BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Kamis, 09 Oktober 2014

Dollar Lanjutkan Koreksi Pasca Fed Minutes

Dollar jatuh ke level terendah dalam dua minggu setelah Minutes dari rapat terakhir the Fed menunjukkan adanya kekhawatiran mengenai risiko dalam ekonomi global, mengurangi kemungkinan kenaikan rate.

Koreksi terjadi setelah FOMC Minutes dari rapat 16-17 September menunjukkan para pejabat membahas bagaimana menghadapi ancaman ganda yaitu penguatan dollar dan perlambatan global di saat mereka sedang menormalisasi kebijakan. Secara garis besar, the Fed ingin mengelola kebijakan yang tidak merusak pemulihan ekonomi, sembari mengamati berbagai risiko.

The Fed memang mengatakan apresiasi dollar bisa mengganggu beberapa sektor di ekonomi, tapi juga bisa menghambat laju inflasi. Minutes itu mengindikasikan penguatan dollar bisa berperan sebagai pengetatan kebijakan de facto, mengurangi sebagian beban the Fed. Skenario seperti itu bisa memberi the Fed waktu menunda kenaikan suku bunga.

Data terjadwal di AS hanya initial jobless claims, tapi beberapa pejabat the Fed akan berpidato, seperti Richard Fisher dan John Williams. Sepertinya, belum ada faktor yang cukup kuat untuk mengangkat dollar kembali. Pada dasarnya, dollar sudah mencapai kondisi jenuh beli, dan beberapa rivalnya sudah mencapai kondisi jenuh jual, menyusul penguatan mata uang AS itu. Indeks dollar sempat menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun minggu lalu.

Alhasil, ini merupakan fase koreksi dollar, dan minutes itu sebagai pemicunya. Namun, secara tren, dengan keunggulan performa ekonomi dan prospek kebijakan moneter AS, dollar masih tetap bullish. Indeks dollar mengaut 0,1% ke 85,40 setelah melemah 0,3% kemarin. Indeks itu sudah koreksi selam tiga sesi, penutupan di bawah 85,15 menjadi bearish continuation dengan target 84,70. Terhadap yen, dollar stabil di 108,10, semakin dekat dengan support 107,80. Penutupan di bawah level itu menjadi bearish continuation dengan target 107,00. Atas franc, dollar stabil di 0,9520 setelah melemah 0,4% kemarin. Ada potensi dollar sedang menuju 0,9460.

Sementara itu, aussie berhasil melanjutkan penguatan meski data ketenagakerjaan Australia buruk. Lapangan kerja berkurang 29.700 selam September, melawan prediksi naik 15.500. Hal ini membuat tingkat pengangguran naik 0,1% ke 6,1%. Aussie memang sedang dalam fase retracement dari level terendah dalam empat tahun yang dicatat minggu lalu. Aussie menguat 0,2% ke $0,8665, menembus 23,6% retracement dari kejatuhan 5 September-2 Oktober. Untuk bisa ke 38,2% di $0,8940, aussie harus bisa ditutup di atas $0,8900.

Rekomendasi
 
EUR-USD
 EUR SIGNAL 09-10-14
 
USD-JPY
 JPY SIGNAL 09-10-14
 
GBP-USD
 GBP SIGNAL 09-10-14
 
USD-CHF
 CHF SIGNAL 09-10-14
 
AUD-USD
 AUD SIGNAL 09-10-14

S&P 500 Bukukan Performa Pergerakan Harian Terbaiknya Untuk Tahun ini Didukung Fed Minutes

Saham-saham di Amerika alami kenaikan pada hari Rabu kemarin, dengan indek-indek acuan saham utama bukukan kenaikan harian terbaiknya untuk tahun 2014 ini setelah Federal Reserve berikan harapan positip kepada investor, dimana dalam Fed Minutes tersebut sampaikan kesimpulan bahwa Fed baru akan naikkan tingkat suku bunga jika kondisi ekonomi benar-benar meyakinkan.
039
Kenaikan tersebut terjadi secara merata dan kenaikan alami percepatan dan mengakhiri sesi pergerakan dengan volatilitas tinggi. Wall Street sempat alami penurunan pada awal-awal sesi perdagangan, dengan S&P berada sedikit dibawah level indikator teknikal moving average 150 hari. Secara keseluruhan kesepuluh sektor S&P 500 ditutup dengan alami kenaikan, dimana hanya satu sektor yang alami kenaikan kurang dari 1 persen.

Fed dalam pernytaannya menyatakan bahwa mereka belum akan naikkan tingkat suku bunga dalam waktu dekat, dan Fed sepertinya baru akan ambil keputusan kenaikan tingkat suku bunga disaat ekonomi dapat terus tumbuh secara mandiri tanpa stimulus.

Sektor Financial (.SPSY) alami kenaikan 1,8 persen sedangkan teknologi (.SPLRCT) alami kenaikan sebesar 2 persen. Sejumlah nama besar perusahaan, JP Morgan Chase & Co (JPM.N) alami kenaikan sebesar 1,9 persen menjadi $60,40 sedangkan Apple Inc (AAPL.O) alami kenaikan sebesar 2,1 persen menjadi $100,80.

Hanya ada 21 perusahaan komponen S&P 500 yang ditutup dengan alami penurunan pada hari Rabu kemarin.

Dengan kenaikan tersebut, maka S&P 500 saat ini hanya berjarak 2,2 persen dibawah rekor harga penutupan tertingginya, sedangkan Russell 2000 (.TOY) berjarak 9,3 persen diawah rekor penutupan harga tertingginya.

Dow Jones industrial average (.DJI) alami kenaikan sebesar 274,83 poin atau 1,64 persen menjadi 16.994,22. S&P 500 (.SPX) alami kenaikan sebesar 33,79 poin atau 1,75 persen menjadi 1.968,89 dan Nasdaq Composite (.IXIC) alami kenaikan sebesar 83,39 poin atau 1,9 persen menjadi 4.468,59.

Kenaikan yang terjadi pada hari Rabu kemarin merupakan kenaikan harian terbesar baik bagi S&P 500 maupun Nasdaq sejak 10 Oktober 2013. Dan bagi Dow kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi sejak Desember.

Volume transaksi yang tercatat pada hari Rabu kemarin adalah sebesar 8,4 milliar lembar saham, diatas rata-rata satubulan terakhir 7,19 milliar lembar saham.

Setelah pasar tutup, Alcoa Inc (AA.N) alami kenaikan didukung oleh laporan keuangan perusahaan yang berada diatas perkiraan, laporan tersebut dirilis setelah pasar tutup.

Fed Minutes, Wall Street Angkat Saham Asia

Saham Asia rebound hari ini menyusul reli di Wall Street berkat FOMC Minutes yang menunjukkan beberapa pejabat khawatir akan risiko perlambatan ekonomi global dan apresiasi dollar. 
Hang Seng 36
Indeks Nikkei menguat 0,6%, meski yen sedang menguat. Bursa saham Korsel ditutup karena libur nasional. Indeks Singapura STI masih flat. Indeks Hang Seng melesat 1,1%. Wall Street berlabuh di zona hijau, dengan indeks Dow Jones reli 1,6% dan indeks S&P 500 meroket 1,75%.

Penguatan ini tidak lepas dari FOMC Minutes dari rapat 16-17 September, yang menunjukkan para pejabat membahas bagaimana menghadapi ancaman ganda yaitu penguatan dollar dan perlambatan global di saat mereka sedang menormalisasi kebijakan. Secara garis besar, the Fed ingin mengelola kebijakan yang tidak merusak pemulihan ekonomi, sembari mengamati berbagai risiko.

Dari minutes itu, tidak ada indikasi kenaikan suku bunga. Minutes itu mengurangi kekhawatiran akan terjadinya kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan. Ini dianggap sebagai pertanda the Fed ingin menerapkan kebijakan akomodatif lebih lama.

Beberapa indeks utama di Asia berhasil menanjak, namun kenaikan terlihat masih tipis. Musim laporan keuangan sudah dimulai, dengan Alcoa yang pertama mengumumkan. Produsen aluminium terbesar dunia itu mencatat laba yang lebih baik dari prediksi. Laporan ini memberi sentimen positif ke bursa regional dan kemungkinan bisa mendorong saham AS nanti malam.

Laporan keuangan emiten menjadi faktor yang diharapkan dapat menjaga tren penguatan saham global.

Namun sesuai musim laporan keuangan, bursa saham dunia dihadapkan dengan realita pahit, yaitu berakhirnya program pembelian obligasi the Fed bulan ini. Ada kekhawatiran saham global akan terkoreksi signifikan memasuki akhir tahun.

Asia Rebound

Nikkei
 
Indeks Nikkei terperosok perdagangan kemarin, dengan menjauh dari level terendahnya dalam satu bulan di tengah kekhawatiran ekonomi global seperti proyeksi ekonomi dan perlambatan ekonomi zona euro. Selain itu aksi safe haven yang dilakukan investor mengantarkan saham-saham berbasis ekspor Jepang tergerus.

Indeks Nikkei ditutup jatuh 1,19%, atau 187,85 poin, ke 15.595,98, level terendah dalam lima pekan
terakhir.

Indeks Nikkei coba menghapus kejatuhan sebelumnya dengan kembali menguat pagi ini seiring dengan kenaikan Dow Jones future dan juga sentimen Asia dari relinya indeks utama Wall Street. Menguatnya indeks pagi ini juga didorong membaiknya data pemesanan permesinan Jepang di Agustus yang tumbuh 4,7%. Namun laju indeks terlihat tersendat menyusul penguatan yen terhadap dollar.

Rekomendasi
NKI SIGNAL 09-10-14
 
Hang Seng
 
Indeks Hang Seng melemah kemarin dengan mengharuskan indeks akhiri kenaikan dua sesi sebelumnya.

Tekanan yang dialami indeks tidak lepas kondisi bursa utama Asia lainnya yang melemah karena keprihatinan akan perlambatan ekonomi global. Serangkaian data ekonomi baik dari Eropa, AS dan China menunjukkan penurunan jadi pemicunya. Indeks Hang Seng ditutup melemah 159,19 poin, atau 0,68%, ke posisi 23.263,33.

Indeks Hang Seng rebound menyusul reli di Wall Street berkat FOMC minutes yang menunjukkan beberapa pejabat khawatir akan risiko perlambatan ekonomi global dan apresiasi dollar. Secara garis besar, the Fed ingin mengelola kebijakan yang tidak merusak pemulihan ekonomi, sembari mengamati berbagai risiko.

Laporan keuangan emiten menjadi faktor yang diharapkan dapat menjaga tren penguatan saham global.

Rekomendasi
HSI SIGNAL 09-10-14

Rabu, 08 Oktober 2014

Isu Ekonomi Global Angkat Yen

Yen menguat atas beberapa mata uang menyusul munculnya kekhawatiran soal ekonomi global yang dipicu oleh data industri Jerman dan proyeksi terbaru dari IMF. Sedangkan dollar masih konsolidasi menjelang FOMC Minutes malam nanti.

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun depan dan berikutnya karena lesunya ekonomi Eropa dan perlambatan di negara berkembang. Menurutnya, pertumbuhan global tidak akan kembali ke level pra-krisis. Bahkan lembaga itu juga mengatakan ada 30% kemungkinan zona euro kembali resesi.

Membuktikan buruknya ekonomi Eropa, data kemarin menunjukkan output industri Jerman merosot 4% selama Agustus dari Juli, penurunan terbesar sejak krisis finansial. Data Jerman ini, ditambah dengan proyeksi IMF, sempat menekan mata uang major currencies, dan mengangkat peran safe haven yen.

Namun dengan prospek ekonomi yang suram dan kebijakan moneter Jepang yang masih longgar untuk waktu yang lama, penguatan yen ini lebih sekedar fase retracement dari pelemahan yang dialami selama beberapa minggu lalu. Alhasil, masih sulit bagi yen untuk mengubah trennya, terutama terhadap dollar.

Dalam perdagangan di Asia, dollar menguat 0,1% ke 108,35 yen setelah melemah dua hari berturut-turut.

Fase koreksi dollar berlanjut bila ditutup di bawah 107,80. Euro kini diperdagangkan di 137,00 yen setelah anjlok 1% kemarin sampai ke level terendah dalam sebulan. Bearish continuation terbentuk bila ditutup di bawah 136,70 yen.

Sedangkan dollar berkonsolidasi, masih mencari arah di tengah minimnya sentimen baru untuk mengangkatnya lebih jauh. Berkat data payroll, dollar berhasil menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun.

Penguatan dollar selama ini disebabkan oleh pandangan di pasar bahwa the Fed berpeluang menjadi bank sentral negara maju pertama yang menaikkan suku bunga, bahkan bisa punya rate yang lebih tinggi dari bank sentral lainnya seperti BOE dan ECB. Mencari petunjuk soal prospek kebijakan moneter the Fed, pasar akan mengamati FOMC Minutes yang akan diumumkan malam nanti.

Indeks dollar menguat 0,2% ke 85,86 setelah melemah 0,1% kemarin. Peluang bullish baru bisa terlihat bila indeks ini bisa kembali ke atas 86,00. Kejatuhan ke bawah 85,20 menjadi bearish continuation. Atas franc, dollar menguat 0,2% ke 0,9595, masih bergerak dalam range 0,9520 dan 0,9640.

Rekomendasi
 
EUR-USD
 EUR SIGNAL 08-10-14
 
USD-JPY
 JPY SIGNAL 08-10-14
 
GBP-USD
 GBP SIGNAL 08-10-14
 
USD-CHF
 CHF SIGNAL 08-10-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 08-10-14

Proyeksi IMF Hantam Asia, Wall Street

South Korea MarketsSaham Asia bertumbangan hari ini menyusul kejatuhan Wall Street di tengah kekhawatiran mengenai prospek ekonomi global. 

Indeks Nikkei merosot 1,3%, turut ditekan oleh penguatan yen. Indeks Kospi melemah 0,2%. Indeks Singapura melorot 0,5%. Indeks Hang Seng tergelincir 0,9%. Wall Street melanjutkan koreksi, dengan indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing anjlok 1,5%.

Kekhawatiran mengenai pertumbuhan global menyerang investor, yang kemudian melakukan aksi ambil untung.

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun depan dan berikutnya karena lesunya ekonomi Eropa dan perlambatan di negara berkembang. Lembaga itu juga mengatakan ada 30% kemungkinan zona euro kembali resesi. Membuktikan suramnya ekonomi Eropa, data kemarin menunjukkan output industri Jerman turun 4% selama Agustus, terbesar dalam 5 tahun.

Semua berita itu datang di saat pasar kekurangan katalis dan valuasi saham tinggi. Pada dasarnya, saham global sudah mencapai harga yang tinggi, seperti di AS, di mana indeks utamanya sudah mencetak rekor beberapa kali. Kondisi di Asia tidak jauh berbeda, beberapa indeks utama sedang dalam fase koreksi.

Salah satu even terjadwal di Asia hari ini adalah hasil rapat reguler Bank of Korea (BOK). Nanti malam, ada FOMC Minutes, yang dapat memberi gambatan soal prospek kebijakan moneter the Fed ke depan.

Data terbaru China menunjukkan sektor jasa PMI versi HSBC selama September turun 53,5 dari bulan sebelumnya 54.1.

Perlu dicermati, koreksi ini juga terjadi karena investor bersikap waspada memasuki musim laporan keuangan korporat. Investor berharap cemas dengan laporan keuangan yang dimulai malam ini. Laporan pertama datang dari Alcoa, produsen aluminium terbesar dunia. Muncul kekhawatiran apresiasi dollar selama kuartal ketiga menggerus laba perusahaan AS.

Terseret Sentimen Negatif Global, Asia Merana

Nikkei
 
Indeks Nikkei gagal mempertahankan laju positifnya kemarin dimana penguatan yen dari posisi terendahnya dalam enam tahun pekan lalu. Selain itu jatuhnya saham properti dan keuangan turut menyeret indeks setelah bank sentral Jepang tidak merubah kebijakan moneter secara agresif. Indeks Nikkei ditutup melemah 0,67%, atau 107,12 poin, ke 15.783,83.

Aksi profit taking yang dialami bursa AS dari kenaikan tajam sebelumnya, kemungkinan berimbas pada indeks Nikkei kali ini seiring juga dengan kembali menguatnya yen dengan berada di bawah 109 terhadap dollar. Koreksi di Wall Street di tengah kecemasan terhadap perlambatan ekonomi global menyusul buruknya serangkaian data ekonomi Jerman, dimana Jerman menjadi tolak ukur ekonomi di zona euro.

Selain itu investor bersikap waspada memasuki musim laporan keuangan korporat.

Rekomendasi
NKI SIGNAL 08-10-14

Kospi
 
Aksi bargain hunting pulihkan indeks Kospi setelah tujuh sesi jatuh secara beruntun. Investor terlihat memburu saham-saham yang dinilai bervaluasi rendah di tengah minimnya katalis positif. Penguatan won turut angkat sentimen setelah sempat melemah ke level terendah dalam enam bulan. Indeks Kospi ditutup naik 4,52 poin, atau 0,23% di 1.972,91.

Indeks Kospi dalam pembukaan kali ini melemah dengan berada di level terendahnya sejak 12 Mei. Indeks gagal mempertahankan laju positifnya kemarin. Kekhawatiran otoritas pemerintahan mengenai dampak pelemahan yen terhadap perekonomian Korsel. Dengan begitu perlu adanya beberarap kebijakan untuk membantu sektor ekspor, salah satunya pemotongan biaya asuransi pada nilai tukar mata uang.

Rekomendasi
KSI SIGNAL 08-10-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng menguat kemarin, dengan menorehkan kenaikan harian terbesarnya lebih dari sebulan.

Investor kembali melakukan perburuan saham menyusul kembali beraktivitas normal kantor-kantor pemerintah dan sekolah pasca libur dan aksi demonstrasi. Indeks Hang Seng ditutup menguat 107,48 poin, atau 0,46%, ke posisi 23.422,52.

Laju indeks Hang Seng kembali terhambat hari ini dimana anjloknya bursa Eropa dan AS karena proyeksi IMF terhadap pertumbuhan ekonomi dan memperingati gejolak bursa saham di tengah sinyalemen perlambatan pertumbuhan di Eropa. Meski mengalami koreksi, sentimen indeks masih datang dari aksi demontrasi pro demokrasi di Hong Kong masih berlanjut, kendati jumlah demonstran menurun drastis.

Disamping itu, investor juga memfokuskan sektor jasa PMI China versi HSBC.

Rekomendasi
HSI SIGNAL 08-10-14

Selasa, 07 Oktober 2014

Fluktuasi Asia Berlanjut Di Tengah Beragamnya Sentimen

Nikkei
 
Indeks Nikkei awali perdagangan minggu ini dengan hasil positif. Kenaikan indeks dipicu data ketenagakerjaan AS di September yang lebih baik dari perkiraan. Selain itu kembali melemahnya yen mendorong kinerja saham ekspor seperti Toyota Motor Corp dan Honda Motor Co. Indeks Nikkei ditutup menguat 1,16%, atau 182,30 poin, ke 15.890,95.

Aksi profit taking yang dialami bursa AS dari kenaikan tajam sebelumnya, kemungkinan berimbas pada indeks Nikkei kali ini seiring juga dengan kembali menguatnya yen dengan berada di bawah 109 terhadap dollar. Fokus investor kini tertuju pertemuan bank sentral Jepang (BOJ). Stimulus BOJ diperkirakan tetap tapi adanya harapan BOJ menurunkan penilaian ekonomi dengan mempertimbangkan melemahnya data ekonomi Jepang.

Rekomendasi
NKI SIGNAL 07-10-14

Kospi
 
Sempat menguat diawal perdagangan berkat kenaikan indeks utama Wall Street akhir pekan lalu, gagal memberi dukungan bagi indeks Kospi ditutup menguat kemarin. Investor hanya bereaksi sesaat data membaiknya data ekonomi AS. Sentimen negatif lokal datang dari cadangan devisa Korsel turun untuk dua bulan berturut-turut di September. Indeks Kospi ditutup turun 7,77 poin, atau 0,39% di 1.968,39.

Indeks Kospi coba memperbaiki posisi dari pelemahan perdagangan sebelumnya. Penguatan indeks ini tidak lepas dari imbas penguatan yen yang berimbas naiknya saham ekspor Korsel. Perlu dicermatinya juga, sentimen global yang bervariasi dengan bursa Eropa yang menguat, tapi Wall Street terkoreksi menjadikan range pergerakan diperkirakan terbatas.

Rekomendasi
KSI SIGNAL 07-10-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng menguat kemarin, dengan menorehkan kenaikan harian terbesarnya lebih dari sebulan. Relinya Wall Street berkat data payroll yang mengesankan. Data payroll AS tumbuh 248 ribu di September, yang membuat tingkat pengangguran turun 0,2% menjadi 5,9%. Faktor data tersebut memberi angin segar akan perekonomian global. Indeks Hang Seng ditutup menguat 250,48 poin, atau 1,09%, ke posisi 23.315,04.

Fluktuasi indeks Hang Seng masih berlanjut kali ini menyusul beragamnya sentimen global karena menguatnya bursa Eropa tapi tidak dengan bursa AS. Selain itu, kembali aktifnya bursa China, Singapura, Malaysia dan India dari liburnya kemarin menjadikan volume perdagangan kembali marak. Situasi mengenai aksi demo di Hong Kong yang mulai kondusif bisa menjadi alasan investor melakukan perburuan saham.

Rekomendasi
HSI SIGNAL 07-10-14

Wall Street Koreksi, Asia Variatif

Saham Asia variatif, dengan sebagian besar melemah, menyusul koreksi di Wall Street di tengah minimnya sentimen baru dan menjelang musim laporan keuangan emiten. 
Hang seng 3
Indeks Nikkei melemah 0,12%, menyusul penguatan yen. Indeks Kospi kini flat setelah sempat naik 0,2%. Indeks Singapura STI melemah 0,17%. Indeks Hang Seng turun 0,3%. Wall Street terkoreksi dini hari tadi, dengan indeks Dow Jones melemah 0,1% dan indeks S&P 500 turun 0,16%. Para analis menyebut koreksi ini terjadi akibat aksi ambil untung menyusul kenaikan tajam akhir pekan lalu yang didorong oleh data payroll.

Koreksi ini juga terjadi karena investor bersikap waspada memasuki musim laporan keuangan korporat.

Investor berharap cemas dengan laporan keuangan yang dimulai besok. Laporan pertama datang dari Alcoa, produsen aluminium terbesar dunia. Muncul kekhawatiran apresiasi dollar selama kuartal ketiga menggerus laba perusahaan AS.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, seperti di AS, di mana indeks utamanya sudah mencetak rekor beberapa kali. Laporan keuangan emiten menjadi faktor yang dapat menjaga posisi harga saham. Tapi, setelah musim laporan keuangan selesai, dan berakhirnya program pembelian obligasi the Fed bulan ini, saham terancam mengalami koreksi signifikan.

Untuk hari ini, fokus di Asia adalah hasil rapat reguler BOJ dan RBA. Keduanya diperkirakan tidak akan mengumumkan keputusan baru, jadi perhatian tertuju ke pernyataan kebijakan. Investor ingin melihat apakah Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda menetapkan waktu yang lebih fleksibel untuk mencapai target inflasi. Untuk RBA, pasar ingin melihat pernyataan soal harga komoditas dan sektor properti.

Senin, 06 Oktober 2014

Bank Dunia Pangkas Proyeksi PDB Asia Timur, China

Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan Asia Timur dan China, sembari memperingatkan adanya risiko pelarian modal dari Indonesia dan perlambatan di China akibat penyesuaian model ekonomi. 
World Bank
Dalam Laporan Terkini Ekonomi Asia Timur Pasifik (East Asia Pacific), lembaga donator itu memperkirakan kawasan itu akan tumbuh 6,9% di 2015, turun dari prediksi sebelumnya 7,1%. Angka proyeksi pertumbuhan 2016 juga direvisi menjadi 6,8% dari 7,1%.

“Pertumbuhan dan ekspor regional akan mendapat keuntungan dari pemulihan bertahap di negara maju,”kata Bank Dunia dalam laporan itu. Menurutnya, Asia Timur dan Pasifik akan tetap menjadi kawasan dengan pertumbuhan terpesat di dunia. Tapi Bank Dunia memperingatkan akan adanya risiko yang dapat mempengaruhi prospek itu, yaitu lambatnya pemulihan perdagangan global dan perubahan suku bunga, termasuk skenario normalisasi kebijakan moneter di AS.

Bank Dunia juga memangkas pertumbuhan ekonomi China, kini menjadi 7,4% di 2014 dan 7,2% di 2015, dari proyeksi sebelumnya 7,6% dan 7,5%. Di 2016, pertumbuhan diperkirakan hanya 7,1%, turun dari 7,5%. “Langkah untuk mengendalikan utang pemerintah lokal, meredam perbankan bayangan, mengatasi kapasitas ekses, polusi tinggi akan mengurangi investasi dan output manufaktur, katanya soal prospek ekonomi China. Bank Dunia juga menyorot sektor properti China, dengan mengatakan pengetatan finansial yang mendadak bisa memicu gejolak harga.

Sedangkan pertumbuhan kawasan Asia Timur di luar China, diperkirakan melambat tajam. Untuk tahun ini, PDB kawasan itu hanya tumbuh 4,8%, lebih rendah dari tahun lalu yang 5,2%, akibat kelesuan yang terjadi di Indonesia dan Thailand. Untuk tahun depan, pertumbuhan diperkirakan membaik ke 5,3%.

Lembaga kreditor itu memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia kemungkinan terhambat di semester kedua 2014 oleh merosotnya pendapatan terkait komoditas, rendahnya konsumsi pemerintah dan perlambatan pertumbuhan kredit. Selain itu, dengan adanya prospek kenaikan suku bunga tahun depan, bisa memicu peralihan modal dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Data Payroll, Dollar, Hantam Emas

Harga emas anjlok ke bawah level psikologi $1200, turun sekitar 1,8% pada penutupan akhir minggu lalu.

Penurunan emas tersebut dipicu oleh penguatan mata uang dollar setelah data ketenagakeerjaan AS yang positif, yang mendukung spekulasi bahwa the Fed akan menaikkkan tingkat suku tahun depan.

Data dari pemerintah AS Jumat lalu menunjukkan lapangan kerja tumbuh 248.000 selam September, yang membuat tingkat pengangguran turun 0,2% ke 5,9% atau terendah sejak Juli 2008. Data ini menegaskan ekonomi AS terus pulih dan lebih cerah dibandingkan negara maju lainnya. Data ini juga mengukuhkan pandangan di pasar bahwa the Fed berpeluang menjadi bank sentral negara maju pertama yang bisa menaikkan suku bunga.

Data ini menjadi faktor yang melambungkan dollar. Mata uang AS itu masih menunjukkan keperkasaan, di tengah prospek kenaikan suku bunga pertengahan tahun depan. Penguatan dollar dan prospek kenaikan rate semakin menekan emas.

Dari sisi teknikal, trend bearish continuation terkonfirmasi setelah harga menembus support sebelumnya di $1204. Pembentukan pola long black candlestick menunjukkan bahwa tekanan seller masih kuat, mendukung penurunan lanjutan. Setelah kisaran support di $1187 – $1200 berhasil diraih, maka target penurunan selanjutnya kemungkinan akan menguji kembali area $1.180, yang merupakan area terendah tahun lalu.

Sementara itu, trend bearish jangka pendek hanya akan berakhir jika harga kembali mampu bergerak di atas resistance $1204 (yang sebelumnya merupakan area support).

Rekomedasi
rekom

Dollar Masih unggul, Aussie Terpuruk

Dollar masih menunjukkan dominasi atas major currencies, berkat data ketenagakerjaan yang menegaskan keunggulan performa ekonomi dan prospek kebijakan moneter AS. Sedangkan aussie terpuruk ke level terendah dalam empat tahun, di tengah ekspektasi akan prospek depresiasi mata uang itu.

Data dari pemerintah AS Jumat lalu menunjukkan lapangan kerja tumbuh 248.000 selam September, yang membuat tingkat pengangguran turun 0,2% ke 5,9% atau terendah sejak Juli 2008. Data ini menegaskan ekonomi AS terus pulih dan lebih cerah dibandingkan negara maju lainnya. Data ini juga mengukuhkan pandangan di pasar bahwa the Fed berpeluang menjadi bank sentral negara maju pertama yang bisa menaikkan suku bunga.

Sebagian besar pengamat memperkirakan the Fed mulai menaikkan suku bunga pertengahan tahun depan.

Tapi pasar obligasi memperhitungkan risiko the Fed bertindak agresif ketika mulai pengetatan nantinya.

Spekulan kembali menambah posisi bullish atas dollar di minggu terakhir, mencapai level tertinggi sejak Juni 2013. Menurut data dari CFTC, nilai posisi beli bersih dollar naik menjdi $37,36 miliar sampai minggu yang berakhir pada 30 September, naik dari $35,81 minggu sebelumnya. Ini merupakan kenaikan ketujuh minggu berturut-turut.

Tidak ada even penting terjadwal di AS malam nanti, tapi pasar bisa mencari petunjuk soal prospek kebijakan moneter the Fed dari pidato Minutes yang akan diumumkan Rabu. Minimnya even ini kemungkinan membuat pergerakan dollar tersendat. Bahkan beberapa mata uang sudah mencapai kondisi jenuh jual. Alhasil perlu diwaspadai adanya rebound terbatas. Namun, tren dollar sepertinya belum berubah dalam waktu dekat.

Indeks dollar berada di 86,60 hari ini setelah menyentuh 86,85 atau tertinggi sejak Juni 2010. Indeks itu reli hampir 1% akhir pekan lalu. Indeks itu menemui hambatan di level psikologis 87,00, dengan support di 86,00. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 109,75 setelah menguat 0,8% akhir pekan lalu. Peluang menembus 110 lagi terbuka, dengan support di 109,00-108,80. Atas franc, dollar berada di 0,9670, masih berusaha menembus 0,9700, dengan support di 0,9580.

Sementara itu, aussie melanjutkan kejatuhannya menyusul data payroll yang melambungkan dollar dan di tengah bayang-bayang dovish-nya RBA besok. Dengan kondisi ekonomi domestic yang masih rentan akan gejolak, banyak kalangan memperkirakan RBA bakal mendukung pelemahan mata uang untuk membantu pertumbuhan. RBA akan menggelar rapat besok, dan suku bunga diperkirakan tetap 2,50%. Aussie menguat 0,1% ke $0,8690 setelah anjlok sampai $0,8640 Jumat lalu, terendah sejak Juli 2010. Support ada di $0,8600 dan resistance di $0,8730-0,8750.

Rekomendasi
 
EUR-USD
 EUR SIGNAL 06-10-14
 
USD-JPY
 JPY SIGNAL 06-10-14
 
GBP-USD
 GBP SIGNAL 06-10-14
 
USD-CHF
 CHF SIGNAL 06-10-14
 
AUD-USD
 AUD SIGNAL 06-10-14 

Data Payroll Dorong Saham Asia

Saham Asia bergerak positif menyusul reli Wall Street berkat data ketenagakerjaan AS. Namun penguatan terbatas di saat investor masih mengamati aksi demo di Hong Kong. 

Indeks Nikkei menguat 1,28%, turut didorong oleh pelemahan yen. Indeks Kospi masih flat. Indeks Hang Seng menguat 0,45%. Bursa di China, Singapura, dan Malaysia ditutup karena libur nasional.
kospi 44
Wall Street menutup perdagangan pekan lalu dengan hasil gemilang, di mana semua indeks utama reli di atas 1%, didukung oleh data payroll yang mengesankan.

Data Jumat lalu menunjukkan lapangan kerja di AS tumbuh 248.000 selama September, yang membuat tingkat pengangguran turun 0,2% ke 5,9%, terendah dalam 6 tahun.

Aksi protes pro demokrasi di Hong Kong memasuki minggu kedua. Pembicaraan antara pemerintah dan mahasiswa masih buntu. Pemerintah menetapkan hari ini sebagai tenggat waktu untuk polisi mengembalikan akses ke gedung pemerintahan.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, seperti di AS, di mana indeks utamanya sudah mencetak rekor beberapa kali. Di kuartal ketiga, saham AS mencatat penguatan ketujuh kali berturut-turut. Di Asia juga tidak jauh berbeda, dengan beberapa indeks sudah mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun. Ada kekhawatiran setelah program pembelian obligasi the Fed berakhir bulan ini, atau setelah musim laporan keuangan, saham terancam mengalami koreksi signifikan.

Menanti berakhirnya Trend Turun IHSG

Data-data ekonomi yang positif, telah mengerek indeks Dow Jones Industrial (DJI) terkerek 208,64 poin (+1,24 persen) pada pergerakan hari Jumat kemarin. Ditutup pada level 17.009,69, rebound yang terjadi telah membawa indeks ini kepada kisaran resisten di 17.000 – 17.050 yang merupakan target minimal dari teknikal rebound jangka pendek. Belum terlihat jelas kemana arah dari indeks ini untuk pergerakan berikutnya.  
IHSG 2
Rebound yang terjadi pada indeks DJI tersebut telah membuat bursa di kawasan regional Asia pagi ini mengalami rebound. Pagi ini, indeks Nikkei dan Hang Seng running dengan kenaikan sekitar 0,5 persen hingga 0,8 persen.

Untuk pergerakan IHSG, pelaku pasar sepertinya masih harus menunggu berakhirnya trend turun jangka pendek dan tekanan jual dari pemodal asing yang tengah berlangsung. Setelah pada hari Jumat kemarin IHSG ditutup tipis dibawah kisaran suport 4950 – 5000, pada hari ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak bervariasi pada kisaran 4835 – 4980. Sentimen positif dari bursa regional, diperkirakan akan membuat IHSG memiliki kesempatan untuk menguji resisten di kisran 4975 – 4980 untuk pergerakan pagi.

Akan tetapi, jika tekanan jual dari pemodal asing terlihat masih berlanjut dan IHSG bergerak turun, kisaran suport di 4835 – 4875 akan menjadi suport berikutnya bagi trend naik jangka menengah bagi IHSG. Jika suport tersebut gagal bertahan, IHSG akan mengakhiri trend naik jangka menengah yang tengah berlangsung.

Konsolidasi yang tengah terjadi pada bursa regional, telah memicu aksi jual yang terjadi pada Bursa Efek Indonesia. Konsolidasi ini disebabkan oleh membaiknya kondisi ekonomi Amerika, yang berujung pada spekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan. Dari dalam negeri, ketidakpastian yang timbul sebelum serah terima jabatan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga terkadang memicu tekanan jual dari pemodal asing yang lebih besar.

Dengan adanya sentiment positif dari bursa regional ini, diperkirakan bakal membuat IHSG menguji resisten di 4975 – 4980. Jika berhasil ditembus, IHSG bakal memiliki kesempatan untuk terjadinya teknikal rebound hingga kisaran 5050 – 5100. Disisi lain, pemodal sebaiknya tetap realistis bahwa tekanan jual dari pemodal asing, hanya bisa berhenti, jika terlihat adanya tanda bahwa mereka sudah berhenti. Selama mereka belum berhenti, IHSG masih akan melanjutkan trend turun jangka pendeknya. Setelah level psikologis di 5000 gagal bertahan, suport berikutnya ada di 4835 – 4875. IHSG akan mengakhiri trend naik jangka menengah jika berhasil mencetak level terendah baru dibawah 4835.

Asia Tergerek Relinya Wall Street

Nikkei
 
Indeks Nikkei akhiri perdagangan pekan lalu berhasil menguat dimana saham unggulan seperti Fast Retailing Co menjadi penyumbang kenaikan indeks setelah melaporkan penjualan bulanan yang mengesankan. Tapi kenaikan cenderung terbatas menyusul aksi protes yang masih berlangsung di Hong Kong menimbulkan kecemasan investor. Selain itu data jelang data payroll AS turut menghambat laju indeks Indeks Nikkei ditutup menguat 0,30%, atau 46,66 poin, ke 15.708,65. Pekan lalu indeks naik 0,3%.

Indeks Nikkei pelan tapi pasti kini merangkan naik seiring dengan pelemahan yen terhadap dollar yang kini mendekati area 110. Melemahnya yen ini dikarenakan penguatan dollar terhadap mata uang utama dunia setelah data payroll yang lebih baik dari ekspektasi dan ekspansi industry jasa, sehingga memberi dorongan sentimen terhadap ekonomi AS.

Rekomendasi
NKI 06-10-14
NKI SIGNAL 06-10-14
 
Kospi
 
Jelang libur bursa Korsel Jumat pekan ini, indeks Kospi terus tergerus dalam enam sesi perdagangan beruntun, sehingga mengantarkan indeks bertahan di bawah level psikologis 2.000. Indeks juga berlabuh ke level terendah dalam 3 bulan terakhir menyusul keprihatinan terhadap pelemahan won karena keluarnya arus modal asing. Indeks Kospi ditutup turun 15,38 poin, atau 0,77% di 1.976,16, terendah sejak 23 Juni.

Indeks Kospi yang sempat melemah sehari menjelang libur bursa Jumat lalu, dalam perdagangan kali ini mengalami penguatan relinya indeks utama Wall Street menyusul membaiknya sektor ketenagakerjaan AS.

Membaiknya data AS memberi kelegaan investor yang belakangan dipicu kecemasan atas perlambatan ekonomi China dan spekulasi kenaikan suku bunga the Fed.

Rekomendasi
KSI 06-10-14
KSI SIGNAL 06-10-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng catat kenaikan penutupan Jumat lalu. Indeks bangkit setelah sempat di awal pembukaan mengalami pelemahan. Membaliknya arah harga di bursa Hong Kong dipicu tersirat kabar bahwa petinggi kota Hong Kong akhirnya beresedia melakukan pembicaraan dengan para demonstran. Indeks Hang Seng ditutup menguat 131,58 poin, atau 0,57%, ke posisi 23.064,56.

Indeks Hang Seng coba memperbaiki posisi dari kejatuhan. Sentimen positif yang datang dari AS, seiring tingkat pengangguran AS turun ke level terendah dalam 6 tahun ke 5,9% di September. Adapun jumlah pekerja meningkat 248 ribu, jauh dari bulan Agustus yang sebesar 180 ribu. Fluktuasi indeks masih terus berlangsung, aksi demonstrasi diharapkan mereda setelah sepekan lalu mengganggu aktivitas di kawasan bisnis di Hong Kong.

Rekomendasi
HSI 06-10-14
HSI SIGNAL 06-10-14

Rabu, 01 Oktober 2014

Penguatan Dollar Ancam Emas ke Area $1200

Harga emas melanjtkan penurunannya dan masih diperdagangkan dekat level terendah sembilan bulan pada perdagangan hari ini di Asia. Logam mulia tersebut sepertinya akan menguji level $1200 untuk ditembus, dipicu oleh penguatan dollar serta rendahnya permintaan fisik di China.

Tekanan emas datang dari penguatan mata uang dollar AS, yang kini diperdagangkan pada level tertinggi empat tahun terhadap mata uang utanma dunia lainnya. Penguatan dollar menjadikan harga emas menjadi mahal bagi pemegang mata uang selain dollar, mengurangi minat beli investor.

Kecemasan mengenai kenaikan suku bunga AS juga menjadi faktor yang menekan emas akhir-akhir ini. Di bulan September, emas merosot sekitar 6%, penurunan bulanan terbesar sejak Juni.

Tekanan emas juga diperberat dengan masih lesunya permintaan fisik di China, yang merupakan konsumer emas terbesar dunia. Liburnya pasar China selama seminggu dalam rangka National Day, membuat emas terancam jatuh ke bawah $1200.

Mencerminkan minat beli investor, cadangan di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas terbesar, mengalami penurunan 2,39 ton menjadi 769,86 ton kemarin, level terendah sejak Desember 2008.

Sementara dari sisi teknikal, penembusan support $1206 telah mengkonfirmasi bearish continuation, dengan potensi penurunan lanjutan menuju kisaran $1187 – $1200. Belum terlihat adanya sinyal positif saat ini.

Hanya kenaikan di atas area $1219, yang bisa membuat trend bearish jangka pendek ini berakhir.

Rekomendasi
rekom

Manufaktur China Kembali Stabil

Aktivitas manufaktur China kembali stabil bulan lalu, menurut data pemerintah yang diumumkan hari ini. Data ini datang menyusul laporan sama yang mengindikasikan perlambatan ekonomi. 
China's March PMI Rises
Indeks PMI manufaktur versi pemerintah berada di 51,1 di September, tidak berubah dari bulan sebelumnya, menurut laporan Biro Statistik (NBS).

Meski di atas 50, yang menandakan pertumbuhan, data ini datang setelah indeks versi HSBC, yang di bawah prediksi. Indeks PMI manufaktur dari bank itu berada di 50,2 selama September, di bawah prediksi 50,5.

Menurut beberapa ekonom, data PMI versi pemerintah itu menunjukkan sedikit perkembangan berarti. Ekonom lain melihat meski permintaan ekspor tetap tinggi, permintaan domestik masih lesu dan sektor properti masih menjadi penghambat. Alhasil, ekonomi kemungkinan tetap melambat di bulan-bulan mendatang. Tapi mereka yakin pemerintah China tetap proaktif untuk mengatasi perlambatan.

Dalam beberapa bulan terakhir, ekonomi China menunjukkan perlambatan, terutama dalam penyaluran kredit dan sektor propertinya. Beijing telah merespon hal itu dengan meluncurkan langkah baru kemarin.

Bank sentral (PBOC) dan regulator perbankan (CBRC) mengumumkan serangakian kebijakan untuk mendorong penjualan rumah dan meningkatkan kredit untuk pengembang properti yang kesulitan likuiditas.

Salah satu langkah yang diumumkan kemarin adalah menurunkan uang muka pembelian rumah menjadi 30% dari 60-70%.

Banyak kalangan khawatir sektor properti China, bila dibiarkan lesu, dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Hasil survei menunjukkan harga rumah turun selama empat bulan berturut-turut sampai Agustus.

Dollar Masih Berjaya, Euro Tenggelam

Dollar melanjutkan penguatan atas rivalnya, meraih level tertinggi dalam 4 tahun, yang membawanya menuju kenaikan per kuartal terbaik dalam 6 tahun. Sedangkan euro semakin tenggelam ke level terendah dalam 2 tahun menyusul data inflasi yang mendukung pandangan akan perlunya stimulus tambahan.

Dollar masih berjaya meski data ekonomi AS semalam mengecewakan. Indeks sentimen konsumen AS hasil survei Conference Board merosot ke 86,0 di September dari 93,4 di Agustus. Tapi data ini sepertinya belum mengubah pandangan di pasar bahwa ekonomi AS masih lebih unggul dibanding negara maju lainnya.

Alhasil, the Fed masih berpeluang menjadi bank sentral negara maju yang pertama kali menaikkan suku bunga.

Untuk nanti malam, fokus pasar tertuju ke data ketenagakerjaan swasta dan indeks manufaktur ISM. ADP Employment Change diperkirakan naik 205.000 selama September, data ini dianggap sebagai gambaran awal data payroll yang akan diumumkan Jumat nanti. Sedangkan ISM manufacturing diperkirakan turun ke 58,5 di September dari 59 di Agustus.

Indeks dollar telah menguat 7,7% selama tiga bulan terakhir, penguatan per kuartal terbesar sejak 2008.

Tidak itu saja, indeks ini sudah menguat selama 11 minggu berturut-turut. Indeks dollar berada di 86,03 setelah menyentuh 86, 30 kemarin, tertinggi sejak Juni 2010. Penutupan di atas level high itu, membuka peluang menuju 86,60. Terhadap, yen, dollar berhasil menyentuh level tertinggi dalam 6 tahun di 110.

Keberhasilan melampuai 110,20 membuka peluang menuju 110,50. Atas franc, dollar diperdagangkan di 0,9563 setelah menyentuh 0,9597 kemarin, tertinggi sejak Juni 2013.

Beralih ke euro, mata uang tunggal Eropa itu jatuh ke level terendah dalam dua tahun, tertekan oleh data inflasi, yang menunjukkan hanya naik 0,3% selama September, dari 0,4% di Agustus, semakin menjauhi target ECB 2,0%. Inflasi yang semakin rendah ini mengindikasikan ekonomi zona euro bakal terus stagnan, dan meningkatkan kekhawatiran akan ancaman deflasi.

Tidak ada even penting terjadwal hari ini, fokus akan tertuju ke hasil rapat reguler ECB besok. Hal yang ingin diketahui oleh pasar adalah apakah ECB akan menerapkan program yang lebih agresif, yaitu Quantitative Easing (QE) atau pembelian obligasi dalam jumlah besar bahkan tidak terbatas,
Euro diperdagangkan di $1,2610, setelah sempat anjlok sampai ke $1,2570 kemarin, terendah sejak Nopember 2012. Penutupan di bawah level low itu, euro terancam menuju $1,2500.

Rekomendasi
 
EUR-USD
 EUR SIGNAL 01-10-14
 
USD-JPY
 JPY SIGNAL 01-10-14
 
GBP-USD
 GBP SIGNAL 01-10-14
 
USD-CHF
 CHF SIGNAL 01-10-14
 
AUD-USD
 AUD SIGNAL 01-10-14

Wall Street Alami Penurunan Untuk Keseluruhan Bulan September; Indek Naik Untuk Kuartal ini

Saham-saham di Amerika kembali alami penurunan pada hari Selasa kemarin, dengan penurunan didominasi oleh sektor energi dan material akibat kekecewaan pasar terhadap kondisi ekonomi.
037
Indek-indek acuan saham utama Amerika untuk keseluruhan bulan ini alami penurunan, tetapi untuk keseluruhan kuartal ini masih alami kenaikan.

S&P energy indek (.SPNY) alami penurunan sebesar 1,2 persen pada hari Selasa kemarin yang terjadi akibat penurunan harga acuan minyak Amerika lebih dari tiga persen. S&P material index (.SPLRMA) juga alami penurunan sebesar 1,2 persen. Saham Chevron (CVX.N), alami penurunan sebesar 1 persen menjadi $119,32 dan merupakan penyumbang penurunan terbesar bagi S&P 500.

Thomson Reuters Jefferies CRB commodity indek (.TRJCRB) ditutup dengan alami penurunan sebesar 1,6 persen, dan merupakan penurunan periode harian terbesar sejak Juni 2013.

EBay (EBAY.O) alami kenaikan sebesar 7,5 persen menjadi berada pada $56,63 dan merupakan saham S&P 500 dengan persentase kenaikan terbesar untuk hari Selasa kemarin, sehingga berhasil membatasi penurunan indek. Perusahaan ini umumkan rencana mereka untuk memisahkan unit bisnis PayPal.

Data consumer confidence Amerika untuk periode September alami penurunan untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir dan harga rumah untuk periode Juli alami kenaikan lebih kecil dari yang diperkirakan dibandingkan tahun lalu, sehingga membuat para pelaku pasar mempertanyakan mengenai seberapa baik pertumbuhan ekonomi Amerika.

Analis menjadi skeptis mengenai akan seberapa besar kenaikan pasar untuk tahun ini, dimana S&P 500 sejak 31 Desember telah alami kenaikan sebesar 6,7 persen dan laporan earning kuartal ketiga telah didepan mata.

Saham Apple (AAPL.O) alami kenaikan sebesar 0,6 persen menjadi $100,75 setelah keluarnya izin dari pemerintah China, sehingga Apple dapat lakukan penjualan iPhone 6 mulai 17 Oktober mendatang.

Dow Jones industrial average (.DJI) alami penurunan sebesar 28,32 poin atau 0,17 persen menjadi 17.042,9. S&P 500 (.SPX) alami penurunan sebesar 5,51 poin atau 0,28 persen menjadi 1.972,29.

Nasdaq Composite (.IXIC) alami penurunan sebesar 12,46 atau 0,28 persen menjadi 4.493,39.

Untuk keseluruhan bulan ini, Dow alami penurunan sebesar 0,3 persen, S&P 500 alami penurunan sebesar 1,5 persen dan Nasdaq alami penurunan sebesar 1,9 persen. Untuk keseluruhan kuartal ini, DOw naik 1,3 persen, S&P 500 naik 0,6 persen, dan Nasdaq alami kenaikan sebesar 1,9 persen.

Saham yang terlihat cukup aktif diperdagangkan di NYSE adalah Ford Motor (F.N), yang alami penurunan sebesar 2,12 persen menjadi $14,79 sehari setelah perusahaan berikan outlook yang kecewakan investor.

Sedangkan di Nasdaq eBay dan Apple menjadi saham dengan transaksi paling aktif, termasuk juga perusahaan Move Inc (MOVE.O) yang alami kenaikan sebesar 37,1 persen menjadi $20,96.

Secara keseluruhan jumlah transaksi saham pada hari Selasa kemarin mencapai 7,2 milliar lembar saham, diatas rata-rata transaksi dalam lima sesi perdagangan terakhir, yaitu 6,1 milliar lembar saham

Menanti Bottom dari IHSG…

Kemarin, Penasehat Tim Transisi Luhut Binsar Pandjaitan sudah memastikan bahwa Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) bakal menaikkan harga BBM Subsidi pada bulan November sebesar Rp 3000, atau naik 46,15 persen dari harga BBM Subsidi saat ini, Rp 6500. 
IHSG 6
Kenaikan BBM Subsidi ini, meski berpotensi untuk memberikan sentiment negatif bagi pergerakan harga saham dan IHSG untuk jangka pendek, akan tetapi memberikan kepastian akan sebuah variabel jangka panjang, disamping juga memberikan signal, bahwa bottom IHSG, bakal tercapai tidak lama lagi.

Kondisi dari bursa regional sejauh ini masih minim sentimen setelah data ekonomi yang mengecewakan, telah membuat indeks Dow Jones Industrial (DJI) terkoreksi tipis 28,32 poin (-0,17 persen) pada pergerakan semalam, sehingga indeks ini ditutup pada level 17.042,90 poin. Sentimen negatif dari indeks DJI ini, telah membuat indeks dari bursa di kawasan Asia pagi ini terkoreksi tipis dibawah 0,5 persen.

Dari dalam negeri, pelaku pasar sepertinya masih akan menanti data-data ekonomi penting, seperti neraca perdagangan dan angka inflasi yang akan dipublikasikan nanti siang. Melihat data konsensus yang kami pantau dari www.tradingeconomics.com, angka inflasi diperkirakan bakal turun menjadi 0,34 persen dari 0,93 persen di bulan lalu, sedangkan neraca perdagangan bulan Agustus diperkirakan masih akan surplus sebesar US$170 juta. Kedua data ini diperkirakan akan memberikan sentiment positif.

IHSG kemarin ditutup dengan signal negatif setelah gagal bertahan diatas kisaran gap 5143 – 5180. Kondisi ini diperkirakan bakal membuat IHSG lebih cenderung bergerak turun menguji suport di sekitar level psikologis 5100 pada pergerakan pagi. Jika suport level psikologis tersebut gagal bertahan, IHSG diperkirakan bakal bergerak turun, memasuki kisaran suport jangka menengah, diantara level 4950 – 5050.

Pemodal kami sarankan untuk mulai melakukan akumulasi atas posisi jangka menengah ketika IHSG memasuki kisaran suport 4950 – 5050 tersebut.

BOW: Perbankan, Konstruksi, Batubara
Dibuat ;
Satrio Utomo
Head of Research Universal Broker Indonesia

Aksi Demo Hong Kong Masih Tekan Asia

TSE 4Saham Asia bertumbangan hari ini di awal perdagangan kuartal keempat di saat investor terfokus pada aksi demonstrasi di Hong Kong. Selain itu, minimnya sentimen baru mempengaruhi minat beli. 

Indeks Nikkei menguat 0,2%, terangkat oleh pelemahan yen, yang sedang menuju 110 per dollar. Indeks Kospi melemah 0,32% ke level terendah dalam dua bulan. Indeks Singapura STI melemah 0,24% dan indeks Australia ASX 200 anjlok ke level terendah dalam 7 bulan. Di Wall Street, indeks Dow Jones melemah 0,2%.

Aktivitas perdagangan di Asia diperkirakan lesu, dengan ditutupnya pasar China dan Hong Kong karena libur nasional. Investor terus mengamati perkembangan aksi protes pro demokrasi di Hong Kong, di saaat ribuan pemrotes turun ke jalan. Memasuki hari ke lima, aksi ini sudah menyebar ke kawasan perbelanjaan Tsim Sha Tsui dan terus menganggu aktivitas bisnis.

Pada dasarnya, saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, seperti di AS, di mana indeks utamanya sudah mencetak rekor beberapa kali. Di kuartal ketiga, saham AS mencatat penguatan ketujuh kali berturut-turut. Di Asia juga tidak jauh berbeda, dengan beberapa indeks sudah mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun. Aksi protes di Hong Kong nampaknya dijadikan alasan untuk menyesuaikan posisi harga saham.

Untuk nanti malam, ada data pertumbuhan lapangan kerja swasta dan aktivitas manufaktur AS. Faktor yang dapat menjaga tren penguatan saham adalah isu stimulus dan laporan keuangan emiten. Pasar menantikan apakah bakal ada stimulus tambahan dari Eropa dan China. Musim laporan keuangan dimulai minggu depan, pasar ingin mengetahui kondisi bisnis selama kuartal ketiga.

Sentimen Data AS, Demo Hong Kong, Asia Terjungkal

Nikkei
 
Indeks Nikkei terkoreksi ke level terendahnya dalam sepekan kemarin menyusul data output industri yang buruk. Tertekannya sentimen datang dari peringatan laba Sumitomo Corp setelah memangkas proyeksi laba tahunan sebesar 96%, karena kerugian proyek di AS dan anjloknya harga batubara dan biji besi. Saham Sumitomo jatuh 12,0%. Indeks Nikkei ditutup melemah 137,12 poin, atau 0,84%, di 16.173,52. Di bulan September indeks menorehkan kenaikan bulanan terbesarnya sejak Nopember lalu.

Pelemahan yen ke level terendah dalam 6 tahun dapat meredam kejatuhan indeks. Fluktuasi indeks diperkirakan terjadi seiring survey Tankan di kuartal ketiga. Sentimen bisnis Jepang survey Tankan kuartal ketiga terjadi kenaikan di sektor manufaktur menjadi 13 dari sebelumnya 12. Data AS yang buruk dan aksi demo di Hong Kong penekan sentimen.

Rekomendasi
NKI 01-10-14
NKI SIGNAL 01-10-14
 
Kospi
 
Indeks Kospi belum beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan kemarin. Indeks di dera aksi jual karena kecemasan investor akan kinerja laba korporat lokal yang lebih buruk dari perkiraan sebelumnya dan aksi demontrasi di Hong Kong. Indeks Kospi ditutup turun 6,51 poin, atau 0,32% di 2.020,09.

Indeks Kospi masih terjebak di zona negatif hari ini seiring dengan kekhawatiran investor terhadap kinerja keuangan korporat dan juga perlambatan ekonomi China. Sentimen mengenai aksi protes tetap mempengaruhi pergerakan indeks. Protes yang terjadi kini terburuk sejak kembalinya Hong Kong ke China.

Aksi ini merupakan respon atas kebijakan Beijing yang membatasi reformasi politik di bekas koloni Inggris itu.

Rekomendasi
KSI 01-10-14
KSI SIGNAL 01-10-14