BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Senin, 24 Desember 2012

Yen masih tertekan isu stimulus

Yen masih bergerak dekat level terendahnya dalam 20 bulan terakhir atas dollar karena masih santernya isu stimulus setelah Shinzo Abe kembali mendesak BOJ untuk memperbarui target inflasinya.
Yen memang rebound Jumat lalu karena penyesuaian posiisi, tapi tekanan datang lagi setelah Abe, kandidat perdana menteri, kemarin mengumumkan rencana untuk merevisi hukum yang independensi BOJ bila tuntutannya tidak dipenuhi. Lewat stasiun TV Fuji, ia mengatakan mungkin mengubah  payung hukum BOJ bila tidak menaikkan target inflasinya dari 1% dalam rapat bulan depan.
Abe, yang bakal dilantik Rabu ini, menempatkan BOJ dalam debat politik dengan terus mendesaknya untuk menerapkan stimulus agresif. Abe menyerukan BOJ untuk memberlakukan stimulus tak terbatas dan target inflasi 2%, bahkan suku bunga negatif, dalam rangka mengatasi deflasi dan merangsang pertumbuhan.
Sebenarnya, Kamis lalu BOJ menambah program pembelian aset dan pinjamannya sebesar 10 triliun yen menjadi 101 triliun yen. Ini merupakan penambahan untuk ketiga kalinya dalam empat bulan terakhir. Namun langkah itu tidaklah mengejutkan karena sudah diperkirakan, dan pasar melihatnya sebagai respon atas tekanan para politisi.
Meski aksi ambil untung menjelang liburan tahun baru menjadi peluang bagi yen untuk menyesuaikan posisi dari kejatuhan, trennya belum berubah karena ekspektasi BOJ akan didesak untuk melonggarkan kebijakannya lagi awal tahun depan. Para pengamat memperkirakan dukungan untuk stimulus agresif akan semakin besar ketika kabinet baru sudah terbentuk. Abe juga akan punya peluang lebih besar untuk mempengaruhi kebijakan BOJ tahun depan ketika masa jabatan gubernur dan dua deputinya berakhir.
Yen berada di 84,38 per dollar, atau melemah 0,2%. Yen menyentuh 84,60 Kamis lalu, terendah dalam 20 bulan terakhir. Yen sudah melemah 12% atas dollar tahun ini, menjadikannya mata uang terburuk di antara negara maju. Resistance masih di 84,60, kalau tembus akan mencoba ke 84,90-85,00. Namun, pergerakan yen akan konsolidatif dulu menjelang Natal.
Sementara itu dollar juga menguat atas rival lainnya, terangkat oleh mencuatnya kecemasan soal jurang fiskal, karena kandasnya lagi negosiasi. Beberapa politisi AS menyampaikan kekhawatiran jurang fiskal bakal gagal dicegah. Hal ini terjadi setelah Ketua Kongres John Boehner gagal mendapat dukungan untuk mengajukan proposalnya sendiri.
Aktivitas perdagangan diperkirakan sepi menjelang Natal, dengan banyak pasar ditutup. Namun jurang fiskal masih menjadi fokus utama. Kecuali ada kesepakatan, sulit menghapus keresahan pasar soal jurang fiskal, menjadi faktor yang dapat memperkuat dollar.
Rekomendasi
EUR


JPY


GBP

CHF


AUD

Tidak ada komentar: