Indeks Nikkei mengalami kemunduran perdagangan kemarin, dimana indeks menjauh dari level tertingginya dalam satu pekan menyusul penguatan yen terhadap dollar setelah data ketenagakerjaan AS yang jauh dari harapan. Sementara itu, saham Nippon Telegraph and Telephone Corp dilanda aksi jual menyusuk proyeksi laba yang mengecewakan. Indeks Nikkei melemah 99,85 poin, atau 0,59% ke posisi 16.780,53.
Sempat terkoreksi kemarin, kini indeks Nikkei bangkit setelah transaksi berjalan Jepang di September surplus 61,9% jika dibandingkan periode sama tahun lalu, ini tiga bulan beruntun surplus. Selain itu, yen yang kembali melemah 114,76 per dollar membuat kinerja saham ekspor menguat. Perlu dicermati, indeks Nikkei meraih level tertinggi dalam 7 tahun. Dengan minimnya even penting pecan ini, perlu diwaspadai koreksi lanjutan.
Rekomendasi
Kospi
Indeks Kospi menguat kemarin di topang saham-saham ekspor menyusul pemberitaan kesepakatan perdagangan bebas Korsel dan China. Sementara saham Asia bergerak variatif, dengan beberapa mencatat penguatan signifikan, meski performa Wall Street yang kurang mengesankan. Indeks Kospi ditutup menguat 18,36 poin, atau 0,95%, ke posisi 1.958,23.
Meski indeks utama Wall Street terus mencetak rekor penutupan tertingginya semalam, belum mampu mengangkat lebih jauh bagi indeks Kospi pagi ini. Indeks cenderung bergerak flat. Kalangan analis memperkirakan saham berkapitalisasi besar jatuh karena aksi ambil untung dari kenaikan tajam kemarin, seperti Hyundai Motor dan Samsung Electronics yang awal perdagangan telah turun 1,0%.
Rekomendasi
Hang Seng
Indeks Hang Seng berhasil pulih perdagangan kemarin berkat dorongan dari berita rencana integrasi perdagangan Hong Kong dan Shanghai akan dilakukan pada minggu depan. Rencana itu, yang merupakan bagian dari liberalisasi pasar modal China, sempat tertunda karena alasan teknis. Data terbaru menunjukkan inflasi China stabil di 1,6%, sesuai prediksi. Indeks Hang Seng ditutup menguat 194,46 poin, atau 0,83%, ke posisi 23.744,70.
Minimnya katalis hari ini diperkirakan akan menghambat laju indeks Hang Seng. Indeks diperkirakan akan bereaksi mengikuti irama bursa Asia dimana yang menguat seiring dengan sentimen pencapaian rekor penutupan indeks utama Wall Street. Sementara itu, eforia integrasi perdagangan Hong Kong dan Shanghai mereda. Tekanan dapat melanda sektor komoditas, seperti energi dan emas menyusul jatuhnya komoditas itu.
Rekomendasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar