BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Selasa, 23 Juni 2015

Rupiah Menguat, Fokus ke Yunani

Rupiah berhasil menguat dalam perdagangan Senin (22/6) menyusul koreksi dollar di saat munculnya optimisme mengenai Yunani.
Rupiah 3
Datang harapan akan adanya kesepakatan untuk menyelamatkan Yunani dari ancaman default dan krisis perbankan. Perdana Menteri Alexis Tsipras kemarin memberikan tawaran baru ke kreditor, mengindikasikan kesiapan kompromi. Meski belum jelas bentuk tawaran itu, pasar melihat hal ini sebagai pertanda adanya arah untuk menuju kesepakatan.

Pertemuan ini digelar menyusul aksi penarikan simpanan besar-besaran di Yunani, yang berpotensi memicu krisis perbankan. Nasabah sudah menarik miliaran euro dalam seminggu terakhir, akibat kandasnya pembicaraan utang mendekatkan Yunani ke jurang default.

Menyoal aksi rush itu, Gubernur BI Agus Martowardjojo mengingatkan perlunya mewaspadai dampaknya pada ekonomi global. Menurutnya, bila tidak ada deal, efeknya bisa menimbulkan gejolak pada pasar keuangan global, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, penting menjaga nilai tukar agar volatilitasnya terkendali. Ia mengatakan meski mengalami kejatuhan, rupiah masih lebih baik dari mata uang negara berkembang lainnya seperti Brazil atau Turki.

Optimisme mengenai Yunani memicu terjadinya peralihan dana dari obligasi AS ke negara berisiko, termasuk Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 0,2% ke Rp13.306 per dollar, setelah bergerak dalam rentang Rp.13278-13.332. Untuk besok, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp13.250-13.350.

Tidak ada komentar: