BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Selasa, 22 Juli 2014

Kondisi Bisnis AS Dinilai Membaik

Dollar ASPerusahaan AS menilai kondisi bisnis terus membaik selama kuartal kedua, yang membuat mereka menambah tenaga kerja, setelah lesu di awal tahun, menurut hasil survei. 

National Association for Business Economics (NABE), dalam survei terbarunya, menyebutkan perusahaan melihat prospek ekonomi semakin cerah. Sekitar 23% responden memperkirakan pertumbuhan PDB di atas 3% untuk tahun ini. Angka itu lebih tinggi dari survei sebelumnya yang hanya 8%. Sebagian besar responden, yaitu 54%, memproyeksikan pertumbuhan antara 2,1% dan 3%.

Namun, tidak ada satupun yang memperkirakan kontraksi atau pertumbuhan negatif.

Sekitar 57% responden melaporkan kenaikan panualan selama kuartal kedua, naik dari 53% di survei sebelumnya. Peningkatan penjualan mendorong penambahan tenaga kerja, mendukung data pemerintah mengenai kenaikan payroll. Sekitar 36% responden mengatakan perusahaan mereka menambah tenaga kerja di kuartal kedua, naik dari survei April yang hanya 28%.

Hasil survei itu juga melaporkan semakin banyak perusahaan yang menaikkan upah berkat kenaikan penjualan selama periode itu. NABE melaporkan sekitar 43% dari 79 responden mengungkapkan perusahaan mereka menaikkan upah, perkembangan positif dari 35% di kuartal pertama.  Dalam survei itu, 59% responden dalam sektor keuangan, asuransi, properti melaporkan kenaikan upah. Di sektor transportasi, utilitas, dan komunikasi, separuh responden mengatakan telah mengalami kenaikan upah. 40% dari responden mempekerjakan lebih dari 1000 pegawai.

NABE melihat hasil survei ini menunjukkan semakin banyaknya penyerapan lapangan kerja. Tapi pertumbuhan upah ini patut diwaspadai.  Ini pertama kalinya sejak Oktober 2012 tidak ada responden yang melaporkan penurunan upah. Ketua the Fed Janet Yellen mengatakan pertumbuhan upah belum terindikasi bisa mendorong inflasi. Tapi hasil survei ini membuat para ekonom khawatir the Fed bisa terlambat menaikkan suku bunga dan akhirnya menghadapi masalah inflasi.

Tidak ada komentar: