BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Jumat, 14 November 2014

Emas Masih Sulit Bertahan di Atas $1.180

Harga emas turun tipis pada perdagangan hari ini di Asia dan sedang menuju penurunan ketiga dalam empat minggu, dipicu oleh penguatan dollar dan solidnya data ekonomi AS yang mengikis peran safe haven.

Sempat rebound setelah harga terpuruk ke level terendah 4 ½, harga emas gagal mempertahnkan momentum penguatannya di tengah bayang-bayang penguatan dollar. Dollar kini diperdagangkan dekat level tertinggi empat tahun terhadap mata uang utama dunia lainnya, dan tertinggi selama tujuh tahun terhadap yen.

Penguatan dollar terjadi setelah data-data ekonomi AS menunjukkan solidnya pemulihan ekonomi AS, mendukung proyeksi kenaikan suku bunga the Fed. Data semalam memang menunjukkan adanya kenaikan pada klaim tunjangan pengangguran sebesar 290.00 minggu kemarin, dari 278.000 minggu sebelumnya.

Namun angka tersebut masih berada dekat level terendah 14 tahun, menunjukkan bahwa sektor tenaga kerja masih sehat.

Selain dollar, faktor yang turut memperberat sentimen emas adalah rendahnya minat investasi. Hal ini tercermin dari terus keluarnya dana dari ETF. Cadangan di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas terbesar dunia, kembali mengalami penurunan sebesar 0,3% menjadi 720,62 ton, penurunan dalam delapan hari berturut-turut.

Sementara dari sisi teknikal, harga emas terlihat masih sulit untuk bertahan di atas resistance penting di $1.180. Dengan demikian, secara keseluruhan trend masih bearish, dengan area support di kisaran $1.140 – $1.156. Sementara itu, hanya kenaikan di atas $1.180 yang mampu merubah trend jangka pendek emas menjadi bullish.

Rekomendasi
rekom

Tidak ada komentar: