Meningkatnya jumlah kredit bermasalah yang dialami oleh sejumlah
perbankan di China memberikan kekhawatiran tersendiri bagi bank sentral
negara tersebut. Dengan kondisi tersebut dilaporkan bahwa Bank Sentral
China saat ini sedang berencana untuk lakukan “stress test” terhadap
perbankan regional dan nasional negara tersebut. Tujuannya adalah untuk
mengetahui kekuatan perbankan dan memberikan solusi bagi pihak perbankan
dalam pengelolaan uangnya agar dikemudian hari tidak terjadi masalah
akibat kelebihan pengucuran kredit. Berita tersebut dilaporkan oleh
surat kabar harian di China.

Saat
ini ditemukan bahwa jumlah non-performing loans atau kredit dengan
performa buruk alami kenaikan lebih dari 20 persen menjadi 592 milliar
Yuan (sebanding dengan $95 milliar) yang terjadi pada tahun 2013.
Kesimpulan tersebut dikatakan publikasikan oleh Shanghai Securities
Journal, yang menyatakan bahwa mereka peroleh datanya dari China Banking
Regulatory Commission.
Masalah juga terlihat dari meningkatnya perbandingan antara
non-performing loan terhadap total lending menjadi 1 persen dari totaal
portofolio perbankan untuk 2013, naik dibandingkan 2012 yang besarnya
adalah 0,95 persen.
CRBC dilaporkan juga telah menyatakan kepada sektor perbankan agar
mereka tingkatkan jumlah bad-loans provisions dan mulai meningkatkan
cadangan modal untuk menghindari resiko yang mungkin akan muncul.
Secara spesifiknya, perbankan China harus mulai memantau resiko yang
timbul dari kredit yang mereka kucurkan khususnya pada pihak industri,
karena sebagian besar pihak industri saat ini sudah berada pada kondisi
kelebihan kapasitas (industri properti dan baja).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar