BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Senin, 17 November 2014

Dollar Koreksi Pasca Data Ritel, Konsumen

Dollar terkoreksi atas rivalnya setelah menyentuh level tertinggi dalam empat tahun berkat data penjualan ritel dan sentimen konsumen AS yang memuaskan. Tapi koreksi ini lebih bersifat teknikal karena kondisi fundamental belum berubah.

Data Jumat lalu menunjukkan penjualan ritel AS tumbuh 0,3% selama Oktober, di atas prediksi 0,2%.

Sedangkan sentimen konsumen menyentuh level tertinggi dalam tujuh tahun berkat penurunan tingkat pengangguran dan harga BBM yang mengangkat kepercayaan akan kondisi dan prospek ekonomi ke depan.

Indeks sentimen konsumen hasil survei Thomson Reuters/University of Michigan naik ke 89,4 di Oktober, tertinggi sejak Juli 2007, dari 86,9.

Berkat kedua data itu, dollar langsung terangkat, namun gagal mempertahankan penguatannya.Dollar sudah menguat selama empat bulan sampai Oktober. Untuk bulan ini masih terlihat flat. Hal ini bisa dianggap sebagai indikasi dollar akan terkoreksi dulu sebelum melanjutkan tren penguatannya. Para analis dan strategis memperkirakan, dengan keunggulan performa ekonomi dan prospek kebijakan moneter,  dollar berpeluang terus menguat.

Indeks dollar koreksi 0,2% Jumat lalu setelah menyentuh 88,34 atau tertinggi sejak 2010. Terhadap yen, dollar berhasil menyentuh 116,81 yang merupakan tertinggi dalam tujuh tahun. Beberapa analis memperkirakan target selanjutnya adalah 118. Terhadap franc, dollar melemah 0,2% ke 0,9587 Jumat lalu, setelah gagal melampaui high minggu lalu 0,9740.

John Mauldin, ketua Mauldin Economics, mengatakan dollar akan semakin kuat terhadap hampir semua mata uang. Ia meyakini greenback akan terus menguat, bahkan dari yang diperkirakan. Kemarin, Presiden the Fed distrik Eric Rosengren mengatakan apresiasi dollar merupakan pertanda pemulihan ekonomi AS, dan tidak melihat adanya perang mata uang karena kondisi ekonomi saat ini berbeda-beda.

Dollar terus menguat karena keunggulan prospek kebijakan moneter AS dari negara maju lainnya. Bank sentral Eropa dan Jepang melonggarkan kebijakan untuk merangsang pertumbuhan dan mencegah deflasi.

Belum lama, BOJ menambah program pembelian obligasinya, yang membuat yen jatuh ke level terendah dalam tujuh tahun. Data hari ini menunjukkan PDB Jepang kontraksi 1,6% selama kuartal ketiga, menyebabkan ekonomi Jepang terjerumus ke resesi.

ECB diperkirakan akan meluncurkan Quantitative Easing (QE) seiring rendahnya pertumbuhan dan inflasi.

Data Jumat lalu menunjukkan PDB zona euro kuartal ketiga tumbuh 0,2% per kuartal dan 0,8% per tahun, di atas prediksi 0,1% dan 0,7%. Sedangkan PDB Jerman tumbuh 0,1% per kuartal dan 1,2% per tahun.

Semua data itu mengindikasikan zona euro masih bisa menghindari resesi, untuk sementara. Meski begitu, kondisi itu belum melepaskan tekanan dari ECB untuk melonggarkan kebijakannya. Euro menguat 0,1% ke $1,2525 Jumat lalu, melanjutkan upaya menjauhi level terendah dalam empat tahun yang dicapai 7 Nopember lalu.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 17-11-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 17-11-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 17-11-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 17-11-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 17-11-14

Data PDB Tekan Nikkei, Interkoneksi Pengaruhi Kospi dan Hang Seng

Nikkei
 
Indeks Nikkei melonjak ke level tertinggi dalam tujuh tahun akhir minggu lalu, dimana ini kenaikan dalam empat sesi perdagangan beruntun. Investor terlihat terlalu agresif masuk ke bursa, karena fokus mereka jelang rilisan data PBD Jepang pada Senin minggu depan. Indeks Nikkei ditutup menguat 98,04 poin, atau 0,56% ke posisi 17.490,83. Minggu lalu indeks telah menguat 3,6% sejak BOJ menambah stimulusnya 31 Oktober lalu.

Nikkei terkoreksi lebih dari 1,0% pada awal pembukaan perdagangan pagi ini menyusul sentimen negatif dari data PBD. PDB Jepang kuartal ketiga kontraksi 1,6% dimana ekspektasi tumbuh 2,1%. Namun angka tersebut lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya yang kontraksi 7,1%. Data PDB yang buruk, membuat saham-saham berbasis ekspor mengalami penurunan seiring dengan penguatan yen terhadap dollar.

Rekomendasi
NKI SIGNAL 17-11-14

Kospi
 
Indeks Kospi belum lepas dari zona merah hingga perdagangan Jumat lalu. Aksi profit taking masih melanda bursa Korsel di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi. Tekanan yang dialami indeks tidak lepas faktor dari pelemahan yen yang merugikan ekspor Korsel karena membuat produk Korsel lebih mahal dibandinkan dengan Jepang. Indeks Kospi ditutup jatuh 15,37 poin, atau 0,78%, ke posisi 1.945,14.

Indeks Kospi bergerak positif hari ini seiring dengan penguatan yen pasca data PDB Jepang yang dibawah ekspektasi pasar. Faktor ini diperkirakan menjadi momentum investor melakukan aksi bargain hunting terhadap saham-saham bervaluasi rendah, khususnya sektor ekspor. Investor diperkirakan juga bereaksi dari interkoneksi bursa China dan Hong Kong.

Rekomendasi
KSI SIGNAL 17-11-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng ditutup menguat penutupan perdagangan minggu lalu meski data ekonomi China berada di bawah ekspektasi. Namun sentimen pasar positif karena kenaikan indeks utama Wall Street. Dengan buruknya data China menjadi gambaran perlambatan ekonomi di Beijing, ini menjadi peluang kebijakan moneter bank sentral untuk mengeluarkan stimulus.  Indeks Hang Seng ditutup naik 67,76 poin, atau 0,34%, ke posisi 24.019,94.

Bursa utama Asia bergerak bervariasi pagi ini, dimana indeks Nikkei terkoreksi setelah data PDB  kuartal ketiga yang kontraksi. Selain itu, kinerja bursa Korsel menguat dampak dari penguatan yen terhadap dollar.

Sedangkan indeks Hang Seng kali ini berpotensi melanjutkan penguatan menyusul dimulainya perdagangan intekoneksi Shanghai dan Hong Kong. Namun awan hitam dow jones future diperkirakan membatasi laju indeks.

Rekomendasi
HSI SIGNAL 17-11-14

Jumat, 14 November 2014

Emas Masih Sulit Bertahan di Atas $1.180

Harga emas turun tipis pada perdagangan hari ini di Asia dan sedang menuju penurunan ketiga dalam empat minggu, dipicu oleh penguatan dollar dan solidnya data ekonomi AS yang mengikis peran safe haven.

Sempat rebound setelah harga terpuruk ke level terendah 4 ½, harga emas gagal mempertahnkan momentum penguatannya di tengah bayang-bayang penguatan dollar. Dollar kini diperdagangkan dekat level tertinggi empat tahun terhadap mata uang utama dunia lainnya, dan tertinggi selama tujuh tahun terhadap yen.

Penguatan dollar terjadi setelah data-data ekonomi AS menunjukkan solidnya pemulihan ekonomi AS, mendukung proyeksi kenaikan suku bunga the Fed. Data semalam memang menunjukkan adanya kenaikan pada klaim tunjangan pengangguran sebesar 290.00 minggu kemarin, dari 278.000 minggu sebelumnya.

Namun angka tersebut masih berada dekat level terendah 14 tahun, menunjukkan bahwa sektor tenaga kerja masih sehat.

Selain dollar, faktor yang turut memperberat sentimen emas adalah rendahnya minat investasi. Hal ini tercermin dari terus keluarnya dana dari ETF. Cadangan di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas terbesar dunia, kembali mengalami penurunan sebesar 0,3% menjadi 720,62 ton, penurunan dalam delapan hari berturut-turut.

Sementara dari sisi teknikal, harga emas terlihat masih sulit untuk bertahan di atas resistance penting di $1.180. Dengan demikian, secara keseluruhan trend masih bearish, dengan area support di kisaran $1.140 – $1.156. Sementara itu, hanya kenaikan di atas $1.180 yang mampu merubah trend jangka pendek emas menjadi bullish.

Rekomendasi
rekom

Dow Mencapai Rekor Harga Tertingginya Tetapi S&P Cenderung Flat

Dow industrial ditutup pada rekor harga tertingginya pada hari kamis kemarin, didukung oleh kenaikan harga saham Wal-Mart, tetapi S&P 500 hanya sedikit alami pergerakan akibat saham-saham sektor energi yang alami tekanan setelah penurunan harga acuan minyak mentah.
043
Sektor energi menjelang penutupan pasar alami pengurangan penurunannya setelah adanya laporan salah satu komponen Dow Jones yaitu Halliburton yang diberitakan sedang lakukan pembicaraan negoisasi untuk membeli Baker Hughes. Harga saham Halliburton ditutup dengan alami kenaikan sebesar 1 persen setelah sempat alami penurunan sebesar kurang lebih 4,6 persen, sedangkan Baker Hughes harga sahamnya alami kenaikan dan ditutup dengan kenaikan sebesar 15,3 persen pada $58,75.

Disini, walaupun walaupun ada dua saham sektor energi komponen S&P 500 yang ditutup dengan alami kenaikan, tetapi indek acuan saham energi tersebut tetap alami penurunan sebesar 1,3 persen. Saham-saham sektor energi alami penurunan akibat Brent Crude yang turun dibawah level harga $78 per barrel sedangkan crude oil Amerika alami penurunan sebesar 3,6 persen menjadi $74,39, keduanya saat ini berada pada level harga terendah dalam lebih dari empat tahun terakhir.

Harga saham Wal-Mart alami kenaikan sebesar 4,7 persen menjadi $82,94 setelah perusahaan tersebut bukukan laporan “same-store sales” yang alami kenaikan mencapai level tertingginya untuk pertama kali dalam tujuh kuartal. Harga saham perusahaan ini bahkan sempat sentuh harga tertinggi $83,06.

Perusahaan-perusahaan terkait konsumsi diperkirakan akan peroleh permintaan pasar yang tinggi, karena harga gasolne yang rendah sehingga masyarakat memiliki keuangan yang lebih banyak untuk lakukan belanja.

Dow Jones industrial average alami kenaikan sebesar 40,59 atau 0,23 persen menjadi 17.652,79. S&P 500 alami kenaikan sebesar 1,08 poin atau 0,05 persen menjadi 2.039,33. Dan Nasdaq Composite alami kenaikan sebesar 5,01 poin atau 0,11 persen menjadi 4.680,14.

Saham Apple alami kenaikan hingga sebesar $113,45 dan mencapai rekor harga tertinggi baru sedangkan Microsoft alami kenaikan sebesar 1,7 persen menjadi $49,61, dan membuat kapitalisasi pasarnya mencapai diatas $408 milliar. Nilai kapitalisasi tersebut berhasil mengambil alih posisi Exxon Mobile dan menjadi kapitalisasi pasar terbesar kedua setelah Apple.

Harga saham Dream Works Animation alami kenaikan sebesar 14,1 persen menjadi $25,52 setelah New York Times menyatakan perusahaan produsen mainan Hasbro Inc sedang dalam negoisasi untuk membeli perusahaan stuido Hollywood tersebut. Harga saham Hasbro alami penurunan sebesar 4,3 persen menjadi $54,98.

Harga saham BlackBerry yang diperdagangkan di Amerika alami kenaikan sebesar 7 persen menjadi $12,06 setelah perusahaan perkenalkan managemen baru pada divisi mobile device dan security platform dan sejumlah kerjasama baru.

Volume transaksi saham di Amerika pada hari Kamis kemarin terlihat mencapai angka 6,4 milliar dibawah rata-rata transaksi harian untuk bulan ini, yaitu 6,55 milliar.

Euro Rentan Jelang Data PDB

Euro berhasil rebound kemarin naum posisinya rentan menjelang data PDB blok mata uang itu, yang ditakutkan akan menunjukkan kontraksi. Sedangkan dollar masih stabil dekat level tertinggi sejak 2010, belum tergoyahkan di tengah keunggulan ekonomi dan prospek kebijakan moneter AS.

Euro rebound di tengah kekhawatiran mengenai prospek ekonomi ke depan. Menurut hasil survei yang dilakukan oleh ECB, 61 ekonom memangkas proyeksi pertumbuhan dan inflasi zona euro, dengan menyebut krisis Ukraina dan harga minyak sebagai penyebab. Mereka memperkirakan PDB kawasan itu hanya tumbuh 1,2% tahun depan, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 1,5%. Proyeksi inflasi juga diturunken menjadi ,10% dari 1,4%.

Penguatan euro kemarin lebih bersifat teknikal, bukan didorong oleh faktor fundamental tertentu. Alhasil, posisinya masih rentan akan tekanan, apalagi dengan prospek ekonomi zona euro yang memprihatinkan.

Pasar sedang menunggu data PDB zona euro kuartal ketiga, yang diperkirakan hanya tumbuh 0,1%. Tapi ada spekulasi bakal menunjukkan kontraksi.

PDB yang buruk tentunya bisa memperkuat ekspektasi bahwa ECB harus meluncurkan Quantitative Easing (QE), situasi yang bisa menghujam euro. Euro diperdagangkan di $1,2450, masih dekat level terendah dalam 25, tahun $1,2356 yang dicatat minggu lalu. Bila level itu ditembus, ada potensi euro menuju $1,2300.

Beralih ke dollar, posisinya stabil hari ini dekat level tertinggi dalam empat tahun meski data klaim pengangguran tidak sesuai harapan. Data dari Departemen Tenaga Kerja AS semalam menunjukkan initial jobless claims naik 12000 menjadi 290.000 minggu lalu. Kenaikan itu di atas prediksi 4000 tapi jumlah klaim masih di bawah 300.000.

Sebenarnya, data ini tidaklah terlalu buruk, tapi karena posisi dollar yang sudah tinggi, pasar membutuhkan alasan kuat baru untuk mendorongnya lebih lanjut. Tren dollar jangka panjang memang masih bullish, tapi perlu diwaspadai penyesuaian posisi dalam waktu dekat. Pergerakan dollar nanti malam akan dipengaruhi oleh data penjualan ritel dan sentimen konsumen AS. Penjualan ritel diperkirakan hanya naik 0,2% di Oktober, sedangkan indeks sentimen konsumen naik ke 87,5 dari 86,9.

Indeks dollar stabil di 88 hari ini, dekat level 88,28 yang dicapai minggu lalu. Sedangkan yen tertekan ke level terendah dalam tujuh tahun di tengah spekulasi Perdana Menteri Shinzo Abe akan menggelar pemilu bulan depan. Dollar menguat 0,1% ke 116,00 dengan sempat menyentuh 116,20. Peluang terbuka untuk bisa menuju 117. Atas franc, dollar diperdagangkan di 0,9650 setelah melemah 0,2% kemarin.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 14-11-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 14-11-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 14-11-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 14-11-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 14-11-14

Asia Mixed Meski Wall Street Rebound

Nikkei
 
Indeks Nikkei melonjak ke level tertinggi dalam tujuh tahun kemarin menyusul spekulasi PM Shinzo Abe kemungkinan menunda kenaikan pajak penjualan dan menggelar pemilu lebih awal. Dalam perdagangan kemarin saham Toyota Motor menguat 1,33%.

 


Panasonic
naik 1,09%, namun Sony melemah ),65%. Indeks Nikkei ditutup menguat 195,74 poin, atau 1,14% ke posisi 17.392,79, tertinggi sejak Oktober 2007

Pelemahan yen dan ekspektasi Perdana Menteri Shinzo Abe bakal menunda kenaikan pajak penjualan kedua. Yen yang kini tengah mendekatir level terendah barunya dalam tujuh tahun terakhir, di posisi 116 terhadap dollar, memberi dampak positif bagi saham-saham berbasis ekspor Jepang. Namun investor tengah menantikan data PDB Jepang periode Juli-September yang dirilis Senin pekan depan.

Rekomendasi
NKI SIGNAL 14-11-14

Kospi
 
Indeks Kospi kembali jatuh kemarin menyusul profit taking setelah bakn sentral Korea (BOK) mempertahankan suku bunga acuan 2,50% dalam rapat regularnya bulan ini. Indeks Kospi ditutup turun 6,76 poin, atau 0,34%, ke posisi 1.960,51.

Indeks Kospi diperdagangan pagi ini dihantam aksi jual, dimana saham-saham unggulan tertekan seperti Hyundai Motor yang merosot 1,1% dan Samsung Electronics 0,8%. Investor Korsel juga memfokuskan debut Samsung SDS, penyedia pelayanan provider IT. Samsung SDS yang memulai harga IPO 190.000 won, kini diperdagangan 338.000. Namun kinerja bursa regional cenderung mixed meski Wall Street catat hasil positif. Terlihat investor mengkhawatirkan merosotnya harga komoditas global, minyak dan emas.

Rekomendasi
KSI SIGNAL 14-11-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng ditutup menguat kemarin berkat pembelian investor terhadap saham consumer goods dan perjudian, seiring dengan melimpahnya likuiditas di sektor keuangan bila intekoneksi bursa Shanghai dan Hong Kong secara resmi diterapkan Senin pekan depan. Penyumbang terbesar kenaikan dari Bank of China yang naik 0,52%.  Indeks Hang Seng ditutup naik 81,76 poin, atau 0,34%, ke posisi 24.019,94.

Potensi kenaikan lanjutan indeks Hang Seng di akhir pekan ini menyusul kinerja bursa saham Eropa dan AS yang mengalami kenaikan. Membaiknya bursa global dipicu data klaim pengangguran AS yang mengalami penurunan. Namun muncul kekhawatiran investor terhadap aksi ambil untung di tengah kenaikan bursa saham global belakangan ini. Cermati area support 23926 dan 23828, sedangkan resisten 24121 dan 24219.

Rekomendasi
HSI SIGNAL 14-11-14

Kamis, 13 November 2014

Dow, S&P 500 Alami Penurunan, Mengakhiri Kenaikan Selama Lima Hari Berturut-Turut

Dow dan S&P 500 ditutup dengan alami penurunan pada hari Rabu kemarin, dan mengakhiri trend kenaikannya yang berlangsung selama lima hari terakhir, sedangkan Nasdaq masih alami kenaikan.
021
Saham-saham perusahaan energi alami penurunan akibat harga minyak mentah yang kembali alami penurunan, dengan penurunan Brent Crude dibawah $80 per barrel untuk pertama kalinya sejak September 2010. Saham Exxon Mobile alami penurunan sebesar 1,1 persen menjadi $95,38 sedangkan S&P 500 energy indek alami penurunan sebesar 0,9 persen.

S&P utilities alami penurunan sebesar 2 persen dan menjadi sektor dengan penurunan paling besar dibandingkan sektor S&P lainnya. Sejauh ini, indek tersebut masih alami kenaikan sebesar 7,6 persen untuk bulan ini.

S&P 500 telah alami kenaikan lebih dari 9 persen dari level enam bulan terendah yang terbentuk pada Oktober, sentimen beli didukung oleh data ekonomi dan laporan earning. Untuk tahun ini, S&P 500 telah alami kenaikan sebesar 10,3 persen.

Dow Jones industrial average alami penurunan sebesar 2,7 persen atau 0,02 persen menjadi 17.612,2. S&P 500 alami penurunan sebesar 1,43 poin atau 0,07 persen menjadi 2.038,25 dan Nasdaq Composite alami kenaikan sebesar 14,58 poin atau 0,31 persen menjadi 4.675,14.
Saham yang listing di Nasdaq, Apple, alami kenaikan sebesar 1,4 persen menjadi $111,25 yang merupakan rekor harga tertingginya. Saham Twitter alami kenaikan sebesar 7,5 persen menjadi $42,54.
Saham-saham perusahaan finansial alami penurunan setelah adanya pernyataan pihak regulasi gelobal mengenai temuan mereka terhadap lima perbankan raksasa dunia yang lakukan manipulasi pasar mata uang dunia. Termasuk diantara perbankan tersebut adalah Citigroup Inc. Saham Citi alami penurunan sebesar 0,7 persen setelah pengumuman tersebut.
Secara keseluruhan ada sebanyak 5,9 milliar lembar saham yang ditransaksikan di Amerika, dibawah rata-rata transaksi bulan ini, yaitu 6,6 milliar lembar saham.

Emas Flat, Sentimen Masih Bearish

Harga emas masih bergerak di kisaran sempit pada perdagangan hari ini di Asia. Pelaku pasar sepertinya masih mencari petunjuk menjelang data ekonomi AS yang akan rilis malam nanti. Meski begitu, sentimen terhadap emas masih bearish seiring dengan optimisme pemuliham ekonomi AS serta penguatan dollar, yang menggerus minat beli safe haven.

Aksi jual emas marak ketika logam mulia tersebut anjlok di bawah level $1.180, dan kemudian turun hingga ke level terendah 4 ½ tahun. Setelah itu, harga mulai bergerak rebound, namun tetap saja prospek emas masih bearish.

Penguatan dollar menjadi salah satu faktor yang menekan sentimen emas. Mata uang tersebut masih diperdagangkan dekat level tertinggi empat tahun atas mata uang utama dunia lainnya. Ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga menjadi faktor utama yang melambungkan dollar.

Selain itu, makin rendahnya minat investasi makin menekan harga. Sebagai cerminan minat beli investor, cadangan emas di SPDR Gold Trust, kembali mengalami penurunan 0,25% menjadi 722,67 ton kemarin. Ini merupakan penurunan dalam tujuh hari berturut-turut.

Sementara dari sisi teknikal, belum terlihat adanya perubahan trend secara signifikan. Namun MA 10 kini mulai memperlihatkan sinyal bullish. Harga pun masih bertahan di atas support terdekatnya di $1148. Jadi untuk jangka pendek, harga sepertinya berpeluang bullish, dengan resistance pentingnya berada di kisaran $1180. Penembusan resistance tersebut akan mengkonfirmasi berakhirnya trend bearish jangka pendek, dengan target penguatan berikutnya menuju kisaran $1195 – $1230.

Rekomendasi
rekom

Dollar Konsolidasi, Sterling Tenggelam

Dollar masih mempertahankan penguatannya, bergerak dekat level tertinggi dalam empat tahun, setelah data ekonomi Eropa dan Inggris menjatuhkan mata uang masing-masing. Khusus untuk sterling, mendapat tekanan setelah BOE memangkas proyeksi PDB dan inflasi.

Tidak ada data penting dari AS terjadwal kemarin, tapi dollar mendapat dorongan karena buruknya gambaran ekonomi Eropa dan Inggris. Hal itu menegaskan pandangan bahwa performa ekonomi AS masih lebih unggul, bahkan dengan PDB 4,6% di kuartal kedua, terunggul di antara negara maju. Prospek kebijakan moneter the Fed sejauh ini masih dianggap lebih unggul dibanding bank sentral negara maju lainnya.

Hal itu tercermin dari penguatan dollar, yang masih bertahan dekat level tertinggi dalam empat tahun. Dollar sudah menjalani reli selama hampir lima bulan, dalam jangka menengah dan panjang tren dollar belumlah berubah. Indeks dollar berada di 87.90 masih dekat level tertinggi dalam empat tahun 88,28 yang dicapai minggu lalu. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 115,60  setelah berhasil meraih level 116 kemarin, tertinggi dalam tujuh tahun. Atas franc, dollar bertengger di 0,96660, masih dekat level tertinggi dalam 1,5 tahuh 0,9740 yang dicapai minggu lalu.

Dalam Laporan Inflasi yang disampaikan oleh sang gubernur Mark Carney, BOE kini memproyeksikan ekonomi Inggris bakal tumbuh 3,5% tahun ini, tapi mengantisipasi perlambatan di 2015 dan 2016. Proyeksi PDB 2015 dipangkas menjadi 2,9% dari 3,1%, dan untuk 2016, turun menjadi 2,6% dari 2,8%.Untuk inflasi, BOE memperkirakan masih di bawah target dalam jangka pendek, dan lebih mungkin untuk turun ke bawah 1% dalam enam bulan ke depan. Lewat proyeksi terbaru itu, BOE mengindikasikan tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, prospek yang menghantam sterling.

Sterling sempat menjadi primadona sampai pertengahan tahun ini karena ekspektasi BOE berpeluang menjadi bank sentral negara maju pertama yang menaikkan suku bunga, bahkan dari the Fed. Tapi seiring waktu, ekspektasi itu menyusut karena data ekonomi yang tidak sesuai harapan. Selain itu, performa ekonomi AS ternyata lebih unggul, membuka peluang the Fed bisa menaikkan suku bunga pertengahan tahun depan. Sterling jatuh 1% ke level terendah dalam 14 bulan $1,5757 kemarin, kini berada di $1,5765.

Juga kemarin, data menunjukkan output industri zona euro di bawah prediksi, menegaskan salah satu tantangan yang harus dihadapi pembuat kebijakan. Sejak pertengahan tahun ini, ECB telah memangkas suku bunga ke rekor terendah dan meluncurkan pinjaman murah. Pasar kini sedang menunggu data PDB zona euro kuartal ketiga besok, yang kemungkinan menunjukkan kontraksi. Bila begitu, maka semakin mendesak ECB untuk segera mengeluarkan pembelian obligasi pemerintah. Euro diperdagangkan di $1,2435, masih dekat level terendah dalam dua tahun $1,2356 yang dicapai 7 Nopember.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 13-11-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 13-11-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 13-11-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 13-11-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 13-11-14

Indeks Regional Sedang Lesu…

Kalau melihat peningkatan aliran dana asing yang terjadi di pasar reguler kemarin, aliran dana asing yang muncul sejalan dengan sentimen positif dari KTT APEC ini, sepertinya masih akan berlanjut.  Pada perdagangan kemarin, pemodal asing melakukan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 372,61 miliar, naik hampir 3 kali lipat dari sehari sebelumnya dimana pemodal asing hanya melakukan aksi beli sebesar Rp 126,55 miliar.
IHSG 8
Masalahnya, pada hari ini, pergerakan dari indeks-indeks bursa di kawasan Asia terlihat cenderung bergerak flat turun, setelah indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam hanya bergerak mendatar, dan ditutup dengan koreksi tipis 2,70 poin (-0,02 persen) sehingga ditutup pada level 17612,20.

Pada perdagangan kemarin, IHSG bergerak bervariasi setelah pemodal lokal dan pemodal asing terlihat bergerak pada arah yang berlawanan.  Pemodal asing terlihat melakukan posisi beli terkait dengan sentimen positif dari KTT APEC.  Akan tetapi, pemodal lokal terlihat masih saja melakukan tekanan jual karena masih khawatir atas kelanjutan dari issue kenaikan BBM
Subsidi.  Berlanjutnya kondisi ini, membuat IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak flat pada kisaran 5035 – 5105.

IHSG saat ini sedang berada pada trend naik jangka pendek dengan suport pertama di 5035. Penutupan dibawah suport 5035 bakal menjadi signal negatif.

Asia Flat, Data China Dinanti

Nikkei
 
Indeks Nikkei melonjak ke level tertinggi dalam tujuh tahun kemarin menyusul spekulasi PM Shinzo Abe kemungkinan menunda kenaikan pajak penjualan dan menggelar pemilu lebih awal. Kabar penundaan kenaikan pajak memberi dampak positif bagi saham ritel, J Front Retailing naik 3,0% dan Takashimaya naik 2,9%. Indeks Nikkei ditutup menguat 72,94 poin, atau 0,43% ke posisi 17.197,05, tertinggi sejak Oktober 2007. Indeks telah menguat dalam dua hari terakhir mencapai 2,5%

Pelemahan yen dan ekspektasi Perdana Menteri Shinzo Abe bakal menunda kenaikan pajak penjualan kedua. Surat kabar Sankei, mengutip pejabat anonim, mengatakan Abe akan menunda kenaikan pajak penjualan kedua sampai 1,5 tahun. Spekulasi ini menghujam yen ke level terendah dalam 7 tahun, memberi dorongan ekstra ke indeks Nikkei.

Rekomendasi
NKI SIGNAL 13-11-14

Kospi
 
Indeks Kospi mempertahankan laju positifnya menyusul kenaikan saham-saham energi yang menutupi kejatuhan saham-saham unggulan. Selain itu, pelemahan won terhadap dollar turut angkat sentimen. Selain itu, data terbaru Korsel menunjukkan tingkat pengangguran di Oktober stabil 3,5% sama dengan bulan sebelumnya. Indeks Kospi ditutup naik 4,27 poin, atau 0,22%, ke posisi 1.967,27.

Indeks utama Wall Street berakhir mixed, indeks Kospi diperkirakan flat. Namun kenaikan indeks dua sesi perdagangan terakhir kini diuji data China. China kembali merilis data terbaru, bila data diatas ekspektasi indeks bertahan di zona hijau, tapi sebaliknya data buruk aksi profit taking terjadi. Saham Korsel sensitif dengan kondisi ekonomi China.

Rekomendasi
KSI SIGNAL 13-11-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng ditutup menguat kemarin berkat pembelian investor terhadap saham keuangan China setelah bank sentral Hong Kong mencabut pembatasan penukaran yuan menjelang peluncuran interkoneksi perdagangan saham Hong Kong dan Shanghai. Langkah ini ditempuh untuk mendukung transaksi saham di kedua bursa tersebut. Bank of China Ltd naik 1,05%. Indeks Hang Seng ditutup naik 129,90 poin, atau 0,55%, ke posisi 23.938,18.

Sentimen interkoneksi bursa Shanghai dan Hong Kong masih menjadi penopang laju indeks Hang Seng. Kini laju indeks kembali dibayangi reaksi investor terhadap akan merilis data industrial production, retail sales, dan fixed asset China di Oktober. Data tersebut dapat menjadi acuan investor untuk menentukan posisi jangka pendeknya.

Rekomendasi
HSI SIGNAL 13-11-14

Rabu, 12 November 2014

Euphoria APEC: Akankah Berlanjut?

IHSG kemarin berhasil mengakhiri trend turunnya, dengan ditutup pada level 5032,28, cukup jauh diatas resisten pertama di di level 5.008.  Dana asing yang kembali masuk ke pasar reguler terlihat berhasil mengantarkan penembusan resisten IHSG tersebut.  Dana asing ini mengalir masuk, sepertinya dipicu oleh perkembangan sentiment positif dari KTT APEC yang saat ini tengah berlangsung.
IHSG 10
Pada perdagangan hari ini, perlu kita lihat, apakah aliran dana asing tersebut masih terus terjadi mengingat pada perdagangan kemarin, dana asing yang mengalir masuk ini, jumlahnya relative tidak besar, hanya mencapai RP 126,55 miliar, cukup jauh dibawah level psikologis Rp 250 miliar yang merupakan batasan kami.

Dari bursa regional, sentimen positif terlihat masih minim, setelah pada pergerakan semalam, indeks Dow Jones Industrial hanya naik tipis 1,16 poin (+0,01 persen) dan ditutup pada level 17.614,90.  Indeks dari bursa di kawasan Asia cenderung bergerak flat naik pada pagi hari ini.

IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak flat-naik pada kisaran 5000-5100.  Hanya penutupan dibawah suport 5000 yang akan memberikan sentiment negatif pada pergerakan IHSG selanjutnya.

Reversal yang terjadi pada IHSG kemarin, memang sudah mengembalikan IHSG pada trend naik. 

Meskipun demikian potensi penguatan lanjutan ke kisaran resisten 5143 – 5180 baru akan muncul jika IHSG mampu menembus resisten di level psikologis 5100.  Dengan sentimen market yang masih minim, sepertinya penembusan atas resisten 5100 bakal sulit untuk terjadi.  Meskipun demikian, jika IHSG kemudian bergerak turun, posisi Buy On Weakness terlihat tetap menarik untuk dilakukan, selama IHSG tidak ditutup dibawah suport di level psikologis 5000.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham penggerak IHSG seperti BBRI, BMRI, BBCA, ASII, INTP, SMGR, AALI, atau WIKA, terlihat memberikan signal positif dengan berhasil ditutup menembus resisten pertamanya.  Posisi-posisi spekulatif sepertinya bisa dilakukan dengan mode Buy On Weakness terhadap saham-saham tersebut.

Saham Asia Naik Tipis, Nikkei Reli

Saham Asia masih menapaki zona hijau hari ini, tapi masih tipis setelah Wall Street berakhir flat. Tapi saham Jepang berhasil melanjutkan relinya.
TSE 8
Di Jepang, indeks Nikkei reli 1,31%, menyentuh level tertinggi dalam 7 tahun menyusul pelemahan yen dan ekspektasi Perdana Menteri Shinzo Abe bakal menunda kenaikan pajak penjualan kedua. Surat jabar Sankei, mengutip pejabat anonim, mengatakan Abe akan menunda kenaikan pajak penjualan kedua sampai 1,5 tahun. Spekulasi ini menghujam yen ke level terendah dalam 7 tahun, memberi dorongan ekstra ke indeks.

Tapi saham Asia lainnya hanya naik tipis setelah Wall Street yang hampir flat dalam perdagangan yang sepi.

Indeks Kospi menguat 0,26%, didukung oleh pelemahan won. Di Singapura, indeks STI masih flat. Indeks Australia ALL Ordinaries melemah 0,52%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng mengaut 0,2%.

Wall Street berakhir flat, dengan indeks Dow Jones dan S&P naik di bawah 0,1%. Tapi kedua indeks berhasil mencetak rekor baru. Dengan ini, berarti sudah lima sesi berturut-turut kedua indeks mencetak rekor. Beberapa analis melihat kenaikan sudah cukup tinggi dalam waktu yang cepat, membuat pergerakan sudah mentok.

Pada dasarnya, valuasi saham dunia sudah cukup tinggi, seperti disebutkan, indeks utama AS sudah mencetak rekor beberapa kali. Di Asia, indeks Nikkei meraih level tertinggi dalam 7 tahun dan indeks Hang Seng tertinggi dalam 2 tahun. Alhasil, perlu diwaspadai potensi koreksi, atau minimal pergerakan konsolidasi.

Asia Terbawa Sentimen Jepang

Nikkei
 
Indeks Nikkei melonjak ke level tertinggi dalam tujuh tahun kemarin menyusul spekulasi PM Shinzo Abe kemungkinan menunda kenaikan pajak penjualan dan menggelar pemilu lebih awal. Saham Citizen Holdings dan Sumitomo Metal Mining Co menguat berkat prospek laba yang cerah. Indeks Nikkei ditutup menguat 343,58 poin, atau 2,05% ke posisi 17.124,11.

Yen terus melemah terhadap dollar, membuat indeks Nikkei terus merangkak naik. Kabar PM Shinzo Abe diperkirakan akan melakukan pemilu lebih awal sebelum akhir tahun dan penundaan kenaikan pajak penjualan, sontak membuat pasar terkejut. Pemilu lebih awal dapat memperkuat posisi Abe karena kubu oposisi kini terpecah-pecah. Kalangan analis juga menilai dengan penundaan kenaikan pajak berarti kebijakan fiskal dan moneter mendukung pertumbuhan ke depan.

Rekomendasi
NKI SIGNAL 12-11-14

Kospi
 
Indeks Kospi mempertahankan laju positifnya kemarin didukung saham Hyundai Motor dan saham terkait dengan China, setelah Korsel dan China mencapai kemajuan subtansial dalam kesepakatan perdagangan bebas. Indeks Kospi ditutup naik 4,77 poin, atau 0,24%, ke posisi 1.963,00. Hyundai Motor naik 5,7% setelah mengumumkan buy back sebesar 449 miliar won untuk meningkatkan kepemilikan saham.

Indeks utama Wall Street semalam berakhir mixed, sentimen ini diperkirakan membawa indeks Kospi bergerak flat. Namun tidak menutup kemungkinan aksi beli investor masih berlanjut terhadap saham-saham berbasis ekspor seiring dengan tercapainya kesepakatan subtansial Korsel dan Hong Kong dalam perdagangan bebas.

Rekomendasi
KSI SIGNAL 12-11-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng ditutup menguat kemarin berkat pembelian investor terhadap saham bank China seiring dengan konfirmasi dimulainya perdagangan integrasi Hong Kong dan Shanghai.  Interkoneksi perdagangan kedua bursa di mulai pada 17 Nopember nanti. Melalui program ini, investor global bisa membeli saham China dari bursa Hong Kong, sedangkan investor China bisa mengakses pasar Hong Kong. Indeks Hang Seng ditutup naik 63,58 poin, atau 0,27%, ke posisi 23.808,28.

Minimnya katalis diperkirakan akan menghambat laju indeks Hang Seng. Indeks diperkirakan akan bereaksi mengikuti irama bursa Asia dimana yang menguat seiring dengan sentimen pencapaian rekor penutupan indeks utama Wall Street dan kenaikan indeks Nikkei. Waspadai koreksi jangka pendek karena beberapa indeks utama sudan mencapai level yang tinggi.

Rekomendasi
HSI SIGNAL 12-11-14

Selasa, 11 November 2014

Dollar Pulih, Tren Masih Terjaga?

Dollar berhasil rebound setelah terkoreksi kemarin, berusaha masih menjaga tren di tengah keunggulan prospek ekonomi dan kebijakan moneter AS. Sedangkan euro terkoreksi lagi di tengah minimnya berita baru yang dapat dijadikan alasan untuk mengangkatnya.

Investor sempat melakukan profit taking atas posisi beli dollar setelah data payroll Jumat lalu di bawah prediksi. Menurut data itu, lapangan kerja tumbuh 214.000 selama Oktober, lebih rendah dari prediksi 235.000. Tapi data itu dianggap masih menggambarkan semakin sehatnya ekonomi. Selama 9 bulan berturut-turut, payroll tumbuh di atas 200 ribu.

Data itu  menegaskan pandangan bahwa ekonomi AS masih lebih baik dibanding Eropa dan Jepang.

Perbedaan kontras juga terlihat pada prospek kebijakan moneter, di saat the Fed sedang menormalisasi kebijakan, Eropa dan Jepang masih berkutat dengan stimulus moneter.

Tapi dengan inflasi masih terkendali, karena harga komoditas terus turun dan pertumbuhan global masih di bawah normal, pasar masih ragu kenaikan suku bunga pada pertengahan tahun depan. Agar dollar bisa melanjutkan penguatannya lagi diperlukan bukti tambahan kenaikan itu bisa terjadi. Bukti itu bisa datang dari data ekonomi maupun pernyataan pejabat the Fed.

Indeks dollar berada 87,70 setelah menguat 0,2% kemarin. Tapi kemarin indeks itu membuat low lebih rendah dari penutupan Jumat, indikasi bisa berlanjutnya koreksi. Penutupan di bawah 87,50 membuka peluang lanjutan koreksi dengan target 86,70. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 114,76 setelah menguat 0,1%. Dollar juga membuat low lebih rendah dari Jumat. Begitupun atas franc, membentuk low baru kemarin, sebelum diperdagangkan 0,9675 hari ini.

Beralih ke euro, mata uang tunggal Eropa itu terkoreksi dari high tapi tetap menguat dari Jumat.. Euro sempat mencoba bangkit dari level terendah dalam 2 tahun dan sempat menyentuh high di $1,2510. Tapi minimnya sentimen baru membuat penguatan sulit dijaga. Tapi dengan keberhasil membentuk high baru dan low lebih tinggi dari sebelumnya, ada peluang berlanjutnya retracement. Hal itu bisa terlihat bila ditutup di atas $1,2530.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 11-11-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 11-11-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 11-11-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 11-11-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 11-11-14

Dow, S&P 500 Ditutup Pada Rekor Harga Tertinggi, Sektor Transportasi Alami Kenaikan

Dow dan S&P 500 ditutup dengan alami kenaikan pada hari Senin kemarin, dan merupakan kenaikan untuk keempat kalinya dalam empat sesi perdagangan terakhir, dengan kenaikan paling menonjol dialami oleh sektor transportasi dan healthcare.
051
Dow Jones transportation average alami kenaikan sebesar 1,3 persen, juga berhasil ditutup pada rekor harga tertingginya, dengan kenaikan paling mencolok terjadi pada perusahaan-perusahaan penerbangan dan pengelola jalur kereta. Union Pacific alami kenaikan sebesar 1,8 persen menjadi $120,90, dan menjadi salah satu saham komponen S&P 500 dengan kenaikan signifikan, sedangkan JetBlue juga tunjukkan kenaikan yang cukup besar, dengan kenaikan sebesar 4,2 persen menjadi $13,09.

Laporan keuangan terkini yang rilis hari Jum’at datang dari Berkshire Hathaway tunjukkan laba dari BNSF railroad tunjukkan kenaikan sebesar 5 persen. Saham Berkshire Class B alami kenaikan sebesar 1 persen menjadi $145,05.

Harga minyak mentah yang akhir-akhir ini alami penurunan, sehingga membuat harga acuan minyak mentah Amerika berada dibawah $78 per barrel, membantu industri penerbangan dan sejumlah perusahaan consumer alami kenaikan.

S&P health care alami kenaikan sebesar 1 persen, dengan kenaikan paling mencolok dialami oleh Abbvie, yang naik sebesar 3,7 persen menjadi $63,79, persentase kenaikan terbesar pada komponen S&P 500.

Dow Jones industrial average alami kenaikan sebesar 39,81 poin atau 0,23 persen menjadi 17.613,74. S&P 500 alami kenaikan sebesar 6,34 poin atau 0,31 persen menjadi 2.038,26 dan Nasdaq Composite alami kenaikan sebesar 19,08 poin atau 0,41 persen menjadi 4.651,62.

Musim earning perusahaan-perusahaan Amerika untuk kuartal ketiga tahun ini akan segera berakhir, tetapi masih ada sejumlah perusahaan raksasa retail Amerika yang belum sampaikan laporan keuangannya.

Wal-Mart dijadwalkan akan sampaikan laporan keuangannya pada hari Kamis, harga saham perusahaan ini kemarin alami kenaikan sebesar 0,9 persen menjadi $79,44.

Dow dan S&P 500 telah alami kenaikan lebih dari 7 persen dalam tiga minggu terakhir, performa pergerakan tiga minggu terbaik sejak Oktober 2011.

Perusahaan provider TV Cable alami penurunan setelah Presiden Amerika, Barack Obama menyatakan saranya bahwa Federal Communication Commission seharusnya lakukan klasifikasi ulang broadband untuk lakukan regulasi yang lebih baik . Comcast harga sahamnya alami penurunan hingga 4 persen menjadi $52,95 dan menjadi saham paling aktif diperdagangkan di Nasdaq. Time Warner Cable alami penurunan sebesar 4,9 persen menjadi $136,50.

Pada Nasdaq 100, saham dengan kenaikan paling besar dibukukan oleh Baidu, dimana saham perusahaan ini alami kenaikan sebesar 4,7 persen menjadi $247,58. Seddangkan perusahaan dengan penurunan harga saham terbesar dibukukan oleh Charter Communication yang alami penurunan sebesar 6,2 persen menjadi $146,62.

Secara keseluruhan dibursa saham Amerika jumlah transaksi pada hari Senin kemarin mencapai 6,1 milliar lembar saham, masih dibawah rata-rata transaksi bulan ini yaitu 7 milliar lembar saham.

Wall Street Masih Topang Saham Asia

Saham Asia meraih penguatan hari ini berkat Wall Street yang kembali mencetak rekor, didukung oleh optimisme mengenai prospek ekonomi dan bisnis AS.
Asian shares
Indeks Dow Jones menguat 0,23% dan indeks S&P 500 naik 0,31%, yang membawa keduanya di rekor terbaru.

Meski di saat sepi berita, Wall Street bisa menapaki hasil positif di sekitar 90% komponen dalam komponen S&P 500 sudah mengumumkan laporan keuangan kuartal ketiga dan laba mereka diproyeksikan tumbuh rata-rata 8,9%, naik dari periode sama tahun lalu 4,9%.

Selain karena kinerja keuangan emiten, saham juga masih terjaga menyusul data payroll AS yang menegaskan pemulihan lapangan kerja. Sudah sembilan bulan berturut-turut lapangan kerja tumbuh di atas 200 ribu.

Di Jepang, data hari ini menunjukkan surplus transaksi berjalan Jepang naik di September berkat pendapatan investasi luar negeri. Surplus kini menjadi 963 miliar yen. Indeks Nikkei menguat 0,68%. Dengan yen masih terjaga di 114 per dollar, belum ada tekanan baru. Tapi dengan posisi indeks dekat level tertinggi dalam 7 tahun, tetap perlu diwaspadai koreksi, terutama bila yen menguat lagi. Di Korsel, indeks Kospi menguat 0,2%.

Indeks Hang Seng menguat 0,3%, dengan masih ditopang oleh konfirmasi dimulainya perdagangan integrasi Hong Kong dan Shanghai. Interkoneksi perdagangan kedua bursa di mulai pada 17 Nopember nanti.

Melalui program ini, investor global bisa membeli saham China dari bursa Hong Kong, sedangkan investor China bisa mengakses pasar Hong Kong.

Prospek saham global ke depan diperkirakan masih bullish, seiring dengan pemulihan ekonomi AS. Tapi beberapa indeks utama sudah mencapai level yang tinggi. Alhasil, perlu diwaspadai koreksi dalam jangka pendek.

Wall Street Cetak Rekor, Asia Flat Naik

Nikkei
 
Indeks Nikkei mengalami kemunduran perdagangan kemarin, dimana indeks menjauh dari level tertingginya dalam satu pekan menyusul penguatan yen terhadap dollar setelah data ketenagakerjaan AS yang jauh dari harapan. Sementara itu, saham Nippon Telegraph and Telephone Corp dilanda aksi jual menyusuk proyeksi laba yang mengecewakan. Indeks Nikkei melemah 99,85 poin, atau 0,59% ke posisi 16.780,53.

Sempat terkoreksi kemarin, kini indeks Nikkei bangkit setelah transaksi berjalan Jepang di September surplus 61,9% jika dibandingkan periode sama tahun lalu,  ini tiga bulan beruntun surplus. Selain itu, yen yang kembali melemah 114,76 per dollar membuat kinerja saham ekspor menguat. Perlu dicermati, indeks Nikkei meraih level tertinggi dalam 7 tahun. Dengan minimnya even penting pecan ini, perlu diwaspadai koreksi lanjutan.

Rekomendasi
NKI SIGNAL 11-11-14

Kospi
 
Indeks Kospi menguat kemarin di topang saham-saham ekspor menyusul pemberitaan kesepakatan perdagangan bebas Korsel dan China. Sementara saham Asia bergerak variatif, dengan beberapa mencatat penguatan signifikan, meski performa Wall Street yang kurang mengesankan. Indeks Kospi ditutup menguat 18,36 poin, atau 0,95%, ke posisi 1.958,23.

Meski indeks utama Wall Street terus mencetak rekor penutupan tertingginya semalam, belum mampu mengangkat lebih jauh bagi indeks Kospi pagi ini. Indeks cenderung bergerak flat. Kalangan analis memperkirakan saham berkapitalisasi besar jatuh karena aksi ambil untung dari kenaikan tajam kemarin, seperti Hyundai Motor dan Samsung Electronics yang awal perdagangan telah turun 1,0%.

Rekomendasi
KSI SIGNAL 11-11-14

Hang Seng
 
Indeks Hang Seng berhasil pulih perdagangan kemarin berkat dorongan dari berita rencana integrasi perdagangan Hong Kong dan Shanghai akan dilakukan pada minggu depan. Rencana itu, yang merupakan bagian dari liberalisasi pasar modal China, sempat tertunda karena alasan teknis. Data terbaru menunjukkan inflasi China stabil di 1,6%, sesuai prediksi. Indeks Hang Seng ditutup menguat 194,46 poin, atau 0,83%, ke posisi 23.744,70.

Minimnya katalis hari ini diperkirakan akan menghambat laju indeks Hang Seng. Indeks diperkirakan akan bereaksi mengikuti irama bursa Asia dimana yang menguat seiring dengan sentimen pencapaian rekor penutupan indeks utama Wall Street. Sementara itu, eforia integrasi perdagangan Hong Kong dan Shanghai mereda. Tekanan dapat melanda sektor komoditas, seperti energi dan emas menyusul jatuhnya komoditas itu.

Rekomendasi
HSI SIGNAL 11-11-14

Senin, 10 November 2014

Dollar Koreksi Pasca Payroll

Dollar melanjutkan koreksinya yang terjadi sejak akhir pekan, melepaskan diri dari level tertinggi dalam empat tahun setelah data ketenagakerjaan AS tidak sesuai proyeksi, membuat investor melepas sebagai pembelian dollar. Sedangkan aussie meneruskan rebound-nya dari level terendah dalam empat tahun.

Non-farm payroll tumbuh 214.000 selama Oktober, lebih rendah dari prediksi 235.000. Tapi angka di atas 200 ribu tetap dianggap sehat. Dengan ini, berarti sudah sembilan bulan berturut-turut pertumbuhan lapangan kerja di atas 200 ribu, terpanjang sejak 1995. Sedangkan tingkat pengangguran turun 0,1% menjadi 5,8%, terendah sejak Juli 2008, meski angkatan kerja bertambah.

Sebenarnya, data itu tidaklah buruk, karena angka pertumbuhan tergolong masih sehat. Tapi dollar tetap didera koreksi. Sepertinya, koreksi ini terjadi bukan karena data payroll di bawah prediksi, tapi lebih disebabkan oleh faktor valuasi yang sudah tinggi. Dollar sudah menyentuh level tertinggi dalam empat tahun, dan beberapa rivalnya jatuh ke level terendah dalam beberapa tahun.

Dollar sudah menjalani reli selama hampir lima bulan, dan dengan minimnya even penting minggu ini, perlu diwaspadai kelanjutan koreksi. Tapi salah satu faktor yang mengangkat dollar selama ini adalah keunggulan performa ekonomi dan prospek kebijakan moneter AS dari negara maju lainnya. Alhasil, kalaupun kini memasuki fase koreksi, dalam jangka menengah dan panjang tren dollar belumlah berubah.

Indeks dollar berada di 87,35 setelah koreksi 0,8% akhir pekan lalu. Bila ditutup di bawah 87,00 membuka potensi menuju 86,70. Tapi kondisi bullish terjaga selama tidak jatuh melampaui 86,30. Terhadap yen, dollar melemah 0,2% ke 114,54 dan bila berlanjut ke 113,00, maka membuka peluang retracement menuju 112,50. Atas franc, dollar diperdagangkan di 0,9640 setelah anjlok 1% di Jumat. Target koreksi terdekat selanjutnya adalah 0,9580, ditembus kemungkinan akan berlanjut ke 0,9550.

Sementara itu, aussie berusaha bangkit setelah jatuh ke level terendah dalam empat tahun Jumat lalu, Selain karena koreksi dollar, data inflasi China yang stabil turut membantu. Namun, di tengah penurunan harga komoditas, prospek ekonomi domestik terganggu. Alhasil, penguatan ini sepertinya sementara. Aussie menguat 0,1% ke $0,8671 setelah menguat 0,6% akhir pekan lalu. Penutupan di atas MA 25 $0,8750 membuka peluang bullish dengan target selanjutnya $0,8820.

Rekomendasi
 
EUR-USD
EUR SIGNAL 10-11-14

USD-JPY
JPY SIGNAL 10-11-14

GBP-USD
GBP SIGNAL 10-11-14

USD-CHF
CHF SIGNAL 10-11-14

AUD-USD
AUD SIGNAL 10-11-14

Minim Sentimen, IHSG Rawan Koreksi …

IHSG 13Di Hari Pahlawan ini, perdagangan di lantai Bursa Efek Indonesia diperkirakan masih akan berlangsung lesu. 

Minimnya sentimen perdagangan, diperkirakan bakal membuat IHSG hanya bergerak flat-turun mengingat pelaku pasar sedang cenderung untuk berada pada posisi wait and see menanti kepastian dari pengumuman kenaikan BBM Subsidi.

Kenaikan tipis sebesar 19,46 poin (+0,11 persen) pada indeks Dow Jones Industrial pada hari Jumat, diperkirakan bakal sulit untuk membawa sentimen positif, mengingat indeks dari bursa di kawasan Asia pagi ini relatif hanya bergerak flat.

Minimnya sentimen perdagangan ini diperkirakan akan membuat IHSG bergerak flat-turun pada kisaran 4900-5025.  Setelah suport 5050 gagak bertahan pada minggu lalu, IHSG memang sedang berada dalam trend turun dengan potensi koreksi hingga kisaran 4750 – 4900.  Posisi IHSG yang sedang berada di kisaran suport dari trend jangka menengah 4975-5000, sebenarnya bisa memberikan signal positif jika IHSG kemudian mengalami rebound dan ditutup diatas resisten pertama 5025 pada hari ini.  Akan tetapi, belum adanya sentimen positif membuat pelaku pasar sebaiknya tetap dalam posisi wait and see, menunggu sentimen yang baru.

Saham Asia variatif, Hang Seng Reli

Saham Asia bergerak variatif hari ini, dengan beberapa mencatat penguatan signifikan,  meski performa Wall Street yang kurang mengesankan akhir pekan lalu.
TSE
Saham AS berakhir flat akhir pekan lalu setelah data payroll di bawah prediksi tapi tingkat pengangguran turun. Non-farm payroll tumbuh 214.000 selama Oktober, lebih rendah dari prediksi 235.000. Tapi angka di atas 200 ribu tetap dianggap sehat. Sedangkan tingkat pengangguran turun 0,1% menjadi 5,8%.

Pertumbuhan lapangan kerja yang pesat dan penurunan tingkat pengangguran dianggap sebagai bentuk pemulihan ekonomi. Tapi Wall Street berakhir flat setelah investor melakukan aksi ambil untung dari reli sebelumnya yang membawa indeks ke rekor tertinggi.

Data hari ini menunjukkan inflasi China stabil di 1,6%, sesuai prediksi. Tapi bursa saham Hong Kong mendapat dorongan dari berita rencana integrasi perdagangan Hong Kong dan Shanghai akan dilakukan pada minggu depan. Rencana itu, yang merupakan bagian dari liberalisasi pasar modal China, sempat tertunda karena alasan teknis. Melalui program ini, investor global bisa membeli saham China dari bursa Hong Kong, sedangkan investor China bisa mengakses pasar Hong Kong.  Indeks Hang Seng dibuka menguat 2,2%. Kini berkurang menjadi 1,7%,

Di Jepang, Indeks Nikkei melemah 0,46% menyusul penguatan yen. Ini merupakan koreksi setelah indeks menyentuh level tertinggi dalam 7 tahun Jumat lalu. Investor juga menelaah laporan bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe mempertimbangkan pemilu mendadak bila menunda kenaikan pajak penjualan kedua. Di Korsel, indeks Kospi mengguat 1,1%, terangkat oleh reli saham unggulan, yang membawanya ke level tertinggi dalam 4 hari. Saham Hyundai Motor dan Samsung Electronics melonjak masing-masing 3%.

Pada dasarnya, valuasi saham dunia sudah cukup tinggi, seperti di AS, di mana indeks utama AS sudah mencetak rekor beberapa kali. Di Asia, indeks Nikkei meraih level tertinggi dalam 7 tahun dan indeks Hang Seng tertinggi dalam 2 tahun. Alhasil, perlu diwaspadai potensi koreksi. Dengan berakhirnya program pembelian obligasi the Fed, berarti berkurangnya pasokan likuiditas.

Asia Beragam Pasca Data Payroll AS, Inflasi China

Nikkei
 
Indeks Nikkei catat penguatan penutupan perdagangan akhir minggu lalu karena pelemahan yen dan kenaikan bursa AS, Eropa menyusul rencana bank sentral Eropa (ECB) yang akan menambah pelonggaran moneter. Indeks diperkirakan akan melanjutkan penguatannya bilamana data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan. Indeks Nikkei ditutup naik 87,90 poin, atau 0,52%, ke 16.880,38.

Indeks Nikkei mengawali perdagangan pagi ini melemah, dengan menjauh dari level terendahnya dalam satu minggu terakhir menyusul penguatan yen. Yen kembali menguat 114,4 per dollar, menjauh dari level 115,6 terendah dalam tujuh tahun terakhir. Fluktuasi indeks kembali berlanjut, dimana investor kini menantikan pemberitaan bahwa PM Abe tengah mempertimbangkan penundaan kenaikan pajak penjualan kedua.

Rekomendasi
NKI SIGNAL 10-11-14

Kospi
 
Indeks Kospi bergerak positif Jumat lalu menyusul penguatan Wall Street. Namun lajunya terbatas menjelang data ketenagakerjaan AS. Wall Street berlabuh di zona hijau, dengan indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor baru, didorong oleh data ekonomi AS dan wacana stimulus moneter dari ECB. Indeks Kospi ditutup naik 0,18%, atau 3,39 poin di 1.939,87.

Indeks mencoba mempertahankan laju positifnya berkat kenaikan indeks Dow Jones berkat data AS yang beragam. Data ketenagakerjaan yang di bawah prediksi, tapi angka pengangguran AS yang menurun. Laju indeks kali ini ditopang kenaikan saham-saham unggulan sepetri Hyundai Motor dan Samsung Electronics yang reli 1,5% dan 3,0%.

Rekomendasi
KSI SIGNAL 10-11-14

Hang Seng

Indeks Hang Seng belum lepas dari zona merah perdagangan akhir pekan lalu. Aksi profit taking dan kecemasan akan integrasi perdagangan saham China dan Hong Kong. Kalangan analis menilai aksi profit taking ini terjadi dari reli yang terjadi belakangan ini, meski sejumlah laporan keuangan korporat mencatat hasil yang mengesankan tidak mampu menopang indeks. Indeks Hang Seng melemah 99,07 poin, atau 0,42% ke 23.550,24. Dalam pekan lalu indeks jatuh 1,9%.

Indeks Hang Seng melonjak tajam pagi ini, dimana indeks menguat lebih dari 1,5% menyusul rencana penetepan integrasi perdagangan bursa Hong Kong dan China pada 17 Nopember mendatang. Namun investor juga akan bereaksi dari data inflasi China yang stabil 1,6% di Oktober, angka ini sesuai dengan ekspektasi, serta data payroll AS yang di bawah ekspektasi.

Rekomendasi

HSI SIGNAL 10-11-14