CHINA MOBILE (00941.HK) umumkan jumlah pengguna fasilitas 3G samapai
dengan untuk periode Juni alami kenaikan sebesar 0,94 persen menjadi
sebanyak 239 juta, sebelumnya pada periode Mei jumlah pertumbuhan
pengguna 3G adalah 1,86 persen.
Jumlah konsumen yang menggunakan jaringan 4G alami pertumbuhan
sebesar 71,94 persen untuk periode Juni menjadi 13,943 juta, dimana
sebelumnya pada periode Mei jumlah pengguna 4G telah alami pertumbuhan
sebesar 69 persen.
Selama bulan Juni, jumlah konsumen CHINA MOBILE (00941.HK) secara
keseluruhan alami pertambahan sebanyak 3,319 juta. Sehingga secara
keseluruhan jumlah pelanggan CHINA MOBILE (00941.HK) adalah 791 juta.
Senin, 21 Juli 2014
Pengguna 4G CHINA MOBILE (00941.HK) Alami Kenaikan Diatas 70 Persen
Asia Bervariatif Di Tengah Beragamnya Sentimen
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,13%. Indeks Nikkei melemah 1%,. Indeks Kospi menguat 0,38%. Indeks Singapura naik 0,15%. Indeks Hang Seng dibuka menanjak 0,1%. Di Wall Street, indeks utama kembali bangkit, dengan indeks S&P 500 naik 1% dan indeks Dow Jones reli 0,73%. Penguatan didorong oleh laporan keuangan dari General Electric.
Pada dasarnya, saham global memang sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS, karena indeks utamanya sudah mencetak rekor beberapa kali. Kinerja keuangan emiten dijadikan acuan untuk menentukan pergerakan. Untuk nanti malam, ada Halliburton.
Sayangnya, muncul isu geopolitik dari Eropa dan Timur Tengah, ini cukup mempengaruhi sentimen. Para pengamat menyebut kedua even geopolitik ini menjadi faktor yang memicu koreksi saham. Namun mereka mengatakan selama kedua insiden itu tidak mengalami eskalasi, pasar akan melewatinya dalam beberapa hari ke depan. Analis dari Wells Fargo melihat kedua peristiwa itu sepertinya tidak akan memicu koreksi sampai 5%. Menurutnya, dengan valuasi yang tinggi saat ini, wajar bila ada yang ingin merealisasikan keuntungan dulu.
Sentimen Earnings AS Kini Menopang Asia
Nikkei
Indeks Nikkei terkoreksi dari level tertingginya dalam 1,5 pekan dan sekaligus catat penurunan harian terbesarnya dalam tiga pekan terakhir. Indeks jatuh tidak lepas dari pelepasan aset berisiko yang dilakukan investor setelah pemberitaan jatuhnya maskapai Malaysia Airlines di perbatasan Ukraina dan Rusia.
Ditambah lagi penguatan yen terhadap dollar AS yang membuat kinerja ekspor terbebani. Indeks Nikkei ditutup jatuh 154,55 poin, atau 1,01%, ke posisi 15.215,71. Pekan lalu indeks naik 0,3%.
Fluktuasi Nikkei kontrak berjangka diperkirakan stabil, dimana liburnya bursa Jepang membuat fluktuasi terbatas. Faktor penggerak datang dari sentimen regional yang mengalami penguatan pagi ini menyusul kenaikan indeks utama Wall Street akhir pekan lalu. Jangan kesampingkan juga, fluktuasi yen terhadap dollar AS.
Rekomendasi


Kospi
Indeks Kospi terkoreksi tipis akhir pekan lalu di tengah volatilitas perdagangan pasca insiden jatuhnya maskapai Malaysia Airlines. Optimisme ekonomi dalam negeri yang membaik, dipicu ekspektasi penurunan suku bunga dan stimulus ekonomi. Indeks Kospi ditutup turun 1,48 poin, atau 0,07%, ke posisi 2.019,42, dalam sepekan kemarin catat kenaikan 1,2%.
Indeks Kospi mengalami perdagangannya pekan ini dengan menguat, dimana kinerja saham unggulan berbasis teknologi dan konstruksi menjadi penyumbang kenaikan indeks. Disamping itu, harapan kebijakan ekonomi yang lebih baik serta proses pemulihan yang tengah berjalan turut mengangat sentimen. Namun kalangan pasar menilai tekanan jual masih membayangi ini karena ketidakpastian mengenai kecelakaan pesawat.
Rekomendasi


Hang Seng
Indeks Hang Seng mengalami penurunan Jumat lalu mengikuti penurunan bursa global karena kekhawatiran kecelakan yang dialami pesawat Malaysian Airlines di daerah konflik antara Rusia dan Ukraina. Belum adanya kepastian penyebab kecelakaan itu, membuat investor memburu saham-saham defensif. Saham perjudian Makau, Sands China jatuh 2,7$ setelah earnings di bawah ekspektasi. Indeks Hang Seng ditutup turun 66,08 poin, atau 0,28%, ke posisi 23.454,79. Pekan lalu indeks naik 1,0%.
Fluktuasi indeks diperkirakan lebar hari ini, sentimen pasar mengenai kecelakaan maskapai Malaysian Airlines tengah memudar karena fokus investor mengenai laporan keuangan korporat AS penting pekan ini.
Disamping itu juga, sentimen geopolitik di Timur Tengah turut menghantui investor. Waspadai profit taking dari pencapaian rekor tertinggi saham AS.
Rekomendasi

Indeks Nikkei terkoreksi dari level tertingginya dalam 1,5 pekan dan sekaligus catat penurunan harian terbesarnya dalam tiga pekan terakhir. Indeks jatuh tidak lepas dari pelepasan aset berisiko yang dilakukan investor setelah pemberitaan jatuhnya maskapai Malaysia Airlines di perbatasan Ukraina dan Rusia.
Ditambah lagi penguatan yen terhadap dollar AS yang membuat kinerja ekspor terbebani. Indeks Nikkei ditutup jatuh 154,55 poin, atau 1,01%, ke posisi 15.215,71. Pekan lalu indeks naik 0,3%.
Fluktuasi Nikkei kontrak berjangka diperkirakan stabil, dimana liburnya bursa Jepang membuat fluktuasi terbatas. Faktor penggerak datang dari sentimen regional yang mengalami penguatan pagi ini menyusul kenaikan indeks utama Wall Street akhir pekan lalu. Jangan kesampingkan juga, fluktuasi yen terhadap dollar AS.
Rekomendasi
Kospi
Indeks Kospi terkoreksi tipis akhir pekan lalu di tengah volatilitas perdagangan pasca insiden jatuhnya maskapai Malaysia Airlines. Optimisme ekonomi dalam negeri yang membaik, dipicu ekspektasi penurunan suku bunga dan stimulus ekonomi. Indeks Kospi ditutup turun 1,48 poin, atau 0,07%, ke posisi 2.019,42, dalam sepekan kemarin catat kenaikan 1,2%.
Indeks Kospi mengalami perdagangannya pekan ini dengan menguat, dimana kinerja saham unggulan berbasis teknologi dan konstruksi menjadi penyumbang kenaikan indeks. Disamping itu, harapan kebijakan ekonomi yang lebih baik serta proses pemulihan yang tengah berjalan turut mengangat sentimen. Namun kalangan pasar menilai tekanan jual masih membayangi ini karena ketidakpastian mengenai kecelakaan pesawat.
Rekomendasi
Hang Seng
Indeks Hang Seng mengalami penurunan Jumat lalu mengikuti penurunan bursa global karena kekhawatiran kecelakan yang dialami pesawat Malaysian Airlines di daerah konflik antara Rusia dan Ukraina. Belum adanya kepastian penyebab kecelakaan itu, membuat investor memburu saham-saham defensif. Saham perjudian Makau, Sands China jatuh 2,7$ setelah earnings di bawah ekspektasi. Indeks Hang Seng ditutup turun 66,08 poin, atau 0,28%, ke posisi 23.454,79. Pekan lalu indeks naik 1,0%.
Fluktuasi indeks diperkirakan lebar hari ini, sentimen pasar mengenai kecelakaan maskapai Malaysian Airlines tengah memudar karena fokus investor mengenai laporan keuangan korporat AS penting pekan ini.
Disamping itu juga, sentimen geopolitik di Timur Tengah turut menghantui investor. Waspadai profit taking dari pencapaian rekor tertinggi saham AS.
Rekomendasi
Jumat, 18 Juli 2014
Dampak Jatuhnya Pesawat, Timteng ke Pasar Hanya Sementara
Jatuhnya
pesawat Malaysia di Ukraina dan serangan darat Israel di Gaza bisa
memicu koreksi signifikan di bursa saham global, namun dampaknya hanya
sementara kecuali ada eskalasi yang meluas.
Pesawat Malaysia Airlines membawa 295 penumpang jatuh dekat Donetsk,
kota yang dikendalikan separatis pro-Rusia, setelah ditembak rudal. Baik
pihak Ukraina maupun separatis pro-Rusia membantah bertanggung jawab
atas penembakan itu. Hingga saat ini belum jelas siapa yang menembakkan
rudal ke pesawat itu. Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas insiden
ini.
Tekanan ke saham juga datang setelah Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengerahkan pasukan ke Jalur Gaza. Serangan darat ini datang setelah Hamas menolak gencatan senjata. Meski Israel mengatakan serangan ini terbatas, hanya untuk melumpuhkan kemampuan serangan Hamas, ini merupakan bentuk eskalasi konflik yang sudah berlangsung selama 10 hari.
Para pengamat menyebut kedua even geopolitik ini menjadi faktor yang memicu koreksi saham. Namun mereka mengatakan selama kedua insiden itu tidak mengalami eskalasi, pasar akan melewatinya dalam beberapa hari ke depan. Analis dari Wells Fargo melihat kedua peristiwa itu sepertinya tidak akan memicu koreksi sampai 5%. Menurutnya, dengan valuasi yang tinggi saat ini, wajar bila ada yang ingin merealisasikan keuntungan dulu.
Mengenai apa yang terjadi di Timur Tengah, para analis melihat bukanlah sesuatu yang baru. Selama tidak memicu konflik regional, dan melambungkan harga minyak, efeknya ke pasar juga tidak akan lama.
Fundamental ekonomi global sejauh ini masih bagus, dan selama kedua even itu tidak sampai mengganggu pasokan minyak global dalam jangka panjang, sepertinya semua akan baik-baik saja.
Terkait pergerakan saham, kedua even menjadi katalis untuk koreksi jangka pendek. Indeks S&P 500 jatuh 1,2% ke 1958. Kelanjutan koreksi diperkirakan bisa menuju ke 1920-1900. Para analis sepakat pada dasarnya ekonomi dunia terus dalam pemulihan. Pada akhirnya, faktor yang menggerakkan saham adalah laba korporat dan pertumbuhan ekonomi. Seiring dengan berjalannya konflik, pasar akan menilai apakah itu berdampak pada pertumbuhan global dan laba emiten.
Tekanan ke saham juga datang setelah Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengerahkan pasukan ke Jalur Gaza. Serangan darat ini datang setelah Hamas menolak gencatan senjata. Meski Israel mengatakan serangan ini terbatas, hanya untuk melumpuhkan kemampuan serangan Hamas, ini merupakan bentuk eskalasi konflik yang sudah berlangsung selama 10 hari.
Para pengamat menyebut kedua even geopolitik ini menjadi faktor yang memicu koreksi saham. Namun mereka mengatakan selama kedua insiden itu tidak mengalami eskalasi, pasar akan melewatinya dalam beberapa hari ke depan. Analis dari Wells Fargo melihat kedua peristiwa itu sepertinya tidak akan memicu koreksi sampai 5%. Menurutnya, dengan valuasi yang tinggi saat ini, wajar bila ada yang ingin merealisasikan keuntungan dulu.
Mengenai apa yang terjadi di Timur Tengah, para analis melihat bukanlah sesuatu yang baru. Selama tidak memicu konflik regional, dan melambungkan harga minyak, efeknya ke pasar juga tidak akan lama.
Fundamental ekonomi global sejauh ini masih bagus, dan selama kedua even itu tidak sampai mengganggu pasokan minyak global dalam jangka panjang, sepertinya semua akan baik-baik saja.
Terkait pergerakan saham, kedua even menjadi katalis untuk koreksi jangka pendek. Indeks S&P 500 jatuh 1,2% ke 1958. Kelanjutan koreksi diperkirakan bisa menuju ke 1920-1900. Para analis sepakat pada dasarnya ekonomi dunia terus dalam pemulihan. Pada akhirnya, faktor yang menggerakkan saham adalah laba korporat dan pertumbuhan ekonomi. Seiring dengan berjalannya konflik, pasar akan menilai apakah itu berdampak pada pertumbuhan global dan laba emiten.
Isu Geopolitik Kembali Angkat Emas
Emas naik berkat permintaan safe haven setelah jatuhnya pesawat
Malaysia di wilayah timur Ukraina, yang menewaskan sekitar 300 orang.
Peristiwa tersebut meningkatkan ketegangan geopolitk dan memicu
penurunan bursa saham global.
Pesawat Malaysia Airlines membawa 295 penumpang jatuh di wilayah timur Ukraina setelah ditembak rudal.
Baik pihak Ukraina maupun separatis pro-Rusia membantah bertanggung jawab atas penembakan itu. Berita itu meningkatkan ketegangan geopolitik di wilayah konflik, sehari setelah AS menerapkan sanksi baru atas Rusia.
Isu geopolitik juga datang dari Timur Tengah, setelah Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengerahkan pasukan ke Jalur Gaza. Keputusan itu mengejutkan karena datang setelah perjanjian gencatan senjata dengan Hamas. Konflik geopolitik mendorong permintaan emas sebagai safe haven.
Sementara itu, minat investasi emas terlihat masih lesu. Hal ini tercermin dari cadangan emas di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas, turun 2,69 ton menjadi 803,34 ton kemarin.
Sementara dari sisi teknikal, terlihat bahwa harga mampu ditutup di atas resistace $1312. Pola long white candlestick menunjukkan adanya potensi buyer yang kuat, indikasi bullish reversal. Indikator stochastic juga terlihat golden cross. Untuk itu, potensi penguatan masih terbuka, dengan resistance selanjutnya berada di kisaran $1329.
Penembusan resistance tersebut akan membuka potensi kenaikan lanjutan menuju kisaran $1345. Sementara itu, sinyal negatif akan kembali muncul jika harga ditutup di bawah $1312.
Rekomendasi
Pesawat Malaysia Airlines membawa 295 penumpang jatuh di wilayah timur Ukraina setelah ditembak rudal.
Baik pihak Ukraina maupun separatis pro-Rusia membantah bertanggung jawab atas penembakan itu. Berita itu meningkatkan ketegangan geopolitik di wilayah konflik, sehari setelah AS menerapkan sanksi baru atas Rusia.
Isu geopolitik juga datang dari Timur Tengah, setelah Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengerahkan pasukan ke Jalur Gaza. Keputusan itu mengejutkan karena datang setelah perjanjian gencatan senjata dengan Hamas. Konflik geopolitik mendorong permintaan emas sebagai safe haven.
Sementara itu, minat investasi emas terlihat masih lesu. Hal ini tercermin dari cadangan emas di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas, turun 2,69 ton menjadi 803,34 ton kemarin.
Sementara dari sisi teknikal, terlihat bahwa harga mampu ditutup di atas resistace $1312. Pola long white candlestick menunjukkan adanya potensi buyer yang kuat, indikasi bullish reversal. Indikator stochastic juga terlihat golden cross. Untuk itu, potensi penguatan masih terbuka, dengan resistance selanjutnya berada di kisaran $1329.
Penembusan resistance tersebut akan membuka potensi kenaikan lanjutan menuju kisaran $1345. Sementara itu, sinyal negatif akan kembali muncul jika harga ditutup di bawah $1312.
Rekomendasi
Yen Jatuh Pasca BOJ Minutes, Data
Yen melemah atas rival utamanya karena BOJ Minutes yang bernada
dovish dan revisi turun data upah. Mata uang Jepang itu sempat reli
karena berita jatuhnya pesawat Malaysia di Ukraina. Sedangkan dollar
berhasil menjaga posisinya meski data AS beragam.
Koreksi yen terjadi akibat isi dari Minutes itu yang menyebutkan para pejabat mengeluhkan kondisi ekspor.
Beberapa anggota dewan memperingatkan persaingan global yang sengit dan peralihan produksi mempengaruhi ekspor. Mereka menunjuk faktor struktural seperti merosotnya daya saing perusahaan Jepang dan pengalihan produksi ke luar negeri mempengaruhi performa ekspor Jepang. Setelah BOJ Minutes, ada laporan pertumbuhan upah selama Mei hanya 0,6%, lebih rendah dari perhitungan sebelumnya 0,8%.
Padahal yen sempat melambung karena berita mengenai jatuhnya pesawat Malaysia Airlines di Ukraina. pesawat yang membawa 295 penumpang itu jatuh di wilayah timur Ukraina setelah ditembak rudal. Tapi masih belum jelas siapa yang menemnak, baik pihak Ukraina maupun separatis pro-Rusia membantah bertanggung jawab. Berita itu meningkatkan ketegangan geopolitik di wilayah konflik, sehari setelah AS menerapkan sanksi baru atas Rusia.
Di tengah perkembangan baru itu, dollar ternyata mampu bertahan dan hanya sempat melemah atas yen.
Data ekonomi AS mixed, dengan data perumahan buruk. Indeks manufaktur Philadelphia naik ke 23,9 di Juni dari 17,8 di Mei. Tapi housing starts turun 9,3% di Juni, melawan prediksi naik 1,9%. Dollar terbantu oleh pernyataan pejabat the Fed James Bullard bahwa rate bisa saja naik lebih cepat. Untuk nanti malam, ada data sentimen konsumen versi University of Michigan dan leading indicators.
Dollar menguat 0,3% ke 101,35 setelah jatuh 0,5% kemarin. Penutupan di atas 101,20 membuka peluang menuju 101,50. Tapi kondisi bullish baru terlihat bila ditutup di atas 101,70. Kondisi tetap bearish bila dollar ditutup di bawah 101,00. Terhadap franc, dollar stabil di 0,8975 setelah melemah 0,15 kemarin. Dollar kesulitan menembus 0,9000 dan bila ditutup di bawah 0,8950, menjadi bearish dengan target 0,8930-0,8900.
Mengenai mata uang lain, euro stabil di $1,3520 setelah jatuh ke level terendah dalam sebulan di $1,3508.
Kondisi bearish tetap berlaku bila ditutup di bawah $1,3480, dengan target $1,3430. Ke atas, ada resistance di $1,3550, tapi kondisi bullish baru terlihat bila ditutup di atas $1,3600. Sterling diperdagangkan di $1,7092 setelah melemah 0,3% kemarin. Bearish continuation terbentuk bila ditutup di bawah MA 25 dengan target $1,7000.
Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD
Koreksi yen terjadi akibat isi dari Minutes itu yang menyebutkan para pejabat mengeluhkan kondisi ekspor.
Beberapa anggota dewan memperingatkan persaingan global yang sengit dan peralihan produksi mempengaruhi ekspor. Mereka menunjuk faktor struktural seperti merosotnya daya saing perusahaan Jepang dan pengalihan produksi ke luar negeri mempengaruhi performa ekspor Jepang. Setelah BOJ Minutes, ada laporan pertumbuhan upah selama Mei hanya 0,6%, lebih rendah dari perhitungan sebelumnya 0,8%.
Padahal yen sempat melambung karena berita mengenai jatuhnya pesawat Malaysia Airlines di Ukraina. pesawat yang membawa 295 penumpang itu jatuh di wilayah timur Ukraina setelah ditembak rudal. Tapi masih belum jelas siapa yang menemnak, baik pihak Ukraina maupun separatis pro-Rusia membantah bertanggung jawab. Berita itu meningkatkan ketegangan geopolitik di wilayah konflik, sehari setelah AS menerapkan sanksi baru atas Rusia.
Di tengah perkembangan baru itu, dollar ternyata mampu bertahan dan hanya sempat melemah atas yen.
Data ekonomi AS mixed, dengan data perumahan buruk. Indeks manufaktur Philadelphia naik ke 23,9 di Juni dari 17,8 di Mei. Tapi housing starts turun 9,3% di Juni, melawan prediksi naik 1,9%. Dollar terbantu oleh pernyataan pejabat the Fed James Bullard bahwa rate bisa saja naik lebih cepat. Untuk nanti malam, ada data sentimen konsumen versi University of Michigan dan leading indicators.
Dollar menguat 0,3% ke 101,35 setelah jatuh 0,5% kemarin. Penutupan di atas 101,20 membuka peluang menuju 101,50. Tapi kondisi bullish baru terlihat bila ditutup di atas 101,70. Kondisi tetap bearish bila dollar ditutup di bawah 101,00. Terhadap franc, dollar stabil di 0,8975 setelah melemah 0,15 kemarin. Dollar kesulitan menembus 0,9000 dan bila ditutup di bawah 0,8950, menjadi bearish dengan target 0,8930-0,8900.
Mengenai mata uang lain, euro stabil di $1,3520 setelah jatuh ke level terendah dalam sebulan di $1,3508.
Kondisi bearish tetap berlaku bila ditutup di bawah $1,3480, dengan target $1,3430. Ke atas, ada resistance di $1,3550, tapi kondisi bullish baru terlihat bila ditutup di atas $1,3600. Sterling diperdagangkan di $1,7092 setelah melemah 0,3% kemarin. Bearish continuation terbentuk bila ditutup di bawah MA 25 dengan target $1,7000.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Asia Tumbang Di Tengah Isu Geopolitik
Saham Asia bertumbangan hari ini menyusul jatuhnya pesawat
Malaysia
Airlines di wilayah Rusia-Ukraina dan invasi militer Israel ke Jalur
Gaza. Kedua isu geopolitik memicu aksi jual dan peralihan dana ke safe
haven.
Indeks Nikkei jatuh 1,4%, turut ditekan oleh penguatan yen.
Indeks Kospi melemah 0,5%. Indeks Australia ASX 200 melemah 0,1%. Indeks Singapura STI turun 0,3%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng terjungkal 1%. Wall Street terdampar di zona merah, dengan indeks S&P 50 anjlok 1,1%.
Semalam, pesawat Malaysia Airlines membawa 295 penumpang jatuh di wilayah timur Ukraina setelah ditembak rudal. Baik pihak Ukraina maupun separatis pro-Rusia membantah bertanggung jawab atas penembakan itu. Tekanan ke saham juga datang setelah Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengerahkan pasukan ke Jalur Gaza. Keputusan itu mengejutkan karena datang setelah perjanjian gencatan senjata.
Bahkan sebelum kedua berita itupun, sentimen pasar memang sudah rentan di tengah isu kenaikan suku bunga the Fed yang lebih cepat dan valuasi saham yang sudah tinggi. Pada dasarnya, saham global memang sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS, karena indeks utamanya sudah mencetak rekor beberapa kali. Alhasil, banyak kalangan yang mewaspadai potensi koreksi.
Indeks Nikkei jatuh 1,4%, turut ditekan oleh penguatan yen.
Indeks Kospi melemah 0,5%. Indeks Australia ASX 200 melemah 0,1%. Indeks Singapura STI turun 0,3%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng terjungkal 1%. Wall Street terdampar di zona merah, dengan indeks S&P 50 anjlok 1,1%.
Semalam, pesawat Malaysia Airlines membawa 295 penumpang jatuh di wilayah timur Ukraina setelah ditembak rudal. Baik pihak Ukraina maupun separatis pro-Rusia membantah bertanggung jawab atas penembakan itu. Tekanan ke saham juga datang setelah Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengerahkan pasukan ke Jalur Gaza. Keputusan itu mengejutkan karena datang setelah perjanjian gencatan senjata.
Bahkan sebelum kedua berita itupun, sentimen pasar memang sudah rentan di tengah isu kenaikan suku bunga the Fed yang lebih cepat dan valuasi saham yang sudah tinggi. Pada dasarnya, saham global memang sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS, karena indeks utamanya sudah mencetak rekor beberapa kali. Alhasil, banyak kalangan yang mewaspadai potensi koreksi.
Wall Street Alami Penurunan Akibat Berita Jatuhnya Pesawat Malaysia
Saham-saham di Amerika alami penurunan pada hari
Kamis kemarin. S&P 500 bukukan penurunan harian terbesarnya sejak 10
April setelah keluarnya berita yang menyebutkan pesawat penumpang
Malaysian Airlines jatuh di wilayah dekat perbatasan Ukraina-Russia.
Para
investor ambil posisi jual saham guna menghindari resiko dan
menempatkan asset investasi mereka pada komponen investasi safe-haven
seperti emas dan surat hutang pemerintah Amerika, karena dengan
kejatuhan pesawat tersebut ada dugaan kuat konflik di Ukraina akan
semakin meluas setelah pemerintah Amerika berikan sangsi kepada pihak
Russia yang diumumkan sehari sebelum kejatuhan pesawat tersebut.
Dalam peristiwa kejatuhan pesawat tersebut, jumlah korban jiwa hampir mendekati angka 300 orang, dimana pesawat tersebut alami kejatuhan akibat tembakan missile, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pemerintah Ukraina. Insiden tersebut terjadi setelah ketegangan antara Russia dan Ukraina semakin meningkat sehingga membuat wilayah perbatasan menjadi wilayah yang sensitif, termasuk juga terhadap semua yang melintas di udara akan dianggap sebagai pesawat militer.
Berita lainnya yang berikan tekanan bagi pasar muncul dari ketegangan Israel dan Palestina. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis kemarin berikan perintah kepada militer untuk mulai lakukan serangan darat di Gaza.
Dow Jones industrial average alami penurunan sebesar 161,39 poin atau 0,94 persen menjadi 16.976,81. S&P 500 alami penurunan sebesar 23,45 poin atau 1,18 persen menjadi 1.958,12. Nasdaq Composite alami penurunan sebesar 62,52 poin atau 1,41 persen menjadi 4.363,45.
NYSE Arca airline indek alami penurunan sebesar 2,6 persen. American Airline alami penurunan harga saham sebesar 4,1 persen menjadi $41,70 sedangkan United Continental alami penurunan sebesar 3,5 persen menjadi $43,35.
Indek acuan saham utama Amerika, sebenarnya sejak awal pembukaan pasar sudah alami sedikit penurunan. Walaupun sebenarnya pada awal-awal perdagangan laporan earning tunjukkan hasil yang solid, tetapi saham-saham cenderung tidak bergeming. Setelah laporkan kinerja keuangannya, Morgan Stanley alami penurunan harga saham sebesar 0,6 persen menjadi $32,30 dan United Health alami kenaikan harga saham sebesar 1,6 persen menjadi $85,11.
Saham alami penurunan terbesarnya setelah munculnya berita kejatuhan pesawat Malaysia.
Saham Microsoft alami kenaikan sebesar 1 persen menjadi $44,53 setelah perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka akan lakukan pengurangan karyawan sebanyak 18.000 orang, atau sebanding dengan 14 persen dari total tenaga kerjanya. Dengan pengurangan tersebut perusahaan akan terkena pre-tax sebesar $1,1 milliar sampai dengan $1,6 milliar dalam empat kuartal kedepan.
Secara keseluruhan tercatat jumlah transaksi saham mencapai angka 6,63 milliar lembar saham, lebih tinggi dari transaksi rata-rata harian, yaitu 5,48 milliar lembar saham.
Dalam peristiwa kejatuhan pesawat tersebut, jumlah korban jiwa hampir mendekati angka 300 orang, dimana pesawat tersebut alami kejatuhan akibat tembakan missile, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pemerintah Ukraina. Insiden tersebut terjadi setelah ketegangan antara Russia dan Ukraina semakin meningkat sehingga membuat wilayah perbatasan menjadi wilayah yang sensitif, termasuk juga terhadap semua yang melintas di udara akan dianggap sebagai pesawat militer.
Berita lainnya yang berikan tekanan bagi pasar muncul dari ketegangan Israel dan Palestina. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis kemarin berikan perintah kepada militer untuk mulai lakukan serangan darat di Gaza.
Dow Jones industrial average alami penurunan sebesar 161,39 poin atau 0,94 persen menjadi 16.976,81. S&P 500 alami penurunan sebesar 23,45 poin atau 1,18 persen menjadi 1.958,12. Nasdaq Composite alami penurunan sebesar 62,52 poin atau 1,41 persen menjadi 4.363,45.
NYSE Arca airline indek alami penurunan sebesar 2,6 persen. American Airline alami penurunan harga saham sebesar 4,1 persen menjadi $41,70 sedangkan United Continental alami penurunan sebesar 3,5 persen menjadi $43,35.
Indek acuan saham utama Amerika, sebenarnya sejak awal pembukaan pasar sudah alami sedikit penurunan. Walaupun sebenarnya pada awal-awal perdagangan laporan earning tunjukkan hasil yang solid, tetapi saham-saham cenderung tidak bergeming. Setelah laporkan kinerja keuangannya, Morgan Stanley alami penurunan harga saham sebesar 0,6 persen menjadi $32,30 dan United Health alami kenaikan harga saham sebesar 1,6 persen menjadi $85,11.
Saham alami penurunan terbesarnya setelah munculnya berita kejatuhan pesawat Malaysia.
Saham Microsoft alami kenaikan sebesar 1 persen menjadi $44,53 setelah perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka akan lakukan pengurangan karyawan sebanyak 18.000 orang, atau sebanding dengan 14 persen dari total tenaga kerjanya. Dengan pengurangan tersebut perusahaan akan terkena pre-tax sebesar $1,1 milliar sampai dengan $1,6 milliar dalam empat kuartal kedepan.
Secara keseluruhan tercatat jumlah transaksi saham mencapai angka 6,63 milliar lembar saham, lebih tinggi dari transaksi rata-rata harian, yaitu 5,48 milliar lembar saham.
Wall Street Anjlok, Asia Rontok
Nikkei
Indeks Nikkei terkoreksi dari level tertingginya dalam 1,5 pekan kemarin karena aksi profit taking yang dilakukan investor, bersamaan dengan lesunya kinerja Wall Street. Jatuhnya indeks berhasil diredam setelah pertumbuhan ekonomi China di kuartal kedua. Ditambah minat perburuan aset berisiko berkurang setelah saham-saham Wall Street yang kurang mengesankan. Indeks Nikkei ditutup turun 9,04 poin, atau 0,06%, ke posisi 15.370,26.
Indeks Nikkei terjun bebes menyusul anjloknya indeks utama Wall Street dengan menjauh dari level terendahnya dalam 1,5 pekan. Aksi safe haven menjadi pemicu penurunan indeks di tengah kecelakaan yang kembali melanda Malaysia Airlines di perbatasan Ukraina – Rusia. Yen pagi ini sempat menguat dalam sepekan terakhir dengan berada 101,08 terhadap dollar AS.
Rekomendasi


Kospi
Indeks Kospi menguat di tengah kecemasan investor atas pernyataan ketua the Fed Janet Yellen. Dalam testimoninya di depan senat, Yellen mengatakan valuasi saham di beberapa sektor, seperti saham lapis dua dan bioteknologi sudah cukup tinggi. Indeks Kospi ditutup naik 7,42 poin, atau 0,37%, ke posisi 2.020,90, level tertingginya dalam tujuh bulan terakhir.
Indeks Kospi terjungkal menyusul jatuhnya indeks utama Wall Street di karenakan kekhawatiran meledaknya maskapai Malaysia Airlines. Sentimen ini membuat indeks harus rela jatuh dengan menjauhi level tertingginya dalam tujuh bulan terakhir yang dicapainya kemarin. Saham-saham unggulan rontok, salah satunya afiliasi dari LG, LG Chem, LG Electronics dan LG Display jatuh lebih dari 1,0%.
Rekomendasi


Hang Seng
Indeks Hang Seng naik 0,27% setelah China mengumumkan PDB kuartal kedua tumbuh di atas prediksi.
Tumbuhnya ekonomi di kuartal kedua ini menambah harapan pemulihan terus berjalan setelah serangkaian kebijakan stimulus pemerintah. PDB selama periode April-Juni tumbuh 7,5% dari periode sama tahun lalu, menurut laporan biro statistik setempat. Angka itu lebih baik dari prediksi dan kuartal sebelumnya yang 7,4%. Indeks Hang Seng ditutup turun 2,41 poin, atau 0,01%, ke posisi 23.520,87.
Fluktuasi indeks diperkirakan lebar hari ini, jatuhnya indeks dipicu koreksi tajam indeks utama Wall Street setelah mencetak rekor sebelumnya. Sentimen indeks kini diselimuti kekhawatiran meningkatnya ketegangan geopolitik Ukraina dan Rusia. Mudarnya sentimen ini bila ada kejelasan dari siapa pihak yang bertangggung jawab atas meledaknya Malaysia Airlines.
Rekomendasi

Indeks Nikkei terkoreksi dari level tertingginya dalam 1,5 pekan kemarin karena aksi profit taking yang dilakukan investor, bersamaan dengan lesunya kinerja Wall Street. Jatuhnya indeks berhasil diredam setelah pertumbuhan ekonomi China di kuartal kedua. Ditambah minat perburuan aset berisiko berkurang setelah saham-saham Wall Street yang kurang mengesankan. Indeks Nikkei ditutup turun 9,04 poin, atau 0,06%, ke posisi 15.370,26.
Indeks Nikkei terjun bebes menyusul anjloknya indeks utama Wall Street dengan menjauh dari level terendahnya dalam 1,5 pekan. Aksi safe haven menjadi pemicu penurunan indeks di tengah kecelakaan yang kembali melanda Malaysia Airlines di perbatasan Ukraina – Rusia. Yen pagi ini sempat menguat dalam sepekan terakhir dengan berada 101,08 terhadap dollar AS.
Rekomendasi
Kospi
Indeks Kospi menguat di tengah kecemasan investor atas pernyataan ketua the Fed Janet Yellen. Dalam testimoninya di depan senat, Yellen mengatakan valuasi saham di beberapa sektor, seperti saham lapis dua dan bioteknologi sudah cukup tinggi. Indeks Kospi ditutup naik 7,42 poin, atau 0,37%, ke posisi 2.020,90, level tertingginya dalam tujuh bulan terakhir.
Indeks Kospi terjungkal menyusul jatuhnya indeks utama Wall Street di karenakan kekhawatiran meledaknya maskapai Malaysia Airlines. Sentimen ini membuat indeks harus rela jatuh dengan menjauhi level tertingginya dalam tujuh bulan terakhir yang dicapainya kemarin. Saham-saham unggulan rontok, salah satunya afiliasi dari LG, LG Chem, LG Electronics dan LG Display jatuh lebih dari 1,0%.
Rekomendasi
Hang Seng
Indeks Hang Seng naik 0,27% setelah China mengumumkan PDB kuartal kedua tumbuh di atas prediksi.
Tumbuhnya ekonomi di kuartal kedua ini menambah harapan pemulihan terus berjalan setelah serangkaian kebijakan stimulus pemerintah. PDB selama periode April-Juni tumbuh 7,5% dari periode sama tahun lalu, menurut laporan biro statistik setempat. Angka itu lebih baik dari prediksi dan kuartal sebelumnya yang 7,4%. Indeks Hang Seng ditutup turun 2,41 poin, atau 0,01%, ke posisi 23.520,87.
Fluktuasi indeks diperkirakan lebar hari ini, jatuhnya indeks dipicu koreksi tajam indeks utama Wall Street setelah mencetak rekor sebelumnya. Sentimen indeks kini diselimuti kekhawatiran meningkatnya ketegangan geopolitik Ukraina dan Rusia. Mudarnya sentimen ini bila ada kejelasan dari siapa pihak yang bertangggung jawab atas meledaknya Malaysia Airlines.
Rekomendasi
Kamis, 17 Juli 2014
Terangkat Bargain Hunting, Emas Masih Rentan
Harga emas bergerak naik pada perdagangan hari ini di Asia, dan
diperdagangkan di atas $1300 berkat bargain hunting setelah harga turun
tajam. Tapi, sentimen masih rentan di tengah ekspektasi kenaikan suku
bunga the Fed yang lebih cepat dari perkiraan.
Emas megalami tekanan setelah pejabat the Fed mengatakan bahwa bisa saja menaikkan suku bunganya lebih cepat dari perkiraan jika pertumbuhan lapanagan kerja dan upah terus pesat.
Yellen mengatakan kenaikan suku bunga mungkin bisa terlihat pada kuartal ketiga 2015. Ia mengatakan proyeksi the Fed adalah rate acuan berada di 1% pada akhir tahun depan. Selain itu, Presiden the Fed distrik Dallas Richard Fisher mengatakan pihaknya mungkin bisa mulai menaikkan suku bunga awal tahun depan, bila pengangguran terus turun lebih cepat dari perkirakan dan inflasi kembali ke target 2%.
Permintaan fisik di Asia gagal memberikan dorongan yang berarti meski harga turun tajam. Mencerminkan berkurangnya minat investor, cadangan emas di SPDR Gold Trust, turun 2,7 ton menjadi 806,03 kemarin.
Dari sisi teknikal, terlihat harga mampu bertahan di atas MA 200, mengindikasikan bahwa trend keseluruhan masih bullish. Indikator stochastic mulai oversold dan berpeluang golden cross. Namun, kenaikan emas selanjutnya akan diuji jika mampu bertahan di atas resistance $1306. Penembusan resistance tersebut bisa mematahkan trend bearish jangka pendek, dan membuka potensi kenaikan menuju kisaran $1312 – $1316.
Sementara itu, trend bearish berlanjut jika support di $1292 ditembus, dengan potensi penurunan lanjutan menuju kisaran $1275 – $1285.
Rekomendasi
Emas megalami tekanan setelah pejabat the Fed mengatakan bahwa bisa saja menaikkan suku bunganya lebih cepat dari perkiraan jika pertumbuhan lapanagan kerja dan upah terus pesat.
Yellen mengatakan kenaikan suku bunga mungkin bisa terlihat pada kuartal ketiga 2015. Ia mengatakan proyeksi the Fed adalah rate acuan berada di 1% pada akhir tahun depan. Selain itu, Presiden the Fed distrik Dallas Richard Fisher mengatakan pihaknya mungkin bisa mulai menaikkan suku bunga awal tahun depan, bila pengangguran terus turun lebih cepat dari perkirakan dan inflasi kembali ke target 2%.
Permintaan fisik di Asia gagal memberikan dorongan yang berarti meski harga turun tajam. Mencerminkan berkurangnya minat investor, cadangan emas di SPDR Gold Trust, turun 2,7 ton menjadi 806,03 kemarin.
Dari sisi teknikal, terlihat harga mampu bertahan di atas MA 200, mengindikasikan bahwa trend keseluruhan masih bullish. Indikator stochastic mulai oversold dan berpeluang golden cross. Namun, kenaikan emas selanjutnya akan diuji jika mampu bertahan di atas resistance $1306. Penembusan resistance tersebut bisa mematahkan trend bearish jangka pendek, dan membuka potensi kenaikan menuju kisaran $1312 – $1316.
Sementara itu, trend bearish berlanjut jika support di $1292 ditembus, dengan potensi penurunan lanjutan menuju kisaran $1275 – $1285.
Rekomendasi
Yellen Masih Penentu Sentimen Bursa
Perhatian Wall Street dan Federal Reserve salah satunya adalah tentang inflasi, tapi untuk saat ini hampir tidak ada orang tampaknya khawatir akan hal itu.
Berbagai indikator yang mendongkrak inflasi AS telah bergerak naik tajam sejak awal tahun, termasuk ‘producer price index’. Indeks, yang mengukur ‘wholesale costs’, telah naik 2% dalam 12 bulan terakhir hingga Mei lalu, yang dibulan Februari hanya 0,9%. Laporan terbaru tentang ‘wholesale prices’, yang dirilis Rabu, yang diperkirakan akan meningkat cukup besar. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memprediksi PPI akan naik 0,3% pada bulan Juni. Indeks akan dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja pada pukul 8:30 WIB. Bahkan jika kenaikan tersebut besar, Wall Street tidak akan menanggapinya, sebagian besar ekonom di Wall Street dan di Federal Reserve berharap tekanan inflasi mereda segera.
Meski survei mengatakan kenaikan harga baru-baru ini ada di sektor makanan, energi dan obat-obatan cenderung ‘meruncing’.
Janet Yellen, ketua the Fed, mengatakan kepada senator AS pada hari Selasa kemarin, bahwa inflasi konsumen tetap di bawah target tahunan bank sentral di area 2% dan dia mengharapkan untuk tetap di sana selama sisa tahun fiskal 2014.
Yellen akan kembali bersaksi di depan Kongres pada hari ini, dan pasar berharap supaya dia tidak memberikan gejolak ke pasar.
“Yellen akan menyampaikan hal yang sama, “kata Joseph LaVorgna, kepala ekonom di Deutsche Bank. “The Q & A akan berbeda, tapi itu sangat tidak biasa untuk pergerakan pada paruh kedua, “Humphrey-Hawkins” kesaksian-nya menjadi sentimen penggerak pasar.” Juga pergerakan untuk hari berikutnya, The Fed akan merilis Beige Book, memeriksa kondisi periodik ekonomi di seluruh Amerika Serikat berdasar laporan ini dan akan memberikan gambaran mengenai kemungkinan pertumbuhan ekonomi pada kecepatan yang moderat dan mungkin sedikit dipercepat.
Laporan lain adalah ‘home builders index’ yang akan memberitahu apakah perusahaan konstruksi masih memiliki sikap optimis tentang pasar real-estate dan industrial production untuk bulan Juni. Produksi kemungkinan akan naik lagi sebagai tanda bahwa produsen AS masih kuat.
Sentimen umum pergerakan bursa masih fokus pada pernyataan Yellen dan data-data ekonomi penunjang pernyataan tersebut.
Berbagai indikator yang mendongkrak inflasi AS telah bergerak naik tajam sejak awal tahun, termasuk ‘producer price index’. Indeks, yang mengukur ‘wholesale costs’, telah naik 2% dalam 12 bulan terakhir hingga Mei lalu, yang dibulan Februari hanya 0,9%. Laporan terbaru tentang ‘wholesale prices’, yang dirilis Rabu, yang diperkirakan akan meningkat cukup besar. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memprediksi PPI akan naik 0,3% pada bulan Juni. Indeks akan dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja pada pukul 8:30 WIB. Bahkan jika kenaikan tersebut besar, Wall Street tidak akan menanggapinya, sebagian besar ekonom di Wall Street dan di Federal Reserve berharap tekanan inflasi mereda segera.
Meski survei mengatakan kenaikan harga baru-baru ini ada di sektor makanan, energi dan obat-obatan cenderung ‘meruncing’.
Janet Yellen, ketua the Fed, mengatakan kepada senator AS pada hari Selasa kemarin, bahwa inflasi konsumen tetap di bawah target tahunan bank sentral di area 2% dan dia mengharapkan untuk tetap di sana selama sisa tahun fiskal 2014.
Yellen akan kembali bersaksi di depan Kongres pada hari ini, dan pasar berharap supaya dia tidak memberikan gejolak ke pasar.
“Yellen akan menyampaikan hal yang sama, “kata Joseph LaVorgna, kepala ekonom di Deutsche Bank. “The Q & A akan berbeda, tapi itu sangat tidak biasa untuk pergerakan pada paruh kedua, “Humphrey-Hawkins” kesaksian-nya menjadi sentimen penggerak pasar.” Juga pergerakan untuk hari berikutnya, The Fed akan merilis Beige Book, memeriksa kondisi periodik ekonomi di seluruh Amerika Serikat berdasar laporan ini dan akan memberikan gambaran mengenai kemungkinan pertumbuhan ekonomi pada kecepatan yang moderat dan mungkin sedikit dipercepat.
Laporan lain adalah ‘home builders index’ yang akan memberitahu apakah perusahaan konstruksi masih memiliki sikap optimis tentang pasar real-estate dan industrial production untuk bulan Juni. Produksi kemungkinan akan naik lagi sebagai tanda bahwa produsen AS masih kuat.
Sentimen umum pergerakan bursa masih fokus pada pernyataan Yellen dan data-data ekonomi penunjang pernyataan tersebut.
Suku Bunga The Fed Bisa Saja Naik Tahun Depan
Hal itu disampaikan oleh Presiden the Fed distrik Dallas Richard Fisher dalam pidatonya di University of Southern California semalam. Dalam pidato itu, ia menyatakan optimis dengan prospek pemulihan ekonomi, seperti yang ditunjukkan lewat data akhir-akhir ini. Namun, ia menambah keyakinan itu harus disepakati oleh semua anggota komite, dari sana mungkin bisa membicarakan mengenai suku bunga.
“Bila tingkat pengangguran terus turun lebih cepat dari perkirakan dan inflasi kembali ke target 2%, the Fed bisa menaikkan lebih dini,” katanya. Mengingat perbaikan lapangan kerja dan perkembangan inflasi yang sejauh ini konsisten, menurutnya, harus ada sinyal soal penyesuaian kebijakan moneter, dalam arti the Fed perlu mulai menyiapkan pasar untuk kenaikan suku bunga ke level normal.
Fisher adalah anggota FOMC yang punya hak voting tahun ini, dan ia sendiri mengakui adanya perbedaan pandangan di antara para koleganya. Namun ia berjanji akan menyampaikan pandangannya dalam rapat selanjutnya, yang digelar pada akhir Juli. Sebagai salah satu anggota yang tidak menyukai program pembelian obligasi, Fisher memandang ada saatnya kebijakan yang terlalu akomodatif perlu diakhiri agar tidak menimbulkan efek negatif, seperti pengambilan risiko yang berlebihan di pasar keuangan.
Tingkat pengangguran turun ke 6,1% di Juni, dan banyak ekonom memperkirakan bisa turun ke 5,5% sebelum tekanan inflasi mencapai target itu. The Fed berencana mengakhiri program pembelian obligasinya pada Oktober, namun menunggu dulu sebelum menaikkan suku bunga demi menjaga pemulihan ekonomi.
Dollar Lanjutkan Gain, Sterling Stabil
Dollar melanjutkan penguatan atas beberapa rivalnya menyusul semakin
terbukanya prospek kebijakan moneter the Fed pasca kesaksian sang ketua
Janet Yellen. Sedangkan sterling masih bertahan dekat level tertinggi
dalam enam tahun berkat data ketenagakerjaan Inggris yang lebih baik
dari prediksi.
Penguatan lanjutan dollar datang setelah Yellen menyampaikan perkiraan waktu kenaikan suku bunga. Dalam kesaksian di hadapan Kongres, Yellen mengatakan kenaikan suku bunga mungkin bisa terlihat pada kuartal ketiga 2015. Ia mengatakan proyeksi the Fed adalah rate acuan berada di 1% pada akhir tahun depan.
Namun ia mengindikasikan proyeksi itu bisa berubah sewaktu-waktu, bergantung pada kondisi ekonomi.
Pernyataan Yellen itu datang setelah kemarin mengatakan suku bunga bisa naik lebih cepat dari perkiraan bila lapangan kerja dan inflasi terus membaik. Meski beragam, pasar lebih mengambil pernyataan Yellen yang bernada hawkish sebagai acuan. Beberapa kalangan memandang, kenaikan inflasi dan penurunan tingkat pengangguran di AS bisa memaksa the Fed menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
Untuk nanti malam, ada data initial jobless claims, housing starts dan Philadelphia Fed. Pejabat the Fed, James Bullard, juga akan berpidato. Sejauh mana semua even itu dapat menjaga momentum penguatan dollar. Dalam perdagangan di Asia, indeks dollar berada di 80,53 setelah menguat 0,3% kemarin dan menyentuh 80,61, tertinggi dalam sebulan. Terhadap yen, dollar melemah 0,2% ke 101,50, penutupan di bawah itu menjadi bearish continuation dengan target 101,15. Atas franc, dollar diperdagangkan di 0,8976, sedang menguji resistance 0,9000.
Beralih ke mata uang lain, sterling masih stabil di $1,7136 setelah data kemarin menunjukkan lapangan kerja di Inggris tumbuh 254.000 selama Juni, di atas prediksi 243.000, yang membuat tingkat pengangguran turun 0,1% ke 6,5%. Tidak ada even penting terjadwal di Inggris hari ini, membuat pergerakan cenderung konsolidatif. Sterling masih bergerak di range $1,7100 dan $1,7200. Kondisi bearish terbentuk bila ditutup di bawah $1,7060.
Sementara itu, euro tenggelam di level terendah dalam sebulan di tengah minimnya sentimen baru dari Eropa.
Pasar melihat euro bearish karena perbedaan prospek kebijakan moneter antara ECB dan the Fed. The Fed mulai menormalisasi kebijakan, sedangkan ECB baru saja memangkas rate. Untuk hari ini, ada data inflasi zona euro untuk Juni, yang diperkirakan tetap 0,8%. Lebih rendah dari itu, bisa menekan euro. Saat ini, euro diperdagangkan di $1,3525, dengan resistance di $1,3550 dan support di $1,3480.
Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD
Penguatan lanjutan dollar datang setelah Yellen menyampaikan perkiraan waktu kenaikan suku bunga. Dalam kesaksian di hadapan Kongres, Yellen mengatakan kenaikan suku bunga mungkin bisa terlihat pada kuartal ketiga 2015. Ia mengatakan proyeksi the Fed adalah rate acuan berada di 1% pada akhir tahun depan.
Namun ia mengindikasikan proyeksi itu bisa berubah sewaktu-waktu, bergantung pada kondisi ekonomi.
Pernyataan Yellen itu datang setelah kemarin mengatakan suku bunga bisa naik lebih cepat dari perkiraan bila lapangan kerja dan inflasi terus membaik. Meski beragam, pasar lebih mengambil pernyataan Yellen yang bernada hawkish sebagai acuan. Beberapa kalangan memandang, kenaikan inflasi dan penurunan tingkat pengangguran di AS bisa memaksa the Fed menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
Untuk nanti malam, ada data initial jobless claims, housing starts dan Philadelphia Fed. Pejabat the Fed, James Bullard, juga akan berpidato. Sejauh mana semua even itu dapat menjaga momentum penguatan dollar. Dalam perdagangan di Asia, indeks dollar berada di 80,53 setelah menguat 0,3% kemarin dan menyentuh 80,61, tertinggi dalam sebulan. Terhadap yen, dollar melemah 0,2% ke 101,50, penutupan di bawah itu menjadi bearish continuation dengan target 101,15. Atas franc, dollar diperdagangkan di 0,8976, sedang menguji resistance 0,9000.
Beralih ke mata uang lain, sterling masih stabil di $1,7136 setelah data kemarin menunjukkan lapangan kerja di Inggris tumbuh 254.000 selama Juni, di atas prediksi 243.000, yang membuat tingkat pengangguran turun 0,1% ke 6,5%. Tidak ada even penting terjadwal di Inggris hari ini, membuat pergerakan cenderung konsolidatif. Sterling masih bergerak di range $1,7100 dan $1,7200. Kondisi bearish terbentuk bila ditutup di bawah $1,7060.
Sementara itu, euro tenggelam di level terendah dalam sebulan di tengah minimnya sentimen baru dari Eropa.
Pasar melihat euro bearish karena perbedaan prospek kebijakan moneter antara ECB dan the Fed. The Fed mulai menormalisasi kebijakan, sedangkan ECB baru saja memangkas rate. Untuk hari ini, ada data inflasi zona euro untuk Juni, yang diperkirakan tetap 0,8%. Lebih rendah dari itu, bisa menekan euro. Saat ini, euro diperdagangkan di $1,3525, dengan resistance di $1,3550 dan support di $1,3480.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Harga Saham Sands China Alami Kenaikan Mencapai Rekor Tertingginya Di Dukung Laporan Earning
Sands China Ltd (1928), perusahaan operator Casino di
Macau yang di kendalikan langsung oleh pengusaha miliuner Sheldon
Adelson, alami kenaikan mencapai rekor harga tertingginya di Hong Kong
setelah laporan kinerja keuangan perusahaan untuk kuartal ketiga tahun
buku perusahaan lampaui perkiraan analis, didukung oleh peningkatan
jumlah orang yang mencari keberuntungan lewat judi.
Saham perusahaan ini alami kenaikan sebesar 9,2 persen mencapai harga HK$58, level harga tertinggi saham tersebut sejak listingnya saham perusahaan pada November 2009. Saham perusahaan ini secara keseluruhan telah alami kenaikan sebesar 71 persen pada tahun ini, bandingkan kenaikan tersebut dengan indek acuan saham Hang Seng indek yang hanya alami kenaikan sebesar 3 persen.
Sands China, Galaxy Entertainment Group Ltd (27) dan Melco Crown Entertainment Ltd (MPEL) lakukan ekspansi bisnis di Cotai, sebuah wilayah di Macau yang sebanding dengan Las Vegas Strip. Sands Cotai Central, yang mulai di buka pada April tahun lalu memiliki pertokoan, entertainment show dan hotel guna melayani konsumen judi kelas menengah.
Adjusted properti earning sebelum dikenaik pajak, bunga, depresiasi dan amortisasi alami kenaikan sebesar 62 persen menjadi $758,3 juta pada kuartal ketiga tahun ini, berdasarkan laporan yang disampaikan perusahaan kepada bursa saham. Bandingkan hasil tersebut dengan perkiraan analis, yaitu $732 juta.
Sands China saat ini memiliki kamar hotel berjumlah hingga sebanyak 9000 ruangan dan 40 persen diantaranya merupakan hotel bintang empat dan lima.
Pendapatan bersih Las Vegas Sands Corp (LVS) untuk bisnis perusahaan yang listing di Hong Kong alami kenaikan sebesar 89 persen menjadi $617,9 juta dari tahun lalu $326,7 juta. Revenue perusahaan tersebut alami kenaikan sebesar 43 persen menjadi $2,34 milliar. Induk perusahaan Las Vegas Sands sendiri yang listing di Amerika juga laporkan earning diatas perkiraan.
Perusahaan ini juga berencana untuk lakukan investasi senilai kurang lebih $2,8 milliar untuk membangun bisnis tambahan di Macau, yang akan dinamakan Parisian, yang mana akan menjadi replika dari Eiffel Tower.
Revenue judi di Macau, yang merupakan satu0satunya wilayah di China dimana kegiatan judi di legalkan, alami kenaikan sebesar 17 persen menjadi 260,6 milliar patacas ($33 milliar) dalam sembilan pertama tahun buku perusahaan, serelah pada tahun 2012 berhasil bukukan $38 milliar.
Saham perusahaan ini alami kenaikan sebesar 9,2 persen mencapai harga HK$58, level harga tertinggi saham tersebut sejak listingnya saham perusahaan pada November 2009. Saham perusahaan ini secara keseluruhan telah alami kenaikan sebesar 71 persen pada tahun ini, bandingkan kenaikan tersebut dengan indek acuan saham Hang Seng indek yang hanya alami kenaikan sebesar 3 persen.
Sands China, Galaxy Entertainment Group Ltd (27) dan Melco Crown Entertainment Ltd (MPEL) lakukan ekspansi bisnis di Cotai, sebuah wilayah di Macau yang sebanding dengan Las Vegas Strip. Sands Cotai Central, yang mulai di buka pada April tahun lalu memiliki pertokoan, entertainment show dan hotel guna melayani konsumen judi kelas menengah.
Adjusted properti earning sebelum dikenaik pajak, bunga, depresiasi dan amortisasi alami kenaikan sebesar 62 persen menjadi $758,3 juta pada kuartal ketiga tahun ini, berdasarkan laporan yang disampaikan perusahaan kepada bursa saham. Bandingkan hasil tersebut dengan perkiraan analis, yaitu $732 juta.
Sands China saat ini memiliki kamar hotel berjumlah hingga sebanyak 9000 ruangan dan 40 persen diantaranya merupakan hotel bintang empat dan lima.
Pendapatan bersih Las Vegas Sands Corp (LVS) untuk bisnis perusahaan yang listing di Hong Kong alami kenaikan sebesar 89 persen menjadi $617,9 juta dari tahun lalu $326,7 juta. Revenue perusahaan tersebut alami kenaikan sebesar 43 persen menjadi $2,34 milliar. Induk perusahaan Las Vegas Sands sendiri yang listing di Amerika juga laporkan earning diatas perkiraan.
Perusahaan ini juga berencana untuk lakukan investasi senilai kurang lebih $2,8 milliar untuk membangun bisnis tambahan di Macau, yang akan dinamakan Parisian, yang mana akan menjadi replika dari Eiffel Tower.
Revenue judi di Macau, yang merupakan satu0satunya wilayah di China dimana kegiatan judi di legalkan, alami kenaikan sebesar 17 persen menjadi 260,6 milliar patacas ($33 milliar) dalam sembilan pertama tahun buku perusahaan, serelah pada tahun 2012 berhasil bukukan $38 milliar.
Performa Wall Street Pertahankan Laju Positif Asia
Nikkei
Indeks Nikkei terkoreksi dari level tertingginya dalam 1,5 pekan kemarin karena aksi profit taking yang dilakukan investor, bersamaan dengan lesunya kinerja Wall Street. Jatuhnya indeks berhasil diredam setelah pertumbuhan ekonomi China di kuartal kedua. Ditambah minat perburuan aset berisiko berkurang setelah saham-saham Wall Street yang kurang mengesankan. Indeks Nikkei ditutup turun 15,86 poin, atau 0,10%, ke posisi 15.379,30.
Indeks Nikkei coba memperbaiki posisi kejatuhan kemarin dengan menguat menyusul kenaikan indeks utama Wall Street. Pelemahan yen terhadap dollar AS dapat menopang kinerja saham ekspor. Tapi investor kini dicemaskan testimoni ketua the Fed Janet Yellen dan pejabat the Fed lainnya perihal tingginya valuasi saham di AS yang terus mencetak rekor.
Rekomendasi

Kospi
Indeks Kospi turun tipis di tengah kecemasan investor atas pernyataan ketua the Fed Janet Yellen. Dalam testimoninya di depan senat, Yellen mengatakan valuasi saham di beberapa sektor, seperti saham lapis dua dan bioteknologi sudah cukup tinggi. Indeks Kospi ditutup naik tipis 0,76 poin, atau 0,04%, ke posisi 2.013,48, setelah keluar dan masuk area negatif.
Indeks Kospi coba mempertahankan laju positifnya hari ini meski bayang-bayang profit taking menghinggapi indeks setelah penguatan sebelumnya. Koreksi indeks ini bisa terjadi bila investor bereaksi atas data ekonomi AS yang mengecewakan dan juga koreksi Dow Jones futures pagi ini yang mengalami koreksi.
Namun sentimen musim laporan korporat AS dapat membatasi penurunan indeks.
Rekomendasi

Hang Seng
Indeks Hang Seng naik 0,27% setelah China mengumumkan PDB kuartal kedua tumbuh di atas prediksi.
Tumbuhnya ekonomi di kuartal kedua ini menambah harapan pemulihan terus berjalan setelah serangkaian kebijakan stimulus pemerintah. PDB selama periode April-Juni tumbuh 7,5% dari periode sama tahun lalu, menurut laporan biro statistik setempat. Angka itu lebih baik dari prediksi dan kuartal sebelumnya yang 7,4%. Indeks Hang Seng ditutup naik 56,45 poin, atau 0,24%, ke posisi 23.516,41.
Fluktuasi indeks diperkirakan lebar hari ini, kenaikan indeks ditopang komponen indeks utama Wall Street yang kembali mencetak rekor barunya. Sentimen indeks masih diselimuti membaiknya data China, setelah kemarin PDB untuk pertama kalinya tidak melambat dalam tiga kuartal terakhir, dan semakin menempatkan China menuju stabilisasi.
Rekomendasi
Indeks Nikkei terkoreksi dari level tertingginya dalam 1,5 pekan kemarin karena aksi profit taking yang dilakukan investor, bersamaan dengan lesunya kinerja Wall Street. Jatuhnya indeks berhasil diredam setelah pertumbuhan ekonomi China di kuartal kedua. Ditambah minat perburuan aset berisiko berkurang setelah saham-saham Wall Street yang kurang mengesankan. Indeks Nikkei ditutup turun 15,86 poin, atau 0,10%, ke posisi 15.379,30.
Indeks Nikkei coba memperbaiki posisi kejatuhan kemarin dengan menguat menyusul kenaikan indeks utama Wall Street. Pelemahan yen terhadap dollar AS dapat menopang kinerja saham ekspor. Tapi investor kini dicemaskan testimoni ketua the Fed Janet Yellen dan pejabat the Fed lainnya perihal tingginya valuasi saham di AS yang terus mencetak rekor.
Rekomendasi
Kospi
Indeks Kospi turun tipis di tengah kecemasan investor atas pernyataan ketua the Fed Janet Yellen. Dalam testimoninya di depan senat, Yellen mengatakan valuasi saham di beberapa sektor, seperti saham lapis dua dan bioteknologi sudah cukup tinggi. Indeks Kospi ditutup naik tipis 0,76 poin, atau 0,04%, ke posisi 2.013,48, setelah keluar dan masuk area negatif.
Indeks Kospi coba mempertahankan laju positifnya hari ini meski bayang-bayang profit taking menghinggapi indeks setelah penguatan sebelumnya. Koreksi indeks ini bisa terjadi bila investor bereaksi atas data ekonomi AS yang mengecewakan dan juga koreksi Dow Jones futures pagi ini yang mengalami koreksi.
Namun sentimen musim laporan korporat AS dapat membatasi penurunan indeks.
Rekomendasi
Hang Seng
Indeks Hang Seng naik 0,27% setelah China mengumumkan PDB kuartal kedua tumbuh di atas prediksi.
Tumbuhnya ekonomi di kuartal kedua ini menambah harapan pemulihan terus berjalan setelah serangkaian kebijakan stimulus pemerintah. PDB selama periode April-Juni tumbuh 7,5% dari periode sama tahun lalu, menurut laporan biro statistik setempat. Angka itu lebih baik dari prediksi dan kuartal sebelumnya yang 7,4%. Indeks Hang Seng ditutup naik 56,45 poin, atau 0,24%, ke posisi 23.516,41.
Fluktuasi indeks diperkirakan lebar hari ini, kenaikan indeks ditopang komponen indeks utama Wall Street yang kembali mencetak rekor barunya. Sentimen indeks masih diselimuti membaiknya data China, setelah kemarin PDB untuk pertama kalinya tidak melambat dalam tiga kuartal terakhir, dan semakin menempatkan China menuju stabilisasi.
Rekomendasi
Wall Street Alami Kenaikan Di Dukung Oleh Aktifitas Merger dan Akuisisi
Saham-saham di Amerika alami kenaikan pada hari Rabu kemarin, dengan
Dow Jones industrial average ditutup pada rekor harga tertingginya,
didukung oleh berita-berita merger dan akuisisi perusahaan serta laporan
keuangan sejumlah perusahaan yang tunjukkan hasil yang cukup baik.

Time Warner Inc alami kenaikan harga saham sebesar 17,1 persen menjadi $83,13 dan membuat saham perusahaan ini menjadi komponen S&P 500 dengan performa pergerakan hari Rabu kemarin terbaik setelah Twenty-First Century Fox berikan konfirmasi akuisisi senilai $80 milliar. Harga saham Twenty-First Century Fox alami penurunan sebesar 6,2 persen menjadi $33,00 Indek acuan saham semiconductor alami kenaikan sebesar 1,1 persen dan sentuh level pergerakan harga harian tertinggi pada 652,28, sejak Agustus 2001.
Kenaikan indek tersebut terutama didukung oleh kenaikan harga saham Intel Corp yang alami kenaikan sebesar 9,3 persen menjadi $34,65. Harga saham Intel alami kenaikan didukung oleh laporan keuangan perusahaan kuartal kedua yang berhasil lampaui perkiraan analis.
S&P 500 technology indek alami kenaikan sebesar 1 persen dan menjadikan sektor tersebut sebagai sektor dengan performa terbaik diantara sektor S&P 500 lainnya.
Dow Jones industrial average alami kenaikan sebesar 77,52 poin atau 0,45 persen menjadi ditutup pada 17.138,20. S&P 500 alami kenaikan sebesar 8,29 poin atau 0,42 persen menjadi 1.981,57. Nasdaq Composite alami kenaikan sebesar 9,58 poin atau 0,22 persen menjadi 4.425,97.
Setelah pasar tutup, eBay Inc laporkan kenaikan revenue kuartalan sebesar 13 persen dan harga saham perusahaan ini alami kenaikan sebesar 1,8 persen menjadi $51,61 pada sesi reguler.
Pada sesi reguler, adanya berita kerjasama yang dilakukan oleh IBM dan Apple Inc juga ikut berikan sumbangan kenaikan saham secara keseluruhan. IBM dalam kerjasama tersebut secara eksklusive akan jual iPhone dan iPad yang didalamnya menyertakan aplikasi yang dirancang bagi kebutuhan klien bisnis pada semester kedua tahun ini. Saham IBM alami kenaikan sebesar 2,1 persen menjadi $192,36 sedangkan Apple sahamnya turun sebesar 0,6 persen menjadi $94,78.
Harga saham Bank of America alami penurunan sebesar 1,9 persen menjadi $15,51. Perbankan kedua terbesar Amerika berdasarkan jumlah assetnya tersebut laporkan penurunan laba kuartal kedua sebesar 43 persen akibat penurunan revenue dari mortgage dan biaya hukum yang tinggi.
General Electric Co diberitakan sedang lakukan negoisasi harga senilai hampir sebesar $2,5 milliar untuk jual century-old household appliances business. Berita tersebut dipublikasikan oleh Bloomberg yang diperoleh dari sumber informasi orang dalam. Harga saham perusahaan ini alami kenaikan sebesar 1,5 persen menjadi $27,02.
Saham Yahoo alami penurunan sebesar 5,1 persen menjadi $33,79 sehari setelah perusahaan internet tersebut laporkan kinerja keuangan dan outlook perusahaan yang mengecewakan. walaupun demikian Yahoo berikan sinyal menjanjikan untuk membagi para pemegang sahamnya paling tidak hingga separuh pendapatan perusahaan dari IPO Alibaba Group Holding Ltd.
Volemue transaksi saham pada hari Rabu kemarin terlihat cukup tinggi, dimana ada sebanyak 6,12 milliar lembar saham yang di transaksikan, diatas rata-rata transaksi harian yaitu 5,40 milliar lembar saham.
Time Warner Inc alami kenaikan harga saham sebesar 17,1 persen menjadi $83,13 dan membuat saham perusahaan ini menjadi komponen S&P 500 dengan performa pergerakan hari Rabu kemarin terbaik setelah Twenty-First Century Fox berikan konfirmasi akuisisi senilai $80 milliar. Harga saham Twenty-First Century Fox alami penurunan sebesar 6,2 persen menjadi $33,00 Indek acuan saham semiconductor alami kenaikan sebesar 1,1 persen dan sentuh level pergerakan harga harian tertinggi pada 652,28, sejak Agustus 2001.
Kenaikan indek tersebut terutama didukung oleh kenaikan harga saham Intel Corp yang alami kenaikan sebesar 9,3 persen menjadi $34,65. Harga saham Intel alami kenaikan didukung oleh laporan keuangan perusahaan kuartal kedua yang berhasil lampaui perkiraan analis.
S&P 500 technology indek alami kenaikan sebesar 1 persen dan menjadikan sektor tersebut sebagai sektor dengan performa terbaik diantara sektor S&P 500 lainnya.
Dow Jones industrial average alami kenaikan sebesar 77,52 poin atau 0,45 persen menjadi ditutup pada 17.138,20. S&P 500 alami kenaikan sebesar 8,29 poin atau 0,42 persen menjadi 1.981,57. Nasdaq Composite alami kenaikan sebesar 9,58 poin atau 0,22 persen menjadi 4.425,97.
Setelah pasar tutup, eBay Inc laporkan kenaikan revenue kuartalan sebesar 13 persen dan harga saham perusahaan ini alami kenaikan sebesar 1,8 persen menjadi $51,61 pada sesi reguler.
Pada sesi reguler, adanya berita kerjasama yang dilakukan oleh IBM dan Apple Inc juga ikut berikan sumbangan kenaikan saham secara keseluruhan. IBM dalam kerjasama tersebut secara eksklusive akan jual iPhone dan iPad yang didalamnya menyertakan aplikasi yang dirancang bagi kebutuhan klien bisnis pada semester kedua tahun ini. Saham IBM alami kenaikan sebesar 2,1 persen menjadi $192,36 sedangkan Apple sahamnya turun sebesar 0,6 persen menjadi $94,78.
Harga saham Bank of America alami penurunan sebesar 1,9 persen menjadi $15,51. Perbankan kedua terbesar Amerika berdasarkan jumlah assetnya tersebut laporkan penurunan laba kuartal kedua sebesar 43 persen akibat penurunan revenue dari mortgage dan biaya hukum yang tinggi.
General Electric Co diberitakan sedang lakukan negoisasi harga senilai hampir sebesar $2,5 milliar untuk jual century-old household appliances business. Berita tersebut dipublikasikan oleh Bloomberg yang diperoleh dari sumber informasi orang dalam. Harga saham perusahaan ini alami kenaikan sebesar 1,5 persen menjadi $27,02.
Saham Yahoo alami penurunan sebesar 5,1 persen menjadi $33,79 sehari setelah perusahaan internet tersebut laporkan kinerja keuangan dan outlook perusahaan yang mengecewakan. walaupun demikian Yahoo berikan sinyal menjanjikan untuk membagi para pemegang sahamnya paling tidak hingga separuh pendapatan perusahaan dari IPO Alibaba Group Holding Ltd.
Volemue transaksi saham pada hari Rabu kemarin terlihat cukup tinggi, dimana ada sebanyak 6,12 milliar lembar saham yang di transaksikan, diatas rata-rata transaksi harian yaitu 5,40 milliar lembar saham.
Rabu, 16 Juli 2014
Isu Kenaikan Rate Hantam Emas
Harga emas masih diperdagangkan di bawah level $1300 pada perdagangan
hari ini di Asia setelah anjlok sekitar 1% pada penutupan sesi New
York. Kejatuhan emas dipicu oleh penguatan mata uang dollar serta
kekhawatiran bahwa the Fed bisa menaikkan suku bunga lebih cepat dari
perkiraan.
Pernyataan ketua the Fed, Janet Yellen pada testimoninya di hadapan senat menjadi salah satu faktor yang mengangkat mata uang dollar, sekaligus mencuatkan spekulasi kenaikan suku bunga. Yellen mengatakan suku bunga bisa naik lebih cepat bila data inflasi dan ketenagakerjaan terus memperlihatkan pertumbuhan yang pesat. Namun, ia mengatakan sebaliknya juga bisa terjadi kalau performa ekonomi AS ternyata lebih buruk dari yang diharapkan.
Sebenarnya, apa yang disampaikan Yellen bersifat netral, namun ada kecenderungan di pasar untuk meyakini tren pertumbuhan inflasi dan lapamgan kerja tetap bagus ke depan. Pasar saat ini berpikir kondisi lapangan kerja akan terus membaik ke depan. Berdasarkan data terakhir, lapangan kerja di AS terus tumbuh di atas 200 ribu selama lima bulan terakhir, pasar berharap tren ini berlanjut. Kenaikan suku bunga bisa mendorong investor menarik dananya dari asset non bunga, seperti emas.
Dari sisi telknikal, trend jangka pendek emas mulai bearish ketika harga menembus support $1306. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh pergerakan MA 10 yang downtrend. Pola candlestick masih menunjukkan penurunan. Namun, indikator stochastic yang mulai oversold, menunjukkan bahwa penurunan mulai terbatas, dengan level support $1266 – $1270. Sementara itu, sinyal positif akan muncul jika harga kembali bergerak di atas $1306.
Rekomendasi
Pernyataan ketua the Fed, Janet Yellen pada testimoninya di hadapan senat menjadi salah satu faktor yang mengangkat mata uang dollar, sekaligus mencuatkan spekulasi kenaikan suku bunga. Yellen mengatakan suku bunga bisa naik lebih cepat bila data inflasi dan ketenagakerjaan terus memperlihatkan pertumbuhan yang pesat. Namun, ia mengatakan sebaliknya juga bisa terjadi kalau performa ekonomi AS ternyata lebih buruk dari yang diharapkan.
Sebenarnya, apa yang disampaikan Yellen bersifat netral, namun ada kecenderungan di pasar untuk meyakini tren pertumbuhan inflasi dan lapamgan kerja tetap bagus ke depan. Pasar saat ini berpikir kondisi lapangan kerja akan terus membaik ke depan. Berdasarkan data terakhir, lapangan kerja di AS terus tumbuh di atas 200 ribu selama lima bulan terakhir, pasar berharap tren ini berlanjut. Kenaikan suku bunga bisa mendorong investor menarik dananya dari asset non bunga, seperti emas.
Dari sisi telknikal, trend jangka pendek emas mulai bearish ketika harga menembus support $1306. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh pergerakan MA 10 yang downtrend. Pola candlestick masih menunjukkan penurunan. Namun, indikator stochastic yang mulai oversold, menunjukkan bahwa penurunan mulai terbatas, dengan level support $1266 – $1270. Sementara itu, sinyal positif akan muncul jika harga kembali bergerak di atas $1306.
Rekomendasi
Dollar Reli Pasca Kesaksian Yellen
Dollar reli atas rivalnya kecuali sterling setelah Ketua the Fed
Janet Yellen mengatakan suku bunga tetap rendah untuk waktu yang masih
lama, tapi bisa saja naik lebih cepat dari perkiraan bila data ekonomi
terus membaik. Sedangkan sterling berhasil meraih level tertinggi dalam
enam tahun berkat data inflasi Inggris.
Dollar melambung setelah Yellen menyampaikan prospek kebijakan the Fed ke depan tergantung dengan perkembangan ekonomi AS. Dalam kesaksian di hadapan Senat, ia mengatakan suku bunga bisa naik lebih cepat bila data inflasi dan ketenagakerjaan terus memperlihatkan pertumbuhan yang pesat. Namun, ia mengatakan sebaliknya juga bisa terjadi kalau performa ekonomi AS ternyata lebih buruk dari yang diharapkan.
Sebenarnya, apa yang disampaikan Yellen bersifat netral, namun ada kecenderungan di pasar untuk meyakini tren pertumbuhan inflasi dan lapamgan kerja tetap bagus ke depan. Para analis melihat kuncinya terletak pada kata terus, dan pasar saat ini berpikir kondisi lapangan kerja akan “terus” membaik ke depan.
Berdasarkan data terakhir, lapangan kerja di AS terus tumbuh di atas 200 ribu selam lima bulan terakhir, pasar berharap tren ini berlanjut.
Dollar tetap melesat meski data penjualan ritel AS mengecewakan. Penjualan ritel hanya tumbuh 0,2% selama Juni, di bawah prediksi 0,6%. Penjualan ritel di luar otomotif dan BBM hanya naik 0,4%, lebih rendah dari prediksi 0,5%. Untuk nanti malam hanya ada data output industri, tapi the Fed akan mengumumkan laporan ekonominya Beige Book. Isi laporan yang optimis bisa menjaga penguatan dollar.
Indeks dollar berada di 80,45 setelah menguat 0,6% kemarin. Indeks itu sedang mendekati resistance 80,50 dan penutupan di atas itu menjadi bullish continuation dengan target 80,70. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 101,74 setelah menguat 0,3% kemarin. Dengan penguatan itu, dollar kini sedang berusaha menembus resistance 101,70. Ditutup di atas itu membuka peluang menuju 102. Atas franc, dollar bertengger di 0,8960 setelah menguat 0,5% kemarin, semakin mendekati resistance 0,8970.
Sementara itu, sterling berhasil mencapai level tertinggi sejak 2008 setekah data menunjukkan inflasi Inggris naik 1,9% selama Juni, jauh di atas prediksi 1,6%. Dengan kenaikan itu, inflasi semakin mendekati target BOE 2%. Data ini mengukuhkan pandangan BOE bakal menjadi bank sentral negara maju pertama yang bisa menaikkan rate. Di saat yang sama Gubernur BOE Mark Carney mengatakan prospek kenaikan bergantung pada data ekonomi.
Sterling diperdagangkan di $1,7135 setelah menguat hampir 1% hingga ke $1,7190, tapi ditutup di $1,7140. Momentum penguatan terjaga bila sterling berhasil ditutup di atas $1,7150. Sedangkan support di $1,7090, tapi kondisi bullis terjaga selama tidak jatuh ke bawah $1,7070.
Rekomendasi
EUR-USD

USD-JPY

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD
Dollar melambung setelah Yellen menyampaikan prospek kebijakan the Fed ke depan tergantung dengan perkembangan ekonomi AS. Dalam kesaksian di hadapan Senat, ia mengatakan suku bunga bisa naik lebih cepat bila data inflasi dan ketenagakerjaan terus memperlihatkan pertumbuhan yang pesat. Namun, ia mengatakan sebaliknya juga bisa terjadi kalau performa ekonomi AS ternyata lebih buruk dari yang diharapkan.
Sebenarnya, apa yang disampaikan Yellen bersifat netral, namun ada kecenderungan di pasar untuk meyakini tren pertumbuhan inflasi dan lapamgan kerja tetap bagus ke depan. Para analis melihat kuncinya terletak pada kata terus, dan pasar saat ini berpikir kondisi lapangan kerja akan “terus” membaik ke depan.
Berdasarkan data terakhir, lapangan kerja di AS terus tumbuh di atas 200 ribu selam lima bulan terakhir, pasar berharap tren ini berlanjut.
Dollar tetap melesat meski data penjualan ritel AS mengecewakan. Penjualan ritel hanya tumbuh 0,2% selama Juni, di bawah prediksi 0,6%. Penjualan ritel di luar otomotif dan BBM hanya naik 0,4%, lebih rendah dari prediksi 0,5%. Untuk nanti malam hanya ada data output industri, tapi the Fed akan mengumumkan laporan ekonominya Beige Book. Isi laporan yang optimis bisa menjaga penguatan dollar.
Indeks dollar berada di 80,45 setelah menguat 0,6% kemarin. Indeks itu sedang mendekati resistance 80,50 dan penutupan di atas itu menjadi bullish continuation dengan target 80,70. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 101,74 setelah menguat 0,3% kemarin. Dengan penguatan itu, dollar kini sedang berusaha menembus resistance 101,70. Ditutup di atas itu membuka peluang menuju 102. Atas franc, dollar bertengger di 0,8960 setelah menguat 0,5% kemarin, semakin mendekati resistance 0,8970.
Sementara itu, sterling berhasil mencapai level tertinggi sejak 2008 setekah data menunjukkan inflasi Inggris naik 1,9% selama Juni, jauh di atas prediksi 1,6%. Dengan kenaikan itu, inflasi semakin mendekati target BOE 2%. Data ini mengukuhkan pandangan BOE bakal menjadi bank sentral negara maju pertama yang bisa menaikkan rate. Di saat yang sama Gubernur BOE Mark Carney mengatakan prospek kenaikan bergantung pada data ekonomi.
Sterling diperdagangkan di $1,7135 setelah menguat hampir 1% hingga ke $1,7190, tapi ditutup di $1,7140. Momentum penguatan terjaga bila sterling berhasil ditutup di atas $1,7150. Sedangkan support di $1,7090, tapi kondisi bullis terjaga selama tidak jatuh ke bawah $1,7070.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
S&P 500, Nasdaq Alami Penurunan Setelah Komentar Yang Disampaikan Oleh Yellen
Saham-saham di Amerika alami koreksi pergerakan
naiknya pada hari Selasa kemarin setelah keluarnya pernyataan dari
Federal Reserve Chair Janet Yellen dan para pembuat kebijakan Fed
lainnya.
Walaupun demikan indek-indek saham utama Amerika berhasil ditutup dengan alami pengurangan penurunannya, bahkan Dow Jones industrial average berhasil hapus seluruh penurunannya.
Dalam testimoninya, Yellen menyatakan bahwa valuasi saham dari perusahaan-perusahaan kecil menengah, termasuk juga diantaranya adalah perusahaan media sosial dan perusahaan bioteknologi terlihat sudah sangat tinggi.
Russell 200 small-cap indek turun 1 persen dan Global X Social Media ETF turun 1,1 persen. Facebook sahamnya turun 1,1 persen menjadi $67,17. Twitter Inc sahamnya turun 1,1 persen menjadi $37,88.
Dow Jones industrial average naik 5,26 poin atau 0,03 persen menjadi 17.060,68 berjarak sangat dekat dengan rekor penutupan harga tertingginya pada 17.068,26 yang terbentuk pada tanggal 3 Juli.
S&P 500 alami penurunan sebesar 3,82 poin atau 0,19 persen menjadi 1.973,28 hanya berjarak 12 poin di bawah rekor penutupan harga tertingginya pada 1.985,44 yang terbentuk pada tanggal 3 Juli.
Nasdaq Composite alami penurunan sebesar 24,03 poin atau 0,54 persen menjadi 4.416,39.
Berdasarkan Survei Fund Manager yang dilakukan oleh BofA Merrill Lynch pada tanggal 6 Juli, 61 persen global asset manager overweight pada saham, tertinggi sejak awal 2011, tetapi dari survei terebut juga di peroleh kesimpulan bahwa 21 persen pasar saham terlihat sudah overvalue, tertinggi sejak tahun 2000.
Saham Blackberry yang listing di Amerika alami penurunan sebesar 4 persen menjadi $10,85 setelah pasar tutup akibat adanya berita yang menyatakan bahwa International Business Machiness Corp akan lakukan kerjasama dengan Apple Inc untuk menjual iPhone dan iPad dengan menyertakan aplikasi terkait kebutuhan corporate client.
Setelah pasar tutup, saham IBM alami kenaikan sebesar 1,9 persen dan Apple sahamnya naik 1,3 persen.
Saham Yahoo Inc alami kenaikan sebesar 2,7 persen selama pasar berjalan walupun perusahaan tersebut laporkan penurunan net revenue pada kuartal kedua tahun ini.
Pada sesi reguler, saham JP Morgan Chase & Co naik 3,5 persen menjadi $58,27 dan ikut mendongkrak kenaikan Dow. Saham tersebut alami kenaikan setelah laporan keuangan perusahaan berhasil lampaui perkiraan analis, walaupun sebenarnya laba perusahaan untuk kuartal kedua tahun ini alami penurunan. JP Morgan juga laporkan penurunan revenue, tetapi penurunan tersebut tidak seburuk seperti yang diperkirakan JP Morgan sendiri pada Mei silam.
Saham Goldman Sachs Group Inc (GS.N) alami kenaikan sebesar 1,3 persen menjadi $169,17 setelah perusahaan tersebut laporkan kenaikan laba kuartal kedua sebesar 5 persen. Tingginya pendapatan dari kegiatan underwriting (IPO Saham) membantu kenaikan kinerja keuangan perusahaan ini.
Disisi lain, Johnson & Johnson yang juga merupakan komponen Dow alami penurunan sebesar 2 persen menjadi $103,28. Perusahaan diversifikasi healthcare dan consumer product tersebut laporkan kinerja earning kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Tetapi pernyataan perusahaan mengenai persaingan bisnis yang semakin ketat yang berpeluang turunkan penjualannya pada tahun ini membuat harga saham perusahaan alami penurunan.
Perkiraan laba perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam S&P 500 akan naik sebesar 5,2 persen pada kuartal kedua tahun ini, alami penurunan di bandingkan perkiraan sebelumnya yang di buat pada April yaitu 8,4 persen. Revenue di perkirakan naik 3,2 persen.
Pada hari Selasa kemarin tercatat jumlah transaksi saham mencapai angka 6 milliar lembar saham diatas rata-rata transaksi harian, yaitu 5,32 milliar lembar saham.
Walaupun demikan indek-indek saham utama Amerika berhasil ditutup dengan alami pengurangan penurunannya, bahkan Dow Jones industrial average berhasil hapus seluruh penurunannya.
Dalam testimoninya, Yellen menyatakan bahwa valuasi saham dari perusahaan-perusahaan kecil menengah, termasuk juga diantaranya adalah perusahaan media sosial dan perusahaan bioteknologi terlihat sudah sangat tinggi.
Russell 200 small-cap indek turun 1 persen dan Global X Social Media ETF turun 1,1 persen. Facebook sahamnya turun 1,1 persen menjadi $67,17. Twitter Inc sahamnya turun 1,1 persen menjadi $37,88.
Dow Jones industrial average naik 5,26 poin atau 0,03 persen menjadi 17.060,68 berjarak sangat dekat dengan rekor penutupan harga tertingginya pada 17.068,26 yang terbentuk pada tanggal 3 Juli.
S&P 500 alami penurunan sebesar 3,82 poin atau 0,19 persen menjadi 1.973,28 hanya berjarak 12 poin di bawah rekor penutupan harga tertingginya pada 1.985,44 yang terbentuk pada tanggal 3 Juli.
Nasdaq Composite alami penurunan sebesar 24,03 poin atau 0,54 persen menjadi 4.416,39.
Berdasarkan Survei Fund Manager yang dilakukan oleh BofA Merrill Lynch pada tanggal 6 Juli, 61 persen global asset manager overweight pada saham, tertinggi sejak awal 2011, tetapi dari survei terebut juga di peroleh kesimpulan bahwa 21 persen pasar saham terlihat sudah overvalue, tertinggi sejak tahun 2000.
Saham Blackberry yang listing di Amerika alami penurunan sebesar 4 persen menjadi $10,85 setelah pasar tutup akibat adanya berita yang menyatakan bahwa International Business Machiness Corp akan lakukan kerjasama dengan Apple Inc untuk menjual iPhone dan iPad dengan menyertakan aplikasi terkait kebutuhan corporate client.
Setelah pasar tutup, saham IBM alami kenaikan sebesar 1,9 persen dan Apple sahamnya naik 1,3 persen.
Saham Yahoo Inc alami kenaikan sebesar 2,7 persen selama pasar berjalan walupun perusahaan tersebut laporkan penurunan net revenue pada kuartal kedua tahun ini.
Pada sesi reguler, saham JP Morgan Chase & Co naik 3,5 persen menjadi $58,27 dan ikut mendongkrak kenaikan Dow. Saham tersebut alami kenaikan setelah laporan keuangan perusahaan berhasil lampaui perkiraan analis, walaupun sebenarnya laba perusahaan untuk kuartal kedua tahun ini alami penurunan. JP Morgan juga laporkan penurunan revenue, tetapi penurunan tersebut tidak seburuk seperti yang diperkirakan JP Morgan sendiri pada Mei silam.
Saham Goldman Sachs Group Inc (GS.N) alami kenaikan sebesar 1,3 persen menjadi $169,17 setelah perusahaan tersebut laporkan kenaikan laba kuartal kedua sebesar 5 persen. Tingginya pendapatan dari kegiatan underwriting (IPO Saham) membantu kenaikan kinerja keuangan perusahaan ini.
Disisi lain, Johnson & Johnson yang juga merupakan komponen Dow alami penurunan sebesar 2 persen menjadi $103,28. Perusahaan diversifikasi healthcare dan consumer product tersebut laporkan kinerja earning kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Tetapi pernyataan perusahaan mengenai persaingan bisnis yang semakin ketat yang berpeluang turunkan penjualannya pada tahun ini membuat harga saham perusahaan alami penurunan.
Perkiraan laba perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam S&P 500 akan naik sebesar 5,2 persen pada kuartal kedua tahun ini, alami penurunan di bandingkan perkiraan sebelumnya yang di buat pada April yaitu 8,4 persen. Revenue di perkirakan naik 3,2 persen.
Pada hari Selasa kemarin tercatat jumlah transaksi saham mencapai angka 6 milliar lembar saham diatas rata-rata transaksi harian, yaitu 5,32 milliar lembar saham.
Data China Membayangi Pergerakan Asia
Saham Asia belum banyak bergerak hari ini menyusul performa Wall
Street yang lesu semalam akibat pernyataan Ketua the Fed Janet Yellen
soal valuasi saham yang sudah tinggi. Fokus kini tertuju ke data PDB
China.
Indeks MSCI Asia Pasifik flat hari ini. Indeks Nikkei menguat 0,16%,
didukung oleh pelemahan yen. Indeks Kospi mashi flat. Indeks Singapura
menguat 0,25%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng menanjak 0,26%. Wall
Street berakhir mixed, dengan indeks Dow Jones flat dan indeks S&P
500 turun 0,2%.
Dalam kesaksian di hadapan Kongres, Yellen mengatakan ekonomi masih membutuhkan stimulus. Tapi di sisi lain, ia melihat valuasi saham di beberapa sektor, seperti saham lapis dua dan bioteknologi sudah cukup tinggi. Pada dasarnya, saham global memang sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS, karena indeks utamanya sudah mencetak rekor beberapa kali.
Meski tren masih positif, seiring dengan pemulihan ekonomi global, banyak kalangan yang mewaspadai potensi koreksi. Kinerja keuangan emiten seharusnya dapat menjadi penggerak. Laporan keuangan JPMorgan dan Goldman Sachs keluar lebih baik dari prediksi. Namun momentum tertutupi oleh pernyataan Yellen. Untuk nanti malam, ada Bank of America.
Di regional, kondisi tidak jauh berbeda, saham juga mencapai valuasi yang tinggi. Isu utama di kawasan adalah perkembangan ekonomi China. Data PDB, penjualan ritel dan output industri yang akan diumumkan hari ini menjadi pergerakan selanjutnya. Selama tidak terlalu buruk, sentimen sepertinya terjaga.
Dalam kesaksian di hadapan Kongres, Yellen mengatakan ekonomi masih membutuhkan stimulus. Tapi di sisi lain, ia melihat valuasi saham di beberapa sektor, seperti saham lapis dua dan bioteknologi sudah cukup tinggi. Pada dasarnya, saham global memang sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS, karena indeks utamanya sudah mencetak rekor beberapa kali.
Meski tren masih positif, seiring dengan pemulihan ekonomi global, banyak kalangan yang mewaspadai potensi koreksi. Kinerja keuangan emiten seharusnya dapat menjadi penggerak. Laporan keuangan JPMorgan dan Goldman Sachs keluar lebih baik dari prediksi. Namun momentum tertutupi oleh pernyataan Yellen. Untuk nanti malam, ada Bank of America.
Di regional, kondisi tidak jauh berbeda, saham juga mencapai valuasi yang tinggi. Isu utama di kawasan adalah perkembangan ekonomi China. Data PDB, penjualan ritel dan output industri yang akan diumumkan hari ini menjadi pergerakan selanjutnya. Selama tidak terlalu buruk, sentimen sepertinya terjaga.
Langganan:
Postingan (Atom)