BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Selasa, 03 Desember 2013

Data Manufaktur AS Lambungkan Dollar

Dollar melambung atas rivalnya kemarin setelah data manufaktur AS yang mengindikasikan pemulihan ekonomi dan peluang taper. Sedangkan yen jatuh lagi karena pernyataan BOJ.
Dollar mendapat dorongan berkat data yang menunjukkan aktivitas manufaktur di AS tumbuh pesat, pertanda ekonomi terbesar dunia itu semakin pulih. Indeks manufaktur ISM naik ke 57,3 di Nopember dari 56,4 di Oktober. Komponen order, produksi dan lapagan kerja dalam indeks itu juga menunjukkan kenaikan. Laporan terpisah menunjukkan indeks PMI manufaktur dari Markit Economics naik ke 54,7 dari 51,8.
The Fed mengucurkan $85 miliar per bulan ke sistem keuangan melalui program pembelian obligasi. Kebijakan ini menekan bunga agar bisa mendorong kredit, yang turut membantu pertumbuhan. Ketika muncul isu pengurangan program itu, atau taper, yang biasa karena data ekonomi bagus, dollar menguat. Meski kecil kemungkinan taper itu datang dalam 1-2 bulan ke depan, dengan kondisi ekonomi AS yang semakin baik, banyak kalangan yang optimis the Fed akan menjadi bank sentral yang lebih dulu menarik stimulusnya dari bank sentral lain.
Tidak ada data penting AS terjadwal hari ini, namun besok ada data ADP Employment Change, yang dapat memberi gambaran soal payroll, dan laporan ekonomi the Fed, Beige Book. Data payroll amat penting untuk mengukur prospek kebijakan the Fed, yang mempengaruhi pergerakan dollar. Indeks dollar menguat 0,2% ke 80,98 hari ini setelah naik 0,8% kemarin. Terhadap franc, dollar diperdagangkan di 0,9092 setelah menguat 0,5% kemarin.
Dollar berhasil meraih level tertinggi dalam 6,5 bulan atas yen setelah sumber menyebutkan BOJ sedang mempertimbangkan rencana untuk menambah stimulusnya, dengan meningkatkan pembelian obligasi pemerintah (JGB). Isu ini muncul menyusul pertumbuhan ekonomi Jepang yang melambat dan inflasi yang masih di bawah harapan. Dollar menguat 0,3% ke 103,08 hari ini setelah reli 0,8% kemarin. Target terdekat adalah 103,50, dengan support di 102,75.
Sementara itu, aussie jatuh menjelang hasil rapat reguler RBA. Kejatuhan ini datang meski data penjualan ritel bagus. RBA diperkirakan mempertahankan rate di 2,5%, namun pasar tetap mencermati pernyataan sang gubernur Glenn Stevens, mewaspadai kemungkinan membuka peluang pemangkasan awal tahun depan. Aussie melemah 0,2% ke 0,9085 setelah turun 0,2% kemarin. Support terdekat ada di $0,9052 atau low 29/11, yang kemungkinan bisa ditembus bila RBA dovish.

Rekomendasi
 
EUR-USD

EUR SIGNAL 03-12-13

USD-JPY

JPY SIGNAL 03-12-13

GBP-USD

GBP SIGNAL 03-12-13

USD-CHF

CHF SIGNAL 03-12-13

AUD-USD

AUD SIGNAL 03-12-13

Senin, 02 Desember 2013

Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (2 Desember 2013)

EUR 02-12-13Di minggu yang sarat even penting ini, pasar mata uang kemungkinan dapat menemukan volatilitasnya kembali setelah bergerak konsolidatif minggu lalu. Tiga rapat bank sentral dan data ketenagakerjaan AS.
Diperkirakan mempertahankan suku bunga di 2,50%, RBA dipandang sebagai bank sentral yang paling punya banyak amunisi dan di antara sedikit bank sentral negara maju yang belum menempuh kebijakan agresif. Meski data ekonomi akhir-akhir ini tidak sebaik harapan, hal itu dianggap belum bisa membuat RBA memangkas rate-nya besok. Namun pasar ingin mengetahui bagaimana prospek kebijakan RBA tahun depan, bisa saja ada peluang untuk melonggarkannya lagi.
Terkait rapat ECB, ada dua hal yang ditanyakan pasar, apakah bunga negatif diterapkan atau justru program pinjaman murah (LTRO) yang lebih dipilih. Dengan rate di 0,25%, ECB mulai kehabisan amunisi, maka itu bukan tidak mungkin ECB harus menempuh kebijakan non konvensional. Oleh karena itu, pernyataan sang presiden Mario Draghi tetap layak disimak.
BOE juga diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan. Namun, dengan kondisi ekonomi Inggris yang lebih baik dari Eropa,  muncul spekulasi BOE tidak perlu melakukan pelonggaran lagi. Masukan dari sang gubernur Mark Carney mungkin bisa dijadikan pedoman apa saja opsi yang tersedia untuk BOE tahun depan.
Data payroll AS dapat mempengaruhi persepsi pasar mengenai prospek kebijakan the Fed. Prediksi menyebutkan lapangan kerja tumbuh 175.000 selama Nopember dan tingkat pengangguran turun 0,1% ke 7,2%.

EUR-USD
 
EUR-USD konsolidasi dengan tetap berusaha bertahan di atss $1,3600. Pernyataan dovish dari beberapa pejabat ECB ternyata tidak memberi tekanan berarti. Level $1,3550 masih menjadi support terdekatnya, dan resistance berada di $1,3650.

Rekomendasi harian :
Peluang buy EUR-USD di 1.3549 dengan target take profit 1.3608, dimana stop loss 1.3504. Buy 1.3488 dengan target take profit 1.3547, dimana stop loss 1.3443.
Sell 1.3641 dengan target take profit 1.3566, dimana stop loss 1.3686. Sell selanjutnya 1.3701 dengan target take profit 1.3634, dimana stop loss 1.3747.

USD-JPY
 
Terus menanjak, USD-JPY kini berada di 102,54, mendekati level tertinggi dalam enam bulan 102,58.Sepertinya pair ini masih berusaha menembus 103. Data manufaktur ISM yang lebih baik dari prediksi mungkin bisa memberi dorongan tambahan. Kondisi bullish terjaga selama pair ini tidak jatuh ke bawah 100.

Rekomendasi harian :

Untuk USD-JPY dapat dilakukan sell di 102.73 dengan target take profit 101.95, dimana stop loss 103.13. Sell 103.51 jadi area berikutnya, dengan target take profit 102.83 dimana stop loss 103.91.
Buy 101.85 dengan target take profit 102.44 dengan target take profit 102.44, dimana stop loss 101.45. Buy 101.17 dengan target take profit 101.75, dimana stop loss 100.77.

GBP-USD
 
Di antara major currencies, GBP-USD sepertinya memiliki performa terbaik, setelah menyentuh level tertinggi dalam dua tahun di $1,6440. Data indeks PMI manufaktur Inggris bisa memberi dorongan bila bagus, dengan target terdekat di $1,6450. Dengan kondisi yang hampir overbought, perlu diwaspadai aksi ambil untung.

Rekomendasi harian :

GBP-USD dilakukan aksi buy 1.6357 dengan target take profit 1.6425, dimana stop loss 1.6307. Buy 1.6281 dengan target take profit 1.6231, dimana stop loss 1.6231.
Sell 1.6449 dengan target take profit 1.6371, dimana stop loss 1.6499. Sell 1.6540 dengan target take profit 1.6472, dimana stop loss 1.6590.

USD-CHF
 
Belum banyak perubahan pada USD-CHF, tetap masih bergerak dalam range 0,9020-0,9080. Bearish continuation akan terbentuk bila ditutup di bawah 0,9020. Untuk meraih kondisi bullish jangka pendek, pair ini harus bisa ditutup di atas 0,9100.

Rekomendasi harian :

Buy 0.9033 pada AUD-USD dengan target take profit 0.9094, dimana stop loss 0.8988. Buy 0.8941 dengan target take profit 0.9000, dimana stop loss 0.8896.
Sell 0.9124 dengan target take profit 0.9063, dimana stop loss 0.9169. Sell 0.9193 dengan target take profit 0.9134, dimana stop loss 0.9238.

AUD-USD
 
Mencoba bangkit, AUD-USD sudah tiga kali menguat, meski tipis. Posisinya kini di $0,9138, cukup jauh dari level 23,6% retracement dari kejatuhan 23 Oktober-29 Nopember $0,9216.

Rekomendasi harian :

0.9094 jadi target buy pada USD-CHF dengan target take profit 0.9170, dimana stop loss 0.9049. Buy 0.9033 dengan target take profit 0.9109, dimana stop loss 0.8988.
Sell 0.9185 dengan target take profit 0.9124, dimana stop loss 0.9230. Sell 0.9269 dengan target take profit 0.9210, dimana stop loss 0.9314.

Investor Wait and See, Nikkei Masih Lemah

TSE 4Fokus investor atas padatnya rilisan data ekonomi penting pekan ini, membuat pergerakan indeks Nikkei tersendat. Sikap hati-hati investor ini menjadi alasan, karena pertimbangan mereka akan data AS yang menjadi tolak ukur bagi the Fed untuk menentukan kebijakan moneternya. 
Indeks Nikkei ditutup turun 6,80 poin, atau 0,04%, ke posisi 15.655,07, meski melemah, indeks masih berada dalam level puncaknya dalam 5,5 tahun di 15.942,60 yang dicapainya 23 Mei lalu. Bulan lalu, Nikkei telah menguat 9,3% berkat membaiknya kinerja keuangan korporasi dan pelemahan yen.
Minggu ini, data nonfarm payrolls dirilis Jumat ini, sedangkan ISM Manufacturing diumumkan malam ini, dan lusanya ADP Employment serta ISM Non Manufacturing.

Awal Pekan, Kospi Didera Aksi Profit Taking

kospi 5Indeks Kospi ditutup turun hari ini, dimana investor mengunci dari kenaikan indeks selama lima hari berturut-turut karena mempertimbangkan serangkaian data ekonomi AS menunjukkan bahwa the Fed terindikasi mengurangi stimulus.
Indeks Kospi ditutup  turun 14,09 poin, atau 0,69%, ke posisi 2.030,78, setelah sempat mencapai level 2.052,88, tertinggi sejak 31 Oktober.
Tercatat investor institusi melakukan net sell mencapai 214,4 miliar won, faktor ini yang memberatkan indeks. Sedangkan investor asing net buy mencapai 55,5 miliar won, memperpanjang pembelian selama enam sesi perdagangan.
Samsung Electronics Co Ltd, perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar, ditutup jatuh 1,8%, setelah di Nopember menguat 7,2%, performa terbaik bulanan sejak Desember 2012.

Perbankan Mulai Dari Citigroup Hingga Bank of Amerika Hindari Kepemilikan “Treasuries”

Belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang sejarah Amerika, dimana para perusahaan perbankan menghindari dari menaruh investasi mereka pada surat hutang pemerintah Amerika (Treasuri).
BankPerbankan di Amerika saat ini hanya menaruh investasi mereka pada surat hutang pemerintah sebesar $1,8 trillon, atau sebanding dengan kurang dari 70 persen kepemilikan uang tunai mereka, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Fed sejak tahun 1973. Setelah pada tahun 2012 jumlah kepemilikan perbankan di Amerika terhadap surat hutang pemerintah alami kenaikan hingga mencapai rekor tertingginya pada $1,89 trillion, para perbankan mulai dari Citigroup hingga Bank of America dan Wells Fargo & co memilih untuk kurangi kepemilikan surat hutang pemerintah untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir dan membuat mereka memiliki jumlah uang tunai yang cukup besar.
Dengan penurunan pendapatan dari bunga mencapai level terendahnya sejak tahun 2006, perbankan akan menghindari investasi pada treasuri dan lebih cenderung untuk memegang uang tunai guna persiapan untuk lakukan investasi di luar fix income, yang didukung oleh penguatan kondisi ekonomi yang di support oleh kebijakan Fed. Kebijakan pelonggaran moneter Fed yang sejauh ini telah berjalan selama lima tahun telah membuat tingkat suku bunga surat hutang alami tekanan dan membuat investasi pada surat hutang pemerintah atau treasuri untuk dongkrak pendapatan perbankan menjadi tidak menarik.
Treasuri yang sebelumnya dalam lima tahun terakhir berikan pendapatan sebesar 30 persen akibat krisis finansial yang terjadi dan juga merupakan investasi paling aman pada masa krisis tersebut, alami penurunan sebesar 2,33 persen pada tahun 2013 ini yang juga menunjukkan adanya indikasi bahwa ekonomi Amerika alami penguatan.

2013, Tahun Naas Buat Emas

Emas sedang menuju kejatuhan tahunan untuk pertama kalinya sejak 2000, di mana harga anjlok 25% selama 2013. Logam mulia itu mencetak rekornya $1921 per ons pada September 2011, atau lonjakan 550% dalam satu dekade. Investor memborong emas selama krisis finansial. Harga emas naik ketika aset seperti saham dan obligasi bertumbangan.
Namun, setahun kemudian, harga emas memasuki tren penurunan, seiring dengan perbaikan ekonomi dan AS program likuiditas the Fed yang melambungkan harga saham. Sebanyak $8 triliun sudah bertambah dalam nilai saham dunia tahun ini, terbesar sejak 2009, berkat likuiditas murah dari bank sentral. Selama tahun ini, indeks S&P 500 melonjak 27% ke rekor tertingginya.
Sementara itu, pada perdagangannya hari ini di Asia, emas kembali jatuh, setelah di akhir pekan lalu sempat menguat. Investor masih diliputi kecemasan mengenai kekhawatiran pengurangan stimulus (taper) menjelang rilis data-data ekonomi AS di minggu ini. Data-data tersebut antara lain, nonfarm Payroll, PDB kuartal ketiga, serta manufacturing PMI, yang akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi terbesar dunia itu. Pemuihan ekonomi AS bisa membuat the Fed melakukan taper.
Dari sudut teknikal, terlihat bahwa penutupan emas di atas $1.250 bisa menjadi sinyal positif. Indikator stochastic pun mulai golden cross, mendukung adanya rebound lanjutan. Resistance terdekat saat ini berada di $1.257.89. Jika ditembus, maka penguatan bisa berlanjut untuk meraih kisaran $1.265 – $1.273. Sedangkan Trend bearish akan berlanjut jika harga bergerak di bawah $1.234.
Rekomendasi
Gold

Pemenang Nobel Sebut Ancaman Bubble Saham

Ekonom AS yang meraih Nobel tahun ini meyakini kenaikan tajam harga saham bisa mengantarkan ke penggelembungan finansial yang berbahaya dan bisa berakhir buruk.
MarketRobert Shiller, yang mendapatkan penghargaan itu atas risetnya mengenai harga pasar dan penggelembungan aset, menunjukkan bursa saham AS dan pasar properti Brazil sebagai kecemasan utama. Meski tidak ingin menakut-nakuti, ia berpandangan kenaikan tajam harga saham dan properti bisa berdampak negatif.
“Saya tidak bermaksud membuat ketakutan, tapi di banyak negara saham sudah berada di level tinggi dan harga sudah naik tajam di beberapa pasar properti,” katanya kepada majalah Jerman Der Speigel. “Ini bisa berakhir buruk,” tambahnya. Ia menyebut kekhawatiran utama pada bursa saham AS, dimana indeksnya terus mencetak rekor, juga karena ekonomi AS masih lemah dan rentan. Ia melihat saham finansial dan teknologi sudah overvalue.
Ia juga melihat kenaikan drastis pada harga properti di Brazil, terutama Rio de Janeiro dan Sao Paulo selama lima tahun terakhir. “Di sana, saya melihat seperti AS pada 2004,” katanya sembari menyebut soal peluang investasi dan pertumbuhan kelas menengah yang sedang tren di Brazil, sama seperti di AS pada 2000an.
Keruntuhan sektor properti AS memicu krisis finansial global 2008-2009. “Penggelembungan terlihat seperti itu, dan dunia masih sangat rentan dengan penggelembungan,” tambahnya. Penggelembungan juga tercipta ketika investor sudah mengabaikan kenaikan harga aset tidak sesuai dengan fundamental.

Data Ekonomi Dinanti, IHSG Berfluktuasi

Dengan indeks Dow Jones Industrial hanya terkoreksi tipis 10,92 poin (-0,07 persen) pada pegerakan hari Jumat, sentimen dalam negeri sepertinya bakal lebih dominan jika dibandingkan sentimen dari bursa regional. Ini karena pada hari ini BPS akan mengumumkan angka inflasi dan posisi neraca perdagangan yang menentukan posisi pergerakan nilai tukar.  Angka defisit neraca perdagangan akan menjadi sangat penting karena akan menentukan arah dari BI Rate dan juga arah pergerakan IHSG hingga akhir tahun.
Sentimen positif akan meliputi pasar jika pada bulan Oktober kemarin, defisit neraca perdagangan bisa ditekan hingga dibawah US$200 juta yang merupakan angka perkiraan pemerintah. Jika ini terjadi, sentimen positif diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir bulan, karena pasar akan melanjutkan sentimen positif tersebut dengan window dressing.
IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak bervariasi dengan kisaran 4191-4225 sebagai suport, dan 4275 sebagai resisten. Penutupan diatas 4275 akan mengakhiri trend turun jangka pendek.
BOW: BMRI, BBRI, ASII, pertambangan, konstruksi, properti.
Global Outlook
Saham Asia masih flat di awal minggu ini setelah minimnya acuan pergerakan akhir pekan lalu karena pasar AS tidak aktif pasca Thanksgiving dan Black Friday. Tapi data manufaktur China menjaga sentimen pasar.
Indeks MSCI Asia Pasifik stabil di 142,04 di Tokyo pagi ini. Indeks Nikkei hanya naik tipis 0,02%, dengan yen masih stabil di kisaran 102 per dollar. Indeks Kospi menguat 0,2% berkat laporan aktivitas manufaktur meningkat. Indeks Australia ASX 200 melemah 0,7% menjelang rapat regular RBA besok.
Data kemarin menunjukkan indeks PMI manufaktur China versi pemerintah stabil di 51,4 di Nopember, sama seperti Oktober. HSBC akan mengumumkan data manufaktur versinya hari ini, yang diperkirakan turun ke 50,5 dari 50,9. Data itu akan mempengaruhi sentimen pasar hari ini. Di AS, nanti malam ada data manufaktur ISM.
Dengan masuknya bulan baru, atau yang terakhir tahun ini, fluktuasi harga mungkin bisa kembali terlihat terutama dengan banyaknya even penting yang terjadwal minggu ini. Di antaranya rapat regular RBA, ECB dan BOE, serta data ketenagakerjaan AS. Data ketenagakerjaan AS menjadi acuan seberapa pesat pertumbuhan lapangan kerja, yang dapat mempengaruhi prospek kebijakan the Fed.
Tanpa katalis yang kuat, saham global berpotensi mengalami koreksi atau minimal terjebak dalam range sempit, mengingat valuasinya yang sudah tinggi. Sebanyak $8 triliun sudah bertambah dalam nilai saham dunia tahun ini, terbesar sejak 2009, berkat likuiditas murah dari bank sentral. Indeks S&P 500 sudah melonjak 27% tahun ini, sedangkan Indeks Dow Jones naik 20%.
Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir positif pada perdagangan akhir minggu. Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (29/11/2013), IHSG naik 22,511 poin (0,53%) ke level 4.256,436.
Perdagangan terlihat sepi, dimana investor menahan diri menjelang data perdagangan dan inflasi yang akan di awal minggu. Minimnya sentiment serta koreksi mayoritas bursa regional turut menekan sentimen. IHSG bahkan sempat ditutup negatif pada sesi  1. Namun, menjelang berakhirnya sesi 2, investor mulai bersemangat untuk melakukan aksi beli. Hasilnya, IHSG akhirnya bertengger di zona merah. Aksi beli ini dilakukan tidak hanya oleh investor lokal, namun asing pun turut mencatatkan net buy senilai Rp 76,66 miliar di seluruh pasar.
Secara sektoral, ada tujuh sektor yang menghijau. Tiga sektor dengan kenaikan terbesar yakni: sektor perkebunan yang naik 2,18%, sektor konstruksi naik 1,27%, dan sektor pertambangan naik 0,99%.
Saham-saham yang naik di antaranya Indo Tambangraya (ITMG), Gudang Garam (GGRM) J Resources (PSAB), dan Bank Mayapada (MAYA).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Multi Prima (LPIN), Charoen Pokphand (CPIN), United Tractor (UNTR), dan Matahari (LPPF).
Ulasan Teknikal
IHSG
IHSG 2 des
Trend jangka pendek memang masih bearish, namun potensi rebound mulai terbuka. Hal ini ditandai dengan bertahannya harga di kisaran support 4.191 – 4.225. Candlestick yang membentuk pola white marubozu turut mendukung rebound tersebut. Selain itu, indikator stochastic mulai berpeluang golden cross di area oversold. Untuk itu, potensi rebound masih berlanjut untuk menguji resistance di 4.284. Penembusan resistance tersebut akan mengakhiri trend bearish jangka pendek, dengan potensi penguatan selanjutnya menuju kisaran 4.303 – 4.359. Sementara itu, sinyal negatif akan kembali muncul jika IHSG kembali bergerak di bawah 4.225. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.225 – 4.284.
R3    4,307
R2    4,282
R1    4,269
Pivot    4,244
S1    4,231
S2    4,206
S3    4,193
Stock Pick
BMRI
BMRI 2 des
Harga bertahan di atas support 7.350. candlestick membentuk pola bullish engulfing, sementara indikator stochastic oversold dan berpeluang golden cross. Untuk itu, potensi rebound masih terbuka untuk meraih kisaran resistance selanjutnya di 8.050 – 8.200.
Rekomendasi     : Buy, Stop loss, 7.500, target 8.000
Support                  : 7.500, 7.300
Resistance            : 8.050, 8.200
BBRI
BBRI 2 des
Harga bertahan di atas support 7.250, dan membentuk pola bullish engulfing di candlestick. Indikasi trend mulai bergerak reversal. Indikator stochastic oversold dan berpeluang golden cross, turut mendukung reversal tersebut. Konfirmasi reversal akan didapat jika harga menembus resistance 7.500, dengan potensi penguatan lanjutan menuju kisaran 7.750 – 7.850.
Rekomendasi     : Buy breakout 7.500, stop loss 7.400, target 7.750
Support                  : 7.200, 7.000
Resistance            : 7.500, 7.750
Rekomendasi
Stock Screener
SS 2 des

Aussie Lanjutkan Gain, Yen Masih Rentan

Aussie melanjutkan penguatannya menyusul data manufaktur China yang membangkitkan minat akan mata uang berisiko, dalam perdagangan menjelang rapat regular RBA besok.
Data kemarin menunjukkan indeks PMI manufaktur China versi pemerintah stabil di 50,4 di Nopember, sama seperti Oktober. Sedangkan hari ini, indeks PMI manufaktur versi HSBC hanya turun ke 50,8 dari 50,9, lebih baik dari prediksi 50,5. Data ini mengindikasikan tidak ada banyak perubahan dalam ekonomi China, namun peluang hard landing juga tetap kecil.  Paling tidak kondisi ekonomi tetap stabil, tidak ada guncangan besar.
Mata uang yang paling banyak bergerak karena data itu adalah aussie, mengingat besarnya nilai perdagangan Australia dengan China. Sebagai mitra dagang terbesar Australia, perkembangan ekonomi China sangat mempengaruhi performa mata uangnya. Namun pergerakan aussie juga dibayangi oleh isu kebijakan moneter. RBA akan menggelar rapat besok, dengan perkiraan pasar tidak ada perubahan suku bunga dari 2,5%.
Namun pejabat RBA pernah menyinggung soal nilai mata uang yang masih overvalue dan perlunya melakukan intervensi. Oleh karena itu, penting menyimak pernyataannya besok, mewaspadai kemungkinan prospek pelonggaran di tahun depan. Aussie menguat 0,7% ke $0,9160, menguat untuk tiga sesi berturut-turut sejak jatuh sampai ke level terendah dalam dua bulan minggu lalu. Bila penguatan mampu dipertahankan, bisa menjaga momentum retracement aussie, dengan target pertama 23,6% retracement dari kejatuhan 23 Oktober-29 Nopember di $0,9215.
Meski berhasil menguat hari ini, yen masih rentan setelah anjlok lebih dari 4% selama Nopember. Dengan prospek BOJ bakal melonggarkan kebijakan lagi tahun depan, yen kembali menjadi mata uang carry trade. Tekanan Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda akan berpidato hari ini di Nagoya. Yen rebound 0,2% ke 102,28 per dollar hari ini, setelah jatuh ke level terendah dalam enam bulan di 102,58 akhir pekan lalu. Meski kondisi sudah oversold, yen tetap terancam jatuh ke 103 per dollar. Terhadap euro, yen berada di 136,16 per euro, dekat level terendahnya dalam empat tahun.
Mengenai mata uang lain,   euro dan sterling turut menanjak di tengah kelegaan pasar menyusul data manufaktur China. Euro menguat 0,2% ke $1,3605, mendekati 61,8% retracement (25/10-7/11) di $1,3625. Sedangkan sterling berhasil menyentuh level tertinggi dalam dua tahun terakhir di $1,6430, penguatan untuk lima sesi berturut-turut.  Data indeks PMI manufaktur Inggris mungkin bisa mempengaruhi pergerakannya.

Rekomendasi
 
EUR-USD

EUR SIGNAL 02-12-13
USD-JPY
JPY SIGNAL 02-12-13

GBP-USD

GBP SIGNAL 02-12-13

USD-CHF

CHF SIGNAL 02-12-13
AUD-USD
AUD SIGNAL 0212-13

Reli Regional Terancam Koreksi, Bila Data China Mengecewakan

Nikkei
       Akhiri perdagangan pekan lalu indeks Nikkei beringsut melemah setelah mencapai level tertingginya hampir dalam enam tahun pada perdagangan sebelumnya. Meski mengalami penurunan, indeks masih catat kenaikan terbaik bulanan di Nopember sejak 2005. Indeks Nikkei ditutup turun 65,25 poin, atau 0,41%, ke posisi 15.661,87, berkat pelemahan yen terhadap dolar dan euro.
Indeks Nikkei coba bangkit perdagangan hari ini, menyusul kenaikan Dow Jones futures berkat data manufaktur China yang diatas ekspektasi. Selain itu, pelemahan yen terhadap dollar dan euro terus berlanjut membuat kinerja ekspor terus meroket. Perlu diketahui, untuk tahun ini indeks telah naik hampir 51%, bila kenaikan ini terus dipertahankan hingga akhir tahun, catat kenaikan tahunan terbaik sejak 1972.
Rekomendasi
NKI SIGNAL 02-12-13
Kospi
       Indeks Kospi ditutup melemah tipis akhir pekan lalu, dimana indeks yang sempat menguat diawal perdagangan, harus berakhir negatif karena aksi ambil untung investor ritel dan institusi. Tapi indeks mengkukuhkan kenaikan terbaik dalam lima bulan, terlama hampir dalam 3 tahun. Indeks Kospi ditutup turun tipis 0,9 poin, atau 0,04%, ke posisi 2.044,87, akhiri kenaikan lima sesi sebelumnya. Indeks naik 0,73% selama Nopember.
Indeks Kospi diperkirakan akan memperkokoh kenaikannya untuk keenam kali berturut-turut kali ini. Faktor kenaikan indeks tidak lepas dari sentimen global, dimana pelonggaran moneter the Fed yang terus berlangsung meski ada spekulasi dalam waktu dekat akan adanya pengurangan pembelian obligasi. Meski laju indeks rawan adanya koreksi.
Rekomendasi
KSI SIGNAL 02-12-13
Hang Seng
       Indeks Hang Seng berakhir di level tertingginya dalam 31 bulan Jumat lalu menyusul kenaikan saham China yang juga terbesarnya hampir dalam dua tahun. Laporan dari Beijing bahwa Departemen Perhubungan berencana akan melakukan penambahan subsisi di sektor pengapalan sebagai serta langkah-langkah lainnya diajukan untuk disetujui. Indeks Hang Seng ditutup naik 92,20 poin, atau 0,39%, ke posisi 23.881,29, dimana di Nopember indeks naik 2,9.
Indeks Hang Seng diperkirakan akan mengikuti irama bursa utama Asia yang kini menguat. Hal ini tidak lepas dari kenaikan Dow Jones futures pagi ini. Indeks dapat berfluktuasi besar menyusul padatnya data ekonomi penting pekan ini . Kenaikan indeks lebih lanjut bila berhasil tutup di atas 24.000, sebaliknya tutup di bawah 23.750, potensi turun jangka pendek.
Rekomendasi
HSI SIGNAL 02-12-13

Kamis, 28 November 2013

Minat Investasi Rendah, Emas Kembali Turun

Emas masih dipergangkan di bawah level $1.250 pada perdagangan hari ini di Asia. Setelah sempat naik di atas level tersebut, pada penutupan sesi New York harga kembali jatuh di bawah level tersebut.
Minimnya sentimen membuat harga emas susah terangkat. Kecemasan tapering masih menjadi sentimen pemberat buat emas. Isu taper kembali mencuat menyusul positifnya data-data ekonomi AS. Data semalam yang dirilis yaitu jobless claim, yang mengalami penurunan dibawah perkiraan. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa initial jobless claim turun sebesar 10.000 menjadi 316.000 di minggu lalu. Angka ini jauh di bawah perkiraan, yaitu sebesar 331.000.
Menurut laporan Dewan Emas Dunia (WGC) bulan ini, minat investasi emas merosot karena investor menemukan peluang investasi lain sembari menunggu harga jatuh lebih dalam lagi. Pembeli di AS juga berpaling dari emas, pindah ke saham yang dianggap memberikan return lebih tinggi. Selama 2013, emas anjlok 22%, sedangkan indeks S&P 500 melonjak 27% dan indeks Dow Jones naik 20%.
Dari sisi teknikal, terlihat bahwa saaat ini harga emas masih bergerak konsolidasi setelah terjadi false break. Sempat menembus resistance $1.250, namun harga kembali jatuh di bawah level tersebut. Dengan demikian trend jangka pendek emas masih tetap bearish, dengan level support berada di $1.222.73. Penembusan support tersebut akan membawa potensi bearish lanjutan menuju kisaran $1.203 – $1.218. Sementara itu, sinyal positif akan didapat jika harga mampu bertahan di atas resistance $1.250.
Rekomendasi
Gold

Sektor Otomotif Bersiap Menghadapi Momentum Black Friday

Dalam industri otomotif, penawaran besar biasanya akan dimulai di bulan Desember, seperti department store dan sektor retail lainnya, mereka akan menyiapkan diri lebih awal mengantisipasi “Black Friday” lebih awal.
“November dan Desember adalah bulan-bulan jual yang sangat besar bagi industri otomotif, dan para produsen pembuat mobil itu menggunakan momen “Black Friday” untuk mendapatkan beberapa momentum awal,” kata Jeremy Acevedo, seorang analis di situs car-shopping website Edmunds.com. Hyundai, misalnya, meluncurkan acara “Black Friday Every Day” penjualan khusus sampai 2 Desember nanti. “Transaksi yang akan benar-benar menjadi penentu nantinya yaitu volume penjualan dan sudah menjadi suatu tradisi tiap tahun,” kata Acevedo. Suatu tradisi yang benar-benar menjadi momentum tiap tahun untuk para produsen otomotif dalam menghadapi musim dingin dan musim liburan akhir tahun, beberapa dari mereka sudah memulainya sejak awal November kemarin, sementara yang lain berfokus pada momen “Black Friday”.
General Motors
Momentum penjualan, ini yang akan mereka ‘genjot’ di masa liburan akhir tahun ini, seperti yang sudah-sudah kesempatan seperti ini harus mereka antisipasi dan direncanakan matang-matang, maka tidaklah heran apabila banyak produk otomotif baru yang akan keluar di akhir bulan November sampai awal Desember nanti. Selain itu perang discount dan harga pastilah tidak dapat dihindari. Mekanisme pasar yang akan membuktikan keberhasilan produk-produk mereka dapat menguasai pasar atau tidak dan dilain sisi kelesuan ekonomi yang sudah berlangsung 3 tahun belakang ini membuat para produsen otomotif banyak yang menghentikan (sementara) produksinya di 2 tahun fiskal terakhir. Data-data ekonomi terakhir memang menunjukkan bahwa perekonomian mulai kembali menggeliat dan hal itulah yang membuat sektor retail dan khususnya otomotif benar-benar akan mempergunakan momentum ini untuk menaikkan penjualan mereka.
General Motors Co (NYSE;GM) pada sesi perdagangan kemarin ditutup di kisaran $38,89 kembali ke area tertinggi setelah koreksi kecil terjadi di pekan lalu, mengikuti sentimen bursa yang terus berusaha menembus rekor tertingginya membuat banyak analis skeptis akan kenaikan tersebut, mereka berpendapat naiknya harga saham-saham tersebut merupakan antisipasi akan dampak “black Friday” di tiap akhir tahun tidak terkecuali bagi saham General Motors Co, apabila terjadi koreksi yang cukup dalam maka target koreksi ada di area $33,75 dan juga merupakan area beli, dengan stoploss di area $31,00.

ECB Bisa Saja Jalankan LTRO Lagi, Asal…

ECB sedang mempertimbangkan melanjutkan program pinjaman murah lagi atau yang disebut dengan Long-Term Refinancing Operation (LTRO). Tapi dana hanya akan dikucurkan bila bank sepakat mau menggunakannya untuk membiayai bisnis, menurut berita dari surat kabar Jerman.
EuroPresiden ECB Mario Draghi dan anggota dewan lainnya berulang lagi menyebut masih ada beberapa opsi yang bisa diambil, termasuk melaksanakan kembali operasi likuiditas untuk membantu ekonomi zona euro yang masih rentan dan memastikan arus kredit ke sektor riil.  Program itu pertama kali dijalankan pada akhir 2011 dan awal 2012, dengan memberlakukan tenor tiga tahun, ECB mengucurkan sampai 1 triliun euro.
Tapi kali ini, opsi yang sedang dipertimbangkan adalah bank bisa mendapatkan akses likuiditas itu bila bersedia mengalirkan dana itu dalam bentuk pinjaman ke industri, ritel dan sektor jasa, seperti ditulis oleh Sueddeutsche Zeitung dalam edisi kemarin. Surat kabar itu juga menyebutkan program itu nantinya hanya berlangsung selama sembilan sampai 12 bulan saja.
Program LTRO baru itu menjadi salah satu kemungkinan yang dipertimbangkan oleh ECB sebagai solusi untuk menggairahkan ekonomi setelah memangkas suku bunganya bulan ini ke rekor terendah 0,25%. Menurut pollig Reuters, operasi itu bisa terjadi pada kuartal pertama 2014. Anggota dewan ECB Jens Weidmann belum lama mengatakan ECB harus memastikan program likuiditasnya tidak terlalu agresif.

Euro Gagal Pertahankan Gain

Euro sempat menyentuh level tertinggi dalam sebulan berkat perkembangan politik di Jerman, namun penguatan tergerus karena data ekonomi AS. Aktivitas perdagangan bakal menurun karena ditutupnya pasar AS untuk Thanksgiving.
Dua partai politik besar Jerman sepakat membentuk koalisi, memicu reli pada euro. Partai Kristen Demokrat pimpinan Kanselir Angela Merkel akhirnya berkoalisi dengan Partai Sosial Demokrat. Setelah lima minggu bernegosiasi, kedua partai yang berlawanan itu sepakat tetap mendukung pembenahan di Eropa dan menambah pembelanjaan domestik untuk mendorong pertumbuhan. Kedua partai juga mendukung terus upaya pengentasan krisis.
Euro juga mendapat dorongan dari data sentimen konsumen Jerman yang naik ke level tertinggi dalam enam tahun terakhir. Indeks sentimen konsumen GfK naik ke 7,4 untuk Desember dari 7,1 di Nopember. Namun, laju euro tergerus karena ada kekhawatiran ECB mungkin harus melonggarkan kebijakannya lagi. Beberapa pejabat ECB memang pernah mengatakan ada ruang untuk memangkas suku bunga lagi. ECB akan menggelar rapat minggu depan, setelah bulan ini memangkas rate ke 0,25%.
Data pengangguran Jerman dan sentimen ekonomi zona euro adalah yang terjadwal hari ini. Euro kini diperdagangkan di $1,3570 setelah kemarin sempat menyentuh $1,3610, tertinggi sejak 29 Oktober. Level $1,36 sepertinya mengundang aksi ambil untung, apalagi euro sudah menguat lebih dari 2% sejak ECB memangkas rate awal bulan ini. Resistance masih di 61,8% retracement dari kejatuhan 25 Oktober-7 Nopember di $1,3625. Sedangkan support di Moving Average 25 $1,3545.
Secara indeksnya, dollar berhasil menguat kemarin  berkat data klaim pengangguran dan sentimen konsumen yang menutupi dampak buruknya data durable goods orders. Indeks dollar berada di 80,72 setelah menguat 0,15% kemarin. Terhadap yen, dollar berhasil meraih level tertinggi dalam enam bulan di 102,25 hari ini setelah menguat 0,85% kemarin. Terhadap franc, dollar stabil di 0,9076.
Sterling berhasil reli setelah data PDB Inggris tidak mengalami revisi, yang mengukuhkan kondisinya tetap baik, mengurangi kemungkinan BOE harus menambah stimulusnya lagi. Sterling berada di $1,6302 hari ini, setelah menyentuh $1,6327 kemarin, tertinggi sejak Desember 2012. Aussie mencoba bangkit dengan menguat 0,4% hari ini ke $0,9115.
Aktivitas perdagangan kemungkinan akan semakin sepi hari ini dan besok, karena pasar AS ditutup Kamis nanti untuk thanksgiving dan hanya dibuka setengah hari pada Jumat.  Pergerakan besar mungkin bisa terlihat lagi minggu depan, karena bakal banyak even penting, seperti rapat regular ECB dan BOE, serta data ketenagakerjaan AS.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 28-11-13

USD-JPY
JPY SIGNAL 28-11-13

GBP-USD
GBP SIGNAL 28-11-13

USD-CHF
CHF SIGNAL 28-11-13

AUD-USD
AUD SIGNAL 28-11-13

Diperkirakan Penyerapan Tenaga Kerja di Amerika Masih Akan alami Kenaikan Sedangkan Manufaktur Masih Lemah

Jumlah masyarakat Amerika yang ajukan tunjangan pengangguran secara mengejutkan tunjukkan penurunan pada minggu lalu, tetapi belanja bisnis masih cenderung tunjukkan penurunan yang indikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat tahun ini alami perlambatan.
jobless rateJobless claims tunjukkan penurunan sebesar 10.000 menjadi 316.000, berdasarkan data yang dilaporkan oleh departemen tenaga kerja pada hari Rabu kemarin. Penurunan tersebut merupakan untuk kedua kalinya dalam dua minggu terakhir, dan berlawanan dengan perkiraan para ekonom yang menyebutkan angka 330.000 dan dengan penurunan klaim tersebut ada harapan positip bahwa jumlah penerima payrolls untuk periode November ini akan alami peningkatan.
Pada bulan lalu jumlah masyarakat Amerika yang memperoleh pekerjaan bertambah sebesar 204.000, diatas perkiraan, sehingga memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan mulai tarik kebijakan stimulusnya lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Adanya peningkatan pada pasar tenaga kerja juga ikut membantu peningkatan pada data consumer sentiment. Thomson Reuters/University of Michigan consumer sentiment tunjukkan kenaikan menjadi 75,1 untuk periode November, bandingkan dengan periode sebelumnya, yaitu 73,2.
Tetapi walaupun terjadi peningkatan pada penyerapan tenaga kerja, belanja investasi masih tunjukkan hasil yang mengkhawatirkan.
Dalam laporan berbedda, departemen perdagangan laporkan jumlah belanja modal untuk barang-barang non-militer termasuk didalamnya adalah pembelian pesawat alami penurunan sebesar 1,2 persen untuk periode bulan lalu.
Penurunan tersebut merupakan penurunan untuk kedua kalinya dalam dua bulan terakhir.

Saham AS Terus Menghijau, Regional Reli

Nikkei
       Indeks Nikkei dilanda aksi ambil untung kemarin, dimana indeks menjauh dari level tertinggi dalam enam bulan. Kejatuhan indeks terbatas karena kenaikan saham Nikon Corp dan Canon Inc. Nikon, Ricoh Co Ltd dan Canon menguat masing 0,8% sampai 2,6% setelah Hewlett-Packard Co (HP) mencatat laba yang diatas ekspektasi.  Sementara itu, Softbank Corp jatuh 2,8% karena aksi ambil untung investor. Indeks Nikkei ditutup turun 65,61 poin, atau 0,42%, ke posisi 15.449,63.
Saham AS berakhir positif, ditambah saham eksportir yang reli di tengah pelemahan yen dan ekspektasi BOJ tetap menjalankan kebijakan agresifnya. Yen jatuh ke level terendah dalam enam bulan terakhir di 102,10 per dollar. Faktor tersebut yang memicu penguatan indeks Nikkei kali ini. Libur bursa AS nanti malam dapat membatasi laju indeks.
Rekomendasi
NKI 28-11-13
NKI SIGNAL 28-11-13
Kospi
       Saham telekomunikasi Korsel berhasil menopang laju indeks Kospi yang sempat diawal perdagangan tertekan karena saham keuangan. Sekaligus mengukuhkan kenaikan indeks untuk keempat harinya kemarin. Saham defensif mendukung laju indeks, seperti SK Telecom Co menguat 3%, LG Uplus Corp naik 1,4%. Indeks Kospi ditutup naik 6,17 poin, atau 0,31%, ke posisi 2.028,81.
Indeks Kospi diperkirakan akan memperkokoh kenaikannya untuk kelima hari berturut-turut kali ini menyusul kenaikan indeks utama AS. Positifnya sentimen pasar ditenggarai data ekonomi AS dan juga penguatan won yang mendorong kinerja saham-saham ekspor. Ditambah saham maskapai yang melonjak dampak dari penurunan harga minyak dunia.
Rekomendasi
KSI 28-11-13
KSI SIGNAL 28-11-13
Hang Seng
       Indeks Hang Seng kemarin catat level tertingginya dalam 10 bulan, berkat kenaikan saham China yang dipicu kinerja saham-saham unggulan. Selain itu, dorongan juga datang dari ekspektasi investor jelang libur Thanksgiving AS besok yang diperkirakan meningkatkan omset sektor ritel. Investor juga menyambut positif ata kenaikan data perumahan, meski tingkat kepercayaan konsumen di bawah ekspektasi.  Indeks Hang Seng ditutup naik 125,07 poin, atau 0,53%, ke posisi 23.806,35.
Indeks Hang Seng diperkirakan akan mengikuti irama bursa utama Asia lainnya yang kini menguat. Hal ini tidak lepas dari kenaikan indeks utama Wall Street semalam jelang libur bursa nanti malam dan besoknya hanya buka setengah hari, menyusul perayaan Thanksgiving. Data ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan makin meningkatkan sentimen.
Rekomendasi
HSI 28-11-13
HSI SIGNAL 28-11-13

Rabu, 27 November 2013

Ekonom Pangkas Proyeksi PDB AS

Ekonom memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal terakhir tahun ini dan kuartal pertama tahun depan, tapi optimis pertumbuhan lapangan kerja meningkat selama empat kuartal ke depan.
jobless rateMenurut survei yang dilakukan oleh the Fed Distrik Philadelphia terhadap 42 ekonom, PDB AS untuk kuartal keempat diproyeksikan tumbuh 1,8%, lebih rendah dari estimasi sebelumnya 2,3%. Hasil survei yang diumumkan kemarin itu juga menunjukkan para ekonom memperkirakan PDB di kuartal pertama 2014 tumbuh 2,5%, turun dari proyeksi sebelumnya 2,7%. Ekonomi diperkirakan tumbuh 1,7% untuk 2013 dan 2,6% untuk 2014.
Para ekonom meyakini penciptaan lapangan kerja diperkirakan meningkat selama setahun ke depan, dengan tingkat rata-rata pertumbuhan sekitar 187.000 per bulan selama dua kuartal pertama 2014, dan naik ke 202.000 untuk kuartal terakhir. Tingkat pengangguran diperkirakan 7,2% pada kuartal terakhir tahun ini dan turun ke 7% di kuartal kedua 2014. Berdasarkan data terakhir, tingkat pengangguran berada di 7,3%.
Inflasi diperkirakan tetap relatif rendah, dengan rata-rata 1,4% di kuartal keempat tahun ini tapi naik ke 2% di kuartal keempat 2014. Sedangkan inflasi inti, yang tidak memasukkan harga pangan dan energi, diperkirakan 1,8% di 2013 dan 2% di 2014, sama dengan prediksi sebelumnya. The Fed selama ini berjanji memberlakukan suku bunga rendah sampai tingkat pengangguran turun ke 6,5%, tapi selama inflasi tetap di bawah 2,5%.

Diliputi Isu Taper, Emas Konsolidasi

Emas bergerak konsolidasi, masih diperdagangkan di bawah $1.250 dan bergerak dekat level terendah empat bulannya. Emas gagal mempertahankan momentum penguatan setelah data perumahan AS yang bagus meningkatkan kekhawatiran soal pengurangan stimulus.
Izin membangun rumah (building permit) mendekati level tertinggi dalam setengah tahun setelah mencatat kenaikan besar selama September, mengindikasikan kenaikan bunga KPR tidak mengurangi minat beli. Data ini menjadi pertanda adanya perbaikan ekonomi AS, mendukung adanya taper.
The Fed masih dianggap yang paling berpotensi menjadi bank sentral pertama yang melakukan exit strategy dari kebijakan agresifnya. Akhir-akhir ini ada wacana the Fed bakal mengurangi program pembelian obligasinya.  Meski belum pasti kapan dilakukan, seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi AS, prospek taper itu bisa semakin terlihat.
Investasi emas juga terlihat masih lesu, yang tercermin dari berlanjutnya turunnya cadangan di ETF. SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar, mengalami penurunan cadangan sebesar 3,30 ton pada Senin, menjadikan total penurunan tahun ini sebesar 450 ton.
Dari sisi teknikal, belum ada perubahan trend secara siginikan bagi emas. Meski sempat menembus resistance $1.250, harga masih ditutup di bawah level tersebut. Dengan demikian trend jangka pendek emas masih tetap bearish, dengan level support berada di $1.222.73. Penembusan support tersebut akan membawa potensi bearish lanjutan menuju kisaran $1.203 – $1.218. Sementara sinyal positif akan didapat jika harga mampu bertahan di atas resistance $1.250.
Rekomendasi
Gold

Data AS Tekan Dollar, Euro Rebound

Dollar jatuh ke level terendah dalam seminggu terakhir menyusul data ekonomi AS yang mengecewakan dan turut menekan yield obligasi. Sedangkan euro rebound setelah pernyataan beragam dari pejabat ECB.
Data semalam menunjukkan kepercayaan konsumen merosot karena khawatir dengan prospek pekerjaan dan pendapatan. sentimen konsumen versi Conference Board turun ke 70,4 di Nopember dari 72,4 di Oktober. Data lain sebenarnya cukup bagus, namun tidak mampu memberi dorongan ke dollar. Indeks manufaktur Richmond berada naik ke level 13 di Nopember dari 1 di Oktober. Building permits ke level tertinggi dalam 5,5 tahun.
Tapi minat pasar tetap rendah mengingat minggu ini ada libur Thanksgiving dan belum ada data yang dapat digunakan untuk mempengaruhi prospek program pembelian obligasi the Fed. Akhir-akhir ini, data AS terlihat mixed, yang membuat dollar mengambang. Untuk mendorong dollar lebih lanjut, pasar membutuhkan data ekonomi AS yang mendukung pandangan the Fed bisa mengurangi stimulusnya lebih cepat dari perkiraan, atau minimal lebih cepat dari bank sentral lain.
Untuk malam nanti, ada beberapa data ekonomi AS, antara lain durable goods orders, initial jobless claims dan leading indicators. Tapi aktivitas perdagangan terlihat mengendur minggu ini, karena pasar AS ditutup Kamis nanti untuk Thanksgiving dan hanya dibuka setengah hari pada Jumat.  Pergerakan aktif mungkin terjadi minggu depan, di mana bakal sarat even penting termasuk rapat ECB, BOE dan RBA, serta data ketenagakerjaan AS.
Indeks dollar menguat 0,1% ke 80,73 setelah anjlok 0,8% kemarin. Support terdekat terlihat di Moving Average 25 di 80,20 dan resistance di 81,30. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 101,35 setelah koreksi 0,6% kemarin. Atas franc,  dollar bertengger di 0,9075 setelah koreksi 0,7%, yang membawanya ke bawah MA 25. Tapi sudah berada di 50% retracement dari penguatan 24 Oktober-7 Nopember, terancam ke 61,8% di 0,9026.
Tekanan ke dollar mengangkat euro ke level tertinggi dalam seminggu. Euro juga terangkat setelah pernyataan beragam dari pejabat ECB. Setelah dua pejabat menyebut kesediaan melonggarkan kebijakan, anggota dewan lain Benoit Couere mengatakan tidak adanya prospek disinflasi dalam waktu dekat. Untuk saat ini pasar belum yakin ECB akan memangkas suku bunganya lagi dalam waktu dekat, dalam hal ini minggu depan.
Euro diperdagangkan di $1.3564 setelah menguat 0,7% kemarin. Posisinya kini di atas MA 25 dan sudah menembus 50% retracement dari kejatuhan 25 Oktober-7 Nopember, kini sedang berusaha ke 61,8% di $1,3623. Mengenai mata uang lain, sterling diperdagangkan di $1,6200 menjelang data PDB Inggris hari ini. Bila data itu bagus, mungkin ada peluang sterling menembus resistance $1,6250. Aussie terlihat masih bearish, sudah jatuh untuk lima sesi. Posisinya kini di $0,9112, setelah kemarin ke $0,9085, terendah sejak September.
Rekomendasi
EUR-USD
EUR SIGNAL 27-11-13
USD-JPY
JPY SIGNAL 27-11-13
GBP-USD
GBP SINAL 27-11-13
USD-CHF
CHF SIGNAL 27-11-13
AUD-USD
AUD SIGNAL 27-11-13

Selasa, 26 November 2013

Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (26 Nopember 2013)

AUD 26-11-13Pelaku pasar mata uang masih menggunakan isu kebijakan moneter sebagai acuan untuk mengambil keputusan transaksi. Mereka membandingkan bank sentral mana yang punya prospek melonggarkan kebijakannya lagi.
The Fed masih dianggap yang paling berpotensi menjadi bank sentral pertama yang melakukan exit strategy dari kebijakan agresifnya. Akhir-akhir ini ada wacana the Fed bakal mengurangi program pembelian obligasinya.  Meski belum pasti, dengan kondisi ekonomi AS yang lebih baik dari negara maju lainnya, prospek taper itu semakin terlihat. Setelah itu, ada BOE, yang semakin optimis dengan prospek ekonomi Inggris. Memang, data ekonomi Inggris terlihat membaik dalam sebulan terakhir.
Tiga bank sentral lainnya, ECB, BOJ, dan RBA dipandang belum usai melakukan pelonggaran kebijakan. BOJ diperkirakan akan menambah program pembelian obligasinya tahun depan karena target inflasi 2% masih sulit dicapai. Bahkan beberapa pejabat BOJ sudah mengindikasikan peluang itu untuk bisa mencapai target itu dalam 2 tahun. Apalagi pertumbuhan ekonomi semakin melambat di kuartal ketiga, menambah urgensi agar BOJ bertindak lagi.
ECB terlihat bakal melonggarkan kebijakan karena para pejabatnya mengatakan bisa memangkas suku bunganya lagi kalau diperlukan. Bahkan membuka peluang penerapan bunga simpanan negatif. Sedangkan RBA belum menyebut sinyalemen pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Tapi dengan memandang nilai tukar masih overvalue, dan suku bunga di 2,5%, RBA masih punya ruang untuk melakukannya.
Untuk mengukur performa ekonomi AS, nanti malam ada data sentimen konsumen versi Conference Board dan indeks harga rumah S&P/Case Schiller.
EUR-USD
Meski ada pernyataan dovish dari pejabat ECB, EUR-USD tidak mengalami kejatuhan. Bahkan sampai sesi Eropa, terlihat ada penguatan pada pair ini. Tapi pair ini masih kesulitan menembus Moving Average 25 di $1,3550. Penembusan level itu penting untuk bisa melanjutkan penguatan ke 50% retracement dari kejatuhan 25 Oktober-11 Nopember di $1,3560.
Rekomendasi harian :
Peluang sell EUR-USD di 1.3549 dengan target take profit 1.3465, dimana stop loss 1.3594. Sedangkan sell selanjutnya 1.3633 dengan target take profit 1.3565, dimana stop loss 1.3678.
1.3458 jadi area buy, dengan target take profit 1.3519 dimana stop loss 1.3413. Buy 1.3389 dengan target take profit 1.3450, dimana stop loss 1.3344.
USD-JPY
Menyentuh level tertinggi dalam enam bulan, USD-JPY mulai kehilangan daya lajunya. Kini terkoreksi 0,3% di 101,42.Apalagi beberapa indikator sudah menunjukkan kondisui overbought, seperti RSI (14) yang sudah berada di 70.  Penutupan di bahwa low kemarin 101,11, membuka peluang untuk retracement dari penguatan yang sudah tercatat selama empat minggu.
Rekomendasi harian :
Peluang sell USD-JPY di 101.65 dengan target take profity 100.84, dimana stop loss 102.05. Sedangkan 102.34 jadi area sell selanjutnya dengan target take profit 101.73, dimana stop loss 102.71.
Sementara peluang buy 100.75 dengan target take profit 101.36, dimana stop loss 100.35. Area 100.00 jadi buy berikutnya bila terjadi penembusan stop loss 100.35, dengan target buy itu di 100.66 dimana stop loss 99.60.
GBP-USD
Setelah gagal menembus resistance di $1,6253, GBP-USD terkoreksi kemarin. Kini masih stagnan di $1,6160. Ditutup di bawah MA 25 $1,6096, menjadi bearish continuation, dengan target $1,6000. Dengan adanya resistance kuat di 1,6250an, pair ini membutuhkan faktor fundamental yang bagus untuk mendorongnya.
Rekomendasi harian :
GBP-USD ada ruang melakukan buy 1.6067 dengan target take profit 1.6128, dimana stop loss 1.6017. Area 1.5997 jadi target buy selanjutnya, dengan target take profit 1.6056, dimana stop loss 1.5947.
Sell 1.6174 dengan target take profit 1.6088, dimana stop loss 1.6224. Sell 1.6252 dengan target take profit 1.6174, dimana stop loss 1.6302.
USD-CHF
Memperlihatkan fluktuasi, USD-CHF masih mencari arah setelah mengalami retracement sampai 50% dari penguatan 24 Oktober-7 Nopember. Kini terkoreksi 0,3% di 0,9096, hampir menembus MA 25 di 0,9090.
Rekomendasi harian :
Untuk USD-CHF ada ruang sell 0.9170 dengan target take profit 0.9109, dimana stop loss 0.9210. Sell 0.9246 dengan target take profitr 0.9187, dimana stop loss 0.9286.
Buy 0.9094 dengan target take profit 0.9165, dimana stop loss 0.9054. Buy 0.9018 dengan target take profit 0.9079, dimana stop loss 0.8978.
AUD-USD
Mencoba bangkit dari level terendahsejak September, AUD-USD belum mendapat dorongan kuat. Buktinya kini tergerus setelah sempat menyentuh high $0,9200. Rebound ini akan gagal bila pair itu ditutup di bawah low kemarin $0,9140. Resistance terlihat ada di 23,6% retracement dari kejatuhan 23 Oktober-25 Nopember di $0,9266.
Rekomendasi harian :
Faktor kenaikan jangka pendek AUD-USD, bila penutupan harian di atas 0.9216. Dengan mempertimbangkan minimnya katalis dan jelang libur Thanksgiving membuat range yang relatif terbatas. AUD-USD ada buy di 0.9124 dengan target take profit 0.9200, dimana stop loss 0.9079. Buy selanjutnya 0.9033 dengan target take profit 0.9109, dimana stop loss 0.8988.
Sell 0.9216 dengan target take profit 0.9155, dimana stop loss 0.9261. Sell 0.9284 dengan target take profit 0.9223, dimana stop loss 0.9329.