Pada perdagangan hari ini, perlu kita lihat, apakah aliran dana asing tersebut masih terus terjadi mengingat pada perdagangan kemarin, dana asing yang mengalir masuk ini, jumlahnya relative tidak besar, hanya mencapai RP 126,55 miliar, cukup jauh dibawah level psikologis Rp 250 miliar yang merupakan batasan kami.
Dari bursa regional, sentimen positif terlihat masih minim, setelah pada pergerakan semalam, indeks Dow Jones Industrial hanya naik tipis 1,16 poin (+0,01 persen) dan ditutup pada level 17.614,90. Indeks dari bursa di kawasan Asia cenderung bergerak flat naik pada pagi hari ini.
IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak flat-naik pada kisaran 5000-5100. Hanya penutupan dibawah suport 5000 yang akan memberikan sentiment negatif pada pergerakan IHSG selanjutnya.
Reversal yang terjadi pada IHSG kemarin, memang sudah mengembalikan IHSG pada trend naik.
Meskipun demikian potensi penguatan lanjutan ke kisaran resisten 5143 – 5180 baru akan muncul jika IHSG mampu menembus resisten di level psikologis 5100. Dengan sentimen market yang masih minim, sepertinya penembusan atas resisten 5100 bakal sulit untuk terjadi. Meskipun demikian, jika IHSG kemudian bergerak turun, posisi Buy On Weakness terlihat tetap menarik untuk dilakukan, selama IHSG tidak ditutup dibawah suport di level psikologis 5000.
Pada perdagangan kemarin, saham-saham penggerak IHSG seperti BBRI, BMRI, BBCA, ASII, INTP, SMGR, AALI, atau WIKA, terlihat memberikan signal positif dengan berhasil ditutup menembus resisten pertamanya. Posisi-posisi spekulatif sepertinya bisa dilakukan dengan mode Buy On Weakness terhadap saham-saham tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar