BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Rabu, 19 Februari 2014

Harga Emas Bisa Kembali ke $1,400 dalam 100 hari Harga emas diperkirakan akan naik kembali di 2014 ini, bahkan diperkirakan akan mencapai harga $1,400 per ons kembali setidaknya dalam 100 hari kedepan.

Penutupan pasar menempatkan harga emas dalam perdagangan kemarin berada diatas garis pergerakan rata-rata 100 harinya. Ini merupakan kenaikan harga emas tertinggi sejak September tahun lalu.
Menguat dalam dua hari perdagangan secara beruntun, juga merupakan rekor tersendiri sebagai yang pertama kalinya sejak Oktober silam. Bahkan jika dilihat dengan rata-rata pergerakan dalam 50 hari terakhir, harga emas mampu ditutup diatas garis rata-ratanya. Ini merupakan catatan baik semenjak 23 Januari kemarin. Berbagai sinyalemen tersebut membuat harga emas bisa naik setidaknya 8.5 persen di akhir Maret ini.
Tanda-tanda pemulihan ekonomi AS khususnya di pasar tenaga kerja AS membuat emas yang pada tahun 2013 jatuh sebesar 28 persen –penurunan terbesar dalam setahun sejak 1981, namun mampu bangkit sejak awal tahun 2014 ini dan telah naik 7.3 persen. Kenaikan ini juga diikuti dengan naiknya harga emas batangan di New York setelah pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Janet Yellen yang menyatakan masih perlunya kerja keras untuk memperbaiki pasar tenaga kerja AS. Kenaikan harga emas batangan ini merupakan reli yang paling panjang semenjak Agustus 2012.
Pelan namun pasti, berbagai sentiment mengalami perubahan dan Emas kembali menunjukkan posisinya yang semakin menarik. Peredaran Dolar AS membuat harga Emas terbantukan, investor akan kembali melirik emas dan melakukan aksi pembelian secara teknis pula.
Harga emas untuk kontrak bulan April naik 1.2 persen dalam perdagangan kemarin ke harga $1,289.80 yang merupakan kenaikan lima kalinya. Harga rata-rata dalam 100 hari dikisaran $1,270.71.

Indeks Manufaktur New York Turun Di Bulan Febuari

Sebuah data resmi yang dirilis pada hari Selasa(16/02) menunjukan bahwa Indeks Manufaktur di wilayah New York telah turun di bulan Febuari.

Bank sentral New York melaporkan bahwa indeks kondisi bisini untuk bulan Febuari berada di 4.48, turun dari 12.41 di bulan Desember.

Analis telah memperkirakan indeks untuk turun sebesar 9.00.

Pada indeks, hasil pembacaan diatas 0.0 mengindikasikan naik, namun hasil pembacaan dibawah 0.0 menunjukan pemburukan.

Indeks pesanan baru telah turun dari level tinggi 2 tahun.

Indeks Empire State sangat menarik bagi trader terutama karena dilihat untuk perkiraan awal nasional ISM survei pabrik.

Paska dirilisnya data tersebut, mata uang dolar telah diperdagangkan di level rendah 6 minggu terhadap euro, dengan pasangan EURUSD diperdagangkan 0.28% di level 1.3743.

Updata Asia : Asia Terancam Koreki

South Korea MarketsSaham Asia koreksi, setelah menguat selama tiga sesi sebelumnya, menyusul hasil Wall Street yang beragam dan minimnya katalis.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,2% di Tokyo pagi ini setelah mencatat kenaikan terbesar dalam lima bulan kemarin. Indeks Nikkei jatuh 0,6% setelah reli 3% kemarin berkat keputusan BOJ dan pelemahan yen. Indeks Kospi turun 0,6%  tapi indeks Australia ASX 200 menguat 0,4%. Di Singapura, indeks STI naik 0,5%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,19%.
Wall Street berakhir mixed di saat investor rehat setelah membawa saham reli minggu lalu, sembari mencerna data ekonomi AS yang kurang menggembirakan. Indeks Dow Jones melemah 0,15% dan indeks S&P naik 0,12%. Data empire manufacturing atau indeks manufaktur kawasan New York menjadi data terbaru yang menunjukkan dampak cuaca pada aktivitas ekonomi. Ada proyeksi, cuaca dingin ekstrim selama dua bulan terakhir kemungkinan memangkas 0,3% dari PDB.
Saham global bergerak konsolidasi akhir-akhir ini, belum jatuh tajam tapi masih sulit menanjak signifikan lagi. Pasar sedang mengevaluasi kondisi ekonomi dunia terkini, terkait dampak cuaca di AS dan isu perlambatan di China. Untuk hari ini, fokus tertuju ke FOMC Minutes, yang diharapkan dapat memberi kejelasan mengenai prospek kebijakan, terutama taper.

IHSG Berharap Sentimen Positif Dari Kinerja Emiten

BBNI dan WIKA adalah emiten yang mengumumkan kinerja 2013 di pagi hari ini.  BBNI berhasil mencetak EPS sebesar Rp 486, diatas ekspektasi Rp 456. Untuk WIKA, Coprorate Secretary dari WIKA memberikan indikasi bahwa laba bersih emiten ini bakal diatas target Rp 555,6 miliar yang telah dicanangkan perseroan.  Ini juga merupakan indikasi bahwa EPS konsensus perseroan bakal melewati estimasi Rp 92.
Sentimen positif dari kinerja emiten ini, diperkirakan membuat IHSG bergerak naik, kembali menguji resisten di 4575.  Kisaran utama IHSG hari ini berada diantara suport 4550 dan resisten di 4575.  Penembusan atas resisten 4575 bakal membuka potensi kenaikan IHSG menuju target jangka pendek kami di 4650 – 4700.
Bursa regional Asia pagi ini masih cenderung bergerak flat-naik.  Meski indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam ditutup dengan koreksi tipis 23,99 poin (-0,15 persen), tapi indeks Hang Seng pagi ini running dengan kenaikan 0,2 persen, dan Strait Times running dengan kenaikan 0,69 persen.
Sentimen pasar terlihat cenderung positif.  Sentimen ini diharapkan bakal membuat pelaku pasar melanjutkan perburuan pada saham-saham di sektor konstruksi dan komoditas.  Aliran dana asing diperkirakan juga masih akan terus mengalir masuk, sehingga membuat saham-saham perbankan cenderung kuat.

Global Outlook

Saham Asia koreksi, setelah menguat selama tiga sesi sebelumnya, menyusul hasil Wall Street yang beragam dan minimnya katalis.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,2% di Tokyo pagi ini setelah mencatat kenaikan terbesar dalam lima bulan kemarin. Indeks Nikkei jatuh 0,6% setelah reli 3% kemarin berkat keputusan BOJ dan pelemahan yen. Indeks Kospi turun 0,6%  tapi indeks Australia ASX 200 menguat 0,4%. Di Singapura, indeks STI naik 0,5%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,19%.
Wall Street berakhir mixed di saat investor rehat setelah membawa saham reli minggu lalu, sembari mencerna data ekonomi AS yang kurang menggembirakan. Indeks Dow Jones melemah 0,15% dan indeks S&P naik 0,12%. Data empire manufacturing atau indeks manufaktur kawasan New York menjadi data terbaru yang menunjukkan dampak cuaca pada aktivitas ekonomi. Ada proyeksi, cuaca dingin ekstrim selama dua bulan terakhir kemungkinan memangkas 0,3% dari PDB.
Saham global bergerak konsolidasi akhir-akhir ini, belum jatuh tajam tapi masih sulit menanjak signifikan lagi. Pasar sedang mengevaluasi kondisi ekonomi dunia terkini, terkait dampak cuaca di AS dan isu perlambatan di China. Untuk hari ini, fokus tertuju ke FOMC Minutes, yang diharapkan dapat memberi kejelasan mengenai prospek kebijakan, terutama taper.

Review IHSG

Sudah jenuh beli, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir flat. Menutup perdagangan, Selasa (18/2/2014), IHSG naik tipis 0,823 poin (0,02%) ke level 4.556,191.
Tipisnya laju ini disebabkan oleh aksi ambil untung dari pemain lokal, meski investor asing masih mencatat pembelian besar. Dana asing sebanyak Rp 687,71 miliar masuk lantai bursa setelah investor asing melakukan pembelian bersih (foreign net buy) di seluruh pasar.
Sementara itu, jumlah sektor yang turun dan naik seimbang. Adapun tiga sektor dengan kenaikan terbesar yakni sektor perkebunan yang naik 1,09%, sektor infrastruktur naik 0,69%, dan sektor pertambangan naik 0,43%.
Saham-saham yang naik di antaranya Gudang Garam (GGRM), Electronic City (ECII), Mayora (MYOR), dan Astra Agro (AALI).
Sementara saham-saham yang turun antara lain Matahari (LPPF), Gowa Makassar (GMTD), Unilever (UNVR), dan HM Sampoerna (HSMP).

Ulasan Teknikal
IHSG

IHSG 19 feb
Sejauh ini sinyal IHSG masih positif, namun beberapa indikator stochastic mulai overbought. Hal ini menunjukkan penguatan mulai terbatas, apalagi IHSG sudah berada di kisaran resistance 4.580 – 4.611. Ruang koreksi mulai terbuka, namun selama masih bertahan di atas support 4.510 – 4.530, trend IHSG masih berupa trend bullish,dengan potensi kenaikan beriktunya menuju kisaran 4.611 – 4.700. Trend bullish jangka pendek ini bisa berakhir jika support tersebut mampu ditembus. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.530 – 4.580.
R3    4,588
R2    4,579
R1    4,568
Pivot    4,559
S1    4,547
S2    4,539
S3    4,527

Stock Pick
JSMR

JSMR 19 Feb
MA 10 dan 55 menunjukkan trend JSMR masih bullish. Namun, harga kini sedang berada di kisaran resistance 5.450. Indikator stochastic juga mulai overbought, artinya ruang penguatan mulai terbatas. Jika kembali gagal menembus resistance tersebut, harga berpeluang terkoreksi untuk menjemputnya support-nya di kisaran 5.250.
 
Rekomendasi     : Buy on weakness@5.250, stop loss 5.150, target 5.450. Buy breakout 5.450, stop loss 5.350, target 5.750
Support                  : 5.250, 5.175
Resistance            : 5.450, 5.750

AUTO

AUTO 19 feb
 
Trend bearish, namun sinyal rebound mulai terlihat ketika harga bertahan di atas support 3.325. Candlestick bullish, indikator stochastic golden cross, sementara RSI mulai bergerak ke area positf. Harga juga sudah bergerak di atas resistance sebelumnya di 3.400. Untuk itu, potensi rebound masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di kisaran 3.495 – 3.520.
 
Rekomendasi    : SpecBuy@3.370, stop loss breakout 3.325, target 3.495
Support                 : 3.370, 3.325
Resistance           : 3.475, 3.495
Rekomendasi
 
Stock Screener

SS 19 feb

Saham Asia koreksi, setelah menguat selama tiga sesi sebelumnya, menyusul hasil Wall Street yang beragam dan minimnya katalis.
Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0,2% di Tokyo pagi ini setelah mencatat kenaikan terbesar dalam lima bulan kemarin. Indeks Nikkei jatuh 0,6% setelah reli 3% kemarin berkat keputusan BOJ dan pelemahan yen. Indeks Kospi turun 0,6%  tapi indeks Australia ASX 200 menguat 0,4%. Di Singapura, indeks STI naik 0,5%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,19%.
Wall Street berakhir mixed di saat investor rehat setelah membawa saham reli minggu lalu, sembari mencerna data ekonomi AS yang kurang menggembirakan. Indeks Dow Jones melemah 0,15% dan indeks S&P naik 0,12%. Data empire manufacturing atau indeks manufaktur kawasan New York menjadi data terbaru yang menunjukkan dampak cuaca pada aktivitas ekonomi. Ada proyeksi, cuaca dingin ekstrim selama dua bulan terakhir kemungkinan memangkas 0,3% dari PDB.
Saham global bergerak konsolidasi akhir-akhir ini, belum jatuh tajam tapi masih sulit menanjak signifikan lagi. Pasar sedang mengevaluasi kondisi ekonomi dunia terkini, terkait dampak cuaca di AS dan isu perlambatan di China. Untuk hari ini, fokus tertuju ke FOMC Minutes, yang diharapkan dapat memberi kejelasan mengenai prospek kebijakan, terutama taper.

Bursa Saham Diseluruh Dunia Alami Kenaikan Setelah Keputusan BOJ, Tetapi Data Ekonomi Tidak Mendukung

Bursa saham diseluruh dunia alami kenaikan pada hari Selasa kemarin setelah adanya ronde baru dari kebijakan stimulus yang dikeluarkan oleh Bank of Japan. Walaupun demikian kenaikan yang tejadi menjadi terhambat akibat data ekonomi yang kurang memuaskan sehingga membatasi kenaikan yang terjadi, yang juga membuat dollar Amerika alami pelemahan terhadap nilai tukar euro.
WS5Bank of Japan kembali berikan kebijakan pelonggaran ekonomi, dengan memperbesar program pemberian kredit spesial untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Bursa saham Jepang alami kenaikan hingga sebesar 3,1 persen, tetapi pasar saham lainnya di Asia menjadi cenderung bergerak flat setelah bank sentral China lakukan pengetatan dengan menarik likuiditas dari pasar, dan bank sentral Australia yang membuat komentar mengenai tingkat suku bunga.
MSCI World Indek alami kenaikan sebesar 0,3 persen. Sedangkan di Wall Street, harga saham alami kenaikan didukung oleh adanya sejumlah berita mengenai aktivitas merger sehingga tingkatkan keyakinan bagi para investor.
Data ekonomi masih cenderung berikan sentimen negatif terhadap pasar investasi di seluruh dunia, data terbaru dari Jerman, investor sentimen tunjukkan pelemahan, dan data factory activity di New York untuk periode Februari juga tunjukkan pelemahan.
Masih dari Amerika, National Association of Home Builders laporkan indek homebuilder confidence alami penurunan untuk periode Februari menjadi 46, yang indikasikan bahwa mayoritas perusahaam pengembang melihat kondisi yang kurang baik bagi pasar perumahan. Data tersebut merupakan sederetan data ekonomi yang berikan indikasi negatif setelah sebelumnya pada minggu lalu, data retail sales dan tenaga kerja juga tunjukkan hal serupa.
Para investor saat ini cenderung untuk perhatikan data-data ekonomi, guna mengetahui apakah kenaikan harga saham yang terjadi tahun lalu didukung juga oleh pertumbuhan ekonomi. karena stimulus Fed yang selama ini menjadi bahan bakar bagi kenaikan harga saham mulai ditarik. Detail kesimpulan mengenai pertemuan terakhir Fed akan di publikasikan pada hari Rabu ini, dan para pelaku pasar akan sangat perhatikan hal tersebut.
Dow Jones industrial average alami penurunan sebesar 24,21 poin atau 0,15 persen menjadi 16.130,18. Standard & Poor 500 index naik 2,09 poin atau 0,11 persen menjadi 1.840,72. Nasdaq Composite index naik 28,76 atau 0,68 persen menjadi 4.272,78.
Nasdaq alami kenaikan dalam delapan hari perdagangan berturut-turut dan merupakan rekor kenaikan jumlah hari terpanjang sejak Juli tahun lalu. Nasdaq terdongkrak naik didukung oleh kenaikan harga saham Tesla Motors Inc setelah keluarnya laporan bahwa Chief merger & Acquisition Apple Inc, Adrian Percia bertemua dengan chief executive Tesla, Elon Musk pada tahun lalu yang membuat munculnya spekulasi bahwa Apple tertarik untuk beli perusahaan produsen mobil listrik.
Saham Tesla alami kenaikan sebesar 2,8 persen menjadi $203,70 setelah sempat sentuh leel all-time high padda $205,72. Saham Apple alami kenaikan sebesar 0,4 persen menjadi $545,99.

Wall Street Mixed, Laju Asia Tersendat

Nikkei
       Indeks Nikkei melonjak 3% kemarin setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) mempertahankan kebijakannya dengan suku bunga rendah, serta outlook yang juga tetap. Tapi BOJ menambah fasilitas pinjaman ke bank menjadi 2 kali lipat, guna mendukung perekonomian dan meningkatkan pinjaman. Penguatan indeks kali ini terkena imbas dari pergerakan pelemahan yen terhadap dollar . Indeks Nikkei ditutup melonjak 450,13 poin, atau 3,13% ke posisi 14.843,24.
Penguatan indeks Nikkei diawal perdagangan pagi ini dipicu pelemahan yen terhadap dollar dengan kembali berada di atas 102. Tapi bervariasinya penutupan Wall Street semalam dan data ekonomi AS yang buruk dapat memicu aksi profit taking. Sementara itu, kenaikan harga minyak dunia yang kini berada $103/barel diperkirakan akan menopang saham terkait.

Rekomendasi

NKI SIGNAL 19-02-14

Kospi
       Indeks Kospi ditutup naik tapis kemarin setelah BOJ mempertahankan kebijakan moneternya dan melanjutkan pinjaman kredit ke bank  guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Faktor ini yang membuat laju indeks Kospi tersendat karena imbas dari pelemahan yen, dimana indeks sempat tergerus, namun berhasil bangkit di sesi akhir perdagangan. Indeks Kospi ditutup naik tipis 0,55 poin, atau 0,03%, ke posisi 1.946,91. Tercatat investor asing melakukan net sell 45,5 miliar won.
Indeks Kospi didera tekanan jual pada pembukaan perdagangan kali ini, menyusul aksi profit taking setelah kemarin indeks berlabuh di level tertingginya dalam empat pekan. Faktor pelemahan yen terhadap dollar makin membebani indeks, di tengah harapan kebijakan moneter baru BOJ.

Rekomendasi

KSI SIGNAL 19-02-14

Hang Seng
       Indeks Hang Seng berhasil bertahan di zona positifnya kemarin. Kenaikan saham Bank of East Asia yang mencapai 3% setelah laporan keuangan selama 2013 catat hasil yang mengesankan menopang indeks.. Sementara itu, Bank Sentral China merespon pertumbuhan kredit yang amat tinggi selama Januari, menyerap sebesar 48 miliar yuan dari pasar uang dalam operasi pasar terbuka pertamanya minggu ini. Indeks Hang Seng ditutup naik 51,78 poin, atau 0,23%, ke posisi 22.587,72.
Dow Jones futures yang bergerak negatif pagi ini, diperkirakan akan memberi tekanan indeks Hang Seng setelah serangkaian data AS semalam tidak begitu menggembirakan. Pergerakan bursa utama Asia cenderung tertekan, karena aksi ambil untung dari beberapa kenaikan. Fokus kini data perumahaan AS dan besok paginya Manufacturing PMI China versi HSBC.

Rekomendasi

HSI SIGNAL 19-02-14

Senin, 09 Desember 2013

Emas Berhasil Menguat di Tengah Isu Taper

Emas berhasil menguat di akhir minggu meski data ketenagakerjaan AS lebih baik dari perkiraan, didoromg oleh aksi short covering.
Harga emas yang mendekati level terendah lima bulannya menarik minat trader untuk melakukan bargain hunting. Selain itu, data ketenagkerjaan AS yang impresif ternyata gagal mengangkat dollar, mengurangi tekanan ke emas. Data Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di AS mencapai 203.000 selama Nopember, lebih tinggi dari prediksi 170.000. Pesatnya pertumbuhan itu membuat tingkat pengangguran turun 0,3% ke 7,0%, terendah dalam lima tahun. Data AS lainnya memperlihatkan sentimen konsumen mencapai level tertinggi dalam lima tahun. Indeks sentimen konsumen versi University of Michigan naik ke 82,5 di Desember dari 75,1 di Nopember. Positinya data-data AS tersebut seharusnya bisa mendukung the Fed untuk mengurangi pembelian obligasi senilai $85 miliar per bulan (taper). Investor saat ini akan fokus ke rapat regular the Fed yang akan digelar pada 17 – 18 Desember mendatang. Rapat tersebut akan memberi petunjuk mengenai kapan taper akan dimulai.
Sementara itu, minat investasi emas di ETF masih rendah, tercermin dari turunnya cadangan di SPDR Gold Trust sebesar 3 ton menjadi 835,71 ton pada Jumat lalu.
Dari sisi teknikal, terlihat indikator RSI masih membentuk bullish divergence, sementara stochastic oversold, mendukung rebound lanjutan. Namun begitu, secara keseluruhan trend masih bearish, sebelum harga mampu bertahan di atas resistance $1.250. Untuk saat ini, pergerakan emas sepertinya masih akan flat di kisaran support $1.211 dan resistance $1.250.



gold
Rekomendasi

Regional Terangkat Data AS

Nikkei
       Indeks Nikkei berhasil pulih seiring kembali melemahnya yen terhadap dolar dan yen. Selain itu, aksi short covering terhadap saham-saham yang bervaluasi rendah menjadi buruan investor. Meski catat penguatan, sentimen bisa kembali rapuh karena petunjuk baru kebijakan moneter the Fed selanjutnya akan ditentukan dari data payroll AS. Indeks Nikkei ditutup menguat 122,37 poin, atau 0,81%, ke posisi 15.299,86. Untuk minggu lalu, indeks turun 2,3%, penurunan mingguan pertama kalinya di bulan ini.
Indeks Nikkei mengalami lonjakan dalam perdagangan pagi ini, dimana pelemahan yen terhadap dollar yang kembali berada di atas 103. Ditambah lagi dorongan dari laporan pekerjaan AS di Nopember yang secara mengejutkan meningkat, memberi lebih banyak bukti ekonomi AS membaik. Tekanan dapat kembali datang setelah data PDB Jepang yang melambat.

Rekomendasi

NKI 09-12-13
NKI SIGNAL 09-12-13

Kospi
       Indeks Kospi catat penurunan untuk keenam kalinya secara beruntun Jumat lalu, karena kecemasan investor yang tengah menantikan data ketenagakerjaan yang akan menjadi tolak ukur the Fed dalam mengambil kebijakan moneter selanjutnya. Indeks Kospi ditutup turun 4,36 poin, atau 0,225, ke posisi 1.980,41, terendah sejak 14 Nopember. Indeks pekan lalu jatuh 3,2%.
Indeks Kospi berpotensi mengalami penguatan dimana dorongan dari kenaikan saham-saham AS kepercayaan diri investor terhadap data ekonomi AS yang terus membaik. Sentimen pasar terhadap data AS yang sebelumnya khawatir akan membaiknya data AS, namun Jumat lalu terlihat mengabaikan kecemasan akan tapering. Fokus selanjutnya data inflasi China.

Rekomendasi

KSI 09-12-13
KSI SIGNAL 09-12-13

Hang Seng
       Indeks Hang Seng kembali bangkit Jumat lalu, dengan memangkas kerugian mingguan. Perusahaan internet terbesar China, Tencent Holdings jadi penyumbang terbesar kenaikan indeks. Saham Tencent melonjak 2,3%, karena ekspektasi investor terhadap saham itu yang underperformed sejak Beijing meluncurkan agenda reformasi di tengah pertengahan Nopember lalu. Indeks Hang Seng ditutup naik 30,53 poin, atau 0,13%, ke posisi 23.743,10. Dalam minggu lalu indeks tersebut turun 0,6%..
Indeks Hang Seng coba kembali bergerak di atas 24.000, berkat relinya saham AS akhir pekan lalu berkat serangkaian data payroll dan tingkat pengangguran AS yang membaik. Selain itu, dorongan dari data China, dimana neraca perdagangan di Nopember surplus $33,8 miliar dari prediksi $21,3 miliar. Fokus kini inflasi China, yang diprediksi turun 3,0% dari 3.2%.

Rekomendasi

HSI 09-12-13
HSI SIGNAL 09-12-13

Outlook Minggu ini: Kekhawatiran Tapering Mereda, Data Retail Sales Akan Menjadi Perhatian

Setelah pada hari Jum’at minggu lalu saham alami kenaikan, para investor  pada minggu ini akan perhatikan perkembangan terhadap data retail-sales dan implikasi data tenaga kerja November yang sanagt baik terhadap kebijakan Federal Reserve
Premarket 4Perdagangan kemungkinan besar akan cenderung flat pada hari Senin minggu ini, setelah pada hari Jum’at kemarin Dow alami kenaikan hampir sebesar 200 poin. Data pemerintah yang dirilis pada hari Jum’at minggu lalu, menunjukkan penyerapan tenaga kerja sebesar 203.000 untuk periode November, dan tingkat pengangguran alami penurunan menjadi 7 persen.
Untuk minggu ini, konfirmasi penggerak paling besar kemungkinan besar akan datang pada hari Kamis dimana pada hari tersebut akan dilaporkan data retail sales. Berdasarkan hasil pooling ekonom, diperkirakan data retail sales akan alami kenaikan sebesar 0,3 persen pada periode November. Data tersebut akan terkena pengaruh dari black Friday yang sebelumnya tunjukkan hasil yang tidak memuaskan, tetapi penjualan e-commerce yang cukup positip diperkirakan dapat subtitusi pengaruh negatif black Friday.
Pada minggu lalu, data ekonomi Amerika tunjukkan ekonomi negara tersebut alami pertumbuhan sebesar 3,6 persen untuk kuartal ketiga, tetapi diperkirakan pada kuartal keempat tahun ini, diperkirakan pertumbuhan tersebut akan terkoreksi.
Pada minggu lalu, saham ditutup dengan sedikit penurunan, dengan penurunan S&P 500 kurang dari 0,1 persen, sedangkan Dow Jones turun 0,4 persen, dan Nasddaq naik kurang dari 0,1 persen.
Indek acuan saham S&P 500 akhiri trend kenaikannya selama delapan minggu, walaupun secara keseluruhan indek acuan tersebut masih tetap naik sebesar 26,6 persen untuk keseluruhan tahun ini.
Untuk laporan earning perusahannya, pada minggu ini akan ada laporan earning dari perusahaan retail pakaian Men’s Wearhouse Inc dan Lululemon Athletica Inc yang dirilis pada hari Rabu dan Kamis. Perusahaan developer perumahan Toll Brothers Inc dan Hovnanian Enterprises Inc akan rilis laporannya pada hari Selasa dan Kamis.

Data Payroll Gagal Angkat Dollar

Data ketenagakerjaa AS yang mengesankan ternyata tidak mampu mengangkat dollar. Mata uang AS itu hanya mampu unggul terhadap yen. Di saat yang sama, euro menyentuh level tertinggi dalam enam minggu.
Data Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di AS mencapai 203.000 selama Nopember, lebih tinggi dari prediksi 170.000. Pesatnya pertumbuhan itu membuat tingkat pengangguran turun 0,3% ke 7,0%, terendah dalam lima tahun. Data AS lainnya memperlihatkan sentimen konsumen mencapai level tertinggi dalam lima tahun. Indeks sentimen konsumen versi University of Michigan naik ke 82,5 di Desember dari 75,1 di Nopember.
Kedua data itu menyusul indikator AS lainnya yang menunjukkan ekonomi terus membaik. Seperti Data PDB AS yang tumbuh 3,6%, terpesat sejak 2012. Data payroll itu seharusnya mendukung prospek pengurangan stimulus the Fed.  Namun ternyata tidak terjadi reli menyusul data itu. Bahkan greenback melemah atas beberapa rivalnya. Lalu timbul pernyataan mengapa dollar gagal memanfaatkan momentum ini?
Pertama, kegagalan dollar menguat terhadap rivalnya mengindikasikan pemain menunggu sinyal lebih jelas mengenai langkah the Fed selanjutnya. Pasar ingin melihat reaksi pejabat the Fed mengenai data ekonomi AS akhir-akhir ini. Pasar lebih ingin menunggu rapat reguler the Fed 17-18 Desember untuk menilai prospek kebijakan. Kedua, pasar menilai perbedaan kebijakan bank sentral negara maju tidaklah mencolok lagi. ECB terlihat juga tidak terburu-buru menambah stimulus lagi dan BOE terlihat mulai optimis dengan prospek ekonomi. Tinggal BOJ yang terindikasi bakal menambah stimulus agresifnya.
Beberapa pejabat the Fed, di antaranya Richard Fisher dan James Bullard akan berpidato malam nanti mengenai ekonomi dan kebijakan moneter, mungkin bisa mempengaruhi pergerakan pasar, terutama dollar. Untuk saat ini, indeks dollar berada di 80,29, setelah bergerak fluktuatif Jumat lalu. Sempat menguat 0,8%, indeks itu ditutup di 80,28. Rentang pergerakan kini ada di 80,00 dan 80,50. Terhadap franc, dollar diperdagangkan di 0,8920 setelah melemah 0,5% akhir pekan lalu. Support terdekat ada di 0,8900 dan resistance di 0,8950. Atas yen, dollar reli lebih dari 1% akhir pekan lalu, kini diperdagangkan di 102,90 dengan target level 103 dan high 3/12 103,35.
Sementara itu, euro berhasil kembali ke level $1,3700 setelah menguat 0,3% akhir pekan lalu. Penguatan euro tak lepas dari persepsi pasar bahwa ECB belum berencana melonggarkan kebijakan lagi dan tidak keberatan dengan level euro saat ini.  Target terdekat adalah level $1,3730-$1,3760, untuk support paling dekat ada di $1,3670. Beberapa data Jerman, seperti perdagangan dan produksi industrial mungkin bisa mempengaruhinya.

Rekomendasi
 
EUR-USD

EUR SIGNAL 09-12-13

USD-JPY

JPY SIGNAL 09-12-13

GBP-USD

GBP SIGNAL 09-12-13

USD-CHF

CHF SIGNAL 09-12-13


AUD-USD

AUD SIGNAL 09-12-13

Jepang Berencana Untuk Tingkatkan Belanja Pemerintah Guna Dongkrak Ekonomi Mereka

Jepang berencana untuk naikkan belanja pemerintah senilai $53,5 milliar untuk pertahankan pemulihan ekonominya.
shonzo abePemerintah telah setujui paket stimulus tersebut untuk menetralisir pengaruh negatif dari kenaikan pajak.
Sebanyak kurang lebih 5,5 trilliun Yen akan digunakan untuk meningkatakan pekerjaan kontruksi bangunan bagi wilayah-wilayah yang terkena pengaruh dari gempa dan tsunami yang terjadi pada Maret 2011 silam.
Perdana Menteri Shinzo Abe berharap kebijakan tersebut akan mendongkrak GDP Jepang sebesar 1 persen dan mampu untuk serap tenaga kerja sebesar 250.000 orang.
Sejak Abe pertama kali memegang posisi sebagai perdana Menteri Jepang, ia sangat berambisi untuk tingkatkan pertumbuhan ekonomi Jepang dengan menghapuskan masalah stagnasi dan deflasi.
Kombinasi dari kebijakan stimulus belanja pemerintah dan stimulus moneter yang dikeluarkan telah membuat ekonomi Jepang kembali bergeliat.
Pertumbuhan ekonomi Jepang pada semester pertama tahun ini alami peningkatan, walaupun kemudian kembali alami perlambatan pada kuartal ketiga tahun ini. Saham di bursa Jepang dalam 12 bulan terakhir alami kenaikan sebesar 60 persen dan Yen alami pelemahan sebesar 20 persen terhadap dollar Amerika, sehingga banyak berikan pengaruh positip bagi sejumlah perusahaan eksportir Jepang.

Jumat, 06 Desember 2013

Emas Kembali Meredup, Fokus ke Data Payroll

Harga emas melorot sekitar 1% pada penutupan sesi New York setelah rilisan data PDB AS yang lebih baik dari perkiraan. Namun kejatuhan emas dapat diredam karena ternyata angka pertumbuhan itu lebih didorong oleh meningkatnya stok barang perusahaan, bukan permintaan.
Pertumbuhan ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan dan jobless claim turun ke bawah 300.000 minggu lalu. Meski ekonomi tumbuh pesat, kondisi permintaan tetap lesu, mendukung the Fed untuk tetap menjalankan program stimulusnya.
Investor masih akan mencermati data penting nonfarm payroll malam ini, yang akan memberikan gambaran kondisi negara dengan ekonomi terbesar dunia itu. Data tersebut akan memberikan petunjuk terhadap kelangsungan program stimulus ketika the Fed menggelar rapat regularnya pada 17-18 Desember mendatang.
Sementara itu, cadangan di SPDR Gold Trust GLD, ETF terbesar berbasis emas, kembali mengalami penurunan sebesar 2,70 ton menjadi 838,71 ton pada Rabu, level terendah sejak 2009.
Sementara dari sisi teknikal, trend masih bearish, namun ada potensi untuk rebound. Hal ini terlihat dari indikator stochastic yang masih terlihat goden cross, sementara RSI mulai membentuk pola bullish divergence. Harga juga masih mampu mempertahankan level support-nya di $1.211.81. Jika support kembali bertahan, kemudian harga menembus resistance $1.234, maka akan mengkonfirmasi trend bullish reversal, dengan potensi kenaikan berikutnya berada di kisaran $1.242 – $1.250. Sedangkan jika support ditembus, maka akan membuka potensi penurunan lanjutan menuju kisaran $1.187 – $1.203.  

Rekomendasi

Gold

Meski Ekonomi AS Pesat, Permintaan Masih Rendah

Ekonomi AS tumbuh pesat selama kuartal ketiga karena perusahaan secara agresif mengumpulkan stok barang menjelang Natal dan akhir tahun. Tapi kondisi permintaan domestik ternyata belum memperlihatkan perbaikan signifikan.
Welder at WorkPDB AS selama periode Juli-September tumbuh 3,6%, direvisi naik dari angka sebelumnya 2,8%, menurut laporan Departemen Perdagangan AS semalam. Angka itu lebih tinggi dari estimasi pasar 3,0% dan merupakan yang tertinggi sejak kuartal pertama 2012. Di kuartal kedua, PDB hanya tumbuh 2,5%. Pertumbuhan pesat selama kuartal ketiga itu disumbang dari stok perusahaan atau inventory, yang mencapai 1,68% dari angka PDB itu, kontribusi terbesar sejak kuartal keempat 2011. Bisnis mengakumulasi $116,5 miliar stok, kenaikan terbesar sejak kuartal pertama 1998.
Tapi tanpa stok, ekonomi hanya tumbuh 1,9% selama kuartal ketiga, bukannya 2% seperti estimasi sebelumnya. Permintaan domestik hanya tumbuh 1,8% di periode itu. Akumulasi stok yang besar di tengah lesunya permintaan domestik berarti bisnis harus menguranginya di kuartal keempat, yang dapat menekan angka PDB saat itu. Pembelanjaan konsumen, yang merupakan 2/3 aktivitas ekonomi AS, direvisi turun menjadi 1,4%, terendah sejak kuartal keempat 2009. Estimasi sebelumnya adalah 1,5%.  Selama kuartal kedua, pembelanjaan konsumen tumbuh 1,8%.
Meski tidak secerah harapan, para analis mengatakan bukan berarti ekonomi AS masih buruk. Paul Ashworth, ekonom dari Capital Economics, sepakat stok akan menghambat pertumbuhan di kuartal keempat. Tapi ia menolak anggapan laproan itu mengindikasikan ekonomi tidak membaik. Ia berarguman penjualan bisnis meningkat, laba perusahaan tumbuh, pendapatan masyarakat naik dan simpanan meningkat. Menurutnya, laporan itu menambah bukti bahwa pemulihan semakin berjalan.

Euro Reli Pasca ECB, Payroll Dinanti

Euro berada di level tertinggi dalam lima minggu hari ini, setelah reli kemarin karena ECB tidak memberi sinyal akan melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat. Sedangkan dollar tumbang meski data PDB AS mengesankan, dan kini pergerakan bergantung pada data payroll.
Setelah mempertahankan rate-nya di 0,25%, Presiden ECB Mario Draghi, seperti biasa, mengatakan pihaknya siap mengambil tindakan bila memang diperlukan. Tapi ia tidak memberi penjelasan atau detil tindakan macam apa yang akan diambil.  Ia tidak menyebut opsi-opsi yang mungkin siap untuk diterapkan. Ia juga tidak menyinggung wacana bunga simpanan negatif, ini menjadi salah satu faktor yang melambungkan euro.
Draghi juga mengatakan likuiditas di sistem perbankan membaik sejak penyuntikan terakhir. Soal pinjaman murah, atau LTRO, Draghi mengatakan adanya syarat agar itu bisa dilakukan. Semua pernyataan itu mengindikasikan belum adanya urgensi untuk bertindak lagi. Soal LTRO, bila nanti diterapkan, ECB ingin memastikan benar-benar mencapai ke sektor riil. Pernyataan Draghi mendorong yield obligasi Jerman yang turut mengangkat euro.
Untuk hari ini, hanya ada data factory orders Jerman yang terjadwal di Eropa. Namun bukan berarti volatilitas euro bakal minim, karena ada data ketenagakerjaan AS, yang  bisa memberi makna dalam pergerakan pasar. Dalam perdagangan hari ini, euro diperdagangkan di $1,3665, dengan sempat menyentuh $1,3670, tertinggi sejak 31 Oktober. Euro mendapat resistance di $1,3675, bila ditembus, target selanjutnya menuju ke $1,3700-1,3730.
Sterling terkoreksi kemarin setelah BOE mempertahankan rate-nya di 0,50% namun tidak memberi penjelasan apapun. Sterling terkoreksi setelah menyentuh level tertinggi dalam dua tahun awal minggu ini.  Tapi tren belum berubah selama ada ekspektasi BOE tidak perlu melonggarkan kebijakannya lagi. Sterling bertengger di $1,6330 setelah jatuh 0,7% kemarin. Support terdekat ada di $1,6250, sedangkan resistance di $1,6350.
Sementara itu, dollar jatuh kemarin meski data PDB AS mengalami revisi yang mengesankan. PDB AS kuartal ketiga direvisi naik menjadi 3,6% dari 2,8%. Selain itu, initial jobless claims turun ke bawah 300 ribu minggu lalu.  Tapi dollar malah tumbang ke level terendah dalam lima minggu pasca kedua data itu. Kini pergerakannya bergantung pada data payroll. Ada spekulasi angka payroll Oktober bakal direvisi Karena mengandung manipulasi.
Indeks dollar berada di 80,33 setelah anjlok 1% kemarin. Kini support berada di 80,00 dan resistance di 80,50. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 101,80 setelah merosot 0,8% kemarin. Dollar semakin mendekati support 101,50, bila ditembus akan bergerak ke 101,20. Sedangkan resistance di 102,40. Atas franc, dollar berada di 0,8960 setelah terjun 1% kemarin.

Rekomendasi
 
EUR-USD
 
EUR SIGNAL 06-12-13

USD-JPY

JPY SIGNAL 06-12-13

GBP-USD

GBP SIGNAL 06-12-13

USD-CHF

CHF SIGNAL 06-12-13

AUD-USD

AUD SIGNAL 06-12-13

Kamis, 05 Desember 2013

Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (5 Desember 2013)

AUD 05-12-13Sembari menunggu gambaran lebih lanjut mengenai ekonomi AS, pasar  menyimak hasil rapat reguler ECB dan BOE, untuk membandingkan ECB diperkirakan mempertahankan suku bunganya di 0,25%. Dengan amunisi (rate) yang menipis, kecil kemungkinan ECB langsung memangkasnya lagi setelah pemotongan bulan lalu. Memang, ada kenaikan sedikit inflasi bulan lalu, mengurangi urgensi pemangkasan lanjutan. Tapi, bagaimanapun kondisi ekonomi zona euro masih lesu dan inflasi masih di bawah target 2%. Dengan prospek yang jauh dari cerah, ECB harus tetap menunjukkan kesediaan untuk bertindak.
Alhasil, kemungkinan sang presiden Mario Draghi menyampaikan pernyataan yang dovish. Ada dua wacana yang sedang dipertimbang oleh ECB untuk lebih membantu ekonomi, yaitu bunga simpanan negatif dan pinjaman murah (LTRO). Kecil kemungkinan diumumkan hari ini, tapi bisa saja ECB memberi sinyalemen untuk melakukan salah satu di awal tahun depan.
Sejauh mana pengaruh perkembangan ekonomi Inggris terhadap prospek kebijakan BOE? Meski ada perbaikan ekonomi, BOE diperkirakan tidak akan mengumumkan keputusan baru. Selain the Fed, BOE menjadi bank sentral kedua yang dianggap punya peluang untuk keluar dari kebijakan akomodatif. Konsensus menyebut BOE mempertahakan status quo, tapi bila ada menyinggung kecemasan soal apresiasi mata uang, sterling terancam mengalami kejatuhan.
Setelah dua even itu, fokus pasar tertuju ke data PDB AS kuartal ketiga dan initial jobless claims. PDB AS periode itu diperkirakan direvisi naik ke 3,0% dari 2,8%. Sedangkan jobless claims diperkirakan naik sebesar 7000 jadi 323 ribu. Tapi data ADP semalam ternyata tidak mengangkat dollar, yang masih terjebak dalam range-nya.
EUR-USD
Terlihat adanya penguatan EUR-USD sebesar 0,3% ke $1,3618 memasuki sesi Eropa. Pernyataan ECB menjadi kunci pergerakan pair ini untuk menembus ke atas range-nya di $1,3615, atau jatuh ke bawah $1,3500 yang masih menjadi support. Breakout ke atas menjadi peluang untuk kembali ke $1,3700-$1,3740.
Rekomendasi harian :
Untuk EUR-USD, dalam lima sesi perdagangan sebelumnya, euro masih sulit tutup di atas 1.3610. Tutup di atas 1.3610 membuka ruang untuk kenaikan lebih lanjut, dimana target resisten 1.3702 dan 1.3793. Kami melihat perdagangan Eropa dan AS hari ini nanti, peluang sell 1.3610 dengan target take profit 1.3549, dimana stop loss 1.3648. Sell break 1.3549 dengan target take profit 1.3519 dan 1.3504, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali ke 1.3572. Tutup di bawah 1.3549 dapat dilakukan hold/tahan posisi hingga esok hari.
Bila terjadi fluktuasi yang besar, dan euro teranam tembus 1.35-nya, area buy 1.3488 dengan target take profit 1.3534, dimana stop loss 1.3458. Buy break 1.3620 dengan target take profit 1.3641 dan 1.3656, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali ke 1.3595. Hold/tahan posisi buy bila penutupan di atas 1.3641.
USD-JPY
Koreksi semakin dalam terlihat pada USD-JPY, dengan melemah 0,4% ke 101,95, terus mendekati support 101,50. Penembusan support itu membuka peluang bearish continuation dengan penurunan lanjutan menuju 101,00-101,70. Resistance masih di 103,15.
Rekomendasi harian :
USD-JPY yang sempat mencetak low 101.86 kemarin, atau menembus low sehari sebelumnya 102.21, semestinya akan kembali uji support berikutnya 101.56. Tapi dengan penutupan di atas 102.34, memberi ruang bagi yen untuk kembali ke 102.73. Level 102.73 menjadi area sell dengan target take profit 102.15 dan 101.95. Sell break 102.34 bila kembali tertembus. Dengan sell break 102.34, area untuk take profit di 101.95 dan 101.75, dimana stop loss 102.63.
Buy 101.56 dengan target take profit 102.05, dimana stop loss penutupan di bawah 101.17. Buy 100.78 dengan target take profit 101.37, dimana stop loss 100.39.
GBP-USD
Stabil di $1,6380, GBP-USD berusaha bertahan dekat level tertinggi dalam dua tahun. Bila hasil rapat reguler BOE tidak memberi pergerakan, acuan mungkin datang dari data AS. Sebelum minggu ini, GBP-USD sudah menanjak selama empat minggu berturut-turut. Ke atas, target terdekat ada di $1,6450. Tapi bila level $1,6350 ditembus, dan ditutup di bawah low kemarin ($1,6324), terbentuk koreksi dengan target $1,6250.
Rekomendasi harian :
GBP-USD yang kembali berhasil cetak rekor tertinggi tahun ini, 1.6441 kemarin, tapi penutupannya masih di atas 1.6357. Kenaikan lebih lanjut bila terjadi penembusan 1.6449. Di area 1.6449 menjadi area buy break dengan target take profit 1.6480 dan 1.6510, dimana stop loss 1.6418, bila ingin menahan/hold posisi buy tersebut sterling harus tutup di atas 1.6479. Bila tutup di bawah area tersebut sterling terancam kembali bearsih. Buy  terjadi penurunan, area buy berikutnya 1.6265 dengan target take profit 1.6311 dan 1.6326, dimana stop loss 1.6235.
Sell break 1.6357 dengan target take profit 1.6319 dan 1.6296, dimana stop loss ada penembusan 1.6387. Sell 1.6418 dengan target take profit 1.6387 dan 1.6372, dimana stop loss ada penembusan 1.6441-nya.
USD-CHF
Melemah untuk tiga sesi berturut-turut, USD-CHF akhirnya tembus ke bawah 0,9000. Penutupan di bawah level itu menjadi bearish continuation dengan pergerakan menuju 0,8940-0,8900. Ke atas, pair ini harus bisa ditutup di atas 0,9030-0,9060 untuk membuka peluang reversal.
Rekomendasi harian :
Buy 0.9048 pada USD-CHF dengan target take profit 0.9094 dan 0.9109, dimana stop loss 0.9018. Buy 0.9000 dengan target take profit 0.9056, dimana stop loss 0.8972.
Sell 0.9124 dengan target take profit 0.9094 dan 0.9079, dimana stop loss ada penembusan 0.9148. Sell 0.9185 dengan target take profit 0.9155 dan 0.9140, stop loss 0.9206. Perlu diperhatian penutupan di atas 0.9155 membuat CHF dapat kembali ke 0.9216 dan 0.9277.
AUD-USD
Tak banyak pergerakan terlihat pada AUD-USD, yang stagnan di $0,9032. Menyentuh level terendah dalam tiga bulan, pair ini masih sulit lepas dari jeratan bearish. Data PDB dan perdagangan Australia yang buruk memberi tekanan yang besar. Bearish continuation akan terjadi bila pair ini ditutup di bawah level psikologis $0,9000.
Rekomendasi harian :
Sell break 0.9002 pada AUD-USD dengan target take profit 0.8956 dan 0.8941, dimana stop loss ada pembalikan harga kembali 0.9033. Sell 0.9063 dengan target take profit 0.9033 dan 0.9014, dimana stop loss 0.9094.
Buy 0.8941 dengan target take profit 0.9000, dimana stop loss 0.8911.

Short Covering Dongkrak Emas, Isu Taper Masih Mengganjal

Emas rebound sekitar 2% pada penutupan sesi New York berkat aksi beli setelah logam mulia tersebut turun mendekati level terendah lima bulannya. Sempat jatuh sekitar 1% di sesi pagi, harga kemudian melesat sekitar $25 pada pertengahan sesi New York, bahkan sempat menembus $1.250. Penguatan terjadi karena short covering dan aksi beli hedge fund, meski data ketenagakerjaan swasta AS yang lebih baik dari prediksi. Melemahnya dollar serta melambungnya harga minyak turut mendongkrak sentimen.
Sementara dalam perdagangannya hari ini di Asia, emas kembali mengalami koreksi. Pasar masih khawatir bahwa the Fed kemungkinan akan mempercepat pengurangan stimulus meyusul kuatnya data-data ekonomi AS. Data ketenagakerjaan swasta di November mengalami kenaikan 215.000 selama Nopember, lebih tinggi dari prediksi 170.000. Data tersebut bisa mendukung the Fed untuk mengurangi pembelian asset sebesar $85 miliar per bulan lebih cepat di bulan ini. Selanjutnya, Investor akan mencermati data PDB serta nonfarm payroll AS yang akan memberikan gambaran mengenai kelanjutan program tersebut.
Sementara itu, SPDR Gold Trust, ETF terbesar berbasis emas, mengatakan cadangannya kembali mengalami penurunan sebesar 2,70 ton menjadi 838,71 ton pada Rabu.
Dari sisi teknikal, pola moring star yang terbentuk di candlestick menjadi sinyal reversal buat emas. Kondisi ini kemudian didukung oleh indikator stochastic yang golden cross dan membentuk bullish divergence. Kenaikan akan berlanjut jika harga mampu bertahan di atas resistance $1.250, dengan potensi kenaikan berikutnya menuju kisaran $1.265 – $1.273.

Rekomendasi

ScreenHunter_01 Dec. 05 12.59

Laba Goldcorp Inc Terus Turun Seiring Jatuhnya Harga Emas

Goldcorp Inc’s (NYSE;GG) laba kuartal ketiga tahun ini jauh dari ekspektasi, berbeda jauh dengan kuartal yang sama tahun lalu, seiring dengan jatuhnya harga emas dunia, harga rata-rata harga emas telah jatuh 21% tahun ini.
The Vancouver, British Columbia-based gold miner, salah satu yang terbesar di dunia, mengatakan bahwa pihaknya hanya memperoleh $ 5.000.000 di kuartal terakhir, atau impas, turun dari keuntungan sebesar $ 498.000.000, atau $0,61 per saham, kuartal yang sama ditahun sebelumnya.
Dikuartal ketiga ini mendapat $0,23 per saham, lebih baik dari perkiraan para analis yang hanya $0,20 per saham (yang disurvei oleh Thomson Reuters), Laba disesuaikan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar $0,54 per saham. Pendapatan turun sampai $ 929 juta dari $ 1,28 miliar di kuartal yang sama tahun sebelumnya, dan ekspektasi analis yang disurvei Thomson Reuters berkisar $ 1,11 miliar.
GoldcorpLogo
Produksi emas naik menjadi 637.100 ons dari 592.500 ons, sedangkan penjualan emas naik menjadi 652.100 ons dari 617.800 ons. Namun, the company’s average realized price untuk emas jatuh ke harga $ 1.339 per ons dari $ 1.685 ditahun sebelumnya, biaya operasional melonjak menjadi $ 992 per ounce dari $ 801.
Perusahaan, membukukan kerugian besar hampir $ 2 miliar di kuartal terakhir tahun ini karena penurunan biaya yang terkait dengan tambang di Penasquito, Meksiko, juga mengatakan telah menghentikan eksplorasi dan menangguhkan beberapa kegiatan pembangunan proyek eksplorasi yang sedang berjalan di Cerro Negro, Argentina dan mendatangkan masalah baru yaitu isu-isu perburuhan dan tantangan lainnya. Dalam pergerakan saham Goldcorp Inc (NYSE;GG) secara fundamental dan teknikalnya sangat bergantung pada naik turunnya harga emas dunia, sejak September 2012 harga emas dunia jatuh dari harga $1795 per ons menjadi $1240 pada sesi perdagangan Asia hari ini dan sempat menyentuh harga $1211 di sesi perdagangan Rabu kemarin. Dan sangatlah wajar apabila penurunan harga emas yang sudah berlangsung setahun belakang ini membuat tekanan yang luar biasa terhadap saham Goldcorp Inc. Untuk nilai sahamnya juga mengalami penurunan sejak Oktober tahun 2012 dari harga $47,41 sampai ke tingkat harga $ 21,47 di penutupan perdagangan Rabu kemarin. Saham perusahaan ini sudah sangat oversold dan apabila di awal tahun depan ada pergerakan koreksi pada harga emas maka ada kemungkinan para investor sedikit lega akan laba di kuartal keempat nanti. Area Beli di harga $20,00 sampai $21,00 dengan stoploss di area $18,00.

ECB Baru Bertindak Lagi Tahun Depan?

Bagi yang berharap ada hadian Natal lebih awal dari ECB mungkin akan kecewa. Setelah pemangkasan suku bunga bulan lalu, para pengamat  melihat ECB belum punya alasan untuk bertindak lagi.
Mario DraghiKenaikan inflasi menjadi 0,9% di Nopember dari 0,7% di Oktober, mengurangi peluang ECB akan melonggarkan kebijakannya lagi di akhir tahun ini. ECB diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya di 0,25% hari ini, setelah memangkasnya dari 0,50% bulan lalu. Meski diperkirakan tidak mengumumkan keputusan baru, nada sang presiden Mario Draghi, dalam jumpa persnya nanti, kemungkinan tetap dovish.
Proyeksi ekonomi terbaru yang akan diumumkan nanti diperkirakan akan menunjukkan inflasi zona euro tetap di bawah target 2% sampai 2015, menambah tekanan ke ECB untuk bersiap mengambil tindakan di tahun depan. Dalam konferensi pers, Draghi akan mengumumkan proyeksi ekonomi dan inflasi terbaru untuk 2014 dan 2015. Satu hal yang penting dalam arah kebijakan yang diambil ECB, tegrantung dengan apa yang diproyeksikannya pada 2015 nanti.
Estimasi teranyar itu dapat memberi masukan ke pasar akan pandangan ECB soal inflasi dalam jangka menengah. Bila proyeksi itu memperlihatkan inflasi masih di bawah target, para analis memperkirakan 1,3-1,4%, bisa memperkuat ekspektasi ECB akan bertindak lagi awal tahun depan. Dalam jumpa pers nanti, Draghi kemungkinan akan menyebutkan beberapa opsi yang bisa diambil apabila inflasi di bawah target.
Di saat pemerintah lambat dalam menangani krisis di zona euro, ECB memainkan peran penting mencegah blok mata uang itu pecah. Tapi kini mendapat tentangan dari Jerman agar tidak melonggarkan kebijakannya lagi. Bagi Jerman kebijakan bunga rendah di kawasan menggerus nilai simpanan.

Data AS Tak Banyak Bantu Dollar

Meski data ekonomi AS mengesankan, ternyata tidak memberi dorongan berarti ke dollar, yang masih terjebak dalam range yang sama minggu ini. Sedangkan euro stabil menjelang hasil rapat reguler ECB.
Sebenarnya, dollar sempat reli berkat data ketenagakerjaan swasta dan perumahan AS. Tapi diterjang profit taking yang terjadi karena investor ingin menunggu data payroll. ADP Employment Change semalam menunjukkan angka yang fantastis. Data itu menunjukkan lapangan kerja sektor swasta tumbuh 215.000 selama Nopember, lebih tinggi dari prediksi 170.000. Apalagi angka Oktober direvisi menjadi 184.000 dari 130.000. Data lainnya menunjukkan penjualan rumah baru melonjak 25% selama Oktober. Tapi data itu ternyata belum menggugah keyakinan investor baha data payroll juga akan bagus nantinya.
Biro Statistik AS akan mengumumkan data payroll Nopember besok dan munculnya ketidakpastian soal data itu menimbulkan tekanan yang menggerus penguatan dollar. Minggu lalu, sempat muncul berita Kongres mengendus adanya manipulasi pada data payroll Oktober. Angka payroll dapat mempengaruhi persepsi pasar mengenai prospek kebijakan the Fed. Untuk nanti malam, ada data PDB AS kuartal ketiga dan initial jobless claims. Menurut proyeksi, data PDB AS periode itu kemungkinan direvisi naik menjadi 3,0% dari 2,8%.
Aksi ambil untung menghapus penguatan dollar karena investor belum yakin sebelum data payroll diumumkan.  Karena aksi tersebut, dollar gagal lagi keluar dari range-nya. Indeks dollar masih flat di 80,66 setelah menyentuh high 80,95 kemarin. Indeks itu gagal lagi menembus Moving Average 100-nya, yang membuatnya masih terjebak dalam range 80,40 dan 81,15. Terhadap yen, dollar memasuki koreksi hari ketiga dari level tertinggi dalam tujuh bulan. Posisinya kini di 102,34 dengan support masih di 101,50 dan resistance di 103,15. Atas franc, dollar diperdagangkan di 0,9024 setelah melemah 0,4%, support kini di 0,9000.
Sementara itu, euro diperdagangkan di $1,3582 menjelang rapat reguler ECB. Suku bunga diperkirakan tetap 0,25% tapi pasar menunggu adanya kemungkinan ECB menyinggung soal kebijakan lain seperti bunga negative atau LTRO. Range pergerakan masih sama, $1,3500 dan $1,3620. Even itu mungkin bisa membuat euro menembus salah satunya. Sterling diperdagangkan di $1,6374 menjelang hasil rapat BOE. Dalam kondisi overbought, diperlukan katalis yang kuat agar sterling bisa menembus resistance-nya.
Rekomendasi
EUR-USD
EUR SIGNAL 05-12-13
USD-JPY
JPY SIGNAL 05-12-13
GBP-USD
GBP SIGNAL 05-12-13
USD-CHF
CHF SIGNAL 05-12-13
AUD-USD
AUD SIGNAL 05-12-13

Fed: Pertumbuhan Ekonomi Amerika Saat “Shutdown” Moderat

Berdasarkan Federal Reserve survei yang dilaporkan pada hari Rabu kemarin ditemukan kesimpulan bahwa kondisi ekonomi Amerika saat pemerintahan Amerika alami shutdown selama 16 hari alami pertumbuhan stabil pada tingkat moderat di sejumlah wilayah dari periode Oktober hingga akhir November.
The FedFed menyatakan sebanyak tujuh dari 12 wilayah distrik Fed tunjukkan pertumbuhan ekonomi moderate. Empat wilayah yaitu Philadelphia, Chicago, Kansas City dan San Francisco alami pertumbuhan modest. Sedangkan Boston dilaporkan bahwa wilayah tersebut masih terus lanjutkan ekspansi ekonominya.
Manufaktur alami penguatan disebagian wilayah distrik Fed, yang terbantu oleh tingginya produksi mobil, truk dan produk-produk teknologi tinggi. Jumlah belanja konsumen juga alami peningkatan belanja di sebagian besar wilayah, perusahaan retail di harapkan akan mampu mendongkrak konsumsi masyarakat disaat liburan. Jumlah penyerapan tenaga kerja alami peningkatan di lima distrik, sedangkan tujuh lainnya alami sedikit perubahan.
Beige Book survey, dikenal juga sebagai laporan bisnis berbentuk anekdot.
Sebagian besar ekonom yakin bahwa Fed belum akan lakukan perubahan apapun terhadap kebijakan tingkat suku bunganya pada pertemuaan Fed yang akan di lakukan 17-18 Desember mendatang. Dan para ekonom tersebut juga sangat yakin Fed belum akan tarik stimulus pembelian surat hutang senilai $85 milliar per bulan.
Tetapi walaupun demikian, sebagian besar analis saat ini berpikir bahwa jika data non-farm payrolls yang rilis hari Jum’at ini tunjukkan hasil yang sangat positip, maka tidak tertutup kemungkinan bank sentral akan tarik dana stimulusnya pada bulan Desember ini.
Pada pertengahan tahun ini, yaitu pada bulan Juni, Fed Chairman Ben Bernanke menyatakan bahwa Fed kemungkinan besar hanya akan kurangi alokasi dana stimulus pada akhir tahun ini, dengan syarat kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja terus alami peningkatan. Dan berdasarkan hasil dari FOMC minutes dari pertemuan bulan Oktober para penentu kebijakan Fed perkirakan bahwa pasar tenaga kerja akan alami peningkatan, yang akan menjadi jaminan penting bagi Fed untuk mulai kurangi alokasi dana stimulusnya.
Penyerapan tenaga kerja terus alami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Penyerapan tanaga kerja Amerika saat ini memiliki rata-rata sebanyak 202.000 orang per bulan dengan periode penghitungan Agustus sampai dengan Oktober, alami kenaikan di bandingkan rata-rata sebesar 146.000 orang untuk periode Mei sampai dengan Juni.
Pada saat yang sama ekonomi Amerika juga alami pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi Amerika untuk periode Juli sampai dengan September adalah 2,8 persen. Tetapi untuk kuartal terakhir tahun ini para analis perkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat menjadi di kisaran 2 persen.