Indeks Dow Jones menguat 0,23% dan indeks S&P 500 naik 0,31%, yang membawa keduanya di rekor terbaru.
Meski di saat sepi berita, Wall Street bisa menapaki hasil positif di sekitar 90% komponen dalam komponen S&P 500 sudah mengumumkan laporan keuangan kuartal ketiga dan laba mereka diproyeksikan tumbuh rata-rata 8,9%, naik dari periode sama tahun lalu 4,9%.
Selain karena kinerja keuangan emiten, saham juga masih terjaga menyusul data payroll AS yang menegaskan pemulihan lapangan kerja. Sudah sembilan bulan berturut-turut lapangan kerja tumbuh di atas 200 ribu.
Di Jepang, data hari ini menunjukkan surplus transaksi berjalan Jepang naik di September berkat pendapatan investasi luar negeri. Surplus kini menjadi 963 miliar yen. Indeks Nikkei menguat 0,68%. Dengan yen masih terjaga di 114 per dollar, belum ada tekanan baru. Tapi dengan posisi indeks dekat level tertinggi dalam 7 tahun, tetap perlu diwaspadai koreksi, terutama bila yen menguat lagi. Di Korsel, indeks Kospi menguat 0,2%.
Indeks Hang Seng menguat 0,3%, dengan masih ditopang oleh konfirmasi dimulainya perdagangan integrasi Hong Kong dan Shanghai. Interkoneksi perdagangan kedua bursa di mulai pada 17 Nopember nanti.
Melalui program ini, investor global bisa membeli saham China dari bursa Hong Kong, sedangkan investor China bisa mengakses pasar Hong Kong.
Prospek saham global ke depan diperkirakan masih bullish, seiring dengan pemulihan ekonomi AS. Tapi beberapa indeks utama sudah mencapai level yang tinggi. Alhasil, perlu diwaspadai koreksi dalam jangka pendek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar