BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Selasa, 29 April 2014

Kinerja Emiten Masih Mixed, IHSG Flat Turun

Indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam rebound 87,28 poin (+0,53 persen) setelah kinerja emiten berhasil menyelamatkan pasar dari koreksi yang disebabkan oleh saham-saham teknologi.

Sentimen positif dari bursa regional ini, diharapkan mampu sedikit menetralisir sentimen negatif yang berkembang di dalam negeri, terkait dengan kurangnya perkembangan politik baru di akhir minggu lalu.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak flat turun pada kisaran 4800 – 4860.  IHSG saat ini sedang berada dalam trend turun jangka pendek dengan potensi koreksi menuju kisaran suport di 4625 – 4750.  IHSG hanya mengakhiri trend turunnya jika mampu ditutup diatas resisten 4860.

Dari kinerja kuartal pertama di 2014, emiten komoditas yang memberikan laporan keuangan dalam Rupiah terlihat memiliki kinerja yang bagus.  Hasil positif juga diperlihatkan oleh bank-bank BUMN.  Jika IHSG mencapai kisaran suport, posisi Buy On Weakness sebaiknya difokuskan pada saham di kedua sektor tersebut.

Global Outlook
 
Saham Asia rebound hari ini, menyusul penguatan Wall Street berkat pulihnya saham teknologi, yang sempat didera aksi jual. Sembari mencermati kinerja keuangan korporat, investor menunggu hasil rapat reguler the Fed.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,1% ke 476,32 di Seoul. Bursa Jepang ditutup karena libur nasional. Indeks Kospi masih flat setelah jatuh ke level terendah dalam sebulan kemarin. Indeks Australia ASX 200  menyentuh level tertinggi dalam enam tahun. Indeks Singapura STI melemah 0,76%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng dibuka menguat 0,1%.

Wall Street berakhir positif dalam perdagangan yang fluktuatif, dengan tiga indeks utamanya sempat tertekan setelah AS dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi baru ke Rusia. Namun bangkitnya saham teknologi, ditambah dengan berita aktivitas merger dan akuisisi di sektor farmasi, berhasil memberi dorongan.

The Fed akan menggelar rapat hari ini dan besok, kemungkinan akan mengumumkan pengurangan stimulus lagi. The Fed diperkirakan akan mengurangi program pembelian obligasinya sebesar $10 miliar menjadi $45 miliar, semakin menyusutkan likuiditas murah. Bila dilakukan maka sudah empat kali berturut-turut the Fed melakukan taper. Tapi the Fed kemungkinan besar masih menegaskan kebijakan akomodatif tetap berjalan untuk waktu yang lama.
Bursa regional akan diisi oleh laporan keuangan perusahaan Asia, di antaranya Bank of Communications dan ICBC di Tiongkok. Meski positif, pergerakan sepertinya masih terbatas sampai ada keputusan the Fed. Seiring dengan  pemulihan ekonomi AS dan Eropa, saham terus menanjak. Namun valuasi sudah cukup tinggi, menjadikan kenaikan terbatas, kecuali ada katalis yang amat kuat.

Review IHSG
 
Marak profit taking, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok di awal perdagangan minggu ini dan harus keluar dari level 4.900. Pada penutupan perdagangan, Senin (28/04/2014), IHSG merosot 78,885 poin (1,61%) ke level 4.818,758.

Sembari menunggu laporan kinerja emiten di triwulan I-2014, investor gencar melakukan profit taking. Tidak hanya pemodal lokal, asing pun turut andil dalam pelemahan IHSG. Transaksi investor asing melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 378,68 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Selain itu, kondisi bursa Asia yang mayoritas memerah juga turut memperberat sentimen. Tidak ada satu sektor pun yang masuk ke zona hijau. Penurunan terdalam dipimpin sektor aneka industri, yang anjlok 2,9%.
Saham-saham yang di antaranya adalah Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 1.000 ke Rp 361.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 55.050, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 300 ke Rp 3.800, dan Waran Sarana Tunas (SUPR-W) naik Rp 225 ke Rp 3.225.

Sementara saham-saham yang turun antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 875 ke Rp 28.125, United Tractor (UNTR) turun Rp 750 ke Rp 21.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 25.725, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 450 ke Rp 6.350.

Ulasan Teknikal
 
IHSG
IHSG 29 apr
 
Trend jangka pendek IHSG mulai berbalik bearish seiring dengan ditembusnya support 4.858. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh pergerakan MA 10 yang mulai downtrend. Indikator stochastic serta candlestick juga menujukkan potensi reversal. Untuk itu, potensi penurunan masih bisa terjadi, dengan support berikutnya berada di kisaran 4.769 – 4.793. Sementara itu, sinyal positif akan muncul jika IHSG mampu bertahan di atas resistance 4.858 (sebelumnya support). Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.769 – 4.858.
R3    4,957
R2    4,930
R1    4,874
Pivot    4,846
S1    4,791
S2    4,763
S3    4,708

Stock Pick
 
KLBF
KLBF 29 apr
 
Harga tertahan di resistance 1.550. Candlestick serta indikator stochastic mulai menunjukkan sinyal reversal. Potensi penurunan masih terbuka untuk menguji support di kisaran 1.495.
 
Rekomendasi     : Sell on strength
Support                  : 1.495, 1.475
Resistance            : 1.550, 1.560

UNTR
UNTR 29 apr
 
Harga masih bertahan di support 21.050, namun beberapa indikator mulai menunjukkan sinyal reversal. Indikator stochastic dead cross, candlestick membentuk long black candle, indikasi bearish reversal. Jika support ditembus, penurunan bisa berlanjut menuju kisaran 19.850 – 20.400.
 
Rekomendasi    : Buy on weakness@19.850-20.400, stop loss 19.400, target 21.500
Support                 : 20.400, 19.850
Resistance           : 21.700, 22.100

Rekomendasi
 
Stock Screener
SS 29 Apr

Tidak ada komentar: