BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Selasa, 22 Juli 2014

Indek Saham Global Alami Penurunan, Sentimen Negatif Ukraina Dan Gaza

Indek saham-saham utama dunia alami penurunan dan harga surat hutang alami kenaikan pada hari Senin kemarin akibat kekhawatiran terhadap konflik di Gaza dan Ukraina.
013
Harga emas alami kenaikan diatas $1300 per ounce.

Para pelaku pasar memilih emas sebagai produk investasi “safe-haven”.

Pesawat-pesawat Israel, tank dan peralatan artillery lainnya terus lakukan penyerangan di Gaza dan dalam dua minggu terakhir telah menimbulkan korban kematian hingga lebih dari 500 jiwa. Konflik pemerintah Ukraina dan pemberontak juga semakin memanas, dan sedang bergerak menuju kota Donetsk.

Berita-berita negatif dari Ukraina dan Israel datang pada waktu dimana para pelaku pasar khawatir terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, sehingga menghasilkan penurunan terhadap harga saham.

Sebelum kejatuhan pesawat penumpang Malaysian Airlines, pada minggu lalu, Amerika dan Uni Eropa telah umumkan sanksi ekonomi lebih lanjut terhadap kepentingan Russia.

Tetapi Jerman dan negara-negara Eropa lainnya terlihat lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan sanksi bagi Russi di bandingkan pihak Amerika, karena mereka sangat paham bahwa sanksi tersebut berpeluang berikan pengaruh negatif bagi mereka, karena Russia merupakan penyedia energi utama bagi Eropa dan sanksi tersebut berpeluang pengaruhi ekonomi Eropa. Pada hari Senin kemarin, Bundesbank menyatakan bahwa ada peluang yang cukup besar pertumbuhan ekonomi Jerman untuk kuartal kedua tahun ini akan tunjukkan stagnasi.

Dow Jones Industrial Average turun 48,45 poin atau 0,28 persen, menjadi berakhir pada 17,051.73. S & P 500 turun 4,59 poin atau 0,23 persen menjadi 1,973.63 dan Nasdaq Composite turun 7,44 poin atau 0,17 persen menjadi 4,424.70.

MSCI All-World indek alami penurunan sebesar 0,2 persen, sedangkan Saham-saham di Eropa alami penurunan.

Secara keseluruhan berita-berita yang muncul berhasil tutupi optimisme berita laporan earning perusahaan-perusahaan Amerika.

Saham Halliburton alami kenaikan sebesar 0,1 persen menjadi $71 setelah perusahaan jasa pengeboran minyak terbesar nomor dua dunia tersebut laporkan kenaikan laba kuartalan sebesar 20 persen.

Sejauh ini, 66 persen dari komponen S&P 500 yang telah sampaikan laporan keuangannya tunjukkan hasil lampaui perkiraan. Jumlah tersebut diatas rata-rata sejak tahun 1994.

Untuk pasar valuta asing, nilai tukar dollar Amerika terlihat bergerak stabil terhadap mata uang utama dunia lainnya. Permintaan terhadap mata uang “safe-haven” seperti yen dan swis franc tunjukkan peningkatan tetapi tidak cukup kuat untuk mengalahkan dominasi dollar Amerika. Karena para pelaku pasar tidak terlalu yakin mengenai pengaruh kekerasan di Gaza dan Ukraina terhadap perekonomian global.

Nilai tukar mata uang dollar Amerika sedikit alami pergerakan terhap Yen pada 101,36 yen, sedangkan acuan treasury yield alami penurunan mencapai level terendahnya dalam lebih dari tujuh minggu terakhir. Nilai acuan dollar Amerika alami penurunan terhadap swiss franc dan bertahan pada 0,8978 franc.

Acuan Treasury note 10-years alami kenaikan harga 2/32 yield menjadi 2,474 persen, sedangkan Treasury note 30-years alami kenaikan harga 17/32 dan membuat yield turun menjadi 3,264 persen.

Tidak ada komentar: