BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Kamis, 21 Februari 2013

Pejabat the Fed khawatir efek QE

Beberapa pejabat the Fed menyatakan kekhawatiran dengan kebijakan longgar yang dijalankan selama sembari menyarankan ditarik sebelum lapangan kerja kembali normal.
Minutes dari rapat 29-30 Januari lalu yang diumumkan semalam menunjukkan para anggota Komite terpecah mengenai keberlangsungan program Quantitative Easing (QE), dengan beberapa mengatakan perlu dikurangi atau diakhiri lebih cepat, namun lainnya memperingatkan jangan terlalu dini menarik stimulus.
Minutes itu memperlihatkan beberapa anggota komite cemas  program stimulus moneter bisa memicu instabilitas di pasar keuangan dan sulit untuk dihentikan nantinya. Minutes tersebut juga menunjukkan beberapa pejabat khawatir kebijakan stimulus dapat mendorong pengambilan risiko yang sembrono dan berdampak negatif pada stabilitas finansial.
Oleh karena itu mereka, kubu yang disebut hawkish, menyarankan the Fed perlu siap untuk menyesuaikan jumlah pembelian, tergantung kondisi ekonomi dan analis biaya dan manfaat dari program itu.  “Beberapa anggota mengatakan hasil penilaian manfaat, biaya dan risiko pembelian aset bisa membawa Komite untuk mengurangi atau mengakhiri pembelian sebelum perbaikan lapangan kerja yang ditargetkan terjadi,” kata minutes itu. Tapi pihak berlawanan, atau dovish, berargumen potensi biaya mengurangi atau mengakhiri program terlalu cepat juga besar.
Minutes itu tidak menyebutkan dengan nama atau secara spesifik berapa banyak yang anggota yang khawatir, hanya menggunakan istilah sebagian atau beberapa. Pada akhirnya, the Fed memutuskan untuk mempertahankan jumlah program pembelian aset, yang dilakukan sampai lapangan kerja membaik secara substansial. The Fed berencana mengevaluasi program itu dalam rapat 19-20 Maret nanti.

Tidak ada komentar: