BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Jumat, 06 Desember 2013

Meski Ekonomi AS Pesat, Permintaan Masih Rendah

Ekonomi AS tumbuh pesat selama kuartal ketiga karena perusahaan secara agresif mengumpulkan stok barang menjelang Natal dan akhir tahun. Tapi kondisi permintaan domestik ternyata belum memperlihatkan perbaikan signifikan.
Welder at WorkPDB AS selama periode Juli-September tumbuh 3,6%, direvisi naik dari angka sebelumnya 2,8%, menurut laporan Departemen Perdagangan AS semalam. Angka itu lebih tinggi dari estimasi pasar 3,0% dan merupakan yang tertinggi sejak kuartal pertama 2012. Di kuartal kedua, PDB hanya tumbuh 2,5%. Pertumbuhan pesat selama kuartal ketiga itu disumbang dari stok perusahaan atau inventory, yang mencapai 1,68% dari angka PDB itu, kontribusi terbesar sejak kuartal keempat 2011. Bisnis mengakumulasi $116,5 miliar stok, kenaikan terbesar sejak kuartal pertama 1998.
Tapi tanpa stok, ekonomi hanya tumbuh 1,9% selama kuartal ketiga, bukannya 2% seperti estimasi sebelumnya. Permintaan domestik hanya tumbuh 1,8% di periode itu. Akumulasi stok yang besar di tengah lesunya permintaan domestik berarti bisnis harus menguranginya di kuartal keempat, yang dapat menekan angka PDB saat itu. Pembelanjaan konsumen, yang merupakan 2/3 aktivitas ekonomi AS, direvisi turun menjadi 1,4%, terendah sejak kuartal keempat 2009. Estimasi sebelumnya adalah 1,5%.  Selama kuartal kedua, pembelanjaan konsumen tumbuh 1,8%.
Meski tidak secerah harapan, para analis mengatakan bukan berarti ekonomi AS masih buruk. Paul Ashworth, ekonom dari Capital Economics, sepakat stok akan menghambat pertumbuhan di kuartal keempat. Tapi ia menolak anggapan laproan itu mengindikasikan ekonomi tidak membaik. Ia berarguman penjualan bisnis meningkat, laba perusahaan tumbuh, pendapatan masyarakat naik dan simpanan meningkat. Menurutnya, laporan itu menambah bukti bahwa pemulihan semakin berjalan.

Tidak ada komentar: