BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Jumat, 06 Desember 2013

Euro Reli Pasca ECB, Payroll Dinanti

Euro berada di level tertinggi dalam lima minggu hari ini, setelah reli kemarin karena ECB tidak memberi sinyal akan melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat. Sedangkan dollar tumbang meski data PDB AS mengesankan, dan kini pergerakan bergantung pada data payroll.
Setelah mempertahankan rate-nya di 0,25%, Presiden ECB Mario Draghi, seperti biasa, mengatakan pihaknya siap mengambil tindakan bila memang diperlukan. Tapi ia tidak memberi penjelasan atau detil tindakan macam apa yang akan diambil.  Ia tidak menyebut opsi-opsi yang mungkin siap untuk diterapkan. Ia juga tidak menyinggung wacana bunga simpanan negatif, ini menjadi salah satu faktor yang melambungkan euro.
Draghi juga mengatakan likuiditas di sistem perbankan membaik sejak penyuntikan terakhir. Soal pinjaman murah, atau LTRO, Draghi mengatakan adanya syarat agar itu bisa dilakukan. Semua pernyataan itu mengindikasikan belum adanya urgensi untuk bertindak lagi. Soal LTRO, bila nanti diterapkan, ECB ingin memastikan benar-benar mencapai ke sektor riil. Pernyataan Draghi mendorong yield obligasi Jerman yang turut mengangkat euro.
Untuk hari ini, hanya ada data factory orders Jerman yang terjadwal di Eropa. Namun bukan berarti volatilitas euro bakal minim, karena ada data ketenagakerjaan AS, yang  bisa memberi makna dalam pergerakan pasar. Dalam perdagangan hari ini, euro diperdagangkan di $1,3665, dengan sempat menyentuh $1,3670, tertinggi sejak 31 Oktober. Euro mendapat resistance di $1,3675, bila ditembus, target selanjutnya menuju ke $1,3700-1,3730.
Sterling terkoreksi kemarin setelah BOE mempertahankan rate-nya di 0,50% namun tidak memberi penjelasan apapun. Sterling terkoreksi setelah menyentuh level tertinggi dalam dua tahun awal minggu ini.  Tapi tren belum berubah selama ada ekspektasi BOE tidak perlu melonggarkan kebijakannya lagi. Sterling bertengger di $1,6330 setelah jatuh 0,7% kemarin. Support terdekat ada di $1,6250, sedangkan resistance di $1,6350.
Sementara itu, dollar jatuh kemarin meski data PDB AS mengalami revisi yang mengesankan. PDB AS kuartal ketiga direvisi naik menjadi 3,6% dari 2,8%. Selain itu, initial jobless claims turun ke bawah 300 ribu minggu lalu.  Tapi dollar malah tumbang ke level terendah dalam lima minggu pasca kedua data itu. Kini pergerakannya bergantung pada data payroll. Ada spekulasi angka payroll Oktober bakal direvisi Karena mengandung manipulasi.
Indeks dollar berada di 80,33 setelah anjlok 1% kemarin. Kini support berada di 80,00 dan resistance di 80,50. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 101,80 setelah merosot 0,8% kemarin. Dollar semakin mendekati support 101,50, bila ditembus akan bergerak ke 101,20. Sedangkan resistance di 102,40. Atas franc, dollar berada di 0,8960 setelah terjun 1% kemarin.

Rekomendasi
 
EUR-USD
 
EUR SIGNAL 06-12-13

USD-JPY

JPY SIGNAL 06-12-13

GBP-USD

GBP SIGNAL 06-12-13

USD-CHF

CHF SIGNAL 06-12-13

AUD-USD

AUD SIGNAL 06-12-13

Tidak ada komentar: