BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Selasa, 29 April 2014

Euro Stabil Jelang Data Inflasi

Euro stabil hari ini, masih bergerak dalam range sempit, setelah Presiden ECB Mario Draghi mengecilkan kembali kemungkinan penerapan pembelian aset. Namun pergerakan euro kini bergantung pada data inflasi, yang dapat mempengaruhi persepsi mengenai prospek kebijakan moneter.

Di hadapan anggota parlemen Jerman, Draghi mengatakan ECB masih jauh dari pelaksanaan stimulus agresif seperti pembelian obligasi skala besar, atau yang disebut dengan Quantitative Easing (QE). Namun, pihaknya tetap siap mempertimbangkannya kalau diperlukan. Pernyataan ini agak berbeda dengan yang disampaikan minggu lalu bahwa pembelian aset skala besar bisa dilaakukan bila inflasi turun ke level yang dapat mengancam pemulihan ekonomi zona euro.

Sebagian pengamat melihat Draghi sedang bermain dalam dua sisi. Kepada pasar ia membuka peluang pembelian aset,  tapi di depan pejabat negara yang tidak suka dengan kebijakan tersebut, ia membantah urgensi penerapan program seperti itu. Tapi dengan melakukan strategi ini, ia hanya menciptakan kebingungan di pasar, mengingat tidak ada kejelasan. Hal itu tercermin dari pergerakan euro yang hampir stagnan.

Menyampaikan hal yang senada, Wakil Presiden Vitor Constancio mengatakan data inflasi April minggu ini tidak akan mengubah kebijakan. Bagaimanapun, pasar tetap akan menggunakan data inflasi zona euro yang akan diumumkan besok untuk mengukur prospek QE. Bila inflasi lebih rendah dari bulan lalu, memperkuat desakan ke ECB untuk bertindak. Sebagai gambaran awal, ada data inflasi Jerman hari ini, bila tidak menunjukkan peningkatan, akan memberi tekanan ke euro.

Euro diperdagangkan di $1,3858, berhasil menembus resistance dua minggu terakhir $1,3850. Dengan bergerak di atas MA 25, kondisi masih bullish. Tapi untuk menjaga momentum itu, euro harus bisa menembus level psikologis $1,3900. Sedangkan support kini di $1,3790. Kalau ditutup di bawah itu, membentuk kondisi bearish dengan target $1,3730. Terhadap yen, euro menguat 0,1% ke 142,05 setelah menguat 0,4% kemarin. Kini pergerakan di rentang 141,40 dan 142,20.

Beralih ke sterling, mata uang Inggris itu berhasil meraih level tertinggi dalam 4,5 tahun terakhir berkat akan adanya serangkaian merger dan akuisisi perusahaan Inggris. Perusahaan farmasi AS Pfizer berencana membeli AstraZaneca dalam deal yang bernilai $100 miliar. Pergerakan the cable kini bergantung pada data PDB Inggris, yang diperkirakan menunjukkan pertumbuhan semakin pesat. Menurut konsensus, PDB tumbuh 3,2% di kuartal pertama.

Sterling diperdagangkan di $1,6810, setelah berhasil menembus $1,6855 kemarin, tertinggi sejak 2009. The cable berhasil menembus resistance $1,6850, namun gagal ditutup di atas itu. Dengan ini, rentang pergerakan masih di antara $1,6730 dan $1,6850. Bila data PDB mengesankan, ada peluang menembus kembali resistance itu, dengan target selanjutnya $1,6880-1,6900.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 29-04-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 29-04-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 29-04-14
USD-CHF
CHF SIGNAL 29-04-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 29-04-14

Tidak ada komentar: