Indeks Nikkei kembali rebound diawal perdagangan minggu ini, dimana indeks menorehkan kenaikan harian terbesarnya dalam empat bulan terakhir menyusul meredanya kecemasan di Ukraina. Selain itu saham-saham ekspor menguat berkat pelemahan yen setelah akhir pekan lalu sempat menguat tajam. Indeks Nikkei ditutup menguat 352,15 poin, atau 2,38%, ke posisi 15.130,52, persentase kenaikan harian terbesar sejak pertengahan April lalu.
Indeks Nikkei mencoba melanjutkan penguatannya untuk kali kedua hari ini setelah kemarin menorehkan penguatan harian terbesar dalam empat bulan terakhir. Yen yang kini berada di 102,33 per dollar diperkirakan akan memberi dorongan tersendiri bagi saham-saham berbasis ekspor. Bersamaan dengan berkuranganya ketegangan geopolitik.
Rekomendasi
Kospi
Indeks Kospi berhasil rebound kemarin setelah saham-saham unggulan Korsel menjadi buruan investor setelah mengalami tekanan tajam pekan lalu. Sentimen ini dipicu dengan relinya saham-saham AS di tengah berkurangnya kekhawatiran geopolitik Ukraina. Indeks Kospi ditutup naik 8,27 poin, atau 0,41%, ke posisi 2.039,37.
Indeks Kospi coba mempertahankan laju penguatan hari ini, investor tidak bereaksi besar karena beragamnya sentimen. Berkurangnya kekhawatiran akan Rusia dan Ukraina, tapi investor juga mencemaskan geopolitik di Timur Tengah. Investor kini memfokuskan rapat regular bank sentral Korea yang diperkirakan melakukan pemangkasan suku bunga. Minimnya faktor fundamental, pergerakan indeks diperkirakan terbatas.
Rekomendasi
Hang Seng
Reli yang dicatatkan indeks utama Wall Street Jumat lalu, mendorong investor melakukan pembelian terhadap saham-saham yang dinilai telah bervaluasi rendah, khususnya saham properti. Faktor lainnya datang dari berkurangnya tensi geopolitik, ini membuat indeks Hang Seng catat kenaikan lebih dari 1,0%. Indeks Hang Seng ditutup menguat 314,61 poin, atau 1,29%, ke posisi 24.646,02.
Sentimen global perlahan mulai bangkit menyusul berlanjutnya kenaikan indeks utama Wall Street berkat berkurangnya ketegangan geopolitik dapat menopang indeks Hang Seng. Para analis mengatakan pekan lalu saham terkoreksi bukan hanya berita buruk di seluruh dunia tapi karena saham sudah reli tajam. Memang, seiring pemulihan ekonomi dunia, prospek saham tetap bullish. Saham properti diperkirakan masih menopang laju Hang Seng.
Rekomendasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar