BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Jumat, 08 Agustus 2014

Ketegangan Geopolitik Tumbangkan Asia

Investors monitor falling share prices at a brokerage in Hong Kong Saham Asia bertumbangan menyusul kejatuhan Wall Street di tengah kekhawatiran ketegangan geopolitik di Ukraina bisa menghambat pemulihan ekonomi. 

Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,6% di Tokyo pagi ini, koreksi untuk empat sesi berturut-turut dan sedang menuju level terendah sejak 27 Juni. Indeks Nikkei anjlok 1,6%, turut ditekan oleh penguatan yen. Indeks Kospi melemah 0,6%.

Indeks Singapura STI turun 0,6%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng dibuka melemah 0,2%. Wall Street berakhir di zona merah, dengan indeks Dow Jones melemah 0,46%, ditekan oleh isu geopolitik.

Pada dasarnya saham global sudah mencapai valuasi yang tinggi, terutama di AS, di mana indeks utama sudah mencetak rekor beberapa kali sepanjang tahun ini.  Dengan lewatnya musim laporan keuangan, pasar mulai kehilangan acuan pergerakan. Kondisi di regional juga tidak jauh berbeda, dengan beberapa indeks utamanya sudah mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, dengan isu utama perkembangan ekonomi China.

Faktor yang menimbulkan kerisauan di bursa saham dunia adalah krisis politik antara Rusia dan Barat terkait kedaulatan Ukraina. Rusia membalas sanksi AS dan Eropa dengan melarang impor pangan dari kedua wilayah itu. Saling serang sanksi ini terjadi setelah Rusia menempatkan 20.000 pasukan dekat perbatasan Ukraina, yang dianggap tindakan provokatif oleh Barat. Kabar terbaru bahwa Presiden AS Barack Obama menyetujui serangan udara atas militan di Irak

Sebagai acuan pergerakan, pasar sedang menunggu data perdagangan China, yang bila bagus, dapat memberi angin segar ke investor, yang sedang dilanda kekhawatiran situasi geopolitik yang memburuk ini dapat merusak pemulihan ekonomi global, terutama di kawasan Eropa.

Tidak ada komentar: