Sentimen positif dari bursa regional ini, diperkirakan bakal membuat IHSG masih akan bergerak flat-naik pada hari ini, dengan kisaran diantara suport 4860 dan resisten di 4906. Hanya penutupan dibawah 4860 yang akan mengakhiri trend naik jangka pendek yang tengah berlangsung pada IHSG.
Dana asing masih terus masuk ke Bursa Efek Indonesia, ditengah konsolidasi yang terus dilakukan oleh partai-partai peserta pemilu. Dari perkembangan yang kami pantau, partai-partai ini sepertinya akan mengumumkan koalisi atau bahkan capres-cawapres yang akan mereka usung di akhir minggu ini. Pemodal sebaiknya tetap rasional dalam menghadapi pengumuman tersebut. Kami masih memberikan rekomendasi Sell On Strength, terutama ketika IHSG memasuki kisaran resisten di 4900-5100.
Global Outlook
Saham Asia bergerak positif hari ini berkat laju Wall Street yang terangkat oleh kinerja keuangan beberapa emiten yang memuaskan. Namun laju saham terbatas menjelang data ekonomi China.
Indeks MSCI Asia Pasifik menguat 0,4% ke 137,80 di Tokyo pagi ini. Indeks itu sempat jatuh ke level terendah dalam dua minggu kemarin. Indeks Nikkei reli 1,7%, turut didukung oleh pelemahan yen. Indeks Kospi melemah 0,2% karena aksi ambil untung. Indeks Australia ASX 200 menguat 0,3%. Indeks Singapura STI naik 0,2%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng dibuka menguat 0,5%.
Wall Street berlabuh di zona hijau, dengan indeks Dow Jones menguat 0,6% dan indeks S&P 500 naik 0,7%. Penguatan ini datang berkat laporan keuangan Coca cola dan Johnson & Johnson yang mengesankan. Laporan itu membantu sentiment yang tertekan akibat data inflasi AS dan memburuknya ketegangan di Ukraina.
Fokus utama pasar hari ini adalah data ekonomi China, terutama PDB kuartal pertama. Menurut proyeksi, PDB tumbuh 7,3% di periode itu, terendah dalam lima tahun. Data China lainnya yang juga akan diumumkan adalah penjualan ritel, output industri, dan investasi aset tetap. Angka yang mengecewakan mungkin bisa memberi tekanan ke saham awalnya. Namun, biasanya kemudian muncul harapan akan adanya stimulus dari Beijing.
Nanti malam ada beberapa data AS, yaitu output industri, housing starts, dan laporan ekonomi the Fed Beige Book. Selain itu pejabat the Fed, Janet Yellen dan Dennis Lockhart akan berpidato. Untuk earnings, yang terjadwal antara lain American Express, Bank of America, Google, dan IBM.
Review IHSG
Terimbas profit taking, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir flat. Pada penutupan perdaganagan, Selasa (15/04/2014), IHSG naik tipis 5,331 poin (0,11%) ke level 4.870,215.
Sempat reli diawal perdagangan berkat sentimen positif dari kenaikan Wall Street, laju IHSG tersendat oleh aksi profit taking.
Bursa saham AS menguat menyusul data retail sales AS yang lebih bagus dari perkiraan, serta earning Citigroup yang kinclong. Sentimen tersebut sempat membuat bursa saham Asia, termasuk IHSG, terkerek naik. Namun, kenaikan terkikis oleh adanya aksi ambil untung pada saham-saham yang sudah menguat tinggi. Sementara itu, investor asing masih mencatatkan net buy senilai Rp 562,77 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Antara sektor yang naik dengan yang turun berimbang. Beberapa sektor yang menguat antara lain; sektor manufaktur yang menguat 3,87%, sektor perdagangan menguat 1,35%, dan sektor konstruksi naik 0,83%.
Saham-saham yang naik di antaranya Elang Mahkota (EMTK), Indocement (INTP), Pioneerindo (PTSP), dan Mitra Adiperkasa (MAPI).
Sementara saham-saham yang turun lain Astra Agro (AALI), Gowa Makassar (GMTD), Delta Jakarta (DLTA), dan Indo Tambangraya (ITMG).
IHSG
Belum terlihat adanya perubahan trend secara signifikan. Trend jangka pendek IHSG masih bullish, terlihat dari pergerakan MA 10 yang masih uptrend. Indikator stochastic juga mulai berpeluang golden cross, sementara RSI berada di area positif. Namun, pola doji yang terbentuk di candlestick menunjukkan bahwa IHSG masih membutuhkan konfirmasi untuk arah pergerakan berikutnya. Trend bullish akan berlanjut jika IHSG mampu bergerak di atas resistance terdekatnya di 4.893, dengan potensi kenaikan berikutnya berada di kisaran 4.903 – 4.921 (gap). Sedangkan sinyal negatif akan muncul jika kemudian IHSG turn di bawah support 4.863, dengan potensi penurunan lanjutan ke kisaran 4.829 – 4.845. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.840 – 4.903.
R3 4,918
R2 4,906
R1 4,888
Pivot 4,875
S1 4,858
S2 4,845
S3 4,828
Stock Pick
LPCK
Trend jangka menengah masih bullish, namun untuk jangka pendek, LPCK masih terhadang oleh resistance MA 10. Candlestick bullish, indikator stochastic berpeluang golden cross. Untuk itu, konfirmasi bullish selajutnya akan ditentukan dengan ditembusnya resitance MA 10, yang berada di kisaran 7.950.
Rekomendasi : Buy, stop loss breakout 7.650. add buy breakout 7.950, target 8.350
Support : 7.650, 7.425
Resistance : 7.950, 8.350
LSIP
Harga sudah bergerak di atas resistance sebelumnya di 2.290, indikasi bullish continuation. Indikator stochastic golden cross, sementara RSI bergerak positf. Potensi penguatan sepertinya masih bisa berlanjut untuk menguji resistance di kisaran 2.370 – 2.400.
Rekomendasi : Buy@2.290, stop loss 2.225, target 2.370
Support : 2.290, 2.225
Resistance : 2.370, 2.400
Rekomendasi
Stock Screener
Tidak ada komentar:
Posting Komentar