BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Senin, 09 Desember 2013

Data Payroll Gagal Angkat Dollar

Data ketenagakerjaa AS yang mengesankan ternyata tidak mampu mengangkat dollar. Mata uang AS itu hanya mampu unggul terhadap yen. Di saat yang sama, euro menyentuh level tertinggi dalam enam minggu.
Data Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di AS mencapai 203.000 selama Nopember, lebih tinggi dari prediksi 170.000. Pesatnya pertumbuhan itu membuat tingkat pengangguran turun 0,3% ke 7,0%, terendah dalam lima tahun. Data AS lainnya memperlihatkan sentimen konsumen mencapai level tertinggi dalam lima tahun. Indeks sentimen konsumen versi University of Michigan naik ke 82,5 di Desember dari 75,1 di Nopember.
Kedua data itu menyusul indikator AS lainnya yang menunjukkan ekonomi terus membaik. Seperti Data PDB AS yang tumbuh 3,6%, terpesat sejak 2012. Data payroll itu seharusnya mendukung prospek pengurangan stimulus the Fed.  Namun ternyata tidak terjadi reli menyusul data itu. Bahkan greenback melemah atas beberapa rivalnya. Lalu timbul pernyataan mengapa dollar gagal memanfaatkan momentum ini?
Pertama, kegagalan dollar menguat terhadap rivalnya mengindikasikan pemain menunggu sinyal lebih jelas mengenai langkah the Fed selanjutnya. Pasar ingin melihat reaksi pejabat the Fed mengenai data ekonomi AS akhir-akhir ini. Pasar lebih ingin menunggu rapat reguler the Fed 17-18 Desember untuk menilai prospek kebijakan. Kedua, pasar menilai perbedaan kebijakan bank sentral negara maju tidaklah mencolok lagi. ECB terlihat juga tidak terburu-buru menambah stimulus lagi dan BOE terlihat mulai optimis dengan prospek ekonomi. Tinggal BOJ yang terindikasi bakal menambah stimulus agresifnya.
Beberapa pejabat the Fed, di antaranya Richard Fisher dan James Bullard akan berpidato malam nanti mengenai ekonomi dan kebijakan moneter, mungkin bisa mempengaruhi pergerakan pasar, terutama dollar. Untuk saat ini, indeks dollar berada di 80,29, setelah bergerak fluktuatif Jumat lalu. Sempat menguat 0,8%, indeks itu ditutup di 80,28. Rentang pergerakan kini ada di 80,00 dan 80,50. Terhadap franc, dollar diperdagangkan di 0,8920 setelah melemah 0,5% akhir pekan lalu. Support terdekat ada di 0,8900 dan resistance di 0,8950. Atas yen, dollar reli lebih dari 1% akhir pekan lalu, kini diperdagangkan di 102,90 dengan target level 103 dan high 3/12 103,35.
Sementara itu, euro berhasil kembali ke level $1,3700 setelah menguat 0,3% akhir pekan lalu. Penguatan euro tak lepas dari persepsi pasar bahwa ECB belum berencana melonggarkan kebijakan lagi dan tidak keberatan dengan level euro saat ini.  Target terdekat adalah level $1,3730-$1,3760, untuk support paling dekat ada di $1,3670. Beberapa data Jerman, seperti perdagangan dan produksi industrial mungkin bisa mempengaruhinya.

Rekomendasi
 
EUR-USD

EUR SIGNAL 09-12-13

USD-JPY

JPY SIGNAL 09-12-13

GBP-USD

GBP SIGNAL 09-12-13

USD-CHF

CHF SIGNAL 09-12-13


AUD-USD

AUD SIGNAL 09-12-13

Tidak ada komentar: