BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Kamis, 24 Juli 2014

Dollar Menguat Tipis, Aussie Lanjutkan Gain

Dollar mencatat penguatan tipis atas rivalnya kecuali aussie, di tengah minimnya sentimen baru dan setelah menguat dua minggu berturut-turut ke level tertinggi dalam sebulan. Sedangkan aussie berhasil melanjutkan penguatan menyusul data inflasi kemarin yang semakin mengurangi prospek pemangkasan suku bunga.

Data inflasi dan perumahan AS yang diumumkan Selasa memang memberi dorongan ke dollar, namun gagal menembus resistance.  Kedua data itu memang mengindikasikan adanya perbaikan di sektor perumahan dan pertumbuhan harga konsumen. Namun dianggap belum bisa mengubah prospek kebijakan moneter the Fed.

Penguatan dollar semakin tipis dengan tidak adanya berita ekonomi semalam.

Untuk nanti malam, ada data manufaktur, yang tersaji dalam bentuk indeks PMI, dan penjualan rumah yaitu new home sales. Data lebih penting baru keluar besok, yaitu durable goods orders, yang dapat mengukur kondisi permintaan.  Tapi fokus utama baru terlihat minggu depan, ketika the Fed menggelar rapat reguler pada 29-30 Juni. Pasar ingin melihat apakah ada sesuatu yang baru dari the Fed terkait prospek kebijakan.

Indeks dollar berada di 80,86 setelah menyentuh 80,88 tertinggi sejak 11 Juni. Indeks ini sudah menguat selama dua minggu terakhir, dengan indeks RSI (14) sedang mendekati 70. Penutupan di atas 80,85, menjaga peluang untuk menuju 80,90-81,00. Sedangkan support di 80,50 tapi kondisi bullish terjaga selama tidak tutup di bawah 80,30. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 101,52, kondisi bullish terbentuk kalau ditutup di atas 101,60. Atas franc, dollar berada di 0,9026, mendekati resistance 0,9030.

Aussie melanjutkan penguatannya setelah reli kemarin berkat data inflasi yang menunjukkan kenaikan 3,0% selama kuartal kedua, mencapai target atas RBA. Data itu menegaskan pentingnya stabilitas suku bunga yang dijalankan oleh RBA. Aussie menguat 0,2% ke $0,9460, dan penutupan di atas itu membuka peluang untuk menuju $0,9480-0,9500. Sedangkan support di $0,9415, tapi kondisi bearish baru terbentuk bila ditutup di bawah $0,9400.

Beralih ke mata uang lain, euro tertekan di tengah spekulasi sanksi atas Rusia justru akan berdampak negatif ke Eropa. Serangkaian data manufaktur, yaitu indeks PMI zona euro dan Jerman, bisa mempengaruhi pergerakannya. Euro diperdagangkan di $1,3456, setelah menyentuh level terendah dalam 9 bulan di $1,3450. Ada support di $1,3430, penutupan di bawah itu membuka peluang ke $1,3400. Tapi RSI (14) sudah berada di 29, titik oversold, indikasi ada peluang rebound dalam waktu dekat.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 24-07-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 24-07-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 24-07-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 24-07-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 24-07-14

Tidak ada komentar: