BRANCH OFFICE BANDUNG

BRANCH OFFICE BANDUNG
JL. WR. SUPRATMAN No. 21 BANDUNG

Rabu, 22 Juli 2015

Minyak Masih Tertekan, Terancam ke Bawah $50

Minyak jatuh kembali hari ini akibat laporan yang menunjukkan bertambahnya cadangan AS, setelah sempat rebound kemarin karena kejatuhan dollar.
Oil-Field
American Petroleum Institute (API) semalam melaporkan stok minyak AS naik 2,3 juta barel minggu lalu. Data ini menimbulkan kekhawatiran laporan versi Energy Information Administration (EIA) nanti malam juga akan menunjukkan kenaikan. Kenaikan dalam laporan EIA, yang lebih diperhatikan dari API, tentunya bisa menambah tekanan ke harga, yang sudah menyentuh level terendah dalam 3,5 bulan.

Harga terus jatuh sejak bulan lalu karena pasokan yang berlimpah, di mana OPEC dan negara produsen lainnya membuat pasokan melebihi permintaan. Output negara-negara OPEC masih di atas kuota, demi menjaga pangsa pasar dari minyak produsen luar anggota. sedangkan AS terus menggali shale oil-nya. Rusia, yang juga merupakan produsen di luar OPEC, berproduksi di tengah resesi ekonomi.

Harga minyak juga tertekan karena kesepakatan nuklir Iran dan Barat. Kesepakatan itu, yang ditujukan untuk membatasi program nuklir Iran agar tidak membuat senjata, bsia mengakhiri sanksi ekonomi atas Republik Islam itu, yang memberinya peluang untuk menambah ekspor minyaknya.

Tekanan ke harga juga datang dari penguatan dollar di tengah prospek kenaikan suku bunga the Fed. Dollar melambung setelah Ketua the Fed Janet Yellen minggu lalu mengatakan kenaikan bisa terjadi sebelum 2016.

Reli semakin tajam setelah Presiden the Fed distrik St. Louis James Bullard mengatakan pihaknya kemungkinan menaikkan suku bunga di September nanti bila inflasi mendekati target dan tingkat pengangguran ke bawah 5%.

Minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Agustus turun 73 sen ke $50,11 per barel. Penutupan di bawah level psikologis $50 menjadi bearish continuation dengan target $49-48. Ke atas, harga sepertinya masih sulit melewati resistance $52,00.

Tidak ada komentar: