Dow dan S&P 500 ditutup dengan alami penurunan pada
hari Rabu kemarin, dan mengakhiri trend kenaikannya yang berlangsung
selama lima hari terakhir, sedangkan Nasdaq masih alami kenaikan.

Saham-saham perusahaan energi alami penurunan akibat harga minyak mentah yang kembali alami penurunan, dengan penurunan Brent Crude dibawah $80 per barrel untuk pertama kalinya sejak September 2010. Saham Exxon Mobile alami penurunan sebesar 1,1 persen menjadi $95,38 sedangkan S&P 500 energy indek alami penurunan sebesar 0,9 persen.
S&P utilities alami penurunan sebesar 2 persen dan menjadi sektor dengan penurunan paling besar dibandingkan sektor S&P lainnya. Sejauh ini, indek tersebut masih alami kenaikan sebesar 7,6 persen untuk bulan ini.
S&P 500 telah alami kenaikan lebih dari 9 persen dari level enam bulan terendah yang terbentuk pada Oktober, sentimen beli didukung oleh data ekonomi dan laporan earning. Untuk tahun ini, S&P 500 telah alami kenaikan sebesar 10,3 persen.
Dow Jones industrial average alami penurunan sebesar 2,7 persen atau 0,02 persen menjadi 17.612,2. S&P 500 alami penurunan sebesar 1,43 poin atau 0,07 persen menjadi 2.038,25 dan Nasdaq Composite alami kenaikan sebesar 14,58 poin atau 0,31 persen menjadi 4.675,14.
Saham yang listing di Nasdaq, Apple, alami kenaikan sebesar 1,4 persen menjadi $111,25 yang merupakan rekor harga tertingginya. Saham Twitter alami kenaikan sebesar 7,5 persen menjadi $42,54.
Saham-saham perusahaan finansial alami penurunan setelah adanya pernyataan pihak regulasi gelobal mengenai temuan mereka terhadap lima perbankan raksasa dunia yang lakukan manipulasi pasar mata uang dunia. Termasuk diantara perbankan tersebut adalah Citigroup Inc. Saham Citi alami penurunan sebesar 0,7 persen setelah pengumuman tersebut.
Secara keseluruhan ada sebanyak 5,9 milliar lembar saham yang ditransaksikan di Amerika, dibawah rata-rata transaksi bulan ini, yaitu 6,6 milliar lembar saham.
Saham-saham perusahaan energi alami penurunan akibat harga minyak mentah yang kembali alami penurunan, dengan penurunan Brent Crude dibawah $80 per barrel untuk pertama kalinya sejak September 2010. Saham Exxon Mobile alami penurunan sebesar 1,1 persen menjadi $95,38 sedangkan S&P 500 energy indek alami penurunan sebesar 0,9 persen.
S&P utilities alami penurunan sebesar 2 persen dan menjadi sektor dengan penurunan paling besar dibandingkan sektor S&P lainnya. Sejauh ini, indek tersebut masih alami kenaikan sebesar 7,6 persen untuk bulan ini.
S&P 500 telah alami kenaikan lebih dari 9 persen dari level enam bulan terendah yang terbentuk pada Oktober, sentimen beli didukung oleh data ekonomi dan laporan earning. Untuk tahun ini, S&P 500 telah alami kenaikan sebesar 10,3 persen.
Dow Jones industrial average alami penurunan sebesar 2,7 persen atau 0,02 persen menjadi 17.612,2. S&P 500 alami penurunan sebesar 1,43 poin atau 0,07 persen menjadi 2.038,25 dan Nasdaq Composite alami kenaikan sebesar 14,58 poin atau 0,31 persen menjadi 4.675,14.
Saham yang listing di Nasdaq, Apple, alami kenaikan sebesar 1,4 persen menjadi $111,25 yang merupakan rekor harga tertingginya. Saham Twitter alami kenaikan sebesar 7,5 persen menjadi $42,54.
Saham-saham perusahaan finansial alami penurunan setelah adanya pernyataan pihak regulasi gelobal mengenai temuan mereka terhadap lima perbankan raksasa dunia yang lakukan manipulasi pasar mata uang dunia. Termasuk diantara perbankan tersebut adalah Citigroup Inc. Saham Citi alami penurunan sebesar 0,7 persen setelah pengumuman tersebut.
Secara keseluruhan ada sebanyak 5,9 milliar lembar saham yang ditransaksikan di Amerika, dibawah rata-rata transaksi bulan ini, yaitu 6,6 milliar lembar saham.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar