Tidak ada data penting dari AS terjadwal kemarin, tapi dollar mendapat dorongan karena buruknya gambaran ekonomi Eropa dan Inggris. Hal itu menegaskan pandangan bahwa performa ekonomi AS masih lebih unggul, bahkan dengan PDB 4,6% di kuartal kedua, terunggul di antara negara maju. Prospek kebijakan moneter the Fed sejauh ini masih dianggap lebih unggul dibanding bank sentral negara maju lainnya.
Hal itu tercermin dari penguatan dollar, yang masih bertahan dekat level tertinggi dalam empat tahun. Dollar sudah menjalani reli selama hampir lima bulan, dalam jangka menengah dan panjang tren dollar belumlah berubah. Indeks dollar berada di 87.90 masih dekat level tertinggi dalam empat tahun 88,28 yang dicapai minggu lalu. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 115,60 setelah berhasil meraih level 116 kemarin, tertinggi dalam tujuh tahun. Atas franc, dollar bertengger di 0,96660, masih dekat level tertinggi dalam 1,5 tahuh 0,9740 yang dicapai minggu lalu.
Dalam Laporan Inflasi yang disampaikan oleh sang gubernur Mark Carney, BOE kini memproyeksikan ekonomi Inggris bakal tumbuh 3,5% tahun ini, tapi mengantisipasi perlambatan di 2015 dan 2016. Proyeksi PDB 2015 dipangkas menjadi 2,9% dari 3,1%, dan untuk 2016, turun menjadi 2,6% dari 2,8%.Untuk inflasi, BOE memperkirakan masih di bawah target dalam jangka pendek, dan lebih mungkin untuk turun ke bawah 1% dalam enam bulan ke depan. Lewat proyeksi terbaru itu, BOE mengindikasikan tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, prospek yang menghantam sterling.
Sterling sempat menjadi primadona sampai pertengahan tahun ini karena ekspektasi BOE berpeluang menjadi bank sentral negara maju pertama yang menaikkan suku bunga, bahkan dari the Fed. Tapi seiring waktu, ekspektasi itu menyusut karena data ekonomi yang tidak sesuai harapan. Selain itu, performa ekonomi AS ternyata lebih unggul, membuka peluang the Fed bisa menaikkan suku bunga pertengahan tahun depan. Sterling jatuh 1% ke level terendah dalam 14 bulan $1,5757 kemarin, kini berada di $1,5765.
Juga kemarin, data menunjukkan output industri zona euro di bawah prediksi, menegaskan salah satu tantangan yang harus dihadapi pembuat kebijakan. Sejak pertengahan tahun ini, ECB telah memangkas suku bunga ke rekor terendah dan meluncurkan pinjaman murah. Pasar kini sedang menunggu data PDB zona euro kuartal ketiga besok, yang kemungkinan menunjukkan kontraksi. Bila begitu, maka semakin mendesak ECB untuk segera mengeluarkan pembelian obligasi pemerintah. Euro diperdagangkan di $1,2435, masih dekat level terendah dalam dua tahun $1,2356 yang dicapai 7 Nopember.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar