BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Kamis, 20 Desember 2012

Euro Koreksi, Sempat Ke $1,33

Euro sempat menyentuh level tertinggi dalam 8,5 bulan terakhir atas dollar berkat data Jerman, namun terkoreksi karena kandasnya lagi negosiasi anggaran AS.
Sempat menyentuh $1,33, euro mengalami koreksi karena berita pembahasan rancangan anggaran untuk mencegah jurang fiskal kembali menemui jalan buntu. Republik ternyata berencana mengajukan rancangan pajak alternatif atau “Rencana B” minggu ini yang mengabaikan perkembangan yang sudah dicapai.  Gedung Putih menolak rencana itu karena tidak cukup menarik pajak dari orang kaya, dan mengancam akan memveto rencana itu bila Kongres menyetujuinya.
Euro melaju kemarin setelah muncul optimisme deal untuk mencegah jurang fiskal bakal dicapai pada akhir tahun. Optimisme itu muncul setelah Presiden Obama mengajukan tawaran dan Ketua Kongres John Boeher terlihat melunak. Meski belum ada kesepakatan, adanya kemajuan memberi kelegaan ke pasar, yang selama ini resah karena pembicaraan buntu. Namun  penguatan gagal dipertahankan karena munculnya ketegangan di Washington. 
Euro juga terangkat setelah lembaga rating S&P menaikkan peringkat Yunani menjadi B- dengan outlook stabil dari default selektif. Meski masih status junk, kenaikan ini merupakan pengakuan adanya perbaikan. Euro semakin melaju berkat data sentimen bisnis Jerman yang lebih baik dari prediksi. Indeks sentimen bisnis hasil survei Ifo naik ke 102,4 di Desember dari 101,4 di Nopember, dengan prediksi 102,00.
Euro diperdagangkan di $1,3221, setelah menyentuh low di $1,3186. Euro berhasil menyentuh $1,3305 semalam, tertinggi sejak Maret. Karena kondisi yang sudah overbought, euro kemungkinan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah sampai ada perkembangan positif dari isu jurang fiskal. Level $1,3200 merupakan 23,6% retracement dari penguatan 7-19 Desember. Bila ditutup di bawah itu, koreksi akan membawanya ke 38,2% di $1,3140. Sedangkan resistance terdekat ada di $1,3250.
Terhadap yen, euro berada di 111,35, dengan sempat menyentuh high di 112,48 kemarin, tertinggi sejak Mei 2010. Kondisi jenuh beli juga terjadi di pair ini, Kegagalan bertahan di 111, akan memicu koreksi dengan target terdekat di 110,20.  Bila ditembus, akan mencoba bergerak ke 109,40. Untuk resistance ada di 112,50.
Pasar menunggu hasil rapat reguler BOJ, yang dapat mempengaruhi pergerakan yen. Para pengamat tidak yakin BOJ bakal meluncurkan stimulus besar dalam rapat hari ini, tapi mungkin bisa dilakukan bulan depan setelah kabinet baru terbentuk. Bila tidak ada gebrakan baru, dollar akan terkoreksi atas yen. Bila gagal bertahan di level 84, dollar akan koreksi ke 83,50.



Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD

Tidak ada komentar: