BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Selasa, 26 Februari 2013

Kebuntuan pemilu Italia, bentuk protes publik atas penghematan

Pemilu Italia berakhir tanpa menghasilkan pemenang jelas karena tidak ada yang meraih suara mayoritas. Namun ada satu hal pasti yang terlihat yaitu publik tidak suka dengan program penghematan.
Dengan hampir semua suara terhitung, kubu kiri tengah Partai Demokratik pimpinan Pier Luigi Bersani berhasil menang tipis dan menguasai majelis rendah. Tapi kubu Silvio Berlusconi, lewat Partai Rakyat Kebebasan, berpeluang mengendalikan majelis tinggi atau Senat. Kendali atas dua majelis diperlukan untuk bisa memegang pemerintahan.
Dengan menang tipis, Bersani harus membentuk koalisi namun akan sulit dengan adanya kubu Silvio Berlusconi yang selalu mengkritik program penghematan. Apalagi kubu lainnya, Partai Pergerakan Bintang Lima pimpinan Beppe Grillo, yang berhasil meraih tempat ketiga dengan 25% suara,  menyatakan tidak mendukung keduanya. Mario Monti, lewat Partai Pilihan Rakyat, berada di tempat terakhir dengan hanya meraih 10%.
Hasil ini datang di tengah resesi dan program penghematan ketat, di mana pemerintah memotong upah dan pensiun, namun juga menaikkan pajak. Dalam kampanyenya, Monti, yang menjabat sebagai perdana menteri, berupaya meredam kekesalan publik dengan berjanji melonggarkan pajak, sembari mengakui kebijakannya, meski penting untuk mengembalikan kepercayaan pasar, telah memperburuk resesi.
Ketidakpastian politik Italia ini bisa membuat para pemimpin Eropa gelisah. Tanpa ada koalisi terbentuk, maka tidak ada pemerintahan.  Kalaupun terbentuk, koalisi akan rentan gejolak dan ditakutkan mengganggu proses reformasi yang sudah dijalankan. Kondisi seperti ini tentu bisa membuat para pemimpin Eropa gelisah karena bisa merusak upaya pengentasan krisis utang.

Tidak ada komentar: