Aksi jual emas marak ketika logam mulia tersebut anjlok di bawah level $1.180, dan kemudian turun hingga ke level terendah 4 ½ tahun. Setelah itu, harga mulai bergerak rebound, namun tetap saja prospek emas masih bearish.
Penguatan dollar menjadi salah satu faktor yang menekan sentimen emas. Mata uang tersebut masih diperdagangkan dekat level tertinggi empat tahun atas mata uang utama dunia lainnya. Ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga menjadi faktor utama yang melambungkan dollar.
Selain itu, makin rendahnya minat investasi makin menekan harga. Sebagai cerminan minat beli investor, cadangan emas di SPDR Gold Trust, kembali mengalami penurunan 0,25% menjadi 722,67 ton kemarin. Ini merupakan penurunan dalam tujuh hari berturut-turut.
Sementara dari sisi teknikal, belum terlihat adanya perubahan trend secara signifikan. Namun MA 10 kini mulai memperlihatkan sinyal bullish. Harga pun masih bertahan di atas support terdekatnya di $1148. Jadi untuk jangka pendek, harga sepertinya berpeluang bullish, dengan resistance pentingnya berada di kisaran $1180. Penembusan resistance tersebut akan mengkonfirmasi berakhirnya trend bearish jangka pendek, dengan target penguatan berikutnya menuju kisaran $1195 – $1230.
Rekomendasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar