BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Jumat, 04 April 2014

China Akan Terapkan Kebijakan “Stress Test” Terhadap Perbankannya

Meningkatnya jumlah kredit bermasalah yang dialami oleh sejumlah perbankan di China memberikan kekhawatiran tersendiri bagi bank sentral negara tersebut. Dengan kondisi tersebut dilaporkan bahwa Bank Sentral China saat ini sedang berencana untuk lakukan “stress test” terhadap perbankan regional dan nasional negara tersebut. Tujuannya adalah untuk mengetahui kekuatan perbankan dan memberikan solusi bagi pihak perbankan dalam pengelolaan uangnya agar dikemudian hari tidak terjadi masalah akibat kelebihan pengucuran kredit. Berita tersebut dilaporkan oleh surat kabar harian di China.
FinansialSaat ini ditemukan bahwa jumlah non-performing loans atau kredit dengan performa buruk alami kenaikan lebih dari 20 persen menjadi 592 milliar Yuan (sebanding dengan $95 milliar) yang terjadi pada tahun 2013. Kesimpulan tersebut dikatakan publikasikan oleh Shanghai Securities Journal, yang menyatakan bahwa mereka peroleh datanya dari China Banking Regulatory Commission.
Masalah juga terlihat dari meningkatnya perbandingan antara non-performing loan terhadap total lending menjadi 1 persen dari totaal portofolio perbankan untuk 2013, naik dibandingkan 2012 yang besarnya adalah 0,95 persen.
CRBC dilaporkan juga telah menyatakan kepada sektor perbankan agar mereka tingkatkan jumlah bad-loans provisions dan mulai meningkatkan cadangan modal untuk menghindari resiko yang mungkin akan muncul.
Secara spesifiknya, perbankan China harus mulai memantau resiko yang timbul dari kredit yang mereka kucurkan khususnya pada pihak industri, karena sebagian besar pihak industri saat ini sudah berada pada kondisi kelebihan kapasitas (industri properti dan baja).

Tidak ada komentar: