya, saham di AS sudah mencapai valuasi yang tinggi, tercermin dari indeks utamanya yang masih dekat rekor. Kondisi saham di regional juga tidak jauh berbeda, sebagian indeks sudah dekat level tertinggi dalam beberapa tahun belakangan. Namun pasar masih belum mendapat alasan yang tepat untuk mengkoreksinya.

Minyak Lanjutkan Koreksi Jelang data EIA

Minyak melanjutkan koreksinya hari ini di tengah kekhawatiran mengenai prospek permintaan di dua konsumen terbesar dunia, yang menutupi dampak isu geopolitik di Ukraina.
Oil WellKekhawatiran mengenai ekonomi China mencuat karena data perdagangan yang buruk. Kekhawatiran itu juga muncul menyusul kasus default obligasi pertama dalam sejarah, yaitu Chaori Solar Energy Science & Technology Co, minggu lalu. Default-nya Chaori menimbulkan spekulasi bakal banyak perusahaan yang gagal bayar juga. Pasar menilai salah satu risiko terbesar pada harga minyak adalah perlambatan ekonomi China. Sebagai konsumen terbesar kedua setelah AS, perkembangan ekonomi China sangat mempengaruhi harga.
Kondisi permintaan di AS diperkirakan juga bakal menurun. Seiring pergantian musim, dari dingin ke semi, pengamat memperkirakan pasokan distillate akan terus bertambah, namun stok bensin bisa berkurang. Sayangnya, harga tetap terancam turun selama musim semi ini. Meski permintaan bensin diproyeksikan meningkat, sepertinya tidak akan bisa menyamai tingginya permintaan heating oil selama musim dingin lalu, yang dianggap terburuk dalam sejarah.
Harga turun meski terjadi eskalasi ketegangan di Ukraina. Pemerintah Ukraina meminta Barat menghentikan Moskow agar tidak mencaplok Crimea. Di sisi lain, wilayah di semenanjung laut hitam itu bersiap menggelar referendum pada 16 Maret untuk memisahkan diri dari Ukrania dan bergabung dengan Rusia. Meski demikian, kekhawatiran krisis bisa memburuk mencegah harga jatuh lebih dalam.
Pasar sedang menunggu data cadangan versi Energy Information Administration (EIA), yang akan diumumkan malam nanti. Data dari lembaga di bawah naungan Departemen Energi AS itu diperkirakan menunjukkan cadangan minyak bertambah 2 juta barel minggu lalu. Faktor lain yang dapat mempengaruhi pergerakan harga adalah data ekonomi China besok, antara lain output industri, penjuaan ritel dan investasi.
Pada jam 14:30 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman April diperdagangkan di $99,30 per barel. Kontrak itu anjlok $1,40 kemarin setelah merosot $1,7 di sesi sebelumnya. Minggu lalu, harga menyentuh level tertinggi dalam lima bulan akibat krisis politik di Ukraina. Posisi harga saat ini sudah menembus 38,2% retracement dari penguatan 9 Januari-3 Maret, sedang terancam ke 50% di $98,40. Level itu berpotensi ditembus bila harga ditutup di bawah $99.

PBOC Siap Bertindak Bila Ekonomi Memburuk

Bank Sentral China (PBOC) menyatakan siap mengambil langkah dalam kebijakan moneter untuk bila pertumbuhan melambat tajam. Salah satu opsi yang tersedia adalah memangkas Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan.
PBOCMenurut sumber terdekat yang dikutip oleh CNBC, pemangkasan dilakukan bila pertumbuhan melambat ke bawah 7,5% dan mendekati 7,0%. Langkah itu dilakukan bersamaan dengan operasi pasar terbuka dan intervensi mata uang melalui bank BUMN. Selain untuk membantu ekonomi, pemangkasan GWM ini bsia memberikan dari guncangan yang mungkin terjadi dari reformasi finansial yang dicanangkan Beijing tahun ini, termasuk memperlebar batas pergerakan yuan.
“Ekonomi menghadapi tekanan besar, kata ekonom senior dari Pusat Informasi Negara (SIC), lembaga pemikir (think tank) yang terafilisasi dengan Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional (NDRC), agensi perencana pembangunan China. “Memangkas GWM bisa dilakukan bila pertumbuhan melambat terus. Tapi mereka harus menunggu data ekonomi kuartal pertama dulu,” kata ekonom itu, yang tak ingin disebut namanya. Ada kekhawatiran reformasi finansial bisa menghambat ekonomi yang memang sudah melambat. Jadi, PBOC siap memangkas GWM bila memang diperlukan.
Para ekonom memang sudah menduga PBOC bakal memangkas rasio kecukupan modal, tapi sumber ini memberi konfirmasi pertama bahwa hal itu sedang dipertimbangkan. Sejak Mei 2012, bank harus menyimpan seperlima uangnya sebagai cadangan. Mereka juga berpendapat langkah PBOC membiarkan bunga turun dan depresiasi yuan sebagai bentuk pelonggaran, mungkin mengindikasikan bahwa bank sentral itu memang sedang khawatir dengan kondisi ekonomi.
Banyak analis memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 2014 akan melambat ke 7,5% dari 7,7% di kuartal keempat 2013. Tapi mereka memperkirakan tindakan, termasuk pemangkasan GWM, sepertinya tidak dilakukan secara agresif untuk memastikan pasar bahwa mereka tetap menjalankan agenda reformasinya.

Isu Default China, Ukraina Lambungkan Emas

Emas melanjutkan kenaikannya pada perdagangan hari ini di Asia, ditengah ketidakpastian global terkait isu pertumbuhan China dan eskalasi ketegangan di Ukraina, yang mendorong permintaaan safe haven.
Mayoritas bursa saham Asia melemah hari ini karena kekhawatiran mengenai pelambatan ekonomi China menyusul kasus default obligasi pertama dalam sejarah, yaitu Chaori Solar Energy Science & Technology Co, minggu lalu. Defaultnya Chaori menimbulkan spekulasi bakal banyak perusahaan yang gagal bayar juga. Di saat yang sama, data perdagangan China menunjukkan adanya pelambatan ekonomi di Negara tersebut. Kekhawatiran melambatnya ekonomi China telah mendorong permintaan safe haven bagi emas.
Emas juga naik akibat meningkatnya ketegangan di Ukraina. Pemerintah Ukraina memohon pihak Barat menghentikan Moskow agar tidak mencaplok Crimea. Di sisi lain, wilayah di semenanjung laut hitam itu bersiap menggelar referendum pada 16 Maret untuk memisahkan diri dari Ukrania dan bergabung dengan Rusia.
Mencerminkan kembalinya minat beli investor di tengah ketidakpastian global, reksadana berbasis emas terbesar dunia mencatat pemasukan terbesar dalam sebulan. Cadangan di SPDR Gold Trust bertahan di 812,70 ton kemarin, level tertinggi sejak 20 Desember.
Dari sisi teknikal, harga saat ini sudah berhasil menembus resistance di $1.354. Dengan begitu, trend bullish emas kembali berlanjut, dengan potensi kenaikan selanjut menuju kisaran $1.367 – $1.375. Sementara itu, sinyal negatif baru akan didapat jika harga kembali bergerak di bawah $1.437.

Rekomendasi
Gold

Wall Street Turun, Aksi Profit Taking

Bursa Saham Amerika alami penurunan pada hari Selasa kemarin, dimana sentimen jual saham alami peningkatan yang cukup besar menjelang penutupan pasar. Para investor yang lakukan aksi “profit taking” dari kenaikan pasar menjadi penyebab utama penurunan. Walaupun alami penurunan, S&P 500 ditutup hanya berjarak kurang dari 1 persen dari level rekor harga tertingginya yang berhasil tercapai pada minggu lalu.
WS 7Pada sesi-sesi awal perdagangan, indek acuan saham Amerika cenderung bergerak flat naik turun. Tetapi kemudian indek acuan saham Amerika ditutup mendekati harga terendah harian.
Saham perusahaan retail American Eagle dan Urban Outfitters alami penurunan yang cukup besar setelah keduanya sampaikan outlook yang mengecewakan pelaku pasar.
Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 67,43 poin atau 0,41 persen, menjadi 16,351.25, indeks S & P 500 (.SPX) turun 9,54 poin atau 0,51 persen, menjadi 1,867.63 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 27,26 poin atau 0,63 persen menjadi 4,307.188.
General Motor diperiksa oleh pengadilan New York mengenai terjadinya kecelakaan pada kendaraan produksinya yang mengakibatkan 13 orang korban meninggal. General Motor sendiri pada bulan lalu telah lakukan penarikan kendaraan-kendaraan produksi mereka yang dinilai bermasalah. Berita tersebut disampaikan oleh sumber informasi yang cukup terpercaya. Saham General Motor pada hari Selasa kemarin alami penurunan sebesar 5,1 persen menjadi $35,18.
Saham perusahaan produsen fuel cell Plug Power (PLUG.O) alami penurunan sebesar 41,5 persen menjadi $6,03 setelah pernyataan Citron Research menyatakan nilai wajar dari saham perusahaan tersebut adalah 50 sen per lembar saham. Penurunan tersebut juga membuat saham perusahaan produsen fuel cell lainnya ikut alami penurunan. Energy Fuel Cell (FCEL.O) turun 16,5 persen menjadi $3,28. Ballard Power Systems (BDLP.O) turun 25,9 persen menjadi $5,10. Hydrogenics Corp (HYGS.O) turun 14,7 persen.
Saham perusahaan-perusahaan fuel cell menjadi perhatian pasar, dimana Plug Power sejak akhir oktorber telah alami kenaikan sebesar 940 persen.
Urban Outfitters (URBN.O) alami penurunan sebesar 4,3 persen menjadi $35,91 setelah perusahaan tersebut laporkan penjualan kuartalannya yang lebih rendah dari perkiraan. American Eagle Outfitters (AEO.N) turun 7,8 persen menjadi $13,10 setelah perusahaan tersebut sampaikan perkiraan earning untuk kuartal ini lebih rendah dari perkiraan analis.
S&P retail index (.SPXRT) turun 0,66 persen.

Pernyataan ECB Tekan Euro

Euro masih tertekan hari ini setelah koreksi kemarin karena pejabat ECB mengindikasikan pasar salah paham dengan pesan yang disampaikannya mengenai kesiapan bertindak. Sedangkan yen berjaya di tengah minimnya faktor penggerak.
Wakil Presiden ECB Vitor Constancio mengatakan pasar belum sepenuhnya memahami inti dari pernyataan ECB minggu lalu pasca rapat regulernya. Menurutnya,ada pesan yang gagal masuk ke pasar, yaitu masih adanya kelesuan dalam ekonomi zona euro. Ia juga menekankan pihaknya masih punya amunisi, seperti memangkas suku bunga atau quantitative easing, kalau diperlukan.  Sayangnya, ia beranggapan hal itu tidak diperhatikan oleh pasar.
Euro meraih level tertinggi dalam tiga tahun setelah ECB mempertahankan suku bunga minggu lalu dan menaikkan proyeksi PDB zona euro. Pasar mendorong euro ke level itu karena melihat ECB tidak menyinggung mengenai ancaman deflasi atau apresiasi mata uang. Dengan ini, pasar beranggapan ECB nyaman dengan level euro.  Pasar juga menginterpretasikan sikap ECB saat itu sebagai indikasi tidak ada pelonggaran dalam waktu dekat.
Euro saat ini dalam posisi krusial secara teknikal, di mana kegagalan ditutup di atas $1,3900 akhir pekan lalu mengindikasikan relinya mulai kehilangan momentum jangka pendek. Tapi dalam jangka menengah euro tetap bullish selama tidak ada indikasi ECB mau bertindak. Untuk hari ini, data dari Eropa hanya ada data output industri zona euro. Euro diperdagangkan di $1,3856 setelah koreksi 0,3% hingga ke $1,3830.  Bila sampai jatuh ke bawah $1,3800, menegaskan fase koreksi dengan target $1,3760-$1,3730.
Yen berhasil menguat atas rivalnya di tengah minimnya berita ekonomi dan acuan pergerakan. Isu perlambatan ekonomi China dan ketegangan di Ukraina dijadikan alasan untuk beralih ke yen, yang juga terangkat setelah BOJ mempertahankan kebijakan dan gubernurnya Haruhiko Kuroda mengatakan belum perlu menyesuaikan kebijakan saat ini. Selain itu, BOJ mempertahankan penilaian ekonominya, bahwa pertumbuhan dan inflasi tetap sesuai skenario.
Dollar berada di 103,00 yen hari ini setelah melemah 0,3% kemarin. Support masih di 102,70 tapi bila ditembus, dollar terancam ke 102,50. Bearish continuation akan terbentuk bila jatuh ke bawah MA 25 102,30. Atas franc, dollar masih flat di 0,8776. Dollar stuck di level itu selama tiga sesi terakhir, indikasi kejatuhan sudah dalam tapi untuk bangkit masih sulit. Support di 0,8730, bila ditembus, dollar terancam ke 0,8700. Sedangkan resistance di 0,8800-0,8820. SEdangkan indeks dollar saat ini berada di 79,83, masih bergerak di rentang 79,70-79,90.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 12-11-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 12-11-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 12-11-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 12-11-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 12-11-14

Bertahan, Harga Emas Antam Tetap di Posisi Rp 547.000 / USD


Pergerakan harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini tak berubah di 547.000/gram. Harga� buyback� juga tetap sama.  Sebelumnya harga emas batangan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu sudah naik Rp 2.000/gram, lonjaka ini menyusul kenaikan harganya di awal pekan Rp 6.000/gram.�
Merujuk situs resmi Logam Mulia Antam, Selasa (11/3) harga 1 gram emas Antam dibanderol Rp 547.000/gram tidak berubah dari posisi sebelumnya.  Harga jual kembali atau buyback emas Logam Mulia Antam juga tetap sama di Rp 487.000/gram. Berikut daftar harga emas Antam hari ini:  500 gram Rp 253.800.000, 100 gram Rp 50.850.000, 50 gram Rp 25.450.000, 25 gram Rp 12.750.000, 10 gram Rp 5.130.000, 5 gram Rp 2.590.000, dan  1 gram Rp 547.000.
Selain iotu, emas di pasar spot dini hari ini Rabu (12/3)  terpantau naik setelah dibuka pada kisaran 1338.7 USD/oz t di awal perdagangan (00.00 GMT). Emas telah menguat sekitar 9.79 USD/oz t atau sekitar 0.73 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada kisaran 1348.5 USD/oz t.
Tercatat Dollar AS merespon sentimen negatif dari investor sehingga mengangkat naik harga emas, setelah baru saja National Federation of Independent Business (NFIB) melaporkan bahwa hasil survey lembaga ini menunjukkan terjadinya penurunan kinerja pada usaha kecil di Amerika Serikat Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya pelemahan pada indikator fundamental ekonomi NFIB Small Business Index yang melemah ke angka 91.4 dari nilai periode sebelumnya yaitu 94.1.
Perkembangan yang kurang menggembirakan tersebut menunjukkan kinerja yang lebih rendah dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 95.3.  Terhadap euro emas spot juga menguat setelah dibuka di 964.55 EUR /oz t di awal perdagangan (00.00 GMT) dan telah naik sekitar 6.55 EUR/oz t atau sekitar 0.67 %. Nilai bergulir terpantau berada di 971.1 EUR /oz t.
Menghadapi Pound, emas post juga menguat setelah dibuka di 803.75 GBP/oz t di awal perdagangan (00.00 GMT) dan telah naik sekitar 5.95 GBP /oz t atau sekitar 0.74 %. Nilai bergulir tampak berada pada 809.7 GBP /oz t. [geng]

Asia Tumbang

kospi 32Saham Asia tumbang hari ini mengikuti jejak penurunan Wall Street di tengah kecemasan akan perlambatan kredit di China dan eskalasi ketegangan di Ukraina. 
Indeks Nikkei jatuh 2,16%, didukung oleh yen yang kembali menguat bergerak di bawah 103 per dollar. Indeks Kospi di Korsel jatuh 1,26%, dan indeks Australia turun 1,08%. Indeks Singapura STI turun 0,67%.  Di Hong Kong, indeks Hang Seng dibuka melemah 1,0% dan indeks Shanghai 0,53%.
Performa Wall Street semalam  tidak mengesankan, dengan indeks Dow Jones melemah 0,41% dan indeks S&P 500 turun 0,5%. Minimnya katalis dan data perdagangan China menjadi penyebab hasil kurang menggembirakan itu. Pasar berharap data China besok, seperti industrial production, retail sales dapat menjadi gambaran yang jelas kondisi ekonomi Beijing terbaru. Perlu dicermati pula, kecemasan akan lesunya permintaan komoditas di China dapat mempengaruhi pasar.
Pada dasarnya, saham di AS sudah mencapai valuasi yang tinggi, tercermin dari indeks utamanya yang masih dekat rekor. Kondisi saham di regional juga tidak jauh berbeda, sebagian indeks sudah dekat level tertinggi dalam beberapa tahun belakangan. Namun pasar masih belum mendapat alasan yang tepat untuk mengkoreksinya.
Untuk saat ini, saham di kawasan regional berkonsolidasi dulu. Pasar masih mencerna perlambatan pertumbuhan kredit di China. BOJ kemarin mengumumkan keputusan rapat regularnya dengan tidak ada sesuatu yang baru.
Tidak ada data penting terjadwal di AS malam nanti. Pencarian pesawat maskapai Malaysia yang hilang juga masih dalam perhatian pasar, meski belum memberi pengaruh besar.

Cemas Akan EKonomi Global, Asia Kembali Terkoreksi

Nikkei
Indeks Nikkei berhasil menguat kemarin menyusul pembelian investor terhadap saham-saham komoditas di tengah volume perdagangan yang terbatas karena kecemasan akan perlambatan ekonomi China dan eskalasi ketegangan di Ukraina. Dalam rapat regularnya kali ini, Bank Sentral Jepang (BOJ) sesuai dengan ekspektasi pasar belum adanya kebijakan moneter baru, karena pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang sesuai pada jalurnya. Indeks Nikkei ditutup menguat 103,97 poin, atau 0,69%, ke posisi 15.224,11.
Indeks Nikkei diperkirakan bergerak turun hari ini, dimana penguatan yen terhadap dollar makin menambah tekanan bagi ini, bersamaan dengan jatuhnya Dow Jones future dan dampak dari merosotnya saham AS. Minimnya katalis penting menjadikan pergerakan indeks kali ini dipengaruhi sentimen global akan perlambatan China dan krisis politik di Ukraina.
Rekomendasi
NKI SIGNAL 12-11-14
Kospi
Indeks Kospi juga menguat karena perburuan investor ritel terhadap saham yang baru-baru ini mengalami kejatuhan dipicu perlambatan pertumbuhan kredit di China. Laju indeks terbatasi aksi jual yang dilakukan investor institusi dan asing. Indeks Kospi ditutup naik 9,45 poin, atau 0,48%, ke posisi 1.963,87.  Investor ritel net buy 105,8 miliar won, sedangkan investor asing net sell 37,1 miliar won dan institusi net sell 83,2 miliar won.
Indeks Kospi mengalami tekanan diawal pembukaan perdagangan hari ini menyusul reaksi negatif investor atas kecemasan akan perlambatan ekonomi global dan profit taking yang melanda indeks Wall Street. Saham-saham unggulan seperti teknologi dan otomotif paling terkena dampak situasi ekonomi global yang sedang lesu.
Rekomendasi
KSI SIGNAL 12-11-14
Hang Seng
Indeks Hang Seng catat kenaikan tipis kemarin, kendati masih berada di dekat level terendahnya dalam satu bulan terakhir. Hal yang sama juga dialami indeks Shangahi yang naik tipis, di tengah melonjaknya saham Want Want sebesar 4,6% setelah laba tahun lalu yang diatas ekspektasi pasar. Indeks Hang Seng ditutup naik tipis 4,68 poin, atau 0,02%, ke posisi 22.269,61.
Sempat menguat tipis kemarin, kini indeks Hang Seng dibayangi sentimen negatif regional, di tengah kecemasan eskalasi ketegangan di Ukraina. Minimnya katalis penting dan data perdagangan China masih menghantui sentimen pasar. Hal ini karena kekhawatiran perlambatan pertumbuhan kredit China di China. Sedangkan performa Wall Street semalam tidak mengesankan turut menenkan sentimen.
Rekomendasi
HSI SIGNAL 12-11-14

Harga Emas Pagi Ini Terpantau Naik

Perdagangan bursa komoditi emas di hari Rabu(12/3), harga emas telah terpantau alami penguatan ditengah berlanjutnya krisis ketegangan di Crimea, Ukraina.
Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman April telah diperdagangkan 0.10% dengan diperdagangkan di level $1.348.10 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange.
Harga emas telah kembali mendapat dukungannya setelah sempat alami penurunan di sesi sebelumnya, ketika Sekretaris Negara AS, John Kerry telah menolak sebuah undangan untuk mengunjungi Rusia dalam melakukan diskusi lebih lanjut.
Sementara itu, pada perdagangan logam lainnya untuk perak pengiriman Mei telah alami kenaikan sebesar 0.55% dengan diperdagangkan di level $20.930 per troy ounce disusul dengan tembaga pengiriman Mei telah naik sebesar 0.11% dengan diperdagangkan di level $2.954 per pound.

Emas Mendekati Puncak Tertinggi Di Tengah Kericuhan DI Ukraina


Emas kembali mendekati level tertinggi dalam empat bulan pad hari Selasa, karena pelaku pasar terus mengamati perkembangan dari kejadian antara Rusia dan Ukraina Barat.

Pada perdagangan di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman April berada di antara level $1,338.10 per troy ounce dan $1,352.80 per ounce.
Harga emas terakhir diperdagangkan naik 0,59% atau $7,90 di level $1,349.40 per ounce pada sesi pagi AS. Emas kemungkina mencari dukungan di level $ 1,319.30 per troy ounce, dengan resistensi tertinggi di level $1,355.00.
Sementara itu, perak untuk pengiriman bulan Mei menguat 1,15% atau $0,23 sen dan diperdagangkan di level $21,14 per troy ounce. Perak berjangka kemungkinan akan mencari dukungan di level $20,61 per troy ounce, dengan resistance tertinggi di level $21,61.
Ketegangan yang terjadi di Ukraina berhasil menjadi sorotan para pelaku pasar, dimana ketegangan tersebut bergerak ke wilayah Krimea sehingga membuat emas menjadi permintaan alternative aset untuk safe haven.
Pad perdagangan lainnya di Comex, tembaga berjangka untuk pengiriman di bulan Mei naik tipis 0,1% diperdagangkan di level $3,033 per pon. -DT-

Senin, 10 Maret 2014

Emas – Minyak Masih Santai


XAUUSD untuk pergerakan hari ini tampak dalam tren bearish dengan format candlestick hanging man. Pergerakan selanjutnya berdasarkan indikator stoch (5,3,3) menunjukkan indikasi penurunan menuju level 20% dan indikator RSI (14) menunjukkan indikasi penurunan menuju level 30% maka kemungkinan XAUUSD mencoba menembus support di 1324.91 dan apabila berhasil menembus support maka target selanjutnya adalah 1306.93.
Rekomendasi trading : Tunggu bergerak bullish dan apabila kembali menembus support di 1335.69 ambil posisi sell di 1335.65.
Oil untuk pergerakan hari ini tampak dalam tren bullish dengan format candlestick spinning top. Pergerakan selanjutnya berdasarkan indikator stoch (5,3,3) menunjukkan indikasi kenaikan menuju level 80% namun indikator RSI (14) menunjukkan indikasi sideway mendekati level 70% maka kemungkinan Oil mencoba menembus support di 102.07 dan apabila berhasil menembus support maka target selanjutnya adalah 100.16.
Rekomendasi trading : Tunggu bergerak bullish dan apabila kembali menembus support di 102.70 ambil posisi sell di 102.65.

Koreksi Emas dan Minyak masih terbatas

Pada perdagangan di pasar Asia ini harga emas masih dalam fase koreksi menyusul membaiknya data payroll AS yang telah dirilis pada akhir pekan lalu telah menguatkan spekulasi bahwasannya federal reserve AS masih akan mempertahankan kebijakan pengurangan stimulusnya pada rapat FOMC bulan ini. Berkurangnya demand akan emas fisik serta sinyalemen adanya aksi profit taking dari para spekulan diduga menjadi faktor lain akan ketergelinciran emas di awal pekan ini.
Di sisi lain, ketegangan politik di Ukraina yang belum sepenuhnya mereda dan telah membuat pasar kembali  cukup khawatir akan dampak terhadap perekonomian global apabila konflik di Ukraina terus meluas.  Berbagai upaya telah ditempuh dari kedua belah pihak yang sedang bertikai, namun sejauh ini belum ada titik temu mengatasi persoalan wilayah Crimea yang menjadi sengketa antara pihak Rusia dan Ukraina.Krisis politik di Ukraina masih akan mempengaruhi pergerakan emas ini.
Rally harga minyak dunia mulai tersendat seiring berkurangnya ekspor minyak dari China sebagai salah satu konsumen terbesar minyak dunia. Melambatnya perekonomian China akhir-akhir ini jelas cukup mempengaruhi tren pergerakan minyak dunia.  Namun disisi lain dengan membaiknya data payroll AS pada akhir pekan lalu justeru telah mendorong kenaikan minyak meskipun tak terlalu signifikan kenaikannya. Membaiknya ekonomi AS akan menigkatkan demand terhadap minyak dunia ini.
Untuk pergerakan hari ini  dengan minimnya data ekonomi dari negara-negara yang berpengaruh terhadap tren kedua komoditas ini, kami memperkirakan  penurunan emas maupun minyak masih  dalam kisaran yang terbatas. Fokus pasar akan kembali melihat indikator ekonomi AS selanjutnya yang bisa dijadikan acuan kebijakan Federal Reserve AS berikutnya. Tensi politik yang sedang bergejolak di Ukraina masih tetap akan membayangi pergerakan emas pada minggu ini.

Emas Berjangka Merosot Dalam 1 Minggu


Harga emas diperdagangkan turun ke level terenda dalam satu minggu, di tengah ekspetasi The Fed yang akan terus secara bertahap mengurangi laju program stimulusnya.

Pada perdagangan di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman di bulan April turun ke level $1,328.20 per ounce.
Harga emas berjangka terakhir diperdagangkan di level $1,333.80 per ounce pada sesi pagi Eropa, turun 0,35% atau $4,40. Harga emas berjangka kemungkinan besar dukungan dilevel $1,319.30 per troy ounce, dengan resistensi tertinggi di level $1,355.00.
Sementara itu, perak untuk pengiriman bulan Mei merosot 0,6% atau $0,12 sen, untuk diperdagangkan di level $20,80 per troy ounce.
Di hari Jumat Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa menambahkan 175.0000 pekerja di bulan Februari, angka tersebut jauh melebihi ekspetasi sebesar 149.000. Berdasarkan laporan pekerja yang meningkat, tingkat kekhawatiran pada ekonomi AS menjadi mereda. Namun, para pelaku pasar tetap mengantisipasi pada data ekonomi AS yang akan dirilis di kemudian hari, dengan beberapa data yang akan dirilis, data penjualan ritel dan sentiment konsumen yang dapat mengukur keukuatan ekonomi mendatang.
Di tempat lain di Comex, tembaga berjangka untuk pengiriman Mei diperdagangkan jatuh 1,45% pada $3,039 per pon. -DT-

Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (10 Maret 2014)

AUD 10-03-14Data ketenagakerjaan AS yang cukup gemilang ternyata tidak serta merta memberi dorongan yang besar untuk dollar, meski memang mata uang itu selamat dari keterpurukan. Tapi, dollar sudah mengalami kejatuhan yang cukup dalam, terutama selama dua minggu terakhir.  Dollar berpeluang untuk melanjutkan rebound bila pasar optimis kembali dengan prospek taper. 
Sepinya data ekonomi hari ini, baik dari Eropa maupun AS, membuat pergerakan terbatas. Tapi pasar bisa menggunakan pidato Presiden the Fed distrik Chicago Charles Evans untuk mencari petunjuk mengenai prospek kebijakan the Fed. Meski bukan anggota FOMC tahun ini, pernyataan mendukung pengurangan stimulus dalam konteks data payroll yang bagus bisa mendorong dollar jauh dari level terendah dalam empat bulan.
Dollar akan adu kuat dengan euro, yang minggu lalu menunjukkan resiliensi pasca keputusan ECB. Dengan tidak terlihat cemas soal penguatan euro, hal ini menunjukkan ECB masih nyaman dengan nilai tukar saat ini. Banyak kalangan yang cukup terkejut dengan sikap ECB yang terlihat masih tenang meski inflasi jauh di bawah target dan euro sudah cukup tinggi. Para analis bahkan kini tidak menutup kemungkinan euro meraih level $1,40 bila ECB tidak terindikasi mau bertindak. Namun, semua itu juga tergantung dengan data ekonomi kawasan.
Setelah data payroll, sterling koreksi dari level tertinggi dalam sebulan. Faktor penggerak baru datang besok, ketika empat pejabat BOE, yaitu Mark Carney, Paul Fisher, David Miles dan Martin Weale, memberi kesaksian di hadapan parlemen. The cable bisa mendapat dorongan bila mereka menunjukkan adanya ruang untuk menyesuaikan kebijakan lebih cepat dari perkiraan.

EUR-USD
Menguat 0,2% ke $1,3881, EUR-USD masih berusaha menembus resistance $1,3920. Bila berhasil, maka target selanjutkan ke $1,3950. Tapi diperlukan dorongan yang kuat sekali untuk bisa menembus $1,40 dalam waktu dekat. Bila jatuh ke bawah $1,3850, ada support lanjutan di $1,3830. Fase retracement bisa terjadi bila pair ini jatuh ke bawah $1,3800.

Rekomendasi harian
Sell EUR-USD di 1.3916 dengan target take profit 1.3870, dimana stop loss 1.3939. Sell 1.3960 dengan target take profit 1.3924 dan 1.3916, dimana stop loss 1.3986.
Buy 1.3840 dengan target take profit 1.3885 dan 1.3901, dimana stop loss 1.3817. Buy 1.3794 dengan target take profit 1.3832, dimana stop loss 1.3771.

USD-JPY
Stabil di 103,20, USD-JPY kesulitan melanjutkan penguatannya setelah berhasil menyentuh level tertinggi dalam enam minggu akhir pekan lalu 103,73. Untuk ke sana lagi, pair ini menemui resistance di 103,50. Bila kedua level itu ditembus, maka semakin mudah pair ini ke 104,00. Sedangkan support di 102,70, kalau sampai ditembus pair ini terancam koreksi ke 102,30. Kondisi bearish terbentuk bila ditutup di bawah 102,00.

Rekomendasi harian
Buy 102.54 pada USD-JPY dengan target take profit 102.93 dan 103.13, dimana stop loss 102.34. Buy 102.15 dengan target take profit 102.73, dimana stop loss 101.95.
Sell 103.52 dengan target take profit 102.93 dan 102.83, dimana stop loss 103.78. Sell 104.00 dengan
target take profit 103.71 dan 103.52, dimana stop loss 104.20.

GBP-USD
Melemah 0,3% ke $1,6695, GBP-USD mulai menunjukkan fase koreksi. Minimnya even penting dari Inggris hari ini bisa memberi tekanan. Memang sejak 17 Februari, pair ini konsolidasi di kisaran $1,67-1,68. Resistance di $1,6785, level yang harus ditembus untuk bisa kembali ke $1,6800. Ke bawah, bila tembus $1,6660, ada potensi pair ini ke $1,6630. Kondisi bearish terbentuk bila ditutup di bawah $1,6600.

Rekomendasi harian
Buy 1.6663 dengan target take profit 1.6724 pada GBP-USD, dimana stop loss 1.6632. Buy 1.6602 dengan target take profit 1.6648, dimana stop loss 1.6571.
Sell 1.6754 dengan target take profit 1.6708, dimana stop loss 1.6785. Sell 1.6815 dengan target take profit 1.6770, dimana stop loss 1.6846.

USD-CHF
Belum banyak gerak, USD-CHF masih di 0,8780 sepanjang hari ini. Pair ini masih rentan akan kejatuhan meski sudah menyentuh level terendah dalam empat bulan di 0,8754 akhir pekan lalu.  Untuk bisa ke 0,8850, pair ini harus bisa ditutup di atas 0,8820. Bila jatuh ke bawah 0,8730, pair ini terancam ke 0,8700.

Rekomendasi harian
Peluang USD-CHF 0.8759 area buy dengan target take profit 0.8812, dimana stop loss 0.8726. Buy 0.8705 dengan target take profit 0.8767, dimana stop loss 0.8681.
Sell 0.8820 dengan target take profit 0.8774, dimana stop loss 0.8852. Sell 0.8881 dengan target take profit 0.8835, dimana stop loss 0.8909.

AUD-USD
Setelah menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan di $0,9133, AUD-USD melemah dan bila ditutup di bawah MA 25 $0,8975, pair ini memasuki fase koreksi dengan target selanjutnya di $0,8940-0,8900.  Tapi kalau berhasil menembus $0,9100, pair ini akan mencoba kembali menembus resistance kuat di $0,9150.

Rekomendasi harian
0.8988 dengan target take profit 0.9040 pada AUD-USD, dimana stop loss 0.8960. Buy 0.8950 dengan target take profit 0.8900 dan 0.8909, dimana stop loss 0.8925.
Sell 0.9064 dengan target take profit 0.9010, dimana stop loss 0.9091. Sell 0.9124 dengan target take profit 0.9094 dan 0.9076, dimana stop loss 0.9148.

Bernanke: Ekonomi AS Membaik, Masih Rapuh

Mantan ketua the Fed Ben Bernanke masih mengamati perkembangan ekonomi AS, dengan menyebutnya terus membaik namun masih agak rentan.
Ben BernankeDalam pidatonya di acara IHS CERAWeek Conference di Houston, ia mengatakan ekonomi masih menghadapi tantangan, namun mulai berkurang. “Kita masih dalam hutan belantara, tapi pohonnya lebih sedikit,” katanya menggambarkan kondisi ekonomi AS saat ini. Ini merupakan pidato ketiganya pasca melepaskan jabatannya dari ketua the Fed, yang ia pegang selama delapan tahun.
Pidatonya itu datang menyusul data yang menunjukkan lapangan kerja tumbuh 175.000 selama Februari. Meski tingkat pengangguran naik 0,1% ke 6,7% di bulan itu, Bernanke mengatakan laporan tersebut sesuai dengan ekspektasi berlanjutnya pemulihan ekonomi. Menyinggung sistem perbankan yang lebih sehat dan pemulihan sektor perumahan, Bernanke mengatakan keputusan the Fed, meski tidak selalu populer, berhasil membantu pemulihan ekonomi dan memperkuat sistem finansial dari guncangan di masa mendatang.
Pada Desember, ketika masih di bawah Bernanke, the Fed mulai mengurangi program pembelian obligasinya, langkah yang dikenal di pasar dengan istilah taper. The Fed kini berencana mengurangi secara bertahap program itu tahun ini bila ekonomi terus membaik. Ada peluang program itu berakhir tahun ini juga. Tapi mereka sepertinya masih harus menunggu tahun depan untuk bisa menaikkan suku bunga.
Menurut Bernanke, memilih waktu yang tepat untuk menaikkan rate adalah keputusan sulit yang membutuhkan banyak pertimbangan dan usaha. Ia berharap ekonomi nantinya mencapai ketenagakerjaan maksimal dan inflasi terus naik mendekati target. Di saat itu, terserah the Fed bagaimana menyesuaikan kebijakan. “Semua orang paham suatu saat itu harus dilakukan,” katanya.

Data Payroll Positif, Emas Koreksi

Emas kembali melanjutkan penuruannya pada perdagangan hari ini di Asia setelah anjlok 1% di akhir perdagangan minggu lalu, menyusul data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan.
Data yang dirilis pada Jumat menunjukkan lapangan kerja di AS tumbuh pesat di Februari meski ditengah cuaca buruk  yang melanda Negara tersebut. Lapangan kerja tumbuh 175.000 selama Februari, di atas prediksi 150.000. Sedangkan tingkat pengangguran naik 0,1% ke 7,7%.
Positifnya data ketengakerjaan AS tersebut semakin mendukung the Fed untuk tetap melanjutkan rencana penguangan stimulus (taper). Data tersebut juga telah mengurangi kekhawatiran akan adanya pelambatan ekonomi di AS, sehingga mengurangi minat beli emas sebagai safe haven.
Namun begitu, selama sepekan emas berhasil mencatakan penguatan sebesar 1%, melanjutkan kenaikannya dalam lima minggu berturut-turut.
Isu geopolitik di Ukrania pasca invasi militer tentara Rusia ke Wilayah Crimea di Ukraina, telah meningkatkan permintaan emas sebagai safe haven.
Sementara itu, cadangan di SPDR Gold Trust, EF berbasis emas terbesar dunia, mengalami kenaikan sebesar 1,50 ton menjadi 805.20.
Secara teknikal, harga kembali gagal bertahan di atas resistance $1.354, Indikator stochastic dead cross di area overbought, mendukung adanya koreksi lebih lanjut.
Harga saat ini masih bertahan di atas support $1.328. Jika ditembus, maka trend jangka pendek bisa berbalik bearish, dengan potensi penurunan lanjutan menuju kisaran $1.304 – $1.312.

Rekomendasi

ScreenHunter_03 Mar. 10 12.42