BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Rabu, 26 Februari 2014

Koreksi DJI, Dapat Tumbangkan IHSG

Indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam hanya terkoreksi tipis 27,48 poin (-0,17 persen) sebagai akibat dari turunnya data Consumer confidence. Koreksi ini, sebenarnya belum memberikan signal negatif karena posisi penutupan DJI di 16.179,66 masih jauh diatas kisaran suport 16.050 – 16.100.  Indeks dari Bursa di kawasan Asia di pagi hari ini hanya bergerak bervariasi, menunggu sentimen yang baru.
Minimnya sentimen regional ini, diperkirakan akan membuat pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia masih berada dalam posisi wait and see, menunggu perkembangan sentimen yang baru.  IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak bervariasi pada kisaran 4475 – 4615.  Kisaran gap di 4.574 – 4.613 akan menjadi resisten kuat untuk pergerakan IHSG hari ini.
Koreksi yang terjadi dalam beberapa hari kedepan, sebenarnya adalah koreksi teknikal yang normal mengingat IHSG sudah naik cukup banyak selama bulan Februari ini.  Meskipun demikian, kekhawatiran pelaku pasar terhadap angka neraca perdagangan di bulan Januari, diperkirakan bakal membuat pelaku pasar semakin berhati-hati dalam melakukan positioning.  Posisi-posisi spekulatif sebaiknya hanya dilakukan ketika IHSG memasuki kisaran suport 4450 – 4500.

Global Outlook
Saham Asia bertumbangan hari ini menyusul hasil Wall Street yang kurang mengesankan akibat datangnya kembali data ekonomi AS yang buruk.
Indeks MSCI Asia Pasifik turun 0,4% ke 137,57 di Tokyo pagi ini. Indeks Nikkei melemah 0,5%, tertekan pula oleh penguatan yen. Indek Kospi turun 0,4% tapi indeks Australia ASX 200 menguat 0,1%. Di Singapura, indeks STI merosot 0,47%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng dibuka melemah 0,1%.
Wall Street terkoreksi dari rekornya semalam, menyusul data ekonomi yang mixed. Data ekonomi ternyata beragam dan tidak mampu memberi petunjuk berarti. Indeks harga rumah naik 0,8% pada Desember, di atas prediksi 0,3%. Tapi indek sentimen konsumen hasil survei Conference Board, turun ke 78,1 di Februari dari 79,4 di Januari. Indeks manufaktur Richmond anjlok ke -6 di Februari dari 12 di Januari.
Pada dasarnya, kondisi saham global sedang jenuh. Sulit menanjak lebih tinggi lagi, dengan Wall Street sudah di rekor, namun masih terjaga dari kejatuhan dalam. Pasar sedang mengevaluasi kondisi ekonomi global di awal tahun ini, terutama di AS dan China. Ekonomi AS terhambat karena cuaca dingin ekstrim, sedangkan ekonomi China terpengaruh oleh perubahan struktural yang dijalankan Beijing.
Para ekonom memproyeksikan suhu dingin dan badai salju yang melanda sebagian wilayah AS akan memangkas 0,5% dari PDB di kuartal pertama. Pasar khawatir akan pengetatan sektor properti di China, dan ingin mengetahui apa yang akan dilakukan Beijing minggu-minggu ini. Untuk hari ini, pasar menunggu data PDB Inggris dan sentimen konsumen Jerman. Di AS, hanya ada data penjualan rumah baru.
Review IHSG
Aksi profit taking berlanjut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali turun dan meninggalkan area 4.600. Mengakhiri perdagangan, Selasa (24/2/2014), IHSG ditutup anjlok 46,283 poin (1,00%) ke level 4.577,291.
Meski mendapat sentimen positif dari kenaikan bursa AS,  investor lebih memilih keluar pasar meningat sudah mahalnya harga saham-saham. Aksi profit taking terjadi pada saham-saham unggulan yang sebelumnya sudah menguat tajam. Investor lokal masih mendominasi penjualan, sedangkan asing justru mencatatkan net buy senilai Rp 2,86 miliar di seluruh pasar.
Seluruh indeks sektoral memerah. Tiga sektor dengan penurunan terdalam antara lain: sektor manufaktur turun 2,44%, sektor keuangan turun 1,63%, dan sektor infrastruktur turun 1,40%.
Saham-saham yang naik di antaranya Asuransi Bina Dana (ABDA) , Gowa Makassar (GMTD) , ABM Investama (ABMM), dan Sarana Tower (TOWR) .
Sementara saham-saham yang turun antara lain Taisho (SQMI) , Gudang Garam (GGRM) , Indo Tambangraya (ITMG) , dan Indocement (INTP).

Ulasan Teknikal
 
IHSG
IHSG 26 feb
Ditutup dibawah gap 4.598 – 4.613 serta membentuk pola long black candlestick, membuat sinyal IHSG menjadi negatif. Kondisi ini kemudian didukung pula oleh indikator stochasric yang mulai dead cross di area overbought. Terlihat bahwa saat ini IHSG sedang menguji support di kisaran 4.550 – 4.570. Jika ditembus, maka trend bullish jangka pendek akan berakhir, dan IHSG berpeluang terkoreksi lebih jauh menuju kisaran 4.450 – 4.500. Sementara itu, sinyal positif akan kembali muncul jika IHSG mampu bertahan di atas resistance terdekatnya di 4.613. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.550 – 4.613.
R3    4,700
R2    4,671
R1    4,624
Pivot    4,596
S1    4,549
S2    4,521
S3    4,474

Stock Pick
TLKM
KLBF 26 feb
TLKM mulai membentuk pola reversal setelah harga tertahan di resistance 2.420. Pola long black candlestick menunjukkan bahwa seller dominan, dan merupakan pola bearish continuation. Hal ini kemudian didukung oleh indikator stochastic yang mulai dead cross di area overbought. Harga sepertinya akan menguji support di kisaran 2.250 – 2.280.
Rekomendasi     : Sell on strength
Support                  : 2.250, 2.280
Resistance            : 2.320, 2.350
KLBF
TLKM 26 feb
Harga mulai bergerak di bawah support 1.445, indikasi reversal untuk trend jangka pendek. Candlestick menunjukkan sinyal bearish, begitu pula dengan indikator stochastic yang dead cross. Namun, trend jangka menengah masih berupa trend bullish. Penurunan KLBF selanjutnya kemungkinan akan menguji support dari trend jangka menengah di kisaran 1.390.
Rekomendasi    : Buy on weakness@1.390, stop loss breakout 1.375, target 1.445
Support                 : 1.420, 1.390
Resistance           : 1.445, 1.480
Rekomendasi
Stock Screener
SS 26 feb

Tidak ada komentar: